cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
MAKNA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA BAGI ISTRI: SEBUAH STUDI INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Afifah Atsari; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.822 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7557

Abstract

Tujuan dari penelitian dengan studi fenomenologis ini adalah untuk dapat memahami dan mampu menangkap dunia pengalaman istri sebagai korban kekerasan dalam rumah tangga.Subjek penelitian ini adalah dua orang istri yang menjadi korban kekerasan dalamrumah tangga yang dilakukan oleh suami, baik kekerasan secara fisik, kekerasan psikis, kekerasan ekonomi, maupun kekerasan seksual.Penemuan subjek dilakukan dengan menggunakan teknik sampling purposif.Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Metode IPA menggunakan prosedur yang rinci dalam menganalisis data, sehingga menghasilkan kedalaman makna terhadap berbagai latar belakang, pengalaman, peristiwa unik, serta pemikiran yang dirasakan subjek yang didapat melalui proses wawancara. Hasil penelitian ini membahas tentang pengalaman traumatis kekerasan dalam rumah tangga yang dialami oleh istri korban KDRT, proses rekonstruksi diri pascakekerasan dalam rumah tangga, serta timbulnya kesadaran diri pascakekerasan dalam rumah tangga.Peneliti menemukan setiap subjek memiliki pemaknaan yang berbeda-beda atas pengalaman subjek terkait kekerasan dalam rumah tangga.Pemaknaan positif pasca kekerasan dalam rumah tangga merupakan perjalanan puncak dari pengalaman kekerasan dalam rumah tangga yang dialami oleh istri.Pengalaman tersebut telah menjadi suatu kesatuan sebagai upaya memahami makna kekerasan dalam rumah tangga bagi istri secara utuh.
PENGALAMAN BERKELUARGA PADA WANITA YANG MENJALANI MARRIED BY ACCIDENT Studi Fenomenologis Pernikahan Karena Kehamilan di Luar Nikah Sari, Putri Perwita; Desiningrum, Dinie Ratri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.392 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15144

Abstract

Pernikahan karena kehamilan di luar nikah adalah kondisi dimana sebuah pernikahan terjadi dengan suatu penyebab tertentu yaitu karena pihak perempuan telah lebih dulu mengalami kehamilan. Pernikahan karena kehamilan di luar nikahpada usia remaja terjadi karena adanya hubungan intim yang dilakukan di luar ikatan pernikahan atau yang dikenal dengan seks pranikah. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan dan memahami lebih dalam pengalaman berkeluarga dan dinamika keluarga dari individu yang mengalami pernikahan karena kehamilan pranikah. Dinamika keluarga yang dimaksud yakni dimulai dari penyebab awal terjadinya pernikahan subjek hinggakehidupan pernikahan subjek saat ini. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Peneliti mengumpulkan data penelitian dengan mewawancarai tiga orang wanita yang mengalami pernikahan karena kehamilan di luar nikah pada usia remaja dan saat ini masih menikah dengan usia pernikahan minimal satu tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa pernikahan karena kehamilan di luar nikah merupakan suatu jalan keluar yang dipilih oleh keluarga untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami remaja putri yang mengalami kehamilan pranikah. Permasalahan tidak selesai begitu saja ketika individu memutuskan untuk melakukan pernikahan. Terdapat dampak yang ditimbulkan dari keputusan remaja untuk melakukan pernikahanguna menutupi kehamilannya. Tidak semua pihak dalam lingkungan sosial akan memberikan dukungan terkaitpernikahan yang dilakukan.
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH OTORITATIF DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR PADA MAHASISWA TAHUN KEEMPAT Josua Ferdinan Pakpahan; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.504 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21851

Abstract

Mahasiswa tahun keempat sebagai individu yang berada di tahap perkembangan dewasa awal memiliki tugas untuk mengambil keputusan terhadap masa depannya. Pengambilan keputusan karir diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan pengetahuan dan pikiran untuk membuat perencanaan karir. Berdasarkan data, terdapat fakta bahwa masih banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam melakukan pengambilan keputusan karir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoritatif dengan pengambilan keputusan karir pada mahasiswa tahun keempat. Populasi pada penelitian ini merupakan mahasiswa tahun keempat Departemen Manajamen dan Departemen Akuntansi angkatan 2014 di Universitas Diponegoro. Sampel pada penelitian ini berjumlah 206 mahasiswa yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur menggunakan Skala Pola Asuh Otoritatif (23 aitem, α = 0,887) dan Skala Pengambilan Keputusan Karir (21 aitem, α = 0,926). Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi sederhana, hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi sebesar rxy = 0,218 dengan tingkat signifikansi p=0,002 (p<0,05), artinya terdapat hubungan positif yang signifikan antara pola asuh otoritatif dengan pengambilan keputusan karir pada mahasiswa tahun keempat. Sumbangan efektif pola asuh otoritatif terhadap pengambilan keputusan karir sebesar 4,8%, sedangkan sisanya merupakan faktor lain yang tidak diungkap pada penelitian ini.
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL REMAJA-ORANGTUA DENGAN SELF REGULATED LEARNING SISWA: Studi Korelasi Pada Siswa Kelas VII Rinata Lathi Hapsari; Diana Rusmawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.687 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13131

Abstract

Self regulated learning adalah usaha pengaturan diri yang aktif dan konstruktif yang melibatkan pikiran, motivasi dan perilaku dari diri siswa yang berorientasi kearah tujuan belajar meliputi penetapan tujuan, pemilihan strategi, mengimplementasikan strategi, dan memonitor progresivitas yang terjadi berkenaan tujuan belajar yang ingin dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efektivitas komunikasi interpersonal remaja-orangtua dengan self regulated learning siswa kelas VII SMP 16 Semarang.  Subjek  penelitian berjumlah 257 adalah siswa kelas VII di SMP 16 Semarang tahun pelajaran 2013/2014. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini cluster random sampling, sehingga diperoleh sample penelitian berjumlah 151 siswa. Alat pengumpulan data menggunakan Skala Efektivitas Komunikasi Interpersonal Remaja-Orangtua (42 aitem; α = 0,867) dan Skala Self-Regulated Learning (47 aitem; α = 0,916). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara efektivitas komunikasi interpersonal remaja-orangtua dengan self regulated learning siswa kelas VII SMP 16 Semarang (r = 0,623; p < 0,001) yang berarti hipotesis dapat diterima.
PENGALAMAN FANATISME PADA PENGGEMAR AKIHABARA (AKB) GRUP Rangga Anggara; Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.997 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19735

Abstract

Menjadi penggemar dari suatu grup adalah salah satu pilihan hidup individu. Salah satu hal yang biasa dilakukan penggemar adalah perilaku fanatisme. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan perspektif fenomenologis yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengalaman fanatisme pada penggemar salah satu idol group di Jepang, yaitu AKB grup. Subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga orang. Subjek diambil dengan teknik purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik eksplikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga subjek memiliki pengalaman fanatisme yang berbeda. Awal dikenalkan AKB grup oleh kakak atau temannya, ketiga subjek memiliki penilaian masing-masing terhadap AKB grup dan evaluasi dilakukan sebelum subjek memutuskan untuk menjadi penggemar AKB grup, setelah itu ketiga subjek mengambil keputusan untuk menjadi penggemar AKB grup. Jumlah anggota AKB grup yang banyak membuat subjek memilih idola yang disukai, ketiga subjek memiliki ketertarikan interpersonal yang berbeda dalam memilih idola favoritnya, perbedaan subjek perempuan dan subjek laki-laki dalam memilih idolanya yaitu subjek perempuan cenderung melihat bagaimana sikap yang dimiliki idolanya, sedangkan subjek laki-laki cenderung memiliki ketertarikan fisik. Pengalaman subjek menjadi penggemar AKB grup mendapatkan berbagai pengaruh dari lingkungan sekitarnya, dimana pengaruh tersebut membuat ketiga subjek mengkonstruk ulang bagaimana menjadi penggemar yang baik. Perubahan dalam mendukung idolanya dirasakan ketiga subjek, hal tersebut didapat saat subjek bertemu dengan berbagai teman sesama penggemar, reaksi lingkungan sekitar, dan kemampuan diri setiap subjek tentang mendukung idolanya. 
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PENGUNGKAPAN DIRI DI JEJARING SOSIAL PADA SISWA SMA KESATRIAN 1 SEMARANG Paramithasari, Pranayu Pramatyarati; Dewi, Endah Kumala
Empati Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.037 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan jaman, pengungkapan informasi diri tidak hanya terbatas melalui komunikasi tatap muka saja, tetapi sudah merambah melalui jejaring sosial. Fenomena yang terjadi saat ini adalah pemanfaatan fitur jejaring sosial oleh remaja untuk “mengumbar” berbagai pendapat, pikiran, foto, dan video yang beresiko serta tidak pantas dimuat di ranah publik. Rendahnya kontrol diri diduga menjadi salah satu faktor munculnya fenomena tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan pengungkapan diri siswa SMA Kesatrian 1 Semarang dan seberapa besar peran kontrol diri terhadap perilaku pengungkapan diri di jejaring sosial.Populasi dalam penelitian ini adalah remaja kelas X dan XI SMA Kesatrian 1 Semarang yang memiliki akun jejaring sosial. Sampel penelitian ini berjumlah 152 siswa, yang diperoleh melalui teknik simple random sampling. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah Skala Kontrol Diri (33 aitem α = 0,924) dan Skala Pengungkapan Diri di Jejaring Sosial (39 aitem α = 0,917) yang telah diujicobakan terhadap 43 siswa SMA Kesatrian 1 Semarang.Hasil analisis data dengan metode analisis regresi sederhana menghasilkan koefisien korelasi (rxy) sebesar -0, 399 dengan p = 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan arah hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan  pengungkapan diri di jejaring sosial pada siswa SMA Kesatrian 1 Semarang. Kontrol diri memberikan sumbangan efektif sebesar 15,9% pada pengungkapan diri di jejaring sosial siswa SMA Kesatrian 1 Semarang.
HUBUNGAN ANTARA KEHARMONISAN KELUARGA DAN MORALITAS PADA SISWA KELAS XI SMK MUHAMMADIYAH 3 WELERI Anggun Nur Anisa; Dian Veronika Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.705 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.26493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keharmonisan keluarga dan moralitas pada siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 3 Weleri. Moralitas merupakan seluruh kualitas perbuatan manusia yang dikaitkan dengan nilai baik dan buruk yang mengajarkan bagaimana manusia harus hidup secara baik, serta memiliki pemahaman mengenai norma dan aturan untuk membedakan hal yang baik dan buruk agar dapat berperilaku yang sesuai di masyarakat. Keharmonisan keluarga merupakan keadaaan didalam keluarga yang terdapat kesadaran anggota keluarga (ayah dengan ibu, ibu dengan remaja, dan ayah dengan remaja, remaja dengan saudara kandung) sehingga terjalin hubungan yang baik, saling menghargai, pengertian, keterbukaan, dan diwarnai dengan kasih sayang disertai kegiatan pendidikan yang dapat dilaksanakan dengan efektif sehingga tercipta rasa aman dan saling melindungi sesama anggota keluarga. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 208 siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 3 Weleri dari keseluruhan sampel 495 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Penelitian ini menggunakan dua skala alat ukur, yaitu Skala Keharmonisan Keluarga (34 aitem, α=0,894) dan Skala Moralitas (31 aitem, α=0,883). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana diperoleh rxy=0,393 dengan p=0,000 (p>0,05). Artinya, semakin tinggi keharmonisan keluarga maka semakin tinggi pula moralitas yang dimiliki pada remaja, dan sebaliknya. Keharmonisan keluarga memberikan sumbangan efektif sebanyak 15,4% terhadap moralitas pada remaj
ATTACHMENT PADA IBU DAN ADVERSITY INTELLIGENCE PADA REMAJA Irma Setyawati; Diana Rusmawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.598 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.14976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara attachment pada ibu dengan adversity intelligence. Adversity intelligence merupakan kemampuan individu dalam mengamati kesulitan dan mengolah kesulitan tersebut dengan kecerdasan yang dimiliki sehingga menjadi sebuah tantangan untuk menyelesaikannya. Attachment merupakan suatu hubungan kasih sayang yang kuat yang mengikat individu dalam hubungan yang intim. Subjek penelitian ini adalah 106 siswa SMA Negeri 9 Semarang. Diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi, yaitu Skala Adversity Intelligence yang terdiri dari 31 aitem (α = 0,913), dan Skala Attachment pada Ibu yang terdiri dari 32 aitem (α = 0,919). Hasil pengolahan data menggunakan teknik analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,457 dengan p = 0,00 (p < 0,05), hal ini berarti terdapat hubungan positif antara attachment pada ibu dengan adversity intelligence pada remaja. Variabel attachment pada ibu memberikan sumbangan efektif terhadap adversity intelligence pada remaja sebesar 20,9 %.
MAKNA MENJADI GURU TAMAN KANAK-KANAK (Sebuah Studi Kualitatif Fenomenologis) Putri Puspitarani; Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.292 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20225

Abstract

The Kindergarten teacher (TK) not only acts as an educator, but also the moral guardian of the students. Work as a kindergarten teacher is not easy, requires seriousness and patience to work with young children. This study aims to understand the process of interpreting the subject of his job as a kindergarten teacher from the beginning decided to become kindergarten teachers to find the meaning of being a kindergarten teacher. The research method used is qualitative method with phenomenological approach. Subjects in this study amounted to three people selected by purposive technique. Researchers determine the characteristics of the subject is a kindergarten teacher, has been teaching for more than ten years, working in private kindergarten, has attended teacher certification. Data collection was done by interview. The researcher uses data analysis expedition model, that is the process of expressing the subject which is still implied. The results showed that the three subjects interpreted positive work as a kindergarten teacher. The meaning of work in kindergarten teachers is influenced by the interaction between personal components, social components, spiritual components, and the value component (Bastaman, 1996). The intrinsic motivation of the three subjects gives satisfaction at work. The values gained from parents make the subject of never giving up on the challenges of the job. Subjects view the teacher is the embodiment of ideals, a fun job, calling the soul to educate the nation's children.  
HUBUNGAN ANTARA PERAN GENDER DENGAN INTENSI MELAKUKAN KEKERASAN DALAM PACARAN PADA MAHASISWA STRATA-1 FAKULTAS TEKNIK DI UNIVERSITAS DIPONEGORO Mela Astri; Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.81 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara peran gender maskulin dengan intense melakukan kekerasan dalam pacaran pada mahasiswa strata-1 fakultas teknik di Universitas Diponegoro, peran gender feminin dengan intense melakukan kekerasan dalam pacaran pada mahasiswa strata-1 fakultas teknik di Universitas Diponegoro dan perbedaan intense melakukan kekerasan dalam pacaran dengan peran gender maskulin dan peran gender feminin. Populasi Penelitian ini seluruh mahasiswa strata-1 fakultas teknik yang memiliki karakteristik yang sesuai dengan penelitian.Sampel penelitian sebanyak 90 orang, sampel diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah Skala Psikologi yaitu Skala Intensi Melakukakan Kekerasan dalam Pacaran (23 aitem valid, α= 0,873) dan Skala Peran Gender (28 aitem valid, α= 0,930). Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi maskulin sebesar 0,500 dengan p=0,333 (p>0,05) dan koefisien korelasi feminin sebesar 0,031 dengan p=0,477 (p>0,05). Angka p=0,477 (p>0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan positif yang signifikan antara peran gender maskulin dan peran gender feminin dengan intense melakukan kekerasan dalam pacaran ditolak. Hasil uji beda antara perbedaan intense melakukan kekerasan dalam berpacaran dengan peran gender maskulin dan peran gender feminin menggunakan uji dua sampel bebas uji Mann-Whitney p=0,035 (p

Page 56 of 146 | Total Record : 1454


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue