cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN SIKAP TERHADAP HUBUNGAN SEKSUAL PRANIKAH PADA SISWA SMA NEGERI 8 PURWOREJO Devi Anggraeni; Zaenal Abidin; Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.705 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.5262

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan sikap terhadap hubungan seksual pranikah. Sikap terhadap hubungan seksual pranikah yaitu penilaian dalam diri individu yang memberi kesimpulan terhadap stimulus atau obyek, yang merupakan hasil interaksi dari komponen sikap terhadap segala aktivitas dan bentuk perilaku seksual yang dilakukan di luar ikatan perkawinan. Konsep diri merupakan evaluasi terhadap diri sendiri, serta penilaian individu terhadap pandangan orang lain pada dirinya yang berkaitan dengan hasil belajar dari pengalaman.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 8 Purworejo berjumlah 200 orang, dengan karakteristik yaitu laki-laki dan perempuan yang berusia antara 15-18 tahun. Sampel pada penelitian ini berjumlah 90 orang, yang diperoleh melalui cluster random sampling. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah skala sikap terhadap hubungan seksual pranikah (38 aitem valid, α=0,919) dan skala konsep diri (42 aitem valid, α=0,923), yang telah diuji cobakan pada 90 siswa kelas XI SMA Negeri 8 Purworejo.Analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisiensi korelasi sebesar -0,250 dan p=0,000 (p<0,05). Artinya terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara konsep diri dengan sikap terhadap hubungan seksual pranikah. Semakin tinggi konsep diri maka sikap semakin menolak terhadap hubungan seksual pranikah. Sumbangan efektif konsep diri terhadap sikap terhadap hubungan seksual pranikah sebesar 6,3%. Hal ini mengindikasikan bahwa ada faktor lain sebesar 93,7% yang juga ikut berperan mempengaruhi sikap terhadap hubungan seksual pranikah.
PENGALAMAN CAREGIVER DALAM MERAWAT ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI PENYAKIT GINJAL KRONIK Ahmad Naufal; Imam Setyawan
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.973 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.23442

Abstract

Mengambil peran sebagai seorang caregiver saat ada anggota keluarga yang sakit merupakan salah satu bentuk upaya keluarga menjalankan fungsinya dengan optimal. Merawat anggota keluarga yang mengalami penyakit ginjal kronik bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan motivasi, kesabaran, kemauan belajar, dan pengorbanan terhadap peran lain yang dijalankan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana pengalaman individu dalam merawat anggota keluarga yang menderita Penyakit Ginjal Kronik (PGK). Penelitian ini menggunakan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), pendekatan IPA dipilih karena memiliki prosedur analisis data yang terperinci. Prosedur tersebut bertitik fokus pada eksplorasi pengalaman yang diperoleh subjek melalui kehidupan pribadi dan sosialnya. Dari eksplorasi pengalaman subjek terhadap kehidupan, akan memunculkan makna dalam peristiwa unik yang dirasakan oleh subjek. Peneliti menggunakan teknik sampling purposive sebagai teknik sampling yang akan digunakan dalam penelitian ini. Dalam teknik purposive sampling, subjek ditentukan berdasarkan kriteria tertentu sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah ketiga subjek dalam pengambilan keputusan menjadi seorang caregiver keluarga karena merasa sebagai balasbudi, tanggungjawab dan sebagai cara menunjukkan rasa cinta terhadap anggota keluarga. Perubahan yang terjadi pada ketiga subjek merupakan dampak penyesuaian diri menjadi caregiver. Simpulan dari penelitian ini adanya perbedaan motivasi menjadi caregiver keluarga pada ketiga subjek, dampak perawatan berupa pengambilan keputusan untuk menghiri karir demi menjalani peran sebagai caregiver keluarga, pengambilan keputusan dan stres yang dialami oleh caregiver keluarga laki-laki dan perempuan memiliki gambaran yang berbeda.
HARGA DIRI DAN INTENSI MEMBELI PRODUK FASHION PADA MAHASISWI JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS Kartika Prasetyaningtyas; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.545 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14316

Abstract

Intensi atau niat merupakan tujuan untuk berbuat sesuatu. Intensi membeli didasari norma subjektif yang mempengaruhi harapan individu. Mahasiswi dengan harga diri rendah mencari pengakuan dan perhatian dari orang lain, salah satu cara yang dilakukan adalah membeli produk fashion agar penampilannya lebih menarik kemudian diterima lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara harga diri dengan intensi membeli produk fashion pada mahasiswi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis angkatan 2014 Universitas Diponegoro. Sampel penelitian berjumlah 65 orang, penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Data diambil dengan menggunakan Skala Intensi Membeli Produk Fashion dengan 28 aitem, dan Skala Harga Diri dengan 25 aitem. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Data yang diperoleh berdasarkan hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,557 dan p = 0,000 (p < 0,05), artinya terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara harga diri dengan intensi membeli produk fashion pada mahasiswi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis angkatan 2014 Universitas Diponegoro. Semakin tinggi harga diri maka semakin rendah intensi membeli produk fashionnya, dan sebaliknya semakin rendah harga diri maka semakin tinggi intensi membeli produk fashion yang dimiliki subjek. Sumbangan efektif harga diri terhadap intensi membeli produk fashion sebesar 31%. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa terdapat faktor-faktor lain sebesar 69% yang ikut mempengaruhi intensi membeli produk fashion yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN INTENSI TURNOVER PADA PEGAWAI PDAM TIRTA MOEDAL KOTA SEMARANG Yoga Aji Nugraha; Anita Listiara
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.369 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19989

Abstract

This study aims to determine the relationship between organizational climate with turnover intention on the employee PDAM Tirta Moedal Semarang City. Turnover intention is the individual’s desire to leave the company or organization. Organizational climate is the individual’s perception of his work environment, viewed, observed and perceived by individuals as members of the organization and then given meaning by individuals based on their interperetation of the environmental situation. The subject of research is 78 employees of PDAM Tirta Moedal Semarang City obtained with cluster random sampling technique. The measuaring instruments used in this research are turnover intention scale (25 items, α = .884) and organizational climate scale (45 aitem, α = .954). data analysis method used in this research is simple regression analysis. The results showed that there ws a significant negative relationship between organizational climate with turnover intention (r = -.758; p = .000; p <0.05). Organizational climate contributes 57.5% to turnover intentions.  
HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN MELAYANI DENGAN MOTIVASI KERJA PADA KARYAWAN PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH (BPD) CABANG KOORDINATOR SEMARANG Bagus Lubiarto; Unika Prihatsanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.459 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7502

Abstract

Kepemimpinan melayani diartikan sebagai pemimpin yang mau dengan ikhlas membantu, membimbing dan mengajarkan bawahannya atau karyawannya untuk berkembang baik bagi diri karyawan tersebut maupun bagi kemajukan perusahaan, sedangkan, motivasi Kerja diartikan dorongan untuk  menyelesaikan suatu tugas atau tantangan atau pekerjaan secara lebih baik dan lebih efisien dengan tujuan untuk mencapai standar keunggulan dan prestasi yang diinginkan.Subjek penelitian ini adalah karyawan tetap PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Cabang Koordinator Semarang. Sampel penelitian berjumlah 40 orang dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling (convenience sampling). Pengambilan data menggunakan skala motivasi kerja (24 aitem valid dengan α=0,938) dan skala kepemimpinan melayani (31 aitem valid dengan α=0,941Data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi antara kepemimpinan melayani dengan motivasi kerja rxy=0,520 dengan p=0,001 (p<0,05). Yang menunjukan bahwa terdapat hubungan positif antara kepemimpinan melayani dengan motivasi kerja karyawan PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Cabang Koordinator Semarang dapat diterima. Kepemimpinan melayani memberikan sumbangan efektif sebesar 27,1% pada motivasi kerja dan sebesar 72,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
KUTERIMA KEKURANGANKU (STUDI FENOMENOLOGIS DEKSRIPTIF TENTANG PENGALAMAN PSIKOLOGIS PENDERITA DIABETES MELLITUS PASCA-AMPUTASI) Grace Tabita Sonya Ruri; Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.775 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15213

Abstract

Penyakit Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi pada mata, jantung, ginjal, saraf, dan apabila tidak ditangani dengan tepat atau tidak secepatnya, penderita harus diamputasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengalaman psikologis penderita diabetes mellitus setelah menjalani amputasi. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan in-depth interview. Subjek berjumlah tiga orang dan didapatkan dengan menggunakan teknik purposif. Analisis pada penelitian ini menggunakan teknik eksplikasi data. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa ketiga subjek pada saat sebelum hingga sesudah amputasi memiliki pengalaman psikologis, seperti: pengambilan keputusan untuk diamputasi, yang mana ketiga subjek memutuskan untuk diamputasi karena adanya faktor internal dan faktor eksternal. Amputasi juga memengaruhi pandangan ketiga subjek akan kondisi fisiknya, yang mana ketiga subjek harus menerima kondisi fisiknya yang tidak sempurna seperti dulu. Ketiga subjek juga harus beradaptasi dengan lingkungannya maupun dengan kondisi fisiknya dalam menjalankan sehari-hari. Kondisi amputasi tersebut tak lepas dari adanya rasa rendah diri, maupun sulitnya beradaptasi dengan keluarga terkait dengan kondisi perekonomian keluarga yang mau tidak mau menjadi terhambat pada saat awal mula diamputasi. Ketiga subjek mengatasi perasaan dan hambatan tersebut dengan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan agar permasalahan yang mereka hadapi dapat mereka lewati.
HUBUNGAN ANTARA LEADER MEMBER EXCHANGE DENGAN SEMANGAT KERJA PADA KARYAWAN PT. APAC INTI CORPORA SEMARANG Dea Putri Rachmadhani; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.6 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15370

Abstract

Semangat Kerja adalah sikap individu terhadap pekerjaan dan lingkungan kerjanya yang menunjukkan rasa kegairahan dalam melaksanakan pekerjaan sehingga mendorong individu untuk bekerja secara lebih baik dan lebih produktif. Leader Member Exchange (LMX) adalah kualitas interaksi antara atasan dengan bawahan sehingga tercipta perasaan suka rela pada diri karyawan untuk dapat berkorban bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan Leader Member Exchange  dengan Semangat Kerja pada karyawan PT. APAC Inti Corpora Semarang. Subjek pada penelitian berjumlah 98 orang, yang diperoleh dengan teknik convenience sampling. Metode penggalian data dengan menggunakan dua skala psikologi: Skala Semangat Kerja (23 aitem valid, α = 0,89) dan Skala Leader Member Exchange (24 aitem valid, α = 0,90). Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antara Leader Member Exchange dengan Semangat Kerja (rxy= 0,56; p<0,001). Semakin tinggi Leader Member Exchange  maka semakin tinggi Semangat Kerja karyawan, dan sebaliknya. Sumbangan efektif Leader Member Exchange terhadap Semangat Kerja karyawan sebesar 30,9% dan sisanya sebesar 69,1% dijelaskan oleh faktor-faktor lain. Penelitian ini memperkuat temuan sebelumnya bahwa LMX berperan penting terhadap Semangat Kerja karyawan.
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOSOCIAL SAFETY CLIMATE DENGAN WORK ENGAGEMENT PADA KARYAWAN FRONTLINER PT BANK X TBK CABANG AREA Y Fauzia, Ferina Nissa; Nurtjahjanti, Harlina
Empati Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.434 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara psychosocial safety climate (PSC) dengan work engagement pada karyawan frontliner PT Bank X Cabang Area Y. Work engagement dibutuhkan dalam membentuk sumber daya manusia yang handal dan memiliki sikap kerja positif. Peran PSC dalam menciptakan suasana kerja yang kondusif dan nyaman sangat penting karena pada saat inilah kinerja frontliner dipertaruhkan untuk menciptakan image positif di mata nasabah agar sebuah bank dapat terus tumbuh dan berkembang. Jumlah populasi penelitian ini adalah 95 karyawan dengan sampel penelitian 76 karyawan yang terdistribusi pada 18 dari 21 kantor cabang, kantor cabang pembantu, dan kantor kas dengan menggunakan cluster sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua skala Psikologi model Likert, yaitu skala work engagement (28 aitem, α = 0,920) dan skala PSC (28 aitem, α = 0,926).Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi sederhana yang dibantu dengan program computer SPSS ver.17.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara psychosocial safety climate dengan work engagement pada karyawan frontliner PT Bank X Cabang Area Y dengan koefisien korelasi 0,570 dengan  p=0,000 (p<0,05). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpukan bahwa semakin positif PSC maka semakin tinggi work engagement. PSC memberikan sumbangan efektif sebesar 32,4% terhadap work engagement.
HUBUNGAN ANTARA WORK LIFE BALANCE DENGAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN PT. PERTANI (Persero) Dewi Shabrina; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.136 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work life balance dengan kepuasan kerja pada karyawan PT. Pertani (Persero). Kepuasan kerja adalah perasaan positif yang dirasakan oleh individu atas hasil pekerjaan yang dinilai penting. Work life balance adalah keseimbangan kehidupan kerja di mana seseorang terikat secara seimbang diantara tanggung jawab pekerjaan dan tanggung jawab dalam kehidupan. Populasi dalam penelitian ini adalah 110 karyawan dengan sampel 61 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience sampling. Alat ukur pada penelitian adalah Skala Kepuasan Kerja (40 aitem, α = .951), Skala Work Life Balance (31 aitem, α = .918). Analisis menggunakan regresi sederhana yang menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara work life balance dengan kepuasan kerja (r= .564;p=.000) (p<.05). Semakin tinggi work life balance maka semakin tinggi kepuasan kerja dan sebaliknya. Work life balance memberikan sumbangan positif sebesar 31,9% pada kepuasan kerja, sedangkan 68,1% dipengaruhi faktor lain yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini.
EFIKASI DIRI DAN MINAT BERWIRAUSAHA PADA PEGAWAI MASA PERSIAPAN PENSIUN DI PEMERINTAH KOTA CIREBON Thrias Wiharyanto Wardoyo; Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.446 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14363

Abstract

Melemahnya pertumbuhan perekonomian Indonesia berdampak pada berkurangnya lapangan kerja dan kebutuhan hidup yang meningkat. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan wirausaha-wirausaha baru agar dapat meningkatkan perekonomian. Berwirausaha dapat dilakukan oleh semua orang, tak terkecuali oleh pegawai negeri sipil yang telah memasuki masa persiapan pensiun. Minat berwirausaha adalah suatu keinginan atau ketertarikan untuk melakukan aktivitas bisnis atau menjalankan bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan minat berwirausaha pada pegawai masa persiapan pensiun di Pemerintah Kota Cirebon. Populasi penelitian adalah 138 pegawai masa persiapan pensiun di Pemerintah Kota Cirebon dan sampel penelitian berjumlah 95 orang dengan karakteristik sampel: salah satu pasangan tidak bekerja dan memiliki anak yang masih sekolah. Sampel ditentukan dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Efikasi Diri (28 aitem, α = 0,918) dan Skala Minat Berwirausaha (28 aitem, α = 0,901). Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dengan minat berwirausaha (rxy = 0,747 dengan p < 0,001), yang berarti bahwa semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi minat berwirausaha. Efikasi diri memberikan sumbangan efektif sebesar 55,7% terhadap minat berwirausaha. Pemerintah Kota Cirebon dapat meningkatkan minat berwirausaha pada pegawai masa persiapan pensiun dengan cara meningkatkan efikasi diri dibidang wirausaha.

Page 54 of 146 | Total Record : 1454


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue