cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
PROYEKSI KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK TAHUN 2013-2022 PT PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA BARAT & BANTEN MENGGUNAKAN SOFTWARE LEAP Oding Oding; Susatyo Handoko; Agung Nugroho
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.882 KB) | DOI: 10.14710/transient.v5i3.403-409

Abstract

Ketersediaan energi listrik merupakan aspek yang sangat penting dan bahkan menjadi suatu parameter untuk mendukung keberhasilan pembangunan suatu daerah. Ketersediaan energi listrik yang memadai dan tepat sasaran akan memacu perkembangan pembangunan daerah seperti sektor industri, komersial, pelayanan publik dan bahkan kualitas hidup masyarakat dengan semakin banyaknya warga yang menikmati energi listrik. Dalam pembuatan perencanaan proyeksi penelitian ini digunakan LEAP (Long-range Energy Alternative Planning system) versi 2015.0.11.0 untuk perencanaan proyeksi di PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten tahun 2013-tahun 2022. Skenario perencanaan yang digunakan adalah model DKL 3.2, dimana model DKL 3.2 merupakan suatu model yang disusun oleh dinas kebutuhan listrik dengan menggabungkan beberapa metode seperti ekonometri, kecenderungan dan analitis dengan pendekatan sektoral.. Dari hasil perencanaan menggunakan LEAP(Long-range Energy Alternative Planning system), proyeksi rata-rata total pertumbuhan jumlah pelanggan, konsumsi energi listrik dan daya tersambung energi listrik PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten yaitu 6,35%, 7,03%, dan 4,99% per tahun.
PROTOTYPE BELT KONVEYOR UNTUK PLANT PENGISIAN SIRUP DAN SARI BUAH OTOMATIS BERBASIS PLC OMRON CPM1A AP, Yuandhica; Setiyono, Budi; Sumardi, Sumardi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.567 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.4.622-627

Abstract

Abstrak Sirup dan sari buah menjadi minuman yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia. Beragam rasa dari berbagai jenis ekstrak buah telah tersedia di pasaran. Namun, kesenjangan antara pelaku industri sirup dan sari buah masih terjadi, disaat industri modern telah memanfaatkan alat canggih dalam proses produksinya, industri rumah tangga masih memanfaatkan cara manual mulai dari pembuatan, takaran hingga pengepakan, sehingga tidak mampu menyangi produksi dari industri modern. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan prototype belt konveyor untuk plant pengisian sirup dan sari buah otomatis berbasis PLC Omron CPM1-A. Masukan sistem adalah sensor limit switch, sensor photodioda-infrared, push button, dan relay DC. Keluarannya adalah aktuator motor DC, solenoid valve, LED biru, LED merah dan motor DC. Botol yang akan diisi memiliki kapasitas 250 ml dengan setpoint yang digunakan adalah ketinggian cairan pada botol 10,3 cm. Dari pengujian yang dilakukan diperoleh hasil empiris bahwa prototype pengisian botol ini mampu mengisikan sirup atau sari buah sesuai dengan setpoint yang diinginkan. Setelah dilakukan pengisian pada 10 buah botol menggunakan solenoid valve pada baris kiri dan kanan, dihasilkan bahwa proses kontrol pada kedua solenoid valve memberikan rata rata tinggi cairan didalam botol adalah 10,3% dengan tingkat error yang ditoleransi adalah ±5%. Kata kunci: konveyor, PLC Omron CPM1A, Limit Switch, Photodioda-Infrared.  Abstract Extract and juice fruit have become favourable choices for Indonesian people. Various kind and flavor of fruit extract are available on the market. However, discrepancy amongst fruit extract industries is still exist. Modern industries are capable of using sophisticated machine for production process while home industries are still using manual process, started from producing, measuring, until packaging. Therefore, home industries cannot compete with the modern one. This final project covered the making of a prototype of belt conveyor for the filling process plant of juice and extract fruit, based on PLC Omron CPM1A. Inputs of the system were a limit switch sensor, photodiode-infrared sensor, push button, and DC relay, while the outputs were a DC actuator motor, solenoid valve, blue LED, red LED, and DC motor. The bottle has a capacity of 250 ml and it is indicated by the high of liquid inside the bottle at 10,3 cm. The test conducted provides empirical results that this prototype is able to fill the bottle with juice or extract fruit on the desired setpoint. During filling process for 10 bottles by using solenoid valve at right and left rows, it was found that control process  for both solenoid valves gave the average of liquid level inside bottle of 10,3 cm with error 5%. Keywords : conveyor, PLC Omron CPM1A, Limit Switch, Photodiode-Infrared
KINERJA STEGANOGRAFI METODE END OF FILE PADA DATA CITRA DIGITAL Lulu Maftukhatul Jannah; Imam Santoso; Yuli Christyono
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.208 KB) | DOI: 10.14710/transient.v7i1.34-39

Abstract

Steganografi merupakan teknik yang digunakan utuk menyembunyikan data ke dalam data lainnya. Pada Penelitian ini data yang disembunyikan atau disisipkan yaitu berupa pesan teks dan media penampung yang digunakan yaitu citra digital biner dan citra digital greyscale. Salah satu metode pada steganografi yaitu End of File. Pada Penelitian ini dirancang suatu sistem penyisipan data yang mana data akan disisipkan pada baris terakhir media penampung. Tujuan pembuatan Penelitian ini guna mendapatkan hasil citra stego yang baik yang dapat ditunjukkan dengan nilai PSNR. Nilai PSNR yang dihasilkan pada citra stego biner dan greyscale yaitu 100% diatas 20 dB. Berdasarkan hasil pengujian steganografi dengan variasi ukuran citra 592x525, 200x196 dan 75x98 yang akan disisipkan pesan dengan variasi panjang pesan sebanyak 7 karakter, 195 karakter dan 524 karakter, hasil dari penyisipan pesan kedalam citra akan menghasilkan empat format citra yaitu BMP, JPEG, PNG dan TIFF. Hasil desteganografi menunjukkan bahwa ketika pengungkapan pesan dilakukan tanpa adanya manipulasi citra, tingkat keberhasilan mencapai 75% .
PENDETEKSIAN POSISI PLAT NOMOR KENDARAAN MENGGUNAKAN METODE MORFOLOGI MATEMATIKA Trisnadik, Nanang; Hidayatno, Achmad; Isnanto, R. Rizal
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.945 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.1.55-62

Abstract

Abstrak   Pengolahan citra digital memungkinkan teknologi komputer untuk dapat menganalisis data digital dari suatu citra. Dengan teknik pengolahan citra digital, data yang didapat dianalisis dan diproses sehingga menghasilkan suatu informasi yang diinginkan. Terdapat beberapa macam teknik pengolahan citra digital, salah satunya adalah morfologi matematika. Morfologi matematika merupakan teknik pengolahan citra digital yang didasarkan pada bentuk segmen atau region di dalam citra. Karena proses morfologi difokuskan pada pengolahan bentuk objek, maka operasi morfologi biasanya diterapkan pada citra biner. Terdapat 2 macam operasi dasar morfologi, yaitu dilasi dan erosi. Dilasi  dapat didefinisikan sebagai proses “penumbuhan” atau “penebalan” objek citra biner. Sementara erosi merupakan proses mengecilkan atau menipiskan objek citra biner. Berdasarkan hal tersebut dalam PENELITIAN ini dibuat suatu aplikasi menggunakan metode morfologi matematika untuk mencari letak/posisi plat nomor kendaraan. Citra kendaraan bermotor ditangkap menggunakan kamera digital. Citra digital kemudian diproses melalui 3 tahap, yaitu tahap prapengolahan, tahap pencarian objek plat dengan operasi morfologi, dan tahap verifikasi posisi plat. Hasil akhir yang akan diperoleh adalah letak/posisi plat nomor kendaraan yang ditandai dengan area persegi pada citra masukan. Berdasarkan hasil pengujian terhadap 45 citra uji diperoleh tingkat keberhasilan pendeteksian sebesar 91,11 %. Tidak dapat dipungkiri masih terdapat beberapa kesalahan dalam deteksi posisi plat nomor kendaraan. Faktor–faktor yang mempengaruhi hasil deteksi yaitu tingkat kecerahan, distribusi pencahayaan, dan kondisi  plat nomor kendaraan.   Kata Kunci : pengolahan citra, posisi  plat, morfologi matematika     Abstract   Digital image processing allows computer technology to analyze digital data from an image. With digital image processing techniques, the acquired data was analyzed and processed to produce a desired information. There are several kinds of digital image processing techniques, one of them is the mathematical morphology. Mathematical morphology is a digital image processing techniques based on the segments form or regions in the image. Because the morphology process is focused on object shape processing, the morphological operations usually applied to binary image. There are 2 kinds of morphological basic operations, dilation and erosion. Dilation can be defined as  the process of “growing” or “thickening” binary image object. While erosion is a shrink process or decimate binary image objects. Based on that, in this research be made an application using mathematical morphology method to find location/position of vehicle plate number. Vehicle image captured using a digital camera. The digital image is then processed through 3 stages, preprocessing, object search stage with morphology operation, and plate position verification stage. The acquired final result is the location/position of the vehicle plate number that marked with a rectangular area in the input image. Based on the tests on 45 test images, obtained 91,11% success rate of the detection. Undeniably there are some errors in the position detection of the vehicle plate number. Factors affecting the detection results are brightness, lightning distribution, and the condition of vehicle plate number.   Keywords: image processing, plate position, mathematical morphology
PENGENALAN CITRA IRIS MATA MENGGUNAKAN JARAK MINKOWSKI DENGAN EKSTRAKSI CIRI ALIHRAGAM GELOMBANG SINGKAT DAUBECHIES Fitriana, Maria; Isnanto, R. Rizal; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.072 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.849-854

Abstract

Saat ini masih dijumpai sistem pengenalan dan keamanan menggunakan metode tradisional seperti kata sandi, kartu identitas, atau kunci elektronik yang memiliki kekurangan mudah diduplikasi, hilang, dan lupa. Karenanya, mulai dikembangkan sistem pengenalan menggunakan biometrik untuk menghindari kekurangan tersebut dengan menawarkan kelebihan perlunya kehadiran langsung penggunanya. Salah satu jenis biometrik adalah iris mata. Setiap iris memiliki tekstur detail dan unik. Iris mata juga tidak dapat diubah serta permanen selama berpuluh-puluh tahun, sehingga dapat digunakan dalam sistem identifikasi. Dalam penelitian ini akan dirancang program pengenalan iris mata menggunakan metode alihragam wavelet Daubechies orde 1 sampai dengan orde 10 untuk memperoleh karakteristik dari iris mata dan jarak Minkowski untuk pengenalannya yang memutuskan apakah citra iris mata tersebut dapat dikenali atau tidak. Pada penelitian ini dilakukan pengujian pengenalan terhadap 60 citra iris mata. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa tingkat pengenalan tertinggi adalah metode alihragam Daubechies orde 1 dengan level dekomposisi 7 yaitu sebesar 86,67%, sedangkan tingkat pengenalan paling rendah yaitu Daubechies orde 10 dengan level dekomposisi 1 yaitu 53,33%. Pengujian selanjutnya yaitu variasi citra pada basisdata, tingkat pengenalan akan meningkat dengan penambahan jumlah citra yang tersimpan dalam basisdata. Tingkat pengenalan tertinggi yaitu 93,33% dengan 90 citra tersimpan pada basisdata. 
ANALISIS PEMILIHAN METODE PENGASUTAN MOTOR INDUKSI 3 FASA SEBAGAI PENGGERAK POMPA PENGENDALI BANJIR BANDARA AHMAD YANI MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP 12.6 Malemba, Jibril; Karnoto, Karnoto; Sukmadi, Tejo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1371.343 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.4.1010-1017

Abstract

Pompa yang digunakan pada sistem drainase Bandara Ahmad Yani digerakkan oleh motor induksi 3 fasa. Motor induksi dipilih karena harganya yang relatif lebih murah, konstruksi yang kokoh, mudah dalam melakukan perawatan, dan dapat diproduksi berdasarkan kebutuhan yang diinginkan. Tapi perlu diperhatikan dalam pengoperasian motor induksi 3 fasa tentang arus pengasutannya yang memiliki nilai 5-7 kali lebih besar dari arus nominalnya dan torsi awal bisa 2 kali lebih besar dari nilai nominalnya. Besarnya arus saat pengasutan dapat menyebabkan tegangan jatuh dan menganggu operasi dari peralatan lainnya yang bekerja pada jaringan yang sama. Arus yang besar juga dapat menghasilkan panas berlebih yang dapat merusak insulasi kumparan, hal ini dapat memperpendek umur mesin. Untuk mengurangi arus pengasutan yang besar maka diperlukan metode pengasutan yang berfungsi untuk mereduksi tegangan. Pada tugas akhir ini dilakukan analisis dari beberapa metode pengasutan yang digunakan, yaitu Direct OnLine (DOL), bintang-delta, autotransformator, dan soft starter. Berdasarkan hasil simulasi menggunakan software ETAP 12.6. Pada motor berdaya 3,1 KW yang memiliki tegangan jatuh paling besar terdapat pada pengasutan DOL sebesar 17,72% dan terendah pada pengasutan soft starter sebesar 9,35%. Untuk motor berdaya 130 KW tegangan jatuh paling besar pada pengasutan DOL sebesar 12,81% dan terendah pada pengasutan soft starter sebesar 9,35%. Sedangkan pada motor berdaya 450 KW tegangan jatuh paling besar pada pengasutan DOL sebesar 12,41% dan yang terendah pada pengasutan soft starter sebesar 8,79%. Untuk metode pengasutan yang direkomendasikan adalah metode bintang-delta, dikarenakan motor tidak bekerja setiap saat, dan juga biaya investasi pengasutan bintang-delta tidak begitu besar dibanding metode lainnya.
ANALISIS PENGARUH SUDUT KEMIRINGAN PANEL SURYA TERHADAP RADIASI MATAHARI YANG DITERIMA OLEH PANEL SURYA TIPE LARIK TETAP L, Pangestuningtyas D; Hermawan, Hermawan; Karnoto, Karnoto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.453 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.4.930-937

Abstract

Abstrak Sel surya merupakan teknologi yang mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik.Teknologi ini sangat berpotensi diterapkan di Indonesia yang mempunyai iklim tropis, tetapi permasalahan utama dari sistem ini adalah ketidakstabilan daya yang dihasilkan. Daya yang dihasilkan sangat bergantung pada intensitas matahari yang diterima oleh panel surya. Intensitas radiasi matahari yang diterima oleh panel surya dapat dimaksimalkan dengan cara memasang panel surya, dengan sudut kemiringan atau slope dan sudut azimut yang tepat. Tugas akhir ini membahas mengenai pengaruh sudut kemiringan dan sudut azimut panel surya terhadap radiasi rata – rata  matahari yang diterima oleh panel surya tipe larik (array) tetap, dihitung dengan menggunakan software MATLAB 2008a.Radiasi rata – rata matahari yang diterima oleh panel surya untuk pemasangan di kota Semarang dapat maksimal, saat panel surya diletakkan pada sudut azimut 180o menghadap ke arah utara, dengan sudut kemiringan yang besarnya bervariasi untuk pemasangan setiap bulannya.Sudut kemiringan panel yang tepat untuk musim hujan adalah 1o sedangkan untuk musim kemarau adalah 24o. Sudut kemiringan untuk panel surya tipe larik tetap di kota Semarang sebesar 9o , dengan radiasi rata - rata yang dapat diterima panel surya saat kemiringan tersebut adalah 13,8958 MJ/m2hari. Kata kunci : panel surya, intensitas radiasi matahari, slope, sudut azimut.  Abstract Photovoltaic (PV) system is known as a technology which converts energy of solar radiation to an electrical energy. This technology is potentially applied in Indonesia due to tropical climate and location surrounding equatorial. However, the performance of PV module highly depends on the sunlight intensity reaching the module surface. The value of slope and azimuth angle of the PV array influence the amount of solar radiation reached the module. The optimal slope angle is found based on the calculation using MATLAB program.  Module photovoltaic received the maximum radiation of sun if azimut angle placed in 180o. The slope angle of array which received the maximum solar radiation monthly is different and it depends on the total radiation reaching the earth. The optimal slope angle is 1° in the rainy season which occur from October to March. The optimal slope angle is 24° in the dry season which occur from April to September. The suitable optimal slope angle for Semarang City is 9° and it gives the amount of solar radiation 13,8958 MJ/m2/day to the module.  Keywords : photovoltaic, solar radiation, slope angle, azimuth angle. 
PERANCANGAN ROBOT BIPEDAL DENGAN SISTEM BERJALAN BERBASIS INVERSE KINEMATIC DENGAN SENSOR MPU 6050 SEBAGAI INDIKATOR KEMIRINGAN Kurniawan, Akhmad Riko; Triwiyatno, Aris; Sumardi, Sumardi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.293 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.1.97-102

Abstract

Penelitian dibidang robotika khususnya dalam robot bipedal semakin cepat berkembang. Robot bipedal merupakan robot yang bergerak dan mengatur keseimbangan menggunakan dua kaki, robot ini bergerak layaknya manusia. Dalam pengembangan gerak, maka diperlukan pengembakan metode yang dapat mempermudah dalam menggerakkan kaki robot. Tugas Akhir ini merancang sebuah robot bipedal yang memiliki 12 derajat kebebasan (DOF) dengan sensor MPU6050 sebagai indikator kemiringan. Robot bipedal bergerak dengan menggunakan metode inverse kinematics dengan mengikuti koordinat yang diberikan. Metode inverse kinematics membantu menemukan nilai sudut yang menggerakkan servo melalui koordinat akhir. Dalam penelitian ini robot bipedal dapat berajalan maju dengan nilai error 0,4, jalan mundur dengan error 1,4, jalan samping kiri 15,9, dan jalan samping kanan 7,6.
PROTOTYPE PENGONTROLAN PENERANGAN DAN KELEMBABAN TANAH PADA TAMAN KOTA BERBASIS PLC Wijaya, Veriningrat; Setiyono, Budi; Sumardi, Sumardi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.942 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.1.141-146

Abstract

Abstrak Taman kota merupakan sepetak tanah yang dibuat hijau dengan tujuan melengkapi sarana dan prasarana sebuah kota. Kehidupan manusia saat ini tidak terlepas dari pentingnya taman kota. Taman kota berperan sebagai penyegar di tengah panasnya perkotaan. Namun, perawatan taman kota sangat kurang saat ini, terutama di bidang pengairan dan penerangan Seringkali, bunga yang ditanam di taman kota yang tadinya indah menjadi mati karena tidak disiram, Begitu juga dengan lampu taman yang seringkali mati di malam hari. Dalam laporan penelitian ini, pembuatan prototype taman kota dilengkapi dengan keran penyiraman dan lampu taman yang akan diotomatisasi menggunakan PLC CPM1A 40CDR. Lampu taman yang digunakan ialah lampu 5 watt dan keran selenoid sebagai keran penyiramanan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah prototype taman kota dapat berfungsi dengan baik. Pada sistem, terdapat 2 mode yaitu mode manual dan mode otomatis. Pada mode manual, lampu dan keran selenoid mampu dinyalakan dan dimatikan dengan push button. Pada mode otomatis, lampu dapat dinyalakan dengan sensor LDR ketika intensitas cahaya bernilai 13 lux atau dibawah 13 lux dan sensor kelembaban tanah telah mampu membuka keran selenoid ketika nilai dari kelembaban tanah sebesar 30% atau dibawah 30%. Sistem telah berjalan dengan baik sesuai dengan yang diinginkan. Kata kunci: Taman kota, PLC, sensor LDR, sensor kelembaban tanah  Abstract City park is a green patch of land made in order to complete infrastructure of a city. Human life at this time can not be separated from the importance of the city park. City park serves as a refresher in the middle of the urban heat. However, city park maintenance is minimal at this time, especially in the field of irrigation and lighting. Often, beautiful flowers planted in the city park had become dead because not watered. Also the garden lights are often dead at night. This research presented a prototype of a city park with a tap watering and garden lights that will be automated using 40CDR CPM1A PLC. Garden lighting used is 5 watt lamp and  selenoid tap as tap watering. The results of this research is the prototype of a city park may function well. In the system, there are two modes, namely manual mode and automatic mode. In manual mode, the lamp and selenoid tap was able to switch on and off with a push button. In automatic mode, the lamp turned on when the sensor LDR worth 13 lux light intensity or below 13 lux and soil moisture sensor has been able to open the solenoid tap when the value of soil moisture at 30% or below 30%. The system has worked well as expected. Keywords: City Park, PLC, LDR sensor, moisture sensor.
OPTIMASI PENGGUNAAN SISTEM PENGEREMAN REGENERATIF DAN PNEUMATIC PADA KERETA REL LISTRIK JABODETABEK MENGGUNAKAN METODE PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO) Sasmita, Hanan Hadi; Nugroho, Agung; Sukmadi, Tejo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.319 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.284-293

Abstract

Sebagai alat transportasi yang dapat menampung penumpang lebih banyak, Kereta Rel Listrik (KRL) harus memilki sistem kerja yang baik guna menunjang kebutuhan akan sarana transportasi massal di Indonesia. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kurang baiknya sistem kerja KRL adalah kurang optimal dalam penggunaan sistem pengereman pada KRL. Sistem pengereman pada KRL menggunakan gabungan dari pengereman elektrik (pengereman regeneratif) dan pengereman mekanik (pengereman pneumatic). Penggunaan dapat disimpulkan lebih baik jika waktu dan jarak tempuh yang dibutuhkan kereta sesuai standar dan dapat menghemat konsumsi energi karena penggunaan regenerative braking. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan kapan penggunaan regenerative braking dan pneumatic braking yang optimal pada KRL Jabodetabek sehingga kereta dapat bekerja dengan baik dan dapat menghemat konsumsi energi. Metode yang digunakan untuk optimasi penggunaan sistem pengereman ini adalah Particle Swarm Optimization (PSO) dengan bantuan Software Matlab R2016a. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu bahwa penggunaan sistem pengereman yang optimal adalah dengan melakukan pengereman regeneratif terlebih dahulu saat kecepatan kereta 70 km/jam selama 17,3611 detik sejauh 217,0139 m. Kemudian melakukan pengereman pneumatic selama 6,9444 detik sejauh 19,2901 meter. Sehingga akan menghasilkan arus sebesar 372,5637 A dan energi yang dihemat untuk powering KRL sebesar 1,7778 kWh dengan daya sebesar 368,6508 kW.

Page 72 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue