Jurnal EMPATI
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Articles
1,454 Documents
PERBEDAAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA BARU DITINJAU DARI JENIS KELAMIN
Isnaeni Anggun Sari
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2025.52747
Pada proses pendidikan, para siswa perlu membekali dirinya dengan kemampuan mengelola emosi. Adanya pengelolaan emosi yang baik akan sangat membantu kelancaran aktivitas akademik terutama para siswa baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkatan kecerdasan emosional pada siswa baru laki-laki dan perempuan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif komparatif. Populasi dalam penelitian sebanyak 256 siswa baru SMP N 1 Baturetno yang terdaftar pada tahun ajaran 2023/2024. Teknik sampling dalam penelitian ini yaitu total sampling sehingga seluruh anggota populasi terlibat dalam penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kecerdasan emosional yang disusun berdasarkan aspek kecerdasan emosional yang dikembangkan oleh Goleman (2015). Data dalam penelitian ini diolah menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik analisis komparatif Uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) siswa baru pada jenjang SMP memiliki kecerdasan emosional dalam kategorisasi yang tinggi; 2) terdapat perbedaan kecerdasan emosional pada siswa bari jenjang SMP ditinjau dari jenis kelamin dengan hasil sig = 0.001 (sig. < 0.05); 3) tingkat kecerdasan emosional siswa baru perempuan lebih tinggi daripada siswa baru laki-laki.
HUBUNGAN ANTARA PARENTING SELF-EFFICACY DENGAN STRES PENGASUHAN PADA IBU YANG BEKERJA SEBAGAI PERAWAT DI RUMAH SAKIT JIWA GRHASIA
Ayyu Latifah Budyaningrum;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2025.40698
Adanya kecenderungan stres pengasuhan yang tinggi pada ibu bekerja sebagai perawat di rumah sakit jiwa dapat dipengaruhi oleh keyakinan orangtua terkait kemampuan mengasuh anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris hubungan antara parenting self-efficacy dengan stres pengasuhan pada ibu yang bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Jiwa Ghrasia. Populasi penelitian yaitu perawat wanita di Rumah Sakit Jiwa Grhasia yang telah menikah dan memiliki minimal satu dan maksimal tiga anak yang berusia antara enam sampai 12 tahun. Sampel penelitian berjumlah 60 orang dan teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu Skala Parenting Self-efficacy (32 aitem, α = 0,951) dan Skala Stres Pengasuhan (30 aitem, α = 0,947). Uji hipotesis menggunakan Spearman’s rho menunjukan korelasi negatif signifikan antara parenting self-efficacy dengan stres pengasuhan (r = -0,490) dengan nilai signifikansi p=0,000 (p<0,05). Artinya terdapat hubungan negatif antar variabel, yaitu semakin tinggi parenting self-efficacy pada ibu bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Jiwa Grhasia maka semakin rendah stres pengasuhan. Begitupun sebaliknya, semakin rendah parenting self-efficacy maka semakin tinggi stres pengasuhan pada ibu bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Jiwa Grhasia.
PENGARUH SELF-CONTROL TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF PADA MAHASISWA PENGGUNA QRIS
Muhammad Dhafin Samsuri;
Miftakhul Jannah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2026.54433
Penelitian ini mengkaji dampak self-control terhadap tingkat kecenderungan perilaku konsumtif pada mahasiswa yang menggunakan QRIS. Fenomena ini menarik untuk diteliti seiring dengan maraknya penggunaan sistem pembayaran digital yang berpotensi mendorong pola konsumsi berlebihan karena kemudahan dalam bertransaksi. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan rancangan non-eksperimental. Subjek penelitian berjumlah 100 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya angkatan 2024 yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Brief Self-Control Scale (Tangney et al., 2004) dan skala perilaku konsumtif berdasarkan aspek Sumartono (2002). Proses analisis data dilakukan melalui penerapan teknik regresi linear sederhana melalui program JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-control berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif (t = -9,699; p < 0,001; R² = 0,490). Hasil ini menunjukkan bahwa mahasiswa dengan self-control yang lebih baik cenderung memiliki perilaku konsumtif mereka. Dengan demikian, kemampuan self-control sangat krusial untuk menahan perilaku konsumtif di era kemudahan transaksi digital menggunakan QRIS.
INTERVENSI BERFIKIR POSITIF DAN TEKNIK RELAKSASI UNTUK MENEKAN PERILAKU ONANI DAN MASTURBASI PADA MAHASISWA PSIKOLOGI KAMPUS V UNIVERSITAS NEGERI PADANG
Kania Jeanrita
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2025.52518
Relaksasi diartikan sebagai teknik yang dilakukan dalam mengatasi stres dimana akan terjadi peningkatan aliran darah sehingga perasaan cemas dan khawatir akan berkurang. Sedangkan berpikir positif adalah sikap mental yang didasarkan pada pandangan optimis dan pemikiran menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk menekan perilaku mansturbasi dan onani yang dialami oleh mahasiswa psikologi Universitas Negeri Padang. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode eksperimen dengan pemberian pretest-posttest. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 34 mahasiswa. Hasilnya menyatakan bahwa terdapat penurunan onani dan mansturbasi setelah diberikan pretest-posttest, yang dapat dibuktikan dari hasil Uji T-test menunjukkan mean pretest sebesar 80.03 dan hasil posttest sebesar 72.25 yang mana artinya terdapat penurunan perilaku onani dan masturbasi pada mahasiswa psikologi setelah dilakukan intervensi.
UPAYA GURU DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN DASAR PSIKOLOGIS SISWA DI SEKOLAH: SCOPING REVIEW
Muhammad Rahmadhani;
Prasetyo Budi Widodo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2025.53289
Quality education is not only determined by academic factors, but also by the fulfillment of students' basic psychological needs. Basic psychological needs, consisting of autonomy, competence and relatedness, play an important role in students' well-being and motivation to learn. Teachers as educational agents have a strategic role in fulfilling these needs through various teaching strategies and interpersonal approaches. This study aims to systematically review the various efforts made by teachers in meeting students' basic psychological needs in primary and secondary schools. Using the scoping review method, this study analyzed 12 relevant journal articles from a total of 616 journal articles identified in the range of 2014-2024. The results of the review showed that there are various approaches such as interpersonal support, creating a supportive learning climate, and innovations in teaching methods, with the most commonly applied effort being autonomy support. The implications of this research point to the need for teachers to be able to implement more proactive strategies in supporting students' basic psychological needs, as well as the importance of training teachers on how these efforts can be effective strategies in improving student well-being. Keywords: basic psychological N\needs; school; students; teacher
FACEBOOK AND RURAL COMMUNITIES: AN ANALYSIS OF SOCIAL COMPARISON AND OVERSHARING THROUGH ERVING GOFFMAN DRAMATURGICAL PERSPECTIVE
Muh Ali Bagas
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2025.53805
This study essentially focuses on analyzing social comparison and oversharing among rural Facebook users. The type of research used is descriptive qualitative field research with a visual ethnography approach. Data analysis used an interactive data analysis model and was analyzed through Erving Goffman's dramaturgical perspective. The results of the study indicate that social comparison and oversharing are manifestations of rural Facebook users' efforts to control their self-image on the front stage. Social comparison focuses on maintaining status through comparison, while oversharing focuses on building authenticity through backstage disclosure. However, these two behaviors can often lead to conflict. The data shows that the majority of posts (76.4%) of Facebook users are at moderate-to-severe risk. Or in other words, this data reflects a lack of awareness of the boundaries between public performance and private life. In addition, this study provides recommendations on existing implications, namely: a) rural communities need to understand and apply digital literacy to understand privacy risks; b) rural communities need to understand and use social media privacy features; c) rural communities need to distinguish between information that is appropriate to share and sensitive information. In short, this study shows that the social behavior of rural communities on Facebook social media is a complex performance that requires a balance between public impressions and personal privacy.
PENGGUNAAN APLIKASI “SELF-ESTEEM” UNTUK MENINGKATKAN BODY IMAGE POSITIF DAN SELF-ESTEEM PADA REMAJA
Cherline Junnica;
Nabiilah Syaafiyah;
Nabilah Kirana;
Nadya Khairunnisa Nurul Aini Pou;
Naira Corrien Risfiandita;
Laelatus Syifa Sari Agustina
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2026.54167
Body image dan self-esteem merupakan dua aspek psikologis penting dalam perkembangan remaja yang saling berkaitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi Self-Esteem terhadap body image dan self-esteem peserta didik SMK Muhammadiyah 4 Surakarta. Penelitian menggunakan desain pre-test dan post-test dengan subjek 28 responden, terdiri atas 15 peserta didik kelas X dan 13 peserta didik kelas XI Jurusan Kecantikan dan Spa, seluruhnya berjenis kelamin perempuan. Instrumen yang digunakan adalah Multidimensional Body Self-Relations Questionnaire–Appearance Scale (MBSRQ–AS) untuk mengukur body image dan State Self-Esteem Scale (SSES) untuk mengukur self-esteem. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data sebagian besar terdistribusi normal, sehingga analisis dilanjutkan dengan uji Paired Sample T-Test. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test pada variabel body image (p = 0,301) maupun self-esteem (p = 0,735), meskipun rata-rata skor mengalami peningkatan pada kedua variabel. Temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi menggunakan aplikasi berbasis bahasa asing dapat mengurangi pemahaman peserta sehingga belum efektif secara signifikan. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan bahasa yang sesuai dengan karakteristik responden serta melibatkan dukungan dari lingkungan sekitar agar hasilnya lebih optimal.
HUBUNGAN ANTARA KEHARMONISAN KELUARGA DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 CICURUG SUKABUMI
Sania Pangesti;
Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2025.42202
Keluarga merupakan tempat pendidikan utama yang berkontribusi penting dalam membentuk kecerdasan emosional remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara keharmonisan keluarga dengan kecerdasan emosional pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Cicurug Sukabumi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis studi korelasional. Jumlah siswa kelas X SMA Negeri 1 Cicurug yang menjadi populasi penelitian adalah sebanyak 424 siswa. Jumlah sampel dalam penelitian ini terdiri atas 206 siswa yang dipilih menggunakan metode cluster random sampling. Data penelitian dikumpulkan menggunakan skala psikologi, yaitu skala keharmonisan keluarga (35 aitem, a = 0,937) dan skala kecerdasan emosional (21 aitem, a = 0,874). Uji asumsi yang digunakan adalah statistik non parametrik dengan Rank Spearman. Dari hasil uji hipotesis, diperoleh nilai = 0,469 dengan p = 0,000 (p<0,005). Kesimpulan dari temuan ini adalah adanya hubungan yang positif dan signifikan antara keharmonisan keluarga dengan kecerdasan emosional pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Cicurug Sukabumi, yang artinya semakin tinggi keharmonisan keluarga maka semakin tinggi pula kecerdasan emosionalnya, dan sebaliknya semakin rendah keharmonisan keluarga maka semakin rendah kecerdasan emosionalnya.
LITERATURE REVIEW: PERAN ARTIFICIAL INTELEGENCE TERHADAP REKRUTMEN PEGAWAI PADA PELAMAR KERJA
Salmah Salsabila
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2024.47904
Angkatan kerja yang belum mendapatkan pekerjaan saling bersaing dalam rekrutmen. Rekrutmen merupakan proses mendapatkan pegawai untuk mengisi posisi tertentu. Dalam prosesnya, perusahaan seringkali kewalahan dalam tahapan seleksi dan eliminasi kandidat yang terdaftar, apalagi jika jumlahnya sangat banyak. Adanya artificial intelligence dipandang dapat meningkatkan produktivitas dan efektivitas rekrutmen tersebut. Perkembangannya yang baru ini berpotensi menghambat proses rekrutmen bagi pelamar. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memahami perspektif pelamar kerja mengenai peran artificial intelligence terhadap rekrutmen pegawai. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis artikel yang diunggah pada ScienceDirect. Kriteria inklusinya meliputi 1) Topik artikel terkait artificial intelligence dan rekrutmen, 2) Subjek pada artikel merupakan pelamar kerja dalam suatu perusahaan, 3) Artikel merupakan penelitian yang dipublikasikan maksimal 10 tahun terakhir (2014-2024), 4) Artikel menggunakan bahasa Inggris, dan 5) Artikel menggunakan metode penelitian kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelamar kerja cenderung memiliki persepsi positif terkait peran artificial intelligence terhadap rekrutmen pegawai. Persepsi ini didukung juga oleh upaya rekruter dalam mengenalkan proses rekrutmen yang baru ini.
SELF CONCEPT IN RELATION TO PURCHASING DECISIONS OF THRIFT FASHION PRODUCTS AMONG UNIVERSITY STUDENTS IN PONTIANAK
Abang Rahmat Hidayat;
Rizki Fitlya;
Risna Hayati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2025.53798
The increasing prevalence of thrift fashion among university student in Pontianak is driven not only by economic considerations, but also by individuals’ efforts to express themselves and construct their identities. This phenomenon indicates a potential correlation between self-concept and purchasing decisions related to thrift products. The present study aims to examine the influence of self-concept on the purchasing decisions of thrift fashion among univesity students. The subjects in this study were 100 university students studying in Pontianak. The data collection instruments used were the Self-Concept Scale and the Purchasin Decision Scale. The collected data were analyzed using simple linear regression analysis with the assistance of the SPSS program. The results of the study showed a significance value of 0,000 < 0,050, indicating a significant influence of self-concept on purchasing decisions, with an R value of 0,647, which indicates a moderate correlation. Furthermore, the coefficient of determination (R²) was 0,419, meaning that self-concept contributes 41.9% to purchasing decisions, while the remaining 58.1% is influenced by other factors not examined in this study.