cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA BIDIKMISI TAHUN PERTAMA DI UNIVERSITAS DIPONEOGORO KOSMAS SESKOADI; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.924 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.20061

Abstract

First year student need to adjust with different social and academic circumstances than high school. In the process they may find difficulties that lead to anxiety. The purpose of this research is to find the relationship between anxiety and adjustment on Bidikmisi’s first year student in Diponegoro University. Population of this study is 1.157 students. Try out test were given to 56 students. Data were collected from 174 students with convenience sampling technique. Data analyzed by Spearman Rank Correlation. Data measured by Adjustment Scale (26 item; α = 0,873) and Anxiety Scale (28 item; α = 0,905). The scale that was used to measure anxiety is SCARED (Screen for Child Anxiety Related Emotional Disorder). Spearman’s Correlation Test show that there is a significant negative correlation between anxiety and adjustment (rs = - 0,357; p < 0,01). The result is tje lower anxiety then the higher adjustment, vice versa. The potential strength of SCARED is it may an effective screening tool for all disorders of anxiety. Further researchers may use another measure instrument that suit their research purpose. Bidikmisi student may keep learning to adjust in college life. University may take part in developing adjustment skill for students by arrange training program and provide counseling service for keep mental health in a good state.  
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN DISIPLIN SEKOLAH PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ISLAM Roro Budi Wiratih; Imam Setyawan
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.075 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual dengan disiplin sekolah pada siswa SMP Islam. Kecerdasan spiritual adalah kemampuan yang membangun individu secara utuh untuk menghadapi dan memecahkan permasalahan yang ada serta untuk menilai bahwa kehidupan ini lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain. Disiplin sekolah adalah kemampuan siswa dalam menjalani nilai-nilai ketaatan, kesetiaan, kepatuhan, dan ketertiban dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan yang ada di lingkungan sekolah.Populasi target dalam penelitian ini yaitu semua siswa kelas VII, VIII, IX SMP Islam. Populasi terjangkau dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VII, VIII, IX SMP Islam Hidayatullah dan SMP Islam Nurus Sunnah. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII, VIII, IX SMP Islam Nurus Sunnah sebanyak 110 siswa yang diambil dengan menggunakan teknik sampling cluster sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi yaitu Skala Kecerdasan Spiritual (31 aitem valid, α = 0,894) dan Skala Disiplin Sekolah (19 aitem valid, α = 0,861). Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0,708 dengan p = 0,000 (p<0,05).Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti diterima, yaitu terdapat hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan spiritual dengan disiplin sekolah. Semakin tinggi kecerdasan spiritual maka semakin tinggi disiplin sekolah, demikian pula sebaliknya.
GAMBARAN PERILAKU SOSIALITA COSMO LADIES SEMARANG (Sebuah Studi Kualitatif Deskriptif) Novia Pramuditha Yusara; Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.67 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15405

Abstract

Sosialita saat ini sedang marak dibicarakan oleh masyarakat karena merupakan sebuah fenomena sosial yang berkaitan dengan sebuah komunitas. Sosialita ialah sebuah predikat yang disematkan kepada wanita-wanita atau ibu-ibu dengan kriteria tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang gambaran pengalaman aktivitas subjek yang tergabung dalam kaum sosialita dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Tujuan menggunakan pendekatan deskriptif adalah untuk membuat gambaran atau deskriptif tentang suatu gejala atau fenomena yang terjadi. Data yang dikumpulkan melalui wawancara terhadap subjek dan dianalisis dengan metode eksplikasi data dalam lima tahap. Subjek penelitian berjumlah tiga orang yang diperoleh dengan cara purposive sampling yaitu member arisan sosialita Cosmo Ladies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses ketiga subjek menjadi sosialita dimulai dari episode sebelum bergabung komunitas sosialita, episode proses saat bergabung komunitas sosialita dan episode pasca bergabung komunitas sosialita. Episode sebelum bergabung dengan komunitas sosialita dimulai dengan latar belakang keluarga subjek dan alasan subjek bergabung di arisan sosialita Cosmo Ladies. Perilaku berbelanja dan kegiatan sosialita ada pada episode proses saat bergabung komunitas sosialita. Pada proses bergabungnya subjek didalam suatu arisan sosialita, terdapat complain dan dukungan dari keluarga subjek, sedangkan manfaat dan perubahan diri subjek terdapat pada episode pasca bergabung komunitas sosialita. Pada episode pasca bergabung terdapat pula kendala yang dihadapi subjek dan mengungkapkan harapan subjek sebagai seorang sosialita.
HUBUNGAN PENERIMAAN DIRI DENGAN ADVERSITY INTELLIGENCE DALAM MENGHADAPI UJIAN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER (UNBK)PADA SISWA KELAS XI SMA MARDISISWA SEMARANG Adinda Sholiha Angkat; Yeniar Indriana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.278 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21712

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penerimaan diri dengan adversity intelligence dalam menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA Mardisiswa Semarang. Adversity intelligence adalah kemampuan atau kecerdasan seseorang untuk dapat menghadapi tantangan hidup. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Mardisiswa Semarang berjumlah 115 siswa. Sampel penelitian sebanyak 53 siswa, sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala penerimaan diri (34 item valid; α = 0,923) dan skala adversity intelligence (31 item valid; α=0,909). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antara penerimaan diri dengan adversity intelligence (= 0,882; p< 0,001). Hal ini menunjukkan semakin positif penerimaan diri yang dimiliki siswa maka semakin tinggi pula adversity intelligencenya. Sebaliknya, semakin negatif penerimaan diri siswa maka semakin rendah pula adversity intelligence dirinya. Penerimaan diri memberikan sumbangan efektif sebesar 77,7% dalam memengaruhi adversity intelligence.
ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR DITINJAU DARI KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN SALES PT ANDALAN FINANCE INDONESIA DI SEMARANG Pretty Pure Astuti; Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2015.12998

Abstract

Konstruksi ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) sangat terkenal dalam perilaku organisasi saat pertama kali diperkenalkan, dengan dasar teori kepribadian. Dasar kepribadian untuk OCB ini merefleksikan ciri atau trait predisposisi karyawan yang kooperatif, suka menolong, perhatian, dan bersungguh-sungguh. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik hubungan antara kepuasan kerja dengan ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR pada karyawan bagian sales PT. Andalan Finance Indonesia di Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan bagian sales PT. Andalan Finance Indonesia di Semarang.Teknik pengambilan sampelnya adalah simple random sampling. Alat pengumpulan datanya adalah skala ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (Organ, dalam Jahangir dkk, 2004, h.79) dan skala kepuasan kerja. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Hasil yang diperoleh dari pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara kepuasan kerja dengan organizational citizenship behavior. Hasil tersebut ditunjukkan dengan angka koefisien korelasi sebesar 0,560 dengan nilai p= 0,000 (p<0,01), artinya bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima. Nilai R Square sebesar 0,314 mengandung pengertian bahwa dalam penelitian ini, kepuasan kerja memiliki sumbangan efektif sebesar 31,4% terhadap organizational citizenship behavior. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tingkat konsistensi ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR sebesar 31,4% dapat diprediksi oleh variabel kepuasan kerja, sisanya sebesar 68,6% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN RESONAN DANWORK ENGAGEMENT PADA KARYAWAN REDAKSI SURAT KABAR HARIAN (SKH) DI PROVINSI LAMPUNG Arini Izzati Fatimah; Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.078 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan resonan dan work engagement beserta sumbangan efekif yang diberikan gaya kepemimpinan resonan kepada work engagement. Work engagement adalah kemampuan individu secara optimal yang bersifat positif ditandai dengan curahan energi secara fisik dan mental dalam bekerja serta adanya keterlibatan yang kuat serta penuh konsentrasi dalam bekerja. Gaya kepemimpinan resonan merupakan persepsi terhadap pemimpin melalui kemampuannya menggerakkan bawahan dengan penuh kekuatan, ketegasan, inspirasi, gairah, serta empati yang tinggi terhadap bawahan.Jumlah populasi penelitian ini adalah 165 karyawan redaksi dengan karakteristik sampel penelitian merupakan karyawan tetap dengan masa kerja minimal satu tahun. Pengumpulan data menggunakan skala psikologi model Likert yang terdiri dari dua skala, yaitu Skala Gaya Kepemimpinan Resonan (27 aitem, α = 0,907) danSkala Work Engagement(27 aitem, α = 0,900). Analisis data yang digunakan menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS versi 21.0. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan positif antara gaya kepemimpinan resonan dengan work engagement pada karyawan SKH di Lampung dengan koefisien korelasi 0,687 dengan p = 0,000 (p<0,001). Berdasarkan penelitian tersebut disimpulkan bahwa semakin positif gayakepemimpinan resonanmaka akan semakin tinggi work engagement. Koefisien determinasi sebesar 0,473, berarti kepemimpinanresonan memberikan sumbangan efektif sebesar 47,3% terhadap work engagement.
RELATIONSHIP BETWEEN THE PERCEPTION OF THE ROLE OF FATHER WITH INTERPERSONAL COMPETENCE IN STUDENTS AT FRANSISKUS JUNIOR HIGH SCHOOL SEMARANG Anggun Lembah Sari; Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.797 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7391

Abstract

Interpersonal competence supports academic achievement and success in business, so that students are required to have adequate interpersonal competence. Meanwhile, the phenomenon shows the many social problems faced by teenagers, such as delinquency and criminality in adolescents, which showed inadequate interpersonal competence. This study aims to determine the relationship between perceptions of the role of fathers with interpersonal competencies in students. The research hypothesis is that there is a positive relationship between perceptions of the role of fathers with interpersonal competencies in students.The subjects were students of class VII-VIII Fransiskus Junior High School Semarang obtained by cluster random sampling. Data were obtained using the Interpersonal Competence Scale and the Perceptions of Role of Fathers in Student Scale, and then analyzed using simple regression analysis.The result is a positive relationship between perceptions of the role of fathers with interpersonal competencies in students. The more positive perception of the role of the father, the higher the students' interpersonal competence, and vice versa. Perceptions of the role of fathers the influence on interpersonal competencies in students by 39%.
HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN AMAN TERHADAP IBU DENGAN KETIDAKPUASAN TUBUH PADA REMAJA PUTRI KELAS X DAN XI SMA PL DON BOSKO SEMARANG Ni Made Martiniasih; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.896 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23602

Abstract

Pada masa remaja, individu mulai membanding-bandingkan tubuh aktualnya dengan tubuh idealnya. Ketika remaja menyadari bahwa tubuh aktualnya berbeda dengan tubuh idealnya, maka ketidakpuasan tubuh dapat terbentuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan aman terhadap ibu dengan ketidakpuasan tubuh remaja putri kelas X dan XI SMA PL Don Bosko Semarang. Ketidakpuasan tubuh adalah pikiran dan perasaan negatif remaja terhadap tubuhnya. Kelekatan aman terhadap ibu adalah ikatan emosional erat antara remaja dan ibu yang dicirikan dengan adanya rasa percaya remaja pada ibu, merasa ibu menerima keberadaannya serta merasa ibu sensitif dan responsif. Populasi penelitian ini berjumlah 162 dan sampel 115 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Skala Ketidakpuasan Tubuh (41 aitem, α=0.942) dan Kelekatan Aman terhadap Ibu (32 aitem, α=0.954) digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana, ditemukan bahwa kelekatan aman terhadap ibu memiliki korelasi negatif dengan ketidakpuasan tubuh remaja putri kelas X dan XI SMA PL Don Bosko Semarang (rxy=-0.471; p=0.000, p<0.05). Hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima. Variabel kelekatan aman terhadap ibu memberikan sumbangan efektif sebesar 22.1% terhadap ketidakpuasan tubuh, sedangkan 77.9% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA GEGAR BUDAYA DENGAN PENGUNGKAPAN DIRI PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA BERSUKU BATAK DI UNIVERSITAS DIPONEGORO Yohana Sondang Activa Hutabarat; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.099 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14908

Abstract

Kemajuan teknologi dan kemajuan jaman membuka kesempatan seseorang untuk pergi ke daerah asing dan bertemu dengan budaya asing dengan tujuan yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengungkapan diri dengan gegar budaya pada mahasiswa tahun pertama bersuku Batak di Universitas Diponegoro. gegar budaya adalah suatu kondisi yang terjadi ketika seseorang tidak mengenal kebiasaan-kebiasaan sosial dari kultur baru atau jika ia mengenalnya maka ia tak dapat atau tidak bersedia menampilkan perilaku yang sesuai dengan aturan-aturan itu. Pengungkapan diri merupakan kemampuan individu dalam mengungkapkan segala perasaan dan informasi meliputi fakta tentang diri sendiri yang mungkin belum diketahui oleh orang lain, keinginan pribadi, dan pendapat atau perasaan pribadinya baik hal yang disukai maupun dibenci. Jumlah subjek penelitian ini yaitu 110 orang mahasiswa tahun pertama yang bersuku Batak, maksimal tinggal si Jawa Tengah enam bulan, dan sebelumnya belum pernah tinggal di Jawa Tengah. Pada sampel penelitian sebanyak 50 mahasiswa diperoleh melalui incidental sampling diberikan Skala Gegar Budaya (21 aitem, α = 0.89) dan Skala Pengungkapan Diri (30 aitem, α = 0.88). Analisis regeresi sederhana menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara pengungkapan diri dengan gegar budaya pada mahasiswa tahun pertama bersuku Batak di Universitas Diponegoro (r = -.26; p = .04 < .05). Semakin tinggi gegar budaya maka semakin rendah pengungkapan diri.
HIDUP HANYA SEKALI, HIDUPLAH YANG BERARTI Sebuah Studi Kualitatif Pengalaman Tobat pada Mantan Preman Relawan Lembaga Sosial Nur Rokhmah Fitriani; Imam Setyawan
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.309 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20145

Abstract

Menjalani kehidupan dengan baik merupakan dambaan bagi setiap orang. Ada kalanya, seorang preman yang terbiasa dengan dunia kejahatan mengalami perubahan keyakinan atau niat untuk bertobat untuk mencapai ketenangan dalam hidup. Proses pertobatan tersebut tentunya tidaklah mudah mengingat individu yang terlanjur dipandang negatif oleh masyarakat. Dalam beberapa kasus ada individu yang tidak mampu melewati proses tersebut. Namun, ada pula yang sanggup menjaga konsistensi bahkan mengekspresikan kesungguhanya pada aktifitas-aktifitas sosial kemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami proses pertobatan yang dialami oleh mantan preman relawan lembaga sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Subjek penelitian berjumlah tiga orang dengan karakteristik individu yang pernah bertindak melawan hukum, telah berhenti melakukan tindakan tersebut, dan aktif dalam kegiatan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman tobat mantan preman relawan lembaga sosial mencakup dinamika pelaksanaan pertobatan. Dinamika pertobatan berkaitan dengan alasan yang mandasari timbulnya keinginan tobat, proses yang dilalui selama tobat, perkembangan spiritualitas individu pasca pertobatan, serta ekspresi pertobatan dalam bentuk perilaku. Pada penelitian ini ditemukan adanya pengaruh yang ditimbulkan dari aktifitas  sosial terhadap pertobatan. 

Page 55 of 146 | Total Record : 1454


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue