Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7, No 3: Agustus, 2018"
:
11 Documents
clear
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN NELAYAN, BAKUL DAN PENGOLAH IKAN TERHADAP KINERJA PELAYANAN TPI BANYUTOWO, KABUPATEN PATI, JAWA TENGAH
Fitriani, Fitriani;
Wibowo, Bambang Argo;
Mudzakir, Abdul Kohar
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 3: Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
TPI Banyutowo merupakan TPI yang aktif dalam kegiatan lelang dari proses bongkar muat hasil tangkapan ikan hingga memberikan pelayanan bagi peserta lelang yang selama ini diberikan kepada nelayan, bakul dan pengolah ikan sesuai dengan kebutuhan. Pada tahun 2017 dengan jumlah produksi 530 ton. Selama ini pelayanan jasa mengenai tingkat kepuasan peserta lelang dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan penyediaan pelayanan. Analisis tingkat kepuasan peserta lelang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan TPI. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pelayanan yang telah memenuhi unsur pengukuran kepuasan kinerja pelayanan, menganalisis atribut pelayanan jasa apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat kepuasan peserta lelang, menganalisis tingkat kepuasan peserta lelang terhadap kinerja pelayanan dan meng analisis presepsi peserta lelang terhadap kualitas dan kepentingan kinerja pelayanan di TPI Banyutowo Kabupaten Pati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 80 orang. CSI, IPA dan Gap digunakan untuk mengukuran kepuasan. Hasil yang diperoleh memiliki nilai CSI sebesar 63,11% yang artinya peserta lelang cukup puas terhadap pelayanan yang diberikan, ada 7 unsur yang dinilai sudah memenuhi kepuasan peserta lelang. Atribut yang perlu diperbaiki dalam analisis IPA yaitu keamanan TPI, pemahaman pegawai untuk memenuhi kebutuhan lelang, kemampuan pegawai untuk menerima saran dan keluhan peserta lelang, kebersihan lantai pelelangan dan ketersediaan fasilitas sanitasi. Pelayanan jasa TPI Banyutowo menurut presepsi peserta lelang memiliki kualitas yang rendah dengan nilai Gap -1,10.
ANALISIS RANTAI PASOK RAJUNGAN (Portunus pelagicus) PT PHILLIPS SEAFOODS INDONESIA DI PEMALANG, JAWA TENGAH
Pamuji, Lestiana Dwi;
Mudzakir, Abdul Kohar;
Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 3: Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
PT Phllips Seafood Indonesia (Pemalang plant) selalu berupaya untuk memenangkan persaingan salah satunya dengan pengelolaan rantai pasok yang baik agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai pasok Rajungan (Portunus pelagcus) dan efisiensi rantai pasok Rajungan (Portunus pelagicus). Metode yang digunakan pada penelitian ini metode analisis deskriptif untuk mengetahui anggota rantai pasok daging Rajungan (Potunus pelagicus) dengan wawancara 35 nelayan, 6 bakul dan 13 miniplant dan menganalisis efisiensi rantai pasok berupa analisis margin pemasaran dan penentuan pasokan daging Rajungan. Hasil dari penelitian yaitu saluran distribusi Rajungan (Portunus pelagicus) adalah nelayan – bakul – miniplant – PT Phillips Seafoods Indonesia – agen luar negeri – Phillips Seafoods store – konsumen. Miniplant yang memasok daging Rajungan (Portunus pelagicus) di PT Phillips Seafoods Indonesia (Pemalang plant) berasal dari 13 miniplant. Pada perusahaan terdapat 19 saluran pemasaran daging Rajungan (Portunus pelagicus), dari hasil perhitungan margin pemasaran, saluran pemasaran biaya operasional terkecil adalah saluran 7 dengan biaya Rp. 913 dan biaya operasional terbesar saluran 19 dengan biaya Rp. 2100. Sedangkan, dari hasil perhitungan biaya transportasi, diketahui bahwa kebutuhan minimal produksi perusahaan diperoleh dengan biaya transportasi minimal yang dikeluarkan adalah senilai Rp. 113.425.000. Kesimpulan yang diperoleh perusahaan dapat meminimumkan biaya transportasi dengan tetap memenuhi jumlah minimum pasokan harian.
ANALISIS KINERJA PUSAT KOPERASI UNIT DAERAH MINA LAKSANA MUKTI PROVINSI JAWA BARAT
Komalasari, Lisa;
Wijayanto, Dian;
Sardiyatmo, Sardiyatmo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 3: Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pusat Koperasi Unit Desa (PUSKUD) Mina Laksana Mukti Provinsi Jawa Barat memiliki peran dalam menggerakkan potensi dan ekonomi anggota. Oleh karena itu dibutuhkan suatu alat ukur untuk mengetahui kinerja dan capaian sasaran sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam menyusun strategi di masa depan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja PUSKUD Mina Laksana Mukti Provinsi Jawa Barat. Metode penelitian menggunakan metode study kasus dengan metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, studi pustaka, dokumentasi. Analisis kinerja koperasi menggunakan Balanced Scorecard. Analisis kinerja PUSKUD Mina Laksana Mukti Provinsi Jawa Barat dilihat dari empat perspektif menunjukkan bahwa perspektif keuangan adalah rasio likuiditas dengan nilai 245% kriteria baik, rasio solvabilitas dengan nilai 6,62% kriteria sangat baik, rasio rentabilitas dengan nilai 0,11% dan rasio aktivitas dengan nilai 0,06% termasuk dalam kategori tidak baik, perspektif pelangaan dengan nilai rata-rata 4 yaitu termasuk dalam kategori baik, perspektif bisnis internal pada penyelenggaraan RAT pada bulan November termasuk tidak baik, selanjutnya pada indeks kepuasan karyawan dengan rata-rata 3 termasuk cukup baik dan perspektif pembelajaran yaitu pelatihan bagi pengelola koperasi dengan skor 4 termasuk kriteria baik dan pertumbuhan yaitu perkembangan jumlah anggota dengan nilai 0% termasuk kedalam kategori kurang baik. Hasil pengukuran kinerja dengan metode BSC ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi PUSKUD Mina Laksana Mukti Provinsi Jawa Barat dalam menyusun strategi yang tepat untuk meningkatkan kinerjanya di masa yang akan datang.
ANALISIS FAKTOR PRODUKSI HASIL TANGKAPAN PADA ALAT TANGKAP GILLNET DI PERAIRAN KARIMUNJAWA
Setyaningsih, Hana Ayu;
Sardiyatmo, Sardiyatmo;
Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 3: Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kepulauan Karimunjawa secara astronomis, terletak antara 5°40’ - 5°57’ LS dan 110°4’ - 110°40’ BT, berada di perairan Laut Jawa yang jaraknya ± 45 mil laut dari kota Jepara, dengan potensi perikanan tangkap perikanan karang dan perikanan pelagis. Salah satu alat tangkap yang digunakan untuk melakukan operasi penangkapan ikan adalah alat tangkap gillnet. Proses penangkapan ikan memerlukan faktor -faktor produksi untuk memperoleh hasil tangkapan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor produksi yang mempengaruhi hasil tangkapan nelayan gillnet, menganalisis faktor produksi yang paling berpengaruh dan seberapa besar pengaruh faktor produksi terhadap hasil tangkapan gillnet di Perairan Karimunjawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus bersifat deskriptif dan metode pengambilan sampel purposive sampling. Metode analisis yang digunakan berupa uji asumsi klasik dan fungsi produksi Cobb -Douglas. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang berperan nyata pada unit penangkapan gillnet di Perairan Karimunjawa adalah jumlah setting (X1), panjang jaring (X2) dan pengalaman nelayan (X3). Hubungan antara faktor-faktor produksi dengan produksi hasil tangkapan unit penangkapan gillnet di Perairan Karimunjawa dapat direpresentasikan dalam model fungsi Cobb-Douglas, yaitu sebagai berikut: Y = 0,03 X10,13X2 1,00X30,10
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEJAHTERAAN NELAYAN ALAT TANGKAP GILLNET DI KARIMUNJAWA KABUPATEN JEPARA DENGAN METODE ANALISIS JALUR
Aripuspita, Listiya;
Wijayanto, Dian;
Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 3: Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kepulauan Karimunjawa telah ditetapkan sebagai Kawasan Taman Nasional Laut Karimunjawa sejak tahun 1999 yang memiliki fungsi sebagai kawasan konservasi. Pengelolaan TNKJ dilakukan dengan sistem zonasi dan kegiatan perikanan tangkap diperbolehkan dilakukan pada zona pemanfaatan perikanan tradisional (zona PPT). Kegiatan perikanan tangkap di Karimunjawa menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan, salah satunya adalah gillnet. Usaha perikanan gillnet merupakan usaha penangkapan yang mendominasi di Karimunjawa, hal ini mengindikasikan bahwa nelayan gillnet hidup dalam taraf yang sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan keluarga nelayan gillnet berdasarkan modifikasi indikator kesejahteraan BPS dan NTN, mengetahui berapa besar faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan yang mengarah pada kesejahteraan nelayan gillnet. Jumlah sampel yang diambil yaitu 50 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan modifikasi indikator kesejahteraan BPS dan NTN. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi langsung. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis jalur. Analisis jalur adalah teknik menganalisis hubungan sebab akibat yang terjadi pada regresi berganda jika variabel bebasnya mempengaruhi variabel tergantung tidak hanya secara langsung tetapi juga secara tidak langsung. Berdasarkan modifikasi indikator BPS dengan kriteria interval 32-38, terdapat 2 responden termasuk kriteria nilai tinggi dan 48 responden termasuk kriteria nilai sedang. Berdasarkan perhitungan NTN dengan nilai NTN > 1, seluruh responden nelayan berada pada tingkat kesejahteraan yang relatif baik, artinya indeks yang diterima lebih besar dari pada indeks yang harus dibayarkan (surplus). Berdasarkan uji analisis jalur, dapat diambil kesimpulan bahwa H0 ditolak, karena terdapat variabelvariabel yang mempengaruhi variabel pendapatan dan variabel NTN.
ANALISIS TINGKAT EFISIENSI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) DI KABUPATEN PANGANDARAN JAWA BARAT
Wahyuningsih, Sari Aprilia;
Triarso, Imam;
Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 3: Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
TPI menjadi faktor yang meningkatkan usaha dan kesejahteraan nelayan. Efisiensi TPI dipengaruhi oleh manajemen pengelolaan TPI, sarana prasarana TPI dan aktivitas lelang. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat efisiensi TPI di Kabupaten Pangandaran dan membandingkannya menggunakan metode DEA (Data Envelopment Analysis), menganalisis rasio efisiensi TPI berdasarkan (Produktivitas Nelayan dan Produktivitas Bakul) dan menganalisis kepuasan Nelayan dan Bakul di TPI Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Metode yang digunakan untuk menganalisis efisiensi TPI menggunakan analisis DEA dengan menggunakan software aplikasi Banxia Frontier Analyst 4.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPI yang mencapai skor efisiensi 100.0% adalah TPI Batu Karas, TPI Nusawiru, TPI Bojongsalawe dan TPI Pangandaran, hasil analisa objek penelitian mencapai 100.0 %, dimana antara pelaksanaan dan (actual) target memiliki nilai yang sama sehingga pencapaian yang harus dilakukan sebesar 0% yaitu TPI sudah baik dan perlu dipertahankan efisiensinya. TPI objek penelitian yang tidak mencapai skor efisiensi 100.0% adalah TPI Muaragatah (13.7 %), TPI Legokjawa (46.2 %) dan TPI Madasari (52.2 %). Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan dan (actual) target lebih besar pelaksanaanya sehingga menyebabkan kurang efisiennya pengelolaan TPI tersebut. Hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dengan meningkatkan variabel input seperti total tonase kapal (GT), jumlah basket (buah), jumlah bakul (orang), jumlah karyawan (orang), jumlah nelayan (orang), luas lantai lelang m² dan variabel output (Nilai Produksi). Rasio efisiensi dan kepuasan Nelayan dan Bakul berguna untuk meningkatkan efisiensi TPI, sehingga nantinya dapat meningkatkan produksi dan fasilitas yang ada.
ANALISIS PENEMPATAN FOAM POLYURETHANE PADA KAPAL IKAN FIBER 5 GT DI PT. JELAJAH SAMUDERA INTERNASIONAL KABUPATEN JEPARA
Ryani, Lalita Sekar;
Setyanto, Indradi;
Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 3: Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kelayakan pembuatan kapal harus mengikuti aturan yang ditentukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), yaitu memiliki kekuatan struktur badan kapal, dan memiliki stabilitas yang baik untuk mendukung keselamatan dan keberhasilan dalam operasional penangkapan. Pada kapal ikan berbahan fiber yang saat ini mulai banyak digunakan dalam operasi penangkapan ikan, perlu diperhatikan tentang keselamatannya di laut. Apabila terjadi kebocoran kapal, maka bagian buritan atau ruang mesin akan tenggelam lebih awal. Hal ini karena berat jenis mesin lebih berat daripada berat jenis fiber. Untuk menanggulangi hal tersebut maka perlu perhitungan pemasangan foam polyurethanepada ruang mesin (buritan kapal) agar bila terjadi kebocoran, kapal akan tetap dalam keadaan rata. Penelitian ini dilakukan pada Bulan November hingga Desember 2017 di PT. Jelajah Samudera Internasional, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis volume dan berat foam polyurethane yang telah terpasang pada kapal, menganalisis penempatan foam polyurethane, dan menganalisis penambahan foam polyurethane pada kapal ikan fiber 5 GT di galangan tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan dua tahap, penelitian lapangan dan penelitian uji apung skala laboratorium. Hasil penelitian yang diperoleh ialah volume dan berat foam polyurethane yang telah terpasang pada kapal di galangan adalah 1.050 .708 cm3 atau 48,643 kg. Penambahan berat foam polyurethane pada ruang mesin karena berat mesin dari 9,12 kg menjadi 9,67 kg dan penambahan lebar foam polyurethane pada gading di ruang mesin dari 5 cm menjadi 5,3 cm. Hasil tersebut sesuai perhitungan untuk menahan berat mesin dan menambah daya apung cadangan pada ruang mes in apabila terjadi kebocoran dan tenggelam di laut.
ANALISIS SOSIAL EKONOMI PENANGKAPAN IKAN DI TPI ROBAN TIMUR, KABUPATEN BATANG
Anggraeni, Intan Rizka;
Bambang, Aziz Nur;
Setyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 3: Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan bisnis perikanan tangkap Bc ratio dan untuk mengetahui partisipasi, persepsi dan aspirasi nelayan terkait pelarangan alat tangkap yang tidak berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada perikanan tangkap berkelanjutan di Tempat Pelelangan Perikanan Roban Timur (TPI) pada bulan Desember 2017 dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan analisis Bc ratio menghasilkan nilai 1,70 untuk arad, 1,55 untuk jaring trammel net, 1,69 untuk bubu lipat dan 1,27 untuk gill net, nilai yang diperoleh lebih dari 1 sehingga upaya tersebut layak dijalankan. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa usaha perikanan di TPI Roban Timur layak untuk dikembangkan dan sebagian besar nelayan tidak setuju dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 71/PERMEN-KP/2016 dan aspirasi nelayan Roban Timur untuk membuat pemerintah lebih tegas dalam memberikan kebijakan
ANALISIS ERGONOMI PADA AKTIVITAS PENANGKAPAN IKAN KAPAL JARING INSANG MILLENIUM DI PPP MORODEMAK, DEMAK
Arianto, Irvan Anggik;
Wijayanto, Dian;
Setyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 3: Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ergonomi adalah penyesuaian tugas pekerjaan dengan kondisi tubuh manusia untuk menurunkan stress yang akan dihadapi karena kenyamanan kerja juga berpengaruh pada keselamatan kerja. Oleh karena itu, kenyamanan kerja selayaknya menjadi prioritas utama dalam rangka meningkatkan keselamatan kerja, khususnya pada kapal penangkapan ikan yang aktivitasnya berisiko tinggi, contohnya seperti kapal jaring millenium yang berada di PPP Morodemak Demak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas ABK kapal jaring millenium dan menganalisis aspek ergonomi pada aktivitas penangkapan ikan kapal jaring millenium. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus mengenai aktivitas dan aspek ergonomi pada aktivitas penangkapan di atas kapal jaring millenium. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan metode REBA (Rapid Entire Body Assessment) dan aktivitas JSA (Job Safety Analysis). Metode ini ditujukan untuk mengamati secara terperinci aktivitas, peralatan yang digunakan, cara kerja dan tata letak di atas kapal. Pengolahan data dilakukan menggunakan metode kualitatif yaitu dengan tabulasi dan pembuatan gambar-gambar yang dibutuhkan untuk analisis ergonomi. Metode pengambilan sampel untuk aspek ergonomi ini menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian tentang aspek ergonomi pada kapal jaring millenium desain alat tangkap dan alat bantu di atas kapal belum ergonomis karena kursi kemudi tidak ada sandaran ser ta terlalu jauh dari tuas kemudi dan tuas gas; kondisi ruang istirahat ABK dan jurumudi yang tidak layak; kebisingan di area ruang mesin akibat suara mesin kapal; asap dari kenalpot kapal mengenai jurumudi; peralatan operasi alat tangkap masih secara manual; posisi kerja nelayan masih sangat beresiko tinggi terhadap kecelakaan maupun keluhan otot.
ANALISIS PERBANDINGAN PERBEDAAN UMPAN PADA ALAT TANGKAP BOTTOM GILLNET TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (PORTUNUS SP.) DI PERAIRAN MANGKANG, SEMARANG
Gustianto, Noranita;
Sardiyatmo, Sardiyatmo;
Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 3: Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gillnet adalah satu jenis alat penangkap ikan yang berbentuk empat persegi penjang yang pengoperasiannya hanya menunggu datangnya ruaya ikan/crab di suatu perairan. Alat tangkap gillnet dikenal dengan alat tangkap yang ramah lingkungan dan bersifat pasif saat dioperasikan. Penggunaan umpan yang efektif akan dapat memberikan hasil tangkapan yang maksimal terhadap target tangkapan Rajungan (Portunus sp.). penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan umpan ikan asin dan ikan segar terhadap hasil tangkapan Rajungan (Portunus sp.) dengan alat tangkap bottom gillnet di perairan Mangkang, Semarang. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental fishing. umpan yang digunakan adalah ikan segar berupa ikan runcah yaitu ikan gulamah dan ikan petek asin. Umpan diletakkan 3 mata jaring dari tali ris bawah dengan jarak antar umpan 150 cm. Data hasil tangkapan di analisis dengan menggunakan SPSS dengan uji normalitas, uji homogenitas dan uji T. Hasil pengolahan data uji t nilai sig adalah 0,670. Penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan umpan ikan asin dengan ikan segar tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan rajungan (P > α 0.05).