cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
OPTIMASI KAPASITAS PEMBANGKIT TERSEBAR UNTUK MENGURANGI RUGI DAYA AKTIF MENGGUNAKAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION DAN PENGARUHNYA TERHADAP INDEKS KESTABILAN TEGANGAN Febriansyah, Febriansyah; Hermawan, Hermawan; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.543 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.810-817

Abstract

Abstrak Pembangkit tersebar yang terhubung di jaringan distribusi sedang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan energi listrik. Pemasangan pembangkit tersebut pada sistem eksisting memiliki efek terhadap kestabilan sistem, keandalan sistem, kualitas daya, dan sistem proteksi. Pada penelitian ini, optimasi kapasitas pembangkit tersebar dilakukan dengan menggunakan metode particle swarm optimization pada lokasi yang sudah ditentukan. Optimasi tersebut dilakukan untuk meminimalisir rugi daya aktif dan pengaruhnya terhadap indeks kestabilan tegangan. Data yang digunakan adalah data jaringan distribusi 69 bus dan jaringan distribusi Mrica05 Banjarnegara. Hasil simulasi menunjukan bahwa optimasi kapasitas pembangkit tersebar pada jaringan distribusi 69 bus dapat mengurangi rugi daya aktif sebesar 215,19 kW  dengan kapasitas optimum masing-masing ialah sebesar 548,08 kW, 584,75 kW dan 1200 kW. Pada Penyulang Mrica05, rugi daya aktif dapat dikurangi sebesar 28,97 kW dengan kapasitas optimum pada kapasitas maksimal dari rating pembangkit tersebar yaitu, 500 kW, 250 kW, 320 kW, dan 500 kW. Berdasarkan hasil simulasi, selain dapat mengurangi rugi daya aktif, pembangkit tersebar dapat memperbaiki indeks kestabilan tegangan sistem. Kata kunci : Pembangkit tersebar, particle swarm optimization, rugi daya aktif, indeks kestabilan tegangan  Abstract Distributed generation that connected to distribution network is being developed to fulfill the need of electrical energy. The installation of the distributed generation on the existing system has effects to the stability, reliability, power quality, and system protection. In this research, optimization of distributed generation capacity is done by using particle swarm optimization methods on the specified locations. Optimization is caried out to minimize active power loss and the effect on voltage stability index.This simulation uses 69 bus and Mrica05 Banjarnegara distribution network data. The result shows that the optimum of distributed generation in 69 bus distribution network can reduce active power loss by 215,19 kW with the optimum capacity of each DG 548.08 kW, 584.75 kW, and 1200 kW. On a Mrica05 distribution network, active power loss can reduced by 28,97 kW with optimum capacity on the maximum capacity from distributed generation rates are 500 kW, 250 kW, 320 kW, and 500 kW. Based on simulation result, in addition to reduce active power loss, distributed generation can improve the voltage stability index system. Keyword: Particle swarm optimization, distributed generation, active power loss, voltage stability index
OPTIMISASI PENEMPATAN KAPASITOR BANK UNTUK MEMPERBAIKI FAKTOR DAYA MENGGUNAKAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION PADA JARINGAN AUXILIARY LOAD PT.PJB PEMBANGKITAN INDRAMAYU 3X330 MW Syaefuddin, Rizky Maulana; Hermawan, Hermawan; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.483 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.4.(519-526

Abstract

Pada pembangkit listrik, besarnya energi yang diperlukan untuk auxiliary load sendiri berkisar antara 1-10% dari produksi energi yang dihasilkan. Hal ini sangat tergantung kepada jenis pembangkit listrik, dimana yang paling besar umumnya PLTU yang menggunakan bahan bakar batu bara. Rata-rata konsumen pada beban auxiliary load di pembangkit listrik adalah motor listrik, seperti: pompa uap  pengendali turbin, conveyor, dan pompa untuk sirkulasi air. Ada kecendrungan faktor daya rendah pada busbar beban di jaringan auxiliary load ( < 0,85), diakibatkan banyak nya konsumsi daya reaktif. Pada penelitian ini, dibahas mengenai optimisasi penempatan kapasitor bank untuk memperbaiki faktor daya menggunakan PSO. Metode optimasi yang didasarkan pada swarm intelligence ini disebut algoritma behaviorally inspired sebagai alternatif dari algoritma genetika, yang sering disebut evolution-based procedures. Metode PSO membangkitkan solusi berkualitas tinggi dengan waktu perhitungan yang lebih singkat dan karakteristik konvergensi yang stabil. Hasil penelitian membuktikan bahwa dengan  menempatkan 58 kapasitor dengan total rating 1.160  kVAR pada bus 24 , 26, 28, 30, 34, 36, 38, 40, 42, 44, 50, 52, 54, 60, 62, dan 64 mampu memperbaiki faktor daya dan menaikkan profil tegangan pada bus-bus tersebut sehingga rugi daya aktif menurun sebesar 22,6 kW (1,05%) dan rugi daya reaktif menurun sebesar 28,1 kVAR (1,02%) sehingga didapatkan penghematan sebesar $13.574,2059 dalam kurun waktu 5 tahun.
APLIKASI KONVERTER JENIS PUSH-PULL DENGAN RELAI PEMUTUS OTOMATIS SEBAGAI PENGISI AKUMULATOR N, Agustinus Danu; Facta, Mochammad; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.419 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.1.17-24

Abstract

Abstrak Akumulator merupakan sumber energi alternatif yang penting dalam media penyimpanan energi. Seringkali akumulator digunakan sebagai energi cadangan karena sumber energi tersebut tidak dapat mensuplai daya secara terus menerus. Oleh karena itu dibutuhkan alat pengisi akumulator dengan cara mengaliri arus listrik. Pengisian dihentikan ketika tegangan akumulator telah yang ditandai dengan tercapainya tegangan maksimum pada tegangan terminal akumulator. Apabila akumulator telah mencapai tegangan maksimumnya tetapi pengisian tetap dilakukan maka terjadi pemanasan yang akan memperpendek umurnya. Pada umumnya, alat pengisi akumulator menggunakan penyearah dengan center tap, akan tetapi tegangan keluaran yang dihasilkan tidak sesuai dengan tegangan pengisian akumulator. Pada penelitian ini, rangkaian push pull converter dengan kontrol umpan balik tegangan berbasis IC SG3525A diusulkan untuk ditelaah lebih lanjut. Selain itu, rangkaian konverter dilengkapi dengan relai pemutus otomatis untuk menghindari overcharge. Hasil pada penelitian ini, arus pengisian ketika akumulator dalam kondisi state of charge 10% yaitu sebesar 0,25 ampere. Dengan kondisi ini maka waktu yang dibutuhkan akumulator hingga penuh yaitu selama 41 jam. Pada pengujian dari kondisi tanpa beban ke kondisi berbeban, blok kontrol mengeluarkan respon berupa perubahan duty cycle dari setting awal 31,06 % ke 47,73 %, sehingga tegangan pengisian tetap lebih besar dari tegangan terminal akumulator. Kata kunci: Akumulator, konverter dorong tarik, relai, IC SG3525A  Abstract Accumulator is an alternative energy source and it is important for energy storage. The accumulator is often to be employed as reverse energy due to the electrical energy for accumulator can’t flow endlessly. There is a need for an accumulator charger, charging process must be stopped as the voltage on accumulator reach the maximum threshold. If an accumulator reaches its maximum voltage and it keeps being charged, the accumulator temperature will increase which can affect battery life. In general, accumulator charger uses transformer with center tapped rectifier, but its output voltage is not suitable for charge voltage. At this research, push pull converter circuit with voltage control feedback bases on IC SG3525A was proposed. An additional auto cut off relay to avoid overcharge was put into circuit. The experiment result show that the charging current at state of charge 10 % is 0,25 ampere. At this condition, accumulator needs 41 hours for fully charged. Testing carried out from no load to loaded showed that there is duty cycle change from 31,06 % to 47,73 %, and it causes charge voltage become bigger than accumulator voltage. Keyword : Accumulator, Push pull converter, relay, IC SG3525A
DESAIN DAN IMPLEMENTASI SYNCHRONOUS REFERENCE FRAME-PHASE LOCKED LOOP (SRF-PLL) UNTUK TEGANGAN SATU FASE MENGGUNAKAN DSPIC30F4011 Abdurrahman, Muhammad Hanif; Setiawan, Iwan; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1119.597 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.145-151

Abstract

Fase, magnitude, dan frekuensi dari tegangan listrik merupakan informasi penting dalam pengoprasian sistem jaringan. Berdasarkan kebutuhan penerapan koneksi pembangkit dengan grid side converter (GSC), GSC harus dapat dioperasikan meski pun jaringan mengalami interferensi. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan metode yang dapat mendeteksi gangguan jaringan secara cepat, yaitu dengan menggunakan metode Phase Locked Loop (PLL) yang dapat menyediakan informasi tegangan jaringan. Dibandingkan dengan algoritma PLL yang lainnya, Synchronous Reference Frame-Phase Locked Loop (SRF-PLL) bisa dikatakan merupakan yang paling populer dalam penerapannya. Dalam Penelitian ini, dibuat sebuah desain untuk pengaplikasian SRF-PLL untuk tegangan satu fase menggunakan mikrokontroler 16-bit dsPIC30f4011 dengan kontroler PI, dimana kontroler PI diharapkan akan membuat sistem memiliki respon yang cepat terhadap perubahan yang terjadi, dikarenakan tujuan dari kebutuhan PLL itu sendiri, sehingga akan didapatkan hasil data tegangan jaringan berupa, magnitude, frekuensi dan fase. Hasilnya, pengkondisi sinyal dapat mengatur sinyal tegangan jaringan agar dapat terabca oleh ADC mikrokontroler, sehingga magnitude, frekuensi, dan fase dari tegangan jaringan berhasil dibaca oleh algoritma SRF-PLL yang ditampilkan pada oscilloscope dengan bantuan DAC 8bit.
DESAIN KONTROL INVERTED PENDULUM DENGAN METODE KONTROL ROBUST FUZZY Imami, Reza Dwi; Triwiyatno, Aris; Sumardi, Sumardi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.336 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.1.168-175

Abstract

Abstrak Robust-Fuzzy merupakan salah satu teknik kontrol yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan non-linear. Metode kontrol ini digunakan untuk mengontrol sistem dengan berbagai nilai masukan. Pada penelitian ini, kontrol robust fuzzy digunakan untuk mengontrol inverted pendulum yang merupakan sistem multivariable dengan 1 input dan 2 output. Proses perancangan robust fuzzy yaitu melinierkan sistem dengan metode piecewise linearization. Model-model sistem linier tersebut dioptimalkan dengan metode LQR. Model sistem linier tersebut digunakan untuk membuat fuzzy state model. Nilai optimal dari LQR digunakan untuk membuat robust fuzzy. Implementasi kontroler ini dilakukan dengan menggunakan matlab/simulink.   Kata kunci : inverted pendulum, LQR, matlab/simulink, robust fuzzy     Abstract Robust Fuzzy control is a technique used to solve non-linear problems. This control method is used to control the system with different input values​​. In this study, fuzzy robust control is used to control the inverted pendulum which is a multivariable system with 1 input and 2 outputs. The process of designing the robust fuzzy linearize systems with piecewise linearization method. Linear system models are optimized with LQR method. Linear system model is used to create a fuzzy state model. The optimal value of LQR is used to create a robust fuzzy. The implementation of the controller is done using matlab / simulink.   Keyword : inverted pendulum, LQR, matlab/simulink, robust fuzzy
PERANCANGAN HUMAN MACHINE INTERFACE (HMI) PADA MESIN SIZING PT.APAC INTI CORPORA Chandra, Frangky; Sumardi, Sumardi; Riyadi, Munawar Agus
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.722 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.4.958-964

Abstract

Proses sizing merupakan salah satu proses yang penting dalam industri tekstil. Proses sizing berfungsi meningkatkan mutu benang dan memaksimalkan efisiensi proses penenunan. Untuk memperoleh hasil proses yang optimal, diperlukan sistem monitoring yang konstan dan pengontrolan yang akurat. Pada penelitian ini sistem HMI diaplikasikan pada sebuah plant sizing untuk menghasilkan pengontrolan plant yang akurat dan pemonitoran plant yang kontinu. HMI dirancang menggunakan Microsoft Visual Studio C# 2010. Prototype plant sizing menggunakan 2 buah mikrokontroler Atmega8535 yang diprogram menggunakan CodeVision AVR 2.05. Komunikasi serial dengan kabel downloader K125R digunakan sebagai sarana komunikasi antara HMI dan mikrokontroler. Untuk penyimpanan data, digunakan basisdata Microsoft SQl Server dan SQL Server Management Studio sebagai media penyimpanan dan pengolahan basisdata. Microsoft Excel digunakan untuk menampilkan data yang diekspor dan laporan harian.. Berdasarkan pengujian yang dijalankan, dapat disimpulkan sistem HMI bekerja dengan baik. Pada pengujian pengontrolan plant, terbukti sistem kontrol HMI dapat bekerja dengan baik. Pada pengujian delay diperoleh adanya delay rata-rata sebesar 7 ms. Pada pengujian sistem monitoring HMI dapat memantau plant dengan akurat. Pada pengujian basisdata semua informasi yang dibutuhkan dapat disimpan dengan baik. Pada pengujian ekspor data  dan laporan harian, kedua fungsi tersebut terbukti telah berjalan dengan baik.
REDESAIN SISTEM ELEKTRIKAL GEDUNG INSPEKTORAT PROVINSI JAWA TENGAH (BAGIAN PENCAHAYAAN) DENGAN MENGGUNAKAN DIALUX EVO Fernaldy, Ivan; Karnoto, Karnoto; Hermawan, Hermawan
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.8.1.9-17

Abstract

Penelitian dilakukan dengan merancang sistem pencahayaan buatan pada Gedung Inspektorat Provinsi Jawa Tengah, kemudian membandingkan antara desain sistem pencahayaan baru dan desain sistem pencahayaan yang terpasang sekarang dengan menggunakan software Dialux Evo 8.0, mengacu pada SNI 03-6575-2001 dan European Standards (EN) 12464-1 untuk nilai iluminasi dan tingkat silau. Hasil dari simulasi dengan menggunakan berbagai manufaktur lampu seperti Philips, Panasonic, Opple, Yaming, dan Midea Lighting didapatkan bahwa jumlah iluminasi setiap ruang yang memiliki standar pencahayaan 350 lux, dihasilkan nilai iluminasi 351-367 lux. Ruang yang memiliki standar pencahayaan 300 lux, dihasilkan nilai iluminasi 302-315 lux. Ruang yang memiliki standar pencahayaan 250 lux, dihasilkan tingkat pencahayaan sebesar 251-266 lux. Ruang yang memiliki standar pencahayaan 200 lux, dihasilkan nilai iluminasi 200-213 lux. Ruang yang memiliki standar pencahayaan 150 dan 100 lux, dihasilkan nilai iluminasi 153-165 lux dan 100-116 lux. Penelitian dilakukan pada seluruh ruang gedung dikarenakan sistem pencahayaan sebelum perancangan tidak sesuai dengan standar SNI 03-6575-2001.
RANCANG BANGUN MODUL PERANGKAT KERAS KONVEYOR BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER Al Mubarok, Fajar Romi; Sukmadi, Tedjo; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.73 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.4.1026-1032

Abstract

Abstrak Pada awalnya sistem kontrol untuk pengendali otomatis perangkat-perangkat mesin di industri berupa rangkaian relay. Namun sistem kontrol dengan rangkaian relay tersebut menjadi kurang efektif karena untuk memberikan perubahan sistem memerlukan biaya yang besar serta tingkat kerumitan kerja yang tinggi. Akhirnya muncul sistem kontrol berbasis komputer yang disebut dengan PLC yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan tersebut. Konveyor merupakan salah satu alat yang keberadaannya saat penting dalam pemindahan suatu barang. Dengan tujuan untuk memperoleh hasil produksi yang maksimal, diperlukan sistem pemindahan yang baik dalam proses distribusi suatu barang. Sistem pemindahan barang dengan konveyor dapat lebih efisien dalam sistem pengepakan barang. Pada penelitian ini dibuat sebuah modul konveyor yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk modul praktikum Mesin Listrik di Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Modul konveyor yang dibuat menggunakan beberapa sensor seperti sensor proximity, sensor photodioda, dan limit switch. Dimana sensor proximity hanya akan mendeteksi barang jika barang tersebut terbuat dari bahan logam dan sejenisnya. Sementara untuk penghitungan 5 barang yang akan disortir menggunakan sensor photodioda. Limit switch digunakan pada simulasi beban lebih pada belt konveyor. Untuk motor DC Power Window dikopel pada belt konveyor dengan  putaran sebesar 65 RPM dan torsi sebesar 3 Nm. Kata kunci : Konveyor, sensor, PLC  Abstract At first time the control system for automatic control devices in industrial machine swas constructed from relay circuit. However, today the control system with the relay circuit is less effective due to substantial cost and high level of complexity of work. Recently emerging computer based control system called PLC is provided a solution to the problems. Conveyor is one of the important tools to remove any wares for operation driving of the system. With the aim to obtain the maximum yield, removal system is required in the distribution of goods. Removal system which use conveyor can be more efficient in the system of packing. In this research created a conveyor module that will be used for Electrical Energy Conversion Laboratory Electrical Engineering, Diponegoro University. Conveyor module was made with  multiple sensors such as proximity sensors, photodiode sensors, and limit switch. Where the proximity sensor willonly detect the goods are made of metal. As for counting 5 items to be sorted out using photodiode sensors. Limit switch is used to overload simulation on the conveyor belt. For DC Power Window motors coupled to the conveyors belt with rotation at 65 RPM and torque of 3 Nm. Keywords : Conveyor, censor, PLC
ANALISIS ARUS BOCOR PADA BAHAN ISOLATOR RESIN EPOKSI CAMPURAN SILICONE RUBBER DAN SILIKA ABU SEKAM PADI DENGAN VARIASI TEGANGAN MENGGUNAKAN METODE PENGUKURAN INCLINED-PLANE TRACKING Ali, Dzulfikar; Syakur, Abdul; Hermawan, Hermawan
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.551 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.2.209-216

Abstract

Di era globalisasi dan zaman yang semakin berkembang, penggunaan material isolator didalam jaringan transmisi atau distribusi sangat dibutuhkan. Isolator tegangan tinggi seperti porselen, keramik dan kaca sudah sering digunakan. Oleh karena itu penggunaan pengganti material isolator polimer sedang dikembangkan. Salah satu isolator pengganti polimer yang digunakan adalah resin epoksi. Resin epoksi adalah golongan polimer thermoset dimana campuran dua komponen yang akhirnya berbentuk seperti kaca pada temperatur ruang yang mempunyai sifat isolasi listrik yang layak dan juga mempunyai kekedapan air yang tinggi. Resin epoksi memiliki kekuatan dielektrik yang sangat baik dibandingkan porselen, keramik dan kaca. Penggunaan pasir silika dari abu sekam padi dikarenakan komposisi kimia abu sekam padi yang memiliki kandungan silika yang sangat besar hingga 90%. Metode yang digunakan adalah Inclined-Plane Tracking dengan standar IEC 587:1984. Dari penelitian tugas akhir ini diperoleh waktu penjejakan bahan isolator semakin lama mencapai batas, nilai sudut kontak yang dihasilkan juga semakin besar antara 71 - 79°, dan arus bocor rata – rata yang dihasilkan semakin kecil hingga 2 mA. Penggunaan bahan pengisi ini dapat dijadikan isolator, karena arus efektif maksimum kurang dari 50 mA. Komposisi 40% merupakan komposisi yang terbaik.
PERANCANGAN PROTOTYPE ANTENA MIKROSTRIP PATCH ARRAY FREKUENSI 2,76 GHz UNTUK APLIKASI ANTENA RADAR MARITIM Wardhana, Akbar Satria; Christyono, Yuli; Prakoso, Teguh
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.322 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.1.15-22

Abstract

Radar merupakan perangkat yang digunakan untuk melakukan pengawasan jarak jauh dengan cara memancarkan gelombang elektromagnetik. Antena radar digunakan untuk memancarkan dan menerima gelombang elektromagnetik. Antena memiliki berbagai macam jenis, salah satunya antena mikrostrip. Antena mikrostrip memiliki pola radiasi yang terarah sehingga cocok untuk sistem antena radar. Antena yang dirancang pada tugas akhir ini adalah antena mikrostrip dengan frekuensi resonansi 2,76 GHz, lebar pita 60 MHz, dan gain lebih dari sama dengan 10 dBi untuk 1 sampel antena. Pada perancangan antena menggunakan substrat Epoxy FR4 dengan konstanta dielektrik 4,3 dan ketebalan 1,575 mm. Untuk proses simulasi antena digunakan perangkat lunak  CST Studio Suite 2014. Dari 4 antena sampel yang sudah diuji, sampel  A beresonansi pada frekuensi 2,768 GHz dengan lebar pita 61 MHz, sampel B pada frekuensi 2,760 GHz dengan lebar pita 64 MHz, sampel C pada frekuensi 2,750 GHz dengan lebar pita 62 MHz, dan sampel D pada frekuensi 2,750 GHz dengan lebar pita 63 MHz. Semua sampel antena memiliki VSWR kurang dari 1,8. Antena sampel A memiliki gain 7,17 dBi, sampel B memiliki gain 7,34 dBi, sampel C memiliki gain 5,9 dBi, dan sampel D memiliki gain 5,65 dBi. Semua sampel antena menghasilkan pola radiasi directional dan polarisasi elips.

Page 15 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue