cover
Contact Name
Maryadi Tirtana Siregar
Contact Email
jurnal@poltekapp.ac.id
Phone
+62217867382
Journal Mail Official
jurnal@poltekapp.ac.id
Editorial Address
Politeknik APP Jakarta Jln. Timbul No.34, Cipedak - Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630, Indonesia Telp.: +62-21-7867382, +62-21-7867382, fax +62-21-7271847
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok
Published by Politeknik APP Jakarta
ISSN : 27980391     EISSN : 27979539     DOI : -
Core Subject :
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok merupakan wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah dipresentasikan pada Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok (SNMIP) yang diselenggarakan tahunan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik APP Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 171 Documents
ANALISIS PENGARUH MEDIA SOSIAL DAN HARGA TERHADAP ADOPSI SEPEDA MOTOR LISTRIK DENGAN GREEN AWARENESS SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI JAKARTA, BOGOR, DEPOK, DAN BEKASI Marison Sitorus; Dionisius Sundoro
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 5 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 5th, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial dan harga terhadap penerimaan motor listrik di wilayah Jakarta, Bogor, dan Bekasi, dengan green awareness sebagai variabel intervening. Di era digital, media sosial memainkan peran penting dalam membentuk persepsi konsumen terhadap produk ramah lingkungan, sementara harga masih menjadi faktor krusial dalam keputusan pembelian, terutama di negara berkembang. Dalam konteks kendaraan listrik, green awareness atau kesadaran lingkungan konsumen diperkirakan dapat memperkuat hubungan antara variabel-variabel tersebut dan penerimaan motor listrik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, yang melibatkan responden yang berada di wilayah penelitian. Data dianalisis menggunakan teknik Structural Equation Modeling (SEM) untuk mengevaluasi hubungan langsung antara media sosial, harga, dan penerimaan motor listrik, serta menguji peran green awareness sebagai variabel intervening. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan motor listrik, sedangkan harga memiliki pengaruh negatif. Selain itu, green awareness berperan penting dalam memoderasi hubungan tersebut, terutama pada konsumen dengan tingkat kesadaran lingkungan tinggi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi produsen dan pemasar dalam merumuskan strategi pemasaran yang efektif, serta bagi pemerintah untuk mendukung kebijakan yang meningkatkan kesadaran lingkungan dan memfasilitasi adopsi kendaraan listrik.
PERLINDUNGAN DAN PEMBINAAN KARIR AWAK KAPAL BERDAYA SAING INTERNASIONAL DI PT. ASIA MARINE TEMAS Agung Kwartama; Muhammad Jundi Rabbani; Didik Indriawan; Sumiyatiningsih Sumiyatiningsih
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 5 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 5th, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Prosedur Tahapan Peningkatan karir awak kapal. Apa saja yang harus di persiapkan oleh kandidat , dokumen-dokumen yang harus di siapkan oleh Crewing, dan apa saja persyaratan nya untuk dapat menaikan karir/jabatan awak kapal di PT. Asia Marine Temas pada tahun 2024.Hasil laporan yang diperoleh antara lain, mengetahui bagaimana prosedur yang benar dalam meningkatan karirkan jabatan awak Kapal, seberapa efesien nya dalam menaikkan karir/Jabatan awak Kapal dan dampak apa yang di dapatkan dari Perusahaan jika menaikkan karir/jabatan awak kapal sesuai dengan Prosedur Perusahaan. Dalam proses ini akan lebih mudah dipahami karena penulis ikut andil dalam setiap tahapan-tahapan nya dari awal hingga akhir tahapan.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS BATU BARA DENGAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL DI PT CONSULT INTERNATIONAL INDONESIA SAMARINDA Rio Haribowo; Abdul Toriq Maulana; Chandika Mahendra Widaryo
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 5 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 5th, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengendalian kualitas pengujian batu bara pada sampel diterima yang diuji pada PT Consult International Indonesia Samarinda. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis hasil pengujian sampel pembanding pada periode Februari 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Statistical Quality Control yang merupakan alat statistik untuk menentukan pengendalian kualitas suatu produk atau proses. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa pengendalian kualitas yang dilakukan oleh PT Consult International Indonesia belum berkualitas dengan adanya data yang keluar batas pengendalian untuk parameter Volatile Matter dan Ash Content.
PENERAPAN 5S UNTUK MENGURANGI WAKTU PENCARIAN BENANG DI GUDANG BENANG PT X Atin Sumihartati; M. Akmal Faujan; Puspa Ayu Setiani R.; Karlina Somantri; Achmad Ibrahim Makki
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 5 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 5th, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mendukung kegiatan operasional khususnya pada kegiatan penyimpanan, PT X memiliki gudang bahan baku yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan baku berupa benang. Permasalahan yang terjadi adalah lamanya proses pencarian benang, sulitnya mencari posisi benang karena posisi benang saling bertumpuk dan minimnya pemberian identitas dan label pada tumpukan benang. Rata-rata waktu pencarian 1 (satu) benang sisa produksi yaitu 20 menit 27 detik, sementara waktu pencarian benang dengan warna yang sering digunakan dan akan diproduksi adalah 7 menit 30 detik. Lamanya waktu pencarian benang di gudang benang akan menimbulkan pemborosan (waste) yaitu pemborosan dalam menunggu (waiting) dan pemborosan dalam gerakan (motion). Pemborosan (waste) akan berpengaruh terhadap kegiatan produksi yang dapat mengakibatkan penurunan produktivitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan mengimplementasikan metode 5S pada area gudang benang guna mengurangi waktu pencarian benang. Metode penelitian dimulai dengan melakukan identifikasi masalah, kemudian dilakukan penilaian 5S, perancangan dan penataan gudang benang dengan metoda 5S, serta tahap evaluasi. Penilaian 5S dilakukan melalui formulir checklist 5S, perancangan dan penataan gudang dilakukan dengan penerapan 5S (seiri, seiton, seiso, seiketsu dan shitsuke) dengan usulan perbaikan pada tata letak penempatan barang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode 5S dengan usulan perbaikan tata letak penempatan barang secara signifikan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan gudang benang di PT X. Metode 5S berhasil menjaga kebersihan dan keteraturan gudang, yang berdampak pada penurunan waktu pencarian barang. Penerapan 5S di gudang benang PT X mengurangi waktu pencarian benang dengan rata-rata waktu 1 menit 10 detik hingga ditemukan lokasi posisi/ penempatan benang.
OPTIMALISASI PERSEDIAAN BIOSOLAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DI PT X Dwi Nurma Heitasari; Riska Nauri
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 5 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 5th, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT X Merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang penyaluran BBM, salah satunya produk biosolar. Dalam menghadapi tantangan untuk mencapai efisiensi operasional dan memaksimalkan keuntungan, PT X Perlu melakukan pengelolaan persediaan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan manajemen persediaan biosolar dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan sofware minitab. Dengan menerapkan metode EOQ, PT X dapat menentukan titik pemesanan kembali Reorder Point (ROP) yang ideal, sehingga dapat mengurangi kelebihan atau kekurangan stok serta mengurangi biaya penyimpanan. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan peramalanl kebutuhan biosolar untuk tahun 2024-2025- 2026. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebutuhan biosolar pada tahun 2024 mencapai 1.546.266 liter, kemudian pada tahun 2025 sebanyak 1.776.358 dan 2026 sebanyak 2.006.450 dengan frekuensi pemesanan di tahun 2024 sebanyak 21,9 kali dan ROP tahun 2024 sebesar 5.009.519 liter. Sementara itu, kebutuhan biosolar pada tahun 2025 meningkat menjadi 5.738.663 dan peningkatan terus terjadi sampai tahun 2026 sebanyak 6.377.808 liter Total biaya persediaan untuk tahun 2024,2025, 2026 adalah Rp 845.873.940 Penelitian ini terbukti efektif dalam mengoptimalkan persediaan biosolar dan mendukung kelancaran operasional pada PT X
USULAN SOP (STANDARD OPERATING PROCEDURE) TERHADAP PENGECEKAN KESEHATAN PENGEMUDI DI PT X Bobby Satria Saputra; Ahmad Soimun; Ni Luh Darmayanti; Amalia Eva Savitri; Deskha Arditha; Iffa Fitria Wijayanti
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 5 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 5th, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang ekspedisi angkutan darat yang menggunakan truk sebagai sarana utama pengiriman. Dalam kegiatan pengiriman PT X belum memiliki prosedur yang sesuai dengan standar perusahaan seperti prosedur pengecekan kesehatan terhadap pengemudi. Hal ini menimbulkan pengemudi mengabaikan kondisi kesehatannya dan mengakibatkan kejadian yang tidak diinginkan seperti kecelakaan dalam melakukan pengiriman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pengecekan kesehatan dan mengusulkan prosedur yang bisa dilaksanakan di PT X. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner dengan teknik purposive sampling, melibatkan 4 responden staff dari PT X, dan dianalisis menggunakan metode Analisis SWOT yaitu Internal (IFAS) dan Eksternal (EFAS). Hasil dari perhitungan didapatkan nilai Strength (4,5), Weaknesses (1,86), Opportunities(3,20) dan Threats (2,20). Hasil akhir perhitungan ini menggunakan diagram SWOT menghasilkan kurva yang menjorok pada Kuadran I (SO) dengan strategi agresif progresif yang dinyatakan bahwa PT X Surabaya mempunyai potensi peluang seperti bekerja sama dengan tenaga kesehatan terdekat. Hasil akhir dari penelitian ini adalah prosedur pengecekan kesehatan terhadap pengemudi dalam bentuk usulan SOP yang meliputi tekanan darah, suhu tubuh, tes urine, riwayat kesehatan dan oximeter.
PERAN ASURANSI KELAUTAN DALAM PERLINDUNGAN HUKUM KONSUMEN STUDY KASUS ASURANSI DALAM ANGKUTAN LAUT Samiyono Samiyono; Agung Kwartama; Askur Wahyudi
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 5 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 5th, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asuransi laut berperan penting dalam melindungi pelanggan terhadap risiko dan kerugian yang mungkin timbul selama pengangkutan barang melalui laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali peran asuransi kelautan dalam konteks perlindungan hukum konsumen, termasuk bagaimana mekanisme asuransi memberikan keamanan finansial dan jaminan terhadap risiko kehilangan atau kerusakan barang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, dengan fokus menganalisis penerapan aturan atau standar dalam hukum operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara asuransi laut dan hukum konsumen mencakup beberapa aspek penting seperti keamanan, transparansi, dan keadilan bagi konsumen. Asuransi laut memberikan perlindungan yang krusial dalam pengangkutan barang melalui laut, di mana hukum konsumen berperan vital dalam menjamin hak-hak pemegang polis.
OPTIMALISASI PROSES PRODUK HALAL DALAM LOGISTIK DI INDONESIA: TANTANGAN, SOLUSI KONTAMINASI, BIAYA SERTIFIKASI, DAN SOSIALISASI Wynd Rizaldy; Prasadja Ricardianto; Siti Aniisah Sholihah; Bagus Sumargo; Rizki Eri Utomo
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 5 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 5th, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tantangan utama dalam implementasi Proses Produk Halal (PPH) pada sektor logistik di Indonesia, dengan fokus pada risiko kontaminasi, biaya sertifikasi yang tinggi, dan kurangnya sosialisasi logistik halal. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan dan memberikan solusi guna mengoptimalkan penerapan PPH pada pengiriman kargo udara. Metode yang digunakan meliputi analisis terhadap lima faktor risiko utama pada kontaminasi, biaya sertifikasi yang masih tinggi dan sosialisasi yang masih kurang. Kelima faktor tersebut terkait dengan prosedur penanganan yang tidak konsisten, penyimpanan bersama produk halal dan non-halal, keterbatasan pelatihan logistik halal, celah regulasi dan pengawasan, serta integritas kemasan selama transit. Temuan menunjukkan bahwa prosedur sertifikasi yang panjang, beban biaya yang tinggi terutama bagi perusahaan logistik berskala kecil, serta kurangnya infrastruktur khusus menjadi penghambat utama. Solusi yang ditawarkan mencakup penyederhanaan proses sertifikasi melalui digitalisasi, peningkatan pelatihan, subsidi bagi perusahaan logistik tersebut, serta kampanye edukasi nasional. Optimalisasi ini diharapkan dapat mengurangi risiko kontaminasi dan biaya sertifikasi, serta meningkatkan kesadaran logistik halal di Indonesia.
PEMILIHAN SUPPLIER MATERIAL PEMBUATAN DIES MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP) PADA PT BINTANG MATRIX INDONESIA Emi Rusmiati; Salsabila Asri Putri Hidayat
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 5 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 5th, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan supplier yang optimal merupakan salah satu elemen penting dalam pengelolaan rantai pasok yang efektif. Supply Chain Management (SCM) mencakup semua aktivitas yang terkait dengan perencanaan, pengadaan, produksi, distribusi, dan pengelolaan logistik di seluruh jaringan pasokan. Dalam hal ini, evaluasi kinerja supplier menjadi komponen krusial untuk memastikan kelancaran aliran material dari pemasok ke perusahaan, yang pada akhirnya memengaruhi efisiensi produksi dan kepuasan pelanggan. PT Bintang Matrix Indonesia, keterlambatan pengiriman dan masalah dengan stok material dies menunjukkan bahwa rantai pasok mereka terganggu. Masalah ini menandakan adanya kesenjangan dalam kinerja supplier, yang bisa berdampak pada seluruh proses produksi. Dengan menggunakan metode Analytical Network Process (ANP), perusahaan mencoba mengidentifikasi supplier yang paling sesuai dengan kriteria utama dalam SCM: kualitas produk, ketepatan pengiriman (delivery), harga, komunikasi yang efektif, dan stabilitas organisasi. Dalam analisis ANP ini, kriteria yang digunakan mencakup lima aspek penting dalam SCM: kualitas, delivery, harga, communication System, dan Organization. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria yang paling berpengaruh dalam pemilihan supplier adalah kualitas, dengan bobot tertinggi sebesar 0,0236. Subkriteria yang paling berpengaruh adalah kualitas barang, yang memperoleh bobot 0,0569. Dalam SCM, kualitas bahan baku yang tinggi sangat penting karena mempengaruhi kualitas akhir produk dan kelancaran proses produksi. Dengan menganalisis kinerja supplier berdasarkan kriteria-kriteria tersebut, PT Sinar dinilai sebagai supplier terbaik dengan bobot 0,6120, menunjukkan bahwa mereka memiliki performa terbaik dalam mendukung kebutuhan material dies PT Bintang Matrix Indonesia. Pemilihan supplier yang tepat ini berkontribusi langsung terhadap efektivitas rantai pasok, dengan memastikan bahwa material yang dikirimkan sesuai dengan standar kualitas dan waktu yang dibutuhkan, sekaligus mengurangi risiko ketidaksesuaian stok dan harga yang tidak stabil.
MITIGASI RISIKO DISTRIBUSI PRODUK X MENGGUNAKAN HOUSE OF RISK STUDI KASUS INTEGRATED FUEL TERMINAL PT XYZ Tasya Dinda Lovita; Rendy Bagus Pratama
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 5 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 5th, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di sektor industri minyak dan gas. Salah satu tantangan utama yang dihadapi PT XYZ adalah risiko dalam pendistribusian Bahan Bakar Minyak, khususnya Produk X, dari X ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi mitigasi risiko yang efektif guna memastikan kelancaran distribusi menggunakan Supply Chain Operation Reference (SCOR). Dengan menggunakan pendekatan, ditemukan 23 risiko dalam proses pendistribusian. Metode House of Risk (HOR) digunakan untuk menganalisis penyebab risiko prioritas dan merancang strategi mitigasi yang tepat. Dari hasil analisis, teridentifikasi 46 penyebab risiko. Penelitian ini mengusulkan 21 tindakan preventif, dan sembilan di antaranya dipilih sebagai tindakan utama berdasarkan nilai Expected Total Risk Reduction (ETDk) dengan prinsip pareto 80:20. Hasil tindakan preventif mitigasi risiko yang dipilih antara lain pemantauan dan perencanaan rute (17,42%), pemeliharaan rutin dan inspeksi berkala (15,19%), pergantian komponen mesin secara berkala (9,69%), penggunaan data historis yang memadai (8,72%), memastikan alat yang berhubungan dengan transaksi dikalibrasi dan tera ulang (6,59%), merancang jalur distribusi lain (5,95%), kebijakan penundaan dan pembatalan pengiriman (5,41%), pemeliharaan preventif alat pengukuran (5,12%), dan mengurangi ketergantungan produk BBM impor (4,41%).