cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1: Januari, 2018" : 8 Documents clear
ANALISIS KINERJA KOPERASI UNIT DESA EKO KARYO MINO DI KABUPATEN JEPARA Silviyani, Evy; Triarso, Imam; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 1: Januari, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.648 KB)

Abstract

Koperasi Unit Desa (KUD) Eko Karyo Mino merupakan koperasi yang bergerak di sektor perikanan yang membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan. Unit usaha yang dikelola oleh Koperasi Unit Desa (KUD) Eko Karyo Mino Kabupaten Jepara diantaranya adalah Pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Waserda, Pabrik Es, Simpan Pinjam, dan Pembayaran PLN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unit usaha dalam bidang perikanan yang dikelola Koperasi Unit Desa (KUD) Eko Karyo Mino, serta menganalisis kinerja Koperasi Unit Desa (KUD) Eko Karyo Mino di Kabupaten Jepara. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif dengan metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah analisis Balanced Scorecard (BSC). Kinerja Koperasi Unit Desa (KUD) Eko Karyo Mino Kabupaten Jepara dengan menggunakan analisis Balanced Scorecard (BSC) total keseluruhan dari 4 prespektif yaitu 114,34%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa Koperasi Unit Desa (KUD) Eko Karyo Mino di Kabupaten Jepara dinyatakan kinerjanya termasuk dalam kategori berhasil. Hasil pengukuran kinerja Balanced Scorecard (BSC) dengan empat perspektif yaitu Pada perspektif finansial indikator current ratio sebesar 54,1%, indikator solvabilitas sebesar 34,3% dan indikator rentabilitas sebesar 0,01%; pada perspektif pelanggan sebesar 10,45%; pada perspektif bisnis internal sebesar 7,95%; pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan indikator kualitas kerja sebesar 7,62%, indikator ketepatan waktu sebesar 7,48% dan indikator komitmen kerja sebesar 7,53%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dinyatakan kinerja Koperasi Unit Desa (KUD) Eko Karyo Mino baik dan ditinjau dari empat perspektif menunjukkan kategori pengelolaan yang baik.
ANALISIS KINERJA KOPERASI UNIT DESA (KUD) MISOYO MARDI MINO DALAM USAHA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI KECAMATAN SARANG, KABUPATEN REMBANG Merdiana, Shervinda Eky; Wibowo, Bambang Argo; Mudzakir, Abdul Kohar
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 1: Januari, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.705 KB)

Abstract

Koperasi memiliki peranan penting dalam perekonomian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk mengetahui apakah koperasi sudah baik, maka perlu diketahui kinerjanya. Analisis kinerja KUD Misoyo Mardi Mino  sangat penting dalam pelayanan kepada anggotanya. Penelitian ini bertujuan 1) untuk mengidentifikasi unit – unit usaha yang dikelola KUD Misoyo Mardi Mino 2) menganalisis kinerja KUD Misoyo Mardi Mino dengan menggunakan analisis Balance Score Card (BSC). Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dengan 100 responden, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis menggunakan Balanced Score Card (BSC) dengan empat perspektif yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, serta perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Perspektif keuangan dihitung menggunakan rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rentabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUD Misoyo Mardi Mino mempunyai beberapa unit usaha diantaranya penjualan solar (SPDN), pembayaran rekening listrik dan air, dan jasa sewa gedung atau waserda. Adapun analisis hasil perspektif keuangan dengan indikator rasio likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas didapatkan hasil sebesar 17,5 %, sedangkan analisis perspektif non keuangan menunjukkan bahwa perpektif pelanggan (anggota) KUD Misoyo Mardi Mino mendapatkan hasil sebesar 32,11%, sedangkan perspektif bisnis internal mendapatkan hasil sebesar 36,36%, Terakhir adalah perspektif pembelajaran dan pertumbuhan didapatkan nilai sebesar 22,5%.  Hasil keseluruhan empat perspektif Balanced Score Card sebesar 85,97% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Sesuai dengan standar penilaian kinerja BSC, kriteria sangat baik dengan tingkat pencapaian >81%. 
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN NELAYAN TERHADAP FASILITAS PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) BRONDONG, LAMONGAN Alfiana, Richmalia; Wijayanto, Dian; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 1: Januari, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1215.197 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong merupakan salah satu pelabuhan perikanan tipe B yang ada di Indonesia. Dalam mendukung operasional penangkapan ikan, PPN Brondong memiliki peranan penting dalam pelayanan penyediaan kebutuhan melaut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2016 di PPN Brondong, Lamongan Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat kepuasan nelayan terhadap pelayanan penyediaan kebutuhan melaut (solar, air bersih, es sdan fasilitas jasa) di PPN Brondong. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Pengolahan dan analisis data menggunakan Customer Satisfaction Indeks (CSI), Importance and Performance Analysis (IPA). Responden yang dipilih dalam penelitian ini berjumlah 82 nelayan yang diperoleh dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa fasilitas pokok, fungsional, dan penunjang di PPN Brondong kondisinya baik. Tingkat kepuasan nelayan terhadap pelayanan kebutuhan solar 75,44% (puas), kebutuhan es 73,70% (puas), kebutuhan air bersih 70,01% (puas), pelayanan fasilitas dan jasa 71,33% (puas). Artinya nelayan puas dengan pelayanan di PPN Brondong
ANALISIS PERUBAHAN SALINITAS TERHADAP TINGKAT KEMATIAN DAN TINGKAH LAKU IKAN NILA MERAH (OREOCHROMIS NILOTICUS) SEBAGAI PENGGANTI UMPAN HIDUP PADA PENANGKAPAN CAKALANG Yatiningsih, Rizki; Besono, Herry; Sardiyatmo, Sardiyatmo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 1: Januari, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.102 KB)

Abstract

Ikan nila merah (Oreochromis niloticus) merupakan ikan air tawar yang bersifat euryhaline. Ikan nila dapat digunakan sebagai alternatif pengganti umpan hidup pada penangkapan cakalang melalui aklimatisasi dari air tawar ke air payau.  Aklimatisasi ini bertujuan untuk meningkatkan daya tahan hidup ikan nila merah pada saat dijadikan umpan hidup. Umpan hidup pada penangkapan cakalang (Pole and Line) yang biasa digunakan yaitu nener, teri atau rambe, namun umpan hidup yang digunakan sulit didapat dan memiliki harga yang relatif mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kematian ikan nila dan tingkah laku kan nila pada saat proses aklimatisasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus – September 2017. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental, pada penelitian ini dibagi menjadi dua tahapan penelitian yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Ikan nila merah dilakukan aklimatisasi salinitas dari air tawar dengan salinitas 0,1 ppt hingga air payau dengan salinitas 21 ppt. hasil perhitungan survival rate ikan nila merah setelah penambhanan salinitas hingga 21ppt didapatkan  rata – rata sebesar 92 % dan pada saat di uji cobakan di laut pada salinitas >30 ppt ikan nila mampu bertahan hidup. Tingkah laku ikan nila merah pada saat proses aklimatisasi ikan hanya mengalami stres ringan, sehingga ikan dapat beradaptasi kembali pada lingkungannya.
PERBANDINGAN EFISIENSI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) DI KABUPATEN TUBAN JAWA TIMUR Atid, Afaf Munirohq; Sardiyatmo, Sardiyatmo; Mudzakir, Abdul Kohar
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 1: Januari, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Tuban memiliki lima Tempat Pelelangan Ikan untuk melakukan pelelangan ikan, melalui pelelangan dimana proses penjualan ikan dilakukan dihadapan umum dengan cara penawaran tertingkat. Usaha peningkatan efisiensi umumnya dihubungkan dengan biaya kecil untuk memperoleh suatu hasil tertentu sehingga diperoleh hasil yang lebih banyak. Lokasi penelitian di 5 TPI yaitu yaitu TPI Bulu Bancar, TPI Glodonggede Tambakboyo, TPI Kaliuntu Jenu, TPI Karangagung Palang dan TPI Karangsari Tuban Penelitian ini mengidentifikasi fasilitas, mengukur tingkat efisiensi dan mengetahui tingkat pemanfaatan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kabupaten Tuban. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2017. Penelitian menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan pendekatan dokumentasi, observasi dan wawancara. Metode yang digunakan untuk menganalisis efisiensi TPI menggunakan analisis DEA (Data Envelopment Analysis)dan memakai software aplikasi Banxia Frontier analyst 3. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 4 TPI di Kabupaten Tuban yang telah efisien dengan skor 100% yaitu TPI Bulu Bancar, TPI Glodonggede Tambakboyo, TPI Kaliuntu Jenu, dan TPI Karangagung Palang. Sedangkan yang belum mencapai efisien ada 1 yaitu TPI Karangsari Tuban dengan nilai efisiensi sebanyak 41,5%. TPI yang tidak efisien disebabkan oleh tidak adanya aktivitas pelelangan,beberapa faktor diantaranya area TPI sedang dalam pembangunan banyak karyawan yang mengaggur, tidak ada aktifitas pelelangan karena hasil tangkapan ikan tidak tentu maka nelayan beralih buruh pabrik.
ANALISIS SURVIVAL RATE TAWES (Barbonymus gonionotus) TERHADAP PERBEDAAN SALINITAS SEBAGAI ALTERNATIF UMPAN HIDUP PADA PENANGKAPAN CAKALANG Mulyanti, Yuni; Boesono, Herry; Sardiyatmo, Sardiyatmo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 1: Januari, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.914 KB)

Abstract

Umpan merupakan faktor pembatas dalam penangkapan cakalang. Saat ini ketersediaan umpan hidup sangat terbatas karena sifatnya musiman, sumberdaya yang terbatas, dan cenderung mahal. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi hal tersebut adalah penggunaan Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) sebagai umpan hidup melalui cara aklimatisasi salinitas untuk meningkatkan daya tahan hidup Tawes saat digunakan sebagai umpan hidup di laut. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) sebagai umpan hidup berdasarkan aspek teknis dan ekonomis. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan dua tahap pelaksanaan, yakni penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ikan Tawes dapat direkomendasikan sebagai umpan hidup dilihat dari nilai score sheet yang telah dibuat. Survival rate Ikan Tawes mencapai 92% dengan skor yang didapat yakni: (1) Bukaan operkulum: 13,2 (direkomendasikan), (2) Nafsu makan: 15,3 (direkomendasikan), (3) Pergerakan: 16,9 (direkomendasikan), (4) Posisi atau penyebaran ikan: 18 (direkomendasikan), (5) Ciri fisik: 16,6 (direkomendasikan). Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) bisa menjadi atraktan karena mampu bergerak secara aktif sampai menit ke 20 dan dapat mempertahankan warna tubuhnya. Harga Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) lebih murah dibanding ikan bandeng atau teri yang biasa menjadi umpan ikan cakalang dengan harga beli Rp 200,- per ekor. 
STRATEGI PENGEMBANGAN PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) KEDONGANAN KABUPATEN BADUNG BALI Rini, Indri Putri Sekar; Bambang, Azis Nur; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 1: Januari, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemanfaatan fasilitas, perkembangan kondisi perikanan, tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap fasilitas serta pelayanan, dan strategi pengembangan PPI Kedonganan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2017 di PPI Kedonganan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif bersifat studi kasus. Analisis yang digunakan yaitu tingkat pemanfaatan fasilitas, estimasi, tingkat kepuasan menggunakan metode Customer Statisfaction Index (CSI), Importance and Performance Analysis (IPA), serta analisis SWOT untuk strategi pengembangan PPI Kedonganan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tingkat pemanfaatan luas kolam pelabuhan 65,42%, kedalaman kolam pelabuhan 60,00%, kedalaman alur pelayaran 47,50%, dan panjang dermaga 36,06%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa tingkat pendayagunaan belum optimal karena nilainya kurang dari 100 %. Tingkat pemanfaatan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) 875% berarti tingkat pendayagunaannya melampaui kondisi optimal karena nilainya lebih dari 100 %. Jumlah dan nilai produksi di PPI Kedonganan diperkirakan meningkat 12% dan 11% selama lima tahun mendatang. Hasil analisis tingkat kepuasan menunjukkan bahwa pengguna jasa merasa puas terhadap kinerja pelayanan oleh pihak PPI Kedonganan. Strategi yang bisa digunakan untuk pengembangan PPI Kedonganan yaitu meningkatkan kualitas hasil tangkapan dengan menjaga mutu ikan saat didaratkan serta meningkatkan status PPI Kedonganan dari tipe D menjadi tipe C (Pelabuhan Perikanan Pantai/PPP).
ANALISIS FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENDAPATAN DAN PENGELUARAN NELAYAN MINI PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) MORODEMAK KABUPATEN DEMAK Widiyani, Widiyani; Sardiyatmo, Sardiyatmo; Hapsari, Trisnani Dwi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 1: Januari, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha penangkapan mini purse seine merupakan suatu usaha yang paling besar dalam menambah nilai produksi ikan di PPP Morodemak. Nelayan juragan mini purse seine merupakan nelayan yang memiliki suatu usaha penangkapan ikan. Pendapatan yang diterima nelayan juragan mini purse seine umumnya tinggi dengan tingkat kesejahteraan lebih baik. Pendapatan yang tinggi mengakibatkan pengeluaran yang dikeluarkan juga tinggi dan digunakan nelayan untuk mencukupi segala kebutuhan primer maupun sekundernya baik untuk konsumsi pangan maupun non pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik nelayan juragan, menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan dan pengeluaran nelayan mini purse seine di PPP Morodemak. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif bersifat studi kasus. Jumlah sampel sebanyak 39 orang nelayan juragan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan software SPSS 20. Hasil dari penelitian yaitu usia nelayan juragan mini purse seine di PPP Morodemak didominasi berusia antara 50-56 tahun, pendidikan terakhir nelayan juragan mayoritas pada tingkat SD. Pengalaman kerja nelayan juragan didominasi antara pengalaman 5-10 tahun, dan nelayan juragan didominasi dengan jumlah tanggungan sebanyak 3 orang. Faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan melaut yaitu pengalaman kerja, hasil tangkapan, kepemilikan kapal, umur nelayan, dan jumlah ABK dengan R square 98,3%. Secara parsial (individual) faktor yang berpengaruh yaitu pengalaman kerja, hasil tangkapan, kepemilikan kapal, dan jumlah ABK. Faktor yang berpengaruh terhadap pengeluaran yaitu pendapatan, jumlah tanggungan keluarga, pendidikan nelayan, dan umur nelayan (R square 90,9%). Secara parsial (individual), faktor yang mempengaruhi pengeluaran yaitu pendapatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8