cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
RANCANG BANGUN THROTTLE CONTROL PADA MOTOR PENGGERAK DAN CHARGER MANUAL PADA PROTOTYPE MOBIL LISTRIK GARNESA Zuhfrianto, Ali; Budijono, Agung Prijo
Jurnal Rekayasa Mesin JRM : Volume 01 Nomor 01 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MOBIL LISTRIK, adalah suatu kendaraan yang menggunakan satu sumber energi, yang dapat berfungsi  sebagai penggerak utama kendaraan, yaitu  motor listrik DC . Untuk menjaga agar kendaraan dapat bekerja secara optimal, maka diperlukan suatu  sistem  throttle control pada motor penggerak yang dapat membantu dan mengingatkan pengendara untuk mempermudah mengendalikan kendaraan.Adapun metode yang digunakan yaitu merancang dan membangun sistem throttle control pada motor  penggerak dan charger manual. Selanjutnya garis besar rancangannya, yaitu: Sistem throttle control akan menginformasikan kepada pengendara mengenai kecepatan kendaraan, putaran motor brushless DC, dan panel instrument lainnya. Sebagai throttle control variabel pada motor brushless DC pada posisi Thorttle ditekan  ¼ thorttle ditekan ½ Thorttle ditekan penuh 450 rpm.Sistem charger manual= AC tegangan 220 V masuk ke travo step down menjadi 50 V AC masuk ke kiprok/ dioda keluar tegangan 50 V untuk mengisi baterai Pengisian pada  baterai selama 6 jam sesuai dengan kapasitas  yang dibutukan    baterai > dari 49.6V Sebagai penyimpanan/ penyedia arus listrik dengan tegangan 50.2V/48.0 V,4 buah baterai dirangkai seri,Baterai jika kurang < 12.4 V harus dicas 1buah baterai  , jika baterai penuh 13.4V selama 4 jam  sesuai dengan kapsitas baterai.Dengan menggunakan  throttle control pada motor penggerak dan charger manual ini diharapkan dapat membantu dan mempermudah pengendara untuk mengemudikan secara maksimal.
RANCANG BANGUN MODIFIKASI MEKANIK ROBOT LENGAN Marwanto, Dodik; Budijono, Agung Prijo
Jurnal Rekayasa Mesin JRM : Volume 01 Nomor 01 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan laju perkembangan penelitian di bidang robotik, teknologi pengajaran mata kuliah yang berkaitan dengan robotik untuk para mahasiswa semakin diminati. Untuk itu pada Penelitian ini, alat yang penulis buat digunakan untuk trainer pendidikan, dengan tujuan agar para mahasiswa tertarik mempelajari ilmu di bidang robotika. Pada Penelitian sebelumnya telah dibuat sebuah robot lengan dengan menggunakan motor sebagai penggerak dan dioperasikan dengan program. Pada prakteknya, robot lengan yang dibuat sebelumnya dimensi ukuran robot yang sebenarnya masih berukuran kecil bekerja kurang maksimal dimana sering terjadi back less pada lengan 1 pada posisi 70º - 28º yang disebabkan oleh clutch brake. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan Penelitian ini yaitu dengan mengidentifikasi, melakukan memodifikasi dan hasil modifikasi. Berdasarkan hasil uji diperoleh bahwa: perubahan yang dilakukan dalam pembuatan robot lengan agar dapat bekerja secara maksimal, yaitu 1) dengan memodifikasi ulang dimensi  lengan 1 dan penjepit. Selain itu juga menambahkan port-port untuk kabel penghubung dengan panel program, 2) robot lengan dapat dioperasikan secara otomatis sesuai program yang berdasarkan perintah yang dikehendaki. Hasil yang didapat dari memodifikasi robot lengan ini adalah lengan 1 sudah tidak mengalami back less dengan membentuk sudut 90°-45°. Pada motor 1 sudah tidak mengalami selip dengan ditambahkannya pengunci motor dan bushing. Daya cekam penjepit lebih kuat dibandingkan sebelumnya seetelah dimodifikasikannya penjepit yang langsung dihubungkan dengan gigi.
RANCANG BANGUN SISTEM TRANSMISISPROCKET CHAIN PADA MOBIL LISTRIK GARNESA Mugi Prasetyoso, Dwi; Budijono, Agung Prijo
Jurnal Rekayasa Mesin JRM : Volume 01 Nomor 01 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Transmisi sprocket chain merupakan transmisi pemindah daya yang efisien pada mobil  penggerak motor DC. Maka transmisi ini dikembangkan sebagai fungsi pemindah daya mobil listrik. Harapan penggunaan transmisi ini adalah dapat dilakukan riset rancang bangun kecepatan maupun torsi, disain mekanisme, dan hasil uji yang maksimal dalam mengembangkan alat tersebut. Transmisi sprocket chain lebih unggul dibandingkan tipe-tipe transmisi yang lainnya, penyebabnya ialah konstruksi yang ringan dan efisien. Metode pembangunan transmisi sprocket chain yaitu melakukan rancang bangun kecepatan, torsi, dan disain mekanisme. Selanjutnya yaitu pembuatan alat dengan cara pemotongan, pembubutan, pengelasan dan perakitan. Dari hasil mekanisme yang tercapai dapat dilakukan pengujian alat. Sesuai dengan rancang bangun perbandingan rasio gear yang paling efisien dan memaksimalkan putaran transmisi, Mulai dilakukan pengujian alat pada tiap kondisi jalan datar maupun menanjak dengan jarak uji 30m. Hasil pengujian terbaik disebutkan, Bidang datardi Danau UNESA (v = 28 km/jam dan a = 4,11 km/jam²), Di PolBan (v = 21,82 km/jam dan a = 0,97 km/jam²), Di bidang miring di jembatan kebonsari (v=11,1 km/jam dan  a = 1,88 km/jam²),Di PolBan (v = 7,32 km/jam, a = 1,02 km/jam²), top speed bidang datar dengan kecepatan penuh tanpa batas jarak adalah (v = 41 km/jam). Jadi dapat disimpulkan bahwa percepatan dan kecepatan pada jenis transmisi sprocket chain bergantung pada  perbandingan rasio yang dikehendaki.
PEMROGRAMAN ROBOT LENGAN HASIL MODIFIKASI MENGGUNAKAN PLC Andrianto, Afan; Budijono, Agung Prijo
Jurnal Rekayasa Mesin JRM : Volume 01 Nomor 01 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada  penelitian sebelumnya telah dibuat sebuah robot lengan generasi pertama dengan motor dc sebagai penggerak dan dioperasikan secara manual menggunakan kontrol on/off (remoute) dan secara otomatis menggunakan PLC. Pada prakteknya, robot bekerja kurang maksimal dimana sering terjadi back less pada lengan bagian atas (shoulder) yang disebabkan oleh clutch brake yang tidak mampu menahan beban torsinya. Selain itu kondisi rangkanya kurang baik sehingga tidak bisa digunakan sebagai praktikum mata kuliah mekatronika. Metode yang digunakan dalam merealisasikannya yaitu dengan mengidentifikasi, memodifikasi dan mengujicobakan. Berdasarkan hasil uji diperoleh bahwa: 1) Perubahan yang dilakukan pada sistem kontrol robot lengan yaitu menambahkan komponen IRF 9640 dan IRF 640 untuk pengereman motor. 2) Robot lengan hasil modifikasi bisa bekerja secara otomatis dengan baik menggunakan program PLC OMRON CP1H. Semua motor mampu bergerak sesuai dengan yang diharapkan tapi hanya sampai 4 kali pengoperasian. 3) daya jangkau masing-masing motor robot lengan hasil modifikasi lebih kecil dari yang sebelumnya untuk menghindari terjadinya back less. Pergerakan base robot lengan hasil modifikasi ini maksimum bergerak ke kanan 91° dan ke kiri 70° sedangkan base robot lengan sebelumnya mampu bergerak ke kanan 90° dan kekiri 90°. Elbow robot lengan hasil modifikasi mampu bergerak maksimum 74° sedangkan pada robot lengan sebelumnya elbow mampu bergerak hingga 90°. Pergerakan shoulder robot lengan hasil modifikasi hanya mampu mencapi 46° sedangkan shoulder robot lengan sebelumnya mampu bergerak hingga 70°.
RANCANG BANGUN SISTEM REM CAKRAM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PRAKTEK CHASSIS Su?udi, Muhammad; Ansori, Aris
Jurnal Rekayasa Mesin JRM : Volume 01 Nomor 01 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengingat pentingnya sistem pengereman pada mobil yang berfungsi sebagai alat keselamatan. Penelitian ini membuat suatu alat peraga yaitu Trainer Sistem Rem Mobil karena pada Lab chasis Teknik Mesin UNESA belum ada trainer sistim rem. Adapun tujuan dari proses pembuatan trainer sistem rem mobil adalah untuk mengetahui bagaimana cara kerja rem cakram dan bagaimana perawatan yang diperlukan agar rem bekerja dengan optimal. Metode yang digunakan dalam penyusunan tugas akhir ini adalah metode studi pustaka, metode survei, metode observasi, dan metode wawancara. Adapun hasil analisa dari proses pembuatan trainer sistem rem mobil ini adalah proses pembuatan trainer sistem rem mobil, tidak memerlukan waktu lama, mudah dioperasikan, dan mudah untuk dipelajari serta dipahami.
RANCANG BANGUN SISTEM REM TROMOL HIDROLIS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PRAKTEK CHASSIS Dwi Prasetiyo, Abdul Haris; Ansori, Aris
Jurnal Rekayasa Mesin JRM : Volume 01 Nomor 01 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya media pembelajaran untuk praktek chassis dalam meningkatkan skill lulusan D3 Teknik Mesin Otomotif dalam membuat alat peraga rem tromol hidrolis sebagai media pembelajaran praktek chassis. Sehingga penelitian bertujuan membuat suatu alat peraga yaitu trainer sistem rem mobil karena pada Laboratorium Chassis Otomotif Teknik Mesin UNESA belum ada trainer sistem rem tromol hidrolis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Objek penelitian adalah sistem rem tromol hidrolis mobil Toyota Corolla. Pengujian sistem rem adalah mengukur tekanan maksimal minyak rem tromol hidrolis. Instrumen dan alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Indicator. Hasil yang diharapkan dalam adalah dapat mengetahui tingkat keakurasian alat peraga rem tromol hidrolis untuk menguji rem tromol hidrolis.
PEMROGRAMAN TRAINER CONTROL LEVEL AIR BERBASIS PLC Windy Saputro, Wicaksono; Budijono, Agung Prijo
Jurnal Rekayasa Mesin JRM : Volume 01 Nomor 01 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sesuai Dalam perkembangan teknologi saat ini semuanya dituntut untuk dikembangkan serba otomatis. Di dalam dunia modern yang modern yang mengedepankan keamanan, kenyamanan dan kecepatan. sensor adalah teknik dan peralatan yang digunakan untuk melakukan operasi atau kontrol otomatis dan kondisi dikendalikan atau dioperasikan secara otomatis. Otomatis biasanya digunakan instrument sensor, yaitu teori atau pengetahuan kerja sebuah mesin secara otomatis. Semua sistem yang menggunakan tenaga yang tersimpan dalam bentuk perintah program untuk menghasilkan suatu kerja. Sistem otomatis juga tidak jauh dari pemrograman sistem kerja suatu mesin atau trainer. Pembuatan program, diharapkan dapat membantu mempermudah mahasiswa dalam menguasai bahasa bahasa pemrograman dalam pembelajaran di laboratorium. Metode rekayasa yang digunakan adalah penempatan alat trainer ini menggunakan rangka dan terdapat sistem sistem sistem control yang kemudian digerakkan oleh suatu program yaitu PLC (Programmable Logic Controller) dan komputer. Pemrograman trainer Control level air ini diawali dengan mengetahui prinsip kerja suatu sensor dan fungsi dari suatu sensor. pemrograman PLC dan sistem otomatis pada trainer control level air.. Hasil dari pemrograman ini sangat menarik untuk digunakan sebagai media pembelajaran yang mempermudah pemahaman peserta didik dalam menguasai Program program sistem otomatis berbasis trainer di Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya.
RANCANG BANGUN TRAINER KONTROL LEVEL AIR Teguh Ardiyanto, Muhammad; Budijono, Agung Prijo
Jurnal Rekayasa Mesin JRM : Volume 01 Nomor 01 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses belajar mengajar adanya praktikum sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa. Pada mata kuliah instrumentasi kendali, praktek mengenai pengaturan level tidak ada sehingga mahasiswa tidak dapat memahami sistem kontrol tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut maka dalam  tugas ahir ini penulis mencoba untuk membuat trainer sistem kontrol level Air. Trainer tersebut dibuat dengan metode rancang bangun.Dalam merancang trainer tersebut yang harus dilakukan yaitu 1. Mendisain sistem trainer kontrol level air 2. Menentukan dimensi dan spesifikasi komponen-komponen trainer kontrol level air yang meliputi,  dimensi tandon. Spesifikasi pompa, dimensi reservoir. Selanjutnyan melakukan proses fabrikasi dan asembling  untuk disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Hasil uji siem kontrol level air dengan ketentuan Q in>Q out debit  masuk lebih besar dari pada debit keluaran secara manual menunjukan hasil bahwa pada saat air mencapai level atas ukuran  maka pompa bisa dihentikan sesaat  secara manual . dan begitu juga apabila Qout > Qin atau debit keluaran  lebih besar  debit masukan secara manual menunjukan hasil bahwa pada saat air mencapai level bawah  yakni kekeringan maka pompa biasa dinyalakan secara manual. Dari uji diatas alat ini sudah layak   sebagai media pembelajaran dalam mata kuliah instrumen kendali dan mekatronika di Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya.
ANALISA HASIL PENGUJIAN MESIN CETAK HOT PRESS PNEUMATIK HADI SAPUTRO, AFIF
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 1, No 02 (2014): JRM : Volume 01 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
RANCANG BANGUN MESIN CETAK HOT PRESS PNEUMATIK ERDHI NAKULA, FEBRYANT
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 1, No 02 (2014): JRM : Volume 01 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era globalisasi dan zaman yang semakin berkembang ini segala urusan dituntut untuk cepat dan tepat waktu, salah satu diantaranya adalah kebutuhan berwirausaha untuk meningkatkan kapasitas produksi. Sesuai keadaan tersebut manusia membuat mesin cetak hot press manual dengan penekannya menggunakan tenaga manusia, namun mesin cetak hot press tersebut mempunyai penekanan yang tidak konstan sehingga kualitas produksi tidak sempurna. Melihat permasalahan tersebut, maka penelitian ini membahas tentang  mesin cetak hot press menggunakan penekan angin (pneumatik). Pembuatan mesin hot press dengan  pneumatik  ini  dimulai  dari  proses desain  gambar,  dilanjutkan  dengan  perhitungan  dan  perencanaan  mesin dan pembuatan mesin itu sendiri. Tujuan dimaksudkan  agar  diketahui  bahan  dan  ukuran  komponen  mesin. Mesin  press didesain untuk menekan gaya  520 N menggunakan  batang silinder  berdiameter  1,6 cm. Pembuatan kerangka mesin cetak hot press pneumatik menggunakan besi dengan ukuran tebal 6 mm, panel box berukuran Panjang: 22 cm, Lebar: 16 cm dan Tinggi: 29 cm. Luas matras adalah, panjang: 80 mm, lebar 50 mm dan tebal minimal 16 mm sampai maksimal 95 mm, dengan ketebalan minimal motif 1 mm. Setelah  diketahui komponen mesin maka  dilanjutkan  dengan  perhitungan daya kompressor. Debit kompressor yang harus dialirkan kedalam silinder pneumatik adalah = 104 1/menit, sehingga harus menggunakan daya kompressor= 61 kW. Dan dilanjutkan pemasangan  komponen mesin  yaitu meliputi landasan selinder, landasan bidang kerja, penempatan perangkat pneumatik, penempatan pemanas dan penghitung waktu. Dengan terwujudnya rancangan mesin cetak hot press pneumatik, diharapkan menjadi jawaban atas masalah yang sedang dihadapi sampai saat ini. Kata Kunci : Sistem pnuematik, Mesin cetak panas, Mesin pres emboss.

Page 2 of 23 | Total Record : 222