cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
ANALISIS TINGKAT KESUKSESAN HARD HANDOFF PADA JARINGAN 802.11G DENGAN MENGGUNAKAN NETWORK SIMULATOR 2 (NS-2) Ramadhan, Fajar; Sukiswo, Sukiswo; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.353 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.871-877

Abstract

Pada suatu jaringan WLAN terdapat Access Point (AP) yang merupakan suatu gerbang komunikasi antara perangkat komunikasi nirkabel dengan dunia luar maupunantar perangkat nirkabel dalam jaringan tersebut. Pengguna perangkat komunikasi bergerak di jaringan nirkabel dapat berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Hal ini menyebabkan berpindahnya akses pengguna dari suatu AP ke AP lain. Perpindahan dari AP ke AP tanpa ada sambungan secara paralel ke AP tujuan lebih dulu inilah yang disebut hard handoff. Dalam tugas akhir ini dilakukan simulasi menggunakan Network Simulator 2 (NS-2) versi 2.35 untuk menganalisis tingkat kesuksesan hard handoff pada jaringan 802.11g. Simulasi dilakukan pada jaringan dengan intensitas trafik tinggi dengan menggunakan variasi jumlah node dan kecepatan bergerak node. Analisis hasil pengujian jaringan ini menggunakan parameter-parameter Quality of Service (QoS), yaitu Packet Delivery Ratio (PDR), waktu tunda (delay) dan juga persentase kesuksesan hard handoff. Berdasarkan hasil simulasi, persentase kesuksesan hard handoff terendah sebesar 16,67% terjadi pada jaringan dengan jumlah node 100 berkecepatan 1,90 m/s. Kemudian, persentase kesuksesan hard handoff tertinggi sebesar 50,00% terjadi pada jaringan dengan jumlah node 40 berkecepatan 1,90 m/s.
SIMULASI DAN ANALISIS JARINGAN METRO ETHERNET KOTA SURABAYA TAHUN 2028 DENGAN SIMULATOR RIVERBED MODELER ACADEMIC EDITION 17.5 Ananda, Fitri; Sukiswo, Sukiswo; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.474 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.4.1040-1047

Abstract

Kota Surabaya berdasarkan Kemkominfo merupakan salah satu kota dengan pengguna internet terbanyak di Indonesia yaitu 95 ribu pengguna. Metro Ethernet merupakan layanan komunikasi data untuk masyarakat wilayah perkotaan dengan bandwidth yang cukup besar. Oleh karena itu dibutuhkan suatu perencanaan jaringan untuk tahun-tahun mendatang sehingga memudahkan pengembangan jaringan demi terciptanya layanan metro ethernet Kota Surabaya yang handal dan memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal. Pada penelitian ini dilakukan simulasi perancangan jaringan metro ethernet Kota Surabaya tahun 2028 yang terdiri dari dua kondisi, yaitu jaringan kondisi flapping link dan kondisi normal. Jaringan kondisi flapping link digunakan untuk mengetahui kinerja dari dua routing protocol OSPF dan RIP. Hasil dari simulasi jaringan kondisi normal digunakan untuk menganalisis performansi masing-masing link Pada analisis flapping link, routing protocol OSPF menunjukkan kinerja lebih baik dibandingkan RIP, sehingga jaringan kondisi normal menggunakan routing protocol OSPF. Analisis performansi link dilakukan dengan mengukur parameter-parameter QoS berupa round trip delay (RTD), jitter dan packet loss. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa RTD, jitter dan packet loss seluruh link masih dalam kondisi baik dengan nilai <5msec, <1msec dan 0.001%.
PEMBUATAN MODUL PRAKTIKUM RELE PROTEKSI ARUS URUTAN NEGATIF DENGAN SEPAM 1000+ Hutomo, Tri; Facta, Mochammad; Karnoto, Karnoto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.639 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.4.953-960

Abstract

Abstrak Adanya gangguan dalam sistem tenaga listrik merupakan masalah yang harus dihilangkan karena dapat menyebabkan ketidakseimbangan pada tegangan dan arus. Sistem tiga fasa yang tak seimbang pada arus dan tegangannya memiliki komponen urutan positif, negatif dan nol. Adanya komponen urutan negatif ini memiliki efek buruk terutama pada mesin listrik yaitu dapat mengakibatkan pemanasan yang mempengaruhi kekuatan isolasi sehingga mengurangi umur dari mesin listrik. Dalam upaya untuk mempelajari gangguan arus urutan negatif dan kinerja peralatan proteksi yang melindungi dari gangguan tersebut maka diperlukan sebuah prototipe sistem tenaga listrik yang dapat mensimulasikan gangguan tidak seimbang dan arus urutan negatif.  Berdasarkan hasil yang didapatkan pada simulasi program, maka nilai arus urutan negatif terbesar terjadi pada gangguan hubung singkat fasa ke fasa yakni sebesar 0.307 A dan nilai arus gangguan terkecil pada gangguan beban tak seimbang yakni 0.043 A. Gangguan satu fasa terbuka dan dua fasa terbuka memiliki nilai arus urutan negatif yang sama besar yaitu 0.045 A. Arus gangguan ini diukur pada sisi sekunder CT ideal dengan setting rasio 200:1. Kurva pemutusan rele SEPAM yang tepat untuk melindungi motor induksi tiga fasa 10 HP dari arus urutan negatif adalah tipe definite dengan waktu pemutusan 0.6 detik. Kata Kunci : proteksi , gangguan tak seimbang, arus urutan negatif  Abstract Faults in power systems are problems that must be cleared because several types of faults lead to unbalance of voltages and currents. Unbalanced three-phase system has positive, negative and zero sequence in the voltages and currents. Negative sequence has destructive effect especially to electric machine because it produces heat and reduces the quality of isolation and consequently it will shorten the lifetime of machine. In the effort to study the negative sequence currents fault and the performance of protection devices , a prototype of power system that can simulate unbalanced fault and negative sequence currents is required. Several results are obtained after program simulation. The highest negative sequence currents is obtained during phase to phase short circuit fault at  0.307 Ampere and the lowest one is unbalance load at 0.043 Ampere. One phase and two phase open faults have the same negative sequence currents magnitude at 0.045 Ampere. The fault currents are measured on secondary side of ideal CT with ratios setting 200:1. The definite curve of SEPAM relay is the most suitable tripping curve to protect 10 HP three-phase induction motor from the negative sequence currents with tripping time at 0.6s.  Keywords : protection, unbalance fault, negative sequence current 
ANALISIS PERFORMANSI LINK PADA JARINGAN METRO ETHERNET REGIONAL JAWA TENGAH MENGGUNAKAN SIMULATOR OPNET 14.5 Pratama, Satya Yoga; Sukiswo, Sukiswo; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.811 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.1.117-223

Abstract

Metro ethernet adalah salah satu teknologi telekomunikasi berbasis IP modern yang diimplementasikan pada jaringan transport untuk melayani kebutuhan masyarakat di area yang luas menggantikan peran SDH/SONET. Metro ethernet pada dasarnya bekerja pada OSI layer 1 dan 2, tetapi seiring berkembangnya jaman, metro ethernet juga bekerja pada layer 3 untuk routing dan transmisi data hingga 10 Gbps. Link merupakan salah satu bagian vital dalam jaringan metro ethernet. Suatu link harus memiliki performansi yang baik untuk bisa melayani trafik yang ada serta pada waktu tertentu mengalami peningkatan kapasitas seiring peningkatan trafik jika diperlukan. Tugas Akhir ini melakukan analisis performansi link untuk mengetahui kualitas link seiring peningkatan trafik. Simulator yang digunakan adalah OPNET Modeler v14.5. Pengukuran dan analisis performansi link dengan parameter-parameter round trip delay (RTD), jitter dan packet loss dilakukan berdasarkan pendimensian jaringan sebagai pendukungnya. Topologi yang digunakan yaitu ring 1 loop berisi 8 node. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa RTD terbesar terdapat pada link PWD-TOR dengan 2,614 ms dan untuk link lain berada dibawah 1 ms. Jitter terbesar dihasilkan oleh link TOR-PWD dengan 1,30 ms dan untuk link lain masih berada dibawah 1 ms. Untuk packet loss, seluruh link jaringan selama traffic forecasting masih sangat baik dengan nilai 0%.
MAKALAH SEMINAR TUGAS AKHIR PERANCANGAN SCADA PADA ELECTRICITY MANAGEMENT SYSTEM UNTUK BEBAN PENERANGAN DAN PENDINGINAN PADA RUANG B.301TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS DIPONEGORO Pangestu, Rizqi Prayogo; Sumardi, Sumardi; Triwiyatno, Aris
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.058 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.1.161-168

Abstract

Abstrak Energi pada waktu sekarang ini terus mengalami penurunan dalam hal kapasitas yang tersedia dan tidak didukung dengan penghematan. Pemanfaatan energi tersebut harus dilakukan dengan sangat efisien, efektif. Salah satu system yang berfungsi dalam memonitoring penggunaan energy secara efesiens,efektif dan otomatis adalah sistem SCADA. SCADA pada electricity management system dibuat dengan menggunakan personal computer(PC) sebagai HMI dan master station, CX supervisor sebagai program HMI. PLC Omron CPM1A sebagai jalur komunikasi antara master station dan slave station. slave station berupa modul I/O yang tersambung pada relay dalam penerapan Electricity Management System (EMS). Manajemen informasi dirancang menggunakan MS Access yang tersambung dengan HMI. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah suatu sistem untuk mengendalikan,monitoring dan manajemen beban penerangan dan pendinginan berdasarkan database untuk meningkatkan efisiensi energi pengguna. Mode remote HMI memilik rata-rata waktu tunda sebesar 5,66 detik pada pergantian status beban di ruangan dan rata-rata sebesar 10,59 detik pada tampilan HMI. Penghematan penggunaan energy listrik yang dihasilkan sistem melalui proses yang telah dilakukan dalam 1 hari, minggu dan bulan masing-masing adalah sebesar 5,756 Kwh, 28,78 Kwh dan 115,12 Kwh. Kata kunci : PLC, HMI, energi listrik, manajemen informasi.  Abstract Energy at the present time continues to decline in terms of available capacity and not supported by the savings. The energy utilization should be done very efficiently, effectively. One system that functions in monitoring energy use in efesiens, effective and automatic is the SCADA system. SCADA on electricity management system created by using personal computer (PC) as the HMI and the master station, the CX supervisor as HMI program. Omron PLC CPM1A as lines of communication between the master station and slave station. slave station in the form of I / O modules are connected to the relay in the application of the Electricity Management System (EMS). Management was designed using MS Access information connected with HMI. The results obtained in this study is a system for controlling, monitoring and management of lighting and cooling loads based on the database to improve the energy efficiency of the user. Remote mode HMI pick the average delay time of 5.66 seconds at the turn of the status of the load in the room and an average of 10.59 seconds in the HMI display. Efficient use of electrical energy produced by the system through a process that has been done in 1 day, week and month respectively amounted to 5.756 kWh, 28.78Kwh and 115.12 Kwh. Keywords: PLC, HMI, electrical energy, information management
IMPLEMENTASI KONTROL ARUS PADA INVERTER SATU FASA MENGGUNAKAN DSPIC30F4011 DENGAN METODE KONTROL PROPORTIONAL RESONANT Al Achmad, Syah Jahan; Setiawan, Iwan; Andromeda, Trias
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1407.317 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.310-318

Abstract

Konsumsi energi global yang semakin besar dengan sumber energi yang terbatas membutuhkan suatu sumber green energy. Oleh karena itu, energi terbarukan yang berkelanjutan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi hal ini. Tenaga angin, photovoltaic, ataupun pasang surut air laut merupakan beberapa contoh sumber energi tersebut dan menarik untuk diteliti. Konverter sangat diperlukan untuk merealisasikan sumber energi ini. Inverter satu fasa adalah konverter yang mengubah input DC menjadi output AC. Dalam Penelitian ini, dirancang inverter satu fasa tipe Full Bridge dengan metode kontrol proportional resonant menggunakan mikrokontroler 16-bit dsPIC30F4011 karena metode kontrol tersebut mampu memperbaiki respon sistem dengan cepat. Besarnya arus keluaran inverter diumpan-balikkan menggunakan sensor arus ACS712-05B. Pengujian dilakukan dengan rentang referensi arus sebesar 1 – 2,5 A pada variasi beban 4 Ω dan 9 Ω. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kontrol proportional resonant adalah kontroler yang cocok untuk digunakan sebagai pengendalian arus AC pada inverter satu fasa yang dirancang. Ripple arus yang terjadi karena nilai filter induktor yang kurang sesuai. Tegangan output pada beban resistif yang kecil terjadi karena arus yang melewati beban resistif kecil, drop tegangan pada keluaran inverter, dan pembagi tegangan dari induktor karena dirangkai seri.
APLIKASI PENDIAGNOSIS GANGGUAN GINJAL MELALUI CITRA IRIS MATA MENGGUNAKAN METODE SEGMENTASI BERDASAR DETEKSI TEPI Rahayu, Dictosendo Noor Pambudi; Isnanto, R. Rizal; Hidayatno, Achmad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.038 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.2.283-288

Abstract

Abstrak Iridologi sebagai ilmu pengetahuan didasarkan pada analisis susunan iris mata. Secara khusus iris memiliki kelebihan spesifik, yaitu dapat merekam semua kondisi organ, konstruksi tubuh, serta kondisi psikologis. Jejak rekaman yang berkaitan dengan tingkat-tingkat intensitas zatau penyimpangan organ-organ tubuh yang disebabkan oleh penyakit terdata secara sistematis serta terpola pada iris mata dan sekitarnya. Hal ini dapat dijadikan pedoman praktis untuk melakukan diagnosis terhadap aneka penyakit. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai diagnosis kondisi organ dengan melihat citra iris mata. Dalam Tugas Akhir ini, perangkat lunak mampu melakukan pengklasifikasian menggunakan segmentasi deteksi tepi dan pengambangan. Citra mata yang akan diolah terlebih dahulu dipisahkan dari citra mata untuk selanjutnya dilakukan perubahan ke citra aras keabuan dan peningkatan kualitas citra menggunakan adaptif histogram. Proses selanjutnya adalah mengubah citra iris kedalam bentuk rectangular dan pengambilan Region Of Interest pada citra mata yang berhubungan dengan organ ginjal, langkah terahir adalah dengan mendeteksi tepi dari ROI citra iris mata, dan mengubahnya menjadi citra biner untuk dihitung luasan luka pada ROI citra iris. Dari hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa sistem pengenalan iris mata ini menunjukkan hasil pengenalan yang baik. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses pengenalan yaitu erau dari citra masukan, warna citra iris mata, pencahayaan pada citra masukan. Dari 20 citra iris mata yang diuji, program ini dapat mengenali 19 citra, sehingga pengenalannya 95%. Kata-Kunci : Iridologi , pengolahan citra digital, deteksi tepi  Abstract Iridology as a science is based on an analysis composition of iris. In particular organ rather iris have specific advantages, which can record all the conditions of the organs, body construction, as well as psychological conditions. Trace records related to the intensity levels or deviations organs caused by disease recorded in a systematic and patterned on the iris of the eye and surrounding area. It can be used as a practical guideline for the diagnosis of the various diseases. Therefore, further research needs to be done about the condition of the organ diagnosis by looking at image of the iris. In this final project, the software is able to perform classification using edge detection and segmentation floating. Eye image to be processed first separated from the image of the eye and then changes to the gray level image and the image quality improvement using adaptive histogram. The next process is to change the image of iris into rectangular form and making the Region Of Interest eye image associated with the kidneys, the last step is to detect the edge of the iris image ROI, and turn it into a binary image for the calculated area of wounds on iris image ROI. From the test results, it can be concluded that the iris recognition system shows good recognition results. There are several factors that influence the recognition process Noise of the input image, color image of the iris of the eye, the lighting in the input image. Of 20 tested iris image, the program can recognize 19 of image, so the program can recognize of 95%. Keywords : Iridology, digital image processing, Edge detection
PERANCANGAN SISTEM PENGATURAN SUHU CAIRAN DENGAN METODE KONTROL FUZZY PADA DISPENSER KOPI INSTAN OTOMATIS Yusuf, Yusuf; Triwiyatno, Aris; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1200.867 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.3.247-253

Abstract

 Industri kopi yang semakin berkembang, maka semakin banyak juga teknologi yang dipakai didalamnya. Sudah banyak digunakan berbagai mesin kopi dari yang manual sampai full automatic. Pada mesin kopi  automatic yang biasa dijumpai di minimarket masih menggunakan sistem kontrol konvensional sehingga masih memakan banyak waktu dalam prosesnya. Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem pada mesin kopi otomatis untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. Pada penelitian ini merancang sebuah sistem kontrol suhu pada dispenser kopi instan otomatis menggunakan kontrol fuzzy yang dapat menghasilkan respon sistem untuk memenuhi kriteria performansi yang diinginkan. Sistem ini menggunakan dua buah heater masing-masing untuk kopi dan creamer. Proses pengontrolan heater menggunakan modul dimmer yang didalamnya terdapat rangkaian pengendali tegangan AC yang berfungsi untuk mengendalikan tegangan pada masing-masing pemanas. Alat dispenser kopi instan otomatis juga dapat memproses otomasi level menggunakan ball valve. Pengujian sistem pemanas menggunakan kontrol fuzzy yang diberi setpoint berbeda. Setelah dilakukan pengujian, respon sistem yang menghasilkan nilai waktu stabil terkecil adalah sistem yang menggunakan kontrol fuzzy dengan suhu 80oC. Sistem ini dapat memanaskan kopi dan creamer pada suhu awal 30oC dan suhu akhir 80oC . Waktu stabil pada respon sistem ini adalah 514,3 detik . Error pada respon sistem ini adalah 2,2oC suhu akhir.
PERANCANGAN PERANGKAT KERAS PENGUKUR KETINGGIAN MUKA AIR BERBASIS WIRELESS SENSOR NETWORK MENGGUNAKAN PROTOKOL KOMUNIKASI ZIGBEE DAN GPRS (GENERAL PACKET RADIO SERVICE) DENGAN TOPOLOGI TREE Damanik, Indra P. S.; Sukiswo, Sukiswo; Riyadi, Munawar Agus
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.409 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.2.347-354

Abstract

Abstrak Jaringan mobile Ad-hoc merupakan salah satu perkembangan teknologi dalam jaringan komunikasi nirkabel. Wireless sensor network (WSN) Salah satu pemanfaatan teknologi mobile ad-hoc.Wireless sensor network merupakan jaringan sensor nirkabel yang digunakan untuk mendapatkan data dari hasil pengukuran terhadap suatu besaran fisis. Data yang didapat dari hasil pengukuran selanjutnya ditransmisikan melalui media nirkabel kepada gateway sebagai pusat konsetrator pengiriman data. Pada penelitian ini Wireless Sensor Network digunakan untuk melakukan pengukuran tinggi muka air. Pada penelitian ini akan dirancang perangkat pengukuran ketinggian muka air berbasis Wireless Sensor Network menggunakan sensor ultrasonik SR04. Pada penelitian ini menggunakan tiga jenis konfigurasi perangkat yaitu end device, router, dan coordinator dengan topologi tree. End device dan router bertindak .sebagai perangkat sensor nirkabel yang melakukan pengukuran ketinggian muka air, sedangkan coordinator bertindak sebagai konsentrator data dan sebagai penghubung pada jaringan internet.semua perangkat pada jaringan menggunakan Xbee Pro S2B sebagai mudl komunikasi pada jaringan zigbee. Pada perangkat coordinator menggunakan modul GPRS SIM-900 sebagai media penghubung pada jaringan internet. Dari hasil pengujian pada perangkat sensor, perangkat sudah mampu melakukan pengukuran terhadap muka air dengan selisih maksimal sebesar 3cm. Pada perangkat radio Xbee nilai throughput rata-rata dengan panjang paket 103 byte pada kondisi ruang terbuka sebesar 6,36kb/s  dengan delay sebesar 129,59ms  dan pada laboratorium sebesar 6,74kb/s dengan delay sebesar 122,33. Kata kunci : Wireless Sensor Network, Zigbee, pengukur ketinggian muka air, ultrasonik SR04, Xbee Pro S2B, GPRS  Abstract Ad-hoc mobile networks is one of the technological developments in wireless communications networks. the application of mobile ad-hoc technology can be seen in the application of wireless sensor network (WSN) .Wireless sensor network is used to get data from the measurement of a physical quantity. The data obtained from the results of subsequent measurements are transmitted via wireless media to the gateway as a central of data transmission. In this research wireless sensor network using for watel level measurement. This research will be designed water level measurement device based on the Wireless Sensor Network using ultrasonic sensors SR04. This sistem using three types of device configuration that is end devices, routers, and coordinator. End devices and routers act as a wireless sensor devices that perform measurements of water level, while the coordinator acts as a data concentrator and as a link on internet. From the results of testing on the sensor device, the device is capable of measuring the water level with a maximum difference of 3cm. In the XBee radio device, the average value of throughput with 103 byte packet length in open space conditions is 6,36kb / s with a delay of 129,59ms and the laboratory is 6,74kb / s with a delay of 122.33ms. Keywords: Wireless Sensor Network, Zigbee, water level measurment, ultrasonicSR04, XBee Pro S2B, GPRS
RANCANG BANGUN PROTOTIPE PENGATUR KELEMBAPAN TANAH OTOMATIS PADA TAMAN BERBASIS MIKROKONTROLER Eveline, Eveline; Sudjadi, Sudjadi; Darjat, Darjat
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.171 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.2.494-499

Abstract

Kelembaban tanah adalah kadar atau banyaknya air yang berada di lapisan tanah. Kelembapan tanah dapat menurun dan meningkat dengan sendirinya dan harus diatur. Kelembapan yang rendah juga menyebabkan permasalahan. Salah satunya adalah permasalahan taman yang rusak akibat kekeringan, tandus, dan bahkan tidak terurus karena sumber daya manusia. Taman yang dapat berguna untuk kehidupan manusia sebagai paru – paru kota dan tempat beraktivitas sehari – hari harus dijaga keseimbangannya. Sistem ini dapat menjadi jawaban atas permasalahan tersebut, yaitu dengan alat pengatur kelembapan taman otomatis berbasis mikrokontroler. Sistem ini menggunakan Arduino Uno R3, sensor kelembapan tanah , sensor jarak, motor, dan pompa beserta selang sebagai komponen penyusun. Prinsip kerja dari sistem ini adalah jika kelembapan tanah menunjukan kurang dari 50 persen (data 350), maka air akan mengalir dan meningkatkan kelebapan tanah jika persediaan air atau jarang sensor dengan air kurang dari 8 centimeter. Selain itu, aka nada peringatan tanah kering dan air habis pada tampilan LCD. Dengan adanya sistem ini, efisiensi pemeliharaan taman semakin meningkat.

Page 45 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue