cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jppt@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Marine Research
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24077690     DOI : 10.14710/jmr.v9i4.28340
Core Subject : Science,
The Journal of Tropical Fisheries Management is managed by the Department of Water Resource Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University aims to publish the results of basic, applied research in the scope of fisheries resources, fish stock studies, and population dynamics, fish biodiversity, fisheries technology, industrialization and fish trade, fisheries management, and fisheries development policies in the tropics, especially Indonesia. The scope of the area includes: Marine Fisheries Coastal Fisheries Inland Fisheries The focus and scope of this publication are expected to contribute thoughts for the government to strengthen the science of fisheries management
Arjuna Subject : -
Articles 825 Documents
Analisis Sebaran Spasial Mangrove Sentinel-2A di Pantai Kutang, Lamongan Rossi Nur Iriani; Ibnu Pratikto; Chrisna Adhi Suryono
Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i3.44604

Abstract

Mangrove sebagai ekosistem pesisir memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan lingkungan pesisir dan keanekaragaman hayati laut. Alih fungsi lahan mangrove untuk tambak dan pemukiman yang masif menjadi ancaman kelestarian hutan mangrove di lokasi wisata Pantai Kutang, Kabupaten Lamongan. Studi mengenai sebaran spasial mangrove menjadi langkah inventarisasi, rehabilitasi, serta pelestarian mangrove di Pantai Kutang. Dengan memanfaatkan citra Sentinel-2A, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan peta tematik yang menggambarkan kondisi mangrove di Pantai Kutang. Pendekatan penginderaan jauh memadukan composite band dengan supervised classification dilakukan untuk mengetahui sebaran dan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) untuk mengetahui luas mangrove. Validasi lapangan menerapkan hemispherical photography untuk menganalisa tutupan kanopi mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas keseluruhan vegetasi mangrove di Pantai Kutang sebesar 159.654,61 m2, dengan enam jenis mangrove mayor yang dominan. Dengan menggunakan teknik hemispherical photography, kerapatan kanopi mangrove dievaluasi, menunjukkan persentase tutupan kanopi berkisar antara 61,50% hingga 82,61%. Variabilitas ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti salinitas dan jenis substrat. Meskipun terdapat beberapa ketidaksesuaian antara interpretasi citra dan kondisi lapangan, hasil overall accuracy dan koefisien Kappa menunjukkan tingkat akurasi yang dapat diterima. Dengan tingkat kesesuaian antara nilai NDVI dan persentase tutupan vegetasi mangrove dari hemispherical photography adalah sebesar 83,33%. Hal ini menunjukkan tingkat konsistensi yang cukup tinggi antara dua metode pengukuran tersebut dalam menilai kerapatan vegetasi mangrove.
Pengaruh Keberadaan Sampah Makroplastik terhadap Kondisi Padang Lamun di Teluk Awur, Pulau Panjang, dan Ujung Piring di Perairan Jepara. David Jan Vito; Rini Pramesti; Stefanie Jessica Henny Larasati
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.43129

Abstract

Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem yang memiliki peran penting dalam produksi rantai makanan pada suatu perairan serta berperan dalam menjaga kelestarian dan keanekaragaman organisme laut. Kondisi ekosistem lamun dapat dipengaruhi oleh berbagai macam hal, salah satu faktor yang dapat memengaruhi kondisi adalah sampah makroplastik yang ada di pesisir pantai dan di padang lamun. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui apakah sampah makroplastik memberikan dampak terhadap ekosistem padang lamun di Perairan Jepara. Lokasi stasiun penelitian ditentukan berdasarkan observasi dan survey lapangan, dengan melihat bagian dari Pantai Teluk Awur, Pulau Panjang, dan Ujung Piring yang terdapat banyak sampah dan dengan memerhatikan keterwakilan data yang akan diambil pada lokasi penelitian. Data persentase tutupan lamun dikaitkan dengan data ukuran dan berat makroplastik melalui analisis korelasi (Spearman). Data parameter perairan yang didapat ditunjukan pada suhu pada 29,3-31,35⁰C, salinitas 31,33-33,67 ppt, kadar DO 7,7-11,23 mg/l, kadar pH 7,86-7,97, kecerahan yang ada di perairan 0,7-1,5 m, kecepatan arus berada pada 0,027-0,11 m/s, dan kadar BOT 2,53-3,91 %. Kondisi lamun yang berada di Perairan Jepara tergolong dalam kondisi jarang dengan persentase tutupan lamun sebesar 23,23%. Berat sampah makroplastik yang berada di seluruh stasiun pengamatan sebesar 6,61 Kg, dengan rata-rata ukuran sampah makroplastik 11,5-16,3 cm. Hasil uji korelasi spearman antara ukuran dan berat sampah makroplastik terhadap kondisi padang lamun didaptakan dengan nilai (p(sig)>0,5) dimana dapat dikatakan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara ukuran dan berat sampah makroplastik terhadap kondisi padang lamun yang berada di Teluk Awur, Pulau Panjang, dan Ujung Piring Perairan Jepara.The seagrass ecosystem is one of the ecosystems that plays a crucial role in the food chain production in a water body and contributes to the preservation and diversity of marine organisms. The condition of the seagrass ecosystem can be influenced by various factors, and one of the factors that can affect the condition of seagrass meadows is macroplastic waste that found on the coastlines and within the seagrass fields. This study focuses on determining whether there is an influence of macroplastic waste on the seagrass ecosystem in the waters of Jepara. The research station locations were determined based on observations and field surveys, focusing on areas with a high amount of waste in Teluk Awur Beach, Pulau Panjang, and Ujung Piring while considering the representation of data to be collected. The percentage of seagrass cover data was correlated with data on the size and weight of macroplastics using Spearman's analysis. The water parameters obtained during the study were as follows: temperature ranging from 29.3 to 31.35⁰C, salinity between 31.33 and 33.67 ppt, dissolved oxygen level ranging from 7.7 to 11.23 mg/l, pH level between 7.86 and 7.97, water clarity at 0.7-1.5 m, current velocity ranging from 0.027 to 0.11 m/s, and total organic matter content at 2.53-3.91%. The condition of the seagrass in Jepara waters was classified as scarce, with a seagrass cover percentage of 23.23%. The total weight of macroplastic waste across all observation stations was 6.61 Kg, with an average size of macroplastic waste ranging from 11.5 to 16.3 cm. The results of the Spearman correlation test between the size and weight of macroplastic waste and the condition of the seagrass meadows yielded a value of (p(sig)>0.5), indicating that there is no significant relationship between the size and weight of macroplastic waste and the condition of the seagrass meadows in Teluk Awur, Pulau Panjang, and Ujung Piring of Jepara waters.
Studi Sosial Ekonomi Penggunaan Alat Tangkap di Wilayah Pesisir Sungsang: Dampaknya terhadap Pendapatan dan Kesejahteraan Nelayan Dyah Paramitha Mentari; Zhulian Hikmah Hasibuan
Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i3.53126

Abstract

Masyarakat nelayan di Desa Sungsang memiliki peran penting dalam perikanan tangkap, namun menghadapi tantangan berupa rendahnya pendidikan, keterbatasan teknologi, dan pemasaran hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat pesisir dan merumuskan strategi pengembangan potensi perikanan tangkap di Desa Sungsang. Penelitian dilakukan melalui survei di tiga dusun utama (Sungsang I, II, III) dengan metode wawancara, kuesioner, dan observasi. Analisis SWOT digunakan untuk merumuskan strategi pengembangan. Hasil menunjukkan mayoritas nelayan berusia 31–50 tahun dengan tingkat pendidikan SD–SMP. Armada dan alat tangkap masih tradisional (trammel net, rawai, bubu, jaring insang). Rata-rata pendapatan mencapai ±Rp 3.000.000/bulan. Strategi pengembangan yang direkomendasikan adalah strategi SO (Strength Opportunities) : penguatan kelompok usaha nelayan, pemasaran kolektif hasil tangkapan, pengembangan usaha olahan berbahan udang/ikan, penyediaan cold storage, serta peningkatan peran penyuluh perikanan.  The fishing community in Sungsang Village plays an important role in capture fisheries, but faces challenges such as low education, limited technology, and marketing of catches. his study aims to examine the socio-economic conditions of coastal communities and formulate strategies for developing the potential of capture fisheries in Sungsang Village. The study was conducted through a survey in three main hamlets (Sungsang I, II, III) using interview, questionnaire, and observation methods. A SWOT analysis was used to formulate the development strategy. The results showed that the majority of fishermen were aged 31–50 years with an elementary–junior high school education level. The fleet and fishing gear used were still traditional (trammel net, longline, trap, gillnet). The average income reached around IDR 3,000,000/month. The recommended development strategy is the SO strategy: strengthening capture fisheries business groups, collective marketing of catches, developing shrimp/fish processing businesses, providing cold storage, and increasing the role of fisheries extension workers.
Perbedaan Perbedaan Konsentrasi Refined Kappa Carrageenan Terhadap Texture Property dan Kualitas Hedonik Tekstur Permen Jelly Muhammad Rouf Indrawan; Antonius Budi Susanto; Rini Pramesti
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.35028

Abstract

Penelitian tentang permen jelly rumput laut telah banyak dilakukan, namun masih perlu perbaikan dan inovasi untuk mencapai kualitas permen jelly yang memenuhi persyaratan mutu SNI dan dapat diterima oleh masyarakat luas. Hal ini membuat motivasi penulis untuk melakukan eksperimen dengan beberapa modifikasi yang bertujuan untuk mendapatkan hasil eksperimen yang mendekati karakteristik permen jelly komersial. Perbaikan tekstur permen jelly agar-agar dilakukan dengan penambahan konsentrasi karagenan kappa halus. Perlakuan yang digunakan adalah perbandingan konsentrasi gelatin dan karagenan kappa halus yaitu perlakuan A (8% : 0%), perlakuan B (6% : 2%), perlakuan C (4% : 4%), perlakuan D ( 2% : 6 %), dan perlakuan E (0% : 8%). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dua jenis pembentuk gel terhadap karakteristik fisik dan hedonik permen jelly serta untuk menentukan konsentrasi refined kappa carrageenan terbaik melalui hasil uji laboratorium, analisis statistik one way Anova, dan kemudian BNJ (Beda Nyata Jujur). Rancangan percobaan yang digunakan untuk mengetahui pengaruh lima formulasi permen jelly terhadap parameter subjektif (kualitas tekstur hedonis) dan objektif (Analisis Profil Tekstur), yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kali pengulangan. Dari uji tekstur dengan Texture Analyzer diperoleh perlakuan B berupa permen jelly dengan nilai kekerasan, gumminess, dan kekenyalan tertinggi. Dari hasil analisis statistik BNJ taraf 5% diperoleh permen jelly terbaik dari kelima perlakuan yaitu permen jelly formulasi perlakuan B dengan informasi sifat tekstur dan skor organoleptik sebagai berikut : kekerasan 111.59N, gumminess 89.08N, kekenyalan 80.65N, kekompakan 0.80 , dan skor hedonik tekstur 3,16.  Research on seaweed jelly candy has been extensively conducted; however, improvements and innovations are still needed to achieve jelly candy quality that meets the SNI (Indonesian National Standard) requirements and is widely accepted by the public. This served as the author's motivation to carry out an experiment with several modifications aimed at producing experimental results that closely resemble the characteristics of commercial jelly candy. Texture improvement of agar-based jelly candy was achieved by increasing the concentration of refined kappa carrageenan. The treatments used were different ratios of gelatin to refined kappa carrageenan: Treatment A (8% : 0%), Treatment B (6% : 2%), Treatment C (4% : 4%), Treatment D (2% : 6%), and Treatment E (0% : 8%).The aim of this study was to determine the effect of two types of gelling agents on the physical and hedonic characteristics of jelly candy, as well as to identify the optimal concentration of refined kappa carrageenan through laboratory tests, one-way ANOVA statistical analysis, and further evaluation using the Honest Significant Difference (HSD) test. The experimental design used to assess the influence of the five jelly formulations on subjective parameters (hedonic texture quality) and objective parameters (Texture Profile Analysis) was a Completely Randomized Design (CRD) with two replications. Texture analysis using a Texture Analyzer showed that Treatment B yielded jelly candy with the highest values of hardness, gumminess, and chewiness. Based on the 5% HSD statistical analysis, the best jelly candy among the five treatments was from Treatment B, with the following texture properties and organoleptic scores: hardness 111.59 N, gumminess 89.08 N, chewiness 80.65 N, cohesiveness 0.80, and hedonic texture score 3.16.
Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung Wisata Mangrove Nusawiru dan Batukaras, Pangandaran, Jawa Barat Chara Julia Dara; Rini Pramesti; Agus Indarjo
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.50446

Abstract

Hutan mangrove Nusawiru dan Batukaras merupakan kawasan yang memiliki berbagai fungsi seperti fungsi edukatif, ekologis dan ekonomi. Salah satu fungsi ekonominya adalah sebagai kawasan ekowisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kesesuaian dan daya dukung kawasan ekowisata Hutan Mangrove Nusawiru dan Batukaras. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif meliputi analisis IKW dan DDK serta kualitatif dengan wawancara. Hasil daya dukung kawasan dapat menampung pengunjung sebanyak 312 orang tanpa merusak lingkungan dan indeks kesesuaian wisata kedua lokasi masuk dalam kategori “sesuai” untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata.
Analisis SWOT Pemberdayaan Perempuan Pesisir dalam Pemanfaatan dan Pelestarian Mangrove di Desa Ujung Alang Ari Kristiningsih; Santi Purwaningrum
Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i1.54066

Abstract

Penelitian ini menganalisis kondisi perempuan pesisir Desa Ujung Alang dalam pemanfaatan dan pelestarian mangrove melalui pendekatan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki pengetahuan ekologis yang baik, tingkat partisipasi tinggi, dan komitmen kuat dalam kegiatan konservasi, sehingga menjadi kekuatan utama dalam pengelolaan mangrove. Namun, masih terdapat beberapa kelemahan seperti rendahnya tingkat pendidikan, keterampilan teknis yang terbatas, lemahnya kapasitas kelembagaan, serta ketergantungan pada sektor perikanan rumah tangga. Dari sisi eksternal, terdapat peluang besar berupa dukungan program pemerintah, potensi pengembangan UMKM berbasis mangrove, keterlibatan akademisi dan NGO/CSR, serta peluang wisata edukasi. Sementara itu, ancaman yang dihadapi meliputi kerusakan ekosistem mangrove, alih fungsi lahan, abrasi, dan ketidakstabilan ekonomi pesisir. Analisis IFAS dan EFAS menempatkan perempuan pesisir pada Kuadran I (strategi SO), yang menunjukkan bahwa kekuatan internal dan peluang eksternal dapat dimanfaatkan sekaligus untuk pengembangan program pemberdayaan. Strategi yang direkomendasikan meliputi peningkatan kapasitas melalui pelatihan, pengembangan UMKM mangrove, penguatan kelembagaan perempuan, serta kolaborasi lintas sektor untuk mendukung keberlanjutan ekosistem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.  This study analyzes the role of coastal women in Ujung Alang Village in the utilization and conservation of mangrove ecosystems using a SWOT approach. The findings reveal that women possess strong ecological awareness, high participation, and a solid commitment to conservation activities, which constitute key internal strengths. However, several limitations persist, including low educational attainment, limited technical skills, weak institutional capacity, and a high dependence on household-scale fisheries as the primary economic sector. Externally, substantial opportunities arise from government conservation programs, the potential development of mangrove-based microenterprises, support from academic institutions and NGO/CSR initiatives, and the growing prospects for educational ecotourism. Meanwhile, threats include mangrove degradation, land conversion, coastal abrasion, climate-related risks, and economic instability in fishing households. The IFAS and EFAS results position coastal women in Quadrant I (SO strategy), indicating that their internal strengths and external opportunities can be leveraged simultaneously to optimize empowerment efforts. The recommended strategies include capacity-building programs, development of mangrove-based MSMEs, strengthening women’s organizations, and fostering cross-sector collaboration to enhance both ecosystem sustainability and community well-being.
Analisis Senyawa Hasil Fermentasi Pakan Udang Menggunakan Isolat Kapang Endofit Mangrove Raditya Paksi Indrawatara; Agus Trianto; Delianis Pringgenies
Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i1.43151

Abstract

Fermentasi adalah teknik pengolahan pakan berfungsi untuk meningkatkan senyawa bioaktif dan menghilangkan faktor anti nutrisi di dalam pakan. Tujuan penilitian ini untuk mengetahui kandidat kapang yang berpotensi dalam proses fermentasi pakan udang dan mengetahui jenis atau perbedaan golongan senyawa yang dihasilkan dari setiap hasil fermentasi dengan menggunakan isolat yang berbeda. Isolat kapang didapatkan dari koleksi kapang Marine Natural Product, Unit Pelaksanaan Teknis Laboratorium Terpadu Universitas Diponegoro. Kultur massal dan cair dilakukan mengunakan media Potato Dextrose Agar  (PDA) dan Potato Dextrose Broth (PDB) Fermentasi pakan udang dilakukan dengan 4 perlakuan berbeda, yaitu: kontrol, fermentasi menggunakan isolat Fusarium equiseti, fermentasi menggunakan isolat Pestalotiopsis microspora dan fermentasi konsorsium. Maserasi dilakukan selama 3x24 jam dengan pelarut etil asetat dan methanol. Uji Liquid Chromatography Tandem-Mass Spectrometry (LC-MS) dilakukan untuk screening senyawa yang dihasilkan. Hasil kultur massal dan kultur cair dari masing-masing isolat kapang tumbuh baik pada semua jenis media tanam. Hasil fermentasi menggunakan isolat-isolat kapang menunjukan perbedaan tekstur dan warna pada pakan. Hasil kromatogram menunjukkan perlakuan fermentasi mampu mereduksi kandungan dalam pakan dengan berkurangnya intensitas pada peak dengan Rt {(9.37) - (10.80)} dari setiap variabel fermentasi pakan. Kemunculan senyawa baru yang dihasilkan dari proses fermentasi ditunjukkan pada kromatogram setiap variabel fermentasi pakan pada peak dengan Rt {(4.95) - (6.78)}. Penurunan intensitas kandungan selulosa dan protein pakan udang terbaik ditunjukkan oleh perlakuan fermentasi pakan menggunakan isolat Pestalotiopsis microspora (19-MSR-B3-5).
Analisis Kerusakan Pantai dan Prioritas Penanganannya di Wilayah Pesisir Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat Sodikin Sodikin; Andri Noor Ardiansyah; Muhamad Arif; Syaripulloh Syaripulloh; Yusran Ilyas; Asep Andri Astriyandi
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.43276

Abstract

Fenomena kerusakan pantai saat ini marak terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, dampak dari kerusakan pantai berdampak terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerusakan pantai dan prioritas penanganannya di pesisir Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini antara lain menggunakan parameter lingkungan yang terdiri dari kerusakan pemukiman dan fasilitas umum, kerusakan pada areal pertanian, pencemaran perairan pantai, tingkat intrusi, kerusakan hutan mangrove, dan banjir rob. Adapun parameter kriteria erosi/abrasi dan kerusakan bangunan yang terdiri dari perubahan garis pantai selama periode tahun 2013-2023, dan parameter sedimentasi muara sungai untuk pelayaran. Hasil analisis menunjukan bahwa berdasarkan parameter kerusakan lingkungan dan kerusakan erosi/abrasi bangunan pantai dan prioritas      penanganannya, mayoritas lokasi memiliki bobot akhir >300 sehingga masuk pada kategori rusak dan amat sangat diutamakan-darurat untuk segera ditangani agar kerusakan  tidak semakin parah, namun berdasarkan kategori sedimentasi, kondisinya masih baik, dan penanganan      belum perlu dilakukan. Sedimentasi muara sungai kondisinya masih optimal untuk keluar masuknya nelayan. Upaya yang dilakukan masyarakat untuk menanggulangi abrasi yang terjadi adalah dengan penanaman mangrove, pembuatan breakwater dari ban bekas dan batu kali, serta penanaman     cemara laut.  He phenomenon of coastal damage is currently widespread in various regions in Indonesia. The impact of coastal damage has consequences for the social and economic conditions of people living in coastal areas. This research aims to analyze coastal damage and prioritze handling it on the coast of Sukra District, Indramayu Regency. Data collection was carried out by through observation, interviews and documentation. He parameters used in this research include environmental parameters consisting of damage to settlements and public facilities, damage to agricultural areas, pollution of coastal waters, intrusion levels, damage to mangrove forests, and tidal floods. The criteria parameters for erosion/abrasion and building damage consist of changes in the coastline during the 2013-2023 period, and river estuary sedimentation parameters for shipping. The results of the analysis show that based on the parameters of environmental damage and erosion/abrasion damage to coastal buildings and the priority of handling them, the majority of locations have a final weight of >300, placing them in the damaged category and highly prioritized for immediate handling to prevent further eterioration. However, based on the sedimentation category, the condition is still good, and sedimentation of the river mouth is not yet necessary, as the condition is still optimal for the entry and exit of fishermen.  Community efforts to address the abrasion include planting mangroves, constructing breakwaters from used tires and river stones, and planting sea pine.
Tingkat Kematangan Gonad dan Rasio Kelamin Rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Betahwalang, Kabupaten Demak Asa Chusnul Af-idah; Sri Redjeki; Dwi Haryanti; Elsa Lusia Agus
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.43166

Abstract

Rajungan termasuk salah satu komoditas laut yang bernilai ekonomis serta memiliki potensi ekspor yang tinggi. Penangkapan rajungan di Desa Betahwalang sudah berlangsung lama dan dilakukan secara terus menerus. Tingginya permintaan pasar untuk ekspor mengakibatkan terjadinya peningkatan penangkapan di alam dengan tidak lagi memperdulikan ukuran dan jenis kelamin rajungan yang tertangkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan gonad dan rasio jenis kelamin rajungan yang dilaksanakan bulan Oktober – November 2023 di Desa Betahwalang, Kabupaten Demak. Penelitian ini menggunakan metode survey yang bersifat deskriptif dengan pengambilan sampel secara random sampling. Pengamatan rajungan dilakukan pada salah satu pengepul di Desa Betahwalang. Hasil penelitian diketahui dari 500 ekor rajungan yang diamati paling banyak ditemukan dengan ukuran lebar karapas 120-127 mm dan berat tubuh rajungan berkisar 84-108 g. Pola pertumbuhan rajungan yang didapatkan yaitu allometrik positif pada jantan dan allometrik negatif pada betina. Rasio jenis kelamin rajungan jantan dan betina memiliki nilai 0,62 :1,59 yang menandakan rajungan betina lebih banyak tertangkap sehingga populasi rajungan tidak seimbang. Distribusi tingkat kematangan gonad rajungan yang di tangkap di perairan Betahwalang adalah TKG 1 (immature) sebanyak 6 ekor (2%), TKG 2 (mature) sebanyak 194 ekor (63%) dan TKG 3 (ovigerous) dengan jumlah 107 ekor (35%). Rajungan betina diduga pertama kali matang gonad pada rata-rata ukuran 115,70 mm.Crab is one of the most economically valuable marine commodities and has high export potential. Crab catching in Betahwalang Village has been going on for a long time and is carried out continuously. The high market demand for exports has resulted in an increase in capture in nature by no longer caring about the size and sex of the captured crabs. This study aims to determine the level of gonad maturity and sex ratio of crab carried out in October - November 2023 in Betahwalang Village, Demak Regency. This research used descriptive survey method with random sampling. Observation of crab was conducted at one of the collectors in Betahwalang Village. The results of the study showed that of the 500 crabs observed, most were found with a carapace width size of 120-127 mm and body weight of crabs ranging from 84-108 g. The growth pattern of crab obtained is positive allometric in males and negative allometric in females. The sex ratio of male and female crabs has a value of 0.62: 1.59 which indicates that female crabs are caught more so that the crab population is not balanced. The distribution of the level of maturity of crab gonads caught in Betahwalang waters is TKG 1 (immature) as many as 6 heads (2%), TKG 2 (mature) as many as 194 heads (63%) and TKG 3 (ovigerous) with a total of 107 heads (35%). Female crabs were estimated to first mature at an average size of 115.70 mm.
Pendugaan Stok Karbon Pada Kawasan Rehabilitasi Mangrove, Karangsong Indramayu Azma'ul Fathan Al Haq Gunawan; Rita Rostika; Iskandar Iskandar; Mochamad Candra Wirawan Arief
Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i3.47655

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kontribusi rehabilitasi mangrove terhadap peningkatan stok karbon di Kawasan Ekowisata Mangrove Karangsong, Kabupaten Indramayu. Rehabilitasi mangrove dianggap penting dalam usaha mitigasi perubahan iklim karena kemampuannya dalam menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Tujuan penelitian ini mengetahui potensi stok karbon yang dihasilkan dari proses rehabilitasi mangrove dikawasan ini. Penelitian menggunakan metode survey dengan plot penelitian berukuran 10x10 m secara stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rehabilitasi mangrove secara signifikan meningkatkan stok karbon di area tersebut. Stasiun 1 mencatat stok karbon tertinggi dengan total 303,53 ton/ha, sementara Stasiun 3 memiliki stok karbon terendah dengan 138,96 ton/ha. Hasil ini menegaskan bahwa rehabilitasi mangrove tidak hanya berperan dalam konservasi ekosistem, tetapi juga sebagai strategi mitigasi perubahan iklim yang efektif melalui peningkatan penyerapan karbon. 

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 3 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research Vol 12, No 4 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 3 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 2 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 1 (2023): Journal of Marine Research Vol 11, No 4 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 3 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 2 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 1 (2022): Journal of Marine Research Vol 10, No 4 (2021): Journal of Marine Research Vol 10, No 3 (2021): Journal of Marine Research Vol 9, No 4 (2020): Journal of Marine Research Vol 9, No 1 (2020): Journal of Marine Research Vol 8, No 4 (2019): Journal of Marine Research Vol 8, No 3 (2019): Journal of Marine Research Vol 7, No 3 (2018): Journal of Marine Research Vol 3, No 4 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 3 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 2 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 1 (2014) : Journal of Marine Research Vol 2, No 4 (2013) : Journal of Marine Research Vol 1, No 2 (2012): Journal of Marine Research Vol 1, No 1 (2012): Journal of Marine Research More Issue