Zhulian Hikmah Hasibuan
Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas PGRI Palembang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Persepsi Masyarakat Lokal Terhadap Pemanfaatan Lamun Untuk Ekowisata di Perairan Pantai Pancuran, Taman Nasional Karimunjawa Zhulian Hikmah Hasibuan; Valmay Savira; Hadi Endrawati; Nur Taufiq-Spj
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.27683

Abstract

Lamun merupakan salah satu ekosistem yang berperan penting dalam kehidupan di laut. Salah satu pemanfaatan kawasan pesisir ekosistem lamun adalah untuk kegiatan ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi biofisik ekosistem lamun sebagai penunjang kegiatan ekowisata dan mengetahui arahan strategi pengembangan ekowisata bahari di Pantai Pancuran Kepulauan Karimunjawa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2022 di Pantai Pancuran Kepulauan Karimunjawa, Jepara. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi, yaitu pengambilan data dilapangan dan studi literatur. Pengamatan lamun dilapangan meliputi identifikasi jenis-jenis lamun, kerapatan lamun, presentase tutupan lamun, indeks ekologi dan pola sebaran lamun. Metode pengambilan data menggunakan metode seagrass watch dengan transek 50 x 50 cm. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh jenis lamun yang ditemukan yaitu Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Halodule uninervis, Halophila ovalis, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, dan Syringodium isoetifolium, Kerapatan lamun paling tinggi adalah jenis Thalassia hemprichii pada stasiun 3 dan yang paling rendah adalah jenis Syringodium isoetifolium pada stasiun 3. Selain itu Pantai Pancuran juga memiliki potensi ikan karang dan biota laut yang beranekaragam sehingga dapat meningkatkan daya tarik ekowisata lamun yang didukung dengan hasil presepsi masyarakat yang menyetujui serta berpartisipasi dalam kegiatan ekowisata pada ekowisata lamun.  Seagrass is one of the ecosystems that play an important role in marine life. One of the uses of the seagrass coastal area is for ecotourism activities. This study aims to determine the biophysical potential of seagrass ecosystems as support for ecotourism activities and to determine the direction of marine ecotourism development strategies in the Pancuran Coast of Karimunjawa Islands. The study was conducted in October 2019 at Pancuran Beach, Karimunjawa Islands, Jepara. The method used in this research is the observation method, which is data collection in the field and literature study. Observation of seagrass in the field includes identification of seagrass species, seagrass density, percentage of seagrass cover, ecological index, and seagrass distribution patterns. The data collection method uses the seagrass watch method with a transect of 50 x 50 cm. The results showed that there were seven species of seagrass found, namely Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Halodule uninervis, Halophila ovalis, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, and Syringodium isoetifolium, the highest density of seagrass is Thalassia hemprichii at station 3 and the lowest was type 3 and the lowest was Syringodium isoetifolium at station 3. Besides, Pancuran Beach also has diverse reef fish and marine biota potential to increase the attractiveness of seagrass ecotourism which is supported by the results of community perception that approves and participates in ecotourism activities in seagrass ecotourism.
Analisis Vegetasi Dan Manfaat Ekosistem Mangrove Terhadap Masyarakat Wilayah Pesisir Sungsang Zhulian Hikmah Hasibuan; Rr Dyah Pramitha Mentari; Tiara Santeri; Ahmad Sundoko; Yedi Wihardi; Leni Maryani; Syarin Asmarani
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.53520

Abstract

Ekosistem Mangrove sangat berperan penting bagi kelangsungan hidup biota maupun manusia. Pada wilayah Sungsang Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan atas dasar permasalahan keterbatasan informasi dan minimnya pengetahuan masyarakat terhadap pentingnya ekosistem mangrove di Indonesia. Kegiatan penelitian ini diharapkan para masyarakat dapat memahami, mengetahui, dan mempraktekkan pengetahuan yang didapat mengenai informasi yang diberikan serta lebih merasakan manfaat keberadaan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas PGRI Palembang, selanjutnya diharapkan masyarakat dapat mengetahui  jenis Mangrove apa saja yang ada di wilayah sungsang serta manfaat dan pentingnya ekosistem mangrove sehingga dapat menumbuhkan rasa keperdulian terhadap ekosistem mangrove dan pengetahuan tentang potensi pemanfaatan ekosistem mangrove yang ada di Indonesia khususnya yang ada di Sumatera Selatan. Tujuan kegiatan penelitian ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang informasi mengenai jenis mangrove dan manfaat ekosistem mangrove dari aspek ekonomi, ekologi dan sosial serta meningkatkan pengetahuan tentang potensi pemanfaatan ekosistem mangrove bagi masyarakat Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.
Studi Sosial Ekonomi Penggunaan Alat Tangkap di Wilayah Pesisir Sungsang: Dampaknya terhadap Pendapatan dan Kesejahteraan Nelayan Dyah Paramitha Mentari; Zhulian Hikmah Hasibuan
Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i3.53126

Abstract

Masyarakat nelayan di Desa Sungsang memiliki peran penting dalam perikanan tangkap, namun menghadapi tantangan berupa rendahnya pendidikan, keterbatasan teknologi, dan pemasaran hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat pesisir dan merumuskan strategi pengembangan potensi perikanan tangkap di Desa Sungsang. Penelitian dilakukan melalui survei di tiga dusun utama (Sungsang I, II, III) dengan metode wawancara, kuesioner, dan observasi. Analisis SWOT digunakan untuk merumuskan strategi pengembangan. Hasil menunjukkan mayoritas nelayan berusia 31–50 tahun dengan tingkat pendidikan SD–SMP. Armada dan alat tangkap masih tradisional (trammel net, rawai, bubu, jaring insang). Rata-rata pendapatan mencapai ±Rp 3.000.000/bulan. Strategi pengembangan yang direkomendasikan adalah strategi SO (Strength Opportunities) : penguatan kelompok usaha nelayan, pemasaran kolektif hasil tangkapan, pengembangan usaha olahan berbahan udang/ikan, penyediaan cold storage, serta peningkatan peran penyuluh perikanan.  The fishing community in Sungsang Village plays an important role in capture fisheries, but faces challenges such as low education, limited technology, and marketing of catches. his study aims to examine the socio-economic conditions of coastal communities and formulate strategies for developing the potential of capture fisheries in Sungsang Village. The study was conducted through a survey in three main hamlets (Sungsang I, II, III) using interview, questionnaire, and observation methods. A SWOT analysis was used to formulate the development strategy. The results showed that the majority of fishermen were aged 31–50 years with an elementary–junior high school education level. The fleet and fishing gear used were still traditional (trammel net, longline, trap, gillnet). The average income reached around IDR 3,000,000/month. The recommended development strategy is the SO strategy: strengthening capture fisheries business groups, collective marketing of catches, developing shrimp/fish processing businesses, providing cold storage, and increasing the role of fisheries extension workers.