cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3: Agustus, 2014" : 39 Documents clear
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP DOGOL DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) UJUNG BATU JEPARA Antika, Melina; Mudzakir, Abdul Kohar; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.333 KB)

Abstract

Kelayakan usaha dalam hal ini dimaksudkan sebagai perkiraan tentang laba/rugi yang terkait dengan pengoperasian usaha. Usaha penangkapan Dogol yang dilakukan harus menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis usaha. Penelitian ini bertujuan mengetahui aspek teknis jaring dogol, mengetahui aspek ekonomi usaha nelayan penangkapan jaring dogol, menganalisis aspek kelayakan usaha alat tangkap dogol. Dogol merupakan alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan dimersal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus, studi ini untuk menganalisis tingkat kelayakan usaha dan pendapatan nelayan dogol. Metode pengambilan sampel yang digunakan metode sensus dengan jumlah 15 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis finansial dan kelayakan usaha yaitu NPV, IRR, B/C ratio, dan PP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dogol membutuhkan nilai rata-rata modal Rp 76.766.667, nilai rata-rata biaya total Rp 198.230.507, nilai rata-rata penerimaan Rp 226.238.400, dan nilai rata-rata keuntungan Rp 28.007.893. Berdasarkan hasil perhitungan analisis kelayakan usaha pada penangkapan dogol diperoleh nilai rata-rata NPV yaitu sebesar Rp 74.590.529 - Rp 123.765.164, nilai rata-rata IRR yaitu sebesar 30% - 50%, nilai rata-rata B/C Ratio yaitu sebesar 1,090 - 1,098, Payback Periode 2 tahun. Feasibility in this case is intended as an estimate of profit / loss associated with the operation of  business . Dogol fishing effort should result in a sustainable advantage . Therefore, it need to analyze the business . This study aims to find out the technical aspects of dogol nets , knowing the economic aspects of fishermen to catch dogol nets , analyze the feasibility aspect dogol fishing gear . Dogol is fishing gear used to catch fish pelagis . The method used in this research is descriptive method that is a case study , this study is to analyze the feasibility of the business and the income of dogol  fishermen  . The sampling method used census method with 15 respondents . The analytical method used is the financial and feasibility analysis NPV , IRR , B / C ratio , and PP . The results showed that dogol requires capital value is Rp 76,766,667 , the value of the total cost of the average is Rp 198 230 507 , the average  revenue value is Rp 226,238,400 , and the average gain value is Rp 28,007,893 . Based on calculations from feasibility analysis to the arrest dogol the average values obtained NPV is equal to Rp 74,590,529 to Rp 123,765,164 , the average value of IRR is equal to 30 % - 50 % , the average value of B / C ratio is equal to 1.090 to 1.098 , 2 -year payback period .
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA IKAN LAYANG (Decapterus spp) YANG TERTANGKAP DENGAN ALAT TANGKAP MINI PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TASIKAGUNG REMBANG JAWA TENGAH Nababan, Rosalinda; Wibowo, Bambang Argo; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.994 KB)

Abstract

Ikan Layang (Decapterus spp) merupakan sumberdaya ikan dominan yang didaratkan di TPI 1 Tasikagung Rembang dengan jumlah produksi sebesar 7.862.480/tahun senilai Rp. 54.617.390.000/tahun. Sedangkan alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan Layang (Decapterus spp) adalah Mini Purse Seine. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jumlah produksi dan distribusi pemasaran ikan Layang (Decapterus spp), serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi harga ikan Layang (Decapterus spp) di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung Rembang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif.  Pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 sampel. Analisis data yang digunakan adalah regresi dan korelasi dengan program SPSS 16. Hasil dari penelitian ini menunjukkan persamaan regresi ikan Layang (Decapterus spp) berukuran besar adalah Y= 2173,946+0,005X1+208,524X2+ 787,050X3+37,100X4+383,508, sedangkan persamaan regresi ikan Layang (Decapterus spp) berukuran kecil adalahY= 1111,333-0,006X1+249, 418X2+416,271X3+94,613X4+585,114. Berdasarkan persamaan regresi tersebut menunjukkan bahwa faktor yang mempunyai hubungan berbanding lurus dengan harga ikan Layang (Decapterus spp) berukuran besar adalah jumlah produksi, bakul, kualitas, dan ukuran berat ikan. Faktor mempunyai hubungan berbanding lurus dengan harga ikan Layang (Decapterus spp) berukuran kecil adalah bakul, kualitas, dan ukuran berat ikan. Jumlah produksi mempunyai hubungan berbanding terbalik dengan harga ikan Layang (Decapterus spp) berukuran kecil. The round scad (Decapterus spp) is the dominant resource that is disembarked at TPI 1 Tasikagung Rembang which has reach 7.862.480 kgs/year or equals to Rp. 54.617.390.000/year. The fishing gear that is used to catch round scad (Decapterus spp) is mini purse seine. The purpose of this study was to know the production scale and the market distribution of the round scad (Decapterus spp) and to analyze the factors that influence the price of round scad (Decapterus spp) at Tasikagung Fishing Port, RembangThe method used during the study was descriptive method that was based on case study. Sample collection was done using purposive sampling method with the number of sample is 35 samples. The data analysis was done using regression and correlation that was performed using SPSS 16.The result has shown that the regression equation for round scad (Decapterus spp) which has big size is Y= 2173,946 + 0,005X1+ 208,524X2+ 787,050X3 + 37,100X4+383,508 while the equation for small round scad (Decapterus spp) is Y=1111,333 - 0,006X1+ 249, 418 X2+ 416,271X3 + 94,6I3X4+585,114. Based on the regression equation is indicated that factors influencing has links is directly proportional to the price of big round scad are production factor, the number of sellers, quality, and the weight. factors influencing has links is directly proportional to the price of small round scad are, the number of sellers, quality, and the weight, but The production of has links inversely proportional to the price of small round scad.
ANALISIS FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP PANCING ULUR (HAND LINE) DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) JAYANTI KABUPATEN CIANJUR Budiman, Rostana; Wijayanto, Dian; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.252 KB)

Abstract

Usaha penangkapan ikan merupakan kegiatan ekonomi yang dipengaruhi oleh faktor produksi dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Faktor produksi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah modal dan biaya pengeluaran. Pancing ulur adalah alat tangkap yang memberikan kontribusi cukup besar dalam perekonomian perikanan di PPI Jayanti. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui tingkat pendapatan usaha alat tangkap pancing ulur, menghitung modal investasi, biaya pengeluaran dan keuntungan, menganalisis aspek finansial usaha alat tangkap pancing ulur di PPI Jayanti, dan membandingkan tingkat keuntungan nelayan pancing ulur dengan UMR yang berlaku di Kabupaten Cianjur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2013 di PPI Jayanti Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan metode pengambilan sampel snowball sampling. Metodel analisis data menggunakan analisis kelayakan usaha dengan menggunakan beberapa indikator diantaranya NPV, B/C Ratio, IRR, dan payback period. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pendapatan usaha penangkapan menggunakan pancing ulur sebesar Rp 42.789.598,33 per tahun dan menunjukkan bahwa usaha alat tangkap tersebut layak untuk dijalankan, karena nilai NPV usaha tersebut bernilai positif dengan didapatkan nilai NPV Rp 14.441.280,91 - Rp 32.602.847,23 (rata-rata Rp. 22.825.280,86); IRR 35,42% - 64,83% (rata-rata 48,23%); payback period 3,40– 6,18 tahun (rata-rata 4,61 tahun); dan B/C Ratio 1,14– 1,29 (rata-rata 1,19). Commercial fishing is an economical activity that is influenced by several factors of production in order a profit. In this study, the factors of production are the capital and expenses. Hand line is a fishing gear used in commercial fishing and it gives a considerable contribution in the fisheries economy in Jayanti Fish Landing Place. This study aims to determine the level of revenue, to calculate the income, to calculate the expense, and to analyze the financial aspects of commercial fishing in Jayanti Fish Landing Place, and to compare between the fisherman’s profit with minimal wage of Cianjur Regency. This study was conducted in December 2013 in the Jayanti Fish Landing Place in Cianjur Regency, West Java. Researchers used descriptive qualitative and quantitative method to analyze a data snowball sampling and used to gather a data from respondents. In data analysis, researchers used some indicators, including NPV, B/C Ratio, IRR, and payback periods. The result of this study showed the average income of hand line commercial fishing was IDR 42,789,598.33/ year and showed that commercial fishing by hand line fishing gear were feasible because the NPV was positive, it was IDR 14,441,280.91 - IDR 32,602,847.23 (the average:IDR 22,825,280.86); IRR 35.42% - 64.83% (the average: 48.23%); payback periods 3.40 – 6.18 years (the average: 4.61 years); and B/C Ratio 1.14 – 1.29 (the average: 1.19).
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN BUBU HASIL TANGKAPANRAJUNGAN DI DESA BETAHWALANG KECAMATAN BONANG KABUPATEN DEMAK Sri Lestari; Abdul Kohar Mudzakir; Herry Boesono
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.075 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2013-Januari 2014 dengan tujuan menganalisa tingkat kesejahteraan pedagang pengepul dan nelayan bubu hasil tangkapan rajungan. Data yang dikumpulkan meliputi data teknis penangkapan (kontruksi kapal, klasifikasi alat tangkap, cara operasi dan daerah penangkapan), Indikator kemiskinan gabungan dari lembaga Balai Pusat Statstik(BPS), dan BKKBN(Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) yaitu karakteristik keluarga, pemenuhan  pangan, perumahan, analisis kesejahteraan obyektif (berkaitan pendapatan) dan subyektif (tingkat kepuasan dari responden) serta Indikator Nilai Tukar Nelayan (NTN) meliputi analisa pendapatan perikanan dan non-perikanan dan pengeluaran perikanan dan konsumsi rumah tangga. Didapatkan kriteria kemiskinan berdasarkan indikator gabungan pada keluarga nelayan, kategori sedang 80 orang (100%) sedangkankan kategori pedagang pengepul seluruhnya kategori tidak miskin ada 10 orang (100%). Hasil NTN nelayan sebesar 1.4 (NTN>1) dan NTN pedagang pengepul dikategorikan menjadi dua yaitu pedagang pengepul skala kecil (pendapatan per bulan<2.5 Milyar) dan menengah (pendapatan per bulan 2.5-50 Milyar) nilai NTN pedagang kecil 18 dan pedagang pengepul skala menengah 116 (NTN>>1).Artinya tingkat pemenuhan nelayan jauh dari  pedagang pengepul skala kecil dan menengah sehingga berpengaruh pada kesejahteraan keluarga pedagang pengepul dan nelayan. The study was conducted in December 2013-January 2014 with the aim to analysis welfare level both of the seller and fisher used traps catching swimming crab. Data collected include raw material (vessel construction, gear classification, method and fishing ground), data analysis social and economic as basic composition poverty indicators from StatisticsAgency (BPS), The National Population and Family Planning (BKKBN) and Term of trade fisher such as characteristicfamily, food, healthy and housing, analysis objective welfare related income and outcome and welfare subjective related level satisfaction respondent,  also analysis fisheries income and non-fisheries income and expenditure fisheries and consumption. The result is criteria poverty level fisher and the seller based on combination 18 indicators, Level fisher showsthrough  in mediocre level  with  numbers80 people (100%),  beside that level all the seller is welfare level 10 people (100%). NTN fisher 1,4 (NTN>1) and NTN the seller depend on income per month (< 2.5 Million IDR) the seller small scale about 18 (NTN>>1) and the seller mediocre level (between 2.5 Million-50 Million IDR) about 116 (NTN>>1) that means  level fisher welfare is far away than the seller to cover their daily needed.
ANALISIS POTENSI TANGKAP SUMBERDAYA RAJUNGAN (BLUE SWIMMING CRAB) DI PERAIRAN DEMAK Badiuzzaman, -; Wijayanto, Dian; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.888 KB)

Abstract

Pengelolaan perikanan merupakan hal yang berperan penting dalam kelestarian sumberdaya perikanan. Potensi tangkap didefinisikan sebagai besaran nilai yang dapat diupayakan dalam pemanfaatan sumberdaya perikanan tangkap. Sumberdaya Rajungan sebagai salah satu komoditas penting perikanan tangkap banyak dieksploitasi berlebih, salah satunya di Perairan Demak. Desa Betahwalang Kabupaten Demak, Jawa Tengah menjadi salah satu pusat pendaratan perikanan Rajungan dari berbagai wilayah, termasuk dari perairan Jepara, Semarang dan Kendal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengestimasi biomassa, kepadatan stok, MSY dan rekomendasi kebijakan pengelolaan perikanan Rajungan di Perairan Demak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan metode swept area. Hasil penelitian diketahui Rajungan ditangkap menggunakan alat tangkap arad. Berdasarkan hasil perumusan diperoleh estimasi biomassa sumberdaya Rajungan di perairan Demak dengan luasan 189,46 km2 adalah sebesar 9,64 ton. Kepadatan stok Rajungan pada lokasi sampling adalah 0,0418 ton/km2. Maximum Sustainable Yield (MSY) sumberdaya Rajungan sebesar 8,47 kg per tahun. Hasil tersebut menunjukan potensi sumberdaya Rajungan yang semakin kritis karena nilai Produksi pertahun melebihi nilai MSY. Untuk itulah perlu adanya pengelolaan yang berkelanjutan berupa pembatasan penggunaan alat tangkap, pembatasan ukuran rajungan yang ditangkap, kontrol terhadap musim penangkapan, kontrol terhadap daerah penangkapan, pengaturan terhadap penggunaan alat tangkap, perbaikan sumberdaya Rajungan, penentuan jenis dan kondisi Rajungan tertangkap dan penyadaran terhadap masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian Rajungan. Fisheries management is an important role in maintaining of fisheries resources sustainability. Potential stock is defined as a value of stock that could be explored by fishing operation. Blue swimming crab resources have been exploiting excessively, Betahwalang can be an example of the matter. Betahwalang waters located in Demak , Central Java. The village became one of the center of the crab fishery landings of various regions include Betahwalang, Jepara, Semarang and Kendal waters. The purpose of this study is to estimate the biomass, stock density, MSY and recommendation crab fishery management policy in Demak waters. The method which used in this research descriptive method. To obtain sample, we used the swept area method. Results of a study using a small crab catches gear Arad. Based on the results obtained biomass estimates formulation crab resources in the waters area of 189.46 km2 was 9,64 tons. Then, the crab stocks are 0.0418 ton/km 2 in the sampling location density. The Maximum Sustainable Yield (MSY) of crab resource is 8.47 per year. These results show the potential of the crab resource is increasingly critical. That is why the need for sustainable management in the form of restrictions on the use of fishing gear, restrictions on the size of the crab is caught, the control of the fishing season, control of fishing areas, regulation of the use of fishing gear, crab resource improvement, determination of the type and condition of crab caught and awareness of the public about the importance of preserving the crab.
PENGARUH PERBEDAAN WAKTU DAN UMPAN PENANGKAPAN LOBSTER (Panulirus sp) DENGAN ALAT TANGKAP KRENDET (Trap Net) DI PERAIRAN WATUKARUNG KABUPATEN PACITAN Bakhtiar, Ervan; Boesono, Herry; Sardiyatmo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.352 KB)

Abstract

Lobster (Panulirus sp) adalah salah satu komoditi perairan karang yang mempunyai nilai jual tinggi yakni mencapai Rp 320.000,-/ kg, yang sampai saat ini produksinya masih dihasilkan dari penangkapan. Krendet adalah jenis alat tangkap yang bersifat pasif, dipasang pada dasar perairan seputar terumbu karang, dengan pengoperasian yang baik dan benar penangkapan lobster atau ikan dengan krendet ini tidak akan merusak karang.Pemilihan umpan umumnya mendasarkan pada harga murah dan mudah untuk mendapatkan. Penggunaan umpan pada pengoperasian suatu alat tangkap berfungsi untuk mengundang atau merangsang ikan sehingga sistem pengoperasian yang dilakukan akan lebih efektif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan waktu dan pengaruh umpan terhadap hasil tangkapan Lobster (Panulirus sp) di perairan Watukarung.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2013. Materi yang digunakan adalah umpan kulit sapi, umpan krunken (Chiton sp), alat tangkap Krendet (Trap Net) dan Perahu Jukung. Metode yang digunakan adalah metode experimental fishing yaitu dengan melakukan kegiatan operasi penangkapan secara langsung di lapangan. Analisis data diolah menggunakan SPSS 21 dengan uji t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu terbaik dalam penangkapan lobster adalah malam hari dimana waktu penangkapan malam hari mendapatkan hasil tangkapan yang lebih banyak dibandingkan siang hari. Hasil analisis  perbedaan jenis umpan menunjukkan bahwa umpan kulit sapi tidak berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan (P > 0,05) dimana umpan krunken (Chiton sp) memberikan hasil tangkapan lebih banyak daripada jenis umpan kulit sapi. Lobster (Panulirus sp) is one of fisheries commodities with high value reach Rp 320.000,-/ kg, these yield producted by catch. Krendet is passive fishing gear set around the chorals, with the right operation, catch lobsters or fishes by krendet would not destruct the choral.Selection of bait generally base on cheap price and easy to get. The usage of bait for the operation of a fishing gear as a firncfion of to invite or stimulate of fish so that conducted operation system will be more than effective. The objective of this study was to find out the effect of the differences time and the effect bait on the products of Lobster (Panulirus sp) in Watukarung waters.This research had been done on November to December 2013 in Watukarung water, Pacitan. The material that been used are cowhide bait, Krunken (Chiton sp) bait, Krendet (Trap Net) fishing gear and  jukung boat. The method used is an experimental fishing method is to conduct fishing operations directly in the field. Analysis of the data was processed using SPSS 21 with t test.The results showed that evening is the best time to catch, which the time of arrest in the evening get more catches than during the day. The results of the analysis in differences type of bait showed that cowhide bait had no effect on the catches (P > 0,05) in which the Krunken (Chiton sp) bait gave more catches than  cowhide bait.
ANALISIS PERBEDAAN JENIS UMPAN DAN LAMA PERENDAMAN PADA ALAT TANGKAP BUBU LIPAT TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN BETUTU (Oxyeleotris marmorata) DI PERAIRAN RAWAPENING Aldita, Intan; Fitri, Aristi Dian Purnama; Pramonowibowo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.864 KB)

Abstract

Perairan Rawapening memiliki salah satu spesies introduksi bernilai ekonomis tinggi yaitu ikan betutu (Oxyeleotris marmorata). Produksi Ikan betutu di perairan Rawapening dapat mencapai 6.200 kg/th.Nelayan setempat biasa menangkap ikan betutu menggunakan jaring (gill net), bubu kawat, dan bagan (branjang). Diperlukan teknologi penangkapan ikan yang lebih mengarah pada penggunaan teknologi penangkapan ikan yang efektif dan efisien, ramah lingkungan, dan menghasilkan produk yang berkualitas tinggi, yaitu lewat uji coba alat tangkap baru menggunakan bubu lipat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh perbedaan jenis umpan dan lama perendaman alat tangkap bubu lipat terhadap hasil tangkapan ikan betutu (Oxyeleotris marmorata), serta mengetahui ada tidaknya interaksi antara kedua faktor tersebut. Metode eksperimental digunakan dalam penelitian ini. Bubu lipat memiliki panjang 45 cm, lebar 31 cm, dan tinggi 17 cm. Umpan yang digunakan pada bubu lipat ini yaitu keong mas dan ikan rucah, serta tanpa umpan sebagai kontrol. Lama perendaman bubu lipat dibagi menjadi dua yaitu 18 jam dan 24 jam. Penelitian ini dilakukan pada perairan Rawapening, Desa Asinan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2014. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan jenis umpan yang berbeda tidak berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan (Sign=0,224), (Sign=0,744). Lama perendaman yang berbeda pada bubu lipat tidak berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan (Sign=0,939), (Sign=0,637). Tidak terdapat interaksi antara penggunaan perbedaan umpan serta lama perendaman bubu lipat. Rawapening waters has freshwater fish, Oxyeleotris marmorata is one of the introduced  species that have high economic value. The production of Oxyeleotris marmorata in Rawapening waters can reach 6.200 Kg/Th. Local fisherman usually catch this fish using gill net, wire trap, and fishing platform . It is necessary to improve catching technology lead to the use of technology fishing that is effective and efficient, environmentally friendly, and produce a high quality product with a new kind of fishing gear trial,using traps. The purpose of the study is to analyze between the use of different bait and duration of soaking time towards Oxyeleotris marmorata catches,and to know whether or not there is an interaction between these factors. Experimental method used  in this study. This traps has 45 cm in length, 31 cm in width, and 17 cm in height. Bait which is used in those gears are apple snail, trash fish ,and without bait as a control. The duration of soaking time of traps divided into two namely 18 hours and 24 hours.  This study was conducted in Rawapening Waterbound, Asinan Village, Bawen District, Semarang Regency, Central Java Province. This sudy was conducted on February-March 2014. The result shown that the use of different bait is not effected on catches (Sign=0,224), (Sign=0,744). Using two duration of soaking time in traps also didn’t have an effect on catches (Sign=0,939), (Sign=0,637). There is no interaction between types of bait and the duration of soaking time.
PERBEDAAN UMPAN DAN KEDALAMAN PERAIRAN PADA BUBU LIPAT TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PERAIRAN BETAHWALANG, DEMAK Adlina, Nadia; Fitri, Aristi Dian Purnama; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.927 KB)

Abstract

Operasi penangkapan rajungan pada umumnya menggunakan bubu lipat. Bubu lipat merupakan alat penangkap ikan yang dipasang secara tetap (pasif) di dalam air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penggunaan jenis umpan (ikan buntal asin, ikan petek asin, ikan buntal segar, dan ikan petek segar) dan perbedaan kedalaman (20 dan 30 meter) terhadap jumlah dan berat tangkapan rajungan di perairan Betahwalang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode experimental fishing dengan 2 variabel yaitu perbedaan umpan dan kedalaman dengan 8 perlakuan. Analisis data menggunakan uji normalitas One-Sample Kolmogorov Smirnov, uji ANOVA RAL faktorial, dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis umpan tidak ada pengaruh terhadap jumlah tangkapan dan ada pengaruh terhadap berat tangkapan, yang terbaik adalah umpan buntal asin dan petek asin. Perbedaan kedalaman tidak ada pengaruh terhadap jumlah tangkapan dan ada pengaruh terhadap berat tangkapan, penangkapan di kedalaman 30 meter menghasilkan berat tangkapan lebih besar dibandingkan kedalaman 20 meter. Tidak ada pengaruh interaksi antara jenis umpan dan perbedaan kedalaman terhadap jumlah dan berat tangkapan rajungan. Pot is commonly used for catching swimming crab. Pot is a fishing gear which equipment permanently installed (passive) in the water. The purpose of this study was to determine the differences between the types of bait (salted tetraodontidae, salted leiognatus, fresh tetraodontidae, and fresh leiognatus) and the depth (20 and 30 meters depth) towards the catch and weight of crabs in Betahwalang waters. The research methods used is this study was the experimental fishing with 2 variable which are the type of bait and depth with 8 treatment. The data analysis used were the normality test One-Sample Kolmogorov Smirnov, RAL factorial ANOVA test and Duncan test. The results of this research showed that the different type of bait had not influence for the number of catches and there is an influence for the weight of swimming crab, salted tetraodontidae and salted leiognatus are the best for catching swimming crab, the difference depth had not influence on the number of catches and there is an influence for the weight of swimming crab, catching in 30 meters depth gets the largest swimming crab than 20 meters; there was no interaction between different type of bait and depth for the number and the weight of swimming crab.
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN PAYANG DI DESA MUNJUNGAGUNG KECAMATAN KRAMAT KABUPATEN TEGAL Anwar, Koerul; Ismail, -; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.245 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan nelayan Payang di Desa Munjungagung Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal dengan menggunakan indikator kesejahteraan gabungan berdasarkan Badan Pusat Statistik tahun 2007 dan Pridaningsih tahun 2011. Cara pengambilan sampel dengan simple random sampling. Data kesejahteraan diperoleh melalui wawancara mendalam  berdasarkan kuesioner dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan dengan scoring 14 indikator kesejahteraan gabungan dan berdasarkan konsep Nilai Tukar Nelayan (NTN). Hasil analisis berdasarkan indikator kesejahteraan gabungan diperoleh bahwa nelayan juragan Payang termasuk kategori sejahtera tinggi dengan rata-rata skor 38, sedangkan nelayan ABK Payang sebanyak 48 orang termasuk sejahtera tinggi dengan skor rata-rata 36 dan 9 orang ABK termasuk sejahtera sedang dengan skor rata-rata 33. Analisis secara  NTN bidang perikanan nelayan ABK Payang memiliki nilai 0,88 (NTN<1) yang berarti nelayan termasuk tingkat sejahtera rendah sedangkan nelyan juragan memiliki nilai 1,11 (NTN>1) atau termasuk sejahtera tinggi. Rata-rata NTN total pendapatan ABK Payang 1,48 dan rata-rata NTN total pendapatan juragan Payang 1,18 (NTN>1) yang berarti keduanya termasuk dalam kriteria tingkat sejahtera tinggi. The purpose of this research to analyze of Danish Seine fisherman welfare level in Munjungagung village, Kramat District, Tegal Regency used welfare level indicators based on Badan Pusat Statistik, 2007 and Pridaningsih, 2011. This research used simple random sampling through deeply interview and observation. Analyze scoring for 14 welfare level modification and based on NTN concept. The result of welfare modification indicators analysis are all employer is high prosperous level with the average 38 score and the average score for 48 crews is 36 (high prosperous level), 9 crews having average 33 score (medium prosperous level). The result of  NTN concept for fisheries, the crews having average score NTN 0,88 (low prosperous level) and average NTN score for the employers is 1.11 (high prosperous level). Based on total salary of NTN analysis showed that the value of crews is 1.48 and the value of employer NTN is 1.18 so both of them is high prosperous level.
ANALISIS CPUE, MSY, DAN USAHA PENANGKAPAN LOBSTER (Panulirus sp.) DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Febriani, Putri Rizki; Mudzakir, Abdul Kohar; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.317 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui CPUE lobster yang ada di Kabupaten Gunungkidul, mengetahui besarnya potensi lestari lobster di Kabupaten Gunungkidul, dan menganalisis kelayakan ekonomi usaha penangkapan lobster di Kabupaten Gunungkidul. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Data yang diambil berupa data primer, meliputi konstruksi dan cara pengoperasian jaring lobster dan krendet, daerah penangkpaan lobster, serta besarnya biaya, modal, dan harga lobster, juga data sekunder, meliputi data produksi dan jumlah upaya penangkapan lobster tahun 2007-2013, serta peta lokasi Kabupaten Gunungkidul. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode propotional sampling dengan jumlah sampel sebanyak 25 nelayan. Analisis Catch Per Unit Effort (CPUE) dilakukan sebagai indikasi kelimpahan stok. Analisis MSY dilakukan untuk mengetahui besarnya potensi lobster di Kabupaten Gunungkidul. Analisis ekonomis digunakan untuk mengetahui besarnya investasi, biaya, pendapatan, dan keuntungan, serta kelayakan usaha penangkapan lobster di Kabupaten Gunungkidul dilakukan analisis dengan menggunakan discounted criterion dengan pendekatan finansial yang meliputi NPV, B/C Ratio, IRR, dan PP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata CPUEstd lobster selama periode 2007-2013 adalah 3,38 kg/trip. Nilai MSY lobster tahun 2007-2013 adalah 70851 kg, dengan fMSY 26618 trip. Berdasarkan analisis CPUE dan MSY menunjukkan penangkapan lobster di Kabupaten Gunungkidul telah mencapai overfishing. Analisis kelayakan ekonomi usaha penangkapan lobster rata-rata per tahun diperoleh investasi sebesar Rp 37.495.800,00; biaya sebesar Rp 73.284.667,00; pendapatan sebesar Rp 93.440.000,00; keuntungan sebesar Rp 20.155.333,00; NPV sebesar Rp 265.052.914,00; B/C Ratio sebesar 1,41; IRR sebesar 71%; Payback Period (PP) sebesar 3,2 tahun atau sekitar 3 tahun 2 bulan 12 hari. Berdasarkan analisis kelayakan ekonomi usaha penangkapan lobster di Kabupaten Gunungkidul dapat dikatakan layak secara ekonomi. The purpose of this research to determine CPUE of lobster, to determine Maximum Sustainable Yield of lobster and  analysis economic feasibility fishing lobster in Gunungkidul Regency. The research used descriptive method. Data collected basic data include gear construction and fishing method bottom gillnet and krendet, fishing ground lobster, and cost, invest, and lobster price, also second data include production data and amount of effort lobster from 2007 to 2013, also map of Gunungkidul Regency. This research used descriptive method, sampling respondent amount 25 fishermen with proportional sampling. Data was collected through direct observation and interviews with lobster fishermen in Gunungkidul Regency. Analysis of CPUE as an indication of stock abundance. Analysis of MSY to determine the potential of the lobster. Economic analysis used to determine about investment, cost, income, profit and also feasibility fishing catch lobster using discounted criterion on financial namely NPV, B/C Ratio, IRR, and PP. The result from this research is the average CPUEstd of lobster periode 2007-2013 about 3.38 kg/trip. MSY of lobster periode 2007-2013 is 70851 kg, with the fMSY 26618 effort. Based on the analysis of CPUE and MSY show catching lobsters in Gunungkidul has reached overfishing. Analysis feasibility fishing catch lobster in a year with an investment Rp 37.495.800,00; cost Rp 73.284.667,00; revenue Rp 93.440.000,00,00; profit Rp 20.155.333,00; NPV is about Rp 265.052.914,00; B/C Ratio about 1.41; IRR about 71%; Payback Period (PP) about 3.2 a year approximately in 3 years 2 months 12 days. Based on the analysis economics feasibility of lobster in Gunungkidul regency can be feasible (feasible) forwarded.

Page 2 of 4 | Total Record : 39