cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6282121181003
Journal Mail Official
jurna.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
BBPMGB LEMIGAS Jl. Ciledug Raya Kav. 109. Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
Published by LEMIGAS
Core Subject :
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Arjuna Subject : -
Articles 584 Documents
Pemanfaataan Gas Suar Bakar Menjadi Dimethyl Ether (Dme) Paramitha Widiastuti; Lisna Rosmayati; Fiqi Ghifari
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 52 No 3 (2018)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.52.3.724

Abstract

Gas suar bakar merupakan gas yang dihasilkan oleh kegiatan eksplorasi dan produksi atau pengolahan minyak dan gas bumi yang dibakar karena tidak dapat ditangani oleh fasilitas produksi atau pengolahan yang tersedia sehingga belum termanfaatkan. Data menunjukkan bahwa jumlah gas suar bakar di Indonesia tahun 2017 masih cukup besar yaitu 148 MMSCFD. Pemanfaatan gas suar bakar akan sangat menguntungkan dilihat secara materi dan dampaknya terhadap lingkungan, hanya saja sering terkendala oleh volume gas yang relative kecil dan tersebar, serta berlokasi jauh dari fasilitas infrastrukturnya. Opsi-opsi untuk pemanfaatan gas suar bakar perlu dikaji agar gas suar bakar menjadi suatu produk yang ekonomis dan dapat memberikan nilai tambah bagi industri migas. Salah satu opsi pemanfaatan gas suar bakar adalah pengolahan gas suar bakar menjadi Dimethyl Ether (DME). DME m enarik untuk dikaji karena DME dapat digunakan sebagai bahan bakar substitusi pengganti LPG yang hingga saat ini masih banyak diimpor dari luar. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah simulasi perhitungan keekonomian pada beberapa lapangan yang memiliki gas suar bakar di beberapa wilayah Indonesia dengan menggunakan skema proses pemanfaatan gas suar bakar menjadi DME. Keluaran dari kajian ini adalah diketahuinya batas volume gas suar bakar yang layak untuk dikembangkan.
Metode Alternatif Penentuan Densitas Batuan Reservoir Menggunakan Teknologi 3d Ct (Computed Tomography) Alit Gurmilang
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 52 No 3 (2018)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.52.3.725

Abstract

Penentuan karakterisasi fi sik batuan di laboratorium Routine Core menggunakan X-ray computed tomography (CT) merupakan teknik nondestruktif yang memungkinkan visualisasi citra struktur pori batuan yang ditentukan oleh variasi kerapatan antar butiran dan komposisi atom tanpa membuka percontoh batuan inti (core). Teknik ini dapat dijadikan bahan pertimbangan sebagai metode alternatif penentuan densitas batuan. Rekonstruksi citra yang diperoleh menggunakan metode 3D CT pada percontoh batuan inti dari alat CT Scan dibandingkan dengan data keluaran alat Spectral Gamma Ray dan Gas Permeameter pada percontoh plug untuk menghasilkan profi l nilai densitas pada batuan reservoar dengan maksud mendapatkan kesamaan pola. Dari data hasil pengukuran pada tekanan 400 psi diperoleh nilai densitas butiran/total yang diplot-silang secara linier terhadap nilai CT Number untuk diasumsikan menjadi nilai densitas matriks pada litologi batupasir dan serpih di setiap zona lapisan. Terdapat bukti yang menunjukkan adanya korelasi antara nilai densitas formasi barea sandstone dengan formasi sawah tambang. Kemudian hasil plot dari nilai total Sinar Gamma, Porositas, Permeabilitas, Densitas Butiran/Total dan CT Number ditampilkan ke dalam satu tampilan format Log Data, untuk memperoleh profi l zona lapisan dari setiap kedalaman.
Peningkatan Kinerja Pompa Air 3 Inchi Dengan Bermesin Penggerak 5,5 Hp Berbahan Bakar LPG Faqih Supriyadi; Cahyo Setyo Wibowo; Maymuchar Maymuchar; Nanang H; Riesta Anggarani
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 52 No 3 (2018)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.52.3.726

Abstract

Ada banyak jenis mesin penggerak pompa air yang digunakan untuk irigasi pertanian. Diantaranya adalah mesin penggerak pompa air berbahan bakar solar dan berbahan bakar bensin. Diantara kedua jenis mesin penggerak pompa air tersebut, yang paling banyak digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian oleh petani kecil adalah mesin pompa air 3 inchi berbahan bakar minyak jenis bensin dikarenakan harganya yang terjangkau, mudah dibawa dan mudah dipindahkan dari tempat satu ke tempat lain. Akan tetapi, pada saat ini harga bensin dirasa terlalu mahal oleh para petani kecil dan ketersediaannya yang susah untuk didapatkan di sekitar lahan pertanian, sehingga diperlukan bahan bakar alternative yang dapat digunakan pada mesin penggerak pompa air berbahan bakar bensin tanpa merubah spesifi kasi dari mesin tersebut. Salah satu bahan bakar alternative tersebut adalah Liquefi ed Petroleum Gas (LPG) karena LPG dan bensin sama-sama memiliki sifat parameter pengujian nilai angka oktana riset (RON), bahkan LPG memiliki nilai RON lebih tinggi dibandingkan dengan bensin yang ada saat ini, sehingga LPG dapat digunakan sebagai bahan bakar substitusi bagi mesin pompa air dengan sistem pengapian spark plug (busi). Untuk dapat menggunakan LPG, pada mesin pompa air perlu dilakukan modifi kasi pada saluran bahan bakar menjadi system bi-fuel dengan menambahkan peralatan konversi (conversion kit). Adapun bahan bakar LPG yang digunakan adalah LPG 3 kg yang telah digunakan secara luas untuk masyarakat sehingga tersedia diberbagai lokasi. Untuk mengetahui kinerja pompa, kemudahan dalam pengoperasian dan faktor keselamatan bagi pengguna di sektor pertanian, diperlukan penelitian di laboratorium. Penelitian terhadap kinerja pompa air 3 inchi dengan mesin penggerak berbahan bakar LPG ini dilakukan untuk mengetahui Total Head dan Debit yang dihasilkan untuk dibandingkan dengan kinerja mesin berbahan bakar bensin RON 88 dan sebagai acuannya adalah pompa air yang digerakkan oleh motor listrik. Metode uji yang digunakan adalah SNI 0141-2009/Amd 2:2015. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kinerja pompa air 3 inchi yang digerakkan oleh mesin 5,5 hp berbahan bakar bensin 88 dan LPG tidak terjadi perbedaan yang signifi kan.
Pembuatan Gemuk Lumas Bio Menggunakan Thickener Berbasis 12-Hsa Produksi Lokal Milda Fibria; Catur Yuliani R; Tri Purnami
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 50 No 1 (2016)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.50.1.727

Abstract

Gemuk lumas merupakan kombinasi minyak lumas dan bahan pengental (thickener). Thickener memberikan karakteristik kekakuan terhadap gemuk lumas yang merupakan ukuran resistensi terhadap deformasi oleh gaya yang diberikan. Thickener dibuat dengan mereaksikan asam 12-Hidroksistearat (HSA) dan litium hidroksida untuk menghasilkan gemuk lumas yang memiliki resistensi yang tinggi terhadap air. Kebutuhan terhadap asam 12-hidroksistearat (HSA) sebagai bahan thickener gemuk lumas cukup signifi kan. Namun produk ini belum diproduksi di Indonesia, sehingga industri gemuk lumas masih mengandalkan produk impor. Padahal bahan baku yang digunakan yaitu minyak jarak, justru banyak diproduksi di dalam negeri. Sehingga dibuatlah asam 12-hidroksistearat dari minyak jarak yang diproduksi di laboratorium pelumas PPPTMGB Lemigas. Hal ini imaksudkan untuk mengurangi impor 12-HSA, menggantinya dengan produk lokal. Berdasarkan hasil penelitian mengenai pembuatan gemuk lumas bio menggunakan thickener (lokal) berbasis minyak jarak, dapat disimpulkan bahwa, formulasi gemuk lumas bio menggunakan thickener berbasis minyak jarak produk lokal memiliki performa yang setara dengan produk impor. Bahkan apabila dilakukan treatment dengan baik maka akan dapat menghasilkan gemuk lumas yang lebih unggul dibanding penggunaan thickener dengan bahan baku impor. Pemanfaatan minyak jarak dalam penelitian menghasilkan peningkatan TKDN produk mencapai > 95%.
Simulasi Percobaan Coreflooding Injeksi Surfaktan Polimer Pada Batuan Reservoir Edward ML Tobing
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 50 No 1 (2016)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.50.1.728

Abstract

Dalam beberapa tahun belakangan ini injeksi surfaktan-polimer banyak diterapkan untuk dapat meningkatkan produksi lapangan minyak tua, karena mempunyai efek sinergis dari penurunan tegangan antar muka dan kontrol mobilitas dengan efek samping yang minimal. Tulisan ini membahas tentang pengembangan model simulasi injeksi surfaktan-polimer dengan menggunakan data percobaan di laboratorium, dan validasi dari model simulasi tersebut dilakukan dengan cara menyelaraskan terhadap hasil uji corefl ooding. Percobaan corefl ooding surfaktan-polimer dilakukan pada core batupasir dalam kondisi reservoar. Injeksi surfaktanpolimer dilakukan sampai tahap produksi tersier dengan konsentrasi surfaktan 1.067x10-3 fraksi mol, polimer 1.393x10-7 fraksi mol, anion klorida air injeksi 5.08x10-3 fraksi mol, dan slug injeksi surfaktan-polimer sebanyak 0.207 pore volume. Dari hasil uji core fl ooding menunjukkan perolehan minyak sebesar 57.09% original in place dari saturasi minyak tersisa setelah injeksi air, untuk formulasi surfaktan-polimer yang diselidiki. Analisis sensitivitas dilakukan dengan mengkombinasikan penambahan maupun pengurangan dari konsentrasi surfaktan, polimer, dan anion klorida air formasi, serta ukuran slug injeksi surfaktan-polimer untuk memperkirakan adanya penambahan perolehan dengan serangkaian ‘run’ model simulator. Berdasarkan hasil uji sensitivitas tersebut, maka perolehan minyak maksimum yang didapat adalah sebesar 87.28% original in place dari saturasi minyak tersisa untuk kasus penambahan konsentrasi surfaktan dan polimer masing-masing 10% dan 25% serta pengurangan konsentrasi anion klorida air injeksi sebanyak 10%, dan ukuran slug injeksi surfaktan-polimer 0.3 pore volume.
Peningkatan Kapasitas Adsorpsi Co2 Dari Adsorben Metil Dietanol Amina (Mdea) Berpenyangga Zeolit Alam Roza Adriany
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 50 No 1 (2016)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.50.1.729

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai peningkatan kapasitas adsorpsi CO2 dari adsorben Metil Dietanol Amina (MDEA) yang diimpregnasikan pada zeolit alam dengan menggunakan larutan MDEA yang mengandung Piperazin 6% yang berfungsi sebagai aktifator reaksi. Metodologi pembuatan adsorben dimulai dari pembersihan pori zeolit alam sebagai penyangga menggunakan Asam Klorida 5N dan pemanasan pada suhu 200°C dan dilanjutkan dengan impregnasi MDEA ke dalam pori zeolit pada beberapa variasi konsentrasi MDEA yaitu 15%, 20% dan 25%. Terhadap sampel adsorben dilakukan pengujian penentuan luas permukaan, total volume pori dan diameter pori rata-rata serta uji kapasitas adsorpsi CO2 pada suhu ruang menggunakan alat uji adsorpsi CO2 sistem kontinyu. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas adsorpsi CO2 optimum diperoleh pada konsentrasi MDEA 15% yaitu 33,6 mg CO2/g adsorben atau 0,764 mmol CO2/g adsorben. Impregnasi MDEA (mengandung Piperazin) ke dalam pori zeolit dapat meningkatkan perbandingan mol CO2 dan MDEA dari 1:1 menjadi 30:1, yang diperoleh pada konsentrasi MDEA 20 %.
Studi Microbial Enhanced Oil Recovery Skala Laboratorium Dan Penerapannya Di Lapangan Minyak Yanni Kussuryani
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 50 No 1 (2016)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.50.1.730

Abstract

Microbial Enhanced Oil Recovery (MEOR), merupakan teknologi yang dapat meningkatkan perolehan minyak dengan memanfaatkan aktivitas mikroba. Kegiatan penelitian MEOR dimulai dari isolasi dan identifi kasi mikroba; uji tabung guna menentukan mikroba dan nutrisi yang cocok untuk reservoir tertentu; uji Microbial Core Flooding/MCF dan uji coba MEOR di lapangan. Melalui uji tabung dan MCF, telah diperoleh mikroba dan nutrisi potensial yaitu kultur campuran dari sumur LDK 230 dengan starter KKL 11 dan medium M4 plus. Namun untuk uji coba lapangan berbagai faktor seperti kesesuaian antara karakteristik reservoir, kinerja mikroba dalam menghasilkan bioproduk, dan kondisi operasi masih perlu dipertimbangkan untuk keberhasilan teknologi MEOR, sehingga dapat diimplementasikan untuk peningkatkan perolehan minyak.
Penggunaan Katalis Ni-Mo/ Al2o3 Pada Proses Hidrotreating Minyak Kemiri Sunan Untuk Pembuatan Bahan Bakar Diesel Terbarukan Herizal Herizal
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 50 No 1 (2016)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.50.1.731

Abstract

Katalis Ni-Mo/ Al2O3 telah dikembangkan untuk pembuatan bahan bakar diesel terbarukan dari hidrotreating minyak kemiri sunan. Preparasi katalis Ni-Mo/g Al2O3 dilakukan dengan metoda ko-impregnasi basah dan dikarakterisasi dengan teknik N2-BET, XRD dan SEM. Hidrotreating minyak kemiri sunan dilakukan dengan menggunakan reaktor autoclave berpengaduk semi batch pada kondisi operasi suhu reaksi 350 – 400°C, tekanan hidrogen 30 – 60 bar dan konsentrasi katalis terhadap minyak 1 – 3% berat. Diantara hasil pengujian proses hidrotreating minyak kemiri sunan pada kondisi operasi suhu reaksi 400oC, tekanan hidrogen 60 Bar dan konsentrasi katalis terhadap minyak 2% berat memberikan hasil maksimum untuk hidrokarbon rentang minyak diesel sebesar 31,16% berat. Spektrum IR dari produk bahan bakar diesel terbarukan memiliki kemiripan dengan minyak solar.
Reformasi Katalitik Nafta untuk Pembuatan Bensin dan Aromatik dengan Katalisator Reforming Bifungsional A.S Nasution APU
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 39 No 2 (2005)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.39.2.732

Abstract

Meningkatnya kebutuhan bensin berangka oktana tinggi dan hidrokarbon aromatik rendah sebagai salah satu bahan baku utama industri petrokimia telah memacu pengolahan minyak bumi untuk meningkatkan jumlah jenis kedua produk tersebut. Reformasi dari fraksi nafta dengan bantuan katalisator bifungsional adalah salah satu proses katalitik untuk pembuatan reformat yang berangka oktana tinggi dan juga sumber aromatik rendah seperti benzena, toluena dan exylena atau BTX". Schubungan dengan kandungan hidrokarbon paraffin dan naftana yang tinggi dari umpan napta tersebut, maka konversi kedua jenis hidrokarbon tersebut dengan bantuan katalis reformasi bifungsional menjadi hidrokarbon aromatik adalah reaksi utama dari proses reformasi katalitik. Untuk meneliti tỉngkah laku katalisator refomasi bifungsional pada konversi hidrokarbon parafin dan naftana menjadi hidro karbon aromatik, maka suatu percobaan telah dilakukan dari katalik reformasi hidrokarbon murni (n.heksana, n.heptana, n.oktana dan metilisklopentana) dan umpan fraksi nafta dengan memakai dua jenis katalisator reformasi (mono dan bi-metalik) pada kondisi operasi: suhu dari 450'sampai 510 C, tekanan: dari 5 sampai 30 kg/cm2 dan perbandingan H/HC = 6 mol/mol dengan memakai alat catatest unit yang diopersikan secara kontinu. Berdasarkan hasil pengamatan menunjukan bahwa aromatisasi parafin diamati lebih rendah dari pada aromatisasi naftana, dan tingkah laku katalisator re- forming bi-metlik untuk aromatisasi paraffin dan neftana tersebut adalah lebih unggul dari katalisator reforming monometalik.
Pengaruh pH, Temperatur dan Waktu Kontak terhadap Efisiensi Pencegahan Kerak Barium Sulfat dengan Menggunakan Inhibitor DETPMP Tjuwati Makmur
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 39 No 2 (2005)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.39.2.733

Abstract

Singkapan sedimen umur Paleogen yang terdapat di Indonesia Barat sangat terbatas jumlahnya. Hal ini terutama disebabkan oleh aktivitas tektonik yang intensif yang berlangsung bersamaan dan sesudah umur Paleogen, yang mengakibatkan formasi umur ini tertimbun jauh di bawah permukaan. Sedangkan sedimen Paleogen yang didapat dari pemboran eksplorasi sulit diperoleh karena bersifat rahasia. Oleh karena itu tidak mengherankan kalau penelitian palinologi terhadap sedimen umur ini masih terbatas jumlahnya. Meskipun demikian, gambaran umum palinologi umur Paleogen sedikit banyak sudah terungkap. Sebagai buktinya beberapa peneliti telah menyusun zonasi polen untuk umur Paleogen seperti Morley (1991) dan Rahardjo dkk. (1994). Penelitian paling lengkap terhadap sedimen Paleogen tertua dilakukan oleh Muller (1968) terhadap Formasi Kayan (dulu bernama Plateau Sandstone) berumur Paleosen- Eosen Awal yang tersingkap di Sarawak. Keragaman polen dari formasi ini rendah dibandingkan dengan keragaman polen masa kini yang ada di Dataran Sunda dan umumnya tidak mempunyai kesamaan dengan spesies modern. Di antara sedimen Paleogen yang paling kaya dengan kandungan palinomorf adalah Formasi Nanggulan berumur Eosen Tengah-Akhir yang tersingkap di desa Nanggulan, D. I. Yogyakarta. Beberapa penelitian dilakukan pada formasi ini antara lain oleh Barton (1988), Morley dan Harley (1995), dan Lelono (2000). Keragaman dan kelimpahan polen pada Formasi Nanggulan sangat tinggi terutama pada sedimen umur Eosen Tengah menunjukkan kondisi iklim basah tropis yang memungkinkan terbentuknya hutan tropis yang lebat. Selain itu, penelitian yang telah dilakukan memperlihatkan kehadiran palinomorf yang berasal dari India. Hal ini membuktikan bahwa telah terjadi migrasi tumbuhan dari India ke wilayah Asia Tenggara karena menyatunya kedua daerah tersebut

Filter by Year

1980 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 60 No 2 (2026) Vol 60 No 1 (2026) Vol 59 No 3 (2025) Vol 59 No 2 (2025) Vol 59 No 1 (2025) Vol 58 No 3 (2024) Vol 58 No 2 (2024) Vol 58 No 1 (2024) Vol 57 No 3 (2023) Vol 57 No 2 (2023) Vol 57 No 1 (2023) Vol 56 No 3 (2022) Vol 56 No 2 (2022) Vol 56 No 1 (2022) Vol 55 No 3 (2021) Vol 55 No 2 (2021) Vol 55 No 1 (2021) Vol 54 No 3 (2020) Vol 54 No 2 (2020) Vol 54 No 1 (2020) Vol 53 No 3 (2019) Vol 53 No 2 (2019) Vol 53 No 1 (2019) Vol 52 No 3 (2018) Vol 52 No 2 (2018) Vol 52 No 1 (2018) Vol 51 No 3 (2017) Vol 51 No 2 (2017) Vol 51 No 1 (2017) Vol 50 No 3 (2016) Vol 50 No 2 (2016) Vol 50 No 1 (2016) Vol 49 No 3 (2015) Vol 49 No 2 (2015) Vol 49 No 1 (2015) Vol 48 No 3 (2014) Vol 48 No 2 (2014) Vol 48 No 1 (2014) Vol 47 No 3 (2013) Vol 47 No 2 (2013) Vol 47 No 1 (2013) Vol 45 No 3 (2011) Vol 45 No 2 (2011) Vol 45 No 1 (2011) Vol 44 No 3 (2010) Vol 44 No 2 (2010) Vol 44 No 1 (2010) Vol 43 No 3 (2009) Vol 43 No 2 (2009) Vol 43 No 1 (2009) Vol 42 No 3 (2008) Vol 42 No 2 (2008) Vol 42 No 1 (2008) Vol 41 No 3 (2007) Vol 41 No 2 (2007) Vol 41 No 1 (2007) Vol 40 No 3 (2006) Vol 40 No 2 (2006) Vol 40 No 1 (2006) Vol 39 No 3 (2005) Vol 39 No 2 (2005) Vol 39 No 1 (2005) Vol 38 No 3 (2004) Vol 38 No 2 (2004) Vol 38 No 1 (2004) Vol 37 No 1 (2003) Vol 36 No 3 (2002) Vol 36 No 2 (2002) Vol 36 No 1 (2002) Vol 24 No 2 (1990) Vol 24 No 1 (1990) Vol 23 No 3 (1989) Vol 23 No 1 (1989) Vol 21 No 3 (1987) Vol 21 No 2 (1987) Vol 21 No 1 (1987) Vol 20 No 3 (1986) Vol 20 No 2 (1986) Vol 20 No 1 (1986) Vol 19 No 3 (1985) Vol 19 No 2 (1985) Vol 19 No 1 (1985) Vol 18 No 3 (1984) Vol 18 No 2 (1984) Vol 18 No 1 (1984) Vol 17 No 2 (1983) Vol 15 No 1 (1981) Vol 14 No 3 (1980) Vol 14 No 2 (1980) Vol 14 No 1 (1980) More Issue