cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
ANALISA KONEKSI PLTA WONOGIRI PADA SISTEM GI WONOGIRI JTM 20 KV DENGAN SOFTWARE ETAP 7.0. Nurullita, Hasta; Karnoto, Karnoto; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.617 KB) | DOI: 10.14710/transient.1.3.72-81

Abstract

ABSTRAK Gardu Induk (GI) Wonogiri 150 kV melalui Trafo I berkapasitas 30 MVA dan PLTA Wonogiri 15,5 MVA menyuplai daya listrik ke beban penyulang WNI 3, WNI 4, WNI 6 dan WNI 8. Pengoperasian PLTA Wonogiri tergantung jumlah debit air yang ada pada Waduk Gajah Mungkur. Saat PLTA Wonogiri beroperasi atau terkoneksi ke sistem GI Wonogiri akan menyebabkan daya reaktif (kVAR) di GI Wonogiri melonjak tinggi, rata-rata pada tahun 2012 sekitar 293.794.785 kVAR dan rata-rata faktor daya (Cos φ) rendah, yaitu 0,7(Cos φ threshold 0,9). Sehingga, PT PLN (Persero) Area Surakarta mengalami kerugian sebesar 1.007.312 kVARh atau sebesar Rp 518.785.400,00 per bulannya.Aliran daya kedua sistem, saat GI Wonogiri terkoneksi dan tidak terkoneksi ke PLTA Wonogiri, disimulasikan menggunakan software ETAP 7.0.0. Kemudian kedua hasil simulasi tersebut dibandingkan dan dianalisa untuk mengetahui penyebab nilai kVAR yang melebihi nilai kVAR threshold.Hasil pengujian menunjukkan bahwa saat sistem GI Wonogiri tidak terkoneksi PLTA Wonogiri, Cos φ yang terukur di Trafo I GI Wonogiri sebesar 0,942 (Cos φ threshold 0,9),  sehingga tidak mengalami kelebihan kVAR. Sedangkan saat sistem GI Wonogiri terkoneksi PLTA Wonogiri, nilai Cos φ terukur sebesar 0,735 sehingga mengalami kelebihan kVAR sebesar 1,701 kVAR. Dan, tegangan generator kurang maksimal sekitar 92,3 %, yaitu bernilai 6,09 kV dari 6,60 kV. Semakin tinggi tegangan generator PLTA, maka Cos φ yang titik pengukurannya di Trafo I GI Wonogiri juga semakin tinggi, yaitu 0,991 pada tegangan generator 98 %, 99 %, dan 100 %. Kata kunci : daya reaktif,  faktor daya, Gardu Induk, PLTA, Software ETAP 7.0.0 ABSTRACT Wonogiri Substation 150 kV system pass through Transformer I with a capacity of 30 MVA and Wonogiri Hydropower 15,5 MVA supply to the load feeders WNI 3, WNI 4, WNI 6 and WNI  8. Wonogiri Hydropower operation depends on the amount of water present in the Gajah Mungkur Dam. When Wonogiri Hydropower operated or connected to the Wonogiri Substation system will cause reactive power (kVAR) in Wonogiri Substation soaring, in 2012 averaging approximately 293.794.785 kVAR and the average power factor (Cos φ) is low, i.e. 0,7 (Cos φ threshold 0,9). Thus, PT PLN (Persero) Area Surakarta lost 1.007.312 kVARh, paying charge Rp 518.785.400,00 per month.Load flow both systems, while Wonogiri Substation connected and not connected to the Wonogiri Hydropower, simulated using ETAP software 7.0.0. Then both the simulation results are compared and analyzed to determine the cause of the kVAR value in excess kVAR threshold value.The test results show that when the Wonogiri Substation system is not connected to Wonogiri Hydropower, Cos φ which measured in Transformers I of Wonogiri Substation is 0,942 (Cos φ threshold 0,9), so it does not have kVAR charge. While Wonogiri Substation system connected to Wonogiri Hydropower, cos φ values ​​measured at 0,735 so that it has a charge 1.701 kVAR. And, the generator voltage operated less than maximum about 92,3%, the value 6,09 kV of 6,60 kV. Higher the hydropower generator voltage, the Cos φ which a point measurement in Transformers I of Wonogiri Substation also higher, i.e. 0,992  at voltage generator is 98 %, 99 %, and 100%. Keywords : reactive power, power factor, substation, hydropower, ETAP 7.0.0 Software
EVALUASI DROP VOLTAGE DAN SETTING RELAY OCR, GFR DAN RECLOSER PADA PENYULANG KALISARI 1, 6 DAN 11 MENGGUNAKAN ETAP 7.5.0 Efisiyanto, Donny Fisca; Juningtyastuti, Juningtyastuti; Karnoto, Karnoto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.335 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.508-516

Abstract

Abstrak Kebutuhan masyarakat terhadap listrik  semakin meningkat mengakibatkan kualitas distribusi listrik menurun. Permasalahan lain dalam penyaluran daya listrik adalah besarnya tegangan jatuh di jaringan listrik yang diakibatkan oleh terlalu banyaknya beban. Pada tahun 2013 PT. PLN (Persero) Rayon Semarang barat melakukan penambahan penyulang Kalisari 11 untuk membagi beban dengan penyulang Kalisari 1 dan Kalisari 6. Tugas akhir ini dibahas drop voltage, setting relay OCR, GFR dan Recloser pada Penyulang Kalisari 1, 6 dan 11 menggunakan perangkat lunak ETAP 7.5.0. Penyulang Kalisari 1, Kalisari 6 dan Kalisari 11 memiliki selisih tegangan bus sebelum dan setelah penambahan feeder sebesar 0,014 kV, 0,020 kV dan 0,290 kV. Hasil dari setting relay pada Penyulang Kalisari 1, 6 dan 11 adalah relay Incoming OCR didapat nilai TMS = 0.259 menjadi TMS= 0.254 s dengan Iset = 2078 A, Incoming GFR didapat nilai TMS = 0.424 s menjadi TMS = 0.418 s dengan Iset = 692 A dan waktu kerja t(s) = 1 detik. Relay Outgoing OCR didapat nilai TMS = 0.23 menjadi TMS = 0.237 s dengan Iset = 480 A, Outgoing GFR didapat nilai TMS = 0.290 s menjadi TMS = 0.290 s dengan Iset = 240 A dan waktu kerja t(s) = 0.6 detik. Kata kunci : Drop Tegangan, ETAP 7.5.0, Relay, Kalisari 1, Kalisari 6, Kalisari 11 Abstract Social demand for electricity is increasing resulting in decreased quality of electrical distribution. Problem in the distribution of electrical power is the amount of voltage drop in the electrical network caused by too much load. In 2013 PT.PLN (Persero) Semarang Rayon western adding Kalisari feeders 11 to share the load with Kalisari 1 and 6. This final assigned discussed the voltage drop before and after the addition of Kalisari feeder 11, and evaluated the setting relay OCR, GFR and Recloser on Kalisari feeders 1, 6 and 11 by using software ETAP 7.5.0. Feeder Kalisari 1, Kalisari Kalisari 6 and 11 has a difference of bus voltage before and after the addition of feeder for 0.014 kV, 0.020 kV and 0.290 kV. Results of setting relay on Kalisari feeder 1, 6 and 11 are relay Incoming OCR value TMS = 0,259 into TMS = 0,254 with Iset = 2078A, Incoming GFR values TMS= 0,424 into TMS= 0,418 with Iset = 692A and working time t(s) = 1 second. Outgoing Relay OCR value TMS= 0.23 into TMS= 0237 with Iset = 480A, Outgoing GFR values TMS = 0,290 into TMS=0,290 with Iset = 240A and the working time t(s)= 0.6 seconds. Keywords: Voltage Drop, ETAP 7.5.0, Relay, Kalisari 1, Kalisari 6, Kalisari 11
IMPLEMENTASI CLOUD RECOGNITION UNTUK DETEKSI PADA APLIKASI AUGMENTED REALITY BELAJAR MERAKIT KOMPUTER Ramada, Raynaldi Surya; Christyono, Yuli; Arfan, Muhammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.433 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.2.648-657

Abstract

Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang menggabungkan benda maya ke dalam sebuah lingkungan nyata lalu memproyeksikan benda maya tersebut secara realtime. Hal yang paling mendasar dari augmented reality adalah deteksi marker. Secara umum proses deteksi terjadi pada database lokal. Permasalahan seperti beban proses dan memori penyimpanan dapat terjadi ketika pengembang membuat sebuah aplikasi yang melibatkan marker dalam jumlah yang sangat banyak. Augmented reality dapat menggunakan metode cloud recognition sehingga tidak membebani proses dan memori penyimpanan karena menggunakan pendeteksian secara online. Pada penelitian ini akan dirancang dan dievaluasi sejauh mana kemampuan dari aplikasi AR yang menggunakan metode cloud recognition. Aplikasi augmented reality Ayo Mengenal Komputer yang berbasis Android ini dirancang menggunakan Vuforia sebagai Software Development Kit (SDK) dengan menerapkan metode cloud recognition pada deteksi marker. Pengguna dapat melakukan pemindaian marker secara online kemudian menampilkan model 3D berupa komponen komputer dan  suara narasi informasi pendukung. Hasil dari perancangan ini yaitu aplikasi berhasil melakukan pemindaian marker secara online dan menampilkan model 3D beserta suara. Selain itu dari uji evaluasi cloud recognition didapatkan bahwa cloud recognition lebih unggul dalam hal ukuran aplikasi terhadap aplikasi yang menggunakan metode penyimpanan lokal
PERBANDINGAN KINERJA AM (ACKNOWLEDGED MODE) DAN UM (UNACKNOWLEDGED MODE) SUB-LAYER RLC (RADIO LINK CONTROL) JARINGAN UMTS PADA TRAFIK LAYANAN APLIKASI MENGGUNAKAN OPNET Wardita, Andri; Sukiswo, Sukiswo; Santoso, Imam
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.768 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.596-602

Abstract

Abstrak Universal Mobile Telecommunication System adalah teknologi seluler generasi ketiga yang merupakan revolusi dari GSM. Sub-layer Radio Link Control yang ada pada data link layer dapat beroperasi dalam tiga mode, yaitu Transparent Mode, Unacknowledged Mode, dan Acknowledged Mode. Pada penelitian ini dirancang sebuah simulasi kinerja AM dan UM pada sub-layer RLC dengan Opnet Modeler 14.5.  Adapun trafik yang dianalisis merupakan layanan aplikasi email, web browsing, video conferencing, dan voice. Dilakukan tiga buah skenario simulasi dengan variasi berupa kondisi diam dan bergeraknya pengguna layanan dan variasi jumlah pengguna layanan. Dari hasil simulasi didapatkan nilai throughput terbaik untuk aplikasi email, video conferencing, dan voice diperoleh skenario UM yaitu sebesar 7913 bps, 64807 bps, dan 8801 bps. Untuk aplikasi web, diperoleh oleh skenario AM sebesar 5475 bps. Response time terbaik untuk email sebesar 2.47 detik untuk DL  dan 2.6 detik untuk UL, didapat pada skenario AM. Response time terbaik web yaitu 0.42 detik untuk Object dan 0.99 detik untuk Page Response Time, yang keduanya diperoleh pada skenario AM. End-to-end delay terbaik video conferencing dan voice diperoleh pada skenario UM, dengan nilai rata-rata 0.26 detik dan 0.32 detik. Packet loss terendah aplikasi email dan web diperoleh pada skenario AM, yaitu sebesar 0.07% dan 7%. Packet loss terendah aplikasi video conferencing dan voice didapat pada skenario UM, yaitu sebesar 10.53% dan 5.05%. Kata kunci : 3G, UMTS, QoS, AM, UM  Abstract Universal Mobile Telecommunication System is a 3rd Generation cellular technology which is a revolution of GSM.  Radio Link Control Sub-layer in data link layer can operates in three mode: Transparent Mode, Unacknowledged Mode, and Acknowledged Mode. In this study designed a simulation of AM and UM performance in RLC sub-layer, carried out using OPNET Modeler 14.5. The analyzed traffic are email, web browsing, video conferencing, and voice application. Conducted three simulated scenarios with a variety of fixed and moving service users and service user number variation. From results, the best throughput for email, video conferencing, and voice applications are obtained in UM scenario that are 7913 bps, 64807 bps, and 8801 bps . For web application, the best throughput obtained by AM scenario that are 5475 bps. Best response time for email is 2.47 second  for DL and 2.6 second for UL from AM scenario. Best response time from web is 0.42 second for Object and 0.99 second for Page Response Time, both acquired in AM scenario. End-to-end delay obtained for video conferencing is  constant 0.26 second, and for voice is 0.32 second, both obtained in UM scenario. Minimum email and web packet loss obtained by AM scenario, the value is 0.07% and 7%. Minimum packet loss for video conferencing and voice aplication obtained by UM scenario, the value is 10.53% and 5.05%. Keywords : 3G, UMTS, QoS, AM, UM
EVALUASI KOORDINASI SETTING RELAY PROTEKSI OCR PADA JARINGAN TEGANGAN MENENGAH 20 kV PT APAC INTI CORPORA SEMARANG DENGAN ETAP 12.6.0 Suryaadmaja, Faisal Oktavian; Handoko, Susatyo; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.53 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.3.279-286

Abstract

Pada sistem kelistrikan industri, tingkat keandalan jaringan merupakan faktor utama yang harus diperhatikan karena akan berefek secara langsung terhadap kelangsungan produksi. Sistem proteksi merupakan faktor penting yang mempengaruhi tingkat keandalan jaringan tersebut. Penelitian ini menggunakan program bantu ETAP 12.6.0 yang bertujuan untuk memastikan koordinasi sistem proteksi jaringan tegangan menengah PT Apac Inti Corpora telah memenuhi standar persyaratan sistem proteksi. Pada kondisi existing di jaringan tegangan menengah 20 kV PT Apac Inti Corpora, terdapat kesalahan pada koordinasi relay arus lebih. Terdapat relay arus lebih dengan time grading kurang dari 0,2 detik dan lebih dari 0,5 detik. Terdapat pula kurva koordinasi yang saling tumpang tindih. Setelah dilakukan penyetelan ulang, koordinasi relay arus lebih sudah bekerja sebagaimana mestinya. Relay bekerja dimulai dari titik terdekat gangguan diikuti relay back up nya. Pada koordinasi proteksi hasil resetting sudah tidak ditemukan lagi kurva yang saling tumpang tindih. Time grading sudah sesuai dengan standar IEEE 242-1986. Sehingga hasilnya adalah peningkatan keandalan pada jaringan tegangan menengah 20 kV PT Apac Inti Corpora Semarang.
SISTEM INFORMASI LAPORAN HARIAN PRODUKSI BERBASIS WEB DI PT PLN PEMBANGKITAN PLTU SEKTOR REMBANG Mihanora, Shabrina; Isnanto, R. Rizal; Windarto, Djoko
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.906 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.4.487-492

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi yang sangat pesat dari tahun ke tahun telah memberikan dampak yang sangat besar bagi dunia, terutama bagi manusia. Teknologi yang telah ada terus dikembangkan untuk mendapatkan cara yang mudah dan cepat dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia. Salah satunya kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan informasi. Guna memproses data menjadi informasi, komputer membutuhkan rangkaian program sistem informasi. Untuk memenuhi kebutuhan kecepatan dan kemudahan pengaksesan informasi tersebut, dibuatlah sistem informasi. Dan kali ini,  perusahaan yang dibuat system informasinya yaitu di PT PLN Pembangkitan PLTU Sektor Rembang. Sistem Informasi ini pun dibuat berbasis website agar mempermudah dalam pengolahan data dimanapun dan kapanpun dalam batasan keamanan yaitu user password serta membuat tiga tingkatan user yakni Admin, Operator dan Guest . Sistem Informasi ini yang akan dibuat ini digunakan bahasa pemrograman berbasis Web yaitu PHP dan MySQL. Kata kunci: Sistem Informasi, PLTU,  PHP,MySQL Abstract The Development of technology rapidly changing over a years has provide an enourmous impact for the world, especially to human. Recent technology continue to be developed to get an easy and quick way to get human life needed. One of them is the ease and speed in information retrieval. In order to process the data into information, computer information systems require a range of programs. To meet the needs of speed and ease of accessing information, the information systems was made. And this time, the company made the information system is in PT PLN Generation Power Plant Sector Apex. This information system is made based website in order to simplify the processing of data anywhere and anytime within the limits of the user password security and user make three levels namely Admin, Operator, and Guest. This information system is to be made use of Web-based programming language is PHP and MySQL. Keyword: Information System, PLTU,  PHP,MySQL
PEMANFAATAN ENERGI SURYA MATAHARI PADA SOLAR CELL UNTUK PENGISIAN ACCUMULATOR (ACCU) BERBASIS MIKROKONTROLLER ARDUINO UNO Ramadhan, Andrian; Juningtyastuti, Juningtyastuti; Karnoto, Karnoto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.972 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.2.283-289

Abstract

Matahari adalah sumber energi terbesar dan utama bagi kehidupan, kita dapat memanfaatkan energi matahari secara cuma-cuma dengan teknologi secara sederhana, oleh karena itu penggunaan energi matahari dapat di jadikan sebagai salah satu alternative. Hingga kini permasalahan mengenai sumber energi masih terus berlangsung, namun persediaan energi yang ada semakin berkurang. Untuk itu inovasi tentang energi alternatif, terutama dari sumber daya dari non fosil sangat diperlukan seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini. Salah satu alternatif yang dapat kita lakukan adalah dengan menggunakan energi baru terbaharukan, yaitu energi matahari yang dirubah menjadi energi listrik. Driver motor ini yang nanti nya menggerakan panel surya untuk mencari arah datang nya sinar matahari. Driver motor akan berhenti ketika dari salah satu LDR atau kedua nya mendapat cahaya maksimal. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan bahwa berdasarkan tabel keseluruhan, komponen telah bekerja dengan baik dan sesuai dengan rancangan. Kelebihan dari alat ini adalah dapat bekerja pada alat elektronik yang mempunyai sumber DC dan alat ini mempunyai dua sumbu putar. Pada pengujian sistem panel surya menunjukkan tegangan terukur nya mempunyai selisih yang tidak jauh dengan tegangan keluaran nya, yaitu antara 0.1 Volt sampai 0.3 Volt. Pada pengujian sensor LDR menunjukkan perbedaan V resistansi nya antara LDR 1 dan LDR 2 berbeda.
IMPLEMENTASI STEGANOGRAFI LSB DENGAN ENKRIPSI VIGENERE CIPHER PADA CITRA JPEG Cahyadi, Tri
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.728 KB) | DOI: 10.14710/transient.1.4.281-288

Abstract

Abstrak Saat ini teknologi informasi sudah sangat berkembang menjadi salah satu media yang paling populer di dunia. Sayangnya dengan berkembangnya teknologi informasi semakin berkembang pula tindak penyalah gunaan informasi yang bukan haknya. Dengan berbagai teknik banyak yang mencoba untuk mengakses informasi yang bukan haknya. Maka dari itu sejalan dengan berkembangnya media internet ini harus juga dibarengi dengan perkembangan pengamanan informasi. Berbagai macam teknik digunakan untuk melindungi informasi yang dirahasiakan dari orang yang tidak berhak, salah satunya adalah teknik steganografi. Pada tugas akhir ini, dibuat aplikasi steganografi yang bertujuan untuk mengamankan informasi berupa pesan teks dengan menyisipkan (menyembunyikan) kedalam pesan lainnya yaitu pada citra digital dengan menggunakan metode algoritma LSB (Least Significant Bit) dan dengan enkripsi Vigenere Cipher. Hasil dari aplikasi ini adalah dapat menyisipkan pesan tersembunyi berupa teks ke dalam berkas citra digital berformat JPEG dan dapat mengekstraksi kembali pesan tersembunyi tersebut dari dalam citra (stego-image). Kata kunci: Steganografi, Least Significant Bit (LSB), Vigenere Cipher. Abstract Today information technology has greatly evolved into one of the most popular media in the world. Unfortunately, with the rapid development of information technology is growing also follow misuse of information that is not right. With the many techniques that attempt to access information that is not right. Therefore in line with the growth of the Internet media should also be coupled with the development of information security. Various techniques are used to protect confidential information from unauthorized people, one of which is the technique of steganography. In this final report, made steganography application that aims to secure the information in the form of a text by inserting (hide) into another message that the digital image using the algorithm LSB (Least Significant Bit) and encryption Vigenere Cipher. The result of this application is to insert hidden messages (text file) into digital image (JPEG) and can extract the hidden message back from the image (stego-image). Keywords: Steganography, Least Significant Bit (LSB), Vigenere Cipher.
PERANCANGAN JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV PADA PT BUKIT ASAM ( PERSERO ), TBK Prastyo, Yoga; Juningtyastuti, Juningtyastuti; Karnoto, Karnoto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.898 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.01-708

Abstract

Abstrak Semakin banyaknya permintaan akan sumber energi batubara, membuat PT Bukit Asam berencana melakukan pengembangan tambang untuk meningkatkan hasil produksi. Dengan adanya pengembangan tambang maka akan berdampak pada meningkatnya kebutuhan energi listrik pada tambang. Oleh karena itu PT Bukit Asam berencana membangun Gardu Induk NEW MSS TAL. Dengan adanya rencana pembangunan gardu induk tersebut, maka diperlukan juga perencanaan jaringan distribusi 20 KV. Dalam tugas akhir ini akan dibahas tentang perancangan jaringan distribusi 20 KV meliputi saluran udara dan beberapa saluran kabel bawah tanah dengan panjang total saluran yaitu ± 3019 m mulai dari PLTU PTBA 3X10MW sampai dengan GI NEW MSS TAL. Pembangunan SUTM dan SKTM 20 KV NEW MSS TAL ini direncanakan akan menyalurkan daya sebesar 10 MVA/ sirkit. Saluran jaringan tegangan menengah NEW MSS TAL ini diharapkan dapat mensupply energi listrik dari PLTU PTBA 3 x 10 MW ke GI NEW MSS TAL yang akan digunakan untuk pengembangan tambang dan meningkatkan kehandalan sistem kelistrikan pada tambang PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Kata kunci : PLTU, SUTM, Energi Listrik, Gardu Induk  Abstract PT Bukit Asam plans to develop their mines to increase production in order to meet the increase in demand for coal. Mine development by PT Bukit Asam will have an impact on the increasing demand for electricity in the mine. Therefore, PT Bukit Asam plans to build a substation NEW MSS TAL. When PT Bukit Asam plans to build the substation, it is necessary also plans the construction of 20 KV distribution network to supply the substation. In this final project will be discussed about 20 KV distribution network design which consist of Over Head Line and several Underground Cable with total length of network is ± 3019 m from power plant of PLTU PTBA 3 X 10 MW to NEW MSS TAL substation. Over Head Line and undergroun cable distribution netwok NEW MSS TAL is planned to distribute electric power of 10 MVA / circuit. This distribution network NEW MSS TAL is expected to supply electric energy for mine development and improve the reliability of the electrical system in the mines of PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Keywords : PLTU, Over Head Line, Electric Energy, Substation
ANALISIS POTENSI DAN UNJUK KERJA PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) DI DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS DIPONEGORO MENGGUNAKAN SOFTWARE PVSYST 6.43 Ridho, Muhammad Alvin; Winardi, Bambang; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.902 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.4.883-890

Abstract

Indonesia merupakan negara yang secara geografis terletak tepat berada di garis khatulistiwa dan memberikan beragam keuntungan serta potensi besar dalam hal pemanfaatan energi matahari. Hal ini dikarenakan besarnya radiasi matahari bergantung pada letak garis lintang, kondisi atmosfer, dan posisi matahari terhadap garis khatulistiwa. Indonesia mempunyai tingkat radiasi rata-rata yang relatif tinggi yaitu sebesar 4,80 kWh/m2/hari. Hal ini adalah merupakan sebuah keuntungan besar bagi Indonesia dalam hal pemanfaatan dan pembangkitan energi matahari menjadi energi listrik (PLTS). Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro, sebagai salah satu jurusan dan program studi terbaik di Indonesia memiliki sebuah sarana parkir sepeda motor yang belum teroptimalkan dengan baik. Dengan tingkat radiasi matahari yang cukup tinggi tiap harinya, departemen yang terletak di Tembalang, Semarang, Jawa Tengah ini dapat memanfaatkan sarana parkir sepeda motornya menjadi sebuah siteplan PLTS yang cukup besar. Melalui software PVSyst 6.43, potensi dan kinerja dari perencanaan PLTS di Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro ini diperkirakan memiliki potensi 272,8 MWh tiap tahunnya. Dengan sistem PLTS yang terhubung jaringan (OnGrid), PLTS ini memiliki rasio penghematan energi listrik guna penggunaan sendiri dan penjualan kembali menuju jala-jala PLN (Grid) yang cukup besar pula, yaitu 197,67 MWh dan 75,11 MWh tiap tahunnya.

Page 14 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue