Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah
MOZAIK is an academic journal centered in the study of history. MOZAIK is welcoming contributions from young and more experienced scholars from different disciplines and approaches that focus on historical changes. MOZAIK is an academic journal to discuss various crucial issues in Indonesian history, both at local, national and international levels, covering the history of the early period of Indonesia to contemporary Indonesia. MOZAIK does it in a multidisciplinary and comparative manner.The scope of MOZAIK encompasses all historical subdisciplines, including, but not limited to, cultural, social, economic and political history, historiography, and the philosophy of history.
Articles
123 Documents
KERONCONG: DULU DAN KINI
Ririn - Darini
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 6, No 1 (2012): Mozaik Volume 6, No.1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (72.207 KB)
|
DOI: 10.21831/moz.v6i1.3875
Abstrak Musik keroncong merupakan jenis musik khas Indonesia meskipun instrumen musiknya bernada diatonis Barat. Sampai saat ini musik keroncong masih menjadi bagian dari sejarah musik Indonesia meskipun perkembangannya tidak sepesat jenis musik lain seperti pop. Musik keroncong berkembang dengan berbagai corak sebagai akibat perpaduan dengan berbagai jenis musik. Musik ini mengalami pasang surut dalam perkembangannya. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui awal muncul dan perkembangan musik keroncong di Indonesia serta mengetahui penyebab semakin surutnya eksistensi keroncong. Kata kunci: Keroncong, Dulu, Kini
NASIONALISME ETNIS TIONGHOA DI INDONESIA, 1900-1945
Ririn - Darini
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 4, No 1 (2008): Mozaik
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (45.795 KB)
|
DOI: 10.21831/moz.v4i1.4390
Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk melihat munculnya nasionalisme etnis Tionghoa di Indonesia. Nasionalisme etnis Tionghoa di Indonesia muncul karena pengaruh nasionalisme di China yang menggulingkan pemerintahan Dinasti Manchu. Dalam perkembangannya terdapat tiga aliran atau orientasi nasionalisme etnis Tionghoa yang berkembang di Indonesia.
TANTANGAN DEMOKRASI DI INDONESIA: TINJAUAN PRAKTIK KEBERAGAMAAN ISLAM “GARIS KERAS”
Miftahuddin Miftahuddin
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 8, No 1 (2016): Mozaik
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (74.383 KB)
|
DOI: 10.21831/moz.v8i1.10766
ABSTRAK Cita-cita yang ingin dicapai negara Indonesia adalah mewujudkan masyarakatnya secara keseluruhan berpegang teguh kepada nilai-nilai Pancasila. Dapat diyakini apabila Pancasila ini telah diamalkan dengan benar menandakan demokrasi yang ideal dan sebenarnya telah tercapai di Indonesia. Termasuk umat Islam sebagai bagaian dari masyarakat Indonesia yang terbesar juga harus mengamalkan Pancasila. Bahkan, Pancasila sendiri adalah produk dari sebagian para tokoh umat Islam yang ingin menjadikan bangsa ini berdiri. Hanya saja dalam perjalanannya ada sebagaian umat Islam yang mempermasalahkan Pancasila. Padahal dikatahui bahwa Islam dan Pancasila adalah berjalan seiring dan sejalan. Untuk itu, artikel ini mencoba untuk melihat praktik keberagamaan dan sosial kelompok Islam “garis keras” yang diasumsikan tidak sejalan dengan cita-cita Pancasila. Dari kajian yang dilakukan beberapa sarjana bahwa memang ada kelompok-kelompok umat Islaam di Indonesia yang paraktik keberagamaan dan sosial mereka jauh menyimpang dari tujuan nilai-nilai pancasila. Gerakan-gerakan Islam “garis keras” seringkali menjalankan aksinya dengan melanggar aturan main demokrasi. Tidak hanya itu, tetapi dapat disaksikan bahwa konsepsi pemikiran dari kalangan mereka juga menentang nilai-nilai demokrasi itu sendiri sebagai sebuah aturan main yang telah disepakati bersama. Sikap kelompok Islam “garis keras” biasanya anti terhadap semua sistem Barat, khususnya demokrasi dan hak-hak asasi manusia. Akan tetapi, anehnya mereka menikmati berbagai hasil teknologi Barat. Di mata mereka, demokrasi dan hak-hak asasi manusia adalah produk Barat sehingga harus dilawan karena merusak Islam. Mereka ingin menciptakan sebuah dunia cita-cita berdasarkan tafsiran mereka yang monolitik terhadap Al-Qur’an dan sejarah Nabi. Jika hal ini yang dipegangi, dengan sendirinya Pancasila bukanlah cita-cita mereka. Oleh karena itu, sikap mereka harus disadarkan atau diperangi.
NASIONALISME RELIGIUS*
Damarjati - Supadjar
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 4, No 1 (2008): Mozaik
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (32.256 KB)
|
DOI: 10.21831/moz.v4i1.4383
AbstraksIntisari Pancasila itu adalah gotong royong. Itulah Filsafat Organisme, yang memandang Semesta Realitas itu sebagai berstruktur (Lahir- Batin) dan berproses (Awal- Akhir).
DAMPAK MONOPOLI GARAM DI MADURA PADA ABAD XX
Parwoto - Parwoto
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 7, No 1 (2014): Volume 7, No 1 (2014): Mozaik
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (119.701 KB)
|
DOI: 10.21831/moz.v7i1.6182
DAMPAK MONOPOLI GARAM DI MADURA PADA ABAD XXOleh: Drs. Parwoto, M. Hum dan Drs. Mudji Hartono, M. Hum1AbstrakMadura sering disebut sebagai pulau garam. Pembuatan garam di Madura merupakan mata pencaharian pokok sebagian penduduk madura, terutama di daerah sepanjang pantai selatan,yangmasuk wilayah kabupaten Sampang dibagian barat, Pamekasan dibagian tengah,danSumenep di bagian timur pulau madura. Pada awal abad ke-20 pemerintah Hindia Belandamenerapkan praktek monopoli garam di Madura sudah tentu monopoli itu berpengaruh terhadapkehidupan penduduk pembuat garam, tulisan ini bertujuan untuk membahas sejauh mana dampakmonopoli garam itu di Madura?.Hasil kajian menunjukkan bahwa monopoli garam di Madura yang berlangsung pada abad ke-20dilakukan oleh dinas regie dengan modalperusahaan atau pabrik. Monopoli garam itu dipandang olehpemerintah Hindia Belanda sebagai bagian dari sistem pajak, sebaliknya oleh penduduk dipandangsebagai bentuk eksploitasi yang merugikan, oleh karena itu mengakibatkn munculnya berbagai bentukperlawanan rakyat terhadap monopoli itu. Bentuk perlawanan itu antara lain: pembakaran gudanggudanggaram oleh penduduk; pelanggaran peraturan monopoli dengan sengaja, seperti petani garamtidak bersedia menyerahkan garamnya kepada pemerintah; banyak orang bermigrasi ke daerah ujungtimur Jawa Timur untuk mencari nafkah selama musim garam; pembuat garam melakukan mogokkerja; dan penduduk mengadakan pertemuan-pertemuan dan menuntun kenaikan harga garam dan upahburuh. Meskipun perlawanan rakyat Madura terhadap monopoli itu dikordinasi oleh SI, dan pemerintahBelanda tidak merespon dengan kekerasan, tetapi perlawanan itu tidak membuahkan hasil, maka hal inidapat diartikan sebagai kemrosotan SI lokal Madura.
ISLAM MENGHADAPI JUNTA MILITER DI MYANMAR
Danar Widiyanta;
Ririn Darini;
Mudji Hartono
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (143.91 KB)
|
DOI: 10.21831/moz.v10i1.28766
Islam mengalami pasang surut perkembangannya di Myanmar. Pada abad ke-1 Pedagang Arab sudah menempati wilayah sekitar Arakan. Pelaut Muslim telah datang ke Myanmar pada abad ke-9. Orang Arab muslim telah berperan dalam pemerintahan di Myanmar. Raja Sawlu (1077-1088), dididik oleh seorang guru muslim berkebangsaan Arab. Negara Islam didirikan di Arakan ketika Sultan Bengal yang beragama Islam Naseeuruddeen Mahmud Syah (1442-1459, membantu Raja Sulayman Naramitha membangun Negara Islam. Muslim di Myanmar juga melakukan perlawanan terhadap tindakan kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh Junta Militer. Salah satu bentuk perlawanan mereka adalah membentuk organisasi, salah satunya adalah Oganisasi Nasional Arakan Rohingya (ARNO). Organisasi ini merupakan gabungan dari Front Islam Rohingya (ARIF) yang dipimpin oleh Nurul Islam, Organisasi Solidaritas untuk Rohingya (RSO) yang dipimpin oleh Dr. Yunus dan RSO pimpinan Prof. Muhamma Zakaria. Tahun 1996 terjadi intensitas yang tinggi perlakuan sewenang-wenang dari pemerintahan militer Myanmar. Puncaknya pasca peristiwa 11 September 2001 di Amerika Serikat mengakibatkan tekanan terhadap muslim Myanmar bertambah keras. Tercatat sekitar 1.500.000 muslim Myanmar harus mengungsi ke Malaysia, Bangladesh, Thailand dan lain-lain.
EKOLOGI LINGKUNGAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT KARESIDENAN BANYUMAS MASA KOLONIAL
Dina - Dwikurniarini
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 5, No 1 (2010): Mozaik
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (45.414 KB)
|
DOI: 10.21831/moz.v5i1.4337
Abstrak Musim kemarau merupakan keadaan yang lebih banyak mendatangkan kerugian daripada keuntungan. Di Karesidenan Banyumas dalam musim kemarau terjadi banyak genangan air yang menjadi sarang nyamuk, sehingga terjadi wabah penyakit malaria. Penyakit itu rupanya masih tetap ada hingga masa pemerintahan RI. Bagaimana sebenarnya masalah tersebut bermula dan bagaimana penanganan dan pencegahan dan model pencegahan seperti apa yang sudah dilakukan pemerintah. Dari data sejarah kolonial menunjukkan bahwa penyakit itu sudah lama membawa korban sehingga dikeluarkan Ordonansi Pes 1902. Pada sebagian besar wilayah Banyumas abad 19 memang sering terjadi berbagai epidemi. Dapatkah kita belajar dari masa lalu untuk mengatasi masalah saat ini ataukah masa lalu dibiarkan berlalu saja terutama untuk kasus yang sudah lebih dari satu abad lalu.
BIAS GENDER DALAM PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BUKU REFERENSI BAHASA INGGRIS SMA KELAS II “INFORMATIONAL ENGLISH”
Nur - Hidayanto
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 2, No 1 (2007): Mozaik
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (45.376 KB)
|
DOI: 10.21831/moz.v2i1.5537
Abstract Gender issues become hot phenomena today. The demand for equality in education, economy, politics, social and culture is so strong that it tries to stop gender issues rush. It occurs when women feel that there is unfairness between women and men rights. The unfairness is in the form of subordination, marginalization, inequality in responsibility and also women stereotype. The writer tries to find out the gender issues in the English Reference Book for 2nd year students of Senior High School entitled Informational English written by Bambang Kiswanto and Tony Rogers and published by Widya Utama in 2005. He investigates the use of language and also pictures which shows gender issues. Then, he compares it with theories and also facts in the real world. The writer finds that there are some gender issues in the book. They are in the form of inequality in the percentage of women and men pictures, the use of English pronouns, professions, emotion expressed in texts, famous persons, artists and also characterizations. In conclusion, the book illustrates some gender issues which often occur in the real life.
NASIONALISASI PERUSAHAAN ASING DI JAWA TIMUR 1950-1966
Ririn Darini;
Miftahuddin Miftahuddin
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 9, No 1 (2018): MOZAIK
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (253.267 KB)
|
DOI: 10.21831/moz.v9i1.19408
Pada awal tahun 1950-an terdapat lebih dari 6000 bekas pegawai sipil kolonial dipertahankan dalam posisi-posisi senior dalam birokrasi Indonesia, banyak yang menggunakan kekuasaan mereka untuk menguntungkan kepentingan-kepentingan Belanda. Oleh karena itu pada awal tahun 1950an, para tokoh Indonesia mulai memikirkan pembangunan ekonomi nasional. Nasionalisme ekonomi diartikan sebagai aspirasi suatu bangsa untuk memiliki atau setidaknya menguasai aset-aset yang dimiliki atau dikuasai oleh bangsa lain dan menjalankan fungsi ekonomi yang dijalankan oleh bangsa lain. Untuk itu, penelitian ini akan melihat latar belakang nasionalisasi perusahaan asing di Indonesia, pelaksanaan nasionalisasi perusahaan asing di Jawa Timur, dan dampak nasionalisasi dalam kehidupan politik, ekonomi, dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa tindakan nasionalisasi perusahaan asing di Indonesia pada tahun 1950an dilatarbelakangi faktor politik maupun faktor ekonomi. Kata Kunci: Jawa Timur, Nasionalisasi, dan Perusahaan Asing.
Masalah Penetapan Batas Landas Kontinen dan Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia
Danar Widiyanta - Widiyanta
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 6, No 1 (2012): Mozaik Volume 6, No.1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (65.318 KB)
|
DOI: 10.21831/moz.v6i1.3876
Abstrak Zone Ekonomi Eksklusif merupakan hal yang penting bagi Indonesia sebagai Negara Kepulauan terbesar di dunia. Indonesia memiliki potensi kekayaan yang luar biasa, terutama di wilayah lautnya. Potensi itu berupa kandungan minyak dan gas serta mineral di samping perikanan. Potensi ini akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kekuatan bangsa Indonesia. Posisi geografis Indonesia memiliki nilai strategis baik secara ekonomi maupun politik global. Batas wilayah Indonesia yang berbatasan dengan 11 negara tetangga sangat positif, namun juga ada sisi negatifnya apabila tidak dikelola dengan baik, terpadu dan komprehensif. Kata kunci: ZEE, perbatasan, potensi Indonesia