cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU KONSUMTIF MEMBELI KOSMETIK PADA MAHASISWI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO ANGKATAN 2019 Hanindya Sekar Mayasari; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.28677

Abstract

Penampilan adalah salah satu hal yang mendapat perhatian khusus bagi seorang wanita dan untuk menunjang penampilannya membuat banyak wanita berperilaku konsumtif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku konsumtif membeli kosmetik pada mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro.  Populasi penelitian ini adalah 228 mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Diponegor angakatan 2019 yang sesuai dengan karakteristik, dan didapatkan sampel penelitian berjumlah 152 orang. Penelitian ini  menggunakan teknik convenience sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala psikologi likert yang terdiri dari dua skala, yaitu skala konformitas teman sebaya (27 aitem, α=0,936) dan skala perilaku konsumtif membeli kosmetik (35 aitem α=0,928). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dengan bantuan SPSS Versi 17.0. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku konsumtif membeli kosmetik pada mahasiswi angkatan 2019 Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (rxy =0,569; p=0,000; F= 71,686). Persamaan garis regresi dalam penelitian ini adalah Y=36,771+0,725. Variabel perilaku konsumtif membeli kosmetik akan berubah sebesar 0,725 untuk setiap unit perubahan yang terjadi pada variabel konformitas teman sebaya. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,323, artinya konformitas teman sebaya memberikan sumbangan efektif sebesar 32,2% pada perilaku konsumtif membeli kosmetik.
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH OTORITER DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIER PADA SISWA KELAS XII SMK HIDAYAH SEMARANG Gerri Gradiyanto; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.28609

Abstract

Masa pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah pengambilan keputusan yang banyak terkait dengan masa depan. Masalah pengambilan keputusan yang karier adalah mengembangkan pengetahuan tentang pekerjaan dunia dan berdasarkan minat untuk mengasah kemampuan. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam mengambil keputusan bagi siswa adalah keluarga. Orang tua memiliki pola asuh yang berbeda-beda, salah satunya adalah pola asuh otoriter. Pola asuh otoriter merupakan pola asuh yang diberikan orang tua kepada anak yang dipersepsikan mengekang, menuntut, dan membatasi anak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara pola asuh otoriter dengan pengambilan keputusan karier siswa SMK.Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XII SMK Hidayah Semarang yang mungkin 142 siswa. Subjek pengambilan menggunakan teknik cluster random sampling . Pengumpulan data menggunakan Skala Pola Asuh Otoriter (30 aitem valid dengan α = 0,913) dan Skala Pengambilan Keputusan Karier (25 aitem valid dengan α = 0,920). Analisis data menggunakan metode analisis statistik regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara pola asuh otoriter dengan pengambilan keputusan karier pada siswa kelas XII SMK Hidayah Semarang (rxy = -0,345; p = 0,000). Pola asuh otoriter memberikan sumbangan efektif sebesar 11,9% terhadap pengambilan keputusan karier.
HUBUNGAN ANTARA SOCIAL MEDIA ENGAGEMENT DENGAN BODY-ESTEEM PADA SISWI SMAN 1 SALATIGA PENGGUNA INSTAGRAM Hanifa Silvi Azri Syafani; Muhammad Zulfa Alfaruqy
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.38634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara social media engagement dengan body-esteem pada remaja perempuan pengguna Instagram. Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasi. Media penggalian data menggunakan skala cetak yang disebar kepada responden, yaitu siswa perempuan di SMA Negeri 1 Salatiga berusia 14-18 tahun. Partisipan penelitian berjumlah 247 siswa yang ditentukan dengan stratified cluster sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala social media engagement pada platform Instagram (n = 33, α = 0,925) dan skala body-esteem (n = 32, α = 0,935). Hasil analisis Kendall’s tau-b menunjukkan adanya hubungan signifikan antara social media engagement dan body-esteem, dengan indikasi arah hubungan negatif (????b = -0,098, p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan arah negatif antara social media engagement dan body-esteem pada siswa perempuan SMA Negeri 1 Salatiga pengguna Instagram. Berdasarkan hasil penelitian, maka rekomendasi yang diberikan adalah sekolah perlu mengadakan kegiatan yang membuat para siswa lebih aktif berinteraksi di dunia nyata dan mengurangi tingkat social media engagement yang berlebihan dalam diri para siswa.
PENYUSUNAN MODUL PELATIHAN GRATITUDE UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI PADA WARGA BINAAN PEREMPUAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS IIA SEMARANG Riris Nurwendah; Dian Veronika Sakti Kaloeti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.28329

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun modul pelatihan gratitude untuk meningkatkan resiliensi pada warga binaan perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Semarang berdasarkan sepuluh langkah melatih gratitude. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D). Modul pelatihan telah melalui validasi oleh psikolog menggunakan kuesioner dan uji coba kepada kelompok kecil warga binaan perempuan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pelatihan gratitude layak digunakan berdasarkan validasi psikolog dan perlu dilakukan adanya uji coba lanjutan kepada kelompok lebih luas pada warga binaan perempuan guna melihat efektivitas modul pelatihan gratitude.
DINAMIKA RESILIENSI PADA ORANG DENGAN LUPUS (ODAPUS) Bio Rama Adiputra
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.20471

Abstract

Lupus is a chronic autoimmune disease in which an abnormal immune system can cause inflammation on several organ or body systems. The risk of mortality rate caused by Lupus is high and late diagnosis is also prevalent which impact the psychological aspect of individual affected with Lupus (so-called Odapus). Therefore, resiliency is needed; that is individual ability to survive and keep optimistic attitude towards recovery. This study aims to describe the resilience dynamics of the affected individuals with Lupus. This is a qualitative study that involved 3 Odapus as participants. There are 1 male and 2 females that have diagnosed Lupus since their age was 15-17 years. The results indicated that partcipants have been developed the resilience skills for their good to copes and deals with various problems which resilience is not just something that adhered in someone, but it is a result of learning process.
PENGALAMAN BEKERJA SEBAGAI CAREGIVER DI WISMA TUNA GANDA PADA IBU DENGAN ANAK BALITA Aliffia Dinda Utami; Amalia Rahmandani
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.28679

Abstract

 Anak tunaganda adalah anak yang menderita dua atau lebih ketunaan atau kecacatan dalam segi fisik, mental, emosi, dan sosial yang menyebabkan mereka memiliki ketidakmampuan dalam melayani kebutuhan sehari-hari. Seorang caregiver memiliki tugas sehari-hari yaitu memberikan dukungan dan bantuan dalam merawat anak tunaganda. Masalah tingkah laku dan keterbatasan yang dimiliki anak tunaganda seringkali memunculkan rintangan yang dirasakan oleh caregiver. Bekerja sebagai caregiver dan di sisi lain merupakan seorang ibu dengan anak balita, memunculkan adanya dua tuntutan peran, yaitu peran dalam pekerjaan dan dalam keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami pengalaman bekerja sebagai caregiver di Wisma Tuna Ganda pada ibu dengan anak balita. Partisipan berjumlah tiga orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (in-depth interview). Kemudian data dianalisis dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Penelitian ini menghasilkan lima tema induk, yaitu (1) proses pengambilan keputusan bekerja sebagai caregiver di Wisma Tuna Ganda, (2) menjalani konsekuensi atas pekerjaan, (3) penyesuaian peran sebagai caregiver tunaganda, (4) penyesuaian peran sebagai ibu dari anak balita, (5) faktor penguat dalam mempertahankan bekerja. Penelitian ini juga menghasilkan satu tema khusus yang hanya muncul pada partisipan T, yaitu rasa bersalah terhadap anak asuh. 
MEMAHAMI PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA ANGGOTA TAREKAT SEKULAR PENEBAR RAGI KRISTUS: Sebuah Interpretative Phenomenological Analysis Karlin Chandra; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.27618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami psychological well-being pada anggota Tarekat Sekular Penebar Ragi Kristus (PRK). Psychological well-being merupakan gambaran kondisi psikologis individu yang berfungsi secara baik dan positif. Tarekat Sekular Penebar Ragi Kristus (PRK) yaitu persekutuan beranggotakan para wanita Katolik yang menjalani kehidupan berdasarkan tiga janji yang sudah diikrarkan saat akan menjadi anggota, yaitu ketaatan, kemurnian, dan kemiskinan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan dengan metode analisis data Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur kepada tiga anggota Tarekat Sekular Penebar Ragi Kristus yang sudah mengikrarkan kaul kekal. Ketiga partisipan (berusia 60 tahun dan 68 tahun) sudah menjadi anggota tarekat selama lebih dari 15 tahun. Pada penelitian ini terdapat tema-tema superordinat yang muncul yaitu kemandirian dalam hidup, hubungan positif dengan orang lain, pengembangan potensi dalam diri, penerimaan atas kehidupan, memiliki tujuan hidup, tantangan sebagai anggota tarekat, komitmen menjadi anggota tarekat, dukungan sosial, dan dampak positif religiusitas. Berdasarkan temuan tema-tema tersebut diperoleh hasil yaitu anggota Tarekat Sekular Penebar Ragi Kristus memiliki kemandirian, hubungan yang positif dengan orang lain, penerimaan atas kehidupan, mampu mengembangkan potensi dalam diri, dan memiliki tujuan hidup yang merupakan komponen-komponen dari psychological well-being. Pencapaian ini tidak terlepas dari faktor- faktor yang memengaruhi yaitu dukungan sosial dan dampak positif religiusitas.
HUBUNGAN ANTARA MATERIALISME DENGAN MEMBELI FASHION SECARA KOMPULSIF PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO Ervandi Ikhsantoro; Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.28292

Abstract

 Materialisme adalah sikap yang menekankan pentingnya memiliki barang untuk mendapatkan kebanggaan agar terlihat lebih eksis/sukses. Membeli secara kompulsif adalah perilaku membeli yang tidak terkontrol pada individu dan melakukannya dengan rasa senang serta adanya kenikmatan saat berbelanja yang mengakibatkan pengeluaran disfungsional dan rasa bersalah setelah membeli. Ciri dari membeli kompulsif ini karena adanya perasaan negatif, untuk mengalihkan atau menghilangkan perasaan negatif tersebut dengan berbelanja dengan intensitas yang berlebihan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterkaitan antara materialisme dengan membeli fashion secara kompulsif pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Populasi penelitian ini berjumlah 261 mahasiswa dengan sampel berjumlah 99. Pengambilan sampel menggunakan teknik Convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala membeli kompulsif (23 aitem valid dengan =0, 867) dan skala materialisme (21 aitem valid dengan =0,818). Berdasarkan analisis Pearson Product Moment Correlation didapatkan hubungan positif yang signifikan antara materialisme dengan membeli fashion secara kompulsif pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Koefisien korelasi 0,611 yang mengartikan hubungan yang kuat dan signifikansi 0,000 dengan artian terdapat hubungan positif yang signifikan sehingga semakin tinggi materialisme maka semakin tinggi pula membeli fashion secara kompulsif, sebaliknya semakin rendah materialismenya maka semakin rendah pula membeli fashion secara kompulsifnya. Materialisme memberikan sumbangan efektif sebesar 37,4% terhadap membeli secara kompulsif.
PENGALAMAN REMAJA LAKI-LAKI SEBAGAI PENARI REOG: SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Kartika Ratri Andini; Muhammad Zulfa Alfaruqy
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.38658

Abstract

Masa remaja merupakan masa bagi individu untuk berusaha melakukan eksplorasi terhadap hal-hal baru yang ada di sekitar individu. Berbagai tren yang berasal dari luar, turut memengaruhi minat remaja untuk memiliki kemauan mengembangkan kebudayaan bangsa, termasuk di dalamnya kesenian reog. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami pengalaman remaja laki-laki sebagai penari reog. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis. Partisipan dalam penelitian ini adalah tiga orang remaja laki-laki berusia 13-18 tahun dan aktif sebagai penari reog yang dipilih secara purposif. Pengambilan data dalam penelitian menggunakan metode in-depth interview semi terstruktur dan menggunakan teknik analisis data Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi dua tema induk, yaitu (1) intensi penari reog yang didalamnya terdapat keinginan menjadi penari, social support, proses menjadi penari, entertaining possession, konflik penari reog, serta manajemen konflik penari; dan (2) pemaknaan pengalaman yang terdiri dari manfaat menjadi penari reog, kepedulian terhadap budaya, serta risiko menjadi penari reog. Hasil penelitian berperan dalam meluruskan stereotipe terhadap penari reog yang ada di masyarakat. Penelitian yang dilaksanakan diharapkan juga dapat berkontribusi dalam memupuk kepedulian terhadap kebudayaan pada masyarakat, khususnya di kalangan remaja.
HUBUNGAN ANTARA KEBUTUHAN AFILIASI DENGAN PENGUNGKAPAN DIRI MELALUI MEDIA SOSIAL PADA MAHASISWA ANGAKATAN 2019 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO Sabilla Fairuz Zahra; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.28671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebutuhan afiliasi dengan pengungkapan diri melalui media sosial pada mahasiswa. Pengungkapan diri melalui media sosial merupakan proses membagikan informasi dan perasaan mengenai diri pribadi kepada orang lain yang dilakukan secara online melalui platform online yang efektif untuk memudahkan penggunaan interaksi pada para pengguna lainnya. Kebutuhan afiliasi merupakan kebutuhan untuk membangun, menjalin hubungan serta mempertahankan relasi interpersonal dengan orang lain. Populasi pada penelitian ini merupakan mahasiswa angkatan 2019 Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro sebanyak 320 mahasiswa, dengan sampel penelitian sebanyak 170 mahasiswa. Teknik penelitian tersebut diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Kebutuhan Afiliasi (25 aitem; α = 0,888) dan Skala Pengungkapan Diri melalui Media Sosial (28 aitem; α = 0,917). Analisis regresi sederhana menunjukan nilai rxy = 0,333 dengan  p = 0,000 (p<0,05). Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan positif antara kebutuhan afiliasi dengan pengungkapan diri melalui media sosial pada mahasiswa angkatan 2019 Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Kebutuhan afiliasi mempengaruhi sebesar 11,1% terhadap pengungkapan diri melalui media sosial dan sebesar 88,9% dipengaruhi oleh faktor lain.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue