cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 20 SEMARANG Laksmana, Burhan
Empati Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.966 KB)

Abstract

Siswa kelas VII merupakan siswa baru dalam Sekolah Menengah Pertama. Siswa mengalami transisi dari sekolah dasar menuju Sekolah Menengah Pertama. Siswa banyak dihadapkan pada tuntutan dari lingkungan barunya untuk bisa menyesuaikan diri dengan baik. Tuntutan-tuntutan tersebut tidak semua bisa dipenuhi karena adanya banyak hambatan dalam menghadapi berbagai perubahan yang ditemui, yang bisa menjadi masalah dalam berinteraksi dan beraktivitas di lingkungan baru. Masalah  ini bisa diselesaikan dan dihadapi dengan menggunakan kecerdasan emosi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi dengan penyesuaian sosial pada siswa kelas VII SMP Negeri 20 Semarang. Hipotesis penelitian yang diajukan yaitu ada hubungan positif antara kecerdasan emosi dengan penyesuaian sosial pada siswa kelas VII SMP Negeri 20 Semarang. Semakin tinggi kecerdasan emosi siswa maka semakin baik penyesuaian sosialnya. Sebaliknya, semakin rendah kecerdasan emosi siswa maka semakin buruk penyesuaian sosialnya.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 20 Semarang sebanyak 256 siswa dengan sampel penelitian sebanyak 64 siswa. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi, yaitu Skala Penyesuaian Sosial dan Skala Kecerdasan Emosional. Skala Penyesuaian Sosial terdiri dari 31 aitem valid (=0,889) dan Skala Kecerdasan Emosional terdiri dari 30 aitem valid (=0,891) yang telah diujicobakan pada 64 siswa. Analisa data dilakukan dengan metode analisis regresi sederhana.Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi rxy =0,660 dengan p = 0,000 (p<0,05). Artinya hipotesis penelitian ini diterima yaitu ada hubungan positif antara kecerdasan emosional dengan penyesuaian sosial. Sumbangan efektif kecerdasan emosional terhadap penyesuaian sosial yaitu sebesar 43,6%, sedangkan 56,4% berasal dari faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DENGAN PERILAKU INOVATIF KARYAWAN NON PROSES (SUPPORTING) PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA TBK PLANT PALIMANAN Octavia, Ayu; Ratnaningsih, Ika Zenita
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.593 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan perilaku inovatif karyawan non proses (supporting) PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Plant Palimanan. Perilaku inovatif merupakan perilaku karyawan untuk memperkenalkan tentang ide-ide yang dianggap baru pertama kali dicetuskan dalam sebuah organisasi mengenai proses, produk, atau prosedur kepada kelompok kerja atau organisasi untuk memperoleh keuntungan. Sampel penelitian ini adalah 87 karyawan tetap di bagian non proses (supporting), terdiri dari empat departemen, yaitu Human Resources – General Affair (HR-GA), Technical Service Department (TSD), Safety, Health, Environment (SHE), dan Supply. Teknik sampling yang digunakan adalah proportional random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Gaya Kepemimpinan Transformasional (46 aitem; α = 0,974) dan Skala Perilaku Inovatif (30 aitem; α = 0,889). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional dan perilaku inovatif karyawan (rxy= 0,226; p = 0,036). Gaya kepemimpinan transformasional memberikan sumbangan efektif sebesar 5% terhadap perilaku inovatif.
HUBUNGAN KELEKATAN ORANG TUA DENGAN PENYESUAIAN DIRI SISWA BOARDING SCHOOL DI SMA PONDOK PESANTREN MODERN SELAMAT KENDAL Mutia Hanifa Ramadhani; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.341 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21837

Abstract

Penyesuaian diri adalah kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain, memahami, menghargai, dan menghormati lingkungan sekitar. Kelekatan orang tua adalah suatu ikatan timbal balik yang bertahan antara orang tua dengan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan dengan orang tua terhadap penyesuaian diri pada siswa boarding school di SMA Pondok Pesantren Modern Selamat Kendal. Populasi penelitian yang dilakukan pada siswa SMA kelas X berjumlah 150 siswa yang dipilih menggunakan simple random sampling dan didapatkan sampel penelitian berjumlah 96 siswa. Penelitian ini  menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan skala penyesuaian diri( 29 aitem valid dengan α = 0,909) dan skala kelekatan (27 aitem valid dengan α = 0,961) sebagai alat pengambilan data. Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah teknik analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rxy = 0,574 dengan p = 0,000 (p < 0,05), artinya terdapat hubungan positif antara variabel kelekatan orang tuadengan variabel penyesuaian diri, semakin tinggi kelekatan orang tua, maka semakin tinggi pula penyesuaian diri siswa. Kelekatan orang tua memberikan sumbangan efektif pada penyesuaian diri sebesar 32,9%, sedangkan 67,1% berdasarkan faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
MAKNA YOGA: STUDI INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS PADA YOGI Aditya Bhaskara Yudha; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.205 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13036

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengerti tentang pengalaman subjek yang memilih jalan hidup sebagai pelatih yoga (yogi) terkait dengan dinamika kehidupannya. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami pengalaman subjek dalam memaknai yoga. Peneliti menggunakan metode analisis dengan pendekatan fenomenologis, khususnya Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Pendekatan IPA dipilih karena memiliki prosedur analisis data yang terperinci dan terstruktur. Prosedur tersebut bertitik fokus pada makna yoga yang diperoleh subjek melalui perjalanan kehidupan pribadi dan pengalamannya menjalani yoga. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa proses perjalanan yang dilakukan subjek untuk mendapatkan makna yoga terdiri dari tiga tahapan, yaitu (1) ketertarikan pada yoga; (2) proses peningkatan kualitas; (3) hasil mendalami yoga. Kesimpulan dari makna yoga bagi yogi merupakan proses untuk menemukan kedamaian. Kedamaian dapat tercapai ketika kualitas hidup meningkat menjadi lebih baik dengan upaya-upaya yang telah mereka lakukan dalam menjalani kehidupan.
PENGALAMAN PERNIKAHAN INDIVIDU DENGAN HAMBATAN FISIK (Studi Kualitatif Fenomenologi dengan Pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis) Dara Suci Amini; Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.508 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15447

Abstract

Pernikahan merupakan hubungan antara laki-laki dan perempuan yang diterima secara legal oleh lingkungan social, yang bertujuan untuk membentuk keluarga. Hambatan fisik adalah gangguan fisik yang umumnya dikarenakan gangguan neuromotor dan gangguan ortopedik musculoskeletal sehingga menghambat mobilitas penderita. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pengalaman pernikahan individu dengan hambatan fisik yang menikah dengan sesama individu yang memiliki hambatan fisik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif fenomenologi dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysisi (IPA). Metode pengambilan data yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur yang dibantu dengan rekaman audio dan catatan lapangan. Subjek penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposeful sampling dengan karakteristik individu dengan hambatan fisik yang telah menikah, masih tinggal bersama pasangannya, subjek dan pasangan memiliki hambatan fisik, berusia 20-40 tahun, serta bersedia menjadi subjek penelitian. Peneliti menemukan bahwa permasalahan utama yang dihadapi individu dengan hambatan fisik yang menikah dengan sesama individu yang memiliki hambatan fisik adalah permasalahan ekonomi. Pemenuhan kebutuhan sehari-hari menjadi suatu hal yang cukup sulit karena individu dengan hambatan fisik dalam penelitian ini bekerja sebagai buruh atau pekerja bangunan. Selanjutnya, peneliti menemukan bahwa individu dengan hambatan fisik mampu merawat dan mengasuh anaknya, walau dengan keterbatasan fisik yang dimilikinya, misalnya harus menggendong anaknya sambil menggunakan kruk. Selain itu, individu dengan hambatan fisik juga harus berkompromi dengan keterbatasan fisiknya dalam hal berhubungan seksual, misalnya perempuan yang harus mengambil alih peran dominan dalam berhubungan seksual karena memiliki mobilitas fisik yang sedikit lebih baik daripada laki-laki.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DITINJAU DARI IDENTITAS DIRI PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO Purba, Evi Junita; Indriana, Yeniar
Empati Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.856 KB)

Abstract

Beragamnya latar belakang geografis dan etnis di antara teman-teman, merupakan kondisi yang pertama kali dihadapi individu ketika memasuki dunia perkuliahan. Kondisi ini menuntut kemampuan mahasiswa tahun pertama dalam menjalin komunikasi yang baik dengan orang-orang baru di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara identitas diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal pada mahasiswa tahun pertama Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang.Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tahun pertama Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang. Sampel penelitian berjumlah 120 mahasiswa angkatan 2012, yang diperoleh melalui teknik simple random sampling. Alat pengumpulan data penelitian adalah Skala Kemampuan Komunikasi Interpersonal (35 aitem valid, a = 0,92) dan Skala Identitas Diri (34 aitem valid, a = 0,93) yang telah diujicobakan pada mahasiswa tahun pertama Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang.Data yang didapatkan berdasarkan hasil analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,22 dan s = 0,00 (p < 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara identitas diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal. Semakin positif identitas diri maka akan semakin tinggi kemampuan komunikasi interpersonal. Sebaliknya, semakin negatif identitas diri maka kemampuan komunikasi interpersonal juga akan semakin rendah. Sumbangan efektif identitas diri terhadap kemampuan komunikasi interpersonal sebesar 5%. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa terdapat faktor lain sebesar 95% yang ikut berperan mempengaruhi kemampuan komunikasi interpersonal seperti faktor individu, faktor lingkungan, maupun faktor situasional.
HUBUNGAN ANTARA KEHARMONISAN KELUARGA DENGAN KONSEP DIRI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 DEMAK Febriyani D Sukma Hadi; Diana Rusmawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.448 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.24399

Abstract

Konsep diri merupakan gambaran seseorang terhadap dirinya sendiri baik secara fisik, psikis, emosional, serta sosial yang terdapat di dalam diri individu. Konsep diri tersebut dapat dikembangkan seiring dengan cara individu bersosialisasi dengan individu lain. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara keharmonisan keluarga dengan konsep diri pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Demak. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 432 siswa dengan sampel sebanyak 206 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik cluster sampling. Pengumpulan data menggunakan skala konsep diri diperoleh 27 aitem valid dengan α = 0,878, skala keharmonisan keluarga diperoleh 38 aitem valid dengan α = 0,929. Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana diperoleh nilai rxy = 0,478 dengan p = 0,000 (p< 0,05), artinya terdapat hubungan positif yang signifikan antara variabel keharmonisan keluarga dengan konsep diri. Semakin positif keharmonisan keluarga yang diperoleh oleh individu maka semakin positif konsep diri yang terdapat dalam diri individu, sebaliknya semakin negatif keharmonisan keluarga yang diperoleh oleh individu maka semakin negatif konsep diri dalam diri individu. Keharmonisan keluarga memberikan sumbangan efektif sebesar 22,8% terhadap variabel konsep diri.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI AKADEMIK DENGAN SCHOOL WELL-BEING PADA SISWA SMP HANG TUAH 1 JAKARTA Fika Firmanila; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.793 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14919

Abstract

Kegiatan belajar yang berkualitas sangat tergantung pada guru, siswa, sarana pembelajaran, lingkungan kelas, dan budaya kelas. Siswa yang merasa nyaman, senang, dan berharga akan memiliki penilaian yang positif terhadap sekolah yaitu school well-being. Kesejahteraan siswa salah satunya ditentukan oleh efikasi diri akademik yaitu keyakinan diri individu dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri akademik dengan school well-being pada siswa SMP Hang Tuah 1 Jakarta. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara efikasi diri akademik dengan school well-being pada siswa SMP Hang Tuah 1 Jakarta. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VII, VIII, dan XI SMP Hang Tuah 1 Jakarta dengan total 448 siswa yang terdiri dari 12 kelas, sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 150 siswa yang terdiri dari 4 kelas, yang diperoleh dengan cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Efikasi Diri Akademik (36 aitem valid, α = .89) dan Skala School Well-Being (30 aitem valid, α = .88). Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri akademik dan school well-being pada siswa SMP Hang Tuah 1 Jakarta (r = .59; p < .001). Semakin tinggi efikasi diri akademik, maka maka semakin tinggi pula school well-being, begitu juga sebaliknya. Efikasi diri akademik memberikan sumbangan efektif sebesar 35% pada school well-being. Ketika ingin meningkatkan school well-being, siswa harus pula meningkatkan efikasi diri akademiknya, dan untuk meningkatkan school well-being siswa, sekolah dapat memfasilitasi terbentuknya efikasi diri akademik.
HUBUNGAN ANTARA PENGUNGKAPAN DIRI DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA RANTAU DI SEMARANG Asmaul Khafifatun Nadlyfah; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2018.20171

Abstract

Penyesuaian diri mahasiswa rantau merupakan kemampuan mahasiswa untuk mengatasi segala tekanan akibat dorongan kebutuhan dan berusaha menyeimbangkan antara tuntutan dari dalam diri maupun tuntutan dari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengungkapan diri dengan penyesuaian diri pada mahasiswa rantau di Semarang. Populasi penelitian ini adalah ikatan mahasiswa Aceh, Lampung, Siantar, dan Tapanuli Bagian Selatan di Semarang, dengan sampel penelitian berjumlah 100 orang yang dipilih menggunakan teknik incidental sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi model Likert, yaitu skala pengungkapan diri (29 aitem, α = 0,858) dan skala penyesuaian diri (43 aitem, α = 0,901). Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dengan bantuan SPSS versi 21.0. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara pengungkapan diri dengan penyesuaian diri pada mahasiswa rantau di Semarang dengan koefisien korelasi 0,336 dengan ρ = 0,000 (ρ<0,05). Nilai koefisien korelasi menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan, artinya semakin tinggi pengungkapan diri maka semakin tinggi penyesuaian diri. Pengungkapan diri memberikan sumbangan efektif sebesar 11,3% terhadap penyesuaian diri.  
INTERAKSI PARASOSIAL Dimas Aldi Saifuddin; Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.623 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7568

Abstract

Konten-konten dunia hiburan yang semakin beragam membuat penonton tidak hanya dapat melihat para artis menunjukkan keahliannya, tetapi juga mengenal dan mengetahui kehidupan pribadi para artis tersebut. JKT48 hadir dengan konsep idola yang dapat ditemui yang membuat para penggemarnya memungkinkan untuk berinteraksi secara langsung dengan anggota JKT48. Hal tersebut secara tidak langsung membuat para penggemar JKT48, membentuk kelekatan dengan anggota JKT48 favoritnya. Fenomena ini disebut interaksi parasosial. Interaksi parasosial merupakan suatu interaksi sosial yang terjalin antara individu dengan artis atau tokoh media dan terjadi seperti interaksi sosial secara langsung. Hal ini disebabkan karena otak manusia memproses pengalaman melihat melalui media sama seperti “pengalaman langsung”, individu secara khusus bereaksi terhadap artis yang mereka sukai seperti yang mereka lakukan terhadap orang yang secara nyata ada di depan mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Subjek penelitian berjumlah tiga orang yang diperoleh menggunakan teknik purposif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi parasosial penggemar JKT48 berada pada tingkatan entertainment social-value, di mana interaksi parasosial dilakukan karena konformitas kelompok, dan intense-personal feeling, di mana interaksi parasosial yang dilakukan telah sampai pada tahap menganggap idola sebagai orang yang dekat dan mengembangkan hubungan parasosial dengan idolanya tersebut. Faktor-faktor yang mendasari terjadinya interaksi parasosial adalah pemenuhan tugas perkembangan, kebutuhan akan hubungan sosial, dan konformitas.

Page 99 of 146 | Total Record : 1454


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue