cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
HUBUNGAN KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI DUNIA KERJA PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO Putu Danindya Krisnadhi Dewi; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2025.52756

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir menghadapi transisi menuju dunia kerja yang penuh dengan ketidakpastian dan berpotensi memunculkan kecemasan yang dapat mengganggu fungsi psikologis dan peforma individu dalam berkarir. Mahasiswa dengan kecerdasan spiritual tinggi mampu melihat situasi dengan lebih fleksibel dan menyeluruh, sehingga ia tidak mempersepsi tantangan sebagai ancaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan secara empiris hubungan kecerdasan spiritual dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 152 orang mahasiswa tingkat akhir yang terdiri dari 18 laki-laki dan 134 perempuan serta dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan Skala Kecerdasan Spiritual (69 aitem, α = 0, 971) dan Skala Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja (32 aitem, α = 0, 917). Hasil uji Spearman’s Rho menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kecerdasan spiritual dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (r = -0,522, p < 0,001). Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kecerdasan spiritual dengan kecemasan menghadapi dunia kerja. Artinya, semakin tinggi kecerdasan spiritual yang dimiliki individu, maka semakin rendah kecemasan menghadapi dunia kerja yang dirasakannya. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengembangan kecerdasan spiritual sebagai upaya preventif dalam mengurangi kecemasan menjelang masuk ke dunia kerja.Kata kunci: kecemasan; kecerdasan spiritual; mahasiswa tingkat akhir; dunia kerja; dewasa awal
PROKRASTINASI AKADEMIK DAN ALIENASI PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO ANGKATAN 2019 YANG MENGERJAKAN SKRIPSI Doddy Afrizal; Muhammad Zulfa Alfaruqy; YF La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2025.51760

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir kerap mengalami tekanan psikologis saat menyusun skripsi, termasuk kecenderungan menunda pekerjaan (prokrastinasi akademik) dan merasa terasing dari lingkungan sosialnya (alienasi). Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara prokrastinasi akademik dan alienasi pada mahasiswa Psikologi Universitas Diponegoro angkatan 2019 yang sedang menyelesaikan skripsi. Penelitian ini melibatkan 143 mahasiswa dan menggunakan dua alat ukur: Skala Prokrastinasi Akademik (α = 0,959) dan Skala Alienasi (α = 0,898). Analisis regresi linier menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara prokrastinasi akademik dan alienasi (r = 0,452, p < 0,05), dengan kontribusi sebesar 20,4%. Meskipun sebagian besar mahasiswa menunjukkan tingkat prokrastinasi dan alienasi yang tergolong sangat rendah, hasil ini tetap mengindikasikan pentingnya pengelolaan dua aspek tersebut untuk mencegah gangguan akademik dan sosial. Temuan ini memperkuat teori Seeman (1959) mengenai keterkaitan dimensi alienasi dengan perasaan ketidakberdayaan akibat penundaan. Studi ini berkontribusi dalam penguatan kajian psikologi pendidikan dan sosial, serta menggarisbawahi perlunya intervensi dini terhadap mahasiswa dengan kecenderungan prokrastinasi agar tidak berkembang menjadi kondisi alienasi yang lebih kompleks.
PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP ATTENTION SPAN MAHASISWA DI ERA DIGITAL Izaura Evanthe Salim; Miftakhul Jannah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2026.54430

Abstract

Penggunaan media sosial yang semakin intens di kalangan mahasiswa telah menjadi bagian dari aktivitas harian dan sering dikaitkan dengan menurunnya kemampuan mempertahankan fokus selama proses belajar. Penelitian ini dilakukan untuk menguji apakah intensitas penggunaan media sosial berpengaruh terhadap attention span pada mahasiswa. Penelitian berlandaskan metode kuantitatif dengan desain survei potong lintang (cross-sectional) dan analisis regresi linear sederhana. Sebanyak 100 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya angkatan 2024 memenuhi kriteria partisipasi dan menjadi sampel penelitian. Pengukuran dilakukan menggunakan Skala Intensitas Penggunaan Media Sosial (SIPMS) dan Attentional Control Scale (ACS), kemudian data dianalisis melalui perangkat JASP versi 0.95. Hasil mengindikasikan bahwa intensitas penggunaan media sosial tidak memberi pengaruh yang berarti terhadap attention span (B = 0,057; β = 0,064; p = 0,530; R² = 0,004). Model regresi yang terbentuk adalah Y = 31,283 + 0,057X. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa perbedaan tingkat penggunaan media sosial tidak cukup menjelaskan variasi kemampuan mempertahankan perhatian pada mahasiswa. Faktor lain seperti tuntutan akademik, kualitas tidur, dan kemampuan regulasi diri diperkirakan lebih berperan dalam membentuk attention span.
PELATIHAN GOAL SETTING UNTUK MENINGKATKAN EFIKASI DIRI AKADEMIK SISWA Nyoman Wiraadi Tria Ariani
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2025.49659

Abstract

This research aimed to examine the effectiveness of goal-setting training in improving students' academic self-efficacy. The study employed a quantitative approach with a one-group pre-test and post-test design. The sample was selected using purposive sampling and consisted of 12 individuals. Data analysis involved using paired sample t-tests to assess the effectiveness of the intervention by examining the differences between pre-treatment and post-treatment scores. The goal-setting training comprised five sessions, namely: (1) self-analysis, (2) career insights, (3) goal setting and career planning, (4) action planning, and (5) evaluation, all of which aimed to address issues related to the academic self-efficacy of tenth-grade students. The results of the study revealed that goal-setting training did not lead to a significant improvement in the academic self-efficacy scores of the students. The increase in academic self-efficacy scores was observed in only a small subset of the students who participated in the training, and even then, the improvement was modest, only a few points. This outcome may be attributed to the limited openness of some students in fully benefiting from each training session and time constraints, often coinciding with practical lessons. Consequently, students undergoing the training may have experienced a lack of focus during the training sessions. This situation underscores the need for further efforts to enhance the effectiveness of goal-setting training. Potential measures include increasing student engagement, providing more intensive support, or better aligning the training schedule to minimize conflicts with practical lessons.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PELAYANAN DENGAN NIAT MENGUNJUNGI KEMBALI PADA TOKO NAJMIA BEAUTY TEMBALANG Arifani Zulfa; Farhan Agung Santoso; Ilham Chairul Fikri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2024.48935

Abstract

Kualitas pelayanan merupakan aspek penting yang harus diperhatikan dalam bisnis. Penelitian sebelumnya mengungkapkan bahwa kualitas pelayanan memiliki dampak signifikan terhadap niat mengunjungi ulang, terutama saat dimediasi variabel lain. Sebaliknya, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa korelasi langsung antara dua variabel ini tidak selalu signifikan, tergantung pada jenis industri dan konteks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara kualitas pelayanan dan niat mengunjungi kembali di Toko Najmia Beauty Tembalang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian mencakup mahasiswa yang pernah mengunjungi Toko Najmia Beauty  Tembalang dalam enam bulan terakhir. Sampel penelitian terdiri dari 60 partisipan yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah Skala Kualitas Pelayanan (5 item, α = 0,729) dan Skala Revisit Intention (3 item, α = 0,705). Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa kualitas pelayanan memiliki hubungan positif yang signifikan dengan niat mengunjungi kembali dengan koefisien korelasi sebesar 0,284 (p = 0,028). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan berperan dalam meningkatkan niat mengunjungi kembali pada Toko Najmia Beauty Tembalang.
RELATIONSHIP BETWEEN ANXIETY AND NOMOPHOBIA AMONG STUDENTS AT MUHAMMADIYAH UNIVERSITY PONTIANAK Aprilia Putri Wardhani; Nur Kur&#039;ani; Sri Nugroho Jati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2025.53843

Abstract

Nomopobia is the fear of losing contact with a mobile phone, which can cause anxiety and frustration when it is not held or within reach. This study aims to examine the relationship between anxiety and nomopobia among students at Universitas Muhammadiyah Pontianak.  The research method employed was a quantitative correlational design, with the population consisting of all students at Universitas Muhammadiyah Pontianak. The sample was selected using a purposive sampling technique, involving 106 respondents. The research instruments consisted of an anxiety scale and a nomopobia scale, both of which had been tested for validity and reliability. Data analysis revealed a significant positive relationship between anxiety and nomopobia among students (r = 0.646; p < 0.05). These findings indicate that the higher the students’ anxiety levels, the higher their level of nomopobia.
ADAPTASI INSTRUMEN THE SELF-CONTROL AND SELF-MANAGEMENT SCALE (SCMS) VERSI INDONESIA Silfiasari Silfiasari; Ratih Eka Pertiwi
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2025.49350

Abstract

Self-control dan self-management merupakan term yang digunakan sebagai bagian dari keterampilan coping untuk mengatasi problem perilaku. Meski demikian, alat ukur untuk mengukur kedua variabel tersebut secara sekaligus yang sesuai konteks latar budaya Indonesia masih terbatas penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi skala self-control dan self-management dari Mezo (2009) agar sesuai dengan konteks budaya Indonesia. Tahap-tahap yang dilakukan untuk mengadaptasi alat ukur yaitu: (1) Forward translation (2) Synthesis translation (3) Back translation (4) Expert judgement (5) Uji keterbacaan (6) Uji properti psikometri skala. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa sejumlah 182 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis faktor konfirmatori dengan program pengolah data Jamovi. Skala yang sudah diadaptasi diharapkan dapat dimanfaatkan dalam ranah riset maupun praktik psikologi sebagai alat self-report yang sesuai latar budaya Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa The Self-Control and Self-Management Scale valid dan relibel untuk digunakan dalam penelitian di Indonesia (RMSEA 0.07; SRMR 0.07; CFI 0.88; TLI 0.86; Cronbach’s Alpha 0.806).
GADGET, GAYA PENGASUHAN, DAN TANTRUM PADA ANAK Widya Maselina Tulya; Ayu Septiyani Sejahtera; Theodora Eka Cahya Lestari; Maria Joanna Witami Putri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2025.53852

Abstract

Ariani, A. (2017). Effects of playing with gadgets on elementary school children in urban and rural environment. In Health Science International Conference (HSIC 2017) (pp. 22-27). Atlantis Press. https://www.atlantis-press.com/article/25885821.pdfAzwi, A. I., Yenni, Y., & Vianis, O. (2022). Hubungan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Yang Menggunakan gawai Pada Anak Usia Dini. REAL in Nursing Journal, 5(1), 24–24. https://doi.org/10.32883/rnj.v5i1.1507Fitzpatrick, C., Harvey, E., Cristini, E., Laurent, A., Lemelin, J., & Garon-Carrier, G. (2022). Is the Association Between Early Childhood Screen Media Use and Effortful Control Bidirectional? A Prospective Study During the COVID-19 Pandemic. Frontiers in Psychology, 13. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.918834 Herdiana, M. F. P., & Santoso, M. B. (2024). FENOMENA KECANDUAN gawai PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH AKIBAT PERGESERAN NILAI BUDAYA DAN FAKTOR KOGNITIF SOSIAL. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM), 5(3), 150-165. https://doi.org/10.24198/jppm.v5i3.61521 Khoirul, A., Azizah, N. N., Salwa, N. S., & Fidrayani, N. F. (2024). Meta Analisis Pengaruh Pola Asuh Dalam Memberikan gawai Terhadap Sosial Emosional Anak Usia Dini. Khirani, 2(2), 117–124. https://doi.org/10.47861/khirani.v2i2.1081Lindriany, J., Hidayati, D., & Nasaruddin, D. M. (2023). Urgensi Literasi Digital Bagi Anak Usia Dini Dan Orang Tua. Journal of Education and Teaching (JET), 4(1), 35–49. https://doi.org/10.51454/jet.v4i1.201 Mulfiani, T. N., & Rakimahwati. (2022). Case study of tantrum behavior in early childhood, 15(3), 1-5. https://doi.org/10.35445/alishlah.v15i3.4173 Mylitenotes.com. (2024). Penyuluhan Dampak Kecanduan Gadget pada Anak - Website LLDIKTI Wilayah V. LLDikti Wilayah V Yogyakarta. https://lldikti5.kemdikbud.go.id/home/detailpost/penyuluhan-dampak-kecanduan-gadget-pada-anak#:~:text=Berdasarkan%20data%20BPS%20%2C%20jumlah%20pengguna,memicu%20kecanduan%20gadget%20pada%20anak.Nurjanah, A., Suyadi, & Diana, R. R. (2024). Dampak penggunaan gawai terhadap kecerdasan emosi anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 32–44. https://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/Atthufulah/article/view/3615/2708 Novalia, R., & Kusayang, T. (2024). Analysis of Parenting Patterns for Early Childhood with gawai Addiction. JOYCED: Journal of Early Childhood Education, 4(2), 130-140. DOI: 10.14421/joyced.2024.42-05. https://doi.org/10.14421/joyced.2024.42-05 Nuria, R., & Anam, K. (2022). Dampak Gaya Pengasuhan Orang Tua terhadap Sikap Nomophobia pada Anak. Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Sains Islam Interdisipliner, 63-69. https://doi.org/10.59944/jipsi.v1i2.39 Putri, N. R. I. A. T., Astuti, V. W., & Zuhrufillah, I. (2023). Penggunaan gadget dan kejadian temper tantrum pada anak usia 1 hingga 5 tahun. Jurnal Keperawatan Raflesia, 5(1), 47-56.https://doi.org/10.33088/jkr.v5i1.907Pramudyani, A. V. R. (2020). The Effect of Parenting Styles for Children’s Behaviour on Using Gadget at Revolution Industry. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 51. http://dx.doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.520 Radesky, J. S., Kaciroti, N., Weeks, H. M., Schaller, A., & Miller, A. L. (2022). Longitudinal associations between use of mobile devices for calming and emotional reactivity and executive functioning in children aged 3 to 5 years. JAMA Pediatrics, 177(1). https://doi.org/10.1001/jamapediatrics.2022.4793 Rahmawati, M., & Latifah, M. (2020). Penggunaan gawai, interaksi ibu-anak, dan perkembangan sosial-emosional anak prasekolah. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 13(1), 75–86. https://doi.org/10.24156/jikk.2020.13.1.75 Ramandhani, D. F., Arbarini, M., & Loretha, A. F. (2024). Milenial Parents’ Parenting Patterns are in Danger Use of Early Children’s Gadgets. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 11(3), 373–382. https://doi.org/10.23887/paud.v11i3.67258Rizqi, N. P. A., Kuntoro, I. A., & Halim, L. (2022). Urban–Rural Influences on Parenting and Theory of Mind Development: An Intracultural Comparative Study in Indonesia. Psychological Research on Urban Society, 5(1), 30. https://doi.org/10.7454/proust.v5i1.126 Robson, D. A., Allen, M. S., & Howard, S. J. (2020). Self-regulation in childhood as a predictor of future outcomes: A meta-analytic review. Psychological bulletin, 146(4), 324. https://core.ac.uk/download/pdf/287817388.pdfSehularo, L. A., Molato, B. J., Mokgaola, I. O., & Gause, G. (2021). Coping strategies used by nurses during the COVID-19 pandemic: A narrative literature review. Health SA Gesondheid, 26. https://doi.org/10.4102/hsag.v26i0.1652Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104(1), 333–339. ScienceDirect. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039 Suhana, M. (2017). Influence of gadget usage on children's social-emotional development. In International conference of early childhood education (ICECE 2017) (pp. 224-227). Atlantis Press. https://www.atlantis-press.com/proceedings/icece-17/25889776 Waruwu, M. (2024). Pendekatan penelitian kualitatif: Konsep, prosedur, kelebihan dan peran di bidang pendidikan. Afeksi: Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 5(2), 198-211. https://pdfs.semanticscholar.org/8de8/be521b4102a42c318fec3d4ec4dcd375ff94.pdf Yan, Z., Lin, W., Ren, J., Ma, Q., & Qin, Y. (2024). Parenting styles and young children’s problem behaviours: The mediating role of electronic media usage. Early Child Development and Care, 194(13-14), 1435-1451. https://doi.org/10.1080/03004430.2024.2360513Zhao, J., Wu, M., Wu, L., Hou, H., Xie, J., Su, C., ... & Wu, J. (2024). Parental mindful parenting and adolescent resilience: the chain mediating role of self-compassion and emotion regulation. Current Psychology, 43(41), 32399-32411. https://doi.org/10.1007/s12144-024-06743-6 
SCHOOL CONNECTEDNESS SEBAGAI PREDIKTOR OPTIMISME SISWA: STUDI PADA SISWA KELAS XII SMKN 1 SURAKARTA Sekar Mahesa; Aditya Priyatama
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2025.49207

Abstract

ABSTRAKSiswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diharapkan siap untuk masuk dunia kerja, justru dinyatakan sebagai penyumbang terbesar tingkat pengangguran di Indonesia. Hal tersebut mengindikasikan ketidaksesuaian keterampilan yang diperoleh dari sekolah dengan kebutuhan industri, sering kali akibat ketidaksesuaian minat dengan jurusan yang diambil. Ditambah lagi, era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) menciptakan tantangan besar bagi siswa dalam menghadapi transisi menuju dunia kerja karena menyebabkan siswa kehilangan kemampuan memandang masa depan dengan keyakinan positif. Salah satu kemampuan yang perlu untuk dikembangkan guna memungkinkan siswa memandang masa depan secara positif dan meningkatkan kesiapan dalam menghadapi tantangan adalah optimisme dengan school connectedness sebagai salah satu faktor yang memengaruhi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang melibatkan 190 siswa kelas XII SMKN 1 Surakarta. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Life Orientation Test-Revised (LOT-R) untuk optimisme dan skala Measurement of School Connectedness (MOSC) untuk school connectedness. Analisis data dengan korelasi Pearson menghasilkan r=0.280 dan p<0.05 sehingga menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara school connectedness dan optimisme. Temuan ini menegaskan pentingnya school connectedness sebagai salah satu faktor eksternal yang mendukung pembentukan optimisme siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis untuk pengembangan lebih dalam terkait faktor-faktor yang memengaruhi optimisme, terlebih pada siswa SMK. Kata Kunci: optimisme; school connectedness; siswa SMK ABSTRACTVocational High School (SMK) students, who are expected to be ready to enter the workforce, are reported as the largest contributors to unemployment in Indonesia. This indicated a mismatch between the skills acquired at school and industry demands, often due to a misalignment between students’ interests and chosen fields of study. Moreover, the VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) era creates significant challenges for students transitioning into the workforce, as it undermines their ability to view the future with positive confidence. Optimism is a key competency that needs to be developed to enable students to view their future positively and enhance readiness to face challenges, with school connectedness being one of the influencing factors. This study employed a quantitative method involving 190 Grade XII students of SMKN 1 Surakarta. Data were collected using the Life Orientation Test-Revised (LOT-R) and the Measurement of School Connectedness (MOSC) scale to measure optimism and school connectedness. Pearson correlation analysis yielded r=0.280 and p<0.05, indicating a significant positive relationship between school connectedness and optimism. The findings highlight the importance of school connectedness as an external factor supporting the development of students’ optimism. This study contributes theoretically to understanding factors influencing optimism, particularly among vocational students. Keywords: optimism; school connectedness; vocational students
GENDERED EXPERIENCE MAHASISWI TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO: INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Ajeng Fajarianti Rahadianputri; Muhammad Zulfa Alfaruqy
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2025.40345

Abstract

Bidang teknik mesin di perguruan tinggi di Indonesia memiliki persentase partisipasi mahasiswi yang rendah. Ini mengindikasikan bahwa kehadiran perempuan dengan atribut dan peran feminin yang dikaitkan oleh masyarakat, menjadi sebuah keunikan ketika berada di dalam lingkungan yang didominasi oleh laki-laki seperti jurusan teknik mesin. Penelitian bertujuan memahami gendered experience mahasiswi teknik mesin secara mendalam. Tiga mahasiswi teknik mesin minimal tingkat dua menjadi partisipan penelitian ini. Kriteria ini dipilih karena mahasiswi tingkat dua telah memiliki pengalaman yang lebih kaya dalam menjalani perkuliahan. Data dikumpulkan menggunakan wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis. Temuan penelitian mencakup 1.) pertimbangan melanjutkan studi ke teknik mesin; 2.) diskriminasi gender di lingkungan akademik, sosial, dan organisasi mahasiswa; 3.) persepsi menjadi bagian dari kelompok minoritas gender; 4.) ketidaknyamanan emosional akibat diskriminasi gender; 5.) kesadaran akan privilege; 6.) strategi koping dalam menghadapi diskriminasi gender. Temuan khusus mengenai seksisme di tempat Kerja Praktik ditemukan pada salah satu partisipan karena partisipan lainnya belum mendapatkan mata kuliah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun stereotip peran gender tradisional tidak memengaruhi keputusan mahasiswi teknik mesin dalam memilih bidang studi tersebut, diskriminasi gender yang berakar pada stereotip peran gender tradisional tetap menjadi tantangan yang dihadapi oleh para mahasiswi di lingkungan kampus.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue