Jurnal EMPATI
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Articles
1,454 Documents
HUBUNGAN ANTARA KONFLIK PERAN GANDA DENGAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA WANITA YANG BEKERJA SEBAGAI PENYULUH DI KABUPATEN PURBALINGGA
Ade Tri Wijayanti;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (230.002 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15202
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik peran ganda dengan kepuasan pernikahan pada wanita yang bekerja sebagai penyuluh di Kabupaten Purbalingga. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita yang bekerja sebagai penyuluh di Kabupaten Purbalingga yang sudah menikah dan memiliki minimal 1 anak. Subjek penelitian sebanyak 61 orang dengan menggunakan convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Konflik Peran Ganda yang terdiri dari 42 aitem dengan α=0,941. Skala Kepuasan Pernikahan terdiri dari 42 aitem dengan α=0,947. Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan rxy= -0,558 dengan p=0,000 (p<0,001), artinya hipotesis dapat diterima yaitu ada hubungan negatif antara konflik peran ganda dengan kepuasan pernikahan pada wanita yang bekerja sebagai penyuluh di Kabupaten Purbalingga. Konflik peran ganda memberikan kontribusi efektif sebesar 31,2 % pada kepuasan pernikahan.
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOLOGICAL CAPITAL DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA KARYAWAN PT. PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA TENGAH DAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Francisca Aully Adestyani;
Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (223.745 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.5248
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychological capital dengan organizational citizenship behavior pada karyawan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Psychological capital diartikan sebagai kapasitas psikologis individu yang berkembang secara positif yang memiliki karakteristik efikasi diri, optimisme, harapan dan resiliensi, sedangkan organizational citizenship behavior diartikan perilaku diluar kewajiban formal karyawan, dilakukan secara sukarela dan berkelanjutan, yang akan meningkatkan produktivitas dan efektivitas perusahaan. Subjek penelitian ini adalah karyawan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sampel penelitian berjumlah 72 orang dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Pengambilan data menggunakan skala organizational citizenship behavior (28 aitem valid dengan α=0,920) dan skala psychological capital (24 aitem valid dengan α=0,869) yang telah diujicobakan pada 33 karyawan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi antara psychological capital dengan organizational citizenship behavior rxy=0,744 dengan p=0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan positif antara psychological capital dengan organizational citizenship behavior karyawan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dapat diterima. Psychological capital memberikan sumbangan efektif sebesar 55,3% pada organizational citizenship behavior dan sebesar 44,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DENGAN KOMPETENSI INTERPERSONAL SISWA YANG MENJADI PENGURUS OSIS DI SMA NEGERI WILAYAH KAB.BOYOLALI
Nurulitasari Nurulitasari;
Frieda NRH
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (245.487 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.23433
Kematangan emosi mengarah kepada kondisi seseorang yang telah mencapai tingkat kedewasaan secara emosional. Kematangan emosi ditandai oleh pengendalian emosi yang lebih baik sehingga tidak lagi meledakkan emosi di depan orang lain melainkan menunggu waktu dan tempat yang tepat untuk merespons emosi secara stabil. Kematangan emosi secara teoritis diasumsikan dapat memengaruhi kompetensi interpersonal individu. Kompetensi interpersonal adalah kemampuan yang dimiliki oleh individu dalam menjalin komunikasi dan interaksi secara efektif agar tercipta hubungan antarpribadi yang memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan kompetensi interpersonal siswa yang menjadi pengurus OSIS di SMA Negeri Wilayah Kab.Boyolali. Populasi dalam penelitian ini adalah pengurus OSIS yang bersekolah di SMA Negeri wilayah Kab.Boyolali. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 171siswa dengan teknikcluster random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala yaitu Skala Kompetensi Interpersonal (26 aitem α = 0,877) dan Skala Kematangan Emosi (29 aitem α = 8,90). Berdasarkan teknik analisis regresi sederhana menunjukkan hasil koefisien korelasi rxy = 0,513 dengan p = .000 (p<0,05). Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kematangan emosi dengan kompetensi interpersonal, dengan sumbangan efektif sebesar 26,3%.
MANIFESTASI AJARAN SAMIN PADA KEHIDUPAN PENGANUTNYA: Studi Kualitiatif Fenomenologi pada penganut ajaran Samin di Blora
Afriasta Mars Radendra;
Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (189.766 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.13670
Ajaran samin menurut sejarahnya merupakan salah satu bentuk perlawanan pasif terhadap penjajahan Belanda. Penganut ajaran Samin dapat memaknai pengalamannya mengikuti ajaran tersebut. Ajaran Samin dihayati oleh para penganutnya sebagai ajaran keluhuran budi dan persaudaraan. Penelitian ini bermaksud memahami pengalaman terkait dengan ajaran Samin pada kehidupan penganutnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan teknik eksplikasi data. Subjek penelitian berjumlah tiga orang penganut ajaran Samin di desa Klopoduwur, Blora. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para penganut ajaran Samin menginternalisasi ajaran Samin dan dimanifestasikan dalam pandangan hidup dan sikap. Sebagai penganut ajaran Samin, terkadang mempunyai kendala maupun tantangan yang berasal dari dalam diri maupun dari masyarakat umum, namun kendala dan tantangan tersebut tidak membuat penganut ajaran Samin untuk meninggalkan ajaran Samin. Dalam kehidupan sehari-hari, penganut ajaran Samin mengamalkan ajaran Samin dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan sosial. Penganut ajaran Samin dalam penelitian ini mempunyai harapan bahwa ajaran Samin dapat dimanfaatkan dan disebarluaskan, karena merupakan ajaran yang luhur.
EFEKTIVITAS TERAPI EMPATI UNTUK MENURUNKAN PERILAKU BULLYING PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR
Fatimatuzzahro, Adinar;
Suseno, Miftahun Ni’mah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2017.19767
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan terapi empati dalam menurunkan perilaku bullying pada anak usia sekolah dasar dan untuk menanggulangi permasalahan perilaku bullying sejak dari pendidikan dasar (Sekolah Dasar) dengan terapi empati. Subjek dalam penelitian ini adalah empat siswa berusia 10-12 tahun dan memiliki skor kecenderungan perilaku bullying dari sedang sampai tinggi. Desain yang digunakan adalah one group pre-test- post-test. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan skala kecenderungan perilaku bullying yang disusun oleh peneliti. Metode analisis data yang digunakan dengan menggunakan teknik Wilcoxon Signed Rank Test untuk menguji perbedaan skor data pre test dan post test. Hasil analisis menunjukan nilai p sebesar 0.001. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terapi empati efektif untuk menurunkan perilaku bullying pada anak usia sekolah dasar.
STRATEGI GURU MENANGANI PERILAKU BERMASALAH SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI KELAS REGULER
Nugraheni, Theresia Nadia;
Hartati, Sri;
Ariati, Jati
Empati Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi
Publisher : Empati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (40.061 KB)
Guru yang menangani siswa berkebutuhan khusus di sekolah reguler perlu memahami kondisi siswa berkebutuhan khusus. Tiap siswa berkebutuhan khusus perlu pendekatan yang berbeda agar dapat mengikuti proses pembelajaran di kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran menyeluruh dari strategi guru menangani perilaku bermasalah siswa berkebutuhan khusus di kelas reguler.     Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek terdiri dari dua guru yang mengajar siswa berkebutuhan khusus di kelas reguler pada sekolah nasional berbahasa Inggris. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumen. Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif     Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara guru menangani perilaku bermasalah siswa berkebutuhan khusus terbagi menjadi dua bagian. Pertama dengan melakukan pendekatan pada siswa, seperti mengajak berbincang siswa diwaktu luang, memberi peringatan jika siswa melanggar peraturan dan mengajak siswa untuk terlibat dalam pembelajaran. Guru juga berkomunikasi dengan sesama guru yang mengajar siswa berkebutuhan khusus, orang tua dan shadow teacher. Kedua, guru menggunakan alat bantu berupa achievement chart, character chart dan poin happy face dan sad face di kelas sebagai motivasi bagi siswa. Strategi penggunaan chart yang digunakan oleh guru di sekolah nasional berbahasa Inggris mungkin berhasil dilakukan karena guru juga memberikan hadiah selain pemberian stiker.
PENGALAMAN MENJADI CAREGIVER ANAK TUNAGANDA: INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS
EMILIANA MILKA NURMALITA;
Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (199.944 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.26526
Mengasuh anak tunaganda merupakan hal yang jarang diminati individu untuk dijadikan karir, karena sulit untuk mengasuh anak-anak yang menderita gabungan dari dua atau lebih kelainan/kecacatan dalam segi fisik, mental, emosi dan sosial. Individu yang bekerja untuk mengasuh anak tunaganda bisa disebut sebagai caregiver, yaitu seseorang yang menyediakan bantuan dalam kegiatan dasar dalam kehidupan sehari-hari kepada orang yang tidak bisa melakukan aktivitas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman menjadi caregiver anak tunaganda. Pemilihan partisipan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria caregiver anak tunaganda di Panti Asuhan Cacat Ganda (PACG) Bhakti Asih dan memiliki usia kerja lebih dari 5 tahun. Penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur untuk mengambil data, dan menggunakan interpretative phenomenological analysis untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga tema induk, yaitu (1) keinginan bekerja di Panti Asuhan Cacat Ganda (PACG), yang meliputi keinginan membantu anak-anak dan panggilan bekerja di PACG, (2) emosi yang dirasakan ketika bekerja, yang meliputi kesenangan dan tantangan dalam bekerja, serta dampak bekerja di PACG, (3) upaya untuk bertahan kerja, yang meliputi upaya menikmati pekerjaan dan dukungan dalam bekerja.
PERSEPSI TERHADAP KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL DAN STRES KERJA PADA DRIVER PT. MULTI BINATRANSPORT
Nirmala, Fitria;
Fauziah, Nailul
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (333.357 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15058
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara persepsi terhadap kepemimpinan transaksional dengan stres kerja pada Driver Trailer PT. Multi BinaTransport. Subjek dalam penelitian ini adalah semua driver pada PT. Multi Binatransport yang berjumlah 60 orang, sampel diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala psikologi berupa Skala Stres Kerja (29 aitem valid, α = 0,912) dan Skala Persepsi Terhadap Kepemimpinan Transaksional (25 aitem valid, α = 0,884). Hasil dari penelitian ini menunjukkan koefisien korelasi rxy = -0,328 dengan p = 0,011 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan negatif antara persepsi terhadap kepemimpinan transaksional dengan stres kerja. Semakin positif persepsi terhadap kepemimpinan transaksional maka semakin rendah stres kerja pada karyawan begitupun sebaliknya. Persepsi terhadap kepemimpinan transaksional memberikan sumbangan efektif sebesar 10,7 % pada stres kerja dan 89,3% ditentukan oleh faktor-faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN INTENSI CYBERLOAFING PADA PEGAWAI DINAS X PROVINSI JAWA TENGAH
Suci Laria Sari;
Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (308.89 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21678
Penggunaan internet yang semakin meluas memberikan dampak negatif bagi menurunnya produktivitas pegawai disebabkan adanya penggunaan internet yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan yang disebut cyberloafing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan intensi cyberloafing pada pegawai Dinas X Provinsi Jawa Tengah. Kontrol diri adalah kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa ke arah konsekuensi positif. Intensi cyberloafing adalah niat untuk menggunakan internet melalui gadget, komputer, milik pribadi atau instansi untuk tujuan pribadi saat jam kerja di tempat kerja. Populasi dalam penelitian ini adalah 120 pegawai dan sampel dalam penelitian adalah 60 pegawai. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Kontrol Diri (22 aitem, α = 0,880) dan Skala Intensi Cyberloafing (25 aitem, α = 0,949). Analisis regresi sederhana menunjukkan nilai rxy = 0,566 dan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan intensi cyberloafing. Semakin tinggi kontrol diri, maka semakin rendah intensi cyberloafing dan sebaliknya. Kontrol diri memberikan sumbangan efektif sebesar 32% dalam mempengaruhi intensi cyberloafing, sedangkan sisanya sebesar 68% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY INTELLIGENCE DENGAN KOMITMEN ORGANISASI DALAM MEMULIHKAN CITRA KEPOLISIAN PADA ANGGOTA SAT LANTAS POLRESTABES SEMARANG
Pratidya Cantika Maharani Negara;
Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2015.12959
Citra polisi di mata masyarakat pada saat ini perlu adanya suatu perbaikan karena kurangnya kepercayaan masyarakat pada pihak polisi. Komitmen organisasi dalam memulihkan citra kepolisian merupakan suatu upaya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat pada korps kepolisian. Adversity intelligence merupakan kemampuan anggota kepolisian untuk mengubah hambatan menjadi suatu peluang keberhasilan mencapai tujuan yang pada saat ini untuk mengambil kembali kepercayaan masyarakat kepada korps kepolisian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara adversity intelligence dengan komitmen organisasi dalam memulihkan citra kepolisian. Subjek penelitian adalah anggota polisi di Sat Lantas POLRESTABES Semarang. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan sampel berjumlah 100 anggota polisi. Pengambilan data penelitian menggunakan 2 skala psikologi, yaitu skala komitmen organisasi dalam memulihkan citra kepolisian (31 aitem dengan rix = 0,902) dan skala adversity intelligence (33 aitem dengan rix = 0,860). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi adversity intelligence terhadap komitmen organisasi dalam memulihkan citra kepolisian sebesar 0,725 dengan p = 0,000 (p<0,05). Nilai korelasi tersebut menunjukkan arah hubungan yang positif dan signifikan antara variabel adversity intelligence dengan komitmen organisasi dalam memulihkan citra kepolisian, sehinga hipotesis penelitian ini dapat diterima. Koefisien determinasi sebesar 0,525 memberi pengertian bahwa adversity intelligence memberikan sumbangan efektif sebesar 52% terhadap komitmen organisasi dalam memulihkan citra kepolisian dan 48% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini.