Jurnal EMPATI
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Articles
1,454 Documents
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL SIGNIFICANT OTHERS DENGAN PRESTASI AKADEMIK PADA MAHASISWA RANTAU ANGGOTA HIMPUNAN–HIMPUNAN DAERAH SUMATERA DI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
Roro Putri Dwiandini;
Yeniar Indriana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (343.919 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.20150
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial significant others dengan prestasi akademik mahasiswa. Populasi dalam penelitian berjumlah 138 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah incidental sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 50 orang mahasiswa anggota himpunan IKAMALA (Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa Lampung), IKAMMI (Ikatan Mahasiswa Minang), IMSU (Ikatan Mahasiswa Sumatera Utara), dan IMJ (Ikatan Mahasiswa Jambi). Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala, yaitu skala dukungan sosial significant others (29 item, α = .929) dan IPK semester terakhir. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial significant others dengan prestasi akademik dengan rxy = .402 dan p = .002 (p < .05). Maka hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima. Dukungan sosial significant others memberikan sumbangan efektif sebesar 16,1% terhadap prestasi akademik. Uji beda dengan analisis one way anova menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara dukungan sosial orangtua, dukungan sosial siblings, dan dukungan sosial teman dengan p= .022 (p < .05). Nilai mean dukungan sosial orangtua 164.11, dukungan sosial siblings dengan mean 160.27, dan dukungan sosial teman dengan mean 153.22.
THE RELATIONSHIP BETWEEN SCHOOL WELL-BEING AND ACADEMIC PROCRASTINATION ON STUDENT 10th GRADE of STATE MADRASAH ALIYAH
Annisa Annisa;
Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (224.123 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7562
School is a part of learning environment that affect in forming student’s academic behavior including academic procrastination. Academic procrastination is delay either in initiating or completing academic assignments that lead to failure. Academic procrastination can be affected by school environment. The school environment is perceived differently by each student. The student’s perception of aspects having, loving, being, and health tend to be aspect that lead to the school satisfaction, also known as the school well-being. This research aimed to determine the relationship between school well-being and academic procrastination on student 10th grade of State Madrasah Aliyah. Population in this research was the student of State Madrasah Aliyah 1 and State Madrasah Aliyah 2 Banjarnegara. Cluster random sampling consisted of 224 students was used by researcher. This research used both the Academic Procrastination scale (rix = 0.92) and School Well-Being scale (rix = 0,84) that has been tested on 107 students. Product moment correlation revealed that correlation coefficient (rxy) of -0.477 which indicates that there is a negative relationship between well-being and the school academic procrastination. It indicates that the higher school well-being, the lower the academic procrastination and conversely, the lower the school well-being, the higher the academic procrastination.
HUBUNGAN ANTARA PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DAN KESIAPAN UNTUK BERUBAH PADA KARYAWAN PT.KAI COMMUTER JABODETABEK
Dharmawan, Dwi Cheppy;
Nurtjahjanti, Harlina
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (220.049 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.15154
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perceived organizational support (POS) dan kesiapan untuk berubah pada karyawan PT.KAI Commuter Jabodetabek (PT. KCJ). POS didefinisikan sebagai keyakinan terhadap dukungan organisasi yang dirasakan karyawan berkaitan dengan kontribusi dan kepedulian organisasi terhadap kesejahteraannya, sementara itu kesiapan untuk berubah adalah hasil dari evaluasi yang dilakukan individu terhadap diri sendiri dan lingkungan secara afektif dan kognitif untuk mau turut serta melakukan perubahan dalam organisasi.Populasi penelitian ini adalah 146 dan sampel penelitian sebanyak 81 orang. Petugas loket dipilih sebagai subjek penelitian karena pada posisi tersebut akan merasakan langsung pengaruh dari perubahan organisasi yang terjadi di PT. KCJ, yaitu penggunaan mesin penjualan tiket otomatis. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Penelitian ini menggunakan 2 skala sebagai alat ukur, yaitu Skala POS (38 aitem valid dengan α=0,951) dan Skala Kesiapan untuk Berubah (32 aitem valid dengan α=0,923). Berdasarkan metode analisis regresi sederhana didapatkan hasil bahwa rxy=0,612 dengan p=0,000 (p<0,001). Hasil tersebut menunjukan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara POS dan kesiapan untuk berubah.POS memberikan sumbangan efektif sebesar 37,4% terhadap kesiapan untuk berubah.
HUBUNGAN ANTARA WORK-FAMILY BALANCE DENGAN KEPUASAN KERJA PADA TENAGA KEPENDIDIKAN DI UNIVERSITAS X
Cindy Febria Tarigan;
Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (408.911 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21857
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work-family balance dengan kepuasan kerja pada tenaga kependidikan di universitas X. Kepuasan kerja didefinisikan sebagai hasil persepsi karyawan terhadap pekerjaannya yang dinilai penting. Work-family balance merupakan sejauh mana individu terlibat dan puas dengan peran dalam urusan pekerjaan dan keluarga. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 98 tenaga kependidikan yang didapatkan menggunakan teknik simple random sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Kepuasan Kerja (24 aitem; α = 0,906) dan Skala Work-Family Balance (17 aitem; α = 0,860). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara work-family balance dengan kepuasan kerja (r = 0,610; p<0,001). Work-family balance memberikan sumbangan efektif sebesar 37,2% terhadap kepuasan kerja. Hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat work-family balance pria (M = 54,27; SD = 4,76) dengan work-family balance wanita (M = 51,96; SD = 4,72) dimana work-family balance wanita diketahui lebih rendah dibandingkan dengan pria (t (96) = 2,17; p = 0,032).
PERSEPSI TERHADAP PERILAKU SENIOR SELAMA KADERISASI DAN KOHESIVITAS KELOMPOK MAHASISWA TAHUN PERTAMA
Terendienta Pinem;
Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (103.734 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.13136
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap perilaku senior selama kaderisasi dengan kohesivitas kelompok mahasiswa tahun pertama. Kohesivitas kelompok adalah daya tarik emosional yang dirasakan oleh individu terhadap mahasiswa jurusan X. Persepsi terhadap perilaku senior selama kaderisasi adalah penilaian mahasiswa tahun pertama terhadap perilaku senior selama proses proses persiapan calon pemimpin mahasiswa jurusan X. Populasi penelitian yaitu seluruh mahasiswa tahun pertama jurusan X sebanyak 185 mahasiswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 119 mahasiswa dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi yaitu skala persepsi terhadap perilaku senior selama kaderisasi (37 aitem; α = 0,97) dan skala kohesivitas kelompok (21 aitem; α = 0,83). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ialah analisis regresi sederhana. Hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara persepsi terhadap perilaku senior selama kaderisasi dengan kohesivitas kelompok (rxy = 0,62; p < 0,001). Semakin positif persepsi terhadap perilaku senior selama kaderisasi, maka semakin tinggi kohesivitas kelompok, dan sebaliknya.
PENGALAMAN MENJADI GAY (Studi Fenomenologi pada Pria Homoseksual Menuju Coming Out)
Gallo Ajeng Yusinta Dewi;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (293.369 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.19740
Beren (2013) menyatakan bahwa homoseksualitas terjadi di seluruh lapisan masyarakat dunia dengan perkiraan 21% pria di dunia adalah kaum gay. Pandangan pro dan kontra yang terjadi di masyarakat menyebabkan kaum gay melakukan penyesuaian sosial setelah kaum gay melakukan coming out. Penyesuaian diri pada kaum gay bukanlah hal yang mudah karena kaum gay menghadapi tekanan-tekanan dari dalam dirinya sendiri maupun tekanan dari lingkungan. Peneliti menggunakan pendekatan fenomenologis dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Partisipan dalam penelitian ini memiliki karakteristik utama pria homoseksual yang sudah mengungkapkan diri sebagai sebagai gay pada keluarga dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukan faktor pendukung individu menjadi gay adalah pola asuh yang salah, tidak adanya role model laki-laki yang terdapat pada figur ayah sehingga individu mengidentifikasi diri sebagai gay dan memutuskan untuk coming out. Persepsi lingkungan yang menerima atau menolak serta stressor yang dialami oleh gay mengakibatkan ketiga subjek untuk melakukan coping stress berupa sikap menghindar, mengalihkan perhatian, menyembunyikan identitas, dan membatasi pergaulan sebagai usaha untuk berinteraksi dengan masyarakat.
THE EFFECT OF “SPEAK uP” TRAINING TOWARD APPREHENSION OF SPEAKING IN FRONT OF PUBLIC
Rizky Nur Amalia;
Farida Hidayati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (52.75 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7428
This study is aimed to evaluate the effect of “SPEAK uP” training toward apprehension of speaking in front of public.The characteristic subject of this study is to students of SMK Negeri 8 Semarang who took social worker studies as their major; mostly they are having apprehension in ability of speaking in front of public with high and extra high category level on apprehension of speaking in front of public, those students had agreed to join “SPEAK uP” training completely. This study generally used experimental method that consists of non randomized pretest-posttest with control group design. This study was conducted to over 40 students that separated in two groups in which first group contain of 20 students as experimental group and the second one contain of 20 students too as control group. The treatment was given to experiment group by using “SPEAK uP” training and held in three times. Data collection process was acted by using the scale of apprehension in speaking in front of public consisting of three components: the physical component, the component of emotion and cognitive component.The result of hypothesis test with Independent Sample T-Test and Paired Sample T-Test produced score te > tt (2,101) with p < 0,05. In general, “SPEAK uP” shown that there were significant effect after “SPEAK uP” training toward apprehension in speaking in front of public.
HUBUNGAN ANTARA PEMAAFAN DIRI DENGAN REGULASI EMOSI PADA ANAK DIDIK LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS I KUTOARJO DAN KELAS II YOGYAKARTA
Ferawati Ferawati;
Amalia Rahmandani
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (138.998 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.26498
Regulasi emosi adalah kemampuan individu dalam mengatur dan mengubah reaksi emosi dengan menggunakan kesadaran untuk mencapai tujuan.Pemaafan diri juga diperlukan untuk membantu individu mengatasi rasa bersalah yang muncul atas kesalahan yang diperbuat.Individu yang dapat melakukan pemaafan diri dapat terhindar dari kecemasan dan depresi sehingga memiliki regulasi emosi yang baik.Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara pemaafan diri dengan regulasi emosi pada anak didik di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kutoarjo dan Kelas II Yogyakarta.Penelitian ini menggunakan studi populasi yang melibatkan subjek sebanyak 31 anak didik,pengukuran dalam penelitian ini menggunakan skala pemaafan diri (20 aitem, α= 0,878) dan skala regulasi emosi (18 aitem, α= 0,831). Hasil regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara pemaafan diri dengan regulasi emosi (rxy = 0, 455, p= 0,005). Artinya semakin baik pemaafan diri maka semakin baik pula regulasi emosi.Koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,207 yang artinya pemaafan diri memprediksi sebanyak 20,7% terhadap regulasi emosi pada anak didik.
HUBUNGAN ANTARA KETIDAKAMANAN KERJA DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA KARYAWAN KONTRAK RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
Nora Rizky Maulidina;
Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (234.438 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.14990
Psychological well-being merupakan kemampuan individu mengoptimalkan fungsi psikologisnya yang dicirikan menerima kondisi dirinya, mengembangkan pertumbuhan pribadi, membangun hubungan positif dengan orang lain, memiliki kemandirian, memiliki tujuan hidup dan mengatur lingkungan. Psychological well-being dipengaruhi oleh factor internal, salah satunya adalah ketidakamanan. Individu dengan ketidakamanan kerja menunjukkan kegelisahan dalam bekerja serta kurang bekerja secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketidakamanan kerja dengan psychological well-being pada karyawan kontrak di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Populasi penelitian adalah 162 karyawan kontrak dengan masa kerja minimal 1 tahun, dan sampel penelitian sejumlah 80 orang dari berbagai bidang yang didapatkan dengan teknik proportional sampling. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah Skala Psychological Well-Being (42 aitem, α = .92) dan Skala Ketidakamanan Kerja (33 aitem, α = .90). Hipotesis yang diajukan dalam penelitian adalah ada hubungan negative antara ketidakmanan kerja dengan psychological well-being pada karyawan kontrak di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara ketidakamanan kerja dan psychological well-being (r = -.69; p < .001), yang berarti bahwa semakin tinggi ketidakamanan kerja maka semakin rendah psychological well being. Ketidakamanan kerja memberikan sumbangan efektif sebesar 48% terhadap psychological well-being. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketidakamanan kerja yang rendah dan psychological well-being tinggi pada karyawan kontrak di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN DISIPLIN KERJA PADA GURU SMP NEGERI 6 DAN 8 DI KABUPATEN PEMALANG
Zakka Ryan Rahardian;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (339.891 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.20247
Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan disiplin kerja pada guru di SMP Negeri 6 dan 8 Pemalang. Disiplin kerja adalah sikap seseorang untuk menaati semua peraturan yang diperintahkan organisasi dan norma-norma sosial yang berlaku, sadar akan tugas dan tanggung jawabnya serta menghargai waktu kerja sesuai ketentuan. Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk memotivasi diri sendiri, kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. Populasi penelitian yaitu guru di SMP Negeri 6 dan 8 Pemalang dengan karakteristik subjek penelitian yaitu guru yang sudah menerima sertifikasi, usia 40 sampai 65 tahun. Sampel penelitian berjumlah 47 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan skala kecerdasan emosional (25 aitem valid dengan koefisien reliabilitas 0,898) dan skala disiplin kerja (42 aitem valid dengan koefisien reliabilitas 0,940). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan disiplin kerja dengan koefisien korelasi antar variabel sebesar 0,626. Semakin tinggi kecerdasan emosional maka semakin baik disiplin kerja dan semakin rendah kecerdasan emosional maka semakin rendah disiplin kerja. Kecerdasan emosional memberikan sumbangan efektif terhadap disiplin kerja sebesar 39,2%.