cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
SELF-BALANCING SCOOTER MENGGUNAKAN METODE KENDALI PID DENGAN TUNING FUZZY Siahaan, Jan Pieter Candra; Sumardi, Sumardi; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.413 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.1.70-77

Abstract

Robot mengalami perkembangan pesat dari waktu ke waktu. Salah satu jenisnya adalah mobile robot. Self balancing scooter adalah mobile robot yang prinsip kerjanya serupa pendulum terbalik. Self-balancing scooter membutuhkan kontroler untuk dapat menyeimbangkan diri dan dikendarai secara personal. Oleh karena itu diperlukan perancangan yang tepat, baik perangkat keras maupun perangkat lunak, agar self-balancing scooter dapat bekerja sesuai fungsinya. Pada penelitian ini dibuat self-balancing scooter yang dapat menyeimbangkan diri pada bidang datar dan dapat dikendarai. Self-balancing scooter dirancang menggunakan metode kendali PID dengan tuning fuzzy pada dua mode (self-balancing dan ride-on). Sensor MPU-6050 mendeteksi sudut pitch (θ) yang dibentuk oleh kemiringan self-balancing scooter. Dari data sudut diperoleh masukan error dan delta error untuk logika fuzzy. Logika fuzzy menghasilkan nilai konstanta parameter-parameter PID. Hasil pengujian menunjukkan bahwa self-balancing scooter dapat menyeimbangkan diri pada bidang datar serta dapat dikendarai bergerak maju, mundur, berbelok ke kanan dan kiri. Complementary filter memperbaiki pembacaan sudut dengan rata-rata |error| sebesar 0,07. Kendali PID tuning fuzzy mode self-balancing mempunyai nilai Kp sebesar KpSB=50, KpB=40, KpS=30, KpK=20, Ti sebesar 0,5, dan Td sebesar TdSB=0,05, TdB=0,045, TdS=0,042, TdK=0,04. Sedangkan mode ride-on, nilai Kp sebesar Kp1SB=115, Kp1B=110, Kp1S=100, Kp1K=90, Ti sebesar 0,5, dan  Td sebesar Td1SB=0,095, Td1B=0,09, Td1S=0,085, Td1K=0,08.
APLIKASI FUZZY LOGIC UNTUK TUNING PARAMETER KONTROL PID PADA PENGATURAN SUHU CAIRAN SHELL AND TUBE HEAT EXCHANGER Hidayat, Rohmat; Setiyono, Budi; Sumardi, Sumardi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.941 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.2.204-211

Abstract

Abstrak Heat Exchanger merupakan komponen penting yang digunakan dalam dunia industri seperti perminyakan, pembangkit tenaga listrik, pengolahan limbah, petrokimia, dan lain-lain. Di industri, kontrol yang banyak digunakan untuk mengendalikan suhu pada plant heat exchanger adalah kontrol PID. Kontrol PID membutuhkan parameter yang tepat untuk menghasilkan kinerja yang optimal.Pada tugas akhir ini digunakan kendali fuzzy logic untuk menala parameter Kp, Ti dan Td. Kendali fuzzy PID diharapkan mampu menghasilkan respon sistem yang cepat dan stabil. Pengendalian suhu pada plant ini dilakukan dengan cara mengatur jumlah aliran air panas yang masuk ke heat exchanger. Pengaturan jumlah aliran ini dilakukan dengan mengendalikan besar kecilnya posisi kran yang digerakkan oleh motor servo.Pengendali fuzzy PID ditanamkan pada mikrokontroler ATmega16. Perubahan suhu dideteksi dengan menggunakan sensor LM35. Pada pengujian sistem dengan referensi tetap Tr (waktu naik) sebesar 2660 detik dan Ts sebesar 3110 detik. Pada pengujian dengan setting point naik, respon sistem mampu mengikuti kenaikan setting point. Pengujian referensi naik dihasilkan respon dengan Tr 900 detik dan Ts sebesar 1160 detik.  Pengujian dengan penurunan  set point sistem menghasilkan respon dengan Tr 620 detik dan Ts 1260 detik. Sistem diberikan gangguan berupa menurunkan suhu fluida proses dan gangguan masukan fluida proses ke heat exchanger. Pengujian dengan gangguan penurunan suhu fluida proses, Tr 900 detik dan Ts sebesar Ts 4600 detik.Pengujian dengan gangguan inlet fluida proses, menghasilkan Tr 1000 s dan Tr sebesar 4500 s.Dengan demikian perancangan kontrol PID fuzzy yang dilakukan dapat menghasilkan respon yang baik dan stabil dan dapat menanggapi adanya gangguan. Kata kunci : Suhu, Heat Exchanger, PID, Fuzzy Logic, Mikrokontroler ATmega16 Abstract Heat exchanger is an important component used in industries such as petroleum, power generation, waste treatment, petrochemicals, and others. In industry, controller which widely used to control the temperature of heat exchanger is PID control. PID requires the appropriate parameters to obtain the optimal performance of heat exchanger. In this final project, fuzzy logic was used to tune Kp, Ti and Td parameters. The Fuzzy PID control is expected can produce the rapid and stable system responses.The temperature control on this plant was done by regulating the amount of hot water flow that toward heat exchanger. Controlling the amount of fluid was done by adjusting the valve position that was driven by the servo motor. The PID fuzzy controller was embedded in the ATmega16 microcontroller. Temperature changes were detected by using  LM35 sensor. In testing the system with a fixed reference Tr ( rise time ) of 2660 seconds and 3110 seconds of Ts . In the increasing setting point test , the response system was able to keep up with the setting point . The response test generated Tr 900 seconds and Ts 1160 seconds .The system test  with the decreasing set point generated a response with Tr  620 seconds and Ts 1260 seconds. The system were given disturbances such as dropping the temperature of the process fluid and the input noise to the process fluid heat exchanger . Testing with the process fluid temperature decrease, resulted  in Tr 900 seconds and Ts 4600  s. The system testing  with the process fluid inlet disturbances generated Tr 1000 s and Ts 4500 s . Therefore, the design of fuzzy PID control which shows good and stable response  and could  respond the disturbances. Key words : Temperature, Heat Exchanger, PID, Fuzzy, Microcontroller ATmega16
PERANCANGAN BOOST CONVERTER MENGGUNAKAN VOLTAGE FEEDBACK PADA PANEL SURYA Assyidiq, Muhammad Alfin; Winardi, Bambang; Andromeda, Trias
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.767 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.3.404-410

Abstract

Energi fosil adalah energi yang paling banyak digunakan, namun ketersediaan bahan bakar fosil semakin menipis. Energi terbarukan dapat digunakan sebagai salah satu pemenuhan energi. Panel surya adalah salah satu energi terbarukan yang bekerja dengan mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Pemanfaatan panel surya biasanya dihubungkan langsung dengan beban tanpa konverter pada tegangan rendah. Digunakan boost converter untuk menaikkan tegangan DC. Tegangan keluaran panel surya tergantung pada iradiasi dan beban yang disuplai panel surya. Untuk menjamin tegangan keluaran panel surya konstan, diperlukan umpan balik tegangan pada konverter DC-DC. Pada Penelitian ini dirancang boost converter mengunakan umpan balik tegangan pada panel surya. Tahapan perancangan diawali menghitung komponen boost converter, verifikasi menggunakan software PSIM dan implementasi perangkat keras. Boost converter telah berhasil dibuat dan mampu menghasilkan tegangan keluaran lebih besar sebesar 21,9 – 41,8 volt. Penguatan boost converter dari duty cycle 0%-80% adalah 0,96 – 5,56. Dari pengujian menggunakan umpan balik tegangan variasi iradiasi, beban, iradiasi dari matahari, dan partial shading, tegangan keluaran konverter mampu dijaga konstan 24 volt dengan error rata-rata 0,36%, 0,35%, 0,95%, dan 0,11%. Efisiensi rata-rata boost converter tanpa umpan balik tegangan 85,37% dan dengan umpan balik tegangan 90,26%.
TEKNIK MORPHING UNTUK OBJEK CITRA TIGA DIMENSI MENGGUNAKAN METODE INTERPOLASI LINEAR Taufik Agung Wibowo; R. Rizal Isnanto; Achmad Hidayatno
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.64 KB) | DOI: 10.14710/transient.v1i3.68-71

Abstract

ABSTRAKSalah satu teknik pengolahan citra yang sekarang sedang popular dan banyak digunakan adalah image morphing, yaitu suatu teknik yang digunakan untuk melakukan perubahan bentuk dari suatu objek asal ke objek tujuan. Morphing tiga dimensi pada dasarnya sama dengan morphing pada citra dua dimensi. Hanya pada morphing tiga dimensi permasalahan utamanya adalah menentukan korespondensi titik koordinat penyusun (vertex) antara bentuk objek asal dan bentuk objek tujuan. Dalam Tugas Akhir ini diimplementasikan teknik morphing pada objek tiga dimensi menggunakan algoritma interpolasi linear. Penggambaran objek ke layar menggunakan tampilan 3D dengan menggunakan API OpenGL. Aplikasi yang dibuat ini akan menampilkan proses transisi perubahan dari satu objek ke objek yang lain. Objek 3D yang digunakan merupakan objek yang berupa cincin, bola, silinder, kubus, dan rubik yang didapatkan dari hasil penggambaran dengan Google SketchUp. Variasi tampilan morphing akan dicoba diujikan untuk objek dengan jumlah vertex yang berbeda dan cara korespondensi vertex yang berbeda, yaitu dengan pembagian area objek menjadi dua dan tanpa pembagian area objek. Hasil yang didapat dari pengujian program aplikasi morphing 3D adalah untuk melakukan proses morphing dengan metode interpolasi linear secara baik, jumlah vertex dan face objek asal harus lebih banyak dibandingkan objek tujuan. Pengujian juga memperlihatkan morphing tanpa pembagian objek menghasilkan perubahan bentuk objek yang kurang halus jika dibandingkan dengan proses morphing yang menggunakan pembagian area objek. Perbedaan proses transisi perubahan bentuk objek ini dipengaruhi oleh jumlah vertex objek asal dan objek tujuan, jumlah transisi perubahan, dan cara korespondensi vertexKata Kunci: Morphing, korespondensi vertex, interpolasi linear, OpenGL ABSTRACTOne of image processing which now popular and commonly used is image morphing. Image morphing is a techniques to make shape transform from source object to destination object. Three dimensional morphing basically is same with two dimensional morphing. The main issue on three dimensional morphing is to find the vertex correspondence between source object and destination object. In this final project implemented morphing techniques on three dimensional object using liniear interpolation algoritm. Object drawing to the screen using OpenGL API for the 3D graphics. This aplication will show process of shape transform from one object to another object. 3D object which used for this testing is ring, ball, cilinder, cube, and rubic where get from drawing with Google SketchUp. Variation of morphing will be test for object with different amount of vertex and way of correspondence of vertex where also different, there are without dividing object into part and dividing object into two part. The result of testing on 3D morphing aplication is to do morphing process with liniear interpolation method in good way, the ammont of source object’s vertex and face must more than destination object. The testing also show that morphing without dividing object into part produced object shape transform which is less smoothly than morphing process with dividing object into two part. The different of this tansition process of shape transform be influence of amount of source object’s vertex and destination object’s vertex, the amount of transition transform, and the way of vertex correspondenceKeywords: Morphing, vertex correspondence, liniear interpolation, OpenGL
PEMBUATAN DC CHOPPER TIPE BOOST BERBASIS TRANSISTOR SC2555 Wahyanto, Demas Dwiyan; Facta, Mochammad; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.216 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.500-507

Abstract

Abstrak Di dalam kehidupan saat ini semua kegiatan yang kita lakukan pasti dibantu dengan peralatan elektronik. Untuk menjalankan peralatan elektronik ini dibutuhkan sumber daya searah atau DC (Direct Current) yang disearahkan dari sumber daya AC. Konverter DC – DC (DC Chopper) merupakan suatu sirkuit elektronikq daya yang dapat mengkonversi tegangan DC menjadi nilai tegangan DC yang berbeda.  Pada tugas akhir kali ini bertujuan merancang konverter DC – DC tipe boost yang menggunakan transistor sebagai pensaklarannya. Untuk memicu pensaklaran pada transistor akan digunakan metode Pulse Width Modulation (PWM) dengan IC TL494. Konverter tipe boost ini akan megubah nilai tegangan keluarannya lebih besar atau sama dengan tegangan pada sumber, yang dapat diatur oleh lebar pulsa (duty cycle) pada PWM. Sumber tegangan yang digunakan adalah tegangan AC 220 V yang diturunkan menggunakan trafo CT (center tap) menjadi 15 V dan disearahkan menggunakan dioda bridge untuk mensuplai konverter. Frekuensi yang digunakan untuk pensaklaran sebesar 15 KHz. Pada pengujian didapatkan hasil pengujian DC Chopper Boost bekerja pada mode DCM dengan nilai duty cycle 10% - 50% dan mode CCM dengan nilai duty cycle 60% - 80% pada beban resistif. Sedangkan pada beban induktif DC Chopper bekerja pada mode DCM dengan nilai duty cycle 10% dan mode CCM pada nilai duty cycle 20% - 80%. Kata Kunci : DC chopper boost, transistor, IC TL494, CCM, DCM  Abstract In this present life, all of the things we did definitely helped by electronics tools. For running this electronics tools need DC (Direct Current) source witch rectified from AC (Alternative Current) source. DC – DC converter (DC Chopper) are power electronic circuit that convert a DC voltage to a different DC voltage level. This final project is purposes to design a DC – DC converter boost type witch used transistor for the switching. For trigging a transistor switching will use Pulse Width Modulation (PWM) method with IC TL494. This boost converter type will change output voltage level higher or same as input voltage level, witch regulated by duty cycle from PWM. Voltage source used 220 AC voltage downgraded used center tap transformator (CT) become 15 V for converter supplies and rectified used diode bridge for converter supply. Frequency level witch used for trigging is 15 KHz. In examination obtained result DC Chopper Boost work in DCM mode with duty cycle range 10% - 50% and CCM mode with duty cycle range 60% - 80% for resistive load. While in inductive load DC Chopper Boost work in DCM mode with duty cycle range 10% and CCM mode with duty cycle range 20% - 80%. Keywords : DC Chopper boost, Transistor, IC TL494, CCM, DCM
PERANCANGAN SISTEM ANTAR MUKA BERBASIS HMI (HUMAN MACHINE INTERFACE) PADA SISTEM MONITORING GENERATOR DENGAN KOMUNIKASI 3DR TELEMETRY 433MHZ Jabbar, Wildan Abdul; Sudjadi, Sudjadi; Sumardi, Sumardi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.786 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.2.641-647

Abstract

 Generator set (genset) adalah suplai daya cadangan yang digunakan ketika suplai daya dari PLN padam. Dengan fungsinya yang penting tersebut, maka perawatan generator set harus diperhatikan agar usia pemakaiannya dapat berlangsung lama. Pengawasan biasanya dilakukan secara berkala, namun masih dilakukan secara manual dengan mengandalkan operator yang turun langsung ke plant. Penelitian ini membahas tentang pembuatan HMI sistem pengawasan jarak jauh terhadap generator set untuk menghasilkan pelaporan yang efektif dan kontinu. HMI dirancang menggunakan perangkat lunak Microsoft Visual Studio 2012 dengan bahasa pemrograman C#. Komunikasi data yang digunakan merupakan komunikasi serial asinkron nirkabel menggunakan 3DR Telemetry 433MHz. Prototype generator set menggunakan mikrokontroler Atmega16 yang diprogram menggunakan CodeVision AVR 2.05.3. Penyimpanan data dan laporan harian menggunakan Microsoft Excel. Berdasarkan pengujian yang dijalankan, dapat disimpulkan sistem HMI bekerja dengan baik. Pada pengujian sistem monitoring HMI dapat memantau plant dengan akurat pada fuel percentage dan selisih data sebesar 10C pada temperatur. Pengujian alarm bekerja dengan baik. Pengujian jarak terjauh yang dihasilkan sebesar 84,6 meter. Pada pengujian penyimpanan data dan laporan harian semua informasi yang dibutuhkan dapat disimpan dengan baik.
PENJADWALAN OPTIMAL PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR DENGAN WADUK KASKADE (STUDI KASUS PADA PT VALE INDONESIA) Deskiniel, Deskiniel; Hermawan, Hermawan; Sukmadi, Tejo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.781 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.587-595

Abstract

Abstrak Penjadwalan PLTA Kaskade yang optimal merupakan kegiatan perencaan yang penting dalam industri tenaga listrik. penelitian ini bertujuan untuk menentukan penjadwalan pembangkit listrik tenaga air kaskade yang optimal berdasarkan Power Characteristic Surface menggunakan metode Program Linear. Dalam perencanaan penjadwalan operasi optimal pembangkit listrik tenaga air memiliki karakteristik non-linear. Seperti masalah alokasi penggunaan air terdistribusi, ketidakpastian ketersedian air, ketidakpastian permintaan listrik, menimbulkan tantangan nyata dalam sistem pembangkit dengan waduk kaskade. penelitian ini memberikan solusi untuk masalah penjadwalan operasi dengan mempertimbangkan daya keluaran (MW), tinggi jatuh bersih (h), dan debit air (m3/s) dengan metode program linear. Program Linear digunakan sebagai metode yang cocok untuk sistem kaskade dan head-dependent resevoir. Solusi penjadwalan sistem dikembangkan untuk penjadwalan operasi unit-unit pembangkit hidro yang ada di sistem kelistrikan PT Vale Indonesia. Penyelesaian masalah mengacu kepada sistem pembangkit hidro kaskade dengan tiga resevoir bertingkat dan tujuh unit generator dengan karakteristik berbeda-beda. Hasil optimasi memenuhi semua kendala dan menunjukkan penghematan debit air sebesar 2373.76 m3/detik yang apabila dikonversi dalam MW maka pola operasi optimasi menghemat energi sebesar 69503.82 MWh selama periode perhitungan. Kata kunci: PLTA, penjadwalan pembangkit , resevoir kaskade, power characteristic surface   Abstract The optimal scheduling of cascaded hydropower is crucial in the electric power industry. In this thesis, a model to find the optimal scheduling of cascaded hydropower units based on Power Characteristic Surface by using Linear Programming Method. The hydropower has a non-linear character, such as distributed water usage allocation constraints, uncertainty in water and electricity demand, present a real challenge in cascaded hydropower generating. This paper provides solution to find the optimal scheduling by considering the Power Output (MW), Net Head (m), and Water Discharge (m3/s) with a linear programming method. This method is used as a strategic solution for system cascaded hydropower and head-dependent resevoir. This solution scheduling system is developed and applied for day-ahead operation scheduling cascaded hydropower electrical system of PT Vale Indonesia. Problem resolution refers to the cascade hydropower systems with three resevoir and seven generator units with different characteristics.Optimization results satisfy to all constraints and give saving 2373.76 cumecs of the water discharges which is equal to 69503.82 MWh saving during the calculation period. Keywords : hydropower optimal schedullig, cascaded resevoir, power characteristic surface.
PERANCANGAN ARM MANIPULATOR PEMILAH BARANG BERDASARKAN WARNA DENGAN METODE GERAK INVERSE KINEMATICS Febriramadhan, Lanang; Triwiyatno, Aris; Sumardi, Sumardi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.335 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.3.271-278

Abstract

Arm manipulator merupakan salah satu jenis robot yang banyak diaplikasikan di dunia industri. Robot dengan jenis ini biasa digunakan untuk membantu manusia dalam pekerjaan yang berat, berbahaya, ataupun pekerjaan yang berulang-ulang. Penerapan arm manipulator yang telah banyak digunakan yaitu untuk pengelasan, pengecatan, pengeboran, dan pemindahan. Dalam perkembangannya arm manipulator memiliki 2 metode gerak yaitu forward kinematics dan inverse kinematics.Pada penelitian ini dirancang prototype arm manipulator 3 DOF sebagai  pemilah barang berdasarkan warna. Prototype arm manipulator tersebut menggunakan metode gerak inverse kinematics dalam menentuan posisi pemindahan barang yang dipilah. Dalam pemilahan barang ini digunakan fotodioda sebagai sensor pendeteksi barang dan membedakan warna barang yang dipilah. Keluaran dari penelitian ini yaitu menghasilkan prototype arm manipulator 3 DOF yang dapat memindahkan dan memilah barang berdasarkan warna. Dalam penelitian ini didapatkan hasil rata-rata standar deviasi pada sumbu X sebesar 0,866 cm dan pada sumbu Y sebesar 1,197 cm. Standar deviasi ini didapatkan dari 4 macam variasi lokasi pengujian pemilahan barang.
KARAKTERISTIK DAN KALIBRASI UNTUK SENSOR INERTIAL MEASUREMENT UNIT Ridwan Tri Prasetyo; Wahyudi Wahyudi; Budi Setiyono
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.407 KB) | DOI: 10.14710/transient.v3i4.479-486

Abstract

Abstrak Sistem  navigasi  inersia dapat mengetahui informasi posisi, kecepatan, dan letak dalam waktu yang singkat. Hal ini memicu untuk pencarian sensor dengan biaya yang efektif dan murah, salah satunya dengan MEMS sensor. MEMS sensor mempunyai sumber error dankarakteristik yang harus dimodelkan secara hati-hati dan kalibrasi secara tepat. Seiring berjalannya dengan waktu akurasi dari sistem inersia akan mengalami penurunan. untuk  mendapatkan  data  percepatan gravitasi dan kecepatan sudut yang presisi, diperlukan pemodelan sensor yang akurat. Beberapa metode telah dilakuakan untuk mendapatkan model sensor yang akurat. Masing masing mempunyai kelebihan dan keunggulannya sendiri. Untuk dapat menghasilkan informasi yang diinginkan diperlukan analisis model sensor yang baik. Salah satu model analisis adalah Allan Variance.  Metode Allan Variance dapat menentukan karakter dari proses acak suatu data.  Demikian  juga  pembahasan  tentang  sistem  kalibrasi  dari sensor.  Dalam Tugas Akhir ini  tes dinamis dan statis dilakukan  untuk mendapatkan parameter kalibrasi dan meninjau karakteristik dari kinerja sensor tersebut.. Dengan menggunakan metode Allan Variance dan metode Least Square, serta dengan berbagai macam posisi. Sehingga didapat parameter ketidakstabilan bias accelerometer untuk sumbu x=0,404,y=0.16,dan z=0,14 sedangkan gyroscope ketidakstabilan bias gyroscope untuk sumbu x=0,404,y=0.16,dan z=0,14. Dengan metode least square didapat parameter error faktor skala x=0,4856, faktor skala y=0,4261, faktor skala z=0,6152. Pada  tes tumbukan sumbu yang lain juga ikut mempengaruhi Kata Kunci : sensor inertia, kalibrasi karateristik  Abstract Inertial navigation system can find out information on the position, velocity, and location within a short time. This sparked a search for cost-effective sensors and cheap, one with MEMS sensors. MEMS sensors have the sources of error and characteristics that must be modeled carefully and appropriately calibration. Over time the accuracy of the inertial system will decrease. to obtain data gravitational acceleration and angular velocity precision, required an accurate modeling of the sensor. Several methods has helped to get an accurate sensor model. Each has its own advantages and superiority. To be able to produce the desired information needed good analysis of sensor models. One model is the Allan Variance analysis. Allan Variance method can determine the character of a random process the data. Similarly, the discussion about the calibration of the sensor system. In this final dynamic and static tests carried out to obtain the calibration parameters and review the characteristics of the sensor performance .. By using Allan Variance and Least Square method, as well as with a variety of positions. Thus obtained parameter instability to the x-axis accelerometer bias = 0.404, y = 0:16, and z = 0.14, while the gyroscope bias instability for the x-axis gyroscope = 0.404, y = 0:16, and z = 0.14. Obtained by the method of least square error parameters scale factor x = 0.4856, y = 0.4261 scale factor, scale factor z = 0.6152. In other tests the collision axis also affects Keyword :inertial sensor, characteristic, calibration
PERANCANGAN KONVERTER LISTRIK ARUS SEARAH TIPE PENURUN TEGANGAN DENGAN PENGONTROLAN MENGGUNAKAN IC TL494 SEBAGAI CATU DAYA KUMPARAN MEDAN MOTOR LISTRIK ARUS SEARAH Fajar, Siddiq Al; Handoko, Susatyo; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.312 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.2.276-282

Abstract

Motor listrik arus searah banyak digunakan pada berbagai macam aplikasi terutama pada bidang industri seperti digunakan pada lift, crane, dan lokomotif listrik. Motor listrik arus searah  masih banyak digunakan karena motor ini memiliki respon pengaturan kecepatan yang baik. Motor listrik arus searah dapat dikendalikan salah satunya dengan mengatur fluks magnetik pada kumparan medan. Sumber tegangan yang dibutuhkan untuk mengatur fluks adalah tegangan listrik searah. Konverter listrik arus searah tipe penurun tegangan dapat digunakan untuk memberi catu daya untuk menyuplai kumparan medan. Keluaran konveter listrik arus searah tipe penurun tegangan dapat menghasilkan tegangan keluaran yang lebih rendah dari tegangan masukannya. Pada Penelitian ini dirancang sebuah konverter listrik arus searah tipe penurun tegangan dengan sumber dari tegangan jala – jala yang disearahkan sebagai suplai tegangan kumparan medan motor listrik arus searah. Tegangan keluaran dari konverter dapat diatur dengan mengatur duty cycle yang dihasilkan oleh IC TL494. Hasil pengujian rangkaian konverter listrik arus searah tipe penurun tegangan sebagai suplai tegangan kumparan medan motor listrik arus searah dapat berfungsi dengan baik. Penambahan nilai tegangan pada motor listrik arus searah akan mengurangi kecepatan dari motor listrik arus searah. Pembebanan pada motor arus searah dengan generator sinkron sebagai beban mekanik tidak berpengaruh terhadap arus kumparan medan.

Page 76 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue