cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jppt@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Marine Research
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24077690     DOI : 10.14710/jmr.v9i4.28340
Core Subject : Science,
The Journal of Tropical Fisheries Management is managed by the Department of Water Resource Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University aims to publish the results of basic, applied research in the scope of fisheries resources, fish stock studies, and population dynamics, fish biodiversity, fisheries technology, industrialization and fish trade, fisheries management, and fisheries development policies in the tropics, especially Indonesia. The scope of the area includes: Marine Fisheries Coastal Fisheries Inland Fisheries The focus and scope of this publication are expected to contribute thoughts for the government to strengthen the science of fisheries management
Arjuna Subject : -
Articles 825 Documents
Struktur Komunitas Lamun di Perairan Pantai Prawean dan Pantai Blebak Jepara Aurellia Pandini; Raden Ario; Rini Pramesti
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.42662

Abstract

Kondisi lingkungan padang lamun dipengaruhi oleh salinitas, suhu, pasang surut dan substrat. Ekosistem lamun memiliki peranan penting terhadap kehidupan dan perkembangan biota lain pada laut dangkal. Pantai Prawean dan Pantai Blebak Jepara merupakan kawasan wisata yang lokasinya dekat dengan tambak dan pemukiman warga. Aktivitas yang ada di kedua lokasi dapat mempengaruhi kondisi lamun di perairan tersebut. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 21 - 25 September 2023. Tujuan dari penelitian ini yaitu menghitung struktur komunitas lamun dengan mengkaji komposisi jenis, kerapatan, presentase tutupan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominasi. Lokasi penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling yaitu terletak pada 2 lokasi dan 2 stasiun pada setiap lokasinya. Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode line transect quadrant. Seluruh pengamatan yang dilakukan diukur dan diamati secara langsung di lapangan secara visual. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima jenis lamun yang ditemukan di perairan Pantai Prawean yaitu Cymodocea rotundata, Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Halodule uninervis, dan Oceana serrulata. Pantai Blebak ditemukan tiga jenis lamun yaitu C. rotundata, T. hemprichii, dan O. serrulata. Perbedaan kondisi lamun pada kedua lokasi dipengaruhi oleh parameter perairan, jenis substrat, nutrien nitrat dan fosfat.  The environmental conditions of seagrass meadows are influenced by salinity, temperature, tides and substrate. Seagrass ecosystems have an important role in the life and development of other biota in shallow seas. Prawean Beach and Jepara Blebak Beach are tourist areas which are located close to ponds and residential areas. Activities in both locations can affect the condition of seagrasses in these waters. This research was conducted on 21 - 25 September 2023. The purpose of this study was to calculate the structure of the seagrass community by examining species composition, density, percentage cover, diversity index, uniformity index, and dominance index. The research location was selected using the method purposive sampling that is located at 2 locations and 2 stations at each location. The research was conducted using descriptive research methods with a quantitative approach. Data collection is done using the method line transect quadrant. All observations made were measured and observed directly in the field visually. The results showed that there were five types of seagrass found in the waters of Prawean Beach namely Cymodocea rotundata, Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Halodule  uninervis, and Oceana serrulata. Blebak Beach found three types of seagrass there were C. rotundata, T. hemprichii, and O. serrulata. Differences in seagrass conditions at the two locations were influenced by water parameters, type of substrate, and the nutrients nitrate and phosphate found in the waters.
Analisa Kelayakan Fisik dan Daya Dukung Kawasan Wisata Pantai Empu Rancak, Karanggondang, Jepara Kirana Indah Srimaharani; AB Susanto; Nur Taufiq-SPJ
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.44347

Abstract

Pantai Empu Rancak merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang terletak di Desa Karang Gondang, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara dan memiliki potensi yang besar untuk menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jepara dan memerlukan analisa kelayakan fisik dan daya dukung kawasan agar dapat mengoptimalkan potensinya dan mengetahui kelayakan Pantai dari aspek fisik masuk kedalam kategori sesuai atau tidak sesuai untuk rekreasi Pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan fisik Pantai, Daya Dukung Kawasan dan kelayakan infrastruktur yang terdapat pada Pantai Empu Rancak.  Penelitian ini dilaksanakan pada 15 Februari 2024 dan 27 Maret 2024 di Pantai Empu Rancak, Kabupaten Jepara. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan menjabarkan secara umum kondisi yang ada di lokasi penelitian. Pengambilan data menggunakan metode survey dengan mengambil data secara langsung di Pantai Empu Rancak. Analisa kelayakan fisik menggunakan Indeks Kesesuaian Wisata dan Daya Dukung Kawasan untuk mengetahui jumlah perkiraan pengunjung per hari nya. Hasil Analisa kelayakan infrastruktur mencapai kategori layak dengan beberapa catatan perbaikan beberapa kategori seperti toilet, mushola dan warung makan. Hal ini menjadikan bahwa Pantai Empu Rancak masih sangat potensial untuk dikembangkan dari segi infrastruktur. Empu Rancak Beach is one of the leading tourist destinations located in Karanggondang Villlage, Mlonggo District, Jepara Regency and has great potential to become one of the favorite tourist destinations in Jepara and requires an analysis of the physical feasibility and carrying capacity of the area in order to optimize the potential and determine the feasibility of the beach from a physical aspect into the category of suitable or unsuitable for reaction. This research aims to determine the physical feasibility of the beach, the carrying capacity of the area and the feasibility of the infrastructure at Empu Rancak Beach. This Research was carried out on February 15, 2024 and March 25, 2024 at Empu Rancak Beach, Jepara Regency. The research method uses a descriptive method by describing in general the conditions that exist at the research location. Data collection uses a survey method by collecting data directly at Empu Rancak Beach. Physical feasibility analysis uses the tourism suitability index and area carrying capacity to determine the estimated number of visitors in a day. The research results show that Empu Rancak Beach has an average IKW of 97,96%, which means that the beach is very suitable as a beach tourism destination. The results of the analysis of the area’s carrying capacity based on the area size that were observed reached 789 visitors in a day. The results of the infrastructure feasibility analysis reached the feasible category with several categories such as toilet, prayer rooms and food stalls. This mean that Empu Rancak Beach still has great potential for development in terms of infrastructure
Pendugaan Stok Karbon Mangrove Menggunakan Citra Sentinel-2A Di Segara Anakan, Cilacap Mohammad Aji Prakoso Niti Semito; Nirwani Soenardjo; Rini Pramesti
Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i3.47702

Abstract

Mangrove sebagai salah satu ekosistem penyerap karbon dengan kapasitas besar memiliki potensi dalam kontribusi penurunan emisi karbon di atmosfer. Segara Anakan, salah satu kawasan ekosistem mangrove terbesar di Pulau Jawa memiliki kontribusi dalam penurunan emisi karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tutupan mangrove dan stok karbon di Segara Anakan, sehingga dapat disusun langkah untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove. Penelitian dilakukan dengan analisis data citra satelit Sentinel-2A. Perubahan yang diamati yaitu kondisi tutupan mangrove dan stok karbon secara temporal pada tahun 2019, 2021, dan 2023. Tutupan mangrove menurun pada tahun 2021 dan meningkat pada tahun 2023. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank pada kandungan biomassa dan stok karbon menunjukkan adanya peningkatan tidak signifikan pada tahun 2021 (P>0,05) dan peningkatan signifikan pada tahun 2023 (P<0,05). Dengan penelitian ini harapannya dapat disusun langkah yang tepat, baik dari pemangku kebijakan dan masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove.
Analisis Perubahan Garis Pantai Pesisir Domas, Serang, Banten dari Tahun 1988 hingga 2023 Berdasarkan Data Citra Satelit Landsat Rendy Syahril Amanu; Muhammad Jouhar Syah; Krisna Dwi Oktabrian; Imma Redha Nugraheni
Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i1.42723

Abstract

: Perubahan garis pantai merupakan salah satu  fenomena yang terjadi di daerah pesisir. Di Indonesia perubahan garis pantai dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik alami maupun antropogenik. Penelitian ini berfokus pada analisis perubahan garis pantai di sekitar Pesisir Domas, Serang, Banten dari tahun 1988 hingga 2023 menggunakan data citra satelit Landsat. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memetakan dan mengukur perubahan garis pantai yang terjadi dari tahun 1988 hingga 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  Normalized Difference Water Index (NDWI) untuk interpretasi garis pantai serta analisis perubahan luasan garis pantai. Selain itu digunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) untuk analisis jarak perubahan garis pantai serta identifikasi perubahan garis pantai. Hasil penelitian menunjukkan perubahan garis pantai yang terjadi selama periode penelitian cukup signifikan dengan total luasan daerah berkurang 388 hektar atau rata-rata berkurang 11,08 hektar per tahun. Analisis DSAS berdasarkan nilai Net Shoreline Movement (NSM) menunjukkan bahwa perubahan jarak garis pantai rata-rata adalah -368,76 meter, dengan perubahan terbesar adalah 1.032,6 meter. Nilai End Point Rate (EPR) menunjukkan laju rata-rata perubahan per tahun sebesar -10,69 meter, dengan nilai EPR terbesar adalah -29,5 meter. Penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi kemunduran garis pantai yang disebabkan abrasi.
Analisis Vegetasi Dan Manfaat Ekosistem Mangrove Terhadap Masyarakat Wilayah Pesisir Sungsang Zhulian Hikmah Hasibuan; Rr Dyah Pramitha Mentari; Tiara Santeri; Ahmad Sundoko; Yedi Wihardi; Leni Maryani; Syarin Asmarani
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.53520

Abstract

Ekosistem Mangrove sangat berperan penting bagi kelangsungan hidup biota maupun manusia. Pada wilayah Sungsang Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan atas dasar permasalahan keterbatasan informasi dan minimnya pengetahuan masyarakat terhadap pentingnya ekosistem mangrove di Indonesia. Kegiatan penelitian ini diharapkan para masyarakat dapat memahami, mengetahui, dan mempraktekkan pengetahuan yang didapat mengenai informasi yang diberikan serta lebih merasakan manfaat keberadaan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas PGRI Palembang, selanjutnya diharapkan masyarakat dapat mengetahui  jenis Mangrove apa saja yang ada di wilayah sungsang serta manfaat dan pentingnya ekosistem mangrove sehingga dapat menumbuhkan rasa keperdulian terhadap ekosistem mangrove dan pengetahuan tentang potensi pemanfaatan ekosistem mangrove yang ada di Indonesia khususnya yang ada di Sumatera Selatan. Tujuan kegiatan penelitian ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang informasi mengenai jenis mangrove dan manfaat ekosistem mangrove dari aspek ekonomi, ekologi dan sosial serta meningkatkan pengetahuan tentang potensi pemanfaatan ekosistem mangrove bagi masyarakat Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.
Morfometri Kerang Hijau (Perna viridis) Di Perairan Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang Eva Aulia Risma; Nur Taufiq-Spj; Suryono Suryono
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.43232

Abstract

Kerang hijau (Perna viridis) atau dikenal sebagai “green mussels” merupakan jenis kekerangan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan kandungan gizi yang sangat baik untuk dikonsumsi. Pemeliharaan kerang hijau telah banyak dilakukan karena tingkat pertumbuhan kerang hijau relatif cepat dan ketersediaan benih dari alam sepanjang tahun. Pertumbuhan kerang hijau dapat diamati dengan melihat pertambahan ukuran cangkang kerang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara panjang cangkang dengan berat total dan indeks kondisi kerang hijau. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan November 2023 dengan metode purposive sampling pada tiga stasiun berbeda. Parameter morfometri yang diamati meliputi panjang cangkang dan berat total sampel kerang hijau. Pengukuran panjang cangkang dilakukan menggunakan jangka sorong dengan ketelitian 0,1 mm dan berat kerang diukur menggunakan neraca digital dengan ketelitian 0,1 gram. Parameter morfometri kerang hijau pada penelitian ini memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif, dimana nilai b<3 yang berarti pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan berat. Indeks kondisi di ketiga stasiun termasuk dalam kategori kurus yaitu <40. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kerang hijau antara lain, ketersediaan makanan, kondisi fisiologis dan lingkungan seperti suhu, pH, salinitas, letak geografis, teknik sampling serta adanya proses pemijahan.
Kandungan Timbal (Pb) pada Air Laut, Sedimen, dan Kerang Hijau (Perna viridis, Linnaeus, 1758) di Pantai Utara, Semarang Shendy Naumi Tamba; Bambang Yulianto; Ita Widowati
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.49647

Abstract

Pantai Utara, Semarang merupakan kawasan perairan yang padat aktivitas pelabuhan, antropogenik, dan domestik yang berpotensi membuang limbah logam berat, seperti Timbal (Pb) ke perairan. Penelitian ini bertujuan untuk memantau konsentrasi Pb pada air laut, sedimen, dan kerang hijau. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif dan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan dua periode (September dan Oktober 2024) di empat stasiun dengan dua kali pengulangan, mencakup pengukuran parameter kualitas air secara in – situ. Sampel yang dianalisis meliputi air laut, sedimen, dan kerang hijau, menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) di Laboratorium BBTPPI, Semarang. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi Pb pada kerang hijau lebih tinggi pada Oktober, sedangkan pada sedimen lebih tinggi pada September (6,972–12,720 mg/kg). Konsentrasi Pb pada air laut Oktober (<0,0030 mg/kg) lebih tinggi dibanding September (<0,0021 mg/kg). Kerang hijau dari stasiun II (lokasi budidaya) tercatat melebihi baku mutu (1,650 mg/kg). Nilai Bioconcentration Factor (BCF) berada pada kategori sedang (100 < BCF ≤ 1000), dan Contamination Factor (CF) lebih tinggi pada periode September. Jenis sedimen didominasi pasir lempung (loamy sand) yang memiliki daya adsorpsi lebih tinggi dibanding pasir (sand). Kerang hijau yang berukuran besar dan berumur lebih tua menunjukkan akumulasi Pb yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, konsentrasi Pb pada air dan sedimen di lokasi penelitian tidak melebihi baku mutu, sedangkan pada kerang hijau yang melebihi atau mendekati baku mutu perlu ditindaklanjuti.
Garam Krosok Sebagai Pengawet Dalam Mempertahankan Warna dan Tekstur Caulerpa racemosa (Forsskål) J. Agardh, 1873 Tondo Tedjo Raharjo; Rini Pramesti; Nirwani Soenardjo
Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i1.50504

Abstract

Rumput laut C. racemosa memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dimanfaatkan dalam industri komestik, farmasi, dan pangan. Namun, C. racemosa memiliki masa simpan cukup singkat karena karakteristiknya mudah layu, berair, dan cepat membusuk. Salah satu metode pengawetan yang efektif adalah perendaman dalam air garam yang mampu memperpanjang masa simpan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas garam krosok dalam meningkatkan kualitas, penurunan susut bobot dan karakteristik fisik selama penyimpanan. Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratoris dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan konsentrasi garam krosok perlakuan (10%,20%,30%,40%) dan kontrol. Masing-masing perlakuan dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi konsentrasi garam krosok, semakin baik hasil yang diperoleh dalam menekan laju susut bobot, mempertahankan karakteristik fisik, dan meningkatkan penerimaan hedonik. Perlakuan garam 30% dan 40% memberikan hasil terbaik dalam menekan laju susut bobot terkecil 30,62% - 27,62% dibandingkan 10% dan kontrol mencapai 38,44% - 62,20% (p<0,05). Uji karakteristik fisik perlakuan 30% dan 40% menunjukkan warna hijau mengkilap, segar, dan tekstur elastis kuat. Uji hedonik menunjukkan panelis menyukai konsentrasi perlakuan warna paling banyak 40% (3,7), aroma 30% (3,57), rasa 30% (3,47), dan tekstur 40% (3,81). The seaweed Caulerpa racemosa has high economic value and is widely utilized in the cosmetic, pharmaceutical, and food industries. However, C. racemosa has a relatively short shelf life due to its perishable nature, high water content, and rapid spoilage. One effective preservation method is soaking in saltwater, which can extend its shelf life. This study aims to analyze the effectiveness of coarse salt in improving quality, reducing weight loss, and maintaining physical characteristics during storage. The research employed a laboratory experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) with four treatment concentrations of coarse salt (10%, 20%, 30%, 40%) and a control, each with three replications. The results showed that higher concentrations of coarse salt led to better outcomes in reducing weight loss, preserving physical characteristics, and increasing hedonic acceptance. The 30% and 40% salt treatments produced the best results, minimizing weight loss to 30.62% - 27.62% compared to 10% and the control, which reached 38.44% - 62.20% (p<0.05). The physical characteristics test for the 30% and 40% treatments showed a glossy green color, fresh appearance, and strong elastic texture. The hedonic test indicated that panelists preferred the 40% concentration for color (3.7), the 30% concentration for aroma (3.57) and taste (3.47), and the 40% concentration for texture (3.81).
Kajian Awal Pengembangan Wisata Bahari Berkelanjutan Di Kawasan Pesisir Perkotaan Manado Mutiara Lisa Allokendek; Dwight Mooddy Rondonuwu; Rieneke Evani Sela
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.40128

Abstract

Pengembangan wisata bahari di kawasan pesisir perkotaan Manado merupakan isu strategis dan penting yang perlu dikaji dalam pemanfaatan potensi bentang alam kota ini. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi kawasan pesisir Kota Manado dan merekomendasikan strategi pengembangan wisata bahari berkelanjutan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam di kawasan pesisir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui analisis deskriptif dengan mengumpulkan data sekunder dan data primer terkait kawasan pesisir Kota Manado. Dari hasil analisis diketahui bahwa terdapat tiga bentuk pariwisata, yaitu: (1) wisata alam dari potensi sumber daya alam; (2) wisata buatan dari produk/rancangan manusia untuk kegiatan rekreasi dan hiburan; dan (3) wisata budaya yang timbul dari aktivitas masyarakat etnis atau suku di pemukiman nelayan pesisir yang harus dilestarikan. Integrasi pembangunan berkelanjutan didasarkan pada aspek ekonomi, sosial dan budaya untuk menjamin keseimbangan lingkungan di kawasan pesisir perkotaan. Oleh karena itu, perlu dilakukan studi pendahuluan tentang pengembangan wisata bahari berkelanjutan di kawasan pesisir Kota Manado, memberikan beberapa strategi berdasarkan aspek berkelanjutan bagi manusia dan lingkungan, guna mencapai keseimbangan dan mempertahankan pengembangan wisata bahari di kawasan pesisir wilayah perkotaan Manado.  The development of marine tourism in the urban coastal areas of Manado is a strategic and important issue that needs to be studied in order to harness the potential of the city's natural landscape. The purpose of this study is to identify the potential of the coastal area of Manado and recommend sustainable strategies for the development of marine tourism, optimizing the utilization of natural resources in the region. This study collects secondary and primary data related to the coastal area of Manado and utilizes qualitative techniques through descriptive analysis. From the analysis, it is found that there are three forms of tourism: natural tourism based on the potential of natural resources, artificial tourism stemming from human products/designs for leisure and recreational activities, and cultural tourism arising from the activities of ethnic communities and tribes in coastal fishing villages, which need to be preserved. The integration of sustainable development is based on economic, social, and cultural aspects, ensuring ecological balance in the urban coastal areas. Therefore, conducting a preliminary study on the development of sustainable marine tourism in the urban coastal areas of Manado will help formulate balanced strategies based on human and environmental sustainability aspects, aiming to sustain the development of marine tourism in the urban coastal area of Manado.
Morfometri dan Hubungan Panjang Berat Kerang Batik (Paphia textile) dari TPI Kerang Bungo Kabupaten Demak Jawa Tengah Hafizh Prihindrasto; Wilis Ari Setyati; Ria Azizah Tri Nuraini
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.43930

Abstract

Kerang Batik (Paphia textile) merupakan komoditas yang berpotensi dalam pertumbuhan ekonomi dan penyedia nutrisi yang baik bagi masyarakat. TPI Kerang Bungo yang berada di Kabupaten Demak, merupakan salah satu penyedia kerang batik. Penelitian tentang morfometri dan hubungan panjang berat kerang batik masih sangat jarang ditemukan. Penelitian bertujuan untuk mengukur dan mengetahui kelas panjang, berat dan lebar serta mengetahui hubungan panjang berat kerang batik dari TPI Kerang Bungo. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Sebanyak 257 individu sampel kerrang batik diambil secara random. Pengukuran panjang dan lebar cangkang menggunakan kaliper dengan ketelitian 0,01 mm dan penimbangan berat total dengan menggunakan timbangan digital dengan ketelitian 0,01 gr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang maksimal kerrang batik adalah 53,9 mm dan minimal 35,8 mm dengan rata-rata 49,85 mm. Berat maksimal yang didapatkan 14,61 gr. dan berat minimal 3,84 gram dengan rata-rata 9,21 gr. Lebar maksimal yang didapatkan 32,9 mm dan minimal 18,1 mm dengan rata-rata 28,2 mm. Hasil perhitungan kelas panjang, kelas berat dan kelas lebar pada Kerang Batik (Paphia textile) menghasilkan 9 kelas. Interval pada kelas panjang sebesar 2,02 mm, interval pada kelas berat sebesar 1,20 gr. dan interval pada kelas lebar sebesar 1,65 mm. Hubungan panjang berat Kerang Batik (Paphia textile) memiliki persamaan  dengan nilai b sebesar 2,2725 sehingga pertumbuhan kerang batik bersifat alometri negatif.  Carpet Clam (Paphia textile) is one of the potential commodities for economic growth and nutrition resources for community. Bungo Fish and Clam Auction Market in Demak Regency is one of supplier of carpet clam. Research about carpet clam morphometric is still rare to find. This research aims to measures and know about length, weight and wide also length-weight relation of carpet clam from Bungo Fish and Clam Auction Market. Descriptive quantitative method is used in this research and 257 individu of clam were sampled randomly. Length and wide measured by a calipher with 0,01 mm accuracy and weight measured by a scale with 0,01 gram accuracy. The result of research showed that the maximum length of the clam is 53,9 mm and minimum length is 35,8 mm with average of 49,85 mm. Maximum weight as resulted is 14,61 gram and minimum weight is 3,84 grams with average of 9,21 gram. Maximum wide as resulted is 32,9 mm and minimum is 18,1 mm with average of 28,2 mm. Class of length, weight and wide of Carpet Clam (Paphia textile) divided by 9 class. Length class interval is 2,02 mm, weight class interval is 1,20 gram and wide class interval is 1,65 mm. The length-weight relation of Carpet Clam (Paphia textile) has an equation by  with b value is 2,275 with result that carpet clam growth is negative allometric.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 3 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research Vol 12, No 4 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 3 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 2 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 1 (2023): Journal of Marine Research Vol 11, No 4 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 3 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 2 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 1 (2022): Journal of Marine Research Vol 10, No 4 (2021): Journal of Marine Research Vol 10, No 3 (2021): Journal of Marine Research Vol 9, No 4 (2020): Journal of Marine Research Vol 9, No 1 (2020): Journal of Marine Research Vol 8, No 4 (2019): Journal of Marine Research Vol 8, No 3 (2019): Journal of Marine Research Vol 7, No 3 (2018): Journal of Marine Research Vol 3, No 4 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 3 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 2 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 1 (2014) : Journal of Marine Research Vol 2, No 4 (2013) : Journal of Marine Research Vol 1, No 2 (2012): Journal of Marine Research Vol 1, No 1 (2012): Journal of Marine Research More Issue