cover
Contact Name
Khairul Hadi
Contact Email
khairulhadi@agr.uir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jda@journal.uir.ac.id
Editorial Address
Jalan Kaharuddin Nasution No. 113 Pekanbaru-Riau 28284, Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Dinamika Akuakultur
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : -     EISSN : 31633307     DOI : https://doi.org/10.25299/jda
Core Subject :
Jurnal Dinamika Akuakultur merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel hasil penelitian dan kajian ilmiah di bidang akuakultur. Jurnal ini bertujuan menjadi media diseminasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkontribusi pada pengembangan dan kemajuan sektor budidaya perairan secara berkelanjutan. Ruang lingkup Jurnal Dinamika Akuakultur mencakup berbagai aspek akuakultur, antara lain teknik dan sistem budidaya ikan, udang, dan rumput laut, manajemen kualitas air dan lingkungan perairan, nutrisi dan teknologi pakan, kesehatan dan penyakit organisme akuatik, serta penerapan inovasi dan teknologi dalam kegiatan budidaya yang berwawasan lingkungan. Jurnal Dinamika Akuakultur menerapkan kebijakan akses terbuka (open access) untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan artikel ilmiah secara luas bagi masyarakat akademik dan praktisi. Melalui proses penelaahan sejawat (peer review) yang ketat, jurnal ini berkomitmen menjaga kualitas, integritas, dan orisinalitas setiap artikel yang diterbitkan. Dengan demikian, Jurnal Dinamika Akuakultur diharapkan menjadi sumber referensi ilmiah yang kredibel bagi peneliti, akademisi, dan praktisi, serta mendukung penguatan riset dan pengembangan akuakultur di tingkat nasional dan internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SELEDRI (Apium graveolens L) DENGAN DOSIS BERBEDA MELALUI PERENDAMAN TERHADAP MASKULINISASI IKAN GUPPY (Poecilia reticulata) Hafizah, Ainna; Tang, Usman M; Rusliadi, Rusliadi
Jurnal Dinamika Akuakultur Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Dinamika Akuakultur Edisi Mei 2026
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jda.2026.vol2(1).27054

Abstract

Maskulinisasi ikan guppy (Poecilia reticulata) melalui pemberian hormon sintetis telah banyak dilakukan, namun penggunaan bahan alami sebagai alternatif lebih ramah lingkungan dan aman perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun seledri (Apium graveolens L.) dengan dosis berbeda melalui perendaman terhadap maskulinisasi ikan guppy. Metodologi yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, terdiri dari lima perlakuan, yaitu kontrol (tanpa ekstrak daun seledri) dan empat dosis ekstrak (3 mg/L, 5 mg/L, 7 mg/L, dan 10 mg/L), dengan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun seledri dengan dosis 10 mg/L (P4) menghasilkan persentase ikan guppy jantan tertinggi, yaitu 58,69% dengan tingkat kelulushidupan 99,26%. Perlakuan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan pada maskulinisasi ikan guppy dibandingkan perlakuan lainnya. Dosis ekstrak seledri yang lebih rendah (3 mg/L, 5 mg/L, dan 7 mg/L) juga meningkatkan persentase ikan jantan, tetapi tidak seefektif dosis tertinggi. Kesimpulannya, ekstrak daun seledri dapat digunakan sebagai alternatif alami yang efektif untuk maskulinisasi ikan guppy, dengan dosis 10 mg/L sebagai dosis optimal yang memberikan hasil terbaik tanpa menurunkan kelulushidupan ikan.
Pengaruh Variasi Jenis Moluska terhadap Kematangan Gonad pada Ikan Tambakan (Helostoma temminckii) Saputra, Rudy; Ahmad, Muchtar; Sofian, Andre
Jurnal Dinamika Akuakultur Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Dinamika Akuakultur Edisi Mei 2026
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jda.2026.vol2(1).27435

Abstract

Budidaya ikan tambakan (Helostoma temminckii) menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan proses reproduksi, khususnya pematangan gonad yang dipengaruhi oleh pemberian pakan yang tepat. Pakan pelet komersial sering digunakan, namun biaya yang tinggi mendorong pencarian pakan alternatif yang lebih ekonomis dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi jenis moluska sebagai pakan alternatif terhadap kematangan gonad ikan tambakan. Penelitian dilakukan dengan lima perlakuan pakan: P0 (pelet, kontrol), P1 (siput bakau Telescopium telescopium), P2 (bekicot Achatina fulica), P3 (keong mas Pomacea sp), dan P4 (keong sawah Bellamiya javanica). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 (bekicot) menghasilkan tingkat kematangan gonad tertinggi dan indeks kematangan gonad yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Pemberian bekicot juga meningkatkan fekunditas dan diameter telur ikan tambakan secara signifikan. Sebaliknya, perlakuan P1 (siput bakau) menunjukkan hasil yang lebih rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa bekicot adalah pakan alternatif yang efektif untuk meningkatkan kematangan gonad dan fekunditas ikan tambakan.
Pemanfaatan Tepung Daun Talas Terfermentasi untuk Menggantikan Tepung Kedelai dalam Pakan terhadap Kelulushidupan dan Pertumbuhan Benih Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Anggi, Putri; Rosyadi, Rosyadi; Hasby, Muhammad
Jurnal Dinamika Akuakultur Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Dinamika Akuakultur Edisi Mei 2026
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jda.2026.vol2(1).27459

Abstract

Tingginya ketergantungan pada tepung kedelai sebagai sumber protein nabati dalam pakan ikan mendorong pencarian bahan baku lokal yang lebih ekonomis dan tetap bernilai nutrisi memadai. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemanfaatan tepung daun talas terfemntasi (TDTF) sebagai pengganti tepung kedelai dalam pakan benih ikan baung (Hemibagrus nemurus). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima tingkat substitusi TDTF (0, 25, 50, 75, dan 100%) dan tiga ulangan selama 30 hari pemeliharaan. Parameter yang diamati meliputi kelulushidupan, pertumbuhan bobot dan panjang, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, efisiensi pemanfaatan pakan, serta kualitas air. Secara numerik, formulasi dengan 75% TDTF dan 25% tepung kedelai menghasilkan performa terbaik, dengan kelulushidupan 56,67%, pertambahan bobot 0,092 g, laju pertumbuhan spesifik 1,240%, rasio konversi pakan 5,195, dan efisiensi pemanfaatan pakan 2,408%, sedangkan pertumbuhan panjang tertinggi dicapai pada substitusi 100% TDTF (0,53 cm). Meskipun analisis statistik menunjukkan bahwa seluruh perlakuan tidak berbeda nyata (P>0,05), hasil ini mengindikasikan bahwa TDTF berpotensi menggantikan sebagian besar tepung kedelai tanpa menurunkan kinerja benih ikan baung. Dengan demikian, penggunaan TDTF hingga 75% layak dipertimbangkan sebagai alternatif bahan baku pakan berbasis sumber daya lokal.
Pengaruh Penambahan Urea Dengan Dosis Yang Berbeda Pada Pelet Afkir Fermentasi Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Maggot(Hermetia illucens) Hasibuan, Fatur Rahman; Agusnimar, Agusnimar
Jurnal Dinamika Akuakultur Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Dinamika Akuakultur Edisi Mei 2026
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jda.2026.vol2(1).27699

Abstract

Pemanfaatan pelet ikan afkir sebagai media budidaya maggot (Hermetia illucens) berpotensi mendukung penyediaan bahan pakan alternatif dalam akuakultur berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi urea pada pelet ikan afkir terfermentasi terhadap pertumbuhan, produksi biomassa, dan kandungan protein maggot. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu suplementasi urea sebanyak 0, 2, 4, 6, dan 8% per kg pelet ikan afkir terfermentasi. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, produksi biomassa, kandungan protein media, kandungan protein maggot, serta kualitas lingkungan pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tanpa urea menghasilkan pertumbuhan dan produksi biomassa tertinggi, yaitu pertumbuhan bobot mutlak 0,241 g, pertumbuhan panjang mutlak 1,650 cm, laju pertumbuhan spesifik 0,0035%, dan produksi biomassa 510 g. Peningkatan dosis urea cenderung menurunkan performa pertumbuhan dan produksi biomassa. Namun, kandungan protein media dan maggot tertinggi diperoleh pada perlakuan urea 8%, masing-masing sebesar 32,10% dan 49,77%. Suhu, kelembapan, dan pH selama penelitian berada pada kisaran 32,2–34,8°C, 70–93%, dan 4,5–6,5. Hasil ini menunjukkan bahwa suplementasi urea dosis tinggi kurang efektif untuk meningkatkan produksi biomassa, tetapi dapat meningkatkan kandungan protein maggot.
Pengaruh Inklusi Tepung Cumi dalam Pakan Terhadap palatabilitas, Konsumsi Pakan dan Pertumbuhan Benih Ikan Gabus (Channa striata) Hawariyun, Miftalil; Rosyadi, Rosyadi; Hadi, Khairul
Jurnal Dinamika Akuakultur Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Dinamika Akuakultur Edisi Mei 2026
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jda.2026.vol2(1).27911

Abstract

Ikan gabus (Channa striata) memiliki potensi besar dalam akuakultur, namun optimalisasi pakan yang efisien masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inklusi tepung cumi dalam pakan terhadap palatabilitas, konsumsi pakan, dan pertumbuhan benih ikan gabus, serta untuk menentukan tingkat inklusi tepung cumi yang optimal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan (P0, P1, P2, P3, P4) dan tiga ulangan, di mana perlakuan P1 hingga P4 mengandung tepung cumi dengan tingkat inklusi 3%, 6%, 9%, dan 12%, masing-masing. Ikan yang digunakan memiliki bobot rata-rata 1,98±0,04 g dan diberi pakan empat kali sehari secara ad satiation. Parameter yang diukur meliputi kelulushidupan, palatabilitas, pertumbuhan berat dan panjang, rasio konversi pakan, dan efisiensi pakan, serta kualitas air sebagai parameter pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 (6% tepung cumi) memberikan hasil terbaik, dengan kelulushidupan 92%, palatabilitas 0,45%, pertumbuhan berat 0,53 g, pertumbuhan panjang 0,28 cm, laju pertumbuhan spesifik 0,72%, rasio konversi pakan 4,96, dan efisiensi pakan 17,96%. Kesimpulannya, penambahan tepung cumi dalam pakan dapat meningkatkan palatabilitas dan efisiensi pertumbuhan benih ikan gabus, dengan tingkat inklusi 6% sebagai yang paling optimal.

Page 2 of 2 | Total Record : 15