cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
ANALISIS PENGERINGAN PADA PENGECATAN MENGGUNAKAN SPRAY BOOTH MULTIFUNGSI SEPTIANDI, RISKI
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 4, No 02 (2017): JRM. Volume 04 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di era globalisasi dan zaman yang semakin berkembang ini segala urusan dituntut untuk cepat, tepat dan hemat, Teknik Perbaikan Bodi,chasis dan mesin Otomotif adalah kompetensi keahlian bidang Teknologi rekayasa program keahlian Teknik Otomotif yang menekankan pada keterampilan pelayanan jasa perbaikan otomotif. Painth Booth Professional ini memang memiliki banyak feature yang sangat lengkap seperti mampu mengatur temperature didalam rungan yang mampu kita sesuaikan dengan kebutuhan dan juga memiliki pengaturan airflow yang sangat baik. Sedangkan pengusaha cat kelas menengah kebawah tidak mampu membuat alat ini dan kondisi tempat yang tidak ada, akhirnya mereka melakukan pengecatan dan pengeringan secara manual yang sudah pasti hasilnya tidak sebagus menggunakan Painth Booth Professionaal. Dari permasalahan tersebut, maka peneliti tertarik untuk membahas dalam  Tugas Akhir (TA) ini, yang mana penelitian ini membahas tentang “Analisis pengeringan pada pengecatan menggunakan spray booth multifungsi”.Analisis dilakukan dengan variasi pengaruh temperatur luar dan dalam terhadap hasil pengeringan, waktu dan pengecatan. Analisis yang dihasilkan pada penelitian ini adalah hasil pengujian spray booth multifungsi yang terdiri dari fungsi oven yang dihasilkan pada saat proses pengecatan .Hasil akhir yang diinginkan adalah hasil pengujian alat pengeringan cat di dalam ruangan lebih baik dari pada di luar ruangan. Dengan pemanas ruangan menggunakan bahan bakar LPG diharapkan waktu pengerjaan dan pengeringan cepat selesai.   Kata Kunci: oven cat, spray booth multifungsi.
PERENCANAAN SISTEM ALIRAN FLUIDA PADA RANCANG BANGUN HEAT EXCANGER TYPE SHELL AND TUBE FIRMANSYAH, MOCHAMMAD
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 4, No 03 (2018): JRM. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin modern khususnya dibidang produksi. Suatu alat peraga bagi pendidikan sangat penting khususnya dibidang produksi. Namun dalam dunia pendidikan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga Heat Exchanger khususnya pada tipe shell and tube kurang memadai. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk membuat alat sebagai media pembelajaran praktik perpindahan panas. Perencanaan sistem aliran pluida proses pengerjaan meliputi: (1) mendesain alat, (2) pemilihan bahan, (3) pengukuran bahan, (4) Perakitan, (5) Penghitungan. Dalam pembuatan media pembelajaran alat peraga Heat Exchanger yang berkonsentrasi pada sistem aliran, untuk pemilihan tipe menggunakan tipe shell and tube. Hasil penelitian diperoleh efektivitas tertinggi pada lpm 10 yaitu sebesar 37,4 % dengan laju perpindahan panas yang terjadi  sebesar 5105,30 watt. Sedangkan untuk lpm 8 didapatkan nilai efektivitas sebesar 29,4 % dengan laju perpindahan panas yang terjadi sebesar 4011,10 watt dan untuk lpm 4 didapatkan nilai efektivitas terendah sebesar 24 % dengan laju perpindahan panas yang terjadi hanya  sebesar 3272,17 watt. Dengan demikian dapat disimpulkan semakin tinggi lpm maka akan meningkatkan efektivitas heat exchanger.             Kata kunci : Rancang bangun, aliran fluida, efektivitas
PERANCANGAN SUPPORT GENSET MOBILY UNTUK MENGATASI CATU DAYA PLN OFF Dwi Laksmana, Hilman
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 4, No 03 (2018): JRM. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sebagai negara kepulauan dengan rasio elektrifikasi yang belum mencapai 80%, Indonesia kerap diwarnai demo masyarakat yang marah akibat listrik padam. Sektor energi bukan sesuatu yang bisa diselesaikan hanya dengan kebijakan kalau menurut saya, karena cakupannya luas dan lagi energi ini merupakan suatu komoditif yang unik. Energi, terutama energi listrik, merupakan produk yang berbeda dengan produk-produk lainnya. Didalam lembaga sendiri sudah ada genset yang stasioner, jika diperlukan genset yang mobile maka diperlukan kerangka sebagai tumpuhan untuk menahan beban dan mengunci genset agar stasioner. Tahapan dalam perancangan support genset mobily ini terdiri dari metode perancangan, Mencari komponen dan alat yang diperlukan, perancangan desain , perhitungan komponen, perakitan, pengujian dan analisa mesin. Hasil Akhir dari pembuatan support genset mobily ini mempunyai panjang bak sepanjang 212cm dan lebar 112cm yang nantinya akan menopang genset dengan panjang 210cm dan lebar 110cm. Dan didapat hasil dari   14ΣRtotal=F">  yaitu seberat 790 Kg yang berarti sudah setara dengan berat dari beban genset. Kata kunci: rancang bangun, support genset
PERENCANAAN SISTEM PEMANAS PADA RANCANG BANGUN MICRO OVEN SEBAGAI MEDIA PRAKTIKUM PENGECATAN Hartono, Basri Tri; Sutjahjo, Dwi Heru
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 4, No 03 (2018): JRM. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laboratorium pengecatan Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik  UNESA telah memiliki alat pengecatan standart berupa kompresor, dan spray gun namun belum memiliki media pengering/oven untuk sistem pengeringan. Sehingga proses pengeringan selama ini secara alami dengan bantuan sinar matahari sehingga rentan/peka terhadap kelembaban udara, debu, dan waktu pengeringan yang relatif lebih lama. Menanggapi kondisi tersebut sangat diperlukan media pengeringan berupa micro oven untuk mengatasi berbagai kendala yang ada.  Micro oven ini menggunakan bahan dari plat besi dengan ketebalan 1,5 mm. Pemanas yang digunakan adalah pemanas listrik tipe strip heater, thermostat untuk mengukur suhu didalam ruangandan thermocouple yangdigunakan sebagai pengatur suhu yang ada di dalam ruangan micro oven. Dilengkapi dengan fan/blower untuk sirkulasi ruangan dan alumunium foil sebagai penahan panas di dalam ruangan oven. Pengujian dilakukan untuk mengetahui suhu yang dihasilkan oleh sistem pemanas, waktu pengeringan dan kekerasan cat dalam proses pengeringan, sedangkan data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif .  Perencanaan pemanas pada micro oven dapat mempercepat waktu pengeringan pada proses pengecatan. Temperatur awal berada di suhu 28°C dan tertinggi 70°C dari 28°C ke 50°C membutuhkan waktu sekitar 10 menit, 50°C ke 60°C sekitar 5 menit dan 60°C ke 70°C sekitar 5 menit sehingga total waktu yang dibutuhkan dari 28°C ke 70°C ±20 menit, sedangkan temperatur yang digunakan untuk pengeringan berkisar ±50-70°C. Hasil yang diperoleh menunjukkan catlebih keras, lebih halus dan tidak lengket saat ditekan maupun dipegang dibandingkan pengeringan menggunakan sinar matahari dengan durasi pengeringan yang sama selama 10 menit. 
DESAIN KONFIGURASI OVEN PADA RANCANG BANGUN MICRO OVEN SISTEM PENGECATAN Udayana, I Gede Agus; Sutjahjo, Dwi Heru
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 4, No 03 (2018): JRM. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi pengecatan saat ini mengalami banyak perkembangan khususnya pada proses pengecatan yang menggunakan spray gun. Untuk mendapatkan hasil pengecatan yang sempurna harus di dukung bahan cat yang berkualitas,tenaga ahli yang kompeten dan peralatan penunjang yang memadai. Di laboratorium pengecatan Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unesa sendiri dalam kegiatan praktikum pengecatan telah memiliki sarana dan prasarana yang memenuhi standar. Namun dalam proses pengeringan obyek yang di cat masih menggunakan bantuan sinar matahari atau secara alami. Sehingga waktu pengeringan relatif lebih lama dan rawan terhadap debu maupun kotoran. Dari beberapa hal diatas kami memiliki inisiatif untuk membuat media pengering berupa Micro Oven. Desain konfigurasi MicroOven sebagai media pengecatan menggunakan sistemknockdownsesuai dengan bagian-bagiannya agar memudahkan proses perakitan. Bahan terbuat dari plat besi dengan ketebalan 1,5mm, besi persegi 3x3cm dengan ketebalan 1,5mm sebagai meja, plat stripe ukuran 3x3cmsebagai penempatan fan, pemanas dengan tipe stripeheater dan box panel ukuran 25x30x12cm sebagai tempat thermocontrol.Desain konfigurasi Micro oven yang menggunakan sistem knockdown bisa lebih efisien dan mendapatkan hasil yang lebih maksimal dari pada proses pengeringan secara alami dengan sinar matahari. Pengujian dilakukan untuk mengetahui performa Micro Oven. Dihasilkan Micro Oven dengan luas 2,774  bisa digunakan sebagai alat pengering komponen-komponen sepeda motor. Beban maksimal yang mampu ditopang sebesar 80kgmenggunakan pemanas stripe heater untuk menghasilkan suhu 70°C dari suhu awal 28°C.
PERENCANAAN SISTEM PEMANAS PADA RANCANG BANGUN MICRO OVEN SEBAGAI MEDIA PRAKTIKUM PENGECATAN TRI HARTONO, BASRI; HERU SUTJAHJO, DWI
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 4, No 03 (2018): JRM. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Laboratorium pengecatan Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNESA telah memiliki alat pengecatan standart berupa kompresor, dan spray gun namun belum memiliki media pengering/oven untuk sistem pengeringan. Sehingga proses pengeringan selama ini secara alami dengan bantuan sinar matahari sehingga rentan/peka terhadap kelembaban udara, debu, dan waktu pengeringan yang relatif lebih lama. Menanggapi kondisi tersebut sangat diperlukan media pengeringan berupa micro oven untuk mengatasi berbagai kendala yang ada. Micro oven ini menggunakan bahan dari plat besi dengan ketebalan 1,5 mm. Pemanas yang digunakan adalah pemanas listrik tipe strip heater, thermostat untuk mengukur suhu didalam ruangandan thermocouple yangdigunakan sebagai pengatur suhu yang ada di dalam ruangan micro oven. Dilengkapi dengan fan/blower untuk sirkulasi ruangan dan alumunium foil sebagai penahan panas di dalam ruangan oven. Pengujian dilakukan untuk mengetahui suhu yang dihasilkan oleh sistem pemanas, waktu pengeringan dan kekerasan cat dalam proses pengeringan, sedangkan data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif . Perencanaan pemanas pada micro oven dapat mempercepat waktu pengeringan pada proses pengecatan. Temperatur awal berada di suhu 28°C dan tertinggi 70°C dari 28°C ke 50°C membutuhkan waktu sekitar 10 menit, 50°C ke 60°C sekitar 5 menit dan 60°C ke 70°C sekitar 5 menit sehingga total waktu yang dibutuhkan dari 28°C ke 70°C ±20 menit, sedangkan temperatur yang digunakan untuk pengeringan berkisar ±50-70°C. Hasil yang diperoleh menunjukkan catlebih keras, lebih halus dan tidak lengket saat ditekan maupun dipegang dibandingkan pengeringan menggunakan sinar matahari dengan durasi pengeringan yang sama selama 10 menit. Kata kunci :micro oven, sistem pemanas, rancang bangun Abstract Painting Laboratory Department of Mechanical Engineering Faculty of Engineering UNESA has a standard painting tool in the form of a compressor, and spray gun but does not have a drying medium / oven for the drying system. So the drying process is naturally with the help of sunlight so susceptible / sensitive to moisture air, dust, and drying time is relatively longer. Responding to these conditions is very necessary in the form of micro-oven drying medium to overcome various obstacles that exist. This micro-oven uses material from an iron plate with a thickness of 1.5 mm. Heaters used are electric heater type strip heater, thermostat to measure the temperature in the room and thermocouple used as a temperature regulator in the room micro oven. Equipped with fan / blower for circulation of room and aluminum foil as heat retarder in oven room. Tests were conducted to determine the temperature generated by the heating system, the drying time and the hardness of paint in the drying process, while the data obtained was analyzed descriptively. Planning the heater on the micro-oven can speed up the drying time in the painting process. The initial temperature is at 28 ° C and the highest of 70 ° C from 28 ° C to 50 ° C takes about 10 minutes, 50 ° C to 60 ° C about 5 minutes and 60 ° C to 70 ° C about 5 minutes so the total the time required from 28 ° C to 70 ° C ± 20 minutes, while the temperature used for drying ranges from ± 50-70 ° C. The results obtained show the paint harder, smoother and less sticky when pressed or held than drying using sunlight with the same drying duration for 10 minutes. Keywords: micro oven, heating system, design
DESAIN KONFIGURASI OVEN PADA RANCANG BANGUN MICRO OVEN SISTEM PENGECATAN GEDE AGUS UDAYANA, I; HERU SUTJAHJO, DWI
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 4, No 03 (2018): JRM. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi pengecatan saat ini mengalami banyak perkembangan khususnya pada proses pengecatan yang menggunakan spray gun. Untuk mendapatkan hasil pengecatan yang sempurna harus di dukung bahan cat yang berkualitas,tenaga ahli yang kompeten dan peralatan penunjang yang memadai. Di laboratorium pengecatan Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unesa sendiri dalam kegiatan praktikum pengecatan telah memiliki sarana dan prasarana yang memenuhi standar. Namun dalam proses pengeringan obyek yang di cat masih menggunakan bantuan sinar matahari atau secara alami. Sehingga waktu pengeringan relatif lebih lama dan rawan terhadap debu maupun kotoran. Dari beberapa hal diatas kami memiliki inisiatif untuk membuat media pengering berupa Micro Oven. Desain konfigurasi MicroOven sebagai media pengecatan menggunakan sistemknockdownsesuai dengan bagian-bagiannya agar memudahkan proses perakitan. Bahan terbuat dari plat besi dengan ketebalan 1,5mm, besi persegi 3x3cm dengan ketebalan 1,5mm sebagai meja, plat stripe ukuran 3x3cmsebagai penempatan fan, pemanas dengan tipe stripeheater dan box panel ukuran 25x312cm sebagai tempat thermocontrol.Desain konfigurasi Micro oven yang menggunakan sistem knockdown bisa lebih efisien dan mendapatkan hasil yang lebih maksimal dari pada proses pengeringan secara alami dengan sinar matahari. Pengujian dilakukan untuk mengetahui performa Micro Oven. Dihasilkan Micro Oven dengan luas 2,774 bisa digunakan sebagai alat pengering komponen-komponen sepeda motor. Beban maksimal yang mampu ditopang sebesar 80kgmenggunakan pemanas stripe heater untuk menghasilkan suhu 70°C dari suhu awal 28°C. Kata Kunci : desain konfigurasi, rancang bangun, Micro Oven. Abstract Painting technology is currently experiencing many developments, especially on the process of painting using a spray gun. For getting the best result of painting, it should be supported by the best quality of paint materials, competent experts and adequate supporting equipment. In the painting laboratory Department of Mechanical Engineering Faculty of Engineering Unesa, in practicum of painting have facilities and infrastructures appropriate the standard. But in the process of drying the painted objects still use the help of sunlight naturally. So that, the drying time is relatively longer and prone about dust or dirt. From some of the subjects above, we have the initiative to make a Micro Oven as a drying media. The design configuration of Micro Oven as a painting media using a system knockdown appropriate with the parts to facilitate the assembling process. The material made of iron plate with a thickness of 1.5mm, square iron size 3x3cm with a thickness of 1.5mm as a table, stripe plate size 3x3cm as fan placement, the heater with stripe heater type and panel box size 25x312cm as a place of thermocontrol.Micro Oven configuration design that uses a knockdown system can be more efficient and get maximum results than the naturally drying process use sunlight. The tests conducted to determine the performance of Micro Oven. It produced Micro Oven with extensive of ??2.774 can be used as a dryer of motorcycle components. The maximum load can supportable until 80kg using stripe heater to produce temperature of 70°C from the first temperature of 28°C. Keywords:design configuration, design, Micro Oven.
ANALISA DESAIN CUTTING BOSCHPUMP DISTRIBUTOR TIPE ROTARY SINGGIH PRIBADI, BINTANG; , ISKANDAR
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 4, No 03 (2018): JRM. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Boschpump distributor adalah pompa perpindahan positif yang komponen pemompaan berputar. Cara kerjanya yaitu menghisap zat cair pada sisi isap, zat cair masuk ke celah atau ruangan tekan diantara komponen-komponen, kemudian ditekan ke celah yang semakin kecil selanjutnya zat cair dikeluarkan melalui sisi buang. boschpump dirancang dengan plunyer tunggal untuk mengatur jumlah bahan bakar yang diinjeksikan dengan tepat dan mendistribusikan bahan bakar ke setiap silinder mesin sesuai dengan urutan injeksi. Tahapan analisa dalam perencanaan cutting boschpump distributor tipe rotary terdiri dari metode analisa desain dalam pemotongan alat tersebut sehingga memperlihatkan komponen yang terdiri dari dalam boschpump distributor, memilih alat pemotongan yang sesuai dengan bahan material, menganalisa cara kerja komponen alat dari boschpump distributor. pemotongan alat boschpump distributor dengan menggunakan alat Bor, Gerinda potong, Cutting nanas ukuran M 3.0, Cutting frais ukuran M 6.0, Cutting dinamond grading ukuran M 2.0, dengan memotong pada bagian plat nok dan pluyer, Selenoid, Governor, Regulating valev. Pada bagaian yang telah dipotong berikut cara kerja dari komponen, plat nok berfungsi untuk mendorong maju mundur plunyer, plunyer: untuk mendorong bahan bakar ke katup pengirim kemudian di kirim ke nozzel, selenoid: pemutus bahan bakar, governor: mengatur bahan bakar yang terkirim ke ruang bakar, regulating valev: mengembalikan bahan bakar ke feed pump.Kata Kunci: analisa desain cutting boschpump distributor tipe rotary
RANCANG BANGUN PROTOTYPE ALAT UNTUK MENINGKATKAN ENERGI LISTRIK ALTERNATIF MENGGUNAKAN FLYWHEEL GENERATOR ARIFFAIUDDIN, SAMSUL; PRIJO BUDIJONO, AGUNG
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 4, No 03 (2018): JRM. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi dan perindustrian serta pertumbuhan penduduk yang pesat membuat kebutuhan listrik terus meningkat setiap tahunnya. Dua abad lalu manusia menjadi amat bergantung kepada bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam untuk menghasilkan listrik. Ketika sumber BBM itu mulai menipis (terlihat dari harganya yang semakin mahal), manusia berusaha memanfaatkan energi alternatif. Salah satu cara untuk dapat menghasilkan dan memanfaatkan energi alternatif adalah menggunakan Flywheel Generator. Rekayasa ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Free Energy Flywheel Generator (Flywheel Energy Storage) dalam menghasilkan energi listrik alternatif. Metode yang digunakan dalam rekayasa ini adalah rekayasa uji coba dengan analisis deskriptif kualitatif. Uji karakteristik kinerja alat ini meliputi Putaran (Rpm) Flywheel 2200 rpm dengan motor listrik 1 HP , alternator 2500 watt dengan beban Dummy Load (Alat Listrik). Rekayasa ini dapat meningkatkan energi listrik Alternatif Menggunakan Flywheel Generator dengan massa 80Kg Rpm 2200 menggunakar penggerak 1Hp, mampu meningkatkan energi listrik PLN 1100 watt menjadi 1760 watt dalam waktu kurang lebih dalam 1 menit. Kata kunci : Flywheel, Motor, Generator, Dummy Load
RANCANG BANGUN ALAT PENGUPAS KULIT TELUR PUYUH SEMI OTOMATIS DILENGKAPI DENGAN AUTOWASHER GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN EFEKTIVITAS DALAM PENGUPASAN KULIT TELUR PUYUH SURYA WARDANA, ISACK; , DEWANTO
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 4, No 03 (2018): JRM. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, telur puyuh rata-rata diolah dengan berbagai bentuk makanan, sehingga membutuhkan proses pengupasan. Lama pengupasan kulit telur puyuh dengan cara manual rata-rata 10 detik/butir, jika dalam jumlah banyak harus diperlukan suatu alat pengupas. Dari permasalahan tersebut penulis membuat ? Alat Pengupaas Kulit Telur Puyuh Semi Otomatis Dilengkapi dengan Autowasher Guna Meningkatkan Produktifitas dan Efektifitas Dalam Pengupasan Kulit Telur Puyuh?. Dalam perencanaan alat pengupas kulit telur puyuh semi otomatis dilengkapi dengan autowasher ini dimulai dari memperhitungkan perencanaan daya motor listrik, perancangan sistem transmisi pada alat, memperhitungkan sabuk V, Pulley, dan diameter Poros. Perhitungan kapasitas produksi berdasarkan putaran screew pengupas berbeban. Berdasarkan perancangan didapatkan spesifikasi alat menggunakan motor listrik ¼ HP 1430 rpm dengan daya 200 watt, diameter poros 20 mm, dengan sistem transmisi menggunakan pulley dengan sabuk V tipe A, kecepatan putar reduser 286 rpm, spinner 62 rpm, screew pengupas 100,5 rpm. kapasitas produksi diperoleh melalui putaran screew pengupas berbeban dengan kecepatan 63 rpm dengan kapasitas produksi 42 kg/h. Kata Kunci: Rancang Bangun, Pengupas Kulit Telur Puyuh