Jurnal EMPATI
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Articles
1,454 Documents
MENGAJAR SEMBARI BELAJAR: SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS TENTANG PENGALAMAN PENGAJAR MUDA GERAKAN INDONESIA MENGAJAR
Purnamasari, Ananda
Empati Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018
Publisher : Empati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gerakan Indonesia Mengajar adalah gerakan sosial yang dilaksanakan selama satu tahun oleh pengajar muda untuk membantu mengisi kekosongan guru di lokasi terpencil, sekaligus mendorong perkembangan daerah di lokasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami pengalaman pengajar muda yang berpartisipasi dalam Gerakan Indonesia Mengajar. Pendekatan kualitatif fenomenologis dengan analisis data Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) dipilih sebagai metode penelitian karena kesesuaiannya dengan tujuan penelitian. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam semi-terstruktur pada tiga orang pengajar muda yang ditempatkan di Banggai, Rote, dan Sangihe. Pada penelitian ini ditemukan tiga tema induk, yaitu (1) Konsep diri, (2) Makna menjadi pengajar muda, dan (3) Makna pendidikan anak, serta ditemukannya dua tema khusus, yaitu (1) Rasa nasionalisme, dan (2) Kelekatan dengan keluarga angkat. Partisipan penelitian ini mengungkapkan keinginannya untuk menjadi pengajar muda yang didasarkan oleh motivasi internal, serta motivasi eksternal. Pada penelitian ini juga ditemukan transformasi diri dan pembentukan konsep diri positif dalam pribadi pengajar muda, dan kemandirian masyarakat lokasi penempatan sebagai perubahan yang terjadi pada masyarakat tersebut dengan kehadiran pengajar muda. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran ilmiah dalam bidang psikologi sosial dan psikologi pendidikan.
RELIGIUSITAS PADA DEWASA AWAL YANG MEMILIKI ORANGTUA BERBEDA AGAMA: Interpretative Phenomenological Analysis (IPA)
Marsella Rosa Harahap;
Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (218.028 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.14359
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana religiusitas pada seseorang yang menginjak fase dewasa awal sementara memiliki orangtua yang berbeda agama. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif-fenomenologis dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) berdasarkan wawancara dengan subjek. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa berusia antara 20 sampai 22 tahun yang berada pada fase dewasa awal dan sedang menyelesaikan pendidikan strata 1 dan memiliki orangtua dengan agama yang berbeda. Hasil wawancara dengan subjek menunjukkan subjek mengalami masalah keagamaan dalan keluarga, seperti kebingungan tata cara ibadah, tidak mendapatkan pendidikan agama, dan keingintahuan mempelajari agama lain. Selain itu, muncul keinginan subjek untuk berpindah agama ketika menjalani hubungan berpacaran, walaupun akhirnya kembali mempertahankan agama. Subjek dalam penelitian ini memilih agama dengan cara yang berbeda-beda, di antaranya mempelajari kitab suci agama lain, melalui pendidikan agama di sekolah, dan mengikuti agama salah satu orangtua. Dinamika setelah memilih agama dialami oleh ketiga subjek, terutama ketika menjalin hubungan pacaran dengan seseorang yang berbeda agama, seperti muncul keinginan untuk mengikuti agama pacar. Meskipun demikian, pada akhirnya ketiga subjek memutuskan untuk kembali mempertahankan agama masing-masing.
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOLOGICAL CAPITAL DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA MAHASISWA UNDIP
Adnan, Bayu Rizky;
Prihatsanti, Unika
Empati Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : Empati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (263.896 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychological capital dengan komitmen organisasi pada mahasiswa. Psychological capital  adalah kapasitas psikologis individu yang bersifat positif dengan karakteristik efikasi diri, optimisme, harapan, dan resiliensi. Komitmen organisasi adalah keadaan psikologis individu dari hubungan individu tersebut sebagai anggota organisasi dengan organisasinya yang berimplikasi terhadap keputusan bertahan atau keluar dari organisasi tersebut. Subjek penelitian 89 anggota BEM dan SM Universitas Diponegoro, Semarang yang didapatkan dengan teknik convinience sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah skala psychological capital (21 aitem, α= .909) dan skala komitmen organisasi (komitmen afektif α= .901, komitmen kontinuan α= .831, komitmen normatif α= .780). Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah korelasi product moment pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara psychological capital dengan komitmen afektif (rxy= .702; p= .000; p< .05), komitmen kontinuan (rxy = 0,671; p= .000; p< .05), dan komitmen normatif (rxy = 0,667; p= .000; p< .05). Psychological capital memberikan sumbangan efektif sebesar 49.3% pada komitmen afektif, sebesar 45% pada komitmen kontinuan, dan sebesar 44.5% pada komitmen normatif. Â
HUBUNGAN ANTARA QUALITY OF SCHOOL LIFE DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS XI SMA ISLAM SULTAN AGUNG 1 SEMARANG
Nugraheni Eka Prasstianingrum;
Diana Rusmawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (80.895 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7521
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara quality of school life dengan motivasi belajar pada siswa kelas XI SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang yang berjumlah 226 siswa dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 70 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Pengambilan data menggunakan skala quality of school life (45 aitem valid α = 0,916) dan skala motivasi belajar (29 aitem valid α = 0,884).Data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana menunjukan hasil koefisien korelasi antara quality of school life dengan motivasi belajar sebesar 0,773 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukan bahwa hipotesis penelitian, yaitu terdapat hubungan positif antara quality of school life dengan motivasi belajar pada siswa kelas XI SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang dapat diterima. Nilai koefisiensi korelasi positif menunjukan bahwa arah hubungan kedua variabel adalah positif, artinya semakin positif quality of school life siswa maka akan semakin tinggi motivasi belajar, dan sebaliknya semakin negatif quality of school life yang dimiliki siswa maka akan semakin rendah pula motivasi belajar. Quality of school life memberikan sumbangan efektif sebesar 59,8% terhadap motivasi belajar dan sisanya sebesar 40,2% ditentukan oleh faktor-faktor lain.
KEMATANGAN EMOSI DAN PERSEPSI TERHADAP PERNIKAHAN PADA DEWASA AWAL: Studi Korelasi pada Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro
Dewina Pratitis Lybertha;
Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (306.853 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15094
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan persepsi terhadap pernikahan pada usia dewasa awal. Populasi dalam penelitian berjumlah 745 mahasiswa. Sampel penelitian berjumlah 238 mahasiswa, sampel ditentukan dengan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dengan dua skala, yaitu Skala Persepsi terhadap Pernikahan (27 aitem, α = 0,937) dan Skala Kematangan Emosi (32 aitem, α = 0,895). Hasil penelitian dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0,351 dengan p = 0,00 (p < 0,01). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara kematangan emosi dengan persepsi terhadap pernikahan. Semakin tinggi tingkat kematangan emosi maka akan semakin positif persepsi terhadap pernikahan dan semakin rendah tingkat kematangan emosi maka akan semakin negatif persepsi terhadap pernikahan. Kematangan emosi memberikan sumbangan efektif sebesar 12,4% pada persepsi terhadap pernikahan, sedangkan 87,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN HARGA DIRI SISWA KELAS XII SMAN 1 SEMARANG
Edwin Maulana B.;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (276.056 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21708
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efektivitas komunikasi interpersonal dengan harga diri siswa kelas XII SMAN 1 Semarang. Harga Diri adalah evaluasi yang dibuat individu terhadap diri sendiri mengenai perasaan berarti dan berharga yang diekspresikan melalui sikap-sikap individu terhadap dirinya. Efektivitas Komunikasi Interpersonal adalah sejauh mana komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih dimana pesan yang disampaikan dapat dimengerti, dipersepsi dan menghasilkan reaksi. Sehingga komunikasi yang terjalin dapat dikatakan efektif. Populasi penelitian yaitu siswa kelas XII SMAN 1 Semarang dengan karakteristik subjek penelitian yaitu terdaftar sebagai siswa atau siswi kelas XII SMA Negeri 1 Semarang, usia 15-18 tahun. Sampel penelitian ini berjumlah 205 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random smpling. Pengumpulan data menggunakan Skala Efektivitas Komunikasi Interpersonal (37 aitem valid; α = 0,930) dan Skala Harga Diri (29 aitem valid; α = 0,894). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara efektivitas komunikasi intrpersonal dengan harga diri dengan koefisien korelasi rxy = 0,680 (p < .001). Artinya semakin positif persepsi terhadap efektivitas komunikasi interpersonal maka semakin tinggi harga diri dan semakin negatif persepsi terhadap efektivitas komunikasi interpersonal maka semakin rendah harga dirinya. Efektivitas komunikasi interpersonal memberikan sumbangan efektif terhadap harga diri sebesar 46,2%.
PENGALAMAN PARENTING PADA PASANGAN TUNA DAKSA (Sebuah Studi Kualitatif Fenomenologis)
Munazilah Munazilah;
Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2015.12994
Parenting adalah proses aksi dan interaksi antara orangtua dan anak dalam memelihara, melindungi, dan membimbing kehidupan baru hingga mencapai kedewasaan (Brooks, 2011, h.6). Tunadaksa merupakan ketidakmampuan secara fisik untuk melakukan gerak (Delphie, 2006, h.135). Pada saat parenting harus dilakukan dengan keterbatasan yang dimiliki orangtua pada alat gerak, maka akan mempengaruhi berbagai cara atau strategi dalam upaya mengasuh anak. Penelitian bertujuan untuk memahami pengalaman parenting yang dilakukan oleh pasangan suami istri penyandang tunadaksa terhadap anaknya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis yaitu memahami pengalaman parenting yang dilakukan oleh pasangan suami dan istri yang memiliki kondisi yang sama yaitu tunadaksa. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive dengan bantuan key person. Melalui teknik purposive, peneliti memilih subjek penelitian yang sesuai dengan tujuan untuk mempelajari atau memahami permasalahan pokok yang akan diteliti (Herdiansyah, 2012). Pengumpulan data dilakukan peneliti dengan metode wawancara, materi audio dan catatan lapangan. Peneliti menggunakan model analisis eksplikasi data yaitu proses mengeksplikasikan ungkapan responden yang masih tersirat (implicit) (Subandi, 2009).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan tunadaksa melakukan parenting sejak anak di dalam kandungan yaitu dengan senantiasa menjaga kesehatan kandungan, keluarga besar turut membantu mengasuh anak setelah kelahiran, pasangan tuna daksa juga sangat mengutamakan pendidikan anak, bersikap demokratis pada anak dan tidak memanjakannya sehingga anak tidak mengeluhkan kondisi fisik kedua orangtuanya sebagai tuna daksa.
KEPRIBADIAN HONESTY-HUMILITY DAN PERILAKU IMPRESSION MANAGEMENT PADA KARYAWAN DINAS KOPERASI DAN UMKM PROVINSI JAWA TENGAH
Khairisa Ramadhani Primawestri;
Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (228.145 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15428
Pegawai Negeri Sipil sedang menghadapi tuntutan penilaian kinerja berorientasi hasil dan perombakan struktur birokrasi. Perilaku Impression Management (IM) berfungsi sebagai perilaku political influence di mana karyawan berusaha mengendalikan penilaian terhadap dirinya untuk memengaruhi pengambilan keputusan dalam organisasi. Kepribadian honesty-humility sebagai salah satu faktor kepribadian baru dalam inventori HEXACO belum banyak ditinjau sebagai anteseden dari perilaku IM. Karakteristik honesty-humility mencakup sifat-sifat tulus, adil, rendah hati dan menjauhi ketamakan sehingga akan bekerjasama tanpa memanfaatkan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian honesty-humility dengan perilaku IM pada karyawan Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop-UMKM) Provinsi Jawa Tengah. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat korelasi negatif antara honesty-humility dengan perilaku IM. Subjek penelitian adalah 86 karyawan Dinkop-UMKM Provinsi Jawa Tengah dari populasi sebanyak 141 karyawan melalui simple random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala, yaitu skala modifikasi Impression Management Scale (28 aitem; α = 0,953) serta skala modifikasi dari Skala Honesty-Humility dalam HEXACO Personality Inventory (29 aitem; α = 0,929). Hasil analisis regresi menunjukkan adanya korelasi negatif dan signifikan antara honesty-humility dengan perilaku IM pada karyawan Dinkop-UMKM (rxy = -0,515; p < 0,001). Honesty-Humility memberikan sumbangan efektif 26,6% terhadap perilaku IM yang menunjukkan bahwa perilaku IM ditentukan oleh interaksi faktor individu dengan faktor situasional dan organisasional.
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DENGAN KEPUASAN KERJA WIRANIAGA NASMOCO GRUP DI SEMARANG
Adriyan Wicaksono;
Kartika Sari Dewi
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (367.524 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7387
Kebutuhan yang dimiliki manusia tidak akan pernah ada habisnya, kita selalu mencari kebutuhan-kebutuhan yang kita butuhkan. Untuk itulah, seseorang bekerja demi tercapainya semua kebutuhan yang diperlukannya. Karyawan atau yang biasa disebut wiraniaga adalah profesi dimana aktivitas mereka melakukan penjualan produk perusahaan kepada konsumen. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara psychological well-being dan kepuasan kerja wiraniaga Nasmoco Grup di Semarang.Populasi dalam penelitian ini, yaitu wiraniaga bagian marketing Nasmoco Grup sebanyak 132 wiraniaga dengan sampel penelitian 87 wiraniaga. Penentuan sampel menggunakan simple random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari Skala Kepuasan Kerja terdiri dari 26 aitem (0,932) dan Skala Psychological Well-Being terdiri dari 37 aitem ( 0,939).Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy=0,723 dengan signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara psychological well-being dengan kepuasan kerja. Semakin tinggi psychological well-being maka semakin tinggi kepuasan kerja dan sebaliknya. Sumbangan efektif yang diberikan psychological well-being terhadap kepuasan kerja sebesar 52,3% dan sebesar 47,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
ARTI MEMELIHARA TRADISI PADA SUKU SAMIN INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS
Amelilia Fauzia;
Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (357.071 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.23598
Suku Samin adalah sekelompok orang yang mengikuti ajaran Samin Surosentiko yang muncul pada masa kolonial Belanda. Masyarakat samin sebagai salah satu kelompok etnik yang ada di Indonesia tentu memiliki nilai-nilai budaya yang berbeda dengan masyarakat lainnya. Modernisasi dalam lingkup masyarakat tradisional akan menimbulkan implikasi terhadap masyarakat tersebut. Penelitian ini bertujuan memahami makna modernisasi bagi Ketua Adat suku Samin yang berada di daerah Tanduran dan untuk mengkonfirmasi bagaimana kebijakan yang diterima oleh sebagian penganut ajaran. Dalam penelitian ini, perkembangan jaman didefinisikan sebagai adanya kemajuan dalam kehidupan yaitu adanya teknologi dan kebijakan pemerintah. Pemilihan partisipan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria, yakni penduduk asli desa Tanduran dan sebagai kepala suku Samin. Metode penelitian menggunakan penelitian fenomenologis dengan menggunakan wawancara semi terstruktur sebagai metode pengumpulan data. Interpretative phenomenological analysis digunakan sebagai metode analisis data. Penelitian ini dapat menjadikan pengingat perlunya altruisme dan kerukunan dalam kehidupan dimana saat ini sebagai penganut ajaran yang ada di suku Samin sudah semakin pudar, mereka tetap dapat menjaga sikap altruisme dan kerukunan pada siapa saja. Keunikan pada penelitian ini adalah menunjukkan bahwa penganut ajaran di suku Samin memiliki integritas yang kuat dalam altruisme dan menyampingkan tradisi demi terciptanya kerukunan dengan masyarakat lain maupun pemerintah, dimana penganut ajaran sudah mulai menjadi masyarakat modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga tema induk, yaitu (1) pengutamaan kerukunan dalam berinteraksi, (2) pemeliharaan ajaran adat, (3) pemberian bantuan tanpa membedakan.