cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
PERANCANGAN ANTENA HELIX UNTUK MENINGKATKAN DAYA TERIMA SINYAL GSM 900 YANG MEMILIKI LEVEL DAYA RENDAH Marintis, Fabianus; Christiyono, Yuli; Santoso, Imam
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.675 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.4.536-545

Abstract

Abstrak Teknologi komunikasi GSM (Global System for Mobile Communication) merupakan teknologi komunikasi seluler yang memungkinkan para pengguna dapat mengakses komunikasi berdasarkan cakupan BTS (Base Transceiver Station) terdekat, tetapi pada daerah tertentu terutama pada daerah pegunungan masih terdapat daerah yang memiliki sinyal dengan level daya yang rendah karena letaknya yang jauh dari pemancar GSM. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah menambahkan antena tambahan pada sisi pengguna (mobile station), sehingga dapat meningkatkan daya terima sinyal GSM pada daerah yang memiliki sinyal dengan level daya rendah. Pada penelitian ini telah dirancang antena Helix dengan variasi jumlah lilitan yaitu 5lilitan, 8 lilitan dan 10 lilitan yang dapat digunakan untuk meningkatkan daya terima sinyal GSM. Antena diujikan dalam skala laboratorium yang kemudian hasilnya dibandingkan dengan hasil simulasi menggunakan perangkat lunak 4NEC2.Adapun parameter yang di analisis adalah frekuensi kerja, bandwidth, VSWR, penguatan, pola radiasi dan HPBW.Untuk mengetahui kinerja antena helix, antena dihubungkan pada sebuah modem GSM  dan nilai daya terima sinyal GSM diamati menggunakan perangkat lunak. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh hasil antena Helix 5 lilitan:bekerja pada frekuensi = 900MHz, VSWR = 1.09, bandwidth = 50 MHz, HPBW = 400, gain = 5 dB, antena Helix 8 lilitan:bekerja pada frekuensi = 900MHz, VSWR = 1.09, bandwidth = 50 MHz, HPBW = 490, gain = 6 dB, antena Helix 10 lilitan:bekerja pada frekuensi = 935MHz, VSWR = 1.12, bandwidth = 35 MHz, HPBW = 350, gain = 7 dB. Kata kunci: GSM 900, antena, helix,  frekuensi, VSWR  Abstract Communication technology of GSM (Global System for Mobile Communication) is a mobile communications technology that allows users to access communications based on the coverage of the nearby BTS (Base Transceiver Station), however in certain areas especially in mountain areas, there is area with  low power level signal because of the remoteness of GSM transmitter. To solve this problem is adding an additional antenna in the user side (mobile station) which is able to increase the GSM received signal power with low power levels. This research, had been designed helix antennas with variations of turns, those were5 turn, 8turn and 10 turn which enhance thereceived signal. The antenna had been tested in the laboratory scale and the results were compared with the results of the simulation using software, 4NEC2. The parameters that had been analized were the operating frequency, bandwidth, VSWR, gain, radiation pattern. To know the performance of the antenna helix, the antenna was applied directly to the GSM modem and GSM signal received power values were observed using the software. Based on test results, 5 turn  antenna works at  frequency = 900MHz, VSWR = 1.09, bandwidth = 50 MHz, HPBW = 400, gain = 5 dB, 8 turn antennaworks at frequency= 900MHz, VSWR = 1.09, bandwidth = 50 MHz, HPBW = 490 , gain = 6 dB, and for 10 turn antennas works at frequency = 935MHz, VSWR = 1.12, bandwidth = 35 MHz, HPBW = 350 , gain = 7 dB. Keywords:GSM , antennas, helix, frequency, VSWR
APLIKASI KONVERTER ARUS SEARAH TIPE BUCK PADA PENGEREMAN DINAMIK MOTOR INDUKSI TIGA FASA METODE INJEKSI ARUS SEARAH Setiawan, Maulinda; Sukmadi, Tejo; Windarta, Jaka
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1134.384 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.4.665-674

Abstract

Motor induksi tiga fasa di berbagai industri sangat penting untuk dapat dihentikan dalam waktu singkat atau dijaga pada keadaan diam. Pengereman dinamik motor induksi tiga fasa telah umum digunakan untuk menghentikan motor induksi secara elektris. Umumnya, metode pengereman dinamik tidak dapat menghentikan putaran motor secara cepat  layaknya pengereman mekanis. Dalam penelitian ini, akan dibahas mengenai pengereman dinamik menggunakan metode injeksi arus searah. Perancangan Buck Converter dibuat sebagai sumber DC pada pengereman injeksi arus searah motor induksi tiga fasa. Berdasarkan hasil pengukuran buck converter dapat beroperasi pada duty cycle minimal yaitu 10% % dengan tegangan keluaran 11,3Vdan arus keluaran 0,16A. Pada duty cycle maksimal yaitu 90% dengan tegangan keluaran 29,95V dan arus keluaran 1,15A. Hasil pengujian juga membuktikan bahwa buck converter berhasil diaplikasikan pada pengereman injeksi arus searah motor induksi tiga fasa dan telah berhasil menghentikan motor paling cepat dalam waktu 0,18 detik pada saat kondisi tidak terkopel generator DC dan 1,7 detik untuk kondisi terkopel dengan generator DC.
ESTIMASI SIGNAL TO NOISE RATIO (SNR) MENGGUNAKAN METODE KORELASI Haq, Ahmad Dhiyaul; Santoso, Imam; Macrina, Ajub Ajulian Zahra
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.15 KB) | DOI: 10.14710/transient.1.4.326-332

Abstract

Abstrak Signal to Noise ratio (SNR) adalah suatu ukuran untuk menentukan kualitas dari sebuah sinyal yang terganggu oleh derau. Penelitian ini, estimasi SNR dilakukan dengan menggunakan metode korelasi. Sinyal masukan (sinyal uji) dimodelkan dengan sinyal sinusoidal. Sinyal derau dimodelkan sebagai sinyal random dengan distribusi normal (Gaussian). Perancangan simulasi ini dilakukan dengan menggunakan Simulink Matlab. Hasil pengujian telah diperoleh bahwa variasi frekuensi sinyal masukan menghasilkan nilai estimasi SNR yang bervariasi. Pada hasil simulasi, yang mendekati nilai SNR target adalah pada frekuensi 1000 Hz dengan metode korelasi tak tertapis dan frekuensi 500 Hz dengan metode korelasi tertapis. Ukuran frame sinyal masukan 512 sampel/frame, baik dengan metode korelasi tak tertapis maupun dengan metode korelasi tertapis. Frekuensi sampling terjadi pada 16 kHz dengan metode korelasi tak tertapis dan pada 8 kHz dengan metode korelasi tertapis.Waktu tunda sampel pada sampel adalah 50 sampel dengan metode korelasi tak tertapis dan pada 30 sampel dengan metode korelasi tertapis. Kata-kunci: Signal to Noise Ratio (SNR), Distribusi Normal (Gaussian),Simulink Matlab. Abstract In a communication system, a signal transmission of information will be disturbed by the unwanted signals called noise. Signal to Noise ratio (SNR) is a measure for determining the quality of a signal are disturbed by the noise.This research, SNR estimation is done using the correlation method. The input signal (test signal) modeled by a sinusoidal signal. Signal noise is modeled as a random signal with a normal(Gaussian) distribution. The design of the simulation is performed using SimulinkMatlab.The test results on simulated SNR estimation has been obtained that the variations in the frequency of the input signal produces a variety SNR value estimate. In the simulation results, the results are approximate to the target SNR value is at a frequency of 1000 Hz withthe unfiltered correlation method and at frequency of 500 Hz with the filtered correlation method. Frame size of 512 samples of the input signal both with the unfiltered and the filtered correlation method. Sampling frequency occurs at 16 kHz, the with the unfiltered correlation method and at 8 kHz with with the unfiltered. Delay timeat 50 samples with the unfiltered correlation method and in 30 samples with filtered correlation method. Keywords: Signal to Noise Ratio (SNR), Distribusi Normal (Gaussian), Simulink Matlab.
PERANCANGAN SISTEM ANTARMUKA BERBASIS HMI (HUMAN MACHINE INTERFACE) PADA MESIN YARN CONDITIONING PLANT DI PT. APAC INTI CORPORA Faikar, Rousyan; Setiyono, Budi; Sumardi, Sumardi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.95 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.745-752

Abstract

Abstrak Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan salah satu industri yang penting karena merupakan gabungan dari industri berteknologi tinggi, padat modal, dan keterampilan sumber daya manusia yang menyerap tenaga kerja. Namun secara internal industri tekstil di Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan yang disebabkan karena peralatan yang relatif tua. Salah satu sistem yang berfungsi untuk meningkatkan produktivitas adalah sistem SCADA. SCADA pada Yarn Conditioning Plant (YCP) dibuat dengan menggunakan personal computer (PC) sebagai HMI dan master station, CX-Supervisor sebagai program HMI. PLC Omron CPM1A digunakan sebagai jalur komunikasi antara master dan slave station. Visual studio c# sebagai media akuisisi data temperatur dari mikrokontroler. Manajemen informasi dirancang menggunakan Microsoft Access 2010 sebagai penyimpaan database. Pada penelitian ini terdapat 4 pengujian yaitu pengujian pengontrolan, monitoring, delay dan database. Dari hasil 4 pengujian tersebut didapatkan sistem berjalan dengan baik. Pada pengujian pengontrolan tombol start, stop dan reset, plant dapat dikendalikan sesuai dengan yang seharusnya. Pengujian monitoring, HMI dapat mengikuti segala kondisi pada plant. Pada pengujian delay didapat adanya delay 1,201 detik antara komunikasi HMI dan PLC. Pada pengujian database semua informasi yang dibutuhkan dapat disimpan dengan baik pada MS access 2010. Kata-kunci:  PLC Omron CPM1A, Proses Pengondisian Benang, HMI, Database  Abstract The textile (TPT) is one of important industry because it is a combination among high-tech technology, capital intensive, and absorbs so many human resources. However, internally the textile industries in Indonesia have to face so many problems due to the use of old machines. One of the systems that serve to increase productivity is the SCADA system. SCADA in Yarn Conditioning Plant is built by using personal computer (PC) as human-machine interface (HMI) and master station, CX-supervisor is used as HMI program. Omron PLC, CPM1A, is used as communication line between master and slave stations. Slav. Visual Studio C# has a function to collect temperature data from microcontroller to HMI. Information management was designed utilizing Microsoft Access 2010 as data storage connected to HMI. In this research, there are four assessments carried out: control, monitoring, delay and database. Based on the assessments, it can be inferred that system worked well. In the control assessments, the start, stop and reset button can control the plant as it has to be. Monitoring assessments, HMI can follow all condition of the plant. In delay assessments, the delay between HMI and PLC obtained 1,201 second. All of required information could be stored property in Microsoft Access 2010 based on database assessment. Keywords: PLC Omron CPM1A, Yarn Conditioning Process, HMI, Database
PERENCANAAN MAXIMUM POWER POINT TRACKING (MPPT) DENGAN METODE PERTURB AND OBSERVE PADA PANEL SURYA Fauzi, Akhmad; Facta, Mochammad; Sudjadi, Sudjadi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1191.541 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.4.918-924

Abstract

Potensi energi matahari di Indonesia sangat melimpah, hal ini menguntungkan dalam pembangkitan energi listrik dengan panel surya. Energi matahari yang tidak tetap membuat efektitifitas panel surya berkurang.  Terdapat dua metode dalam memaksimalkan keluaran panel surya yaitu, metode dinamis dengan menggunakan motor listrik untuk mengarahkan panel surya ke matahari dan metode statis  atau Maximum Power Point Tracking (MPPT) menggunakan konverter daya. MPPT digunakan untuk mencari titik daya maksimum dari kurva karakteristik P-V pada panel surya. Pengaruh perubahan irradiasi dan suhu sehingga titik daya maksimum panel surya berubah-ubah. Pada penelitian ini dilakukan perancangan MPPT dengan metode Perturb and Observe (P&O) dengan Buck Boost Converter untuk mencari titik daya maksimum panel surya. Pada pengujian sistem didapatkan hasil sistem MPPT mampu mencari titik daya maksimum surya sebesar 5.71 watt pada irradiasi 1000 watt/m2 temperatur 29oC, sedangkan tanpa MMPT rata-rata daya maksimum pada beban 50Ω sebesar 5,22 watt, 39Ω sebesar 4,99 watt. Irradiasi 750 watt/m2 temperatur 29oC dengan MPPT mampu mencari titik daya maksimum surya sebesar 3.92 watt,sedangkan tanpa MPPT rata-rata daya maksimum pada beban 50Ω sebesar 3.56 watt, 39Ω sebesar 3.38 watt.
PENGEMBANGAN SISTEM PEMANTAUAN ASET TEKNOLOGI INFORMASI (IT FACILITY MONITORING SYSTEM) PADA PT PERTAMINA (PERSERO) Endriawan, Endriawan; Syafei, Wahyul Amien; Isnanto, R. Rizal
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.546 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.851-857

Abstract

Abstrak PT Pertamina (Persero) merupakan perusahaan milik negara yang bergerak di bidang energi meliputi minyak, gas serta energi baru dan terbarukan. PT Pertamina (Persero) memiliki banyak unit operasi dimana setiap unit operasi tersebut memiliki banyak divisi. Tiap unit operasi, divisi dan pekerja tentu saja membutuhkan aset teknologi informasi untuk mendukung kinerjanya. Aset teknologi informasi tersebut ada yang dibeli secara langsung oleh perusahaan ataupun menggunakan sistem kontrak. penelitian ini melakukan penelitian untuk merancang sebuah sistem informasi yang dapat mengelola aset, meliputi, mencatat aset perusahaan pada unit operasi, mencatat aset perusahaan pada cost center mencatat aset perusahaan yang dibawa oleh pekerja, memungkinkan sentralisasi pencatatan aset perusahaan sehingga dapat mengawasai aset perusahaan, membantu pelaporan aset teknologi informasi dan membantu proses perpanjangan kontrak aset teknologi informasi pada vendor. Pengujian pada sistem informasi ini, menunjukkan bahwa sistem sudah dapat dirancang dan dibuat untuk memenuhi tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mencatat aset perusahaan pada unit operasi, mencatat aset perusahaan pada cost center, mencatat aset perusahaan yang dibawa oleh pekerja, memungkinkan sentralisasi pencatatan aset perusahaan sehingga dapat mengawasai aset perusahaan, membantu pelaporan aset teknologi informasi dan proses perpanjangan kontrak aset teknologi informasi pada vendor. Kata kunci : Aset teknologi informasi, sistem informasi  Abstract PT Pertamina (Persero) is a state-owned company engaged in the field of energy include oil, gas and renewable energy. It  has many operating units where each unit operation has many divisions. Each operating unit, division and course workers need information technology assets to support its performance. The information technology assets purchased directly by the company or through a contract. This research is to research a design of system that can manage information technnology assets, including, noting the company's information technology assets in the operating units and cost center,  noted the company's information technology assets that have been brought by workers, provides centralized recording of the company's information technology assets that can monitor the company's assets, helping IT asset reporting and assist in the extension of the contract on the vendor's information technology assets. The information system test, indicate that the system can be made to meet the goals of this research which are noting the company's assets in the operation unit and cost center, noted that the company's information technology assets brought by workers, provides centralized recording of the company's assets, helping IT asset reporting and assist in the extension of the contract on the vendor's information technology assets. Keywords:Information Technoloyi Asset, information systems
PERANCANGAN KONTROLER SELF TUNING NEURO-PI UNTUK PENGENDALIAN KETINGGIAN AIR DAN TEMPERATUR STEAM DRUM BOILER Tejawijaya, Dennis; Triwiyatno, Aris; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.732 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.1.8-15

Abstract

Boiler dalam sistem Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) memiliki beberapa sistem, salah satunya Steam Drum yang terdiri dari dua buah subsistem; yaitu ketinggian air dan temperature uap. Pengendalian steam drum ini diperlukan untuk menjaga agar steam drum menghasilkan produk atau keluaran yang diinginkan tanpa menyebabkan potensi-potensi kerusakan. Pada Tugas Akhir ini dilakukan penelitian tentang perancangan kontroler Self Tuning Neuro PI yang mengimplementasikan metode Neural Network yang beradaptasi dengan sistem pembelajaran backpropagation berdasarkan data masukan dan keluaran yang telah diinisialisasikan, sehingga didapat bobot-bobot jaringan yang sesuai dengan model data masukan dan keluaran pada pembelajaran. Kemampuan Neural Network ini digunakan untuk tuning parameter P dan I pada kontroler PI agar mampu bekerja secara optimal walaupun terjadi gangguan. Hasil simulasi disimpulkan bahwa dengan menambahkan Neural Network sebagai metode Self Tuning pada kontroler PI dapat mengurangi overshoot sebesar 4.3% dengan nilai IAE sebesar 2,84 pada ketinggian air, sedangkan pada sistem temperatur uap mempercepat rise time dan settling time 7,5 menit, menghilangkan overshoot dan mengurangi IAE sebesar 28,96%. Selain itu, Self Tuning Neuro PI dapat bekerja dengan baik dalam mempertahankan nilai berada pada nilai yang diinginkan meskipun terjadi perubahan set point dan adanya gangguan.
PENGGUNAAN KONVERTER JENIS BUCK DENGAN PEMUTUS TEGANGAN OTOMATIS UNTUK PENGISI AKUMULATOR Setiawan, Eko; Facta, Mochammad; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.574 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.1.51-57

Abstract

Abstrak Pengisian muatan akumulator adalah dengan cara mengaliri akumulator dengan arus listrik secara terus menerus. Pengisian dihentikan ketika tegangan akumulator telah sampai pada tegangan maksimumnya. Ketika tegangan akumulator telah mencapai tegangan maksimumnya tetapi pengisian tetap dilakukan maka akan terjadi overcharge, sehingga hal ini dapat memperpendek umur akumulator. Dari beberapa topologi konverter arus searah, konverter jenis buck menarik untuk ditelaah lebih lanjut, karena konverter ini menghasilkan tegangan keluaran yang memiliki nilai maksimal sama dengan tegangan masukan. Pada penelitian ini dibahas mengenai perancangan menggunakan buck converter dengan pemutus tegangan otomatis untuk menghindari overcharge. Berdasarkan hasil percobaan, tegangan pengisian akumulator yang digunakan adalah sebesar 14,4 Volt dengan suhu ruangan kurang dari 30 derajat celcius. Pemutus tegangan otomatis berhasil menghentikan pengisian akumulator ketika terminal tegangan akumulator telah mencapai 13,8 Volt dan indikator berupa LED akan menyala. Efisiensi yang terukur pada rangkaian buck converter yaitu sebesar 84%. Kata kunci: buck converter ,akumulator, pemutus tegangan otomatis   Abstract Accumulator can be charged by flowing electric current through the accumulator continuously. Charging is stopped when the accumulator voltage has reached its maximum voltage. When it has reached its maximum voltage and the charging is on progress then there will be an overcharge. Futhermore,  it can shorten the accumulator lifetime. Based on direct current converter topologies, buck converter types are interested to be much more explored, because its voltage output has maximum value that equals to the input. In this final project, it is discussed about the design using buck converter with automatic voltage breakers to avoid overcharge. According to the experimental results, the accumulator voltage charging is around about  14.4 volts with the room temperature less than 30 celsius degrees. Automatic voltage breakers successfully stop the accumulator’s charge when the terminal voltage of the accumulator has reached 13.8 Volt followed by  LED indicator will be turn on as well. Efficiency measured in buck converter circuit  equals to 84%. Keywords: buck converter, accumulator, automatic voltage breakers
OPTIMALISASI ENTITAS ECOMMERCE DENGAN MENGGUNAKAN CLOUD MARKETPLACE Arfan, Muhammad; Hidayatno, Achmad; Ramadhani, Natalia Putri
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.058 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.209-213

Abstract

Ecommerce memberikan pengalaman baru dalam transaksi jual beli produk. Kemudahan dalam memilih produk dengan harga bersaing menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli. Perkembangan ecommerce juga memberi solusi bagi pelaku usaha membuka pasar lebih luas dengan penerapan beberapa aplikasi dan layanan yang membantu pelaku usaha dalam mengelola sumber daya bisnis. Di sisi lain, penerapan ecommerce bagi pelaku usaha belum optimal. Hal ini disebabkan aplikasi ecommerce pada umumnya lebih relevan kepada usaha yang memiliki proses bisnis yang mapan dengan modal besar, sehingga pelaku bisnis pemula enggan menggunakan karena proses bisnis yang ditawarkan tidak relevan dan cenderung sulit untuk diterapkan. Ketersediaan SDM dan peralatan pendukung juga menjadi kesulitan tersendiri untuk memulai pengelolaan bisnis berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Dari hal tersebut diatas, maka perlu dibangun sistem Cloud Marketplace dengan mengembangkan entitas ecommerce yang sudah ada. Dengan menggunakan sistem Cloud Marketplace, kolaborasi antar pelaku usaha dapat meningkatkan daya saing produk dan calon pembeli lebih mudah dalam menemukan produk berkualitas. Melalui sistem ini  pelaku usaha dapat mengelola sumber daya bisnis yang meliputi pengelolaan stok barang, pemasaran dan keuangan. Proses tersebut berjalan online  sehingga dapat diakses di mana saja dan kapan saja. Kemudahan akses dan kemudahan penggunaan fitur bisnis yang  akan memudahkan pelaku usaha dalam pengelolaan sumber daya bisnis.
LAYANAN CALL CONFERENCE MENGGUNAKAN ASTERISK DI DALAM JARINGAN LOKAL Andaltria, Irwan; Sudjadi, Sudjadi; Isnanto, R. Rizal
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.809 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.1.202-208

Abstract

Abstrak Teknologi VoIP (Voice over Internet Protocol) adalah teknologi yang melewatkan paket data suara digital melalui jaringan internet. Penerapan VoIP dengan protokol SIP dewasa ini bisa dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak yang khusus dibuat untuk memberikan layanan komunikasi VoIP, Asterisk adalah salah satu perangkat lunak tersebut. Asterisk berperan sebagai server SIP yang melakukan otentikasi pengguna, membuat rute pensinyalan, dan menghubungkan antar pengguna VoIP. Asterisk mampu memberikan layanan Call Conference yang mampu meningkatkan efisiensi koordinasi di dalam lingkungan kerja sebuah organisasi. penelitian ini membahas mengenai pemasangan dan konfigurasi Asterisk sebagai server SIP guna memfasilitasi kebutuhan layanan call conference melalui fitur ConfBridge. Penerapan Asterisk pada penelitian ini dilakukan di dalam lingkungan jaringan lokal nirkabel. Setiap pengguna yang berada dalam cakupan sinyal jaringan lokal nirkabel (WiFi) ini dapat saling berkomunikasi atau melakukan konferensi melalui perangkat telepon SIP.   Kata kunci : VoIP, SIP, Asterisk, Linux, ConfBridge, LAN, komunikasi, Qos, MOS     Abstract The technology of VoIP (Voice over Internet Protocol) is a technology of digital voice data packets passing through the Internet. In this way, VoIP can replace analog phone system functions as a means of voice telecom. Implementation of VoIP with SIP today can be done using software specifically designed to provide VoIP communication services, Asterisk is one such software. Asterisk acts as a SIP server to authenticate users, create signaling routes, and linking between VoIP users. Asterisk Conference Call is able to provide services that  improves the efficiency of co-ordination in the working environment of an organization. This project is about planning, implementing and configuring Asterisk as a SIP server to facilitate Call Conference service through ConfBridge feautre. Implementation of Asterisk in this research is done within the local wireless network. Each user within the scope of the local network signal (WiFi) will be able to communicate or conduct a conference via SIP phone devices. Key words: VoIP, SIP, Asterisk, ConfBridge, Linux, LAN,communication, QoS, MOS

Page 22 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue