cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
KLASIFIKASI PENYAKIT DIABETES MELITUS BERDASAR CITRA RETINA MENGGUNAKAN PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS DENGAN JARINGAN SARAF TIRUAN Rizky, Donny Zaviar; Isnanto, R. Rizal; Hidayatno, Achmad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.645 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.552-557

Abstract

Abstrak Seiring dengan perkembangan teknologi dan jaman, teknik identifikasi secara konvensional dinilai sudah tidak praktis dan memiliki berbagai kelemahan. Hal ini menimbulkan ide untuk membuat suatu teknik klasifikasi penyakit diabetes mellitus menggunakan pengekstrasi ciri PCA berdasar ciri alami manusia. Salah satunya adalah dengan menggunakan retina mata manusia sebagai objeknya. Dalam penelitian ini akan digunakan metode ekstrasi ciri secara statistik  yang secara luas telah lama digunakan yaitu PCA (Principal Components Analysis). PCA atau Principal component analysis sebagai salah satu metode untuk pengolahan citra masih relatif  jarang digunakan sebagai pengekstraksi ciri pola retina mata. Pemilihan metode ekstraksi ciri yang tepat dan efisien sangat menentukan keberhasilan dari sistem klasifikasi secara keseluruhan. Pengujian bertujuan untuk mengklasifikasikan beberapa citra dari basisdata Messidor. Citra masukkan berformat TIFF dengan ukuran 680x452. Hasil analisis kemudian diolah dengan 5 variasi komponen utama dan 5 variasi jumlah neuron tersembunyi untuk dikombinasikan yang bertujuan untuk menghasilkan  tingkat keberhasilannya akurat. Dari hasil pengujian kombinasi variasi komponen utama dan jumlah neuron tersembunyi dengan 15 data latih dan 15 data uji memiliki tingkat keberhasilan terbaik yaitu 78,334%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa kombinasi metode PCA dan jaringan saraf tiruan perambatan balik cocok untuk mengklasifikasikan penyakit diabetes mellitus. Kata Kunci: Retina, Principal component analysis, Jaringan Saraf Tiruan Perambatan Balik  Abstract Along with the development of technology and time, the conventional identification techniques is considered impractical and have various weaknesses. This has led to the idea to create a technique classification of diabetes mellitus using PCA based extraction characteristic traits of human nature. One is by use the human eye retina as its object. In this research will use statistical characteristic extraction method that has long been widely used that is PCA (Principal Components Analysis). PCA or Principal component analysis as a method for image processing is still relatively rarely used as extracting characteristic patterns retina. The selection of appropriate feature extraction methods and efficiently determine the success of the classification system overall.Tests aim to classify some images from database Messidor. Insert TIFF image format with 680x452 size. Results of the analysis are then processed with 5 variations of major components and the amount of variation in the amount of 5 hidden neurons to combined that aims to produce an accurate success rate. Combination of the results of testing the major components and the amount of variation in hidden neurons with 15 training data and 15 test data has the best success rate is 78.334%. It can be concluded that the combination of PCA and back propagation neural network suitable for classifying diabetes mellitus. Keywords : Retina, Principal component analysis, analysis neural network backpropagation
PENGARUH PENGATURAN BOOST CONVERTER TERHADAP TORSI DAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI TIGA FASE ROTOR BELITAN Lendyarto, Reza; Sukmadi, Tejo; Windarta, Jaka
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1211.523 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.4.657-664

Abstract

Salah satu metode pengaturan kecepatan yang dapat diterapakan pada motor induksi jenis rotor belitan adalah dengan menambahkan tahanan luar. Karakteristik torsi dan kecepatan yang dihasilkan sesuai dengan pemasangan variabel resistor tiga fase. Pengaturan variabel resistor dilakukan secara mekanik untuk mengubah kecepatan motor. Untuk memudahkan pengaturan kecepatan motor, digunakan rangkaian arus searah yang hanya membutuhkan satu tahanan luar. Tegangan keluaran rotor disearahkan menggunakan penyearah tiga fase dan dihubungkan dengan konverter DC. Penelitian ini dirancang konverter DC topologi boost dengan mode zero voltage switching untuk mengatur kecepatan putar motor. Pensaklaran ZVS terjadi ketika tegangan drain ke source bernilai nol. Hasil pengukuran variasi tahanan luar didapat kecepatan motor pada tegangan 300V sebesar 1433- 1483 rpm dan pada tegangan 200V adalah 1366- 1445 rpm. Torsi maksimum yang dihasilkan masing- masing sebesar 17,229N.m dan  7,657N.m.
IMPLEMENTASI ALGORITMA KRIPTOGRAFI RSA PADA SURAT ELEKTRONIK (E-Mail) Wahyadyatmika, Anang Paramita; Isnanto, R. Rizal; Somantri, Maman
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.973 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.4.442-450

Abstract

Abstrak Seiring kemajuan teknologi informasi, muncul isu-isu keamanan yang kemudian menjadi sebuah hal yang sangat penting. Karena adanya dampak negatif dari perkembangan teknologi ini yaitu terjadinya kejahatan-kejahatan cyber yang memanfaatkan celah keamanan yang ada untuk masuk kedalam suatu jaringan dan melakukan manipulasi terhadap data/informasi yang ditransmisikan. Oleh karena itu perlu adanya suatu aplikasi yang mampu menjaga kerahasiaan dan keamanan proses pendistribusian informasi salah satunya yaitu aplikasi email client. Aplikasi ini dirancang menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan mengimplementasikan algoritma kriptografi RSA di dalamnya. Penelitian ini menghasilkan suatu aplikasi email client yang terhubung langsung dengan jaringan internet. Dengan mengimplementasikan algoritma kriptografi RSA pada aplikasi ini, membantu pengguna untuk melakukan proses enkripsi pesan sebelum dikirimkan dan melakukan proses dekripsi saat penerimaan pesan. Sehingga dengan menggunakan aplikasi ini, pengguna untuk dapat melakukan proses distribusi informasi secara aman. Kata kunci: Kriptografi RSA, Bahasa Pemrograman PHP, Email, Enkripsi, Dekripsi.  Abstract As information technology advances, emerging security issues that later became a very important thing. Because of the negative impact of this technology is the development of cyber crimes that exploit vulnerabilities that are to enter into a network and manipulate the data / information being transmitted. Hence the need for an application that is able to maintain the confidentiality and security of information distribution process one of them is an email client application. This application is designed using PHP programming language to implement the RSA cryptographic algorithm in it. This study resulted in an email client that is connected directly to the Internet network. By implementing the RSA cryptographic algorithm in this application, helps users to perform the encryption process the message before sending and do the decryption process when receiving messages. So by using this application, users can perform secure information distribution process. Keywords: RSA Cryptography, PHP Programming Languages, Email, Encryption, Decryption.
KONVERTER ARUS SEARAH TIPE BUCK DENGAN UMPAN BALIK ARUS DAN TEGANGAN UNTUK PENGISI AKUMULATOR Jainudin, Arif Muslih; Warsito, Agung; Andromeda, Trias
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1143.16 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.4.590-596

Abstract

Penggunaan rangkaian konverter arus searah untuk pengisian akumulator sudah mulai berkembang. Proses pengisian akumulator perlu memperhatikan nilai arus dan tegangan yang mengalir ke akumulator. Arus dan tegangan yang tidak sesuai dapat merusak akumulator dan mengurangi umur akumulator. Masalah tersebut dapat diatasi dengan menggunakan metode umpan balik tegangan dan arus. Umpan balik arus dan tegangan mampu menjaga nilai arus dan tegangan pengisian akumulator pada nilai yang dikehendaki. Sehingga proses pengisian akumulator menggunakan konverter arus searah dapat bersifat loop tertutup. Berdasarkan hasil pengujian, rangkaian konverter arus searah tipe buck dapat menghasilkan tegangan dan arus keluaran yang dapat diumpan balikkan dengan beban pengujian berupa akumulator. Berdasarkan hasil pengukuran, rangkaian buck converter dengan umpan balik arus mampu menjaga arus keluaran buck converter pada 1 A. Sementara saat umpan balik tegangan, nilai tegangan keluaran dapat dijaga pada nilai 14,4 Volt dan 13,5 Volt dengan nilai efisiensi rata-rata buck converter tanpa umpan  balik sebesar 87,39%.
OPTIMASI KINERJA RELE ARUS LEBIH BERARAH PADA SISTEM PEMBANGKITAN TERDISTRIBUSI MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA Agiel Triyadiputra, Agiel Agiel Triyadiputra; Karnoto, Karnoto; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.16 KB) | DOI: 10.14710/transient.1.4.238-243

Abstract

Abstrak Suatu sistem distribusi konvensional biasanya hanya memiliki satu sumber penyulang sebagai penyuplai daya listrik kepada para konsumen. Pada umumnya hal ini memiliki beberapa kekurangan antara lain ketika memberi suplai daya listrik pada bus yang memiliki beban pada tiap-tiap bus. Penambahan sistem pembangkitan terdistribusi (DG) berskala kecil pada sistem interkoneksi dimaksudkan supaya kontinuitas penyaluran beban dapat tetap terjaga, sehingga suplai daya pada bus-bus yang memiliki beban yang besar dapat terlayani dengan baik. Keberadaan DG akan mempengaruhi setting rele-rele pengamannya. Permasalahan ini perlu dianalisis agar energi listrik yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal. Dalam penelitian ini akan disimulasikan suatu sistem optimasi pengaturan setting rele arus lebih berarah menggunakan software MATLAB 7.6 (R2008a). Penelitian ini menitik beratkan pada optimasi pengaturan setting rele pengaman terhadap penambahan DG untuk suatu sistem uji IEEE 14 bus. Optimasi setting rele pengaman dilakukan dengan menggunakan metode algoritma genetika. Dari hasil simulasi dan analisis menunjukkan bahwa optimasi setting rele arus lebih berarah untuk gangguan 3 fasa tanpa DG dengan letak gangguan pada bus 12 adalah sebesar 0.6944 detik untuk rele cadangan dan 0,2909 detik untuk rele utama. Penambahan DG pada bus 12 dan bus 14 dengan letak gangguan yang sama didapatkan hasil sebesar 0,772 detik untuk rele cadangan dan 0,1990 detik untuk rele utama. Dengan adanya penambahan pembangkitan terdistribusi terdapat perbedaan setting waktu rele arus lebih berarah, hal ini disebabkan karena adanya arus kontribusi yang berasal dari pembangkitan terdistribusi yang terpasang pada bus. Kata Kunci : pembangkitan terdistribusi, rele arus lebih berarah, optimasi, algoritma genetika Abstract A conventional distribution systems usually have only one source of power feedersas a supplier of electricity to consumers. In general, it has some disadvantages such as when giving power supply on a bus that has a big load at each bus. The addition of smale-scale distributed generation (DG) on interconnection system meant that the distribution of the burden of continuity can be maintaned, so that the power supply buses have large loads can be served well. Load growth in distribution system increase steadily. The small-scale distributed generation affects the setting time of the relays protection. This problem needs to be analysed so that electrical energy can be used optimally distributed. In this research simulated a system optimization directional overcurrent relay setting using MATLAB 7.6 (R2008a). This research focuses on the optimizaton relays protection setting to additional of distributed generation (DG) for IEEE test system 14 bus. Optimization setting safety relays were calculated using a genetic algorithm. From the results of simulation and analysis shows that the optimization setting directional overcurrent relay for 3 phase fault without DG the location of the disturbance on the bus 12 is equal to 0,6944 seconds for backup relay and 0,2909 seconds for main relay. Additional distributed generation on bus 12 and bus 14 with the same fault location gives 0,772 seconds for backup and 0,1990 seconds for the main protection relay. There are differences in setting time of directional overcurrent relays, due to the present of distributed generation which contribution the fault current to the installed bus. Keyword : distributed generation (DG), directional overcurrent relay (DOCR), optimization, genetic algorithm
SISTEM PENGUKURAN DATA SUHU, KELEMBABAN, DAN TEKANAN UDARA DENGAN TELEMETRI BERBASIS FREKUENSI RADIO Harisuryo, Rafdito; Sumardi, Sumardi; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.326 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.651-659

Abstract

Abstrak Pengumpulan informasi parameter cuaca seperti suhu, kelembaban, dan tekanan udara dalam tempat dan waktu tertentu perlu diketahui secara cepat dan tepat untuk mendukung bidang kerja yang lain. Namun, terkadang kendala geografis seperti kontur alam Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lautan, pegunungan dan perbukitan dapat menghambat pengumpulan informasi ini. Oleh sebab itu, diperlukan sistem pengumpulan data yang dapat berfungsi tanpa pengaruh kendala geografis. Salah satu solusinya adalah dengan sistem telemetri. Pada Tugas Akhir ini, dirancang sistem akuisisi data suhu, kelembaban, dan tekanan udara dengan sensor DHT11 dan BMP180 dengan mikrokontroler arduino sebagai pengolah datanya. Modul RF 433 MHz dengan antena kabel 17 cm digunakan sebagai pengirim dan penerima data, yang kemudian ditampilkan dalam grafik. Sehingga didapatkan akusisi data berbasis Graphical User Interface. Didapatkan jarak transmisi maksimal sejauh 96 meter pada ruang terbuka dengan catu daya pemancar 12 Volt pada baudrate 500, dan jarak transmisi maksimal dalam ruangan yaitu 10 meter melalui dua buah tembok setebal ±14cm dengan catu daya pemancar 12 Volt dan baudrate 500. Nilai rata-rata persentase error pembacaan suhu sebesar 3.15%, persentase error pembacaan kelembaban sebesar 5.02%, dan persentase error pembacaan data tekanan udara sebesar 0.32%. Kata kunci: suhu, kelembaban, tekanan udara, cuaca, RF 433 MHz, arduino, grafik  Abstract Gathering weather parameters such as temperature, humidity, and air pressure in a particular place and time are required to support other areas of work. Sometimes, geographical constraints of Indonesian archipelago with the ocean, mountains and hills can hinder data collection. Therefore, we need a system that can handle the problem without the influence of geographical constraints. One solution is the telemetry system. In this paper, a data acquisition system was designed with BMP180 sensor to collect temperature and air pressure data, DHT11 sensor to collect humidity data, Arduino microcontroller used as data processing. 433 MHz RF module with 17 cm cable antenna used as the sender and receiver of data, then displayed in a graph. So we get the data acquisition based on Graphical User Interface. Maximum transmission distance are 96 meters in an open space on 12 Volt power supply at 500 baud, and the maximum indoor transmission distance are 10 meters through  two ±14cm thick wall on 12 Volt power supply at 500 baud. The average percentage error temperature readings are 3.15%,  error moisture readings at 5.02%, and error air pressure readings are 0.32%. Keyword: temperature, humidity, air pressure, weather, RF 433 MHz, arduino, graph
PERANCANGAN SISTEM PENCARIAN TITIK DAYA MAKSIMUM PANEL SURYA DENGAN ALGORITMA PERTURB AND OBSERVE MENGGUNAKAN KONVERTER ARUS SEARAH TIPE BOOST Fariz, Fiqih Anugerah; Setiawan, Iwan; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.967 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.4.838-845

Abstract

Penggunaan energi surya sebagai sumber energi listrik memiliki beberapa kelemahan, seperti daya listrik yang dihasilkan oleh panel surya dipengaruhi oleh iradiasi sinar matahari, suhu lingkungan, dan sudut datang matahari. Hal ini menyebabkan daya yang dihasilkan akan mengalami fluktuasi. Maximum Power Point Tracking (MPPT) merupakan suatu metode untuk memaksimalkan daya keluaran yang dihasilkan oleh panel surya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem MPPT menggunakan rangkaian boost converter dengan algoritma Perturb and Observe. Pengujian sistem MPPT dilakukan dengan memvariasi nilai iradiasi dan beban, kemudian menganalisis daya keluaran panel surya tersebut, serta membandingkan daya keluaran sistem yang menggunakan MPPT dan tidak menggunakan MPPT terhadap perubahan beban. Sistem pencarian titik daya maksimum panel surya menggunakan rangkaian boost converter dengan algoritma Perturb and Observe telah berhasil direalisasikan. Daya maksimum yang dihasilkan sistem MPPT dengan variasi beban 39 Ω, 50 Ω, dan 100 Ω pada iradiasi 1092 W/m2 dan suhu 29oC adalah 29,32 W, sedangkan pada iradiasi 752 W/m2 dan suhu 29oC adalah 24,56 W. Sistem MPPT dapat mempertahankan nilai daya pada titik maksimalnya saat terjadi perubahan beban, sedangkan pada sistem yang tidak menggunakan MPPT nilai daya yang dihasilkan akan berubah-ubah sesuai dengan perubahan beban.
ESTIMASI SUDUT ORIENTASI BENDA MENGGUNAKAN SENSOR 6 DOF IMU DAN SENSOR MAGNETOMETER 3 AKSIS Rahadian Nurfansyah; Wahyudi Wahyudi; Budi Setiyono
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.015 KB) | DOI: 10.14710/transient.v2i3.770-775

Abstract

Abstrak Penentuan posisi dan orientasi yang tepat dalam suatu sistem teknis mempunyai peranan yang penting dalam sistem navigasi dan robotika. Instrumen-instrument yang biasa digunakan pada sistem navigasi adalah Inertial Measurement Unit (IMU) dan sensor magnetometer. IMU yang merupakan kombinasi dari sensor akselerometer dan sensor gisroskop, beserta sensor magnetometer merupakan sensor-sensor yang telah mengalami kemajuan dan banyak diaplikasikan untuk mengukur sudut orientasi. Untuk aplikasi yang lebih lanjut, sensor IMU dan sensor magnetometer banyak digunakan untuk keperluan navigasi. Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan pembuatan instrumentasi sensor IMU dan sensor magnetometer untuk mendeteksi sudut dengan 3 derajat kebebasan. Data berupa sudut diperoleh dari hasil penggabungan data ketiga sensor dengan metode tapis komplementer. Nilai penguatan pada tapis komplementer didapatkan dengan menggunakan logika fuzzy. Sistem instrumentasi menggunakan mikrokontroler Atmega128 sebagai unit pemroses utama, dan komputer yang akan menampilkan data hasil pengukuran. Data hasil pengukuran dikirim secara nirkabel dari mikrokontroler ke komputer dengan menggunakan modul YS-1020UA. Hasil pengujian menunjukkan bahwa estimasi sudut orientasi dari tapis komplementer cukup baik karena dapat menghilangkan galat drift dari sensor giroskop dan dapat meredam galat dari pengaruh getaran terhadap akselerometer. Kata kunci : Sudut Orientasi, IMU, Magnetometer, Mikrokontroler  Abstract Determining of exact position and orientation has important role in navigation system and robotics. The Instruments commonly used in navigation are IMU and magnetometer sensor. IMU that consist of accelerometer sensor and gysroscope sensor, together with magnetometer are sensors that have been improved and have a lot of application for measuring orientation. For further application, IMU and magnetometer are widely used for navigational purpose. In this research, IMU and magnetometer sensors instrumentation are designed and implemented for sensing 3 degree of freedome orientation. Orientation data is gained from fusión of three sensors data by using complementary filter. The instrumentation system is using an Atmega128 microcontroller as main processor unit, and a computer for showing measurement data. The Measurement Data are sent wirelessly from microcontroller to computer by using YS-1020UA modul. Test result showed that estimated orientation data from complementary filter is good enough because it can eliminate drift error from gyroscope and compensate error from vibration effect of accelerometer. Keyword : inverted Orientation, IMU, Magnetometer, Mikrokontroler
PERANCANGAN ANTENA SKEW-PLANAR UNTUK KOMUNIKASI UNMANNED AERIAL VEHICLE FREKUENSI 2,4 GHz Ardhian Ainul Yaqin; Imam Santoso; Teguh Prakoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1189.951 KB) | DOI: 10.14710/transient.v5i4.473-481

Abstract

Komunikasi antara ground station controller dan pesawat Unmanned aerial vehicle (UAV) dapat terganggu saat antena pemancar tidak mengarah dengan posisi yang tepat terhadap sudut terbang pesawat dengan adanya pointing error loss dan saat pesawat bermanuver menggunakan antena berpolarisasi linear dengan adanya polarization mismatch. Berdasarkan permasalahan tersebut, pada penelitian ini dirancang antena skew-planar yang bekerja pada frekuensi 2,4 GHz yang memiliki polaradiasi omnidirectional dan polarisasi sirkular. Studi parameter dilakukan untuk mendapatkan desain antena yang optimal berdasarkan hasil simulasi menggunakan CST microwave studio 2015 dan diketahui bahwa parameter yang paling berpengaruh terhadap nilai s11, VSWR dan gain adalah panjang kabel koaksial dan kemiringan elemen antena. Perkiraan jarak sistem komunikasi  menggunakan antena desain optimal adalah sejauh 1,66 km pada sudut 90º. Hasil pengukuran antena skew-planar desain optimal : VSWR 1:1,05 dan S11 -31,6 dB pada frekuensi 2,44 GHz, bandwidth 640 MHz dengan S11 ≤ -10 dB, gain linear 1,9 dBil dan gain sirkular 4 dBic, polarisasi elips pada sudut phi 0° theta 90° dengan axial ratio 1,9 dan polaradiasi omnidirectional. Pengujian secara line-of-sight pada jarak 810 meter  menunjukan antena  skew-planar dapat bekerja dengan baik pada semua sudut pengujian, Pengujian tanpa line-of-sight menunjukan antena skew-planar dapat bekerja sampai dengan radius 454 meter.
EKSTRAKSI CIRI CITRA TELAPAK TANGAN DENGAN ALIHRAGAM GELOMBANG SINGKAT HAAR MENGGUNAKAN PENGENALAN JARAK EUCLIDEAN PADA SISTEM PRESENSI Riand, Afrizal Mohamad; Isnanto, R. Rizal; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.093 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.1.12-16

Abstract

Abstrak Sistem presensi menggunakan unsur biometrik seperti sidik jari dan iris mata memiliki kelebihan tidak dapat disangkal dan diperlukan kehadiran langsung pengguna untuk mengurangi kecurangan yang selama ini terjadi pada presensi dengan tanda tangan. Namun sistem presensi sidik jari dan iris mata memerlukan alat pemindai yang mahal dan rumit. Kelebihan sistem presensi yang dibuat pada penelitian ini hanya dibutuhkan alat pemindai yang murah dan mudah dibuat. Sistem presensi yang dibuat memanfaatkan garis-garis utama telapak tangan yang akan di proses menggunakan metode alihragam gelombang singkat Haar dan  jarak Euclidean sebagai metode pengenalannya. Pada penelitian ini dilakukan pengujian pengenalan terhadap 30 responden yang terdapat pada basisdata dengan presentase keberhasilan paling tinggi yaitu 91,67% pada aras dekomposisi 2 untuk kemudian digunakan dalam pengujian presensi dengan mengambil 10 responden yang selalu benar dikenali saat pengujian pengenalan.. Hasil dari sistem presensi telapak tangan ini berupa daftar presensi harian dan rekapitulasi bulanan dalam bentuk Microsoft Excel. Kinerja sistem presensi telah dapat dikembangkan dengan baik sehingga dapat digunakan untuk membantu suatu instansi dalam melakukan rekapitulasi presensi karyawannya. Kata Kunci : Telapak tangan, Alihragam gelombang singkat Haar,, Jarak Euclidean, Sistem presensi  Abstract Presence system using biometric elements such as fingerprints and iris does have some advantage,, the presence of the user directly in order to reduced fraud that usually occurred in the presence with signature. But the presence system fingerprint and iris required more expensive and complicated scanners. There were some advantages provided by this presence system, one of them is we didn’t need to buy an expensive and complicated scanner, just the cheap and the simple one. This presence system was made by utilizing the main lines of the palm prints, processed using Haar wavelet transform and the Euclidean distance as a method of recognition. In this research, recognition test of the 30 respondents who are involved in the data base was made, which obtained the highest percentage of success at 91.67%, contained in the level 2 decompostiion, and took 10 respondents who always correctly recognized out of it. The results of this palm print presence system was interpreted by daily and monthly recapitulation form in Microsoft Excel. The performance of this presence system had been well-developed to assist an agency in recapitulating its employees.              Key word : Presence system, Palm print , Haar wavelet transform, Euclidean distance

Page 69 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue