cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
ANALISIS PENGARUH PEMASANGAN PHOTOVOLTAIC DISTRIBUTED GENERATION (PV-DG) TERHADAP KEANDALAN PADA FEEDER MRA01 DI GARDU INDUK MRICA Sinaga, Frans May Daniel; Hermawan, Hermawan; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (999.498 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.2.449-456

Abstract

Saat ini tenaga listrik menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat, sehingga kontinuitas penyediaan tenaga listrik menjadi tuntutan yang semakin besar dari konsumen. Berdasarkan data catatan teknik di PT PLN (Persero) Rayon Banjarnegara pada tahun 2016 penyulang MRA01 mengalami pemadaman sebanyak 28 kali/tahun, dengan total lama padam 26,41 jam/tahun, hal ini tentunya cukup mengganggu kontinuitas penyaluran energi listrik pada penyulang MRA01 ke konsumen. Berdasarkan permasalah tersebut maka perlu adanya studi tentang perhitungan tingkat keandalan sistem tenaga listrik pada penyulang MRA01. Pada penelitian ini akan dibahas besarnya indeks keandalan (SAIFI,  SAIDI, CAIDI, ENS, AENS) pada penyulang MRA01 saat kondisi PV-DG tidak terpasang dan terpasang. Perhitungan besarnya indeks keandalan dilakukan dengan menggunakan metode Reliability Index Assesment (RIA), selanjutnya hasil perhitungan akan dibandingkan dengan hasil simulasi menggunakan software ETAP 12.6.0. Indeks keandalan yang didapat berdasarkan perhitungan menggunakan metode RIA saat kondisi PV-DG tidak terpasang, nilai SAIFI sebesar 5,016 gangguan/tahun, nilai SAIDI sebesar 18,323 jam/tahun, nilai CAIDI sebesar 3,652 jam/gangguan, nilai ENS sebesar 133,123 MWh/tahun, nilai AENS sebesar 0,005333 MWh/pelanggan. Indeks keandalan saat kondisi PV-DG terpasang, nilai SAIFI sebesar 3,32 gangguan/tahun, nilai SAIDI sebesar 12,41 jam/tahun, nilai CAIDI sebesar 3,74 jam/gangguan, nilai ENS sebesar 87,648 MWh/tahun, nilai AENS sebesar 0,003511 MWh/pelanggan.
ARGOMETER PADA OJEK MOTOR BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52 Pratama, R. Yudha Adi; Sudjadi, Sudjadi; Darjat, Darjat
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.095 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.2.396-400

Abstract

Abstrak Argometer merupakan sebuah alat untuk mengukur biaya atau banyaknya uang yang wajib dibayar oleh penumpang saat berkendara dengan taksi. Cara perhitungannya didasarkan pada jarak tempuh dan waktu penggunaan. Mikrokontroler adalah suatu alat elektronika digital yang mempunyai masukan dan keluaran serta kendali dengan program yang bisa ditulis dan dihapus dengan cara khusus. Sederhananya, cara kerja mikrokontroler sebenarnya hanya membaca dan menulis data. Hasil yang dicapai dari tugas akhir ini adalah sebuah alat argometer yang dirancang pada ojek motor berbasis mikrokontroler AT89S52, yang secara sistem hampir serupa dengan sistem argometer pada taksi. Secara bentuk tampilan akan ada sebuah lcd yang akan menampilkan berapa harga yang akan di bayar oleh pengguna ojek motor. Titik acuan yang digunakan dalam sistem argometer ini, yakni perhitungan pulsa dari sensor hall effect UGN 3144 dan perhitungan waktu dalam mikrokontroller AT89S52. Kata kunci:  mikrokontroller AT89S52, argometer, hall effect, MIDE 51, ISP 1.72  Abstract Argometer is a tool to measure the cost or the amount of money that must be paid by passengers when driving by taxi. The calculation is based on the distance traveled and the time of use. A microcontroller is a digital electronics device that has inputs and outputs as well as the control program can be written and erased in a special way. Simply put, the workings of the microcontroller actually only read and write data. The results achieved from this thesis is a tool designed to metered taxis AT89S52 microcontroller-based motor, which is almost similar to the system on a metered taxi system. In the form there will be a LCD display that will show you what price will be paid by users of motorcycle. Reference point used in the meter system, namely the calculation of the pulse of UGN 3144 sensor hall effect and computation time in microcontroller AT89S52. Keywords:  microcontroller AT89S52, argometer, hall effect, MIDE 51, ISP 1.72
AKUISISI DATA SECARA WIRELESS UNTUK SISTEM MONITORING KUALITAS UDARA BERBASIS TCP/IP Rochmana, Diyah Amiati; Sumardi, Sumardi; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.872 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.2.105-110

Abstract

Pencemaran udara menjadi permasalahan serius di kota – kota besar di Indonesia. Salah satu faktor utama dari pencemaran udara adalah penggunaan transportasi publik yang semakin bertambah. Terdapat berbagai komponen pencemar udara yang diakibatkan oleh penggunaan transportasi diantaranya NOx, HC, CO dan partikel. Selain itu faktor yang ikut mempengaruhi pencemaran udara diantaranya adalah suhu, kelembaban dan intensitas cahaya. Pada penelitian ini diciptakan sebuah alat yang dapat mengakuisisi data sensor sehingga mampu melakukan monitoring kualitas udara di suatu wilayah melalui PC dengan memanfaatkan protokol TCP/IP. Peralatan yang digunakan mikrokontroler AVR tipe ATmega 32 sebagai unit pusat kontrol, sensor  gas  TGS  2201  yang  berfungsi  untuk  mengukur  kadar  NO2 dan HC , TGS 2600 untuk mengukur  kadar  CO , GP2Y1010AU0F untuk mengukur partikel debu, dan SHT 11 untuk mengukur kadar suhu dan kelembaban serta LDR untuk mengukur intensitas cahaya. Selain sensor – sensor tersebut, digunakan WIZ110SR sebagai converter serial ke ethernet dan Access Point WAP54G untuk mengirimkan data dari sensor ke PC secara wireless. Hasil penelitian ini adalah sebuah sistem yang mampu memonitor kondisi kualitas udara di suatu tempat melalui GUI. Sistem monitoring ini mampu memberikan indikator kondisi kualitas udara dalam kondisi baik atau sebaliknya.
DESAIN DAN IMPLEMENTASI JARINGAN PADA LAPIS CORE ROUTER (REDUNDANSI) STUDI KASUS UNIVERSITAS DIPONEGORO Sahera, Cindy; Sudjadi, Sudjadi; Rochim, Adian Fatchur
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.138 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.2.252-256

Abstract

Abstrak Pengguna internet yang bertambah tiap tahunnya dapat meningkatkan aktivitas lalu lintas jaringan. UNDIP sudah mengimplementasikan penyeimbangan beban dengan empat server proxy dan WCCP di lapis core. Namun, beban lalu lintas yang semakin meningkat sudah mulai mengganggu kinerja dari lapis core itu sendiri dan perangkat-perangkat tersebut masih berada di satu lokasi sehingga apabila terjadi listrik padam pada gedung tersebut, layanan internet mengalami gangguan juga. Oleh dasar ini dilakukan pembuatan jalur redundansi dengan meletakkan perangkat tambahan di lokasi yang berbeda. Tugas akhir ini melakukan desain sistem, implementasi sistem, dan pengujian sistem. Desain sistem menggunakan simulator Packet Tracer yang mencakup penggunaan IP. Implementasi menggunakan router Cisco sebagai Gateway-3 yang merupakan jalur redundansi dan dua buah server yang difungsikan sebagai server proxy. Bila salah satu server mengalami gagal fungsi maka server lainnya tetap melayani pengguna. Pengujian tugas akhir ini adalah membandingkan throughput sebelum dan setalah implementasi serta pengujian jalur redundansi server pada Gateway-3. Hasil yang diperoleh setelah menunjukkan bahwa beban throughput inbound berkurang hingga 45,41% dan beban throughput outbound berkurang hingga 48,76%. Pembagian beban ke kedua server proxy di Gateway-3 dapat dilakukan dengan seimbang. Jika salah satu server proxy mati maka server proxy lainnya menangani seluruh permintaan yang masuk ke Gateway-3. Kata kunci: internet, trafik, server proxy, throughput  Abstract Internet user are increasing each year may increase network traffic activity. UNDIP has implemented load-balancing with four proxy servers and WCCP in core layer. However, increasing traffic seems to interfere the performance of core layer itself and the devices are still in the same building. If there is a blackout in the building then internet service is also impaired. Therefore, this final task is making redundancy path with additional device in different building. Final task performs design, implementation, and testing. System design uses Packet Tracer simulator that includes the use of IP. Implementation uses Cisco router as Gateway-3 as redundancy gateway and two servers as proxy server. If one server is malfunctioning then other server continues to serve user. Tests were conducted in this final test compare throughput with condition before and after implementasion and test server redundancy path on Gateway-3. The results obtained after implementation showed that the load of throughput inbound is reduced to 45,41% and the load of throughput outbound is reduced to 48,76%. The division of load to both server proxy in Gateway-3 can be balanced. If one proxy server dies then the other proxy server handles all incoming requests to the Gateway-3.               Key words: internet, traffic, proxy server, throughput
PERANCANGAN FULL BRIDGE INVERTER RESONANSI PARALEL SEBAGAI CATU DAYA PEMANAS INDUKSI PADA PIPA PEMANAS AIR Ritonga, Seno Yudho Panggayuh; Warsito, Agung; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.841 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.3.446-453

Abstract

Pemanasan secara induksi adalah proses pemanasan tanpa adanya kontak fisik antara pemanas dengan benda yang dipanaskan. Pemanas induksi menghasilkan panas dengan memanfaatkan rugi-rugi histerisis dan arus eddy. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan metode terbaik dalam pemanasan pipa saluran air. Teknologi yang berkembang saat ini adalah pemanas air menggunakan gas dan panas matahari. Pemanas air menggunakan gas dianggap kurang efektif karena switch otomatis sering bermasalah dan api tidak menyala karena tekanan pompa drop. Pemanas air menggunakan panas matahari dianggap kurang efektif karena dimensinya sangat besar dan harganya yang sangat mahal. Berdasarkan permasalahan tersebut penulis bertujuan untuk mencari solusi pemanasan yang efektif, yaitu menggunakan metode pemanasan induksi. Pemanas induksi tersebut membutuhkan catu daya khusus yang memiliki frekuensi tinggi. Tujuan penelitian ini adalah membuat inverter full bridge resonan paralel frekuensi tinggi yang digunakan sebagai catu daya  pemanas induksi pada pipa pemanas air. Dari hasil pengujian didapat bahwa sistem yang dirancang  dapat  bekerja pada tegangan 130 Volt AC 50 Hz. Daya maksimal terdapat pada frekuensi resonansi 32kHz yaitu 590W. Sistem bekerja paling optimal pada  frekuensi resonansi 32 kHz variasi duty cycle 30%  yaitu dapat membuat pipa stainless steel mencapai suhu 100 °C dan suhu air konstan 64,2 °C dalam jangka waktu 172 detik.
PERANCANGAN SISTEM PEGENDALI SUHU PADA PROTOTYPE GREEN HOUSE DENGAN METODE TUNNING PID MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN Abdurrachman, Ajib; Sumardi, Sumardi; Riyadi, Munawar Agus
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.204 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.4.516-520

Abstract

Abstrak Semakin berkembangnya teknologi terutama pada bidang pertanian menuntut adanya sistem kendali yang baik supaya dapat menunjang proses sekaligus untuk dapat meningkatkan efisiensi dalam menghasilkan produk yang unggul. Salah satu perkembangan teknologi dalam dunia pertanian yaitu adanya Green House atau rumah tanaman. Dalam dunia pertanian, lingkungan menjadi faktor terpenting karena kondisi lingkungan akan mempengaruhi keberhasilan kualitas dan kuantitas produksi. Oleh sebab itu kondisi lingkungan pertanian sangat diperhatikan sesuai dengan jenis tanamannya. Salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi lingkungan adalah suhu lingkungan. Faktor tersebut bisa direkayasa untuk mendapatkan kondisi lingkungan optimal bagi pertumbuhan tanaman agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. Sistem ini menggunakan prinsip heat exchanger yang dimodifikasi sedimikian rupa sehingga menjadi media penghasil udara dingin, yang mana SHT-11 digunakan sebagai sensor pembaca suhu. Berdasarkan suhu yang diterima, kemudian jaringan saraf tiruan akan menetukan parameter PID. Parameter tersebut kemudian digunakan sebagai kendali kecepatan fan DC agar suhu ruangan tetap pada referensi yang diinginkan. Dari berbagai perbandingan pengujian yang dilakukan secara keseluruhan respon sistem plant kendali suhu dengan kendali tuning PID menggunakan jaringan saraf tiruan tipe delta rule menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kendali PID metode Ziegler-Nichols. Kata kunci: Suhu, SHT-11, Jaringan Saraf Tiruan, PID   Abstract Developments in agriculture technology require the existence of good control systems that can support the process and can increase the efficiency for superior production producing. One of the developments in agriculture technology is Green House or Planting Home. In agriculture, environment is the most important factor because environmental condition will influence product’s quality and quantity. Therefore, the environmental condition in agriculture has to be concerned according to different plants. One of factors that can influence environmental condition is ambient temperature. The factor can be engineered, so plants can grow well and it can increase the product’s quality and quantity. The final project used Heat Exchanger principle to produce controlled air temperature, where the SHT-11 was used as the temperature sensor reader. Based on sensed temperature, an artificial neural network will determine PID parameter. Then the parameter was used as a motor cooling fan DC speed controller so that temperature will be in desired reference. Overall, the respond of planting technique that uses temperature controller with tuning PID control that uses artificial neural network shows a better compared to that of PID control with Ziegler-Nichols method.         Keyword: Temperature, SHT-11, Artificial Neural Network, PID 
ANALISIS JATUH TEGANGAN GENERATOR BIOMAS DAN BIOGAS PADA PENGEMBANGAN JARINGAN LISTRIK DI KABUPATEN PELELAWAN Primastha, Bayu; Winardi, Bambang; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.5 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.501-508

Abstract

Abstrak Kondisi kelistrikan di Kabupaten Pelalawan pada saat ini bahwa suplai daya yang dikelola oleh PLN mencapai 18,3 MW dan baru bisa melayani sekitar 34.260 rumah tangga atau ratio elektrifikasi sebesar 37,11%. Pembangkit terdistribusi adalah suatu pembangkitan yang dipasang di jaringan distribusi untuk mengurangi jatuh tegangan dan rugi daya yang timbul karena impedansi saluran. Lossess merupakan suatu permasalahan yang terjadi pada penyaluran energi listrik. Dalam tugas akhir ini dilakukan pengembangan jaringan listrik dengan pemasangan generator biomas dan biogas untuk mengurangi nilai jatuh tegangan pada Kabupaten Pelalawan. Dengan pemasangan generator biomas dan biogas, nilai jatuh tegangan pada Kabupaten Pelalawan dapat direduksi. Hasil simulasi pengembangan jaringan listrik menunjukkan bahwa nilai jatuh tegangan terendah pada Kabupaten Pelalawan sebesar 19,535 KV dengan presentasi rugi tegangan sebesar 6% dan belum memenuhi standar PLN 72 tahun 1987. Setelah dilakukan pemasangan generator biomas dan biogas nilai jatuh tegangan menjadi sebesar 19,638 KV dengan presentasi rugi tegangan sebesar 5% dan sudah memenuhi standar PLN 72 tahun 1987.                                                                                                              Kata kunci :     Pembangkit Terdistribusi, Jatuh tegangan, Generator biomas dan biogas, Standar PLN 72 Tahun 1987, Kabupaten Pelalawan.  Abstract Existing condition in Pelalawan supply energy managed by PLN reached 18.3 MW and can only serve about 34 260 households or electrification ratio of 37.11%. Distributed Generation (DG) is a generation that installed in distribution network to reduce drop voltage and power losses that arise because of line impedance. Lossess is a  problem that occure in electric energy distribution. Therefore is needed a method to overcome the problems that occur on the electrical network.  In this final assignent, author make a design of the electricity network with the installation of biomass and biogas generators to reduce the value of the voltage drop and power loss in Pelalawan Regency. With the installation of biomass and biogas generators, the value of the voltage drop across Pelalawan Regency can be reduced. The simulation results show from author design that the value of the condition of the lowest  voltage drop at Pelalawan is 19,535 KV and presentation from drop voltage is 6%, not enough yet from Standards PLN 72 1987. After the installation of biomass and biogas generator voltage drop is 19,638 KV and presentation from drop voltage is 5%,and already meets the Standards PLN 72 1987. Keyword :            Distributed Generation,  Voltage Drop, Generator Biomas and Biogas, Standard PLN 72 1987 Pelalawan Regency
SIMULASI KONTROL ROLL, PITCH, DAN YAW PADA QUADROTOR MENGGUNAKAN PID DAN LQR Santoso, Muhammad Rifky; Wahyudi, Wahyudi; Sudjadi, Sudjadi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.7.2.686-693

Abstract

Quadrotor memiliki 4 buah propeller yang dapat bergerak dengan memvariasi putaran propeller. Dibutuhkan controller yang tepat agar dapat mengendalikan gerak quadrotor sehingga bisa mencapai posisi yang diinginkan. Salah satu solusinya dengan merancang simulasi kontrol gerak quadrotor menggunakan LQR dan PID. LQR memiliki 2 parameter kontrol yaitu matriks pembobot state () dan matriks pembobot input () sedangkan PID memiliki 3 parameter kontrol yaitu proporsional (P), integral (I), dan derivative (D). Penentuan parameter kontrol LQR melalui trial error sebanyak 10 kali sedangkan penentuan parameter kontrol PID melalui metode tuning Ziegler-Nichols. Pengujian kontrol gerak quadrotor menggunakan LQR dan PID dilakukan pada gerakan roll, pitch, dan yaw untuk mengikuti sudut referensi yang diberikan. Hasil pengujian pada gerakan roll dan pitch menunjukkan spesifikasi respon dari LQR memiliki rise time sebesar 140,482 milidetik, overshoot sebesar 0,505%, dan setling time sebesar 158,897 milidetik untuk spesifikasi respon dari PID memiliki rise time sebesar 109,81x103 milidetik, overshoot sebesar 80,909%, dan setling time sebesar 3372x103 milidetik. Pada gerakan yaw menunjukkan spesifikasi respon dari LQR memiliki rise time sebesar 126,86 milidetik, overshoot sebesar 0,501%, dan setling time sebesar 169,883 milidetik untuk spesifikasi respon dari PID memiliki rise time sebesar 43,88x103 milidetik, overshoot sebesar 77,679%, dan setling time sebesar 1223x103 milidetik. Kata Kunci: roll, pitch, yaw, LQR, PID
PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN INFORMASI BERDASARKAN STANDAR ISO/IEC 27001:2005 (Studi Kasus Pada Sebuah Bank Swasta Nasional) Widodo, Nugroho Arif; Isnanto, R. Rizal; Rochim, Adian Fatchur
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.995 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.627-634

Abstract

Abstrak Informasi merupakan suatu elemen yang sangat penting bagi organisasi masa kini. Kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi memiliki peran yang vital dalam menunjang kinerja organisasi. Oleh karena itu, mutlak diperlukan suatu tindakan pengamanan informasi agar penggunaan informasi dapat berjalan secara efektif, efisien, dan terpadu.Sebuah sistem manajemen keamanan informasi (SMKI) adalah seperangkat kebijakan yang  berkaitan dengan manajemen keamanan informasi. Prinsip yang mengatur di balik SMKI adalah bahwa organisasi harus merancang, menerapkan dan memelihara seperangkat kebijakan, proses dan sistem untuk mengelola risiko aset informasi mereka, sehingga memastikan tingkat risiko keamanan informasi yang dapat diterima.Penelitian ini bertujuan untuk membantu merancang, mengimplementasikan, mengoperasikan, memonitor, memelihara, dan meningkatkan  pengamanan informasi pada sebuah bank swasta nasional.Dari perencanaan dan implementasi sistem manajemen keamanan informasi ini, dihasilkan daftar nilai risiko akhir aset-aset kritikal dan dokumen-dokumen tata kelola penunjang SMKI. Penelitian ini juga menghasilkan beberapa  rekomendasi untuk perbaikan proses pengamanan informasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan keamanan informasi serta menjadi acuan untuk memperoleh  sertfikasi sistem manajemen keamanan informasi dengan standar  ISO/IEC 27001:200. Kata-kunci: keamanan, informasi, risiko, ISO/IEC 27001:2005  Abstract Information is a very important element for today's organizations. Confidentiality, integrity, and availability of information has a vital role in supporting organizational performance. Therefore, it is absolutely necessary an information security measure in order to use the information to run effectively, efficiently, and integrated. An information security management system (ISMS) is a set of policies related to information security management. Governing principle behind ISMS is that an organization should design, implement and maintain a set of policies, processes and systems to manage the risk of their information assets, thereby ensuring information security risk level is acceptable. This study aims to help design, implement, operate, monitor, maintain, and improve the security of information on a national private banks. Of planning and implementation of the information security management system, resulting lists final risk value assets and critical documents supporting ISMS governance. The study also produced several recommendations for improvement of information security process that can be used to improve the security of information as well as a reference to obtain certification of information security management system standard ISO / IEC 27001:2005. Keyword :security, information, risk, ISO / IEC 27001:2005
OPTIMISASI PENEMPATAN RECLOSER UNTUK MEMINIMALISIR NILAI SAIFI DAN SAIDI PADA PENYULANG PDP 04 MENGGUNAKAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO) Wijayanti, Dewi; Hermawan, Hermawan; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.823 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.3.315-319

Abstract

Dalam sistem penyaluran tenaga listrik, salah satu  permasalahan yang perlu diperhatikan adalah keandalan sistem tenaga listrik. Saat ini, penentuan posisi recloser sangat penting dalam keandalan sistem tenaga listrik. Parameter yang digunakan dalam keandalan sistem tenaga lsitrik adalah nilai SAIFI dan SAIDI. Menentukan nilai SAIFI dan SAIDI dapat dihitung dari waktu pemadaman dan tingkat kegagalan yang terjadi dalam satu tahun. Keandalan dapat disimpulkan lebih baik jika nilai SAIFI dan SAIDI lebih kecil. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan penempatan lokasi recloser yang optimal pada jaringan tenaga listrik di penyulang PDP 04 GI Pudak Payung. Metode yang digunakan untuk penempatan lokasi recloser adalah Particle Swarm Optimization (PSO) dengan menggunakan bantuan Software Matlab R2013b. Dari hasil simulasi dapat disimpulkan bahwa nilai keandalan sebelum dan setelah penempatan recloser berubah. SAIFI dan SAIDI sebelum penempatan recloser 0,58407 kali/tahun dan 2,7415 jam/tahun. Lokasi penempatan yang optimal untuk 1 recloser berada pada lokasi 11 dengan nilai SAIFI dan SAIDI adalah 0,28833 kali/tahun dan 1,1728 jam/tahun. Sedangkan untuk 2 recloser berada pada lokasi 6 dan 18 dengan nilai SAIFI dan SAIDI adalah 0,1878 kali/tahun dan 0,75239 jam/tahun.

Page 21 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue