cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
“AKANKAH KU BERDAMAI DENGAN TAKDIR” Studi Fenomenologis Pengalaman Penderita Hepatitis B Jauharotun Nikmah; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.31007

Abstract

Penyakit Hepatitis B merupakan pemicu terjadinya kondisi penuh stress yang dialami oleh penderitanya. Penelitian ini berfokus pada pengalaman yang dimiliki oleh subjek yaitu penderita penyakit hepatitis B. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap pengalaman penderita penyakit Hepatitis B. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan metode analisis Deskripsi Fenomena Individual (DFI). Metode analisis DFI merupakan metode Eplikasi data yang dapat membagi pengalaman subjek dalam penelitian ini menjadi tiga episode yaitu episode sebelum hepatitis B, episode masa sulit hepatitis B, dan episode masa sekarang pasien hepatitis B. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah tiga orang yang dipilih melalui metode purposive. Hasil penelitian ditemukan bahwa pada ketiga subjek masih melakukan defence mechanism, dengan melakukan penyangkalan dan penolakan terhadap kondisi penyakit yang diderita, serta dalam menjalani hidup dengan status Hepatitis B positif. Pada ketiga subjek memiliki pengalaman yang berbeda terhadap penyakit hepatitis B yang diderita. Kendala yang dihadapi dalam penelitian ini adalah sulitnya untuk menemukan subjek, sehingga berpengaruh terhadap homogenitas partisipan penelitian. Kondisi kronis yang dapat memicu kematian pada penderita penyakit hepatitis B menjadi keterbatasan dalam penelitian ini. 
HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DENGAN KECEMASAN JAUH DARI SMARTPHONE PADA SISWA KELAS XI SMAN 1 TENGARAN Diva Uswatus Sulkha; Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.31002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara regulasi diri dengan kecemasan jauh dari smartphone pada siswa kelas XI SMAN 1 Tengaran. Kecemasan jauh dari smartphone adalah kondisi cemas dan ketakutan jika individu jauh dari smartphone miliknya. Regulasi diri yaitu pengandalian perilaku, perasaan, dan pikiran agar sesuai dengan target pencapaiannya, dan mengevaluasi perilakunya agar sesuai dengan standar hidupnya. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 393 siswa dengan jumlah sampel penelitian berjumlah 186 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Penelitian ini menggunakan dua skala sebagai alat ukur, yaitu Skala Regulasi Diri (26 aitem valid, α = 0,845) dan Skala Kecemasan Jauh dari Smartphone (36 aitem valid, α = 0,928). Hasil analisis data menggunakan analisis Spearman Rho, hasil analisis menunjukkan koefesien korelasi rxy = -0,018 dengan tingkat signifikansi p = 0,812, artinya terdapat hubungan negatif yang tidak signifikan antara regulasi diri dengan kecemasan jauh dari smartphone pada siswa kelas XI SMAN 1 Tengaran. Penelitian ini menjadi bahan pertimbangan untuk penelitian selanjutnya dengan subjek yang lebih luas dengan mempertimbangkan faktor lain yang berpengaruh pada kecemasan jauh smartphone.
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DALAM PERSPEKTIF ISLAM DENGAN ALTRUISME PADA SISWA SMA KY AGENG GIRI Zuli Setyawati; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.31283

Abstract

Altruisme adalah sebuah kegiatan yang dilakukan untuk menolong orang lain secara sukarela dan tanpa pamrih yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan orang lain. Peserta didik diharapkan mampu menanamkan perilaku altruisme dalam dirinya. Religiusitas merupakan sebuah sistem yang memiliki bermacam-macam dimensi yang diwujudkan dalam berbagai kehidupan manusia. Aktivitas beragama tidak hanya terjadi ketika individu melakukan ibadah (ritual) akan tetapi juga aktivitas lainnya yang didorong oleh adanya kekuatan supranatural. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dalam perspektif Islam dengan altruisme pada siswa SMA Ky Ageng Giri. Sampel penelitian ini adalah 126 siswa dengan karakteristik siswa kelas X dan XI. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik cluster random sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Skala Religiusitas (33 aitem, α= 0,559) dan Skala Altruisme (40 aitem, α=0,078). Analisis data menggunakan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara religiusitas dengan altruisme pada siswa SMA Ky Ageng Giri yaitu rxy =  0,699 dengan nilai p = 0,000. Artinya semakin tinggi religiusitas, maka semakin tinggi altruisme. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah religiusitas semakin rendah pula altruisme. Religiusitas memberikan sumbangan efektif sebesar 48,8%  terhadap altruisme pada siswa. 
HUBUNGAN ANTARA NEGATIVE EMOTIONAL STATE DENGAN RESILIENSI PADA WARGA BINAAN NARKOTIKA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KEDUNGPANE SEMARANG Tsara Firdaus; Dian Veronika Sakti Kaloeti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.31290

Abstract

Kasus narkotika merupakan kasus terbesar di Indonesia, baik pengguna atau pengedar maupun bandar. Efek penggunaan narkotika dan tinggal di lapas menuntut warga binaan narkotika untuk memiliki kemampuan bertahan dan bangkit kembali setelah mengalami keterpurukan yang disebut sebagai resiliensi. Kemampuan ini dapat digunakan sebagai upaya pencegahan memburuknya kondisi psikologis warga binaan narkotika berupa negative emotional state (depresi, kecemasan, stres). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara negative emotional state dengan resiliensi pada warga binaan narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Kedungpane, Semarang. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 880 warga binaan, sebanyak 211 warga binaan diambil untuk sampel penelitian dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari dua skala yaitu DASS 21 (21 aitem dengan α = 0,916) dan Skala Resiliensi (34 aitem dengan α = 0,889). Hasil penelitian dengan analisis korelasional Spearman’s rho menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara negative emotional state dengan resiliensi dengan rxy = -0,308 dan p = 0,000 (p<0,01), artinya semakin rendah negative emotional state pada warga binaan narkotika maka resiliensi semakin tinggi, begitu pula sebaliknya. Temuan unik yang didapat yaitu negative emotional state pada warga binaan narkotika Lapas Kedungpane, Semarang berada pada taraf normal dimana penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan kondisi lapas yang cukup menekan psikologis. Program mapenaling dan detoksifikasi membantu negative emotional state pada warga binaan narkotika berada pada taraf normal. 
HUBUNGAN ANTARA KONGRUENSI KARIER REMAJA-ORANGTUA DENGAN KEMATANGAN KARIER PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KEBUMEN Verra Verdiana Nugraheni; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.31003

Abstract

Remaja dihadapkan pada tugas perkembangan berupa mempersiapkan karier. Kematangan karier diartikan sebagai kemampuan dalam menyelesaikan tugas-tugas perkembangan karier pada tahap tertentu. Siswa yang memiliki kematangan karier, akan mengarahkan perilaku di masa sekarang untuk mempersiapkan proses karier di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kongruensi karier remaja-orangtua dengan kematangan karier pada siswa SMA Negeri 1 Kebumen. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI yang berjumlah 191 (L= 29,8%, P= 70,2%). Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Skala Kongruensi Karier Remaja-Orangtua (12 aitem, α= 0,830) dan Skala Kematangan Karier (28 aitem, α= 0,926). Analisis data menggunakan regresi sederhana mendapatkan hasil adanya hubungan positif dan signifikan antara kongruensi karier remaja-orangtua dengan kematangan karier pada siswa yaitu rxy = 0,339 dengan p = 0,000. Artinya semakin tinggi kongruensi karier remaja-orangtua, maka semakin tinggi kematangan karier remaja. Kongruensi karier remaja-orangtua memberikan sumbangan efektif sebesar 11,5% terhadap kemantangan karier pada siswa, sedangkan 88,5% sisanya ditentukan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. 
HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN PADA IBU DAN REGULASI EMOSI REMAJA PADA SISWA KELAS X DAN XI SMA BOARDING SCHOOL Shiba Mutiara Nabilah; Frieda Nuzulia Ratna Hadiyati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.32931

Abstract

Regulasi emosi merupakan sebuah proses menyesuaikan dan mengontrol emosi agar seseorang mampu mengelola perasaan, mengelola pola pikir, mengelola reaksi fisiologis, dan mengelola respon emosi dengan baik. kelekatan (attachment) adalah suatu hubungan yang tumbuh apabila seseorang mendapatkan perasaan aman, kasih sayang, serta kedekatan secara fisik maupun jiwa. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah terdapat hubungan antara kelekatan pada Ibu dan regulasi emosi remaja pada siswa kelas X dan XI SMA Islam Terpadu Al Kahfi Bogor. Populasi yang digunakan pada penelitian ini merupakan populasi siswa SMA dari jurusan IPA maupun IPS, kelas X dan XI di SMA IT Al Kahfi Bogor, dengan jumlah populasi 513 siswa. Teknik pengambilan sampel melalui cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Regulasi Emosi (27 aitem: α = 0,883) dan Skala Kelekatan (38 aitem: α = 0,927). Analisis data dilakukan dengan uji statistik non parametrik Spearman’s Rho, yang diperoleh hasil korelasi antara kelekatan dan regulasi emosi sebesar rxy = 0,159 dengan nilai signifikansi p = 0,032 (p<0,05) yang menunjukkan hubungan kedua variabel adalah positif dan signifikan.  
DEMI ANAKKU, KU JALIN RAPUH JADI TANGGUH: SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS (IPA) PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK EKS-PENYALAHGUNA NAPZA Puspita Palupi; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.33221

Abstract

Anak yang menyalahgunakan NAPZA tidak hanya menimbulkan dampak negatif bagi dirinya saja, namun juga berdampak bagi keluarganya, terutama ibu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman ibu yang memiliki anak eks-penyalahguna NAPZA. Pemilihan partisipan dilakukan dengan teknik purposive. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah tiga orang, dengan kriteria partisipan merupakan ibu yang berusia 30-40 tahun, memiliki anak yang pernah menyalahgunakan NAPZA dan sedang menjalani program pasca rehabilitasi, serta berdomisili di Kota Semarang dan sekitarnya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara semi terstruktur dan menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis sebagai metode analisis data. Penelitian ini menghasilkan empat tema induk, yaitu (1) dampak traumatis, terdiri dari respon terhadap penyalahgunaan oleh anak, mekanisme pertahanan diri, penyalahgunaan oleh anak adalah ujian, hubungan dengan orang lain, (2) upaya pemulihan, terdiri dari upaya pemulihan melalui ahli dan upaya pemulihan di rumah, (3) pengasuhan, terdiri dari tantangan pengasuhan dan strategi pengasuhan, (4) penguat untuk tangguh, terdiri dari pandangan tentang diri, coping stress, dan dukungan orang terdekat. Penyalahgunaan NAPZA yang pernah dilakukan oleh anak memunculkan dampak traumatis bagi partisipan. Meskipun partisipan merasakan dampak traumatis ini, partisipan tetap berusaha untuk menjalankan perannya dalam pengasuhan dan berusaha mengurangi stres yang muncul akibat tantangan pengasuhan.   
HUBUNGAN ANTARA GRATITUDE DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA PENGURUS PENERIMA PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI DESA BULAKWARU, TARUB TEGAL Siti Mutmainah; Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.33216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gratitude dengan subjective well-being pada pengurus penerima program keluarga harapan (PKH) di Desa Bulakwaru Kabupaten Tegal. Gratitude merupakan rasa terima kasih (rasa syukur) yang memperkuat kebaikan dalam kehidupan individu dan sebagai cara menerima dan menghargai apa yang terjadi dalam kehidupannya. Subjective well-being merupakan penilaian atau evaluasi individu terhadap kehidupannya yang meliputi evaluasi kognitif (kepuasan hidup) dan afektif (emosi) dalam hal ini emosi positif yang lebih dominan daripada emosi negatifnya. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 402 pengurus penerima PKH dengan sampel penelitian 190 pengurus. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Penelitian  ini menggunakan 2 skala sebagai alat ukur yaitu skala gratitude (20 aitem, α= 0,829)  dan skala subjective well-being  (15 aitem, α= 0,768). Analisis data menggunakan analisis Spearman’s Rho, hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,338 dan p = 0,000 (p<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan diterima, yaitu terdapat hubungan positif antara gratitude dengan subjective well-being. Semakin tinggi gratitude seseorang, maka semakin tinggi pula subjective well-being yang dimiliki, sebaliknya semakin rendah gratitude maka semakin rendah pula subjective well-beingnya.  
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN PERNIKAHAN DENGAN WORK FAMILY ENRICHMENT PADA KARYAWAN PEREMPUAN DI PT. RIDHO AGUNG MITRA ABADI Siti Anisya Rahma Denty; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.32937

Abstract

Istri yang bekerja tentu memiliki tantangan, salah satunya adalah menyeimbangkan peran antara pekerjaan dan keluarga, hal ini pun tenetunya membuat mereka memerlukan kondisi work family enrichment. Work family enrichment merupakan kondisi dimana individu dapat menerapkan pengalaman dari speran pekerjaan ke keluarganya. Salah satu faktor yang memberikan konstribusi terhadap work family enrichment adalah kepuasan pernikahan. Kepuasan pernikahan merupakan penilaian subjektif individu terhadap kepuasan dalam menjalin hubungan dengan pasangan pernikahan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan pernikahan dengan work family enrichment pada karyawan perempuan PT. Ridho Agung Mitra Abadi. Populasi penelitian ini yaitu karyawan perempuan yang berada pada tahap dewasa awal berjumlah 128 orang dan sampel penelitian yang berjumlah 98 orang yang mana diambil dengan teknik simple random sampling. Alat ukur dalam penelitian ini adalah skala work family enrichment (42 aitem; α = 0,949) dan skala kepuasan pernikahan (33 aitem; α = 0,933). Pengolahan data dengan uji parametrik menunjukkan hasil rxy sebesar 0,251 dan nilai signifikansi 0,013 (p < 0,05) yang artinya terdapat hubungan positif yang signifikan antara kepuasan pernikahan dengan work family enrichment. Selain itu, dalam penelitian ini pula didapatkan nilai sumbangan efektif sebesar 6,3% dari variabel kepuasan pernikahan terhadap work family enrichment.
“PENGALAMAN ANAK LAKI-LAKI DENGAN AYAH YANG BERSELINGKUH” INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Nindya Kresna Dewanggana; Imam Setyawan
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.32932

Abstract

Perselingkuhan yang terjadi dalam hubungan pernikahan tidak hanya berdampak pada pasangan, tetapi juga kepada anak-anak di dalam pernikahan. Ketika perselingkuhan dilakukan ayah, pengaruh akan lebih besar kepada anak laki-lakinya karena ayah biasanya dipandang sebagai figur yang melekat bagi seorang anak laki-laki. Penelitian ini adalah penelitian fenomenologis yang bertujuan untuk memahami pengalaman anak laki-laki yang mengetahui perselingkuhan ayah, dan sikap mereka ketika menghadapi perselingkuhan ayah. Pemilihan partisipan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria laki-laki berusia 18-24 tahun, mengetahui perselingkuhan ayah kandung. Penelitian menggunakan wawancara semi terstruktur untuk memperoleh data dan analisis data dilakukan dengan Interpretative Phenomenolgical Analysis. Pada penelitian ini dapat ditemukan tiga tema induk, yaitu (1) sikap menghadapi situasi perselingkuhan ayah (2) problematika akibat perselingkuhan ayah dan (3) membangun kembali kehidupan. Penelitian ini juga menunjukkan adanya satu tema khusus yang hanya dialami partisipan R, yaitu menerima kekerasan dari ayah. 

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue