cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
ANALISIS KINERJA TCP WESTWOOD UNTUK PENCEGAHAN KONGESTI PADA JARINGAN LTE DENGAN MENGGUNAKAN NETWORK SIMULATOR 2.33 (NS2.33) Permatasari, Grace Karlina; Sukiswo, Sukiswo; Santoso, Imam
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.019 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.3.351-357

Abstract

Abstrak Salah satu implementasi jaringan berbasis wireless adalah teknologi mobile broadband Long Term Evolution (LTE) yang menawarkan berbagai keuntungan, terutama dalam hal kecepatan akses, kapasitas, kesederhanaan arsitektur dan kemudahan implementasi, serta luasnya pilihan jenis user equipment (UE) yang dapat mengakses LTE. Adapun jenis TCP yang digunakan yaitu TCP Westwood, dengan skenario simulasi yang dibedakan menjadi dua bagian, yaitu skenario perhitungan throughput dan fairness, serta skenario simulasi perhitungan delay end-to-end. Sistem pada skenario perhitungan throughput dan fairness dicobakan dengan menggunakan 5 user dan lama simulasi 300 detik, sedangkan pada skenario perhitungan delay end-to-end dicobakan dengan menggunakan 6 user yang bersifat mobile, dan dengan waktu simulasi selama 50 detik.. Hasil dari simulasi yang telah dilakukan pada analisis throughput, maka throughput dengan loss rate 1e-3 dan 5e-3 memiliki perbedaan throughput sebeesar 0,23007691 Mbps. Pada analisis Fairness yang disimulasikan juga dapat disimpulkan bahwa TCP Westwood dengan loss rate 5e-3 memiliki indeks fairness lebih baik dibanding dengan TCP Westwood dengan loss rate 1e-3. Pada pengujian delat end to end, dapat ditarik kesimpulan bahwa delay end to end dengan menggunakan topologi 1eNB memiliki delay lebih kecil daripada topologi dengan menggunakan 2 eNB dan 2 aGW, sehingga fairness topologi dengan 1 eNB lebih baik.  Kata kunci: LTE, TCP, Westwood  Abstract Implementation of the wireless network based on mobile broadband technology is Long Term Evolution (LTE), that offers a variety of advantages, especially in terms of access speed, capacity, architectural simplicity and ease of implementation, as well as the breadth of choice of the type of user equipment (UE) that can access LTE. Based on this, the application of analysis of congestion control algorithms in the LTE communication system. The type used is TCP TCP Westwood, the simulation scenarios are divided into two parts, namely the calculation of throughput and fairness scenarios, and scenario simulation calculation delay end-to-end. The results of the simulations that have been done on the analysis of the throughput, the throughput of the loss rate 1e-3 and 5e-3 have different sebeesar 0.23007691 Mbps throughput. In the analysis of the simulated Fairness can also be concluded that the loss rate of TCP Westwood with 5e-3 has better fairness index compared with TCP Westwood with a loss rate 1e-3. In Delat testing end to end, it can be deduced that the end-to-end delay using 1eNB topology has a delay less than 2 topology using eNB and 2 aGW, so fairness topology with 1 eNB better. Keywords: LTE, TCP, Westwood
DESAIN SISTEM KONTROL ADAPTIVE NEURO FUZZY INFERENCE SYSTEM (ANFIS) PADA MODEL AUTOMATIC-ANTILOCK BRAKING SYSTEM Aryadi, Kurniawan Nur; Triwiyatno, Aris; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.828 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.4.1021-1028

Abstract

Automatic-antilock Braking System merupakan sistem pengereman otomatis yang aman pada kendaraan, khususnya mobil. Cara kerja dari sistem ini adalah untuk mengukur slip pada roda sebagai variabel yang dikontrol dan torsi (torque) pengereman sebagai variabel yang dapat dimanipulasi. Penelitian ini dilakukan untuk merancang sistem kontrol yang dapat menjaga keluaran sistem yang berupa slip agar tetap dapat dipertahankan pada nilai setpoint. Pada penelitian ini, Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS) digunakan sebagai kontroler, yang merupakan kombinasi Fuzzy Logic Control dengan Neural Network yang memiliki kemampuan Adaptasi. Proses perancangan ANFIS memerlukan pasangan data masukan-keluaran yang disebut data pelatihan ( training) yang diperlukan untuk proses pembelajaran. Pada penelitian ini pasangan data pelatihan didapat dari kontroler PID yang dianggap sebagai “guru”bagi ANFIS. Tujuan dari proses pembelajaran ANFIS adalah meminimalkan error yang terjadi antara keluaran ANFIS dan PID. Implementasi kontroler pada penelitian ini dilakukan secara simulasi dengan menggunakan Matlab/Simulink dan akan dibandingkan hasilnya dengan Genetic-Fuzzy Automatic-Antilock Braking System. Hasil penelitian dan analisis yang didapatkan dari simulasi ANFIS automatic-antilock braking system berhasil mencapai jarak pemberhentian yang paling pendek  serta  nilai integral absolute error (IAE) dari slip yang paling kecil jika dibandingkan dengan  Genetic-Fuzzy automatic-antilock braking system.
IMPLEMENTASI ALTIVAR 12 SEBAGAI METODE STARTING DENGAN INVERTER, PENGENDALIAN KECEPATAN DAN PENGEREMAN DINAMIK DENGAN INJEKSI ARUS SEARAH PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA UNTUK APLIKASI SISTEM KONVEYOR TERKENDALI Zardi, Arief Rahman; Facta, Mochammad; Sudjadi, Sudjadi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1138.519 KB) | DOI: 10.14710/transient.8.2.128-135

Abstract

Pada pengoperasian motor induksi 3 fasa, dua hal yang menjadi permasalahan adalah arus starting yang besar dan kesulitan dalam mengatur kecepatan putar motor. Secara teoritik, ketika motor diasut secara langsung, maka akan terjadi lonjakan arus mencapai 5 sampai 7 kali arus nominal namun torsi yang dihasilkan hanya 1,5 sampai 2,5 kali dari torsi nominal saat beban penuh. Pada metode starting dengan inverter, dapat dilakukan dengan mengubah frekuensi sumber 3 fasa yang menjadi sumber tegangan untuk motor induksi 3 fasa. Selain dapat mengurangi arus starting pada kondisi awal, inverter tersebut juga dapat digunakan untuk mengubah kecepatan motor induksi 3 fasa sesuai yang diinginkan dengan mengubah frekuensi sumber 3 fasa. Inverter yang digunakan untuk mengendalikan kecepatan motor induksi 3 fasa disebut dengan variable speed drive (VSD). VSD yang digunakan dalam penelitian ini adalah produk yang dibuat oleh Schneider Electric yaitu ATV12H075M2 atau Altivar12. Produk  Altivar12 ini berfungsi sebagai starting motor induksi 3 fasa, operasi pengendalian kecepatan motor induksi 3 fasa dan sebagai pengereman motor induksi 3 fasa. Selama operasi kontrol kecepatan motor induksi tiga fasa menggunakan VSD, nilai frekuensi berbanding lurus dengan kecepatan putar motor dan tegangan, karena semakin besar frekuensi maka diperoleh kecepatan putar motor dan tegangan semakin tinggi. 
SISTEM IDENTIFIKASI GARIS UTAMA TELAPAK TANGAN MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA) DAN JARAK EUCLIDEAN Wicaksono, Galih; Isnanto, Rizal; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.308 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.1.57-61

Abstract

Abstrak Identifikasi seseorang berdasarkan biometrik telah berkembang dengan pesat dikalangan akademik dan industri. Metode pengenalan identitas seseorang yang banyak digunakan berdasarkan nomor identitas unik (kunci fisik, kartu identitas dan lainnya) atau berdasarkan ingatan terhadap sesuatu (sandi rahasia dan lainnya). Metode tersebut banyak memiliki kekurangan di antaranya kartu identitas dapat hilang dan sandi dapat lupa dari ingatan seseorang. Dalam penelitian ini dibuat program pengenalan citra telapak tangan  dengan menggunakan metode Principal Components Analysis (PCA) dan jarak Euclidean. Dengan tujuan mendapatkan hasil pengenalan yang cukup baik untuk mengenali citra telapak tangan, dan memberikan saran untuk pengembangan sistem pengenalan telapak tangan agar semakin baik lagi. Dalam penelitian ini dinggunakan 150 citra latih dari 30 responden dan 60 citra uji dari 30 responden dan 10 responden uji di luar 30 responden dalam basisdata uji dan latih. Berdasarkan hasil pengujian pada tugas akhir ini, dengan variasi jumlah 50,75, dan 100  komponen utama dihasilkan tingkat pengenalan yang sama yaitu 90%. Sedangkan  pengujian menggunakan citra intensitas pencahayaan yang kurang, dihasilkan pengenalan yang sama, yaitu sebesar 90%. Namun untuk pengujian menggunakan 10 responden uji di luar 30 responden latih dan uji yang terdaftar dalam basisdata diperoleh hasil tidak dikenali  100%, hal ini sesuai dengan yang diharapkan dari aplikasi ini. Kata kunci : Pengenalan telapak tangan, Principal Components Analysis (PCA), Jarak Euclidean  Abstract Biometric identification has grown rapidly among civitas academica and industrial community. Person identity recognition methods which are widely used nowadays usually based on unique identification numbers (physical keys, identity cards etc.) or individual memory (password etc.). However, these methods tend to have many shortcomings such as identity cards could be lost and forgotten passwords from one’s memory. Biometric identifiers are often categorized as physiological (iris recognition, face detection, palm print, and fingerprint) or behavioral characteristics (voice and typing rhythm). This research is developed by palm print image recognition using Principal Components Analysis (PCA) and Euclidean distance. The objectives of this research are to find out a good palm print recognition and to recommend the development of palm print recognition in order to be better than before. This research involved 150 training images of 30 respondents, 60 experiment images from 30 respondents, and 10 experiment respondents out of those 30 respondents which participated in training and experiment database. Based on the experiment results in this final project, with variations in the amount of 50,75, 100 main components generated the same level of recognition which is 90 % . On the other hand, image testing by using low light intensity produced the same recognition which is 80 %. However, The experiments which involved 10 respondents out of 30 training and experimenting respondents which are listed in the database had resulted not recognized 100 % , which is in line with the expectations from this application. Keywords: Palm print recognition, Principal Components Analysis (PCA), Euclidean Distance.
PERANCANGAN REGISTER DAN MEMORI PADA PROSESSOR RISC 16-BIT DENGAN TEKNOLOGI 600 nm MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK ELECTRIC Putra, Akbar Kurnia; Riyadi, Munawar Agus; Darjat, Darjat
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.689 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.2.284-288

Abstract

Abstrak Array memori adalah blok penting dalam sistem digital. Array memori biasanya diimplementasikan dalam register dan memori utama dalam prosesor. Sebagian besar ruang dalam sebuah sirkuit terpadu adalah memori. Pertimbangan utama desain SRAM adalah meningkat kecepatan dan mengurangi area layout. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan SRAM yang efisien dan kompak. Desain menggunakan Electric untuk desain floorplan dan LT-Spice untuk menguji layout. Teknologi 600 nm digunakan dalam proyek ini. Penelitian ini menghasilkan desain 2 array SRAM berbeda diimplementasikan dalam register dan memori utama prosesor RISC 16 bit. Delapan register 16-bit dengan 3 bit alamat memiliki kecepatan clock 167 MHz dan luas area 1.170 x 2.350,5, atau 247.507,65 μm2. Sedangkan enam puluh empat memori 16-bit dengan 6 bit alamat memiliki kecepatan clock 100MHz dan luas area 4.731,5 x 1.312,5 lamda, atau 558.908,4375 μm2. Kata kunci : SRAM 12T, Register, Memori  Abstract Memory arrays are essential building block in any digital system. Memory arrays are usually  implemented in a register and main memory in a processor. The majority of space taken in an integrated  circuit  is the memory. Key considerations of SRAM design are increased speed and reduced layout area. This project aims to create an efficient and compact SRAM. Design uses Electric for floorplan design and LT-Spice for test the layout. 600 nm technology was used in this project. This research produced design of 2 different SRAM arrays implemented in a register and main memory of RISC 16 bit processor. The eight 16-bit registers with 3 bit addresses have 167MHz clock speed and 1.170 x 2.350,5 lamda, or 247.507,65 μm2 area. While the sixty four 16-bit memorys with 6 bit addresses have 100MHz clock speed and 4.731,5 x 1.312,5 lamda, or 558.908,4375 μm2 large area. Keywords : SRAM 12T, Register, MemoriKeywords : SRAM 12T, Register, Memori
ANALISIS QUALITY OF SERVICE (QOS) JARINGAN 4G DENGAN METODE DRIVE TEST PADA KONDISI OUTDOOR MENGGUNAKAN APLIKASI G-NETTRACK PRO Panjaitan, Menpo Vascodegama; Sukiswo, Sukiswo; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1124.788 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.2.408-415

Abstract

Drive test merupakan salah satu bagian pekerjaan dalam optimasi jaringan radio. Drive test bertujuan untuk mengumpulkan informasi jaringan secara real dilapangan. Drive test semakin mudah diterapkan dan dapat diterapkan didalam sebuah materi baru untuk dunia perkuliahan khususnya yang menekuni bidang telekomunikasi. Sejalan kemajuannya teknologi, drive test dapat diterapkan dengan lebih mudah yaitu menggunakan software G-NetTrack Pro. Pada penelitian ini, akan menggunakan tahapan yaitu dimulai dengan melakukan pengukuran kekuatan sinyal (RSRP) dan kualitas sinyal (RSRQ), pendeteksian Cell Reselection dan Handover berdasarkan rute lokasi yang telah ditentukan dengan menggunakan software G-NetTrack Pro. Hasil pengukuran kekuatan dan kualitas sinyal kemudian dicari letak eNodeB terbaik untuk dilakukan pengukuran kecepatan download, kecepatan upload, latency dan jitter menggunakan software nPerf Speedtest. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdeteksi 9 eNodeB dan 17 Cell dengan rata-rata RSRP sebesar -78,2 dBm pada lokasi Kampus, sedangkan pada lokasi Tembalang terdeteksi 15 eNodeB dan 32 Cell dengan rata-rata RSRP sebesar -77,27 dBm. Rata-rata pengukuran RSRP masih jauh dari hasil perhitungan yang diharapkan. Rata-rata latency pengukuran sebesar 48,04 ms, sedangkan rata-rata pengukuran jitter sebesar 46,64 ms. Rata-rata pengukuran kecepatan download adalah 39,22 Mbps, sementara rata-rata pengukuran kecepatan upload sebesar 29,89 Mbps.
ANALISIS KONSUMSI DAYA PADA GERBONG KERETA API PENUMPANG KELAS EKSEKUTIF, BISNIS, DAN EKONOMI (DI DEPO GERBONG KERETA API INDONESIA) Arfianto, Muhammad Rizal; Sukmadi, Tedjo; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.937 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.2.362-369

Abstract

Abstrak Kereta api merupakan alat transportasi massal yang umumnya terdiri dari lokomotif, rangkaian gerbong penumpang, dan gerbong pembangkit. PT.KAI memiliki kode penamaan di setiap gerbongnya, yaitu: K1 untuk gerbong penumpang kelas eksekutif, K2 untuk gerbong penumpang kelas bisnis, K3 untuk gerbong penumpang kelas ekonomi. Kelistrikan didalam gerbong penumpang disuplay oleh gerbong pembangkit dengan kode penamaan, yaitu: KM untuk kelas eksekutif, KMP2 untuk kelas bisnis, dan KMP3 untuk kelas ekonomi. Penelitian dilakukan pada kereta rute Semarang-Jakarta, yaitu: KA Argo Muria kelas eksekutif, KA Fajar dan Senja Utama kelas bisnis, dan KA Tawang Jaya kelas ekonomi untuk mengetahui beban maksimum gerbong penumpang, beban puncak maksimum, beban rata-rata harian, dan faktor kapasitas pemakaian genset kereta pembangkit. Beban maksimum terhitung K1 Argo Muria adalah 141,37kW, K2 Fajar dan Senja Utama adalah 20,74kW, dan K3 Tawang Jaya adalah 9,7kW. Setelah dilakukan pengukuran, didapatkan beban maksimum terukur untuk K1 91,135kW, K2 7,71kW, dan K3 5,9kW. Beban rata-rata harian kelas eksekutif 54,49kW, kelas bisnis 3,96kW, dan kelas ekonomi 4,76kW. Kapasitas dan persentase konsumsi daya maksimum kereta terhadap gerbong pembangkit untuk KM 500kVA sebesar 29,8%, KMP2 150kVA sebesar 7,34%, dan KMP3 50kVA sebesar 18,75%. Kata kunci : konsumsi daya, faktor kapasitas, mesin diesel,   gerbong penumpang, kapasitas   generator, faktor daya  Abstract The train is a mass transportation that in general consists of locomotives, of passenger cars, and plant car. PT.KAI naming a specified code for each car, i.e: K1 for executive, K2 for business, and K3 for economy class passenger car. Electricity is supplied by plant car with code KM for the executive, KMP2 for business, and KMP3 for economy class. The research was carried out in the train route Semarang-Jakarta, the executive for KA Argo Muria, the business for KA Fajar or Senja Utama, and the economy for KA Tawang Jaya the research was aimed to determine the maximum load of the passenger cars, the maximum peak load, average daily load, and capacity factor level of in the use of generator power trains. The maximum load calculated KA Argo Muria is 144.6 kW, for K2 Fajar or Senja Utama is 20.74 kW, and for K3 Tawang Jaya is 9.7 kW. After the measurement’s were accomplished, the maximum load were obtained for K1 is 91,135kW, 7.71 kW for K2, and 5.9 kW for K3. The average daily load of the executive class is 54.49kW, the business class is 3,96kW, and the economy class is 4.76kW. Capacity and percentage of maximum power consumption of the utilities on the KM 500kVA is 29.8%, KMP2 150kVA is 7.34%, and KMP3 50kVA is 18.75%. Keywords :          power consumption, capacity factor, diesel engines, passenger cars, the capacity of the generator, the power factor
ANALISIS PERBANDINGAN METODE LOGIKA FUZZY DAN LOGIKA FUZZY CLUSTERING PADA PROYEKSI KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK DI INDONESIA SAMPAI TAHUN 2025 Prasaja, Jenggo Dwyana; Hermawan, Hermawan; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.398 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.1.78-85

Abstract

Dalam proses perencanaan pengembangan sistem tenaga listrik di Indonesia diperlukan adanya suatu proyeksi kebutuhan energi listrik di masa yang akan datang. Hasil proyeksi yang didapatkan bisa dijadikan bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan untuk merumuskan tindakan yang akan diambil untuk masa-masa mendatang. Hal ini bertujuan demi tercapainya optimalisasi dalam proses penyediaan energi listrik di Indonesia. Pada penelitian ini, untuk optimalisasi penyediaan energi listrik di Indonesia diperlukan suatu proyeksi kebutuhan energi listrik. Metode proyeksi yang digunakan adalah logika fuzzy dan logika fuzzy clustering dengan fuzzy inference system tipe mamdani. Proyeksi ini menggunakan data historis/aktual yang diakumulasikan dalam beberapa periode waktu, yaitu dari tahun 2009 sampai 2014. Hasil proyeksi dengan menggunakan logika fuzzy menunjukkan bahwa kebutuhan energi listrik di Indonesia pada tahun 2025 sebesar 612.519 GWh dengan kenaikan rata-rata setiap tahunnya sebesar 9,22%. Sedangkan hasil proyeksi yang dilakukan oleh logika fuzzy clustering yaitu sebesar 569.256 GWh dengan kenaikan rata-rata setiap tahunnya sebesar 7,82%. Hasil proyeksi tersebut sudah mendekati hasil proyeksi pada dokumen RUKN 2015-2034. Nilai rata-rata error terhadap proyeksi pada dokumen RUKN 2015-2034 adalah sebesar 8,48% untuk logika fuzzy dan 4,31% untuk logika fuzzy clustering.
ANALISIS KINERJA HANDOVER PADA JARINGAN KOMUNIKASI SELULER UMTS MENGGUNAKAN OPNET Sabiq, Muhammad Wildan Aula; Santoso, Imam; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.639 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.2.218-223

Abstract

Abstrak Dengan bertambahnya jumlah pelanggan maka kebutuhan komunikasi meningkat dan mobilitas pengguna pada jaringan komunikasi selular menuntut adanya kontinuitas layanan. Dalam hal ini handover merupakan bagian mendasar yang mendukung mobilitas pengguna. Handover bertujuan untuk menyediakan layanan mobile secara kontinyu kepada pengguna yang bergerak hingga melampaui jangkauan suatu sel. Oleh karena itu faktor handover menjadi sangat riskan dalam menjaga kontinuitas layanan. Adapun layanan data multimedia menjadi satu hal yang harus diprioritaskan karena pada layanan tersebut membutuhkan parameter Quality of Service (QoS) yang bagus pula. Pada penelitian ini dirancang suatu simulasi kinerja HHO (Hard Handover) dan SHO (Soft Handover) pada jaringan UMTS. Simulasi dilakukan dengan menggunakan software OPNET Modeler 14.5. Pada simulasi dibuat jaringan UMTS multisel dengan jumlah 7 buah sel. Adapun trafik yang dianalisis merupakan layanan aplikasi UMTS berupa FTP, web browsing, video conferencing, dan voice. Dilakukan dua buah skenario simulasi dengan kondisi HHO dan SHO dengan variasi jumlah pengguna layanan. Kinerja aplikasi dirancang sesuai QoS (Quality of Service) masing-masing. Selanjutnya hasil kinerja jaringan UMTS untuk setiap aplikasi dianalisis menurut parameter throughput, delay, dan packet loss.Dari hasil simulasi dapat disimpulkan bahwa pada QoS 0 dan QoS 3 hasil terbaik diperoleh saat SHO, sedangkan QoS 1 dan QoS 2 hasil terbaik diperoleh saat HHO. Kata kunci :3G, UMTS, Handover, QoS, HHO, SHO  Abstract By the increasing number of subscribers, the need of communication is increasing and user mobility in cellular communication networks demands the continuity of service. In this case, handover is a fundamental part that support user mobility. Handover aims to provide continuous mobile services for users moving across its range of a cell. Therefore, handovers become very risky factor in maintaining service continuity. As for Multimedia data services into one of the things that should be prioritized because the parameters of the service requires good Quality of Service (QoS) too. A simulation of HHO (Hard Handover) and SHO (Soft Handover) performance in UMTS network was designed. Simulations were carried out using OPNET Modeler 14.5 software. The simulation was made multicell, with 7 UMTS cell. The analyzed traffics were UMTS application services such as FTP, web browsing, video conferencing, and voice. Two simulated scenarios were conducted with a variety of service user number variation. Application performance was designed according to each QoS (Quality of Service) class. Furthermore, the UMTS network performance for each application was analyzed according to the throughput, delay, and packet loss parameter. Based on simulation result, we can conclude that the best results of QoS 0 and QoS 3 are obtained when the SHO, while the best results of QoS 1 and QoS 2 are obtained when the HHO. Keywords:3G, UMTS,Handover, QoS, HHO, SHO
PERANCANGAN DIVIDER 8-BIT DENGAN TEKNOLOGI 180NM MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK ELECTRIC Fitriansyah, Rizko Prasada; Riyadi, Munawar Agus; Arfan, Muhammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.08 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.3.411-416

Abstract

Operasi pembagian merupakan salah satu operasi penting yang ada pada blok Arithmetic Logic Unit (ALU). Meskipun operasi pembagian lebih jarang digunakan jika dibandingkan dengan penjumlahan dan perkalian, lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan operasi ini menyebabkan banyak energi yang terbuang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, terdapat beberapa teknik yang dapat dilakukan, salah satunya adalah dengan memilih algoritma yang tepat sehingga operasi yang dilakukan juga semakin cepat. Pada penelitian ini, dirancang sebuah divider menggunakan teknologi 180nm dengan algoritma non-restoring. Dalam penerapannya, digunakan perangkat lunak Electric untuk merancang layout dan LTspice untuk menguji fungsional serta melakukan pengukuran timing delay. Dari perancangan yang dilakukan, didapati divider ini memiliki luas sebesar 0,027mm2, propagation delay time sebesar 3,644ns, dan area coverage sebesar 45,975%.

Page 13 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue