cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
PERENCANAAN SETTING RELAY ARUS LEBIH (OCR) DAN RELAY ARUS LEBIH BERARAH (DOCR) PADA JARINGAN TEGANGAN MENENGAH 20 KV FEEDER A – L1 PS 2, TERMINAL 1 BANDARA SOEKARNO-HATTA Hafiizh, Naufal; Hermawan, Hermawan; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.858 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.166-173

Abstract

Sistem proteksi pada jaringan tegangan menengah 20 kV feeder A - L1 PS 2 terminal 1 bandara Soekarno-Hatta awalnya menggunakan dua relay diferensial yang tersambung dengan pilot wire pada tiap salurannya. Namun, ada rencana untuk pergantian panel pada busbar utama terminal 1 dimana panel tersebut sudah terdapat relay arus lebih (OCR) sehingga relay diferensial di awal saluran tergantikan oleh relay OCR dan relay diferensial di akhir saluran tidak bisa berpasangan dengan relay OCR pada dua saluran tersebut. Untuk mengatasi hal ini, relay diferensial yang satunya diganti dengan relay arus lebih berarah (DOCR). Pada penelitian ini, dilakukan perencanaan setting relay OCR dan DOCR. Perencanaan tersebut dilakukan dengan perhitungan secara manual, kemudian hasil perhitungan tersebut disimulasikan pada ETAP 12.6.0 untuk memeriksa setting yang benar. Apabila belum benar, maka akan dilakukan setting ulang. Setting relay OCR dan DOCR yang akan digunakan pada jaringan tegangan menengah 20 kV feeder A – L1 PS 2, terminal 1 bandara Soekarno-Hatta, didapat pickup = 0,4 dan Time Multiple Setting (TMS) = 0,15 untuk Relay1 (OCR), pickup = 0,4 dan TMS = 0,05 untuk Relay2 (DOCR), pickup = 0,4 dan TMS = 0,15 untuk Relay3 (OCR), serta pickup = 0,4 dan TMS = 0,05 untuk Relay4 (DOCR).
KINERJA ROUTING AODV DAN AOMDV PADA JARINGAN WPAN 802.15.4 ZIGBEE DENGAN TOPOLOGO MESH Hanitya Triantono Widya Putra; Sukiswo Sukiswo; Imam Santoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.409 KB) | DOI: 10.14710/transient.v2i1.9-15

Abstract

Abstrak   Wireless Personal Area Network (WPAN) adalah jaringan yang menghubungkan perangkat-perangkat dalam jangkauan personal yang dihubungkan tanpa kabel atau nirkabel. WPAN merupakan jaringan tanpa kabel yang mempunyai data rate rendah, konsumsi daya rendah, dan area cakupan yang cukup luas. Salah satu teknologi yang digunakan WPAN adalah Zigbee. Zigbee termasuk dalam kelompok WPAN yang digunakan untuk melakukan sensor dan kendali aplikasi berdaya rendah. Dalam penelitian ini, dibuat pemodelan jaringan Wireless Personal Area Network (WPAN) dengan zigbee menggunakan software simulator 2, yaitu NS-2 (Network Simulator 2) dalam topologi mesh. Penilaian kinerja jaringan menggunakan parameter-parameter Quality of Service (QoS), seperti throughput, paket hilang (packet loss), PDR (Packet Delivery Ratio) dan  waktu tunda (delay). Penggunaan protokol routing Ad-hoc On-demand Distance Vektor (AODV) dan Ad-hoc On-demand Multi path Distance Vektor (AOMDV) dalam penelitian ini diharapkan dapat mengetahui kinerja jaringan WPAN seperti nilai throughput, packet delivery ratio, waktu tunda dan paket hilang Dari hasil simulasi didapatkan bahwa routing AOMDV lebih baik dibandingkan dengan routing AODV, dimana AOMDV dengan nilai parameter seperti throughput dan PDR yang lebih besar sedangkan nilai paket hilang dan waktu tunda yang lebih kecil. Kata Kunci: WPAN, AODV, AOMDV, NS2     Abstract Wireless Personal Area Network (WPAN) is a network that connects devices within range of personal connected wirelessly. WPAN is wireless network that have low data rate, low consumption power and in boundery coverage area.One of technologies used in WPAN is Zigbee. Zigbee is kind of WPAN groups that uses at sensor and control for home application. In this research, modeling WPAN with zigbee using NS-2 (Network Simulator 2) in mesh topology. The values of performance QoS (Quality of Service) wireless network uses three parameters such as throughput, packet loss, packet delivery ratio(PDR) and delay. With routing protocol Ad-hoc On-demand Distance Vektor (AODV) and Ad-hoc On-demand Multi path Distance Vektor (AOMDV) in this study are expected to know the performance of WPAN network like throughput, packet delivery ratio, delay and packet loss ratio. From the simulation was found that AOMDV routing is better than the AODV routing, that the AOMDV with parameter values such as throughput and PDR are greater, while packet loss and delay the smaller ones. Keywords: WPAN, AODV, AOMDV, NS2
EVALUASI SETTING RELAY PROTEKSI GENERATOR DAN TRAFO GENERATOR DI PLTGU TAMBAK LOROK BLOK 1 Fitriyani, Maria Oktavia; Facta, Mochammad; Juningtyastuti, Juningtyastuti
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.112 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.809=815

Abstract

Abstrak PLTGU Tambak Lorok terdiri dari blok 1 dan blok 2. Blok 1 sejak 2011 beroperasi sebagai pembangkit cadangan dan pada tahun 2015 akan diaktifkan kembali sebagai pembangkit yang menyuplai daya secara terus menerus ke sistem dengan mengganti bahan bakar menjadi gas, akan tetapi sejak 2011 hingga saat ini setting relay di Blok 1 belum dievaluasi. Untuk menghindari kesalahan kerja dari relay ini maka akan dilakukan evaluasi setting relay proteksi di PLTGU Tambak Lorok Blok 1 khususnya relay proteksi pada generator dan trafo generator dengan menggunakan ETAP 12.6.0. Setelah dievaluasi, setting relay proteksi generator dan trafo generator masih layak untuk digunakan, kecuali relay arus lebih, relay urutan negatif dan under frequency relay yang mengalami perubahan dari nilai eksisting. Pada setting relay urutan negatif unit 4, setting I2 sebelum dilakukan evaluasi adalah 0,1813 A, sedangkan setting I2 setelah dilakukan evaluasi adalah 0,312 A. Pada setting relay arus lebih unit 1, 2, 3, setting TMS sebelum dilakukan evaluasi adalah 10 s, sedangkan setting TMS setelah dilakukan evaluasi adalah 1 s. Pada setting under frequency relay unit 4, setting Fpickup sebelum dilakukan evaluasi adalah 48,80 Hz, sedangkan setting Fpickup setelah dilakukan evaluasi adalah 49,49 Hz. Kata kunci : relay, generator, trafo generator Abstract PLTGU Tambak Lorok consists of block 1 and block 2. Block 1 since 2011 operates as a backup generator and in 2015 will be reactivated as a generator that supplies continuous power to the system by replacing the fuel into gas, but since 2011 until now, relay setting in Block 1 has not been evaluated. To avoid fault of these relays then the protection setting in PLTGU Tambak Lorok Block 1 particularly the protection of generator and transformer will be evaluated by using ETAP 12.6.0. After the evaluation, setting the generator and transformer protection relay generator is still feasible to be used, unless the relay overcurrent, negative sequence relays and under frequency relays are unchanged from the existing value. On the negative sequence relay setting of unit 4, setting I2 before the evaluation is 0.1813 A, while setting I2 after the evaluation is 0.312 A. In setting overcurrent relay unit 1, 2, 3, setting TMS prior to evaluation is 10 s, while setting TMS after the evaluation is 1 s. In the under frequency relay setting unit 4, setting Fpickup before an evaluation is 48.80 Hz, while setting Fpickup after the evaluation was 49.49 Hz. Keyword: relays, generator, generator transformers
PERANCANGAN DUAL INPUT KONVERTER ARUS SEARAH TIPE ZETA BERBASIS MICROCONTROLLER ARDUINO Karyadi, Atma; Andromeda, Trias; Christyono, Yuli
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.568 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.4.965-970

Abstract

Dewasa ini kebutuhan konversi tegangan arus searah yang berasal dari energi baru terbarukan semakin banyak digunakan terutama dalam skala rumah tangga. Salah satu cara untuk mengkonversi tegangan arus searah konstan ke tegangan arus searah yang dapat divariasikan adalah dengan menggunakan dual input konverter arus searah tipe Zeta. Penggunaan rangkaian dual input konverter arus searah untuk pengisian baterai sudah mulai berkembang. Proses pengisian baterai perlu memperhatikan nilai arus dan tegangan yang mengalir ke baterai. Arus dan tegangan yang tidak sesuai dapat merusak baterai dan mengurangi umur baterai. Hal tersebut dapat diatasi dengan menggunakan metode umpan balik arus dan tegangan sehingga proses pengisian baterai menggunakan konverter arus searah dapat bersifat loop tertutup. Berdasarkan hasil pengukuran, rangkaian dual input konverter arus searah tipe Zeta dengan umpan balik arus mampu menjaga arus keluaran konverter arus searah tipe Zeta pada 0,25 A. Sementara saat umpan balik tegangan, nilai tegangan keluaran dapat dijaga pada nilai 14,4 volt dan 13,5 volt dengan nilai efisiensi rata-rata konverter arus searah tipe Zeta sebesar 83,74% dengan umpan balik tegangan.
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK PEMBANGKIT QR CODE DAN PEMBACA QR CODE ARAS KE-2 Hadi, Ferry; Isnanto, R. Rizal; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.124 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.4.890-894

Abstract

Abstrak Pada mulanya QR Code digunakan dalam sebuah industri untuk memberikan identitas pada suatu produk. Seiring berjalannya waktu kegunaan QR Code mengalami perluasan. Saat ini QR Code juga sering dicantumkan dalam media pemasaran, tanda pengenal, dan lain-lain. Dengan perkembangan ini, metode untuk pembacaan QR Code-pun mengalami perkembangan. Saat ini untuk membaca sebuah QR Code tidak lagi diperlukan alat khusus seperti barcode reader. Untuk membacanya cukup menggunakan sebuah telepon selular yang dilengkapi kamera dan perangkat lunak pembaca QR Code. Sehingga saat ini siapapun dapat membaca informasi yang terkandung dalam sebuah QR Code. Tentu saja hal ini akan menimbulkan masalah jika data yang terkandung dalam QR Code merupakan informasi rahasia. Karena itu, dengan Tugas Akhir ini saya mencoba membuat suatu QR Code khusus, sehingga tidak sembarang orang dapat membaca informasi yang terkandung di dalamnya. Pada Tugas Akhir ini QR Code khusus dibuat dengan menyandikan teks informasi sebanyak dua kali dengan cara menjadikan QR Code hasil penyandian yang pertama sebagai masukan untuk membentuk QR Code yang ke-2. Karena penyandian teks informasi dilakukan sebanyak dua kali, maka QR Code yang dihasilkan disebut sebagai QR Code aras ke-2. Kata Kunci: QR Code, aras ke-2, simbol, teks informasi  Abstract QR Code was originally used in the industry to provide an identity to a product. As time went on the use of QR Code undergoing expansion. Currently QR Code is also often included in media marketing, identity card, and others. With this development, methods for reading QR Code also experienced growth. This time to read a QR Code is no longer required special tools such as a barcode reader. To read it you only need a camera-equipped mobile phone which has been installed a QR Code reader software. Now anyone can read information contained in a QR Code. Of course this will cause problems if the data contained within the QR Code is confidential information. Therefore, with this Final Project I tried to make a special QR Code, so that not just anyone can read the information contained therein. At this Final Project special QR Code is made by encoding the information text twice. This can be done by making QR Code result of the first encoding as an input to establish the second QR Code. Because the information text is encoded twice, then the result is called as second level QR Code. Keyword: QR Code, second level, symbol, information
PERANCANGAN AIR TO FUEL RATIO (AFR) CLUSTERING BERBASIS ADAPTIVE NEURAL FUZZY INFERENCE SYSTEM (ANFIS) PADA MODEL MOBIL BERMESIN INJEKSI BENSIN BERDASARKAN PROFIL KARAKTERISTIK MENGEMUDI PENGENDARA Albab, Muhamad Edwin; Triwiyatno, Aris; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.936 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.1.53-59

Abstract

Setiap pengendara kendaraan mobil mempunyai karakteristik mengemudi yang berbeda-beda. Karakteristik mengemudi tersebut dapat memengaruhi kinerja mesin. Perubahan kinerja mesin tersebut dapat dibagi menjadi beberapa jenis pengoperasian agar sesuai dengan kebutuhan pengendara. Air to Fuel Ratio (AFR) clustering dibutuhkan agar kinerja mesin sesuai dengan kebutuhan pengendara. Perancangan AFR clustering berbasis ANFIS dibuat pada model mobil bermesin injeksi bensin yang berdasarkan profil karakteristik mengemudi pengendara. Profil-profil yang digunakan adalah pola kemudi, akselerasi, dan pengereman. Hasil keluaran ANFIS adalah nilai AFR referensi yang terbagi menjadi 3 jenis, yaitu sporty (12,6), normal (14,67), dan economic (15,4). Perubahan variasi handwheel torque dari low ke mid tidak mempengaruhi AFR referensi. Pengaruh handwheel torque high membuat AFR referensi menjadi normal (14,67) ketika akselerasi kendaraan berada pada himpunan fuzzy AccLow dan AccMid sedangkan AFR referensi menjadi sporty (12,6) ketika akselerasi kendaraan berada pada himpunan fuzzy AccHigh. Pengereman menyebabkan terjadinya deselerasi kendaraan dan AFR referensi menjadi economic dengan nilai AFR 15,4.
STABILISASI ROBOT BERKAKI 6 (HEXAPOD) PADA BIDANG MIRING MENGGUNAKAN 9 DOF IMU BERBASIS INVERS KINEMATIC Asrofi, Muhammad; Sumardi, Sumardi; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.833 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.1.97-105

Abstract

Abstrak Robot merupakan alat yang dikembangkan dengan pesat dewasa ini. Salah satu jenis robot itu adalah robot bekaki 6 (Hexapod). Permasalahan yang sering timbul pada robot berkaki 6 ini adalah ketika dihadapkan pada permukaan yang miring. Ini akan mengakibatkan pergerakan robot terhambat dikarenakan titik beban robot yang tidak seimbang. Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan pembuatan sistem stabilisasi hexapod pada bidang miring menggunakan sensor 9 DOF IMU berbasis invers kinematic. Sensor IMU terbagi atas sensor accelerometer, gyroscope dan magnetometer. Sensor ini akan memberikan masukan sudut kemiringan dan heading robot sehingga akan diolah dalam kontroller fuzzy-pid untuk dapat mempertahankan body robot tetap datar pada bidang miring. Sebagai kontroller pergerakan robot dirancang sebuah invers kinematic. Hasil pengujian menunjukkan bahwa robot akan bergerak translasi depan apabila sumbu x invers di ubah dari posisi semula, bergerak translasi samping apabila sumbu y diubah dan bergerak translasi ke atas apabila sumbu z diubah terhadap nilai awal di invers kinematic.Pada pengujian sensor IMU didapat bahwa nilai RMSE total sumbu pitch adalah 1,73%, roll =1,67% dan yaw = 1,24%. Pada pengujian keseluruhan sistem didapat respon yang paling stabil yaitu dengan konstanta deffuzyfikasi Kp yaitu k1=0,5,  k2=1 , k3 = 3 , Ki yaitu memiliki nilai k1=0,5 , k2=0,5, k3=0,5 dan pada Kd memiliki k1=0,25 , k2=0,35 dan k3=0,45. Kata kunci :Hexapod, IMU, Fuzzy-PID  Abstract Robot is toll which developed very fast now. One of type of robot is 6 legged robot (Hexapod). The Problem from this robot is if hexapod find the tilt surface. This is will result the movement of robot can be late and the center of gravity not balanced. In this research makes a designed stabilization hexapod in tilt surface with 9 DOF IMU based on invers kinematic. IMU sensor devided by accelerometer, gyroscope and magnetometer. This sensor will gave the input of tilt degree and heading of robot so can be processed in fuzzy-pid controller to can balance the body of robot in tilt surface. As the controller of the movement hexapod is design to invers kinematic. The results show that the robot will move forward when the x-axis translation inverse changed from its original position, move aside when the y-axis translational modified and move in up and down  if the translation to the z-axis was changed. From the testing of IMU get the total of RMSE pitch is 1,73%, roll =1,67% and yaw = 1,24%. In controller fuzzy-pid get the good respon is on the value Kp have k1=0,5,  k2=1 , k3 = 3 , Ki have k1=0,5 , k2=0,5, k3=0,5 and Kd have k1=0,25 , k2=0,35 dan k3=0,45. Keyword : Hexapod, IMU, Fuzzy-PID
PENDETEKSIAN OBJEK MENGGUNAKAN ALGORITMA HSV BERBASIS RASPBERRY PI 3B Rahmadani, Taufik; Nugroho, Wisnu Dyan; Perdana, Atha’ Dwira; Triwiyatno, Aris
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.007 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.2.341-344

Abstract

Teknologi dengan menggunakan metode pengolahan citra digital (digital image processing) marak dikembangkan belakangan ini, hal ini disebabkan kemudahan dalam penggunaannya serta didukung dengan kemampuan komputer yang memadai untuk melakukan komputasi. Pada penelitian ini, kami membuat alat pendeteksi objek menggunakan algoritma HSV (Hue, Saturation, Value) dengan menggunakan Raspberry PI 3B sebagai pengolah data. Dari penelitian yang kami lakukan, didapatkan  bahwasannya metode HSV dapat mendeteksi dan tracking objek dalam jarak berapapun, selama masih terlihat jelas oleh kamera, sehingga resolusi atau kualitas kamera berperan penting dalam pengolahan citra digital menggunakan metode HSV ini.
DESAIN KONTROL AIR FUEL RATIO (AFR) PADA MODEL SPARK IGNITION ENGINE DENGAN METODE HYBRID FUZZY PI Muhammad, Al Vandy Reactor; Triwiyatno, Aris; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.061 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.2.216-224

Abstract

Abstrak Air Fuel Ratio (AFR) atau rasio pembakaran udara dengan bahan bakar pada sebuah kendaraan seperti mobil merupakan salah satu variabel penting yang menentukan kesempurnaan pembakaran internal mesin. Sebuah kendaraan seperti mobil atau spark ignition engine memiliki banyak variabel kompleks dan berkaitan satu sama lain. Pengontrolan air fuel ratio pada spark ignition engine diharapkan menghasilkan rasio udara dengan bensin yang diinginkan. Dalam penulisan tugas akhir ini, penulis mendesain kontrol air fuel ratio pada spark ignition engine menggunakan metode kontrol Hybrid Fuzzy PI. Penulis juga menuliskan model matematika dari spark ignition engine. Keluaran dari metode kontrol ini akan digunakan untuk mengontrol jumlah bensin yang akan masuk ke ruang pembakaran agar air fuel ratio berada pada nilai yang diinginkan yaitu 14,67 untuk mesin berbahan bakar bensin. Kata kunci : air fuel ratio, hybrid fuzzy PI,integral area error, spark ignition engine, stoichiometric  Abstract Air Fuel Ratio of combustion in a vehicle such as a car  is one of the important variables that determine the perfection of the internal combustion engine. A vehicle such as a car or a spark ignition engine have  many complex variables and related to one another. Controlling of air fuel ratio in spark ignition engine was expected to producing air to gasoline ratio that desired. In this research, the author has designed the air fuel ratio control in spark ignition engines using Hybrid Fuzzy PI control method. The author also has  wrote a mathematical model of a spark ignition engine. Output of this control method will be used to control the amount of fuel that will going into the combustion chamber so that air fuel ratio is at the desired value is 14.67 for gasoline. Keywords : air fuel ratio, hybrid fuzzy PI,integral area error, spark ignition engine, stoichiometric
PERANCANGAN DAN ANALISIS ANTENA V-VERTICAL GROUNDPLANE UNTUK KOMUNIKASI RADIO TRANSCEIVER PADA PITA VHF DAN UHF Tanzila Azizi Rochim; Yuli Christyono; Teguh Prakoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.115 KB) | DOI: 10.14710/transient.v4i4.1038-1045

Abstract

Di era globalisasi ini, penggunaan teknologi nirkabel semakin berkembang pesat. Salah satu penerapan teknologi nirkabel yang cukup banyak penggunanya adalah komunikasi radio transceiver. Pada penilitian ini, disimulasikan dan diwujudakn antena V-Vertical Groundplane yang dapat digunakan pada pita VHF dan UHF atau istilah lainnnya dualband. Antena V-Vertical Groundplane dirancang seperti dua antena Groundplane yang beresonansi pada pita VHF dan UHF yang dikombinasikan menjadi satu antena dengan tujuan dapat beroperasi pada dua pita (VHF/UHF). Bahan yang digunakan untuk membuat antena ini adalah kawat alumunium berdiameter 6 mm. Pengujian dilakukan pada antena V-Vertical Groundplane untuk mengetahui parameter-parameter seperti frekuensi resonansi, VSWR, bandwidth, gain dan pola radiasi untuk dibandingkan dengan simulasi pada proses selanjutnya. Setelah dibandingkan dengan hasil simulasi, parameter hasil pengukuran juga dibandingkan dengan parameter antena radio lain. Pengujian implemetasi dilakukan langsung dengan menggunakan dua buah radio transceiver. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh frekuensi resonansi untuk antena V-Vertical Groundplane sebesar 142 MHz dan VSWR dengan nilai 1:1,05 pada pita VHF, sementara pada pita UHF diperoleh frekuensi resonansi sebesar 440 MHz dan VSWR dengan nilai 1:1,36 . Pola radiasi yang diperoleh antena V-Vertical Groundplane menunjukkan pola omnidirectional. Pengujian kualitatif dengan mengimplementasikan antena V-Vertical Groundplane pada radio transceiver, menunjukkan bahwa antena V-Vertical Groundplane dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan jarak sejauh 390 meter untuk pita VHF dan 930 meter untuk pita UHF.

Page 47 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue