Jurnal EMPATI
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Articles
1,454 Documents
HUBUNGAN ANTARA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DENGAN KETERIKATAN KERJA PADA PERAWAT RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
Satio Wisobroto;
Unika Prihatsanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (391.625 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.15160
RSI Sultan Agung Semarang mengalami persaingan di pasar bebas dan harus memperbaiki pelayanan dengan salah satu strategi yaitu menumbuhkan keterikatan kerja pada perawat melalui peran pemimpin dengan kepemimpinan transformasional.Keterikatan kerja adalah keadaan karyawan yang bekerja secara aktif terlibat penuh dengan semangat, berkomitmen, memfokuskan pikiran pada pekerjaan dan menunjukkan kepuasan dalam bekerja. Kepemimpinan transformasional merupakan penilaian karyawan terhadap pemimpin yang memiliki kemampuan dalam memotivasi, memberikan kepercayaan, sehingga karyawan bekerja melebihi kemampuan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kepemimpinan transformasional dengan keterikatan kerja. Sampel penelitian berjumlah 65 perawat RSI Sultan Agung Semarang yang diambil menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Keterikatan Kerja (24 aitem, α= .88) dan Skala Kepemimpinan Transformasional (26 aitem, α= .92). Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif dansignifikan antara kepemimpinan transformasional dengan keterikatan kerja dengan (r= .80, p< .001) yang berarti semakin positif penilaian perawat terhadap kepemimpinan transformasional atasan maka semakin tinggi keterikatan kerja. Kepemimpinan transformasional memiliki sumbangan efektif sebesar 64.3% terhadap keterikatan kerja.RSI Sultan Agung harus mempertahankan keterikatan kerja pada perawat rawat inap yang tinggi dengan meningkat dan mempertahankan penilaian positif pada pemimpin dengan kepemimpinan transformasional.
HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN INTENSI AGRESIVITAS VERBAL INSTRUMENTAL PADA SUKU BATAK DI IKATAN MAHASISWA SUMATERA UTARA UNIVERSITAS DIPONEGORO
Laili Nur Oktavin Anggraini;
Dinnie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (379.102 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21864
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan intensi agresivitas verbal instrumental pada suku Batak di ikatan mahasiswa Sumatera Utara Universitas Diponegoro. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa yang bersuku Batak di ikatan mahasiswa Sumatera Utara Universitas Diponegoro. Sampel penelitian berjumlah 103 orang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi, yaitu skala intensi agresivitas verbal instrumental (45 aitem valid dengan α= 0,982) dan skala regulasi emosi (27 aitem valid dengan α= 0,947). Data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis Regresi Sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,432 dengan p= 0,00 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan negatif antara regulasi emosi dengan intensi agresivitas verbal instrumental pada suku Batak di ikatan mahasiswa Sumatera Utara Universitas Diponegoro dapat diterima. Nilai koefisien korelasi negatif menunjukkan bahwa arah hubungan kedua variabel adalah negatif, artinya semakin tinggi regulasi emosi maka akan semakin rendah intensi agresivitas verbal instrumental. Regulasi emosi memberi sumbangan efektif sebesar 18,7 % terhadap intensi agresivitas verbal instrumental.
MEMAHAMI PENGALAMAN RELIGIUS JAMA’AH MAIYAH GAMBANG SYAFAAT SEMARANG: Sebuah Studi Kualitatif Fenomenologis Jama’ah Maiyah
Wahyunirestu Handayani;
Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (314.123 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.13140
Banyaknya komunitas religi di Indonesia, salah satunya Gambang Syafaat Semarang menunjukan tingginya minat masyarakat untuk memahami fungsi agama. Penelitian ini bermaksud memahami pengalaman religius jama’ah maiyah Gambang Syafaat Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, DFI (Deskripsi Fenomena Individual) karena memiliki prosedur analisis data yang terperinci mulai dari sebelum menjadi jama’ah maiyah hingga setelah menikmati sebagai jama’ah maiyah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Subjek penelitian berjumlah tiga orang yang diperoleh menggunakan teknik snowball. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengalaman religius subjek melalui tiga episode: 1) Episode sebelum menjadi jama’ah banyak diwarnai dengan kebiasaan bermain judi dan mabuk, teman bergaul dan hobi membaca buku Cak Nun, namun disertai dengan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap islam; 2) Episode awal adalah ketika subjek tertarik dengan tulisan-tulisan Cak Nun dan ingin mengetahui lebih jauh dengan mengikuti pengajian maiyah secara rutin; 3) Episode menikmati sebagai jama’ah maiyah dimulai ketika subjek mendapatkan pengalaman religius dan menunjukan perubahan dalam hidup. Diantaranya adalah dengan meninggalkan kebiasaan judi dan minum, bersyukur dalam setiap keadaan serta selalu berusaha membahagiakan orang disekitarnya.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Emeralda, Gina Nadya;
Kristiana, Ika Febrian
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (218.702 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.19744
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara dukungan sosial orang tua dengan motivasi belajar siswa sekolah menengah pertama. Hipotesis dalam penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan positif antara dukungan sosial orang tua dengan motivasi belajar pada siswa sekolah menengah pertama. Subjek penelitian ini adalah 118 siswa kelas VII dan VIII SMP Mardisiswa I yang berusia 12-15 tahun dan tinggal bersama orang tuanya. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah conveniencesampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Dukungan Sosial Orang Tua (25 aitem, α = 0,890) dan Skala Motivasi Belajar (22 aitem, α = 0,862). Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis korelasi Spearman-Rho dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0,556 dengan p=0,000 (p<0,01). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara variabel dukungan sosial orang tua dengan variabel motivasi belajar pada siswa sekolah menengah pertama. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi dukungan sosial orang tua maka semakin tinggi motivasi belajar pada siswa sekolah menengah pertama, begitu juga sebaliknya.
PERCEPTION DIFFERENCES OF LIBRARY SERVICE QUALITY AT STUDENTS OF COMPUTER SCIENCE FACULTY AND STUDENT OF ECONOMICS & BUSINESS FACULTY DIAN NUSWANTORO UNIVERSITY SEMARANG
Silya Dewi;
Kartika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (108.97 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7432
Currently, the use of the college library by students felt less. The development of a library can be seen from the service, because the success of the service is the ultimate goal to be achieved by the library. Whether or not the service quality is influenced by the perception of each user. This study aimed to determine whether or not differences in perceptions of library service quality at students of computer science faculty and economics & business faculty Dian Nuswantoro University Semarang.Population was students in the years 2010-2012 of computer science faculty and economics & business faculty who had ever visited the library of the Dian Nuswantoro University. Subjects was 60 people acquired through accidental sampling technique. Retrieval of data using a scale of perceptions of library service quality consisting of 33 aitem (α = 0.919).Processing data using Independent Samples t-Test, the value generated t = -2.130 and significance 0,041 (p <0,05). It means there are differences in the perception of library service quality at students of computer science faculty and economics & business faculty, so the hypothesis is accepted. Perceptions of library service quality at economics & business students is more positive than computer science students which is 97,40> 91,50.
MAKNA ANAK BAGI IBU PEKERJA SEKS KOMERSIAL
Fachrunniza Fachrunniza;
Imam Setyawan
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (222.769 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.26502
Penelitian tentang anak yang lahir dari hasil bekerja menjadi pekerja seks komersial masih jarang ditemukan. Relasi antara ibu dan anak dapat menjadi perhatian dari fenomena kehadiran anak hasil dari pekerjaan. Penelitian ini hadir dengan memberikan sudut pandang ibu terhadap kehadiran anak. Tujuan dari penelitian ini untuk memahami bagaimana gambaran ibu pekerja seks komersial memaknai kehadiran anak yang lahir dari hasil pekerjaan. Keterlibatan tiga orang partisipan yang dipilih melalui teknik sampling purposif dengan kriteria: (1) Wanita yang masih aktif bekerja menjadi pekerja seks komersial di lokalisasi; (2) Memiliki anak dari hasil pekerjaan berusia minimal 2 tahun; (3) Anak diasuh orang lain; dan (4) Bersedia menjadi partisipan penelitian. Wawancara dilakukan secara semi terstruktur dan dianalisis dengan metode analisis deksriptif. Terdapat empat persamaan makna anak yang muncul dari pengalaman partisipan, yaitu: (1) Reorientasi bekerja dari kesenangan menjadi kepedulian; (2) Sumber semangat agar dapat segera berhenti menjadi PSK; (3) Kekuatan dalam menghadapi kesulitan; dan (4) Kebersyukuran dan kebanggaan memiliki anak. Melalui penelitian ini, para partisipan mengungkapkan pengalaman pribadinya dalam memaknai kehadiran anak yang lahir dari hasil pekerjaan. Temuan dalam penelitian ini dapat menjadi masukan bagi psikologi keluarga dalam memahami kondisi pemaknaan ibu pekerja seks komersial terhadap anak hasil dari pekerjaan.
PENGALAMAN MENIKAH BEDA AGAMA (SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS)
Swastika Larasati;
Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (206.028 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15418
Fenomena pernikahan beda agama masih menjadi hal yang kontroversial di negara Indonesia. Secara umum, pernikahan beda agama di Indonesia merupakan pernikahan yang tidak dianjurkan baik dari segi agama maupun peraturan pemerintah. Penelitian ini bermaksud untuk memahami bagaimana pengalaman yang dialami oleh individu dalam menjalani kehidupan pernikahan beda agama. Peneliti mendasarkan diri pada pendekatan fenomenologis, khususnya IPA (Interpretative Phenomenological Analysis) yang berfokus pada eksplorasi pengalaman yang diperoleh subjek dari kehidupan pribadi maupun sosial dengan wawancara mendalam sebagai metode pengumpulan data. Proses penemuan subjek di dapat melalui teknik purposif sampling yang langsung tertuju pada karakteristik tertentu. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah tiga orang yang bertempat tinggal di Semarang dan Yogyakarta. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tiga tema utama, yaitu: keputusan untuk menikah beda agama, kehidupan setelah menikah, dan penilaian terhadap kehidupan pernikahan beda agama dan terdapat 12 tema superordinat di dalamnya. Pernikahan beda agama bukanlah hal yang mudah bagi ketiga subjek. Adanya keinginan untuk seagama di dalam keluarga menjadi harapan bagi kehidupan pernikahan subjek di masa mendatang. Pengalaman yang dimiliki mulai dari kesepakatan untuk menikah hingga konflik-konflik yang dialami menjadi tolak ukur dalam menilai kehidupan pernikahan bagi ketiga subjek. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah keilmuan psikologi khususnya psikologi agama dan psikologi lintas budaya.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DENGAN KETERIKATAN KERJA PADA WARTAWAN TV X JAKARTA
Tantia Dila Rahmayuni;
Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (444.201 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.20252
Wartawan merupakan ujung tombak media massa, karena wartawan menghasilkan bahan berita untuk disajikan bagi masyarakat luas sesuai dengan kaidah jurnalistik setiap harinya. Tugas pekerjaan yang bersifat rutin, dan tidak jarang dihadapkan dengan tenggat waktu yang singkat akan memberikan rasa jenuh dan membutuhkan semangat yang lebih, sehingga dibutuhkan Work Engagement atau Keterikatan Kerja pada diri wartawan. Bagi wartawan yang menghabiskan waktu dengan bekerja mencari berita, membutuhkan dukungan dari lingkungan berupa pemenuhan kebutuhan karyawan, sehingga dapat meningkatkan kualitas karyawan saat bekerja. Pemenuhan kebutuhan karyawan saat bekerja erat kaitannya dengan Quality of work life atau Kualitas Kehidupan Kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Kualitas Kehidupan Kerja dengan Keterikatan Kerja pada wartawan TV X Jakarta. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik convinience. Sampel penelitian ini adalah 80 wartawan yang menjabat sebagai correspondent, field producer, dan photo journalist. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Kualitas Kehidupan Kerja (27 aitem; α = 0,919) dan Skala Keterikatan Kerja (32 aitem; α = 0,933). Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi sederhana didapatkan hasil (rxy) = 0,345 dengan p = 0,002 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara variabel kualitas kehidupan kerja dengan keterikatan kerja. Kualitas kehidupan kerja memberikan sumbangan efektif sebesar 11,9% terhadap keterikatan kerja.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI AKADEMIKDENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA ANGAKATAN 2013 DIPLOMA III FAKULTAS TEKNIK JURUSAN KIMIA DAN SIPIL UNIVERSITAS DIPONEGORO
Pustika Mayangsari;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (161.134 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7608
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri akademik dengan penyesuaian diri pada Mahasiswa angkatan 2013 Diploma III Fakultas Teknik Jurusan Kimia dan Sipil Universitas Diponegoro. Populasipenelitian iniadalah 145mahasiswa angkatan 2013 Diploma III Fakultas Teknik Jurusan Kimia dan Sipil Universitas Diponegoro.Sampel penelitian berjumlah 80mahasiswa.Sampel diambil dengan menggunakan tekniksimple random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah Skala Psikologi, yaitu Skala PenyesuaianDiri(37 aitem valid, α = 0.874) dan SkalaEfikasiDiriAkademik(21 aitem valid, α = 0.849).Data yang diperolehberdasarkanhasilanalisisregresisederhana menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,443dengan p=0,000 (p
HUBUNGAN ANTARA KEMANDIRIAN DAN INTENSI MENCARI BANTUAN PADA ANGGOTA KOMUNITAS BACKPACKERS REGIONAL YOGYAKARTA - JAWA TENGAH
Intan Ratna Puri;
Sri Hartati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (234.165 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15231
Intensi mencari bantuan adalah suatu keinginan pada seseorang yang muncul karena adanya kebutuhan untuk mengekpresikannya dengan cara mencari bantuan dari pihak kedua yang berpotensi untuk memberikan solusi dari kebutuhan atau masalah yang sedang dihadapi. Kemandirian adalah kemampuan individu untuk mengambil keputusan, tindakan, dan berperilaku sesuai dengan kehendak serta memahami dan sanggup untuk menerima dan menanggung segala resiko dari tindakan yang telah dilakukan. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara kemandirian dan intensi mencari bantuan pada anggota komunitas backpacker, semakin tinggi kemandirian maka semakin tinggi intensi mencari bantuan, semakin rendah kemandirian maka semakin randah intensi mencari bantuan. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota Komunitas Backpackers Dunia Regional Yogyakarta-Jawa Tengah yang berusia antara 21 hingga 32 tahun. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 416 orang dan jumlah sampel yang digunakan 160 orang. Penelitian ini menggunakan Skala Intensi Mencari Bantuan yang terdiri dari 27 item (α = 0, 904) dan Skala Kemandirian yang berjumlah 25 item (α = 0,902). Subjek berjumlah 160 orang yang telah melakukan backpacking minimal satu kali dan dipilih melalui convinience sampling. Hasil analisis menggunakan teknik analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,514 (p< 0,001), maka dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan positif antara kemandirian dan intensi mencari bantuan pada anggota komunitas backpacker regional Yogyakarta-Jawa Tengah. Sumbangan efektif variabel variabel kemandirian terhadap variabel intensi mencari bantuan sebesar 26,4%.