cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
ANALISA STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN BAJA S45C PADA PROSES QUENCH-TEMPER DENGAN MEDIA PENDINGIN AIR ANNAS F, AWANG
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 01 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 01 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap pengaruh proses Quench-Temper, yaitu diawali dengan proses hardening disusul pendinginan cepat menggunakan media air. Kemudian dilakukan proses temper untuk mengetahui struktur mikro dan nilai kekerasannya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja S45C dengan kadar karbon 0,45% yang merupakan baja karbon sedang. Bahan berbentuk silinder pejal dengan diameter 25 mm dan panjang 20 mm. Proses hardening menggunakan variasi temperatur 930oC, 955oC dan 980oC dilanjutkan dengan proses pendinginan menggunakan air. Proses akhir yaitu tempering, menggunakan temperatur temper 625oC. Kemudian dilakukan foto mikro serta pengujian kekerasan Rockwell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat kuat penggunaan variasi temperatur hardening pada proses quench-temper terhadap kekerasan baja S45C menggunakan media pendingin air. Nilai kekerasan tertinggi terjadi pada spesimen dengan temperatur hardening 930oC. Nilai kekerasan rata-rata pada media pendingin air sebesar 52,2 HRC atau meningkat 71,1% dari spesimen raw material. Struktur mikro yang terbentuk berupa ferrite, pearlit dan martensit. Struktur ferrite berkembang lebih besar apabila temperatur hardening semakin tinggi. Kata Kunci: Baja S45C, Hardening, Quenching, Tempering, Media Pendingin, Struktur Mikro, Kekerasan
PENGARUH VARIASI KEDALAMAN PEMAKANAN DAN KECEPATAN PUTAR SPINDLE TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PERMUKAAN ALUMINIUM 6061 PADA MESIN CNC TU-2A DENGAN PROGRAM ABSOLUT G01 DWI KURNIAWAN, PEBRI
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 01 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 01 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi kedalaman pemakanan (0,1 mm; 0,3 mm; 0,5 mm) dan variasi kecepatan putar spindle (1700 rpm, 2200 rpm, 2700 rpm) terhadap tingkat kekasaran permukaan benda kerja aluminium 6061 pada mesin bubut CNC TU-2A dengan program absolut G01, dan mengetahui nilai tingkat kekasaran permukaan paling rendah yang dihasilkan dari interaksi variasi kedalaman pemakanan dan kecepatan putar spindle. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dilakukan di Laboratorium CNC Jurusan Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Sedangkan untuk pengujian tingkat kekasaran permukaan benda kerja dilakukan di Laboratorium Pengujian Bahan, Jurusan Teknik Mesin, Universitas Negeri Surabaya. Dalam penelitian ini benda kerja yang digunakan adalah Al 6061 dengan diameter 25,4 mm, panjang 60 mm dan sebanyak 9 buah yang mendapatkan perlakuan berbeda dalam proses pengerjaannya, yaitu berbeda kedalaman pemakanan dan kecepatan putar spindle. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur kekasaran permukaan benda kerja tersebut adalah surface tester. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Ada pengaruh variasi kedalaman pemakanan, yaitu pada kedalaman 0,1 mm; 0,3 mm; dan 0,5 mm dihasilkan rata-rata tingkat kekasaran permukaan benda kerja secara berturut-turut adalah 1,366 µm, 1,849 µm, dan 2,091 µm. Jadi semakin dalam pemakanan, maka semakin tinggi tingkat kekasaran permukaan benda kerja. (2) Ada pengaruh variasi kecepatan putar spindle, yaitu pada kecepatan 1700 rpm, 2200 rpm, 2700 rpm dihasilkan rata-rata tingkat kekasaran permukaan benda secara berturut-turut adalah 2,199 µm, 1,880 µm, dan 1,366 µm. Jadi, semakin tinggi kecepatan putar spindle, maka semakin rendah tingkat kekasaran permukaan benda kerja. (3) Variasi kedalaman pemakanan dan kecepatan putar spindle yang menghasilkan benda kerja dengan nilai rata-rata tingkat kekasaran paling rendah adalah pengerjaan dengan kedalaman pemakanan 0,1 mm dan kecepatan putar spindle 2700, yaitu sebesar 1,366 µm. Kata Kunci: kedalaman pemakanan, kecepatan putar spindle, kekasaran permukaan, CNC TU-2A.
STUDI KOMPARASI EMISI GAS BUANG BAHAN BAKAR SOLAR DAN BIODIESEL DARI CRUDE OIL NYAMPLUNG DENGAN PROSES DEGUMMING PADA MESIN DIESEL NISSAN D22 WAHYU ABRYANDOKO, EKO
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 01 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 01 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk dan meningkatnya pendapatan masyarakat berimplikasi terhadap pertumbuhan kendaraan bermotor disektor transportasi. Polusi kendaraan bermotor menjadi permasalahan yang sangat penting untuk diatasi khususnya diperkotaan besar seperti di Surabaya. Gas buang mesin diesel sangat banyak mengandung partikulat karena banyak dipengaruhi oleh faktor dari bahan bakar yang tidak bersih. Salah satu usaha dalam menurunkan emisi gas buang yaitu memodifikasi bahan bakar.Penelitian ini menggunakan studi komparasi emisi gas buang diesel solar Nissan D-22 yang berbahan bakar campuran solar dan biodiesel dari crude oil nyamplung dan solar murni. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, objek penelitian adalah mesin diesel Nissan D-22. Bahan bakar yang digunakan dalam penelitian adalah solar dan solar yang dicampur biodiesel B5, B7,5, B10, B12,5, B15 dan solar murni. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan emisi gas buang Diesel Nissan D-22 yang berbahan bakar campuran biodiesel dan solar dengan solar murni. Dengan menggunakan putaran mesin 1000 rpm, 1500 rpm, 2000 rpm, 2500 rpm, 3000 rpm, dengan range putaran 500 rpm.Analisis data dilakukan dengan metode deskripsi dengan memvariasikan rpm pada beban penuh.Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa, konsentrasi gas buang CO untuk bahan bakar solar pada putaran 1000 rpm sebesar 14 %volsedangkan Biodiesel degumming asam sulfat B7,5 mampu menghasilkan CO yang rendah yaitu 9%vol di bandingkan dengan biodiesel degumming asam cuka 12%vol pada campuran B15.Karbondioksida (CO2) pada solar menghasilkan 6%vol dan naik 14 %vol sedang biodiesel degumming asam sulfat B7,5 menghasilkan konsentrasi CO2 sebesar 2 %vol dan naik sampai 10 %vol, jika di bandingkandengan biodiesel degumming asam cuka B15 menghasilkan konsentrasi paling rendah yaitu dari 4%vol sampai 8%vol.Oksigan (O2) pada biodiesel asam sulfat B7,5 menghasilkan 5%vol lebih rendah dibandingkan untuk biodiesel degumming asam cuka terendah yaitu B15 yang menghasilkan 6%vol dan solar yang mencapai 8 %vol pada masing-masing putaran 3000 rpm. Tingkat Opasitas padabiodiesel dari degumming asam sulfat dan cuka ini terendah di peroleh oleh B7,5 yaitu pada RPM 3000 menghasilkan 53,5% dan untuk biodiesel degumming asam cuka hasil terendah B15 yaitu pada posisi 3000 rpm di peroleh 53,4%, dari kedua biodiesel itu tergolong rendah di bandingkan dengan solar yang mencapai hasil 54,1%. Kata kunci : Degumming, Minyak Biji Nyamplung, Biodiesel.
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR HARDENING TERHADAP KEKERASAN BAJA S45C DENGAN MEDIA PENDINGIN AIR FAKHRUDDIN, RYAN
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 01 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 01 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hardening merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kekerasan yang bertujuan untuk membuat material menjadi tahan terhadap gesekan. Hardening akan optimal jika memperhatikan faktor temperatur dan media pendingin yang digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Spesimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja S45C dengan diameter 25 mm dan tebal 20 mm. Jumlah spesimen yang diujikan berjumlah 9 spesimen. Spesimen akan diberikan perlakuan panas hardening dengan variasi temperatur sebesar 930oC, 955oC, 980oC dengan holding time 30 menit, disusul pendinginan cepat dengan menggunakan air. Setelah itu spesimen akan diuji kekerasan dengan menggunakan standar Hardness Rockwell Cone (HRC).Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai kekerasan Rockwellpada temperatur 930oC mempunyai rata-rata nilai kekerasan 57,9 HRC, lalu pada temperatur 955oC mempunyai rata-rata nilai kekerasan 48,6 HRC dan pada temperatur 980oC mempunyai rata-rata nilai kekerasan 43,4 HRC. Kesimpulanya terdapat pengaruh yang sangat kuat penggunaan variasi temperatur hardening terhadap kekerasan baja S45C dengan media pendingin air dan temperatur optimal terjadi pada temperatur 930oC dengan media pendingin airyang mempunyai rata-rata nilai kekerasan 57,9 HRC.   Kata Kunci: baja S45C, temperatur,media pendingin, kekerasan.
STUDI KOMPARASI KINERJA REFRIGERANTR134A DENGAN R600A KUSUMA, INDRA
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 01 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 01 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak diciptakannya mobil dengan ruang penumpang tertutup, muncul pemikiran bagaimana caranya agar ruangan di dalam mobil tersebut tidak terasa panas dan pengap.Setelah berbagai cara dilakukan, muncullah ide yang paling efektif untuk mengurangi rasa panas, gerah, dan pengap di dalam mobil yakni dengan memasang AC (Air Conditioner).Air Conditioner atau yang lebih dikenal dengan AC adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengatur suhu udara. Secara umum, cara kerja AC sama dengan cara kerja alat pendingin lain yaitu memanfaatkan proses perpindahan panas dan terjadi proses pendinginan. Untuk keperluan pemindahkan energi panas tersebut, dibutuhkan suatu fluida penukar kalor yang selanjutnya disebut refrigerant.Refrigerant yang digunakan pada AC mobil saat ini adalah R134a.Namun berdasarkan penelitian,refrigerant R134a memiliki potensi sebagai zat yang dapat menyebabkan efek pemanasan global.Oleh karena itu dalam penelitian ini kami bermaksud melakukan penelitian studi komparasi refrigerant R134a dengan refrigerant R600a.Ini dikarenakan refrigerant R600a sifat termodinamikanya lebih baik dibandingkan dengan Refrigeran 134a. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui COP, tingkat konsumsi energi, dan besar nilai ekonomisasi pada refrigerant R134a dan R600a. Hasil dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) COP dari masing-masing refrigerant, (2) pengaruh penggantian refrigerant R134a dengan refrigerant R600a pada tingkat konsumsi energi yang digunakan untuk menjalankan sistim, (3) nilai ekonomisasi pada penggunaan kedua jenis refrigerant tersebut, (4) pengaruh kecepatan blower evaporator pada sistim kerja AC mobil. Kata kunci: air conditioner, refrigerant, COP 
PENGARUH KEDALAMAN POTONG, KECEPATAN PUTAR SPINDEL, SUDUT POTONG PAHAT TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN HASIL BUBUT KONVENSIONAL BAHAN KOMPOSIT FIDIAWAN, DENY
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 01 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 01 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin bubut merupakan salah satu mesin perkakas yang memegang peranan penting dalam proses produksi di industri. Pada proses pembubutan benda kerja yang dicekam berputar pada sumbunya, sedangkan alat potong bergerak memotong sepanjang benda kerja akibatnya terjadilah penyayatan oleh pahat sehingga terbentuk geram. Dalam proses ini terdapat pengaruh hasil nilai kekasaran permukaan akibat dari penyayatan tersebut. Untuk mendapatkan tingkat kekasaran yang ideal dipengaruhi oleh beberapa parameter yang ada. Banyak penelitian sebelumnya yang menggunakan bahan logam untuk mengetahui pengaruh dari beberapa parameter proses bubut. Belum ada yang menggunakan bahan komposit untuk mengetahui apakah parameter tersebut juga berpengaruh atau sebaliknya. Karena material komposit ini mempunyai sifat mekanis dan fisis yang berbeda dengan logam. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan sejauh mana pengaruh dari parameter jenis kedalaman potong, kecepata putar spindel, dan sudut potong pahat terhadap kekasaran permukaan hasil bubut konvensional bahan komposit (Al 6061 + abu batubara).Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Obyek penelitian adalah komposit matrik logam (Al 6061 + abu batubara) memiliki potensi sebagai bahan alternatif pengganti logam. Variabel bebasnya adalah kedalaman potong (0.1 mm, 0.2 mm, 0.3 mm), kecepatan putar spindel (334 Rpm, 510 Rpm, 800 Rpm), sudut potong pahat (780, 800, 820). Variabel kontrolnya adalah mesin bubut, jenis material, jenis pahat, langkah pemotongan, dan operator. Variable terikatnya adalah tingkat kekasaran.Dari hasil pengujian Anovamenunjukan nilai Sig. 0.000 dengan α = 0.05, dan uji lanjutan Ducan menyatakan bahwa ada pengaruh kedalaman potong, kecepatan putar spindel, dan sudut potong pahat terhadap kekasaran permukaan hasil bubut konvensional bahan komposit. Nilai kekasaran  permukaan rata-rata aritmatik (Ra) terbaik atau terkecil adalah (5.59µm) dihasilkan dari parameter kedalaman potong 0.1 mm, kecepatan spindel 800 Rpm dan sudut potong 780. Kata Kunci: Kedalaman Potong, Kecepatan Putar Spindel, Sudut Potong Pahat, Kekasaran, Komposit.
CAMPURAN ARANG LIMBAH AMPAS TEBU (BAGASSE) DAN ARANG TEMPURUNG KELAPA DENGAN PEREKAT TETES TEBU KUSUMA WARDANI, TRI
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 01 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 01 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini cadangan bahan bakar fosil Indonesia bahkan dunia sudah sangat menipis seiring bertambahnya jumlah penduduk Indonesia maupun dunia, maka dari itu negara Indonesia dan negara negara lain memerlukan sumber bahan bakar alternatif yang baru dan terbarukan serta ramah lingkungan, dan efisien. Biobriket adalah salah satu sumber bahan bakar alternatif yang bahan dasarnya berasal dari biomassa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi terbaik biobriket berbahan campuran arang limbah ampas tebu dan arang tempurung kelapa dengan perekat tetes tebu dan kualitasnya dibandingkan dengan standar mutu briket batubara yang ada. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan obyek penelitian adalah biobriket berbahan campuran arang limbah ampas tebu dan arang tempurung kelapa dengan perekat tetes tebu. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif. Bahan dasar jumlahnya 1000 gram dengan perbandingan jumlah arang ampas tebu dan tempurung kelapa yaitu : sampel 1 terdiri dari 10% arang limbah ampas tebu dengan 90% arang tempurung kelapa ; sampel 2 terdiri dari 30% arang limbah ampas tebu dengan 70% arang tempurung kelapa ; sampel 3 terdiri dari 50% arang limbah ampas tebu dengan 50% arang tempurung kelapa ; sampel 4 terdiri dari 70% arang limbah ampas tebu dengan 30% arang tempurung kelapa ; dan sampel 5 terdiri dari 90% arang limbah ampas tebu dengan 10% arang tempurung kelapa dengan penambahan masing masing 800 gram perekat tetes tebu. Parameter untuk mengetahui hasil pengujian karakteristik pembakaran biobriket yang baik meliputi nilai kalor, kadar abu, kadar air, kerapatan dan kuat tekan dari biobriket berbahan baku campuran arang limbah ampas tebu dan arang tempurung kelapa dengan zat perekat tetes tebu. Karakteristik biobriket yang terbaik akan dibandingkan dengan karakteristik standart mutu biobriket di Negara Jepang, Amerika, Inggris maupun Indonesia. Dari hasil penelitian diketahui bahwa komposisi terbaik biobriket berbahan campuran arang limbah ampas tebu dan arang tempurung kelapa dengan perekat tetes tebu yaitu sampel no 5. Terdiri dari 10% arang limbah ampas tebu dengan 90% arang tempurung kelapa dengan penambahan 800 gram tetes tebu. Pada komposisi ini menghasilkan nilai kalor sebesar 6089,923 kal/g, kadar air 8,27%, kadar abu 2%, kerapatan 0,846 g/cm³ dan kuat tekan 15,68 kg/cm². Nilai kalor memenuhi standart Jepang dan Indonesia, kadar air belum memenuhi standart 4 negara, kadar abu memenuhi standart 4 negara, kerapatan lebih rendah daripada standar mutu Amerika dan Jepang namun lebih tinggi dibanding nilai standar mutu briket negara Inggris sedangkan kuat tekan memenuhi standart Inggris. Kata kunci : biobriket, arang ampas tebu, arang tempurung kelapa, tetes tebu
PENGARUH PENCAHAYAAN TEMPAT KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI BENGKEL PENGECATAN M.MISKAN SURABAYA NURYANTO, HENDRI
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 01 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 01 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan sebagai bagian dari lingkungan kerja fisik dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Semakin baik tingkat pencahayaan yang terdapat ditempat kerja maka akan meningkatkan kenyamanan pekerja sehingga kinerja karyawan dapat optimal. Permasalan yang dikaji dalam penelitian ini adalah : Apakah terdapat pengaruh  antara pencahayaan terhadap kinerja karyawan pada bengkel M.Miskan Kalijudan – Surabaya. Penelitian ini dilakukan di bengkel pengecatan M.Miskan Surabaya. Data yang diperoleh melalui penelitian ini dikumpulkan dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Dimana dengan pengambilan data yaitu dengan cara mengukur tingkat pencahayaan dan output (hasil kerja) pada industri atau perusahaan. Data yang diambil kemudian dibandingkan sebelum dan setelah perubahan cahaya. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan dalam lingkup kerja pengamplasan yang berjumlah 5 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tingkat pencahayaan sebelum pencahayaan diubah pada penelitian ini sangat berpengaruh. Hal ini dapat dilihat pencahayaan terbaik  yang terjadi siang hari pada pekerja 1, 3 dan 5 yaitu 165 lux dengan luas area yang terselesaikan 530 cm2, 540 cm2 dan 535 cm2. Dari hasil perhitungan korelasi product moment dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang positif sebesar 0,920 antara pencahayaan dan kinerja karyawan, maka koefisien korelasi yang ditemukan termasuk katagori sangat kuat.Pencahayaan setelah pencahayaan diubah pada penelitian ini juga sangat berpengaruh. Hal ini juga dapat dilihat pada siang hari pencahayaan terbaik  terjadi pada pekerja 2 dan pekerja 4 dengan pencahayaan  208 lux dan 207 lux dengan luas area yang terselesaikan kerja 1450 cm2 dan 1400 cm2. Dari hasil perhitungan korelasi product moment dapat diketahui juga bahwa terdapat hubungan yang positif sebesar 0,866 antara pencahayaan dan kinerja karyawan setelah diubah, maka koefisien korelasi yang ditemukan sebesar 0,866 termasuk katagori sangat kuat. Kata kunci : Pencahayaan dan kinerja karyawan.
PENGARUH JENIS PAHAT, KECEPATAN SPINDEL DAN KEDALAMAN PEMAKANAN TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PERMUKAAN BAJA S45C DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE MASTERCAM PADA MESIN MORI SEIKI CL2000 HASAN PRASETYO, MOHAMMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 01 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 01 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi jenis pahat insert (kyocera dan wolframcarb), variasi kecepatan spindel (950 rpm, 1050 rpm, 1150 rpm) serta variasikedalaman pemakanan(0,4 mm; 0,6 mm; 0,8 mm) terhadap tingkat kekasaran permukaan bajaS45C dengan menggunakan software mastercam pada mesin mori seiki CL2000.Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen. Benda kerja yang digunakan dalam penelitian ini yaitu baja S45C dengan diameter 25 mm dan panjang 80 mm sebanyak 18 spesimen yang mendapatkan perlakuan pengerjaan berbeda. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur kekasaran permukaan benda kerja tersebut adalah surface tester Mitutoyo 301.Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) Ada pengaruh variasi jenis pahat insert, yaitu kyocera dan wolframcarbdihasilkan tingkat kekasaran permukaan benda kerja terendah yaitu 2,436 µm pada penggunaan pahat insert wolframcarb.Karena semakin keras pahat yang digunakan, maka semakin rendah tingkat kekasaran permukaan benda kerja. (2) Ada pengaruh variasi kecepatan spindel, yaitu pada kecepatan 950 rpm, 1050 rpm dan1150 rpm dihasilkantingkat kekasaran permukaan benda kerja terendah yaitu 2,436 µm pada kecepatan spindel 1150 rpm. Karena semakin tinggi kecepatan spindel, maka semakin rendah tingkat kekasaran permukaan benda kerja. (3) Ada pengaruh variasi kedalaman pemakanan, yaitu pada kedalaman 0,4 mm; 0,6 mmdan 0,8 mm dihasilkantingkat kekasaran permukaan benda kerja terendah adalah 2,436 µm pada kedalaman pemakanan 0,4 mm. Karena semakin dalam pemakanan, maka semakin tinggi tingkat kekasaran permukaan benda kerja. Kata kunci:pahat insert, kecepatan spindel, kedalaman pemakanan, kekasaranpermukaan.
HUBUNGAN PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA BIDANG SERVICE KENDARAAN DI BENGKEL CV. ASRI MOTOR SIDOARJO ENDARWATI, NURINI
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 01 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 01 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Sedangkan produktivitas adalah perbandingan antara hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya manusia yang diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada bidang service kendaraan di bengkel CV.ASRI MOTOR Sidoarjo. Objek penelitian ini adalah karyawan bengkel pada bidang service kendaraan yang berjumlah 13 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode dokumentasi dalam mengumpulkan data.Dari hasil analisis data nilai dari rxy adalah sebesar 0,327, nilai tersebut interpretasikan ke dalam tabel interpretasi nilai r product momen adalah termasuk dalam kategori yang mempunyai hubungan rendah. Sedangkan dengan pengujian secara signifikan dengan menggunakan uji t, hasil nilai uji t yaitu sebesar 1,1488. Hasil perbandingan antara t thitung dan t tabel dengan ketentuan kesalahan (α) 5% dan dk = 11 adalah sebesar 2,201, sehingga besarnya t hitung ≤ t tabel yaitu 1,1488 ≤ 2,201 maka hasilnya adalah Ho diterima dan Ha ditolak oleh karena itu hubungan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada bidang service kendaraan dibengkel CV.ASRI MOTOR Sidoarjo adalah hubungan yang rendah. Kata Kunci : K3, produktivitas.