cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
Motivasi Kejehatan Repetitif Residivis DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PATI Indra Widya Nugraha; Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.928 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.5310

Abstract

Kejahatan merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia di dunia. Salah satu perbuatan yang menyimpang dari norma pergaulan hidup manusia, kejahatan (tindak pidana) merupakan masalah sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi. Sampel terdiri dari tiga orang berjenis kelamin laki-laki telah menjalani minimal 2 kali/lebih tahanan hukumandi Lembaga Pemasyarakatan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa, para residivis digerakkan olehfaktor internal meliputi kontrol diri lemah, ketagihan, habbit/kebiasaan, niat, keahlian/skill serta gaya hidup, sedangkan faktor eksternal meliputi kondisi lingkungan/environment, adanya pengaruh orang lain, dan adanya faktor ekonomi, Penyebab-penyebab individu melakukan kejahatan berulang tersebut meliputi bagaimana hasil yang diperoleh sangat sesuai dengan keinginan subjek. Melakukan kejahatan tersebut dikarenakan niat dan jobseeker. Bebas dari Lapas para mantan narapidana masih mendapatkan stigma masyarakat yang menganggap mantan narapidana sebagai individu yang berbahaya jika kembali ke masyarakat.Ketiga subjek memiliki motivasi ketika melakukan tindak kejahatannya. Motivasi tersebut berbeda-beda dari tiap subjek. Subjek melakukan tindak kejahatan repetitif dikarenakan subjek sudah ahli, ketagihan dan kebiasaan. Motivasi melakukan tindak kejahatan tersebut menurut subjek adalah baik karena ingin membahagiakan keluarganya. Motivasi kejahatan repetitif tersebut dilakukan subjek karena adanya keinginan atau usaha untuk mencari uang dengan cepat dengan waktu yang singkat, hal ini yang disebut mentalitas instant.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN ALTRUISME PADA RELAWAN PALANG MERAH INDONESIA Genda Febriansyah; Frieda NRH
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.872 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.23444

Abstract

Palang merah Indonesia (PMI) merupakan lembaga sosial kemanusiaan yang didirikan dengan tujuan untuk membantu meringankan penderitaan sesama manusia, melindungi kesehatan dan kehidupan manusia. PMI tidak lepas dari peran para relawan yang bekerja secara sukarela. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan altruisme pada relawan PMI Kota Magelang. Subjek penelitian ini yaitu relawan PMI yang berjumlah 40 orang. Penelitian ini menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan skala altruisme dengan 22 aitem valid dengan koefisien reliabilitas (α) sebesar 0,85 serta skala efikasi diri dengan 29 aitem valid dengan koefisien reliabilitas  (α) sebesar 0,92. Hasil analisis data dengan analisis regresi sederhana menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dengan altruisme pada relawan PMI Kota Magelang (r=0,091; p<0,001). Efikasi diri memberikan sumbangan efektif sebesar 47,7% terhadap altruisme.
KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DAN ASERTIVITAS PADA SISWA SMA ISLAM HIDAYATULLAH SEMARANG Maharani Mutiara Hati; Imam Setyawan
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.411 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas teman sebaya dengan asertivitas pada siswa SMA Islam Hidayatullah Semarang. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel penelitian ini berjumlah 112 siswa SMA Islam Hidayatullah Semarang kelas X dan XI yang diperoleh melalui teknik cluster random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi, yang terdiri dari Skala Asertivitas (32 aitem, α= 0,914) dan Skala Konformitas Teman Sebaya (26 aitem, α= 0,899) yang telah diujicobakan terhadap 63 siswa SMA Islam Hidayatullah Semarang. Analisis data konformitas teman sebaya dengan asertivitas menggunakan analisis regresi sederhana dengan koefisien korelasi (rxy) sebesar -0,521 dan p=0,000 (p< 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara konformitas teman sebaya dengan asertivitas pada siswa SMA Islam Hidayatullah Semarang. Artinya, semakin meningkat konformitas teman sebaya maka semakin rendah asertivitas. Sebaliknya semakin menurun konformitas teman sebaya maka semakin tinggi asertivitas pada siswa. Koefisien determinasi sebesar 0,272 menunjukkan bahwa konformitas teman sebaya memberikan sumbangan efektif sebesar 27,2%. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa terdapat faktor lain 72,8% yang juga ikut berperan mempengaruhi asertivitas yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini.
Hubungan antara Hardiness dan Regulasi Emosi Pada Perawat Rumah Sakit Usada Insani Kota Tangerang GANITA GINANTI PUTRI; Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.226 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19993

Abstract

Emotional regulation is the ability to manage the emotions of the self, both positive and negative emotions. Hardiness is an ability that includes controls, challenges, and commitment to respond the pressures and negative effects of workload. This research aims to discover the correlation between hardiness and emotional regulation within nurses. The population in this research were 158 nurses from inpatient room of Usada Insani Hospital. Characteristics of subjects in this research are nurses with a minimum 1 year working period, female, and age between 20-40 years. This research uses simple random sampling technique which then obtained by 83 research subjects. Data collection was reached by Hardiness Scale with 32 items(α = 0,921) and 14 items of Emotion Regulation Scale (α = 0,801). Simple regression analysis showed a positive and significant relationship between hardiness and emotional regulation rxy = 0,533 (p <0.001). Hardiness contributes 28.4% to the varied trend of emotional regulation. 
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL DENGAN SEMANGAT KERJA PADA KARYAWAN PT. PANCA PUTRA MADANI BEKASI Rakhman, Berkah Nur; Prihatsanti, Unika
Empati Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.025 KB)

Abstract

Semangat kerja adalah sikap karyawan terhadap pekerjaan dan lingkungan kerjanya yang diwujudkan dalam kegairahan dalam melaksanakan pekerjaan, kesediaan bekerjasama dan kedisiplinan dalam bekerja sehingga mendorong seseorang untuk bekerja secara lebih baik. Pembentukan dan pengembangan semangat kerja ini menjadi tanggung jawab pemimpin melalui sejumlah pendekatan yang dilakukan sehingga pada akhirnya karyawan akan mengoptimalkan sikap dan perilaku kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara persepsi terhadap kepemimpinan transaksional dengan semangat kerja pada karyawan PT. Panca Putra Madani Bekasi.Populasi penelitian ini yaitu karyawan PT. Panca Putra Madani Bekasi. Sampel penelitian sebanyak 65 karyawan, sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi yaitu Skala Semangat Kerja (27 aitem valid,  α = 0.910) dan Skala Persepsi terhadap Kepemimpinan Transaksional (20 aitem valid, α = 0.862).Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0.374 dengan p= 0,001 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan positif antara persepsi terhadap kepemimpinan transaksional dengan semangat kerja. Semakin tinggi persepsi terhadap kepemimpinan transaksional maka semakin tinggi semangat kerja. Persepsi terhadap kepemimpinan transaksional memberikan sumbangan efektif sebesar 14% pada semangat kerja dan sebesar 86% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOLOGICAL WELL BEING DENGAN SELF REGULATED LEARNING PADA REMAJA PUTRI PENGHAFAL AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN KHALAFI KABUPATEN DEMAK Fatihatun Nuroniyah Karimah; Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.998 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15408

Abstract

Self-regulated learning merupakan proses pengelolaan pembelajaran yang dilakukan santri untuk mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan, dengan melibatkan pengelolaan metakognisi, motivasi, perilaku, dan strategi belajar yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychological well being dengan self-regulated learning pada remaja putri penghafal Al-Qur’an di pondok pesantren khalafi Kabupaten Demak. Populasi penelitian adalah remaja putri penghafal Al-Qur’an di pondok pesantren khalafi Kabupaten Demak, yaitu pondok pesantren Al-Ishlah, Subulussalam, Nurul Furqon, As-Shiddiiqiyyah, dan Asy-Syarifah. Populasi berjumlah 235 orang, dan sampel penelitian 140 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Alat ukur menggunakan Skala Self-regulated Learning (21 aitem, α= 0,858) dan Skala Psychological Well Being (32 aitem, α= 0,908). Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana. Penelitian ini menunjukkan rxy= 0,715; ρ= 0,000 (ρ < 0,001). Hasil analisis data menjelaskan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara psychological well being dengan self-regulated learning. Semakin tinggi psychological well being maka semakin tinggi self-regulated learning. Sebaliknya, semakin rendah psychological well being maka semakin rendah self-regulated learning. Sumbangan efektif psychological well being terhadap self-regulated learning sebesar 51,1% dan sebesar 48,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP BAHAYA ROKOK DENGAN INTENSI BERHENTI MEROKOKPADA ANGGOTA KOMUNITAS INTER CLUB INDONESIA REGIONAL MAGELANG Dimas Yudi Prasetyo; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.627 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15372

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap bahaya rokok dengan intensi berhenti merokokpada anggota komunitas Inter Club Indonesia regional Magelang. Subjek penelitian adalah 45 orang perokok yang merupakan anggota komunitas Inter Club Indonesia regional Magelang. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan skala persepsi terhadap bahaya rokok (35 aitem valid, α = 0,95) dan skala intensi berhenti merokok(44 aitem valid, α = 0,97). Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar rxy = 0,72 dengan p < 0,01. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara persepsi terhadap bahaya rokokdengan intensi berhenti merokokpada anggota komunitas Inter Club Indonesia regional Magelang. Artinya, semakin positif persepsi terhadap bahaya rokok yang dimiliki, maka semakin tinggi intensi berhenti merokok yang dimilikinya, begitupun sebaliknya. Persepsi terhadap bahaya rokokmemberikan sumbangan efektif sebesar 52,4 % pada intensi berhenti merokok. Ketika ingin meningkatkan intensi berhenti merokok masyarakat, maka pemerintah dapat memperbanyak pemasangan peringatan dan gambar bahaya rokok di tempat-tempat umum.
MAKNA OBESITAS Gayatri Basuki; Sri Hartati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.864 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7361

Abstract

Obesitas adalah gangguan medis yang ditandai oleh adanya penimbunan lemak dalam tubuh sebagai akibat dari ketidakseimbangan antara energi yang masuk dan energi yang keluar. Penyebab obesitas bersifat multifaktorial, yakni dari adanya hubungan antara faktor biologis, psikologis, dan faktor sosial atau lingkungan. Obesitas memberi beberapa dampak bagi individu yang mengalaminya. Dampak fisik membuat individu obesitas berisiko terkena penyakit kronis, dampak sosial membuat individu rentan terkena stigma negatif dari masyarakat, dan dampak psikologis dapat menimbulkan perasaan negatif seperti kecemasan, rasa malu, serta memiliki gambaran diri yang buruk. Semua yang dialami individu terkait dengan keadaan obesitasnya memberikan pengalaman, baik menyenangkan maupun tidak menyenangkan. Penilaian individu terhadap pengalamannya memberikan pemaknaan tersendiri bagi individu tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna obesitas pada wanita dewasa awal yang mengalami obesitas.Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi, karena fokus fenomenologi adalah memahami makna dari suatu peristiwa dan pengaruhnya terhadap individu. Subjek penelitian terdiri dari tiga wanita dewasa awal. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur dengan didukung oleh materi audio. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) dari Smith.Hasil penelitiann menunjukkan bahwa makna obesitas bagi ketiga subjek adalah: obesitas memberi dampak bagi keadaan fisik, obesitas membuat subjek mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari orang lain, obesitas memunculkan perasaan-perasaan negatif, obesitas memunculkan pandangan negatif terhadap tubuh, serta obesitas mendorong usaha untuk menyesuaikan diri.
PENEMUAN MAKNA HIDUP PADA RESIDIVIS DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS 1 SEMARANG Herdy Eka Setiawan; Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.91 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23572

Abstract

Residivis atau pengulangan kembali tindak pidana merupakan fenomena yang sering terjadi di Indonesia. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang diharapkan mampu mengurangi residivis, nyatanya masih belum mampu memenuhi ekspektasi tersebut. Penemuan makna hidup memungkinkan warga binaan pemasyarakatan (WBP) berubah menjadi lebih baik, sehingga terjadinya residivis dapat dihindari. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana penemuan makna hidup para residivis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologis, dan menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) sebagai metode analisisnya. Subjek penelitian adalah tiga orang residivis yang dipilih dengan teknik purposive. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketiga subjek telah menemukan makna hidupnya. Tema Induk yang ditemukan adalah proses menjadi seorang kriminal, kehidupan di Lapas, dan makna hidup, sedangkan untuk subjek dua ditemukan tema individual yaitu pengalaman menjadi buron. Kehidupan di Lapas, keluarga, agama, nasionalisme, sikap terhadap kematian, sikap terhadap bunuh diri, pengalaman menjadi buron, pengalaman selamat dari kematian, dan keinginan yang kuat untuk membuktikan suatu hal menjadi faktor yang membuat ketiga subjek menemukan makna hidup mereka. Adanya makna hidup membuat para subjek ingin menjadi orang yang lebih baik, yang tidak ingin mengulang kembali tindak pidana, dan mencapai tujuan hidup yang mereka inginkan. 
RELASI AYAH-ANAK PADA AYAH DENGAN ANAK SKIZOFRENIA: Studi Fenomenologis dengan Interpretative Phenomenological Analysis Isnanur Khurotul Aini; Kartika Sari Dewi
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.523 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman ayah berelasi dengan anak skizofrenia dan interaksi yang terjalin antara ayah dan anak. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologis dengan menggunakan analisis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang ayah berusia 47-70 tahun, dengan anak yang didiagnosa Skizofrenia di usia remaja. Wawancara dilakukan secara semi terstruktur. Transkrip wawancara dianalisis untuk mendapatkan tema-tema yang dikelompokkan ke dalam tiga tema pokok, yaitu (1) interaksi negatif, (2) respon pada kondisi anak (3) kondisi stres. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi yang terjadi antara subjek dengan anak kurang mendalam. Interaksi negatif terjadi pada subjek dengan anak dikala interaksi tersebut berjalan kurang baik. Kondisi stres dirasakan oleh subjek karena subjek merasa sudah tidak bisa menghadapi anak. Interaksi yang terjalin antara subjek-anak memiliki batasan, dan anak membatasi diri untuk tidak dekat dengan subjek. Subjek pun membatasi diri dengan anak. Subjek tidak membatasi pergaulan anak di luar rumah, dan membebaskan anak berteman dengan siapa saja. Subjek memiliki pengelolaan emosi yang tidak terbuka pada istri subjek, subjek hanya memendamnya saja. Sehingga pengelolaan stres pada subjek hanya dilakukan subjek saja dan subjek mencoba untuk beradaptasi terhadap perubahan yang ada pada anak. Dari relasi yang terjadi antara subjek dengan anak membentuk pola interaksi yang patologis antara subjek dengan anak. 

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue