cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
HUBUNGAN ANTARA KEBERFUNGSIAN KELUARGA DENGAN PENGUNGKAPAN DIRI REMAJA TERHADAP ORANGTUA PADA SISWA SMA KRISTA MITRA SEMARANG Nensy Juliyanti; Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.403 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7604

Abstract

Pengungkapan diri remaja terhadap orangtua merupakan tindakan sengaja dan sukarela yang dilakukan remaja untuk memberitahukan informasi pribadi kepada orangtua. Keberfungsian keluarga adalah derajat dari tidak efektif hingga paling efektif keluarga dari pengelolaan aktivitas dan peranan anggota keluarga untuk mencapai pemenuhan kebutuhan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara keberfungsian keluarga dengan pengungkapan diri remaja terhadap orangtua pada siswa SMA Krista Mitra Semarang. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara keberfungsian keluarga dengan pengungkapan diri remaja terhadap orangtua. Populasi dalam penelitian adalah siswa SMA Krista Mitra Semarang dengan jumlah sampel penelitian sebanyak123 siswa kelas X dan XI. Alat pengumpul data dalam penelitian adalah Skala Pengungkapan Diri Remaja terhadap Orangtua (37 aitem, α= 0,918), dan Skala Keberfungsian Keluarga (42 aitem, α= 0,939), yang telah diujicobakan pada 54 siswa SMA Krista Mitra Semarang. Hasil dari analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,722pada p=0,000 (p
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN ORGANISASI DENGAN KETERIKATAN KERJA PADA KARYAWAN PT. X DI BOGOR Ramdhani, Gita Fedora; Sawitri, Dian Ratna
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.94 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15211

Abstract

Karyawan memiliki peran yang besar dalam berjalannya sebuah perusahaan. Karyawan yang memiliki tingkat keterikatan kerja yang tinggi akan menunjukkan performa terbaik dalam bekerja. Keterikatan kerja adalah suatu kemampuan karyawan yang optimal dan bersifat positif yang berkaitan dengan pemenuhan kerja.Di sisi lain, keberadaan karyawan tidak lepas dari adanya dukungan organisasi. Dukungan organisasi adalah keyakinan yang dimiliki oleh anggota organisasi atau karyawan tentang sejauh mana organisasi atau perusahaan menilai kontribusi, memberi dukungan, dan peduli dengan kesejahteraan karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan organisasi dengan keterikatan kerja pada karyawan PT. X di Bogor. Subjek penelitian ini adalah karyawan tetap PT. X di Bogor, dengan masa kerja minimal satu tahun. Sampel penelitian berjumlah 38 orang dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Pengambilan data menggunakan Skala Dukungan Organisasi (21 aitem valid; α=.89) dan Skala Keterikatan Kerja (28 aitem valid; α=.93) yang telah diujicobakan pada 31 orang karyawan PT. X di Bogor. Hasil uji analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan organisasi dengan keterikatan kerja yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi rxy=.43 (p<.01). Semakin besar dukungan organisasi, maka semakin tinggi keterikatan kerja karyawan. Dukungan organisasi memberikan sumbangan efektif sebesar 18% pada keterikatan kerja. Subjek penelitian dapat mempertahankan keterikatan kerjanya dan perusahaan perlu memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keterikatan kerja, seperti job resources (sumber pekerjaan) dan job demands (tuntutan pekerjaan). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi pendukung bagi peneliti selanjutnya.
HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN PROBLEMFOCUSED COPING PADA SANTRI MADRASAH ALIYAH PONDOK PESANTREN AL BURHAN HIDAYATULLAH Efi Wulansari; Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.353 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.5255

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan problem focused copingpada santri Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al Burhan Hidayatullah. Problem focused coping adalah usaha individu yang berorientasi pada pemecahan atau penyelesaian masalah dengan cara menghadapi langsung sumber masalah, serta mengubahsituasi yang menimbulkan masalah dengan melakukan tindakan yang konstruktif dan mempelajari cara-cara atau keterampilan baru.Self efficacy merupakan suatu keyakinan individu akan kemampuan atau kompetensi yang dimiliki dalam melaksanakan pekerjaan atau tugas pada situasi tertentu sehingga akan memperoleh hasil yang diharapkan. Penelitian dilakukan pada santri Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al Burhan Hidayatullah. Enam kelas populasi penelitian, melalui metode cluster random samplingdidapatkan sampel penelitian sejumlah tiga kelas, yaitu satu kelas putri dan dua kelas putra. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah skala self efficacyyang berjumlah21 aitem valid(koefisien reliabilitas= 0,895) dan skala problem focused coping yang berjumlah45aitem valid (koefisien reliabilitas= 0,950).Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan rxy = 0,749 dengan p= 0,000 (p<0,05). Nilai rxy positif menunjukkan bahwa arah hubungan kedua variabel adalah positif, yaitu semakin tinggi self efficacy maka semakin tinggi pula problem focused copingpada santri Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al Burhan Hidayatullah. Hal itu berlaku pula sebaliknya, semakin rendah self efficacy maka semakin rendah pula problem focused coping pada santri Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al Burhan Hidayatullah. Sumbangan efektif self efficacy terhadap problem focused coping pada santri Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al Burhan Hidayatullah sebesar 56,1%.
KECANDUAN SMARTPHONE DITINJAU DARI KONTROL DIRI DAN JENIS KELAMIN PADA SISWA SMA MARDISISWA SEMARANG Tri Mulyati; Frieda NRH
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.34 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.23438

Abstract

Kecanduan smartphone secara garis besar adalah ketergantungan atau kecenderungan seseorang dalam menggunakan smartphone secara terus menerus tanpa menghiraukan dampak negatifnya. Penggunaan tersebut dapat memberikan rasa sangat menyenangkan, menimbulkan kecemasan dan stres ketika kebutuhan smartphone tidak terpenuhi. Kontrol diri adalah kemampuan individu dalam mengendalikan tingkah laku dan menahan keinginan yang muncul dari dalam diri sehingga mampu mengambil suatu tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan kecanduan smartphone, serta melihat perbedaan kecanduan smartphone berdasarkan jenis kelamin pada siswa kelas X dan XI SMA Mardisiswa Semarang. Populasi berjumlah 224 siswa dengan sampel 152 siswa berdasarkan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala kontrol diri (29 aitem α = 0,900), skala kecanduan smartphone (32 aitem α = 0.911) dan data mengenai jenis kelamin diperoleh melalui lembar skala pada kolom identitas. Hasil analisis regresi sederhana diperoleh nilai (rxy = -0,410 dengan p = 0,000 (p < 0,05), artinya terdapat hubungan negatif yang signifikan antara variabel kontrol diri dengan kecanduan smartphone. Semakin tinggi kontrol diri individu maka kecanduan smartphone semakin rendah, sebaliknya, semakin rendah kontrol diri individu maka kecanduan smartphone semakin tinggi. Kontrol diri memberikan sumbangan efektif sebesar 16,8% terhadap variabel kecanduan smartphone. Hasil analisis independent sample t-test diperoleh koefisien t sebesar -2.240 dengan p = 0,027 (p < 0,05). Berarti bahwa terdapat perbedaan kecanduan smartphone yang signifikan berdasarkan jenis kelamin. Perempuan memiliki nilai rata-rata kecanduan smartphone lebih tinggi yaitu sebesar 82.25 dibandingkan dengan laki-laki yaitu sebesar 77,92.
KECERDASAN EMOSI DAN KONFLIK PERAN GANDA PADA DOSEN WANITA DI UNIVERSITAS DIPONEGORO Fatimah Al Shofa; Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.381 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14312

Abstract

Dosen wanita yang telah menikah dan berkeluarga, mempunyai peran ganda, yaitu peran sebagai dosen dan peran sebagai ibu rumah tangga. Tuntutan peran di satu bidang mengganggu tuntutan peran di bidang lainnya. Kecerdasan emosional dibutuhkan untuk memotivasi diri sendiri dan dapat bertahan menghadapi frustasi sehingga dapat mengatasi emosi negatif yang muncul dan mengurangi terjadinya konflik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kecerdasan emosional dengan konflik peran ganda pada dosen wanita yang sudah berkeluarga. Populasi dalam penelitian ini adalah dosen wanita di Universitas Diponegoro. Sampel penelitian berjumlah 80 orang dosen wanita yang sudah berkeluarga dan minimal memiliki satu orang anak yang diperoleh melalui teknik sampling cluster random sampling. Alat pengumpul data yang digunakan adalah Skala Konflik Peran Ganda (23 aitem; α = 0,836) dan Skala Kecerdasan Emosi (27 aitem; α = 0,868). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan terdapat hubungan negative yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan konflik peran ganda (r = -0,541; p < 0,001). Sumbangan efektif kecerdasan emosi terhadap konflik peran ganda sebesar 29,3%. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa terdapat faktor-faktor lain sebesar 70,7% yang ikut mempengaruhi konflik peran ganda yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN PROKRASTINASI MENGHAFAL AL-QUR’AN PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN MODERN ISLAM ASSALAAM SURAKARTA Hermit Arsita Wiyarti; Imam Setyawan
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.309 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19985

Abstract

The process of memorizing Al-Qur’an often become a phase full of obstacles that cause stress. The delay in completing memorization of Al-Qur’an is called procrastination on memorizing Al-Qur’an, which is done to avoid stressful situations. Peer social support is one of the factors that can reduce the negative effects of stress so that the process of memorizing Al-Qur’an can run smoothly. This study aims to determine the relationship between peer social support with procrastination on memorizing Al-Qur’an among student at Modern Islamic Boarding School Assalaam Surakarta.The sample of research was 161 students of Modern Islamic Boarding School Assalaam Surakarta which was taken by using simple random sampling technique. The data were collected using two psychological scales, Procrastination on Memorizing Al-Qur’an Scale (35 valid items, α = 0,919) and Peer Social Support Scale (54 valid items, α = 0,969). Data analysis used statistical non parametric Spearman’s Rho to see the relationship between the two variables.The results of this study showed a coefficient correlation of -0,335 with a significance value of  0,000 (p<0,05). These results indicate that there is a negative and significant relation between peer social support with procrastination on memorizing Al-Qur’an among student in Modern Islamic Boarding School Assalaam Surakarta, which is mean hypothesis proposed by researcher is accepted. The higher peer social support is likely to lead to lower procrastination on memorizing Al-Qur’an. Conversely, the lower peer social support is likely to lead to higher procrastination on memorizing Al-Qur’an.
PENGARUH METODE COOPERATIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA TINGKAT DELAPAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Ana Caesaria Nurwidya Mushlihah; Tri Puji Astuti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.973 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7498

Abstract

Pelajaran matematika dirasa lebih berat dibanding pelajaran lain oleh sebagian siswa. Berbagai metode belajar dikembangkan untuk dapat meningkatkan prestasi belajar matematika, siswa, salah satunya adalah metode cooperative learning. Cooperative learning merupakan metode pembelajaran yang dilakukan dengan cara para siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk mencapai tujuan bersama dan membantu satu sama lain belajar (Ormrod, 2009, h.187). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh metode cooperative learning untuk meningkatkan prestasi belajar matematika pada siswa tingkat delapan sekolah menengah pertama.Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuasi eksperimen dengan desain nonrandomized pretest-posttest control group design. Subjek penelitian merupakan siswa tingkat delapan sekolah menengah pertama yang belum pernah mendapat perlakuan berupa metode cooperative learning dalam materi sistem persamaan linear dua variabel dengan metode substitusi. Penelitian ini menggunakan kelompok eksperimen sebanyak 30 siswa dan kelompok kontrol sebanyak 31 siswa. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes prestasi tertulis berupa recall test berbentuk item soal.Uji hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test diperoleh hasil sebesar 0,000 < α (0,05). Artinya terdapat perbedaan prestasi belajar antara sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok eksperimen. Uji hipotesis Independent Sample Mann-Whitney diperoleh hasil sebesar 0,000 < α (0,05). Artinya terdapat perbedaan prestasi belajar antara kelompok eksperimen dan kontrol. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa metode cooperative learning dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pelajaran matematika.
GAYA KEPEMIMPINAN MELAYANI DAN KESIAPAN UNTUK BERUBAH PADA KARYAWAN BPJS KETENAGAKERJAAN Nurul Fathia Mahessa; Frieda NRH
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.183 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan melayani dengan kesiapan untuk berubah pada karyawan BPJS Ketenagakerjaan. Kesiapan untuk berubah merupakan kesiapan secara mental, psikologis dan fisik untuk menghadapi perubahan serta adanya kepercayaan, sikap dan intensi untuk berpartisipasi dalam proses perubahan organisasi. Gaya kepemimpinan melayani adalah penilaian bawahan terhadap pemimpin yang melayani bawahan melalui kemampuan untuk mempengaruhi, pemberian motivasi, perhatian dan mendengarkan masalah yang dialami oleh bawahan, mendorong perubahan besar pada bawahan, serta meletakkan kepentingan bawahan diatas kepentingan pemimpin. Subjek penelitian sejumlah 24 orang karyawan BPJS Ketenagakerjaan. Teknik sampling yang digunakan adalah Convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala kesiapan untuk berubah (27 aitem, α = .92) dan Skala gaya kepemimpinan melayani (37 aitem, α = .96). Metode analisis data yang digunakan adalah Spearman’s Rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara gaya kepemimpinan melayani dengan kesiapan untuk berubah (r = .53; p < .008), yang berarti bahwa semakin positif gaya kepemimpinan melayani maka akan semakin tinggi kesiapan untuk berubah. Gaya kepemimpinan melayani memberikan sumbangan efektif sebesar 51% terhadap kesiapan untuk berubah.
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PEMBELIAN GADGET PADA MAHASISWA TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS DIPONEGORO Bagas Tripambudi; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.01 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21683

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan perilaku konsumtif pembelian gadget pada mahasiswa jurusan teknik industri Universitas Diponegoro. Perilaku konsumtif pembelian gadget adalah tindakan individu dalam menggunakan gadget yang bukan lagi berdasarkan kebutuhan melainkan hasrat keinginan yang didominasi oleh faktor emosi yang sifatnya berlebihan untuk mencapai kepuasan maksimal dan kesenangan dalam menggunakan gadget sehingga menimbulkan pemborosan. Kontrol diri adalah Kemampuan individu dalam mengendalikan tingkah laku, menahaan godaan  yang muncul baik dalam diri sendiri ataupun dari luar sehingga dapat mengambil tindakan nyata terhadap suatu permasalahan yang terjadi, berpikir positif, melakukan antisipasi terhadap peristiwa yang akan terjadi, serta menentukan keputusan atau sikap dari alternatif yang ada sehingga memberikan dampak yang positif bagi diri sendiri maupun lingkungan. Populasi penelitian yaitu mahasiswa jurusan teknik industri Universitas Diponegoro, mahasiswa aktif angkatan 2014, 2015, 2016, berjenis kelamin laki – laki dan perempuan, mahasiswa jurusan teknik industri berusia berkisar 18 – 21 tahun. Sampel penelitian ini berjumlah 207 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan skala kontrol diri (26 aitem valid dengan koefisien reliabilitas 0.935) dan skala perilaku konsumtif pembelian gadget (26 aitem valid dengan koefisien reliablitas 0.895). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan perilaku konsumtif pembelian gadget (rᵪᵧ= -0,207; p=0,003). Semakin tinggi kontrol diri maka semakin rendah perilaku konsumtif pembeli gadget, dan semakin rendah kontrol diri maka semakin tinggi pula perilaku konsumtif pembelian gadget. Kontrol diri memberikan sumbangan efektif sebesar 4,3% terhadap perilaku konsumtif pembelian gadget.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH REMAJA DI SMA NEGERI 2 UNGARAN Dwi Hersinta Putri; Kartika Sari Dewi
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2015.12971

Abstract

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual pranikah adalah pengetahuan, meningkatnya libido seksual, media informasi, norma agama, orangtua, dan pergaulan semakin bebas (Sarwono, 2003). Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa faktor religiusitas, faktor hubungan orangtua-remaja, dan faktor tekanan teman sebaya mempengaruhi perilaku seksual pranikah, serta mendapatkan faktor dominan dari ketiganya. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 384 siswa kelas 10 SMA Negeri 2 Ungaran yang berusia 14-18 tahun. Sampel penelitian berjumlah 134 siswa (dengan jumlah siswa laki-laki sebesar 44.7%) yang ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan empat buah Skala Psikologi, yaitu Skala Religiusitas (30 aitem valid, α = 0,862), Skala Hubungan Orangtua-remaja (20 aitem valid, α = 0,873), Skala Tekanan Teman Sebaya (17 aitem valid, α = 0,841), dan Skala Perilaku Seksual Pranikah (18 aitem valid, α = 0,862). Hasil yang diperoleh berdasarkan hasil analisis faktor konfirmatori menunjukkan bahwa ketiga faktor mempengaruhi perilaku seksual pranikah, dengan rincian faktor religiusitas (72,4%), faktor hubungan orangtua-remaja (61,4%) dan faktor tekanan teman sebaya (65,3%). Faktor religiusitas menjadi faktor yang dominan diantara ketiga faktor dalam mempengaruhi perilaku seksual pranikah remaja di SMA Negeri 2 Ungaran.

Page 67 of 146 | Total Record : 1454


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue