cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
DESAIN RANGKA BOSCH PUMP TIPE IN-LINE 4 SILINDER CAHYONO, HARI; , ISKANDAR
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPompa injeksi ( injection pump ) atau lebih dikenal sebagai bosch pump memiliki berbagai jenis tipe, namun tipe yang akan digunakan salah satunya adalah tipe in-line ( segaris ) pada mesin diesel putaran tinggi. Sistem kerjanya bahan bakar yang telah dikirim oleh feed pump diinjeksikan ke dalam ruang bahan bakar oleh pompa injeksi dan nozzle dengan cara ditekan oleh plunger yang bergerak ke atas. Pergerakan naik turunnya plunger tersebut diatur oleh camshaft. Camshaft yang terdapat pada pompa injeksi bahan bakar dihubungkan ke timing gear. Sehingga penyemprotan bahan bakarnya dapat diatur waktunya. Control rack yang dihubungkan dengan governor berfungsi untuk memutar plunger guna mengatur jumlah bahan bakar yang diinjeksikan. Dikarenakan bosch pump tipe in-line memiliki mesin diesel putaran tinggi, maka akan di desain sebuah rangka sebagai tempat bosch pump tipe in-line. Tujuan dalam tugas akhir ini untuk mengetahui kekuatan rangka yang akan digunakan pada bosch pump tipe in-line, agar bisa menompang kinerja bosch pump yang akan dijalankan. Pengerjaan dilaksankan di bengkel dalm pembuatan rangka dan perakitan komponen dilakukan di laboratorium motor diesel Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya, waktu pengerjaan 3 bulan, dengan menggunakan metode eksperimen dan proses pengerjaan meliputi : 1) rumusan masalah dan tujuan penelitian, 2) mendesain rangka, 3) analisa dan perhitungan desain rangka, 4) membuat rangka, 5) uji coba, 6) hasil uji coba, 7) analisa kekuatan rangka dan 8) kesimpulan.Hasil desain rangka didapatkan spesifikasi alat menggunakan rangka besi siku L ukuran 20mm x 20 mm x 3mm, bosch pump tipe In-Line, motor penggerak gerinda sebagai media engine bosch pump tipe In-line. Berdasarkan perhitungan kekuatan dari desain rangka bosch pump tipe In-line di dapat sebagai berikut : beban yang diterima 5,62 N/mm sedangkan kekuatan rangka 62,5 N/mm, maka rangka dinyatakan cukup kuat untuk menahan beban bosch pump . Dan perhitungan kekuatan rangka pada motor penggerak di dapat sebagai berikut : beban yang di terima 1,86 N/mm sedangkan kekuatan rangka 62,5 N/mm, maka rangka dinyatakan cukup kuat untuk menahan beban motor penggerak.Kata kunci :bosch pump tipe in-line , desain rangka, tegangan rangka.
APLIKASI PENDINGIN ELEKTRIK TEC1-12706 DAN TEC1-12715 DENGAN HEATSINK PADA COOLER BOX SEMI KONDUKTOR UZIA BRAMANTYO, KUKUH; MADE ARSANA, I
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cooler box ini dirancang bertujuan untuk membantu manusia dalam mendapatkan minuman dingin karena minuman dingin dapat mempercepat menghilangkan dahaga dan dehidrasi manusia. Cooler box semi konduktor ini lebih efisien dibandingkan kulkas dan cooler box konvensional karena pengguna alat dapat memperoleh minuman dingin pada saat berpergian jauh menggunakan mobil. Rancang bangun Cooler Box Semi Konduktor ini diharapkan dapat membuat minuman menjadi dingin sehingga menjadi alternatif masyarakat untuk mendinginkan minuman pada saat bepergian jauh. Selain itu, dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan umum serta pengetahuan dalam bidang teknik pendinginan. Dalam perancangan ini menggunakan jenis penelitian yang berbentuk rancang bangun berbasis eksperimen. Perencangan ini bertujuan untuk mengetahui perancangan sistem analisis perfoma pendingin elektrik pada rancang bangun cooler box semi konduktor dan untuk meningkatkan performa analisis perfoma pendingin elektrik pada cooler box semi konduktor. Tahap perancangan rangka pada cooler box semi konduktor yang berarti setelah penentuan ide kemudian dilanjutkan pembuatan proses perancangan sesuai dengan bagian-bagiannya. Dalam pembuatan cooler box semikonduktor ini dapat menghasilkan pembuatan dokumen produk berupa desain gambar kerja, dan langkah terakhir adalah pengujian kinerja alat kemudian menyimpulkan hasil dari alat tersebut. Spesifikasi cooler box semikonduktor dapat mencapai suhu terendah 24 oC dalam waktu 60 menit. Ukuran box yaitu 53x31x43 cm, menggunakan TEC jenis TEC1-12706 dan TEC1-12715 dengan pendingin cairan, memiliki tegangan DC 12V.
PERENCANAAN SISTEM PENGGERAK PADA RANCANG BANGUN TRAINER TRANSMISI OTOMATIS HONDA JAZZ ADI SUSILO, DIKI; MADE ARSANA, I
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transmisi yang umum digunakan pada mobil masa kini adalah transmisi manual dan transmisi otomatis. Dengan berkembangnya dunia otomitif dibuatlah transmisi otomatis tipe CVT atau yang di kenal dengan sebutan (Continous Variable Transmision) untuk membuat kenyamanan berkemudi tanpa menganti berulang-ulang transmisi. Menanggapi hal tersebut laboratorium chassis UNESA memerlukan suatu media pembelajaran transmisi otomatis tipe CVT jenis mobil yang bisa memperlihatkan secara nyata tentang mekanisme dan prinsip kerja transmisi otomatis tipe CVT, salah satunnya yaitu pembuatan media pembelajaran desain cutting transmisi otomatis honda jazz. Perancangan ini dilaksanakan di laboratorium chasis Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya, waktu pengerjaan 2 bulan, dengan menggunakan metode eksperimen dan proses pengerjaan meliputi:1) menentukan transmisi yang dipakai, 2) mendesain rangka, 3) perhitungan pulley dan sabuk / V-Belt, 4) menentukan motor listrik yang akan dipakai, 5) uji coba trial & error, 6) penggunaan alat. Dari trainer transmisi otomatis cvt honda jazz membutuhkan daya rencana minimal 0,427 HP, maka daya mesin penggerak (motor listrik) yang dipilih adalah 0,5 HP dengan daya 0,319 Kw. Rasio transmisi yang digunakan adalah 1:2 untuk transmisi sabuk V dengan rpm penggerak 1400 rpm dan yang digerakkan sebesar 700 rpm. Transmisi sabuk yang terpasang tipe sabuk C-33, diameter puli penggerak 75 mm dan puli yang digerakkan 150 mm. untuk jarak kedua puli yang digunakan adalah 240 mm dan panjang keliling sabuk sebesar 838 mm. Dari performa sistem penggerak pada rancang bangun trainer transmisi otomatis honda jazz, pada saat trainer di uji coba tidak mengalami kendala apapun. Dari puley penggerak dan yang digerakkan proses berjalannya berputar baik sehingga pada saat poros porsneleng di pindahkan dari gigi P,R,N,D,D1, dan D2 gigi tidak mengalami kendala apapun, sehingga trainer bisa diamati berputarnnya trainer secara langsung Kata kunci: transmisi, engine cutting,motor listrik
DESAIN CUTTING PADA RANCANG BANGUN TRAINER TRANSMISI HONDA JAZZ PRIYAMBOGO, DAYAN; MADE ARSANA, I
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rancang bangun ini di buat dengan alasan sebagai median pembelajaran dengan media trainer transmisi otomatis Honda jazz untuk menunjukan mekanisme kerja dari transmisi otomatis. Menanggapi hal tersebut laboratorium chasisi UNESA memerlukan satu media pembelajaran transmisi otomatis tipe CVT. Tujuan rancang bangun ini untuk merancang dan merakit trainer otomatis Honda jazz pada media pembelajaran yang sesuai perencanaan. Perenangan ini di lakukan di laboratorium chasisi dengan waktu 2 bulan, pengerjaan meluputi 1) menentukan transmisi yang dipakai, 2) mendesain cutting 3) mendesain rangka, 4) uji coba 5) pengguanaan alat, Pada proses pemotongan pada caver transmisi otomatis tipe cvt dengan ukuran pemotongan 170mm x 100mm x 220mm terlihat bagian bagian yang ingin di tunjukan seperti pulley penggerak, forward gear, planetary gearSetelah dilakukan proses pemotongan komponen-komponen akan terlihat cara kerja pada bagian pully penggerak dan planetary gear pada saat tuas pemindah gigi transmisi di pindahkan. Namun jazz tidak berjalan dengan baik dikarenakan drive pulley dan driven pulley tidak mau mengebang karna rumah CVT di potong dan tidak adanya tekanan dari fluida. Kata kunci : transmisi otomatis tipe CVT
RANCANG BANGUN RANGKA TRAINER ENGINE CUTTING DOHC MITSUBISHI LANCER TRI SAPUTRA, YUDI; , MUHAJI
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata kuliah mesin bensin pada Prodi D3 Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya pada proses pembelajarannya menggunakan Engine cutting yang berfungsi untuk membantu dan mempermudah mahasiswa mempelajari suatu engine. Berdasarkan pengalaman pembelajaran dan survei lapangan di laboraturium mesin bensin pada Prodi D3 Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya, dapat disimpulkan proses pembelajaran masih menggunakan media engine cutting dengan teknologi mesin lama, yang masih menggunakan sistem OHV (Overhead valve) dan menggunakan sistem pengapian dan sistem bahan bakar yang konvensional. Sehingga dirasa kurang untuk meningkatkan pengetahuan tentang perkembangan teknologi yang sudah banyak diterapkan di setiap produsen mobil. Misal seperti sistem pengapian dan supplay bahan bakar yang sudah menggunakan sistem ECU (Electronic Control Unit). Tujuan dalam tugas akhir ini untuk membuat engine trainer cutting baru dengan mesin yang menggunakan teknologi ECU (Electronic Control Unit). Rancang bangun ini dilaksanakan di laboratorium mesin bensin Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya, waktu pengerjaan 2 bulan, untuk uji getar dan gerak menggunakan metode eksperimen. Hasil perancangan didapatkan spesifikasi alat menggunakan besi kanal U65 sebagai penyangga mesin. Dan terwujudnya trainer engine cutting Mitsubishi Lancer baru dan dapat membantu mengenal teknologi baru saat ini dalam proses pembelajaran mata kuliah teknologi mesin bensin dan melengkapi fasilitas di laboratorium mesin bensin Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya.
RANCANG BANGUN MESIN ROLL PRESS OTOMATIS UNTUK MEMBUAT PLAT BERGELOMBANG METALLIC CATALYTIC CONVERTER_DESIGN AUTOMATIC ROLL PRESS MACHINE TO MAKE METALLIC CATALYTIC CONVERTER WAVING PLATES DWI UTOMO, DIMAS; , YUNUS
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RANCANG BANGUN MESIN ROLL PRESS OTOMATIS UNTUK MEMBUAT PLAT BERGELOMBANG METALLIC CATALYTIC CONVERTERAbstrakRancang bangun mesin roll press plat bergelombang ini bertujuan untuk memudahkan mahasiswa dalam pembuatan Metallic Catalytic Converter berbentuk plat bergelombang yang dibuat secara manual pada praktikum mata kuliah Teknologi Lingkungan di Laboratorium Performa Mesin Jurusan Teknik Mesin Unesa. Metode dalam Tugas Akhir ini menggunakan metode rekayasa dimulai dari ide rancangan, pengumpulan data, kajian literatur, desain mesin, manafaktur, assembly, uji fungsi, analisis hasil uji fungsi, pembahasan dan kesimpulan. Hasil yang didapatkan adalah mesin roll press plat bergelombang otomatis dengan spesifikasi rangka mesin 540 x 500 x 720 mm dengan menggunakan besi siku 30x30x3 cm, mesin roll press 400 x 300 x 350 mm, diameter roll press Ø 50 mm panjang 120 mm, poros roll press memiliki diameter Ø 16 mm panjang 400 mm, tebal plat maksimum 0,3-0,8 mm, lebar 100-120 mm, dan panjang 1300 mm. Alat ini menggunakan penggerak motor listrik AC ½ HP dengan kecepatan maksimum 1400 rpm, perbandingan 1:40 pada gearbox, dan perbandingan 2:3 pada pulley yang menghasilkan putaran akhir 25 rpm. Kapasitas produksi mesin 360 plat bergelombang/jam. Kata Kunci: Rancang Bangun, Roll Press, Metallic Catalytic ConverterDESIGN AUTOMATIC ROLL PRESS MACHINE TO MAKE METALLIC CATALYTIC CONVERTER WAVING PLATESAbstractThe design of the corrugated plate press roll machine aims to facilitate students in making Metallic Catalytic Converter in the form of corrugated plates that are made manually in the practicum of Environmental Technology in the Mechanical Performance Laboratory, Department of Mechanical Engineering, Unesa. The method in this Final Project uses engineering methods starting from design ideas, data collection, literature review, machine design, manufacturing, assembly, function tests, analysis of the results of function tests, discussions and conclusions. The results obtained are automatic corrugated plate press roll machines with machine frame specifications of 540 x 500 x 720 mm using angle iron 30x30x3 cm, roll press machines 400 x 300 x 350 mm, roll press diameter Ø 50 mm length 120 mm, roll press shaft has a diameter of Ø 16 mm, a length of 400 mm, a maximum plate thickness of 0.3-0.8 mm, a width of 100-120 mm, and a length of 1300 mm. This tool uses an AC ½ HP electric motor drive with a maximum speed of 1400 rpm, a ratio of 1:40 in the gearbox, and a ratio of 2: 3 on the pulley that produces a final rotation of 25 rpm. Production capacity of machines 360 corrugated plate/hour. Keywords: Design, Metallic Catalytic Converter, Roll Press.
RANCANG BANGUN CYLINDER WELDING ROTATOR NUGROHO, SEPTIAN; , YUNUS
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Alat bantu pengelasan pipa atau benda silindris (Cylinder Welding Rotator) masih belum ada di Laboratorium Pengelasan Teknik Mesin Unesa. Tujuan tugas akhir ini untuk menciptakan Cylinder Welding Rotator dengan kapasitas diameter 6 inchi dan dilengkapi penyangga roll. Rancang Bangun ini menggunakan metode rekayasa yang meliputi ide perancangan, studi literatur, membuat desain, inventaris komponen, pembuatan alat, uji coba alat, analisa kinerja alat, dan kesimpulan. Hasil akhir dari rancang bangun ini adalah terciptanya Cylinder Welding Rotator dengan dimensi panjang 110 cm, lebar 46 cm dan tinggi 95 cm. Bahan yang dipilih adalah besi kanal C tipe ST 37, penyangga alat menggunakan besi hollow galvalum, motor listrik 1/3 pk dengan kecepatan 720 rpm, gearbox perbandingan 1:60, ukuran pulley pada benda kerja berdiameter 300 mm dan pulley motor berdiamter 50 mm, tekanan pada tiap titik las 12,573 psi, dan kapasitas diameter benda kerja 6 inch. Alat ini dapat meningkatkan produktivitas dan efektivitas proses pengelasan benda berbentuk silindris. Kata kunci: Cylinder Welding Rotator, Pengelasan Pipa, Efektif dan Efisien
UNJUK KERJA HASIL RANCANG BANGUN CYLINDER WELDING ROTATOR SAMSUDIN NOOR ARIFIN, MUHAMMAD; , YUNUS
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi di laboratorium pengelasan jurusan teknik mesin fakultas teknik UNESA terutama alat bantu praktik pengelasan benda silindris belum ada. Telah dirancang alat bantu pengelasan Cylinder Welding Rotator namun belum dilakukan uji coba. Tujuan tugas akhir ini adalah menguji efektivitas rancangan Cylinder Welding Rotator. Untuk mencapai tujuan dalam proses pengujian tersebut, penulis menggunakan metode uji unjuk kerja untuk menganalisa efektivitas kinerja Cylinder Welding Rotator, yaitu pengujian rancangan menggunakan pipa diameter 13 cm tebal 3 mm dan elektroda ukuran 2,6 mm dengan variasi putaran Cylinder Welding Rotator dan arus pengelasan. Hasil uji unjuk kerja pengelasan rancang bangun Cylinder Welding Rotator membutuhkan 0,6 rpm atau kecepatan las 24 cm/menit dengan arus 80 ampere untuk menghasilkan hasil las yang baik. Alat ini efektif karena putaran dapat diatur untuk menyesuaikan diameter benda kerja, pengoperasian dan perawatan mudah, produktivitas kerja meningkat, dapat digunakan sebagai media pembelajaran sekaligus bisa dikembangkan. Kembali Ke ListKata Kunci: Cylinder Welding Rotator, Efektivitas, Unjuk kerja. Conditions in the welding laboratory majoring in mechanical engineering at the UNESA faculty of engineering, especially the practice aids for welding cylindrical objects, do not yet exist. Cylinder Welding Rotator welding aids have been designed but have not yet been tested. The purpose of this thesis is to test the effectiveness of the Cylinder Welding Rotator design. To achieve the objectives in the testing process, the authors used the performance test method to analyze the effectiveness of the Cylinder Welding Rotator performance, namely design testing using a 13 cm thick 3 mm diameter pipe and 2.6 mm electrode size with variations of the Cylinder Welding Rotator rotation and welding current. The results of the welding performance test of the design of the Cylinder Welding Rotator require 0.6 rpm or a welding speed of 24 cm / min with a current of 80 amperes to produce good welding results. This tool is effective because rotation can be adjusted to adjust the diameter of the workpiece, easy operation and maintenance, work productivity increases, can be used as a learning medium as well as can be developed. Keywords: Cylinder Welding Rotator, Effectiveness, Performance.
MODIFIKASI SISTEM PENGAPIAN HONDA C70 STANDART MENGGUNAKAN PENGAPIAN CDI PADA PENGUJIAN PERFORMA ARDIANSYAH, JANTIKO; HERU SUTJAHJO, DWI
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada sepeda motor telah digunakan dua jenis sistem pengapian yaitu sistem pengapian platina dan sistem pengapian CDI. Perbandingan sistem pengapian pada sepeda motor sangat berpengaruh terhadap performa mesin sepeda motor. Pada sepeda motor yang masih menggunakan sistem pengapian platina masih mengandalkan kemampuan manusia dalam hal penyetelan, sedangkan pada sistem pengapian CDI sudah dilengkapi dengan sensor yang dapat memutus dan menghubungkan arus listrik tanpa melakukan penyetelan. Kelemahan yang terdapat pada sistem pengapian platina terletak pada komponennya yang masih menggunakan sistem mekanik yang mudah rusak dan aus dalam waktu tertentu sedangkan pada komponen sistem pengapian CDI lebih efesien karena sudah menggunakan sistem elektronik. Jenis perancangan yang digunakan adalah eksperimen. Obyek perancangan ini adalah mesin Honda C70 tahun 1980. Pengujian performa mesin berdasarkan SAE J1349 yaitu ?Engine Test Code-Spark Ignition and Compression Ignition-Net Power Rating?. Bahan bakar yang digunakan pada pengujian ini adalah Pertalite. Instrument dan alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah chasis dynamometer, rachet strap, termometer, fuel meter, stopwacth,acquistion rpm counter, dan blower. Analisa data ini menggunakan metode deskriptif. Dari perancangan ini setelah penggantian sistem pengapian CDI dapat dihasilkan torsi tertinggi 3.81 Nm pada putaran 6000 rpm, daya efektif tertinggi sebesar 4.67 PS pada putaran 6000 rpm, Konsumsi bahan bakar spesifik terendah yang dihasilkan adalah 0.080 kg/PS.jam pada putaran 6000 rpm. Kata kunci : Sistem pengapian konvensional, Sistem pengapian CDI, dan Performa Mesin
MODIFIKASI RASIO KOMPRESI PADA SEPEDA MOTOR YAMAHA FORCEONE TAHUN 1993 ALFARIZI, RAHMAN; HERU SUTJAHJO, DWI
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat yang lebih memilih untuk menggunakan sepeda motor pribadi. Dulunya sepeda motor berteknologi 2 tak bertransmisi manual marak digunakan. Pada tahun 1993 pada bahan bakar premium masih didapati kandungan timbal (TEL) sehingga mesin tidak memerlukan kompresi tinggi. Indonesia sejak awal Juli 2006 sudah tidak menggunakan lagi timbal (TEL) sebagai aditif untuk meningkatkan Research Octane Number (RON) dalam pengolahan Premium 88 disejumlah kilang?kilang Pertamina dalam upaya mendukung program langit biru yang telah direncanakan pemerintah. Metode Rekayasa dilakukan pada Universitas Negeri Surabaya dengan cara melakukan pemaprasan pada cylinder head sepeda motor Yamaha Forceone Tahun 1993 yang semula kubah memiliki tinggi 5mm kemudian dilakukakan pemaprasan sebnyak 1mm sehingga tinggi kubah menjadi 4mm. diukur menggunakan pipet dan dihitung menggunakan rumus sehingga didapati rasio kompresi sepeda motor setelah dilakukan modifikasi pada ruang bakar. Kemudian dilakukan uji jalan untuk mengetahui performa motor setelah dilakukan modifikasi.Hasil dari Dengan meningkatnya kompresi pada sepeda motor Yamaha Forceone Tahun 1993 yang semula mempunyai rasio kompresi 7,1:1 kemudian setelah dilakukan modifikasi pada ruang bakar setelah diukur rasio kompresinya menjadi 10,2:1 celah antara piston pada saat berada pada titik mati atas dengan cylinder head menjadi semakin sempit sehingga campuran bahan bakar yang masuk dapat dikompresikan lebih baik dari pada saat belum dilakukan modifikasi sehingga menyebabkan partikel campuran bahan bakar menjadi lebih kecil dan proses pembakaran menjadi lebih baik sehingga terjadi peningkatan pada accelerasi sepeda motor, terbukti pada saat dilakukan uji jalan sepeda motor. Kata kunci : Yamaha Forceone, Rasio Kompresi, cylinder head,