cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jppt@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Marine Research
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24077690     DOI : 10.14710/jmr.v9i4.28340
Core Subject : Science,
The Journal of Tropical Fisheries Management is managed by the Department of Water Resource Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University aims to publish the results of basic, applied research in the scope of fisheries resources, fish stock studies, and population dynamics, fish biodiversity, fisheries technology, industrialization and fish trade, fisheries management, and fisheries development policies in the tropics, especially Indonesia. The scope of the area includes: Marine Fisheries Coastal Fisheries Inland Fisheries The focus and scope of this publication are expected to contribute thoughts for the government to strengthen the science of fisheries management
Arjuna Subject : -
Articles 825 Documents
Kondisi Meteorologi Laut Terhadap Suhu Permukaan Laut Di Perairan Kota Surabaya Tahun 2019 – 2021 Ramadani Putri Windi Hastuti; Widianingsih Widianingsih; Ria Azizah Tri Nuraini
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.43227

Abstract

Wilayah Perairan Laut Jawa sangat dipengaruhi oleh siklus muson, angin dan arus dari arah timur (muson barat) serta angin dan arus dari arah barat (muson timur. Perubahan suhu permukaan laut dipengaruhi oleh kondisi cuaca, iklim, fenomena upwelling dan downwelling, serta kondisi meteorologinya. Penelitian ini dilakukan dengan melalui tahap pengambilan data di BMKG Maritim Tanjung Perak Kota Surabaya. Metode pengambilan data suhu permukaan laut dilakukan dengan menggunakan citra NOAA, sedangkan untuk data meteorologinya menggunakan data hasil observasi BMKG Maritim Kota Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan perubahan suhu permukaan laut di Perairan Utara Jawa Timur tahun tahun 2019 – 2021 berkisar antara 27,5oC – 30oC. Hasil rata rata intensitas curah hujan Kota Surabaya pada tahun tahun 2019 berkisar antara 0 – 13,6 mm, pada tahun 2020 kisaran 0 – 16,4 mm, Tahun 2021 mencapai 17,3 mm. Nilai rata rata untuk lama penyinaran matahari tahun 2019 berlangsung selama 4,9 – 8,9 jam, pada tahun 2020 penyinaran matahari berlangsung selama 3,3 – 8,3 jam, pada tahun 2021 mengalami penurunan rata rata penyinaran matahari yaitu selama 3,1 – 7,9 jam. Dalam penelitian ini nilai korelasi antar suhu permukaan laut dengan curah hujan harian tahun tahun 2019 sebesar 0,04 dan nilai korelasi data curah hujan bulanan sebesar 0,40. Tahun 2020 korelasi untuk data harian dan bulanan sebesar 0,19 dan 0,51. Tahun 2021 nilai korelasi data harian dan bulanan sebesar - 0,18 dan – 0,39. Nilai korelasi antara lama penyinaran matahari dengan suhu permukaan laut untuk data harian dan data bulanan tahun tahun 2019 yaitu – 0,18 dan – 0,47. Tahun 2020 yaitu – 0,21 dan – 0,51. Tahun 2021 nilai korelasinya sebesar 0,09 dan 0,27. Nilai korelasi antara suhu udara dengan suhu permukaan laut untuk data harian dan data bulanan tahun tahun 2019 sebesar 0,57 dan 0,75. Tahun 2020 nilai korelasi menunjukkan hasil sebesar 0,22 dan 0,63. Tahun 2021 nilai korelasinya yaitu 0,46 dan 0,70.The Java Sea water area is strongly influenced by the monsoon cycle, winds and currents from the east (west monsoon) and winds and currents from the west (east monsoon. Changes in sea surface temperature are influenced by weather conditions, climate, upwelling and downwelling phenomena, as well as conditions meteorology. This research was carried out through the data collection stage at the Tanjung Perak Maritime BMKG, Surabaya City. The sea surface temperature data collection method was carried out using NOAA imagery, while the meteorological data used observation data from the Surabaya City Maritime BMKG. The results of the research showed changes in sea surface temperature in the Northern Waters of East Java in 2019 – 2021 it ranges between 27.5oC – 30oC. The average rainfall intensity for Surabaya City in 2019 ranges from 0 – 13.6 mm, in 2020 it ranges from 0 – 16.4 mm, In 2021 it reached 17.3 mm. The average value for the duration of solar radiation in 2019 was 4.9 – 8.9 hours, in 2020 the solar radiation lasted for 3.3 – 8.3 hours, in 2021 the average decreased The average sun exposure is 3.1 – 7.9 hours. In this study, the correlation value between sea surface temperature and daily rainfall in 2019 was 0.04 and the correlation value for monthly rainfall data was 0.40. In 2020, the correlation for daily and monthly data was 0.19 and 0.51. In 2021, the daily and monthly data correlation values are - 0.18 and – 0.39. The correlation value between the duration of sunlight and sea surface temperature for daily data and monthly data for 2019 is – 0.18 and – 0.47. In 2020, it is – 0.21 and – 0.51. In 2021 the correlation values are 0.09 and 0.27. The correlation value between air temperature and sea surface temperature for daily data and monthly data for 2019 is 0.57 and 0.75. In 2020, the correlation values showed results of 0.22 and 0.63. In 2021 the correlation values are 0.46 and 0.70. 
Pertumbuhan Dan Sintasan Udang Vaname Yang Diberi Probiotik Dengan Persentase Yang Berbeda Sarmin Sarmin; Aryanti Setyastuti; Denny Yudistira
Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i3.53418

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik (Probio-7) dalam pakan terhadap performa pertumbuhan udang vaname (Litopenaeus vannamei), yang diukur melalui parameter Specific Growth Rate (SGR), Feed Conversion Ratio (FCR), dan Survival Rate (SR). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2025 di Laboratorium Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas: P1 (kontrol tanpa probiotik), P2 (probiotik 12 ml/kg pakan), P3 (probiotik 14 ml/kg pakan), dan P4 (probiotik 16 ml/kg pakan). Udang yang digunakan memiliki berat awal rata-rata 1,28±0,02 gram dan dipelihara dalam wadah berisi 15 liter air dengan kepadatan 15 ekor per wadah. Pakan yang digunakan adalah pelet komersial berkadar protein 32%, diberikan tiga kali sehari (pukul 08.00, 16.00, dan 22.00) secara ad libitum. Probiotik dicampurkan pada pakan sesuai dengan dosis perlakuan. Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan udang vaname. Perlakuan terbaik diperoleh pada P4, yang menghasilkan nilai SGR tertinggi sebesar 3,08±0,03 g/hari, FCR terendah sebesar 0,33±0,02, serta tingkat kelangsungan hidup (SR) tertinggi sebesar 84±7%. Dengan demikian, penambahan probiotik pada dosis 16 ml/kg pakan terbukti meningkatkan performa budidaya udang vaname.
Karakteristik Edible Straw dari Karagenan Setelah Penambahan Sorbitol Nadiah Humairoh Mufidah Savitri; Sri Sedjati; Ali Ridlo
Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i1.39637

Abstract

: Pemakaian sedotan plastik tidak hanya mencemari lingkungan namun juga dapat menyebabkan kematian pada hewan laut. Pemecahan masalah sedotan plastik telah dilakukan dengan mengganti bahan sedotan agar mudah terurai atau dapat dimakan (edible). Bahan yang telah digunakan untuk membuat edible straw misalnya karagenan yang diekstraksi dari rumput laut. Karagenan yang diekstraksi dari rumput laut Kappaphycus alvarezii paling banyak diproduksi dibandingkan jenis rumput laut lainnya. Kappa karagenan merupakan jenis karagenan hasil ekstraksi K. alvarezii dengan tingkat kemurnian tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan plasticizer sorbitol terhadap karakteristik edible straw yang meliputi kuat tarik, kelarutan, dan ketebalan. Metode penelitian mengacu pada eksperimental laboratoris dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 kelompok perlakuan yaitu sorbitol 0% (ESS0), sorbitol 2% (ESS2), sorbitol 4% (ESS4), dan sorbitol 6% (ESS6). Konsentrasi karagenan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 1,5% pada setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan sorbitol, maka kuat tarik semakin rendah namun kelarutan dan ketebalan meningkat. Formulasi terbaik didapatkan pada penambahan sorbitol 2% (ESS2) dengan kuat tarik 6,364 Mpa, kelarutan 41%, dan ketebalan 749,6 µm.
Simpanan Karbon Pada Padang Lamun di Teluk Awur dan Pantai Prawean, Jepara, Jawa Tengah Rachmaneta Novitasari; Ita Riniatsih; Sri Redjeki
Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i3.44788

Abstract

Perubahan iklim dapat diakibatkan oleh aktivitas manusia yang melepaskan karbon dioksida (CO2) dalam jumlah besar atmosfer di bumi. Hal ini menyebabkan pemanasan global yang berdampak pada peningkatan suhu air laut. Upaya mengurangi perubahan iklim dapat dilakukan dengan melindungi ekosistem lamun yang dapat menyerap karbon dalam jumlah besar dari atmosfer dan mengangkut serta menyimpannya dalam jaringan dan sedimen dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan kerapatan lamun, persentase tutupan lamun, dan nilai biomassa dan estimasi simpanan karbon yang terdapat pada jaringan lamun (daun, rhizoma, dan akar) yang ada di Perairan Teluk Awur dan Pantai Prawean, Jepara. Metode yang digunakan dalam penentuan lokasi ialah metode purposive sampling yang mempertimbangkan distribusi jenis lamun pada tiap stasiunnya. Sedangkan pengambilan data dilakukan menggunakan metode line transect quadrant, yang mengacu pada buku Panduan Monitoring Padang Lamun LIPI. Nilai kandungan karbon pada lamun diperoleh melalui metode LOI (Loss of Ignition). Jenis lamun yang ditemukan pada lokasi penelitian di Teluk Awur terdapat 2 jenis yaitu Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii. Lamun yang terdapat Pantai Prawean terdapat 5 jenis yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Oceana serrulata dan Halodule uninervis. Nilai estimasi kandungan karbon diatas substrat pada lokasi Teluk Awur yaitu 12,19-205,16 gC/m2 dan pada lokasi Pantai Prawean yaitu 5,35-129,26 gC/m2. Nilai estimasi kandungan karbon dibawah substrat pada Teluk Awur adalah 21,90-243,18 gC/m2 dan pada Prawean yaitu 4,72-38,21 gC/m2.
Variasi Morfometrik dan Distribusi Ukuran Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Perairan Mangkang, Semarang Auliya Afrianti; Sri Redjeki; Nirwani Soenardjo
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.45099

Abstract

Kepiting Bakau merupakan salah satu komoditas perikanan Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Mangkang Wetan merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Salah satu hasil tangkapan yang berpotensi di Mangkang Wetan yaitu kepiting bakau. Produksi kepiting bakau sebagian besar berasal dari sektor penangkapan. Permintaan terhadap komoditi kepiting bakau di pasar lokal maupun mancanegara dari tahun ke tahun meningkat. Tingginya permintaan pasar mengakibatkan terjadinya peningkatan penangkapan tanpa memperhatikan ukuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi ukuran karapas, hubungan lebar dan berat karapas, serta nisbah kelamin kepiting bakau yang dilaksanakan pada tanggal 09 Februari – 07 Maret 2024 di Desa Mangkang Wetan, Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara random sampling. Pengamatan kepiting bakau dilakukan pada salah satu pengepul di Desa Mangkang Wetan. Hasil penelitian diketahui dari 950 ekor kepiting bakau paling banyak ditemukan dengan ukuran lebar karapas 72-81 mm dan berat tubuh berkisar 73-114 gram. Pola pertumbuhan kepiting bakau yang didapatkan yaitu allometrik negatif pada jantan dan isometrik pada betina. Nisbah kelamin kepiting bakau jantan dan betina memiliki nilai 0.99:1.01 yang menandakan seimbang.  Mangrove crabs are one of Indonesia's fisheries commodities that have high economic value. Mangkang Wetan is a village located in Tugu District, Semarang City. One of the potential catches in Mangkang Wetan is mud crab. Most of the mud crab production comes from the fishing sector. Demand for mud crab commodities in local and foreign markets increases from year to year. High market demand results in an increase in fishing regardless of size. This research aims to determine the distribution of carapace size, the relationship between carapace width and weight, and the sex ratio of mud crabs which was carried out on 09 February - 07 March 2024 in Mangkang Wetan Village, Semarang City. This research uses a survey method with random sampling techniques. Observations of mangrove crabs were carried out at one of the collectors in Mangkang Wetan Village. The results of the research showed that from 950 mud crabs, the most common ones were found with a carapace width of 72-81 mm and a body weight ranging from 73-114 grams. The growth pattern of mud crabs obtained is negative allometric in males and isometric in females. The sex ratio of male and female mud crabs has a value of 0.99:1.01 which indicates balance.
Analisis Tingkat Pencemaran Bahan Organik di Perairan Muara Sungai Luk Ulo Kabupaten Kebumen Reysma Shinta Prastiwi; Ria Azizah Tri Nuraini; Suryono Suryono
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.46037

Abstract

Perairan Muara Sungai Luk Ulo, Kebumen merupakan aliran sungai yang berdekatan dengan pemukiman, budidaya tambak udang, dan lahan pertanian sehingga berpotensi meningkatkan kandungan bahan organik di perairan. Hal tersebut diduga dapat menyebabkan penurunan kualitas air muara Sungai Luk Ulo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran bahan organik berdasarkan parameter temperatur, pH, DO, TSS, BOD, COD, ammoniak, nitrat, dan fosfat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2024 di perairan Sungai Luk Ulo, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dengan teknik pengambilan sampel mempergunakan metode purposive sampling. Kualitas air yang diuji secara in situ meliputi temperatur, salinitas, pH, dan DO, sedangkan pengukuran ex situ meliputi TSS, BOD, COD, ammoniak, nitrat, dan fosfat yang dianalisis di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi, Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa parameter, yaitu TSS, COD, dan fosfat telah melampaui baku mutu perairan. Hasil analisis Indeks Pencemaran (IP) diperoleh angka sebesar 10,64 (minggu I) dan 1,75 (minggu II). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perairan muara Sungai Luk Ulo telah mengalami pencemaran bahan organik pada taraf ringan - berat.Luk Ulo waters of estuary river, Kebumen is a stream of rivers that is close to settlements, cultivation of shrimp, and agricultural land so as to potentially increase the content of organic material in the waters. It is believed to cause a decrease in the water quality of the Luk Ulo River. The research aims to determine the level of pollution of organic materials based on temperature, pH, DO, TSS, BOD, COD, ammonia, nitrates, and phosphate parameters. The research was carried out in March 2024 in the waters of the Luk Ulo River, Kebumen Regency, Central of Java. The method used in this research was a survei method and purposive sampling technique. The quality of water tested in situ included temperature, salinity, pH, and DO, while ex situ measurements included TSS, BOD, COD, ammonia, nitrates, and phosphate analysed at the Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi, Yogyakarta.  The results show that some parameters, such as TSS, COD, and phosphate, have exceeded water quality standards. Pollution Index (IP) analysis resulted in 10.64 (week I) and 1.75 (week II). Based on the results of the research, it can be concluded that the waters of the Luk Ulo River have experienced pollution of organic material at the level of lightly polluted to heavily polluted.
Persepsi Masyarakat Lokal Terhadap Pemanfaatan Lamun Untuk Ekowisata di Perairan Pantai Pancuran, Taman Nasional Karimunjawa Zhulian Hikmah Hasibuan; Valmay Savira; Hadi Endrawati; Nur Taufiq-Spj
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.27683

Abstract

Lamun merupakan salah satu ekosistem yang berperan penting dalam kehidupan di laut. Salah satu pemanfaatan kawasan pesisir ekosistem lamun adalah untuk kegiatan ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi biofisik ekosistem lamun sebagai penunjang kegiatan ekowisata dan mengetahui arahan strategi pengembangan ekowisata bahari di Pantai Pancuran Kepulauan Karimunjawa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2022 di Pantai Pancuran Kepulauan Karimunjawa, Jepara. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi, yaitu pengambilan data dilapangan dan studi literatur. Pengamatan lamun dilapangan meliputi identifikasi jenis-jenis lamun, kerapatan lamun, presentase tutupan lamun, indeks ekologi dan pola sebaran lamun. Metode pengambilan data menggunakan metode seagrass watch dengan transek 50 x 50 cm. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh jenis lamun yang ditemukan yaitu Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Halodule uninervis, Halophila ovalis, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, dan Syringodium isoetifolium, Kerapatan lamun paling tinggi adalah jenis Thalassia hemprichii pada stasiun 3 dan yang paling rendah adalah jenis Syringodium isoetifolium pada stasiun 3. Selain itu Pantai Pancuran juga memiliki potensi ikan karang dan biota laut yang beranekaragam sehingga dapat meningkatkan daya tarik ekowisata lamun yang didukung dengan hasil presepsi masyarakat yang menyetujui serta berpartisipasi dalam kegiatan ekowisata pada ekowisata lamun.  Seagrass is one of the ecosystems that play an important role in marine life. One of the uses of the seagrass coastal area is for ecotourism activities. This study aims to determine the biophysical potential of seagrass ecosystems as support for ecotourism activities and to determine the direction of marine ecotourism development strategies in the Pancuran Coast of Karimunjawa Islands. The study was conducted in October 2019 at Pancuran Beach, Karimunjawa Islands, Jepara. The method used in this research is the observation method, which is data collection in the field and literature study. Observation of seagrass in the field includes identification of seagrass species, seagrass density, percentage of seagrass cover, ecological index, and seagrass distribution patterns. The data collection method uses the seagrass watch method with a transect of 50 x 50 cm. The results showed that there were seven species of seagrass found, namely Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Halodule uninervis, Halophila ovalis, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, and Syringodium isoetifolium, the highest density of seagrass is Thalassia hemprichii at station 3 and the lowest was type 3 and the lowest was Syringodium isoetifolium at station 3. Besides, Pancuran Beach also has diverse reef fish and marine biota potential to increase the attractiveness of seagrass ecotourism which is supported by the results of community perception that approves and participates in ecotourism activities in seagrass ecotourism.
Potensi Pemanfaatan Edible film Kitosan Cangkang Kerang Hijau Sebagai Kemasan Aktif Produk Pangan Lokal Sate Bandeng Bhatara Ayi Meata; Esza Cahya Dewantara
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.53684

Abstract

Kerang hijau merupakan komoditas lokal yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi, ketersediaannya di alam sangat banyak. Selama ini kerang hijau hanya dimanfaatkan dagingnya saja, sementara itu cangkangnya hanya menjadi limbah yang menumpuk di lingkungan sekitar. Cangkang kerang mengandung bahan aktif yang dapat seperti kitin dan kitosan. Salah satu upayanya adalah dengan memanfaatkan cangkang kerang hijau sebagai bahan organik yang dapat dijadikan bahan pengemas aktif karena senyawa antibakteri yang dibutuhkan oleh bahan pangan dalam menjaga umur simpan bahan pangan, seperti Sate Bandeng. Pemanfaatan edible film kitosan dari limbah cangkang kerang hijau ini mampu menjadi solusi bagi pangan lokal sate bandeng. Kitosan cangkang kerang hijau menggunakan metode hidrolisis asam dan basa. Edible film diproses dengan penambahan bahan tambahan dan dicetak hingga kering. Hasil analisis kitosan lainnya seperti rendemen, viskositas  dan berat molekul pada kitosan cangkang kerang hijau adalah 63,73%, 249 cPs, dan 15,16x103 KDa. Dengan demikian, penambahan konsentrasi kitosan mampu meningkatkan karakteristik fisik edible film dengan perlakuan terbaik EF3. Nilai ketebalan dan densitas film berturut-turut adalah 0,1023 mm±0,007 dan 1,13 g/ml±0,015. Nilai analisis termal pelakuan EF3 mampu mempertahankan kehilangan berat sebesar 39% lebih tinggi dari perlakuan lainnya dan uji tensile strength film terbaik juga pada EF3 adalah 7,36 MPa
Population Status of Napoleon Wrasse (Cheilinus undulatus) at Bando Island, West Sumatra Fadhlan Basiluddin Rahmat; Nur Jasilah; Samsuardi Samsuardi; Andreas Kunzmann
Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i1.50811

Abstract

The Pieh Marine Protected Area (MPA) in West Sumatra serves as a critical habitat for the endangered Napoleon wrasse (Cheilinus undulatus), a species listed under CITES Appendix II and nationally protected in Indonesia. Reports from local communities suggested the reappearance of this species at Bando Island after years of presumed absence. This study aims to assess the current status and potential recovery of Napoleon wrasse populations within the island’s core conservation zone. Field surveys conducted in June 2024 used a GPS-based underwater visual census (UVC) to estimate population density and theoretical stock size. Two individuals a juvenile (~20 cm) and an adult (~60 cm) were recorded along a total transect area of 6.64 ha, resulting in a density of 1 individual/ha and a theoretical stock of 0.035 individual across the island’s 28 ha coral reef area. Habitat assessment revealed moderate live coral cover (40%) and high substrate heterogeneity, including dead coral, rubble, and sand, which provide structural complexity, favourable for reef fish. However, the observed density falls within the “very low” category of the national conservation scale, indicating a severely depleted population. These findings suggest that despite suitable habitat conditions, the Napoleon wrasse population remains critically low and functionally vulnerable. Immediate conservation actions such as establishing no-take zones, restoring coral habitats, enhancing monitoring, and regulating the live reef fish trade are recommended to enable natural recolonization and recovery of this iconic species within the Pieh MPA.
Pengaruh Kerapatan Mangrove Terhadap Laju Transpor Sedimen di Kawasan Ekowisata Mangrove Oesapa Barat, Kota Kupang Mariana Naduasti Peny; Beatrix Maureen Rehatta; Yohanes Merryanto; Wilson Lodewik Tisera; Anthoinette Rosaline Fransisca Anakotta
Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i1.46781

Abstract

Penelitian mengenai hubungan kerapatan mangrove terhadap laju transpor sedimen di kawasan ekowisata mangrove kelurahan Oesapa Barat telah dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2022. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan kerapatan mangrove terhadap laju transpor sedimen menggunakan metode purposive sampling pada dua stasiun yang mewakili kerapatan tinggi dan kerapatan rendah. Setiap stasiun memiliki tiga transek dan sembilan plot pengamatan dengan ukuran plot 2x2 meter untuk semai, 5x5 meter untuk pancang dan 10x10 meter untuk pohon. Hasil identifikasi pada lokasi pengamatan menemukan empat jenis mangrove, yaitu Avicennia alba dari famili Avicenniaceae, Lumnitzera racemosa dari famili Combretaceae, Rhizopora mucronata dari famili Rhizoporaceae dan Sonneratia alba dari famili Sonneratiaceae. Kerapatan pada stasiun 1 sebesar 355,56 ind/ha memiliki laju transpor sedimen sebesar 0,0114 gbk/cm²/hari, sedangkan pada stasiun 2 nilai kerapatan sebesar 266,66 ind/ha dengan laju transpor sedimen 0,0230 gbk/cm²/hari. Hasil analisis Pearson untuk hubungan kerapatan mangrove terhadap laju transpor sedimen senilai -1 yang berarti kerapatan yang semakin tinggi menyebabkan laju transpor semakin rendah dan sebaliknya.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 3 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research Vol 12, No 4 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 3 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 2 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 1 (2023): Journal of Marine Research Vol 11, No 4 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 3 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 2 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 1 (2022): Journal of Marine Research Vol 10, No 4 (2021): Journal of Marine Research Vol 10, No 3 (2021): Journal of Marine Research Vol 9, No 4 (2020): Journal of Marine Research Vol 9, No 1 (2020): Journal of Marine Research Vol 8, No 4 (2019): Journal of Marine Research Vol 8, No 3 (2019): Journal of Marine Research Vol 7, No 3 (2018): Journal of Marine Research Vol 3, No 4 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 3 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 2 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 1 (2014) : Journal of Marine Research Vol 2, No 4 (2013) : Journal of Marine Research Vol 1, No 2 (2012): Journal of Marine Research Vol 1, No 1 (2012): Journal of Marine Research More Issue