cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
DASAR HUBUNGAN KEDEKATAN ANAK DENGAN ORANGTUA PADA MAHASISWA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Nia Andriyani; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.052 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7415

Abstract

Mahasiswa yang menjalankan peran untuk menempuh pendidikan dan berbakti dengan orangtuanya memiliki berbagai tugas yang harus diselesaikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi dasar kedekatan yang terbentuk dari hubungan remaja dengan orangtuanya.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed-method dengan strategi penelitian eksploratoris sekuensial. Kuesioner dengan single-item disebarkan pada 1533 mahasiswa, yang diolah sesuai dengan karakteristik responden sejumlah 1066 mahasiswa (30.7% laki-laki dan 69.3% perempuan), sedangkan pada penelitian tahap II data yang diolah menggunakan tiga subjek penelitian. Penentuan sampel menggunakan teknik non-probabilitas pada penelitian tahap pertama. Pada penelitian tahap kedua, penggalian data dengan menggunakan teknik wawancara. Instrumen pengumpulan data pada tahap I menggunakan Kuesioner Parent-Child Relations yang dirancang Kim (2009). Analisis data menggunakan teknik analisis isi dan analisis statistik tabulasi silang pada penelitian tahap pertama, dan interpretasi data wawancara dan observasi.Hasil penelitian pada tahap I yaitu: Mahasiswa dekat dengan ibunya; Mahasiswi dekat dengan ayahnya; Kedekatan dengan ibu berada pada level amat sangat dekat; Kedekatan dengan ayah berada pada level sangat dekat; Lebih banyak mahasiswi pada kelompok amat sangat dekat dengan ibunya dibandingkan dengan mahasiswa; Lebih banyak mahasiswa pada kelompok sangat dekat dengan ayahnya dibandingkan dengan mahasiswi. Kualitas kedekatan remaja-ibu pada level amat sangat dekat dialami oleh mahasiswi (52.1%) sedangkan pada level sangat dekat dialami oleh mahasiswa (53.21%). Kualitas kedekatan remaja-ayah pada level sangat dekat dialami oleh mahasiswa (56%) sedangkan pada level amat sangat dekat dialami oleh mahasiswi (32.9%). Dasar hubungan kedekatan pada remaja-ibu dan remaja-ayah yang dominan adalah tema memahami anak (50.3% pada hubungan dengan ibu dan 30.9% pada ayah). Hasil penelitian tahap kedua menunjukkan bahwa dasar kedekatan mahasiswa dengan orangtuanya dilandasi oleh saling ketergantungan, pengetahuan tentang orangtua, hal-hal yang bersifat fisik, muatan kepentingan, kedekatan fisik, kedekatan emosional, kedekatan kognisi, struktur keluarga, dan peran gender. Tema memahami dan hubungan kasih sayang yang muncul pada penelitian tahap I bersesuaian dengan dasar kedekatan emosional yang muncul pada penelitian tahap II. Hubungan kedekatan dengan orangtua tidak mempengaruhi aspirasi tingkat pendidikan anak.
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN HUMOR SEBAGAI STRATEGI COPING DENGAN TINGKAT STRES KERJA PADA KARYAWAN BAKERY “TOUS LES JOURS” KOTA ADMINISTRASI JAKARTA BARAT Laudza, M. Aufi; Dinardinata, Adi
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.832 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.24412

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk memahami hubungan antara penggunaan humor sebagai strategi coping dengan stres kerja karyawan Bakery “Tous Les Jours” Kota Administrasi Jakarta Barat. Penggunaan humor sebagai strategi coping merupakan sebuah reaksi yang digunakan secara sadar untuk menguasai stressor dengan cara menciptakan jarak antara individu dengan stressor, menciptakan perspektif baru terhadap diri dan lingkungan, dan mengelola emosi negatif serta mengolahnya menjadi afek positif. Stres kerja merupakan reaksi individu yang bersifat negatif, baik secara fisik,  emosional, atau perilaku sebagai hasil dari persepsi dan penilaian terhadap situasi dalam pekerjaan yang tidak seimbang dengan kapasitas individu. Populasi penelitian ini berjumlah 122 karyawan Bakery Tous Les Jours wilayah Jakarta Barat dengan sampel 92 orang. Teknik penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Penggunaan Humor sebagai Strategi Coping (21 aitem, α = 0,87) dan Skala Stres Kerja (32 aitem, α = 0,93). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan nilai rxy = -0,667 dan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil penelitian terdapat hubungan negatif antara penggunaan humor sebagai strategi coping dengan stres kerja pada karyawan Bakery Tous Les Jours Jakarta Barat. Penggunaan humor sebagai strategi coping memberikan sumbangan efektif sebesar 44,5% dalam memprediksi stres kerja, sisanya sebesar 55,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini. Kata kunci: Stres Kerja; Penggunaan Humor sebagai Strategi Coping; Karyawan
PERSEPSI TERHADAP KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DAN STRES KERJA PADA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT X DI BEKASI Raden Irham Susetyo; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.7 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.14948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui antara persepsi terhadap Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) dengan stres kerja pada karyawan bagian produksi PT “X. Hipotesis penelitian ini, ada hubungan negatif antara persepsi terhadap K3 dengan stres kerja pada karyawan bagian produksi PT “X”. Sampel penelitian ini adalah karyawan bagian produksi PT “X” yang berjumlah 95 orang. Sampel diambil menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi, yaitu Skala Persepsi K3 dan Skala Stres Kerja. Metode analisis data dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukan nilai koefisien korelasi rxy = -0,369 dengan p = 0,000 (p<0,01). Hasil tersebut menunjukan bahwa hipotesis yang diajukan diterima yaitu terdapat hubungan negatif antara persepsi terhadap K3 dengan stres kerja pada karyawan bagian produksi PT “X”. Semakin positif persepsi K3 maka akan semakin rendah stres kerja karyawan, sebaliknya semakin negatif persepsi terhadap K3 maka akan semakin tinggi stres kerja. Sumbangan efektif variabel persepsi terhadap K3 pada stres kerja sebesar 13,6 % sedangkan 86,4 % dipengaruhi faktor-faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DENGAN EFIKASI DIRI MENGHAFAL ALQURAN PADA SANTRI HAFIDZ DI PONDOK PESANTREN MODERN ALQURAN DAN RAUDLOTUL HUFFADZ Wilda Faza; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.748 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20193

Abstract

Efikasi diri menghafal Alquran merupakan keyakinan diri individu terhadap kemampuannya dalam mencapai tujuan sehingga mampu mengatasi kendala. Menghafal Alquran dalam bahasa Arab disebut dengan hafidz. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara dukungan sosial orangtua dengan efikasi diri menghafal Alquran pada santri hafidz di Pondok Pesantren Modern Alquran dan Raudlotul Huffadz. Populasi penelitian ini adalah santri hafidz di Pondok Pesantren Modern Alquran dan Raudlotul Huffadz, dengan subjek penelitian berjumlah 110 santri yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala psikologi model likert yang terdiri dari dua skala, yaitu Skala Dukungan Sosial Orangtua (59 aitem, α = 0,932) dan Skala Efikasi Diri (31 aitem, α = 0,878). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dengan bantuan SPSS versi 21.0. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara dukungan sosial orangtua dengan efikasi diri menghafal Alquran pada santri hafidz di Pondok Pesantren Modern Alquran dan Raudlotul Huffadz dengan koefisien korelasi 0,323 dengan p = 0,000 (p<0,05). Nilai koefisien korelasi menunjukkan terdapat hubungan positif, artinya semakin tinggi dukungan sosial orangtua maka semakin tinggi efikasi diri menghafal Alquran. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,104, artinya dukungan sosial orangtua memberikan sumbangan efektif sebesar 10,4 % pada efikasi diri.   
PENGALAMAN KEHILANGAN IBU YANG MENDERITA KANKER Ike Rosalina Dewanti; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.286 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7581

Abstract

Kehilangan merupakan pengalaman dalam kehidupan yang akan dialami oleh setiap individu. Kehilangan ibu yang pernah menderita sakit kanker membawa dampak bagi anak secara psikis.Tujuan penelitian ini adalah adalah untuk mendiskripsikan, memahami pengalaman dalam memaknai kehilangan ibu dan proses memaknai kehilangan ibu yang pernah sakit kanker bagi anak. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif partisipan yangdianalisis dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data dilakukandengan metode wawancara mendalam, observasi dan dokumen berupa materiaudio. Metode pemilihan subjek menggunakan pendekatan puposif dengan strategi typical sampling dan subjek diperoleh dalam penilitian ini sebanyak tiga orang. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengalaman dalam memaknai kehilangan ibu yang di dapatkan oleh dewasa awal adalah ketidaksempurnaan untuk bangkit menjadi lebih baik, tekanan, dan sumber inspirasi. Adapun proses menemukan makna kehilangan ibu dalam penelitian ini ketiga subjek melalui refleksi diri dari tiga tahapan kehidupan yang dilalui, yaitu tahap ibu masih sehat, tahap keluarga tidak fungsional ketika ibu sakit dan tahap ibu meninggal.
HUBUNGAN ANTARA KESEJAHTERAAN SPIRITUAL DENGAN KEPUASAN HIDUP PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Rully Afrita Harlianty; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.511 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesejahteraan spiritual terhadap kepuasan hidup pada penderita kanker payudara. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan pasien kanker payudara di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Subjek penelitian ini terdiri dari 45 perempuan penderita kanker payudara. Pengumpulan data menggunakan Skala Kepuasan Hidup (5 aitem; α = 0,760) dan Skala Kesejahteraan Spiritual (36 aitem; α = 0,923). Analisis data menggunakan Kendall Tau untuk uji korelasi menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kesejahteraan spiritual dengan kepuasan hidup pada pasien kanker payudara dengan nilai (r = -0,002; p = 0,984). Hasil uji Mann-Whitney menyatakan bahwa terdapat perbedaan kepuasan hidup antara pasien kanker payudara yang menjalani tindakan operasi mastektomi dan tumorektomi. Pasien kanker payudara yang menjalani tindakan operasi tumorektomi memiliki kepuasan hidup yang lebih tinggi daripada pasien yang menjalani tindakan operasi mastektomi (Mdnmastektomi = 19,00; Mdntumorektomi = 27,00; p = 0,029). Hal tersebut menunjukkan kesejahteraan spiritual bukan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan hidup pasien kanker payudara.
THE DIFFERENCE BETWEEN THE PROSOCIAL TENDENCY REGULAR CLASSES AND SPECIAL CLASSES AT SMAN 1 AND SMAN 3 SEMARANG Zaldhi Yusuf Akbar; Anita Listiara
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.295 KB) | DOI: 10.14710/empati.2012.438

Abstract

Prosocial behavior as a form of social concern for the environment, including the look thinner in education, especially in grade specific and regular classes at SMAN 1 and SMAN 3 Semarang. This study aims to determine whether there is any difference between student prosocial tendencies regular classes with high school students a special class consisting of students and an Olympic-class acceleration in Semarang. The hypothesis of this study is that there are differences between students' prosocial tendencies regular classes and special classes of students.This study used a convenient sampling technique for a special class population stands at 103 and 128 regular classroom. The data was collected prosocial tendencies scale consisting of 39 items (reliability coefficient = 0.920). Data analysis was performed with a statistical test of independent samples t test. Based on the obtained value difference test t = -0.491 with p = -0.624 (p> 0.005). Mean of 121.94 while the regular students Mean Grade special for 122.62. Descriptively, this figure means that there are differences in prosocial tendencies, but no significant relationship between students' regular classes and special classes of students.The results of this study illustrate that the regular class students and students of special classes have a level of prosocial tendencies, but not significantly different scores because although special class students have less time because of busy but the attention of the school and the student's ability at SMAN 1 and SMAN 3 Semarang makes no difference prosocial tendencies, but no significant relationship between students' regular classes and special classes of students of SMAN 1 and SMAN 3 Semarang.
HUBUNGAN ANTARA HARDINESS DENGAN PROBLEM FOCUSED COPING PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK CEREBRAL PALSY DI KOTA SURAKARTA Meiska Yusrona Kamila; Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.079 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.23425

Abstract

Cerebral palsy merupakan suatu gangguan neuromotor akibat kerusakan otak yang memengaruhi fungsi motorik. Mengasuh anak cerebral palsy dapat memunculkan stres pada ibu dan membuatnya harus melakukan suatu usaha untuk mengatasi stresnya yaitu coping. Salah satu jenis strategi coping adalah problem focused coping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hardiness dengan problem focused coping pada ibu yang memiliki anak cerebral palsy. Subjek penelitian adalah 58 ibu yang memiliki anak cerebral palsy yang menjalani terapi di YPAC Surakarta dan Pediatric and Neurodevelopmental Therapy Centre (PNTC) Surakarta. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan dua skala likert yaitu Skala Hardiness (27 aitem, α = 0,914) dan Skala Problem Focused Coping (30 aitem, α = 0,932). Hasil analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana menunjukkan adanya hubungan positif antara hardiness dengan problem focused coping pada ibu yang memiliki anak cerebral palsy ( r = 0,599, p = 0,000). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat hardiness yang dimiliki ibu, maka semakin tinggi tingkat problem focused coping ibu dan sebaliknya. Hardiness memberikan sumbangan sebesar 35,9% terhadap problem focused coping pada ibu yang memiliki anak cerebral palsy.
HARDINESS DAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA PERAWAT Fitria Widhy Anggraini; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.049 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13653

Abstract

Subjective well-being adalah penilaian individu secara kognitif dan afektif terhadap standar kepuasan dan pemenuhan hidup yang menekankan pada kesejahteraan individu tersebut. Subjective well-being dapat dicapai oleh  individu yang memiliki kemampuan untuk mengelola kondisi lingkungannya. Hardiness merupakan kemampuan individu untuk merespon stressor di lingkungan sebagai tantangan untuk bertahan di bawah tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara hardiness dengan subjective well-being pada perawat di Runah Sakit Umum Daerah Nganjuk. Populasi penelitian ini berjumlah 119 perawat. Dengan teknik simple random sampling didapatkan sampel 96 perawat. Pengumpulan data menggunakan Skala Hardiness (33 aitem; α = 0,915) dan Skala Subjective Well-being (40 aitem; α = 0,936). Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara hardiness dengan subjective well-being (rxy = 0,758; p<0,001). Sumbangan efektif hardiness terhadap subjective well-being pada perawat sebesar 57,5% dan sisanya sebesar 42,5% dijelaskan oleh faktor-faktor lain.
“PROSES PENERIMAAN DIRI TERHADAP PERCERAIAN ORANGTUA” The Process of Self Acceptance of Parental Divorce (Sebuah Studi Kualitatif dengan Pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis) Ilma Adji Hadyani; Yeniar Indriana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.47 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami  proses penerimaan diri remaja terhadap perceraian orangtua. Perceraian merupakan titik puncak dari berbagai permasalahan yang menumpuk dan merupakan jalan akhir yang harus ditempuh ketika hubungan perkawinan itu sudah tidak dapat dipertahankan lagi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Partisipan dalam penelitian ini diperoleh menggunakan metode non-probability sampling dengan salah satu strateginya yaitu melalui snowball sampling. Partisipan berjumlah 3 orang dengan karakteristik anak remaja yang menjadi korban perceraian orangtuanya. Penerimaan diri terhadap perceraian orangtua adalah suatu hal yang tidak dapat dicapai secara spontan oleh anak, tetapi melewati tahapan-tahapan tertentu terkait dengan kehidupan pasca perceraian, termasuk berbagai dampak yang dirasakan, baik dampak psikologis maupun sosial. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa perceraian memberikan dampak-dampak negatif pada para partisipan, seperti perasaan minder, kehilangan figur keluarga, dan kenakalan remaja. Keberadaan figur ibu yang kompeten, berkurangnya konflik orangtua, lingkungan sekolah dan teman-teman yang memberikan dukungan positif merupakan faktor yang membantu para partisipan menerima dirinya dalam menghadapi perceraian orangtua, untuk bangkit dari keterpurukan.

Page 83 of 146 | Total Record : 1454


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue