cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
KARENA HIDUP HARUS TERUS BERJALAN (Sebuah Studi Fenomenologi Kehidupan Orang dengan HIV/AIDS) Indriani, Septiana Dewi; Fauziah, Nailul
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.582 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15163

Abstract

HIV/AIDS merupakan penyakit menular seksual yang banyak ditemui di masyarakat. Data mengenai kasus HIV dan AIDS semakin bertambah setiap hari. Selain menjadi permasalahan medis, HIV/AIDS juga menjadi problematikabidang sosial, terkait stigma dan diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pengalaman hidup Orang dengan HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara yang akan dianalisis menggunakan teknik eksplikasi data. Subjek penelitian berjumlah tiga orang dari teknik snowball dengan pola penularan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap subjek memiliki dinamika psikologis yang berbeda. Ketiga subjek memiliki respon yang berbeda dalam menghadapi diagnosa HIV dan permasalahan yang dihadapi. Ketiga subjek memilih strategi coping yang berbeda. AG dan R menggunakan strategi coping yang berfokus pada emosi, sedangkan A menggunakan strategi coping yang berfokus pada penyelesaian masalah.
HUBUNGAN ANTARA RESILIENSI DENGAN KEMATANGAN KARIR PADA REMAJA PENYANDANG DISABILITAS DAKSA PROF. DR. SOEHARSO SURAKARTA Nasyiatul Hasanah; Diana Rusmawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.808 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21868

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan kematangan karir pada remaja penyandang disabilitas daksa. Kematangan karir sangat erat kaitannya dengan remaja, karena pada masa ini remaja dituntut untuk dapat membuat pilihan karir secara matang. Pada remaja penyandang disabilitas daksa membuat pilihan karir secara matang bukanlah suatu yang mudah, perlu adanya kemampuan untuk bertahan dalam kondisi kecacatan tersebut atau resiliensi. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 61 subjek dengan sampel penelitian sejumlah 31 subjek. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik non probabilitas purposive sampling. Alat ukur yang digunakan skala resiliensi (32 aitem, α= 0.939) dan kematangan karir (47 aitem, α= 0.951). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara resiliensi dengan kematangan karir pada remaja penyandang disabilitas daksa. Hasil tersebut memiliki koefisien korelasi sebesar 0.660 dengan nilai signifikansi 0.000 (p>0.05). Resiliensi memberikan sumbangan efektif sebesar 0.436 atau sebesar 43.6 % terhadap kematangan karir remaja penyandang disabilitas daksa.
KEHARMONISAN KELUARGA DAN KECENDERUNGAN BERPERILAKU AGRESIF PADA SISWA SMK Yolanda Candra Arintina; Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.347 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13142

Abstract

Keharmonisan keluarga adalah suatu keadaan keluarga utuh dan bahagia yang di dalamnya terdapat ikatan kekeluargaan, sehingga memberikan rasa aman, ketenangan dan ketentraman. Keluarga yang tidak harmonis merupakan lingkungan yang tidak nyaman dan penuh ketegangan untuk pertumbuhan remaja, sehingga tingkat emosi remaja dapat menjadi meningkat. Kondisi tersebut mengakibatkan timbulnya kecenderungan berperilaku agresif, yaitu keinginan dari dalam diri manusia untuk melukai atau mencelakakan individu lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara keharmonisan keluarga dengan kecenderungan berperilaku agresif pada siswa SMK N 10 Semarang. Subjek penelitian ini adalah 191 siswa SMK N 10 Semarang. Populasi penelitian adalah siswa SMK N 10 Semarang. Sampel diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Kecenderungan Berperilaku Agresif (14 aitem;  = 0,746) dan Skala Keharmonisan Keluarga (30 aitem;  = 0,862). Hasil analisis data menggunakan regresi sederhana menunjukkan terdapat hubungan negatif antara keharmonisan keluarga dengan kecenderungan berperilaku agresif pada siswa SMK N 10 Semarang diterima (rxy= -0,443; p<0,001). Keharmonisan keluarga memberikan sumbangan efektif sebesar 19,6% pada kecenderungan berperilaku agresif.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA WANITA PEMANDU KARAOKE DI KOTA PURWODADI Imbuh Sakti Ikhtiarini; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.558 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19746

Abstract

Dunia hiburan musik di Indonesia sekarang ini menyediakan berbagai macam jenis hiburan, salah satunya adalah tempat karaoke. Setiap orang berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehingga terdapat beberapa orang yang bersedia bekerja sebagai pemandu karaoke meskipun citra yang ada di lingkungan sekitar buruk.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual dengan pengambilan keputusan pada wanita pemandu karaoke.Kecerdasan spiritual adalah kemampuan untuk menghadapi persoalan makna dan nilai, dalam konteks makna yang lebih luas.Pengambilan keputusan merupakan proses pemilihan alternatif terbaik dari beberapa alternatif secara sistematis untuk ditindak lanjuti sebagai suatu cara pemecahan masalah dalam melakukan aktivitas.Populasi penelitian ini adalah 150 wanita yang bekerja sebagai pemandu lagu di sebuah karaoke. Jumlah subjek penelitian sebanyak 105 wanita pemandu karaoke yang diambil dengan menggunakan teknik incidental sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Kecerdasan Spiritual (25 aitem valid, α = 0,904) dan Skala Pengambilan Keputusan (22 aitem valid, α = 0,862). Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana, ada hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan spiritual dengan pengambilan keputusan (r= 0,574 ; p<0,001).Kecerdasan spiritual memberikan sumbangan efektif sebesar 33% terhadap pengambilan keputusan pada Wanita Pemandu Karaoke di Kota Purwodadi, 67% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
RELATIONSHIP BETWEEN SELF ESTEEM WITH TENDENCY TO DATING VIOLENCE THE STUDENTS REGULAR 1 AND REGULAR 2 CLASS OF 2009 IN INDUSTRIAL ENGINEERING FACULTY DIPONEGORO UNIVERSITY M., Trias Wulan; NRH, Frieda; Desiningrum, Dinie Ratri
Empati Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.076 KB)

Abstract

Based on teen dating phenomenon, a lot happened dependence on their partners. Dependency here means emotionally dependent and always never dared to resist what it wants partner and fear of abandonment. Dating process can lead to positive effects and negative effects. One of the negative effects is dating violence. This study aims to determine the relationship between self esteem with tendency to dating violence students in Industrial Engineering Faculty in Diponegoro University.In the study population were regular students regular 1 and regular 2 class of 2009 majoring in Industrial Engineering Faculty Diponegoro University. Sample was90 persons obtained through cluster random sampling technique. Retrieval of data using propensity scale violence in courtship consisting of 29 aitem (α = 0,952) and self esteem scale consisting of 37 aitem (α = 0,950).Processing the data using Non Parametric Method Statistical Test Spearman Rank Correlation Coefficient, rxy = -0,434 obtained with a significance level of 0,000 (p<0,05). The existence of a negative sign on the correlation coefficient indicates the direction the relationship is negative meaning that the highet the tendency of self esteem in dating violence has declined. Conversely, the lower the self esteem then making trend in dating violence is increasing.
HUBUNGAN ANTARA GRATITUDE DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA MAHASISWA BIDIKMISI ANGKATAN 2016 UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Dea Ulfah Fauziyah; Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.545 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.26504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gratitude dengan psychological well-being pada mahasiswa Bidikmisi angkatan 2016 Universitas Diponegoro Semarang. Psychological well-being merupakan perasaan puas akan kemampuannya dalam menghadapi tantangan dan rintangan hidup sehingga dapat menjalani hidup sepenuhnya dan sadar akan diri sendiri melalui pengalamannya pribadi. Gratitude didefinisikan sebagai rasa terimakasih atas apa yang telah ia terima selama hidupnya, baik itu berupa hadiah ataupun manfaat yang ia terima dari pihak lain. Populasi pada penelitian ini yaitu mahasiswa Bidikmisi angkatan 2016 Universitas Diponegoro yang berjumlah 1.156 orang dengan sampel penelitian 280 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu Skala Gratitude (38 item, α=0,927) dan Skala Psychological Well-being (28 item, α=0,934). Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik non parametrik yaitu dengan Spearman Rho, berdasarkan uji korelasi Spearman Rho diperoleh rs=0,656, dengan p=0,000 (p<0,005), sehingga terdapat hubungan positif dan signifikan antara gratitude dengan psychological well-being pada mahasiswa Bidikmisi angkatan 2016 Universitas Diponegoro Semarang.
HUBUNGAN ANTARA COPING STRESS DENGAN INTENSI MEMBELI PRODUK FASHION PADA SISWI SMAN 2 KOTA BEKASI Zsa Zsa Pamella Quamilia; Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.232 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara coping stress dengan intensi membeli produk fashion pada siswi SMAN 2 Kota Bekasi. Coping stress adalah proses dari sebuah bentuk usaha individu secara kognitif maupun perilaku dalam mengatasi situasi yang menekan karena tuntutan internal maupun eksternal. Sedangkan, intensi membeli produk fashion adalah kecenderungan individu untuk melakukan pembelian suatu produk fashion (pakaian, tas, sepatu, dan aksesoris) untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Jumlah sampel sebanyak 240 siswi yang berusia 15-17 tahun. Penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling. Metode pengambilan data dengan menggunakan dua skala psikologi, yaitu SkalaIntensi Membeli Produk Fashion dengan 30 aitem valid (α= 0,910) dan Skala Coping Stress dengan 30 aitem valid (α = 0,857). Analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy = - 0,125 dengan p = 0,000 (p<0,001) yang berarti ada hubungan negatif antara coping stress dengan intensi membeli produk fashion. Sumbangan efektif coping stress terhadap intensi membeli produk fashion siswi SMAN 2 Kota Bekasi sebesar 6,6% dan sisanya 93,4% dijelaskan oleh faktor-faktor lain.
HUBUNGAN ANTARA PERSON-ORGANIZATION FIT (P-O FIT) DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING (SWB) PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) DINAS BINA MARGA DAN PENATAAN RUANG PROVINSI JAWA BARAT Intan Nurliawati; Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.501 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20255

Abstract

Subjective well-being (SWB) adalah penilaian individu terhadap kehidupan yang dilakukannya secara kognitif dan afektif berdasarkan kepuasan hidup dan pegalaman emosi yang merujuk pada makna kesejahteraan bagi individu. Person-organization fit (P-O Fit) adalah kesesuaian antara nilai, tujuan, kebutuhan, dan kepribadian individu dengan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara P-O Fit dengan SWB pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat. Sampel penelitian ini adalah 78 pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berstatus sebagai PNS dengan masa kerja minimal satu tahun dengan menggunakan teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala SWB (40 aitem; α=0,924) dan skala P-O Fit (34 aitem; α=0,900) yang telah diujicobakan sebelumnya. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukan koefisien korelasi rxy = 0, 768 dan p = 0,000 (p<0,05) yang artinya terdapat hubungan positif signifikan antara P-O Fit dengan SWB. Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis peneliti dapat diterima dengan penjelasan bahwa semakin tinggi P-O Fit maka akan semakin tinggi juga SWB dan begitupun sebaliknya. P-O Fit memberikan sumbangan efektif sebesar 59% terhadap SWB dan sisanya sebesar 41% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini. 
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN KECENDERUNGAN KECANDUAN MEDIA SOSIAL PADA REMAJA AKHIR Resti Fauzul Muna; Tri Puji Astuti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.342 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7610

Abstract

Kecenderungan kecanduan media sosial adalah fenomena yang sering terjadi pada saat ini seiring dengan meningkatnya penggunaan internet serta canggihnya kemajuan teknologi. Terjadinya kecenderungan kecanduan media sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah faktor kontrol diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Hubungan antara kontrol diri dengan kecenderungan kecanduan media sosial pada remaja, dan (2) Seberapa besar peran kontrol diri terhadap kecenderungan kecanduan media sosial. Sampel dalam penelitian ini adalah 164 orang yang diperoleh dengan menggunakan teknik sampling incidental. Analisis data yang telah terkumpul dilakukan dengan teknik analisis regresi sederhana untuk mengetahui hubungan antara dua variabel yang diteliti. Berdasarkan hasil analisis statistik, diperoleh hasil Rxy = -0,369 dengan p = 0,000 (p
HUBUNGAN ANTARA MINAT MENGIKUTI YOGA CLASS DENGAN BODY IMAGE PADA REMAJA PUTRI DI FITNESS CENTRE SEMARANG Defika, Mutiara; Desiningrum, Dinie Ratri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.724 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15234

Abstract

Body image adalah gambaran mental dan evaluasi seseorang terhadap kondisi fisiknya yang meliputi bentuk tubuh dan ukuran tubuhnya di dalam hubungannya dengan norma-norma sosial dan umpan balik dari orang lain. Minat adalah daya tarik atau keinginan yang sangat besar yang ada dalam diri individu, yang mendorong individu untuk mencapai sesuatu sesuai dengan keinginan dan kegairahannya terhadap sesuatu yang menjadi daya tariknya. Adanya daya tarik terhadap yoga kemudian memunculkan minat untuk mengikuti yoga class. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara minat mengikuti yoga class dengan body image pada remaja putri di fitness center Semarang. Populasi penelitian adalah sebanyak 210 member yoga class dan sampel penelitian berjumlah 140 orang dengan karakteristik sampel: remaja putri usia 16-22 tahun, mengikuti yoga class di fitness centre Semarang, member dari salah satu fitness centre di Semarang. Sampel ditentukan dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Minat Mengikuti Yoga Class (29 aitem, = 0,914) dan Skala Body Image (39 aitem, =92,8). Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara minat mengikuti mengikuti yoga class terhadap body image pada remaja putri (rxy = 0,451 dengan p = 0,000) yang berarti bahwa semakin tinggi minat mengikuti yoga class maka semakin positif body image. Minat mengikuti yoga class memberikan sumbangan efektif sebesar 20,3% terhadap body image

Page 100 of 146 | Total Record : 1454


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue