Jurnal EMPATI
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Articles
1,454 Documents
PENGALAMAN BIKSU DALAM MEMPRAKTIKKAN MINDFULNESS (SATI/ KESADARAN PENUH)
Ayu Rahmawati Tirto;
Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (358.541 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.14904
Mindfulness merupakan suatu latihan spiritual yang berkembang di dunia barat dan menjadi terapi-terapi psikologis semenjak tahun 1970-an (Young, 2013; Silarus, 2013). Mindfulness bersumber utama dari tradisi Buddha, yaitu definisi dari istilah ‘sati’ (Mace, 2008). Penelitian ini ingin melihat bagaimana biksu, sebagai pelaku spiritual agama Buddha, memaknai praktik mindfulness Buddhisme (sati/ kesadaran penuh). Tujuan penelitian ini adalah memahami makna praktik mindfulness bagi biksu dalam kehidupannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian fenomenologi. Metode fenomenologi digunakan karena berpusat pada keunikan pengalaman subjek sebagai sumber data tunggal. Teknik analisis yang digunakan adalah Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). IPA digunakan karena tahap-tahap analisisnya yang membuat peneliti dapat menginterpretasikan data secara unik, rinci serta mendalam. Subjek yang berpartisipasi dalam penelitian ini sebanyak dua orang, yang merupakan biksu-biksu dari kota Semarang dan Ampel. Subjek dipilih berdasarkan kriteria sebagai berikut: telah menjadi biksu selama 2 tahun atau lebih, mempelajari dan berlatih mindfulness serta menerapkannya dalam keseharian. Penggalian data digunakan dengan teknik wawancara semi-terstruktur. Peneliti menemukan bahwa selama proses menemukan makna praktik mindfulness, kedua subjek melalu tahapan yang terdiri dari: (1) dinamika perjalanan menuju pandangan terang; (2) pemaknaan konsep mindfulness; dan (3) penghayatan mindfulness dalam kehidupan. Penelitian ini sampai pada kesimpulan bahwa makna praktik mindfulness bagi biksu adalah sebuah sarana untuk dapat mengembangkan diri menuju kebijaksanaan. Setiap subjek menjalani berbagai pengalamannya untuk mencapai tujuan tertinggi agama Buddha yaitu memperoleh pembebasan. Peneliti juga menemukan adanya peran guru selama proses latihan dan fleksibilitas bertindak sebagai hasil dari latihan mindfulness yang akhirnya membuat subjek lebih bisa menghadapi kehidupan secara efektif.
KETIKA ANAKKU “TAK SAMA”: INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS TENTANG PENGALAMAN AYAH MENGASUH ANAK DOWN SYNDROME
Fiona Salsabila;
Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (339.762 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.20140
Ayah bertugas mencari nafkah di dalam keluarga yang juga memiliki tugas penting sebagai pelindung dan pemberi kasih sayang (Lamb, 2010). Tugas ayah menjadi semakin kompleks dalam keluarga yang memiliki anak down syndrome karena anak down syndrome merupakan anak berkebutuhan khusus yang memiliki kebutuhan berbeda dari anak pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara lebih mendalam mengenai pengalaman ayah dengan anak down syndrome. Subjek dalam penelitian berjumlah empat orang ayah yang diambil berdasarkan karakteristik khusus yang telah ditetapkan. Karakteristik subjek dalam penelitian yaitu laki-laki dengan rentang usia dewasa awal hingga dewasa madya yang telah menjadi ayah dan memiliki anak dengan down syndrome. Teknik yang digunakan dalam pencarian subjek adalah purposive karena merupakan teknik yang didasarkan pada ciri yang dimiliki oleh subjek dan telah dipilih berdasarkan ciri subjek yang sesuai dengan tujuan penelitian yang hendak dilakukan (Herdiansyah, 2012). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu interpretative phenomenological analysis (IPA) yang berfokus pada pengalaman subjek melalui kehidupan pribadinya dengan menggunakan wawancara semi terstruktur sebagai metode pengumpul data. Hasil yang didapatkan dari penelitian yaitu keempat subjek yang dapat melakukan penyesuaian diri melalui berbagai macam proses penyesuaian. Hal tersebut mendorong keempat subjek bisa melakukan peranan ayah dalam keluarga secara optimal dan melakukan persiapan untuk masa depan anak.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN INTENSI AGRESI PADA ANGGOTA PENCAK SILAT X
Taufiq Akbar Wijayanto;
Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (61.263 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7553
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan intensi agresi pada anggota pencak silat x. Subjek penelitian ini adalah anggota pencak silat x cabang Desa Botok. Subjek penelitian ini berjumlah 74 orang. Pengambilan data menggunakan skala kecerdasan emosional (31 aitem valid dengan α=0,883) dan skala intensi agresi (44 aitem valid dengan α=0,908) yang sebelumnya telah diujicobakan pada 90 anggota pencak silat x. Data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi antara kecerdasan emosional dengan intensi agresi sebesar -0,538 dengan p=0,00 (p
HUBUNGAN ANTARA PERSON – ORGANIZATION FIT DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA KARYAWAN PT. CENTRAL PROTEINA PRIMA JAKARTA
Putri Marita Abdurachman;
Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (375.706 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.15139
Karyawan diharapkan untuk menunjukkan kinerja yang optimal, bahkan tidak hanya sesuai deskripsi pekerjaan melainkan melebihi deskripsi pekerjaan atau disebut Organizational Citizenship Behavior. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Person-Organization Fit dengan Organizational Citizenship Behavior pada karyawan PT. Central Proteina Prima Jakarta. Person-Organization Fit diartikan sebagai kesesuaian nilai-nilai yang dimiliki individu dengan nilai organisasi, sementara Organizational Citizenship Behavior diartikan sebagai perilaku suka rela karyawan di luar deskripsi formal pekerjaan yang dapat meningkatkan produktivitas dan efektivitas organisasi. Subjek penelitian ini adalah 55 karyawan PT. Central Proteina Prima Jakarta. Teknik pengambilansampel dilakukan dengan Simple Random Sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala, yaitu skala organizational citizenship behavior (28 item valid dengan α= 0,862) dan skala Person-Organization Fit (35 item valid dengan α= 0,855). Hasil penelitian dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukan koefisien korelasi (rxy) sebesar 0.540 dengan p = 0.00 (p < 0.001). Hasil tersebut menunjukan bahwa hipotesis diterima, yaitu terdapat hubungan antara Person-Organization Fit dengan Organizational Citizenship Behavior pada karyawan PT. Central Proteina Prima Jakarta.
HUBUNGAN ANTARA CUSTOMER VALUE DENGAN INTENSI PEMBELIAN BATIK SEMARANGAN PADA ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN UNIVERSITAS DIPONEGORO
Nusawie, Hana Nugraheni;
Rusmawati, Diana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018
Publisher : Jurnal EMPATI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (253.321 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara customer value dengan intensi pembelian Batik Semarangan pada anggota Dharma Wanita Persatuan Universitas Diponegoro. Intensi pembelian Batik Semarangan merupakan niat atau kecenderungan individu untuk membeli Batik Semarangan guna memenuhi kebutuhan serta keinginannya dan akan mengambil keputusan pembelian apabila memiliki daya beli. Intensi pembelian Batik Semarangan dipengaruhi oleh customer value, yaitu persepsi konsumen terhadap produk atau jasa yang hendak dibeli, yang kemudian dievaluasi berdasarkan penilaian keseluruhan antara apa yang akan diterima dengan pengorbanan yang telah dilakukan. Sampel penelitian berjumlah 82 dengan karakteristik subjek penelitian adalah anggota aktif Dharma Wanita Persatuan Universitas Diponegoro. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik incidental sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Skala Customer Value (14 aitem, α= 0,879) dan Skala Intensi Pembelian Batik Semarangan (19 aitem, α= 0,875). Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara customer value dengan intensi pembelian Batik Semarangan (rxy= 0,614 dengan p = 0,000) yang berarti bahwa semakin positif customer value maka semakin tinggi intensi pembelian Batik Semarangan. Customer value memberikan sumbangan efektif sebesar 37,6% terhadap intensi pembelian Batik Semarangan.
STUDI KASUS BENTUK DUKUNGAN SOSIAL PADA SUAMI ISTRI YANG DIDIAGNOSIS KANKER STADIUM AKHIR
Nur Anis Elfa Waluya;
Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (262.229 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.13127
Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji tentang studi kasus bentuk dukungan sosial pada pasangan suami istri yang didiagnosis menderita kanker stadium akhir. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus jenis multiple case. Penelitian dengan pendekatan studi kasus jenis multiple case artinya membandingkan (comparative) antara satu kasus dengan kasus lain (Yin, 2003). Peneliti dalam penelitian ini mengambil dua kasus berbeda dengan menentukan subjek penelitian menggunakan teknik purposive. Penelitian ini melibatkan dua pasangan suami istri yang salah satunya didiagnosis kanker stadium akhir. Pengumpulan data dilakukan peneliti dengan metode wawancara, observasi, catatan lapangan, dan dokumen. Peneliti menggunakan model analisis eksplikasi data (Subandi, 2009). Peneliti ingin mengetahui bentuk dukungan sosial yang terjadi pada kedua pasangan suami istri yang salah satunya didiagnosis kanker stadium akhir. Hasil penelitian pada pasangan suami istri keluarga pertama menunjukkan adanya perbedaan dengan hasil penelitian pada pasangan suami istri keluarga kedua. Hasil penelitian pada pasangan suami istri keluarga pertama menunjukkan bahwa bentuk dukungan sosial seperti dukungan emosional, dukungan instrumental atau dukungan nyata, dan dukungan informasional membuat pasangan suami istri pertama merasa lebih kuat menjalani kehidupan setelah didiagnosis kanker stadium akhir. Selanjutnya, hasil penelitian pada pasangan suami istri keluarga kedua menunjukkan bahwa bentuk dukungan sosial seperti dukungan emosional dan dukungan informasional juga membuat pasangan suami istri kedua merasa lebih kuat menjalani kehidupan. Akan tetapi, terdapat pula perbedaan yaitu dari bentuk dukungan instrumental berupa bantuan uang yang diperoleh. Perbedaan latar belakang keluarga seperti tingkat pendidikan rendah pada akhirnya mengharuskan pasangan suami istri keluarga kedua untuk bekerja sesuai dengan tingkat pendidikan yang telah ditempuh. Berbeda dengan pasangan suami istri keluarga pertama, pasangan suami istri keluarga kedua harus bekerja keras terlebih dahulu untuk mendapatkan uang guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya selama menjalani pengobatan.
HUBUNGAN ANTARA PEMAAFAN DIRI SENDIRI, PEMAAFAN ORANG LAIN, DAN PEMAAFAN SITUASI DENGAN RESILIENSI PADA MAHASISWA BARU (STUDI KORELASI PADA MAHASISWA BARU UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG)
Muhammad Mardli Habibi;
Farida Hidayati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (353.149 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.19731
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemaafan diri sendiri, pemaafan orang lain, dan pemaafan situasi dengan resiliensi pada mahasiswa baru. Karakteristik populasi penelitian yakni mahasiswa yang terdaftar di program studi sarjana S-1 Universitas Diponegoro Semarang angkatan tahun 2016 dan memiliki rentang umur 17-25 tahun. Sampel diambil menggunakan cluster random sampling dan berjumlah 391 mahasiswa. Analisis data menggunakan Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai korelasipearsonantara pemaafan diri sendiri, pemaafan orang lain, dan pemaafan situasi dengan resiliensi secara berurutan sebesar 0,429, 0,4, dan 0,395 dengan P<0,001, yang menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif dalam tingkat sedang dan signifikan antara pemaafan diri sendiri dengan resiliensi, pemaafan orang lain dengan resiliensi, dan pemaafan situasi dengan resiliensi, pada mahasiswa baru Universitas Diponegoro Semarang.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN REKAN KERJA DENGAN STRES KERJA ANGGOTA TAMTAMA-BINTARA TNI ANGKATAN DARAT DETASEMEN PEMELIHARAAN PESAWAT TERBANG LANDASAN UDARA AHMAD YANI SEMARANG
Novia Daniaputri;
Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (39.589 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7419
Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan rekan kerja dengan stres kerja anggota tamtama-bintara TNI AD Denharsabang Lanud Ahmad Yani SemarangPenelitian ini melibatkan sampel yang berjumlah 60 orang dari total jumlah populasi 93 orang anggota tamtama-bintara TNI AD Denharsabang Lanud Ahmad Yani Semarang, yang diperoleh menggunakan teknik sampling convenience. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah Skala Dukungan Rekan Kerja (39 aitem a = 0,967) dan Skala Stres Kerja (39 aitem a = 0,941) yang telah diujicobakan kepada 30 anggota bintara-tamtama TNI AD Denharsabang Lanud Ahmad Yani SemarangHasil analisis data dengan metode analisis regresi sederhana menghasilkan koefisien korelasi (rxy) sebesar -0,391 dengan p = 0,002 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukan arah hubungan negatif yang signifikan antara dukungan rekan kerja dengan stres kerja anggota tamtama-bintara TNI AD Denharsabang Lanud Ahmad Yani Semarang. Dukungan rekan kerja memberi sumbangan efektif sebesar 15,3% pada stres kerja anggota tamtama-bintara TNI AD Denharsabang Lanud Ahmad Yani Semarang dan sisanya 84,7% tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI KERJA DENGAN BURNOUT PADA PERAWAT BAGIAN JIWA DI RSJ PROF. DR. SOEROJO MAGELANG
Putri, Novinda Intani;
Indrawati, Endang Sri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (191.701 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.26489
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi kerja dengan burnout pada perawat bagian jiwa di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. Efikasi kerja merupakan keyakinan seseorang mengenai kemampuan dan kompetensi dirinya dalam menampilkan unjuk kerja yang baik pada berbagai jenis tugas dan situasi pekerjaan. Burnout merupakan suatu kondisi dimana individu mengalami kelelahan secara fisik, emosional dan mental akibat beban kerja berlebih dan stres yang berkepanjangan. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 175 perawat bagian jiwa di bangsal rawat inap RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang dengan sampel penelitian sejumlah 123 perawat. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik convenience sampling. Penelitian ini menggunakan 2 skala sebagai alat ukur yaitu skala efikasi kerja (50 aitem, α= 0.966) dan skala burnout (28 aitem, α= 0,889). Analisis data menggunakan analisis Spearman’s Rho, hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,635 dan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan diterima, yaitu terdapat hubungan negatif antara efikasi kerja dengan burnout. Semakin tinggi efikasi kerja seseorang, maka semakin rendah burnout yang dimiliki, sebaliknya semakin rendah efikasi kerja maka semakin tinggi burnout yang dimiliki.Kata Kunci: efikasi kerja, burnout, perawat bagian jiwa
HARGA DIRI PADA REMAJA YANG MEMILIKI IBU SEBAGAI TKI: Studi Kualitatif Fenomenologi
Gitta Ardianingjakti;
Anggun Resdasari
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (119.642 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.14964
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui harga diri remaja ditinjau dari keberadaan ibu, yaitu remaja yang memiliki ibu sebagai TKI. Subjek dalam penelitian ini remaja perempuan berjumlah tiga orang berusia 15 tahun, 16 tahun, dan 17 tahun. Banyak remaja perempuan dari keluarga TKI yang mengalami hambatan dalam pembentukan harga dirinya. Kepergian ibu ke luar negeri ini juga menimbulkan masalah-masalah, yaitu anak (remaja) kurang mendapatkan perhatian, merenggangnya hubungan antara ibu dengan anak, dan mempengaruhi hubungan remaja dengan teman sebayanya. Remaja kemudian akan cenderung menjadi individu yang kurang percaya diri atas kemampuan yang dimiliki yang kemudian menghambat pembentukan harga dirinya. Hal ini, dipengaruhi oleh kurangnya pengakuan dari orang-orang disekitarnya. Harga diri juga mempengaruhi remaja dalam proses bersosialisasi. Kepergian ibu ke luar negeri juga menimbulkan kecemasan dalam diri subjek, karena adanya penilaian dari orang lain yang membuat kepercayaan diri subjek rendah dan kemudian menghambat pembentukan harga dirinya. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan Deskripsi Fenomena Individual (DFI). Pendekatan ini dipilih karena melihat bagaimana tahapan pembentukan harga diri pada individu secara bertahap. Teknik pengambilan subjek menggunakan teknik purposif dengan jumlah subjek tiga orang remaja yang memiliki ibu sebagai TKI dan berdomisili Kendal. Wawancara dilakukan dengan cara deep interview. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan harga diri pada subjek dipengaruhi oleh dukungan sosial, kemampuan diri, pola asuh, sehingga partisipan dapat mengembangkan diri dan bersosialisasi dengan lingkungan.