cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
INVERTER JEMBATAN PENUH DENGAN RANGKAIAN RESONANSI PARALEL UNTUK FREKUENSI RENDAH BERBASIS IC SG3524 Koesputra, Mohammad Fadhil; Facta, Mochammad; Setiawan, Iwan
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1355.955 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.100-107

Abstract

Photovoltaic merupakan sumber energi terbarukan yang banyak dikembangkan, akan tetapi keluaran dari photovoltaic masih berupa sumber listrik DC sehingga penggunaannya terbatas. Inverter full-bridge sebagai pengkonversi tegangan DC ke AC adalah salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Pada penelitian ini, rangkaian inverter full-bridge dikontrol melalui pembangkit sinyal PWM analog IC SG3524. Rangkaian resonan paralel kemudian dirancang dan digunakan untuk memperbaiki bentuk gelombang keluaran dan meningkatkan level tegangan keluaran inverter. Pengujian dilakukan dengan variasi beban dan variasi frekuensi untuk melihat respon inverter full-bridge resonan paralel terhadap perubahan frekuensi dan beban. Beban yang digunakan berupa lampu pijar 15W, lampu pijar 25W, dan motor induksi satu fasa capacitor run. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai tegangan output meningkat dari frekuensi 40 Hz ke 50 Hz sebelum kemudian mengalami penurunan dari frekuensi 50 Hz ke 60 Hz. Frekuensi juga berpengaruh terhadap kecepatan putar motor dimana semakin besar nilai frekuensi maka akan semakin besar pula kecepatan putaran motor. Hasil pengujian dengan variasi pembebanan juga menunjukkan bahwa semakin besar beban yang terhubung, maka nilai tegangan output akan semakin rendah.
IDENTIFIKASI MODEL PADA QUADROTOR DENGAN METODE ESTIMASI PARAMETER RELS Prasetyo, Bayu Gigih; Triwiyatno, Aris; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.216 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.1.125-129

Abstract

Abstrak   Pada penelitian ini, dilakukan perancangan identifikasi sistem pada sebuah wahana terbang tanpa awak yaitu quadrotor. Sistem dinamik quadrotor memiliki 4 masukan berupa kecepatan 4 motor dan 3 keluaran berupa sudut yang dibentuk quadrotor. Pengambilan data masukan dan keluaran dilakukan secara serial dengan menggunakan RF YS-1020UA. Struktur model sistem yang digunakan adalah struktur auto regressif moving average with exogenous input(ARMAX). Metode estimasi parameter dilakukan dengan metode recursive extended least square (RELS). Validasi model terestimasi diperoleh dengan perhitungan root mean square error (RMSE) dan validasi berdasarkan grafik.   Kata Kunci: estimasi, identifikasi, model matematis, RELS, quadrotor.     Abstract   In this thesis, carried out the design of the identification system on a unmanned aerial vehicle that is quadrotor. Quadrotor dynamic system has 4 input is the speed of 4 motors and 3 outputs in the form of the angle formed quadrotor. Retrieval of data input and output serially performed using RF YS-1020UA. The structure of the system model used is the structure of the auto regressif moving average with exogenous inputs (ARMAX). Parameter estimation method carried out by the method of extended recursive least squares (RELS). Estimated model validation is obtained by calculating the root mean square error (RMSE) and validation based on the graph.   Keywords: estimation, identification, mathematical model, RELS, quadrotor.
PERANCANGAN PROTOTIPE IDENTIFIKASI KENDARAAN JALAN TOL BERBASIS RFID DAN NOTIFIKASI PEMBAYARAN VIA SMS Listyono, Akbar Fitra; Darjat, Darjat; S, Wahyul Amien
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.866 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.4.902-908

Abstract

Permasalahan utama yang terjadi di jalan tol adalah antrean. Di gerbang jalan tol antrean ini terjadi karena aliran kendaraan yang datang di gerbang tol  dan pelayanan gerbang tol tidak seimbang sehingga terjadi antrean di gerbang tol. Kemacetan ini disebabkan adanya berhentinya kendaraan di gerbang tol, sedikitnya gerbang tol, dan volume kendaraan yang melebihi kapasitas. Lalu gerbang tol juga masih menggunakan bukti pembayaran yang konvensional. Kenyataannya struk tersebut akan dibuang dan tidak terpakai lagi. Sehingga akan membuat pemborosan dan kotor pada gerbang jalan tol. Salah satu teknologi untuk meningkatkan pelayanan pada gerbang tol adalah teknologi non kontak yang biasa disebut dengan Radio Frequency Identification (RFID). RFID sendiri merupakan sebuah teknologi identifikasi baru menggunakan detektor jarak jauh. Detektor ini dapat mendeteksi sebuah kendaraan yang melewati gerbang tol tanpa adanya kontak langsung. Ini disebabkan sistem identifikasi kendaraan sudah terjadi sebelum kendaraan melewati gerbang tol. Lalu diperlukan sebuah notifikasi pembayaran untuk mengirim pesan bahwa pelanggan jalan tol telah melewati jalan tol. Dengan menggunakan teknologi SMS maka notifikasi dapat dikirim kepada handphone pelanggan. Sehingga para pengendara tidak akan berhenti untuk melakukan pembayaran ataupun mengambil struk pembayaran. Pada pengujian sistem, telah berhasil menghasilkan alat identifikasi kendaraan menggunakan teknologi RFID dan notifikasi pembayaran via SMS.
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK ALAT UJI BIPOLAR JUNCTION TRANSISTOR BERBASIS MIKROKONTROLER Jumiasih, Jumiasih; Andromeda, Trias; Riyadi, Munawar Agus
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.218 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.4.1075-1083

Abstract

Transistor merupakan salahsatu komponen penting dalam rangkaian elektronika. Transistor telah digunakan hampir disemua rangkaian elektronika. Namun, permasalahan sering timbul ketika ingin mengaplikasikan transistor ke dalam sebuah rangkaian elektronika, karena transistor sangat rentan terhadap kerusakan. Transistor bisa rusak karena suhu yang terlalu tinggi, kesalahan pengukuran, maupun kesalahan pemasangan dalam rangkaian. Hal ini karena cukup sulit mengetahui jenis maupun kaki-kaki dari transistor yang akan digunakan apabila tanpa panduan dari datasheet transistor tersebut. Bahkan datasheet transistor tidak memberikan data yang pasti mengenai nilai penguatan transistor (hanya berupa range maksimum-minimum). Pengecekan secara manual menggunakan multimeter dapat dilakukan untuk menentukan kaki-kaki transistor beserta nilai penguatannya, namun cara tersebut kurang praktis. Pengecekan kaki-kaki transistor dengan cara tersebut harus melalui beberapa tahapan dan ketelitian serta membutuhkan waktu yang cukup lama. Dalam Tugas Akhir ini, dirancang suatu perangkat pengujian transistor yang dapat membantu dalam pengecekan transistor BJT, melakukan identifikasi jenis transistor NPN dan PNP, identifikasi kaki-kaki transistor, mengetahui nilai penguatan (hFE) serta nilai tegangan forward (vf) dari transistor tersebut. 
PERANCANGAN SISTEM SCADA BEBAN PENERANGAN PADA PROTOTYPE GEDUNG A TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO Nugraha, Rizky Adi; Sumardi, Sumardi; Triwiyatno, Aris
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.211 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.4.989-995

Abstract

 Abstrak Penggunaan energi listrik secara berlebihan memiliki dampak buruk yaitu meningkatnya penggunaan sumber energi. Salah satu bentuk penggunaan energi listrik secara berlebihan adalah penggunaan beban penerangan secara berlebihan.  Contohnya adalah penggunaan energi listrik di gedung umum. Kesadaran pengguna umum mengenai penghematan energi listrik sangat kurang. Pada penelitian ini sistem SCADA diaplikasikan pada beban penerangan prototype gedung A Teknik Elektro Universitas Dionegoro. Melalui sistem SCADA yang dirancang, kondisi beban dapat dipantau  dan dikontrol. Perangkat pengontrol yang digunakan adalah PLC Omron seri CPM1A. HMI pada PC yang dibuat menggunakan  CX Supervisor 3.0. Fungsi dari HMI adalah menampilkan kondisi beban penerangan pada prototype. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah data lama aktifnya tiap beban. Penghematan yang dihasilkan sistem yang telah dirancang dalam 1 hari, minggu dan bulan masing-masing adalah sebesar 8.941,65 rupiah, 53,892,25 rupiah dan 215.569,00 rupiah. Kata kunci: SCADA, PLC,  energi listrik, beban penerangan, CX-Supervisor. Abstract Use of electrical energy excessively has a negative effect is the increased use of energy sources . One form of excess electrical energy usage is use of lighting load excessively . An example is the use of electrical energy in public buildings . General user awareness about saving electricity is very less . In this thesis, a SCADA system applied to building a prototype lighting load of Electrical Engineering University Dionegoro . The SCADA system is designed , load conditions can be monitored and controlled . Control devices used are Omron PLC CPM1A series . HMI on a PC that was made using CX Supervisor 3.0. HMI is a function of display lighting load conditions on the prototype . The results obtained from this study is the run time of data each load . The savings generated by the system that has been designed in 1 day , week and month respectively amounted to 8.941,65 , 53.892,25 and 215.569,00 rupiah. Kata kunci: SCADA, PLC,  energi listrik, beban penerangan, CX-Supervisor. 
KINERJA KONVERTER ARUS SEARAH TIPE BUCK CONVERTER DENGAN UMPAN BALIK TEGANGAN BERBASIS TL494 Cahyadi, Lukman Wira; Andromeda, Trias; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.636 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.1.161-167

Abstract

Kebutuhan konversi tegangan arus searah semakin banyak digunakan di bidang industri dalam skala besar maupun kecil. Salah satu cara untuk mengkonversi tegangan arus searah ke tegangan arus searah yang lebih rendah adalah dengan menggunakan rangkaian buck converter. Pada konverter arus searah tipe buck converter kondisi open loop control tidak mampu merespon terhadap perubahan beban. Hal ini mengakibatkan keluaran dari konverter arus searah tipe buck converter tidak stabil dan kurang efisien. Jadi untuk mengatasi kasus tersebut dibuat suatu sistem dengan pengendali close loop. Pada Tugas Akhir ini dirancang buck converter dengan umpan balik tegangan berbasis IC TL494 sebagai rangkaian pembangkit sinyal PWM. Umpan balik tegangan berfungsi untuk memonitor tegangan keluaran buck converter, yang akan diumpankan pada komparator yang ada di dalam IC TL494. Hasil pengujian yang sudah dilakukan didapatkan bahwa tegangan keluaran buck converter dengan umpan balik tegangan cenderung konstan dengan adanya perubahan beban. Tegangan keluaran rata – rata buck converter dengan umpan balik tegangan sebesar  14,68 volt. Efisiensi rata – rata buck converter dengan umpan balik tegangan sebesar 92,45 %. Pada pengujian objek aki sebagai beban, respon tegangan keluaran buck converter dengan umpan balik tegangan mengikuti kondisi tegangan terminal aki.Hal ini karena aki merupakan catu daya arus searah murni.
EVALUASI SETTING RELAY ARUS LEBIH DAN SETTING RELAY GANGGUAN TANAH PADA GARDU INDUK SRONDOL Setiajie, Prayoga; Juningtyastuti, Juningtyastuti; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.44 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.2.236-243

Abstract

Abstrak Jaringan tegangan menengah adalah salah satu pendistribusian tenaga listrik dari pembangkit menuju konsumen. Tegangan akan di bagi pada tiap penyulang untuk pendistribusiannya. Semakin besarnya tingkat kebutuhan konsumen, PLN di tuntut untuk menambah penyulang baru. Pendistribusian tenaga listrik membutuhkan keandalan dalam menjaga peralatan penyaluran dari gangguan diantaranya gangguan hubung singkat. Oleh karena itu untuk meminimalisir gangguan tersebut diperlukan sistem proteksi yang memenuhi persyaratan sensitifitas, keandalan, selektifitas dan kecepatan, yang semuanya tergantung pada ketepatan dalam setting peralatan proteksinya Salah satu peralatan proteksi yang di gunakan dalam jaringan tegangan menengah adalah relay arus lebih (OCR) dan relay hubung tanah (GFR). Pada penulisan tugas akhir ini akan dibahas evaluasi antara setting OCR dan GFR sebelum dan sesudah penambahan SRL 06 pada Gardu Induk Srondol. Hasil perbandingan antara perhitungan dan data terpasang pada Gardu Induk Srondol mendekati sama. Hasil perhitungan dari setting OCR pada sisi incoming di dapat nilai TMS = 0,258. Sedangkan setting OCR pada sisi outgoing didapat nilai TMS = 0,224. Penyetelan GFR pada sisi incoming di dapat nilai TMS = 0,423. Sedangkan setting GFR pada sisi outgoing didapat nilai TMS = 0,287 . Ini menunjukan bahwa setting yang terpasang pada Gardu Induk Srondol masih dalam kondisi baik. Kata kunci : setting OCR ,setting GFR, proteksi, hubung singkat  Abstract Medium voltage network is one of the distribution of electricity from generators to the consumer. The voltage will be separated to each feeder for its distribution. If the rate of consumer needs is higher, PLN demanded to add new feeder. Electric power distribution requires reliability in maintaining the distribution equipment from fault, including short circuit. So, to minimize the fault, protection system that meets the requirements of sensitivity, reliability, selectivity and speed, which is all depends on the precision in setting protection equipment  One of the protective devices  that used in medium voltage network is an over current relay (OCR) and ground fault relay(GFR. This research discusses evaluation between the OCR and GFR setting, in condition before and after the addition of SRL 06 at the Srondol substation.  The  comparison result between calculation and attached data in Srondol substation almost same.  The calculation from OCR setting in incoming side acquired TMS = 0,258. Meanwhile the OCR setting in outgoing side acquired TMS = 0,224. GFR setting in incoming side acquired TMS 0,423. Meanwhile GFR setting in outgoing side acquired TMS = 0,287. This result showed that attached setting in Srondol Substation still considered in good condition. Keywords: OCR settings, setting GFR, protection, short circuit
CHARGER WIRELESS BERDAYA RENDAH BERMEDIUM CAHAYA DENGAN METODE POWER BEAMING Abdilah, Bagas Risky; Sari, Dina Meilita; Amali, Fariz Nur; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.155 KB) | DOI: 10.14710/transient.8.2.187-192

Abstract

Kemajuan teknologi saat ini lebih mengarah pada penggunaan teknologi nirkabel (wireless) untuk memenuhi kebutuhan manusia akan energi listrik. Maka dari itu terciptanya charger wireless berdaya rendah bermedium cahaya dengan metode power beaming yang merupakan sebuah alat untuk menjadi alternatif perangkat pengisi daya wireless. Charger wireless berdaya rendah bermedium cahaya didesain dengan metode yang berbeda dari pengisi daya wireless yang beredar di pasaran. Charger wireless berdaya rendah ini menggunakan metode power beaming dalam melakukan perpindahan energi melalui medium gelombang cahaya. Pengiriman energi ini memiliki kelebihan yaitu fleksibilitas dan jangkauan yang lebih luas sehingga masyarakat tidak perlu lagi harus meletakkan ponselnya di suatu tempat khusus.  Alat ini juga dilengkapi dengan kemampuan untuk mematikan dan menghidupkan secara otomatis berkat adanya kamera dan komputer yang mampu mendeteksi keberadaan receiver. Kamera dan komputer ini juga digunakan untuk memperluas jangkauan area dengan bantuan motor penggerak. Motor akan mengatur posisi x, y dan z agar cahaya inframerah yang dipancarkan dapat terarah pada satu titik area untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Charger wireless ini mampu mentransmisikan daya dengan jarak maksimum kurang dari 15 cm.
ANALISIS PERBANDINGAN HASIL OPERASI CCM DAN DCM PADA DC CHOPPER TIPE CUK P, Gigih Mahartoto; Warsito, Agung; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.35 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.1.110-118

Abstract

Abstrak Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbedaan topologi rangkaian atau pengaruh pembebanan DC chopper pada kestabilan tegangan output. Namun hal yang mempengaruhi kestabilan tegangan output DC chopper bukan hanya terletak pada topologi maupun pembebanan DC chopper itu sendiri, melainkan juga pada mode operasi yang digunakan. Pada pengoperasiannya ada 2 macam mode operasi yaitu Continues Conduction Mode (CCM) dan Discontinues Conduction Mode (DCM).  Pada penelitian ini dibahas mengenai perbedaan respon modul DC chopper tipe cuk yang meliputi respon arus dan tegangan output serta efisiensi daya pada mode operasi CCM dan DCM. Berdasarkan pengujian modul DC chopper tipe cuk pada tugas akhir ini diketahui bahwa mode operasi CCM lebih unggul dari mode operasi DCM jika dilihat dari sisi output, galat tegangan output, galat arus output dan efisiensi daya. Galat tegangan terbesar terjadi pada mode operasi DCM dengan variasi beban resistif 200Ω dengan duty cycle sebesar 70% yaitu 116,61 Volt. Dengan variasi tegangan yang sama, riak arus terbesar juga terjadi pada mode operasi DCM yaitu sebesar 608 mA. Nilai efisiensi tertinggi ada pada pengujian mode operasi CCM pada variasi beban 60Ω dengan nilai duty cycle 70% yaitu 71,1%. Kata kunci : DC Chopper, cuk, CCM, DCM, PWM.  Abstract Research are conducted to find out the influence of circuit topology and the influence of DC chopper loading to output voltage stability. The aspects affect DC chopper output stability is not merely the topology or loading, but it is also influenced by mode of operation. There are 2 types of operation mode, in example Continuous Conduction Mode (CCM) and Discontinuous Conduction Mode (DCM). This research presents the difference of cuk-type DC chopper module response which consists of current stability, output voltage and the level of power efficiency of CCM and DCM mode of operation. Based on the test result of cuk-type DC chopper module, it is found that CCM mode operation is superior than DCM mode of in case of voltage stability, output voltage error, and power efficiency. The largest voltage error occurred in DCM operation mode is 116.61 Volts with 200Ω resistive load variations and 70%  of duty cycle. With  the same variation of voltage, the highest ripple current also occurs in DCM mode of operation at 608 mA. The highest efficiency value is obtained by CCM mode at 71,1% with 60Ω load and 70% duty cycle. Keyword : DC chopper, cuk, CCM, DCM, PWM
ANALISIS KOORDINASI PROTEKSI GENERETOR DAN TRAFO GENERATOR PADA PLTGU TAMBAK LOROK BLOK 2 MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP 12.6.0 Yahdian, Uffan; Juningtyastuti, Juningtyastuti; Karnoto, Karnoto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1202.308 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.3.292-300

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTGU) Tambak Lorok merupakan salah satu penyuplai terbesar tenaga listrik untuk area Jawa Tengah. Pada Tambak Lorok Blok 2, sejak pembangkit mulai dioperasikan hingga sekarang, belum pernah dilakukan evaluasi terhadap setting sistem proteksi generator dan trafo generator secara berkala. Untuk meningkatkan performa sistem proteksi maka dilakukan analisis koordinasi proteksi pada PLTGU Tambak Lorok Blok 2 pada generator dan trafo generator dengan software ETAP 12.6.0. Setelah dilakukan analisis, diketahui bahwa setting rele diferensial generator, rele diferensial trafo, rele keseimbangan tegangan, rele daya balik, dan rele eksitasi lebih masih layak untuk digunakan. Pada rele overall diferensial selaku rele utama generator, nilai input setting tap 2 berubah dari 2.9 A, menjadi 4.2 A.

Page 70 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue