cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN BIODIESEL DARI VIRGIN COCONUT OIL PADA BAHAN BAKAR SOLAR TERHADAP UNJUK KERJA MESIN DIESEL EMPAT LANGKAH MUHAMMAD RIZAL ADH-DHUHAA, WS
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 03 (2015): JTM : Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Minyak solar atau High Diesel Oil (HDO) memiliki peran yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan energi dalam transportasi, industri, dan sektor pembangkit listrik di Indonesia. Namun, yang sebagian besar digunakan untuk sektor transportasi. Permintaan solar meningkat setiap tahun, sedangkan produksi minyak solar di Indonesia terbatas, sehingga impor minyak solar diperlukan untuk memenuhi peningkatan permintaan domestik. Biodiesel merupakan pilihan energi alternatif untuk menggantikan minyak solar terutama untuk sektor transportasi. Kita semua menyadari bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk memproduksi virgin coconut oil sebagai bahan baku alternatif untuk memproduksi biodiesel. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh campuran solar-biodiesel dari virgin coconut oil terhadap unjuk kerja mesin diesel dan opasitas. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Pengujian unjuk kerja mesin menggunakan metode fixed full-load fuel injection pump dengan standar pengujian berdasarkan SAE J1349 dan standar pengujian kadar emisi gas buang berdasarkan SAE J1167. Biodiesel ini dicampurkan pada solar dengan presentase  17,5%; 20%; dan 22,5%. Peralatan dan instrumen penelitian yang digunakan adalah smoke opacymeter, ediccurent chasis dynamometer, stopwatch, dan gelas ukur. Analisis data menggunakan metode deskriptif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa torsi yang dihasilkan mengalami penurunan bahan bakar B17,5 sebesar 1,380%; pada bahan bakar B20 torsi meningkat sebesar 5,946%; dan pada bahan bakar B22,5 torsi meningkat sebesar 1,885%. Perubahan daya yang dihasilkan pada bahan bakar B17,5 menurun sebesar 0,634%; pada bahan bakar B20 daya meningkat sebesar 2,902%; dan pada bahan bakar B22,5 daya meningkat 2,310%. Terjadi Penurunan konsumsi bahan bakar pada bahan bakar B17,5 sebesar 21,07%; pada bahan bakar B20 menurun sebesar 12,68%; dan pada bahan bakar B22,5 menurun sebesar 21,43%. Opasitas gas buang yang dihasilkan mengalami penurunan yaitu pada bahan bakar B17,5 sebesar 34,73%; pada bahan bakar B20 sebesar 31,30%; dan pada bahan bakar B22,5 sebesar 31,95%. Kata kunci: biodiesel, virgin coconut oil, solar, unjuk kerja mesin, opasitas.
PEMANFAATAN BUNGKIL DAN KULIT BIJI KARET SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF BIOBRIKET DENGAN PEREKAT TETES TEBU LATHIEF LANG LANG BUANA, AHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 03 (2015): JTM : Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Biobriket merupakan bahan bakar alternatif yang sangat sederhana dan dapat dikembangkan secara massal dalam jangka waktu yang relatif singkat yang merupakan bahan bakar padat yang terbuat dari campuran biomassa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cara pembuatan biobriket dari campuran limbah kulit dan bungkil biji karet dengan menggunakan perekat tetes tebu, mengetahui perbandingan ideal biobriket berbahan dasar bungkil dan kulit biji karet dengan perekat tetes tebu., mengetahui hasil pengujian biobriket yang meliputi nilai kalor, kadar abu, kadar air, kerapatan dan kuat tekan dari biobriket berbahan baku campuran bungkil dan kulit biji karet dengan perekat tetes tebu. Jumlah sampel biobriket yang dibuat dalam penelitian ini adalah 5 sampel dengan perbandingan bahan dasar yang bervariasi. Perbandingan bahan dasar kulit dan bungkil biji karet dalam penelitian ini meliputi: (1) 90:10 (2) 70:30 (3) 50:50 (4) 30:70 (5) 10:90 dengan berat total biobriket sebesar 50 gr menggunakan perekat tetes tebu sebanyak 20% dari berat total biobriket. Ukuran dari biobriket yang dihasilkan berdiameter 4,2 cm dan tinggi 5 cm. Pengujian mutu dan kualitas biobriket dilakukan dengan pengujian kadar abu, kadar air, kerapatan, kuat tekan dan nilai kalor dari briket. Parameter yang dijadikan acuan dari mutu dan kualitas biobriket sesuai dengan Standar Mutu Biobriket. Hasil penelitian diperoleh nilai kadar air terendah pada sampel 1 dengan komposisi 90% kulit biji karet + 10% bungkil biji karet sebesar 5,53%. Nilai kadar abu terendah pada sampel 1 dengan komposisi 90% kulit biji karet + 10% bungkil biji karet sebesar 4,95%. Nilai Kerapatan terbesar pada sampel 1 dengan komposisi 90% kulit biji karet + 10% bungkil biji karet sebesar 0,86 g/cm3. Nilai kuat tekan tertinggi pada sampel 1 sebesar 14,45 kg/cm2. Nilai kalor tertinggi pada sampel 1 sebesar 5650,661 kal/gr. Kata kunci: Biobriket, Kulit dan Bungkil Biji Karet, Perbandingan bahan baku, Kualitas.  
 PENGARUH KETINGGIAN TERJUNAN DAN VOLUME TABUNG UDARA TERHADAP KINERJA POMPA HIDRAM SOFWAN, MUKHAMMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 03 (2015): JTM : Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pompa hidram adalah pompa yang memanfaatkan water hammer (palu air) sebagai tenaga utama untuk menaikkan air dari sumber air yang tidak terlalu tinggi menuju ke tempat yang lebih tinggi dari sumber air tersebut. Energi yang ditimbulkan dari air yang mengalir pada ketinggian tertentu dan menghasilkan energi potensial. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian secara grafis dalam tabel, histrogram,dan grafik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi ketinggian terjunan, volume tabung udara, dan ketinggian discharge terhadap kinerja pompa hidram. Pompa hidram yang digunakan dalam penelitian ini memiliki diameter   pipa masuk  1 inch dan diameter  pipa keluaran 0,5 inch. Variasi tinggi terjunan  yang dilakukan adalah 1,5 m, 1,75 m, dan 2 m. Sedangkan variasi volume tabung udara yang dilakukan adalah  0,0024 m3, 0,0028 m3, dan 0,0032 m3. dan variasi ketinggian discharge adalah 2,5 m, 3 m, dan 3,5 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perancangan pompa hidram didapatkan hasil yang paling optimal adalah pada ketinggian terjunan 2 meter dengan variasi volume tabung udara 0,0028 m3 dan tinggi discharge 2,5 m. dengan kapasitas discharge sebesar 10,2 liter/menit, efesiensi volumetris 49 %, dan efisiensi pompa 57 %. dari hasil analisa menunjukan bahwa semakin tinggi terjunan maka semakin tinggi pula energi yang masuk, keseimbangan antara tekanan yang masuk dengan tekanan dalam tabung menyebabkan katup hantar terbuka semakin cepat sehingga kapasitas discharge juga meningkat. Peningkatan kapasitas discharge sebanding dengan peningkatan efisiensi volumetris dan efisiensi pompa. Kata kunci: Pompa Hidram, Ketinggian Terjunan, Volume Tabung Udara, Ketinggian Discharge
PENGARUH BERAT KATUP LIMBAH DAN KETINGGIAN DISCHARGE TERHADAP KINERJA POMPA HIDRAM EKO SETYAWAN, ARIS
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 03 (2015): JTM : Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Air adalah sumber kehidupan bagi makhluk hidup Pompa hidram merupakan sebuah pompa air yang dapat bekerja tanpa menggunakan energi listrik ataupun bahan bakar..Tujuan dari penelitian ini (1) Mengetahui pengaruh variasi berat katup limbah dan ketinggian discharge terhadap efisiensi pompa hidram. (2) Mengetahui pengaruh variasi berat katup limbah dan ketinggian discharge terhadap kapasitas pompa hidram. Variabel berat katup limbah yang digunakan dalam penelitian ini 200, 250, 300, 350, 400, 450, gram, yang akan difariasikan dengan pipa inlet diameter 11/4 inch, dan panjang 400 cm, diameter pipa discharge 0.5 inch dengan ketinggian 300, 350, 400 cm, diameter rumah pompa 11/4 inch. Teknik analisa, dilakukan dengan cara menelaah data yang diperoleh dari eksperimen, dimana hasilnya berupa data kuantitatif yang akan dibuat dalam bentuk tabel dan ditampilkan dalam bentuk grafis.Hasil dari penelitian menunjukan hasil kapasitas terbaik pada katup limbah 200 gram dengan nilai 7,75 L/min pada discharge 3 meter. Efisiensi volumetris berat katup limbah 200 gram dengan nilai 52,961 % pada discharge 3 m. Efisiensi pompa berat katup limbah 200 gram dengan nilai 60,623  % pada discharge 3 m. Kata kunci : pompa hidram, uji eksperimental, berat katup, hidram
PENGARUH SUSUNAN LAMINA KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT E-GLASS DAN SERAT CARBON TERHADAP KEKUATAN TARIK DENGAN MATRIK POLYESTER NUR ICHSAN, RUSMAN
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 03 (2015): JTM : Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam industri manufaktur penggunaan material komposit mulai banyak dikembangkan, salah satu material komposit yang paling sering digunakan di dunia industri yaitu material komposit dengan pengisi berupa Fiber Glass maupun Fiber Carbon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kekuatan tarik komposit lamina berpenguat serat E-Glass dan serat Carbon dengan matriks poliester. Dalam penelitian ini terdapat empat variasi susunan lamina serat penguat komposit yaitu, 3 lapisan serat E-Glass jenis Random, 3 lapisan serat E-Glass WR (Woven Roving), 3 lapisan serat Carbon dan 3 lapisan hibrid. Manufaktur spesimen komposit menggunakan metode hand lay-up. Pengujian kekuatan tarik menggunakan standar ASTM D 3039-00. Hasil dari masing-masing variabel dianalisis secara statistika menggunakan SPSS.Berdasarkan hasil penelitian kekuatan tarik terbesar pada susunan lamina komposit serat Carbon dengan nilai 265,99 MPa. Sedangkan kekuatan tarik terendah pada susunan lamina komposit serat E-Glass Random dengan nilai 115,01 MPa. Lamina komposit dengan serat E-glass WR dan serat Hibrid memiliki kekuatan yang hampir sama, masing-masing 196,30 MPa untuk serat E-Glass WR dan 198,25 MPa untuk serat Hibrid. Dari hasil analisis statistika juga menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap jenis serat yang digunakan. Kata Kunci: Kekuatan Tarik, Komposit, Fiber Glass, Fiber Carbon, Poliester
STUDI TEBAL CORE KOMPOSIT SANDWICH  BERPENGUAT SERAT E-GLASS DAN SERAT CARBON TERHADAP KEKUATAN BENDING DENGAN MATRIK POLYESTER TEGUH DWI CAHYO, MOH
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 03 (2015): JTM : Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Komposit pada transportasi umum dewasa ini amat sangat ditunggu – tunggu perkembangannya selain ringan, material koposit serat juga mempunyai kekuatan yang sangat baik. Komposit sandwich     merupakan jenis material komposit serat yang mempunyai susunan dan komposisi tertentu dengan bahan plastik polypropylene pada bahan dasarnya dan laminasi serat sebagai penguat strukturnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakter kekuatan bending komposit  pada beberaba ketebalan core komposit sandwich   , dikarenakan Dalam keadaan keselamatan sangat ekstrim Seorang perlu mengetahui seberapa kuat bahan akan bertahan pada kondisi tertentu, dan pengujian bending ditujukan untuk mengetahui ketahanan lengkung dalam menyerapan daya secara continue. Manufaktur komposit sandwich    pada penelitian ini menggunakan metode hand lay-up. Specimen yang akan diuji mempunyai variasi ketebalan yang berbeda, yaitu: ketebalan 10 mm, 15 mm, 20 mm, dan 25 mm. Specimen yang digunakan sebanyak 12 sampel yang akan diuji dalam banding test. Dengan menggunakan standart ASTM D 790-02.  Pada penelitian metode yang dipergunakan yaitu metode eksperimen dan teknik pengambilan data dengan penggunaan metode kualitatif deskriptif untuk memudahkan penilitian dimengerti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tebal komposit sandwich  semakin menurun kekuatannya. Hal tersebut dikarenakan ketebalan laminasi membawa pengaruh kekuatan pada sifat kontruksi komposit sandwich. Nilai bending  paling tinggi diperoleh pada komposit sandwich dengan tebal core 10 mm dengan perolehan kekuatan bending rata - rata 19,5843 mpa. Kata Kunci : komposit sandwich dan kekuatan bending.
MODIFIKASI RUANG BAKAR DENGAN PENAMBAHAN RUANG BAKAR MULA PADA MOTOR BAKAR SILINDER TUNGGAL UNTUK MENURUNKAN EMISI GAS BUANG WAHYUDI, PRIYO
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 03 (2015): JTM : Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kendaraan bermotor saat ini menjadi sumber yang dominan dari pencemaran udara. Sedangkan teknologi kendaraan  bermotor  yang  masuk  Indonesia  masih  tertinggal  dibandingkan  negara-negara  lain  dalam membuat  kemajuan penerapan  standar emisi  Euro.  Oleh  karena  itu, produksi  kendaraan  bermotor  saat ini dituntut  memenuhi  standart  ambang  batas  emisi  gas  buang.  Penelitian  ini  dilakukan  untuk mengetahui emisi  gas  buang  kendaraan  dengan  penambahan  ruang  bakar  mula  dan  variasi  ukuran main  jet 105,100,95,90. Pengujian sesuai dengan standart pengujian emisi gas buang menurut SNI-097118.3-2005. Untuk    melihat  tingkat polutan  dari   kadar   emisi    gas  buang    yang  ditimbulkan yaitu  O2,  CO2, HC,  CO Penelitian  dilakukan  di  Laboraturium  Pengujian  Performa  Mesin  PPPPTK VEDC  Malang.  Dari  hasil pengujian, Penurunan konsentrasi emisi gas CO terendah yaitu sebesar 0,15% pada 7000 rpm terdapat pada pengujian  dengan  penambahan  ruang  bakar  mula  dan  penggantian ukuran  mainjet  95.  Peningkatan konsentrasi  emisi  gas  CO2 tertinggi  yaitu  sebesar  7,8%  pada  7000 rpm  pengujian  dengan  penambahan ruang  bakar  mula  dan  penggantian  ukuran  mainjet  100. Sedangkan  pengujian  tanpa  penambahan  ruang bakar mula CO2 tertinggi yaitu sebesar 6,7% pada 7000 rpm. Penurunan konsentrasi emisi gas HC terendah yaitu sebesar 1129 ppm pada 5000 rpm terdapat pada pengujian dengan penambahan ruang bakar mula dan ukuran  mainjet  100.  Hasil  terbaik  dari  pengujian didapatkan  konsentrasi  emisi  gas  buang  dan  konsumsi bahan  bakar  serendah-rendahnya  tanpa  terjadi kehilangan  daya  yang  berarti,  motor  dapat  menggunakan ruang bakar mula dengan mainjet 100. Kata Kunci: ruang bakar mula, emisi gas buang, variasi main jet.
ANALISA KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP BENGKEL DENGAN METODE IPA (IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS) DI PT. ARINA PARAMA JAYA GRESIK PURNOMO, WIRDHA
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 03 (2015): JTM : Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Semakin tinggi jumlah mobil yang ada di jalanan, juga menyebabkan semakin banyak bengkel yang ada. Hal itu menciptakan persaingan yang ketat antara bengkel satu dengan yang lain. Pelanggan datang dengan harapan yang tinggi namun pelanggan merasa kecewa karena pelayanan yang diberikan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, hal tersebut juga terjadi di bengkel Arina Motor. Oleh karena itu, dilakukan penelitian  untuk menganalisa kepuasan pelanggan terhadap pelayanan bengkel di Arina Motor.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskripstif kuantitatif dan kualitatif. Variabel penelitian merupakan atribut pelayanan bengkel Arina Motor, atribut kualitas pelayananan diidentifikasi dari indikator kepuasan menurut pelanggan yang diungkapkan Zeithmal dkk, yaitu dengan TRREASE (Tangiables, Reliabilty, Responsiveness, Assurance, Empathy). Pengukuran tingkat kepuasan pelanggan di bengkel Arina Motor menggunakan metode IPA (Importance Performance Analysis). MetodeIPA pada tingkat kesesuaian membandingkan antara tingkat kepentingan (harapan), dengan tingkat kinerja pelayanan yang di berikan bengkel kepada pelanggan. Hasilnya di jabarkan dan dibagi pada empat bagian pada diagram kartesius. Hasil dari penelitian dengan metode Importance Performance Analysis dari 23 atribut pelayanan bengkel Arina Motordidapat rata-rata tingkat kesesuaian sebesar 94%. Hal ini menunjukkan bahwa pelanggan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan bengkel Arina Motor. Berdasarkan diagram kartesius terdapat 13 atribut pelayanan yang dianggap penting oleh pelanggan, masing-masing atribut tersebar dalam 2 kuadran yaitu 6 atribut terdapat dalam kuadran A dan 7 Atribut terdapat dalam kuadran B Kata kunci: Kepuasan Pelanggan, IPA (Importance Performance Analysis)
ANALISIS KUALITAS PRODUK PLASTIC HOUSEWARE DENGAN METODE SIX SIGMA STUDI KASUSDI PT. SEMESTARAYA ABADIJAYA KURNIAWAN, ADITYA
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 03 (2015): JTM : Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kualitas atau yang sering kali disebut juga dengan mutu sebenarnya merupakan derajat tingkat kepuasan atau tingkat kesempurnaan. Kualitas merupakan sebuah jembatan komunikasi antara konsumen dengan produsen. Sasaran dari kualitas adalah mampu memberikan suatu jaminan kepuasan kepada pelanggan. Untuk menghasilkan produk dengan kualitas yang baik maka variasi yang terjadi harus diperkecil. Untuk dapat menyelesaikan masalah cacat produk, tidak semua penyebab dapat di atasi sekaligus, perusahaan harus mampu mengidentifikasi masalah-masalah apa yang perlu diprioritaskan terlebih dahulu. Metode analisis kualitas yang diterapkan pada produk Plastic Houseware dalam penelitian ini adalah metode Six Sigma. Six Sigma merupakan metodologi terstruktur untuk memperbaiki proses yang difokuskan pada usaha untuk mengurangi variasi proses sekaligus mengurangi cacat produk dengan siklus DMAIC yakni: Define, Measure, Analyze, Improve dan Control. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Peneliti menggunakan penelitian deskriptif karena tidak membandingkan dan mencari hubungan antar variabel. Kuantitatif karena masalah yang dibawa oleh penulis sudah jelas dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data cacat produk dan penyebabnya serta kualitatif karena dalam pengumpulan data juga dilakukan dengan cara observasi dan wawancara kepada responden untuk mengetahui penyebab cacat produk secara mendalam. Hasil penelitian dengan menggunakan metode Six Sigma ini dapat diketahui bahwa kapabilitas proses produksi produk Plastic Houseware bentuk Storage Box bagian badan di PT. SEMESTARAYA ABADIJAYA ini belum mencapai zero defect yaitu masih pada tingkat 3,72 sigma yakni dengan 6 CTQ, total produksi  385.898 pcs dan jumlah cacat yang telah teridentifikasi mencapai  30.236 pcs. Dari jumlah cacat yang teridentifikasi  terdapat lima jenis cacat paling potensial yakni badan storage box tidak utuh (60,3 %), warna badan storage box semburat (17, 1%), warna badan storage box tidak standart (10,7 %), badan storage box lengket pada matras (10,4 %), dan badan storage box pecah (1,31%). Langkah perbaikan yang harus dilakukan berdasarkan urutan prioritas yaitu mengadakan pelatihan/training untuk operator secara berkala, pembersihan mesin pada komponen-komponen yang masih ada sisa warna biji plastik bekas produksi, perlunya melakukan pengeringan pada biji plastik sebelum melakukan produksi, memberikan standart waktu untuk proses penggilingan, memberikan peringatan pada operator agar tidak melakukan kesalahan, pembersihan hopper dari biji plastik yang telah digunakan sebelumnya dan penjadwalan perawatan terhadap mesin secara berkala. Kata Kunci: Plastic Houseware, Six Sigma
PENGARUH DIAMETER PIPA DAN PANJANG PIPA INLET TERHADAP KINERJA POMPAM HIDRAM YAHYA ALFARIZI, M
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 03 (2015): JTM : Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Air merupakan elemen yang sangat penting untuk menunjang setiap kegiatan makhluk hidup khususnya manusia. Untuk memindahkan air dari sumber  menuju ke tempat yang diinginkan dibutuhkan sebuah alat yaitu pompa air. Dalam pengoperasiannya pompa air membutuhkan energi listrik atau bahan bakar minyak. Kebutuhan terhadap bahan bakar minyak yang semakin meningkat mengakibatkan bahan bakar minyak menjadi semakin mahal dan langka, sehingga diperlukan solusi dari permasalahan ini. Salah satu solusinya adalah pompa hidram. Pompa hidram merupakan pompa air yang dapat bekerja tanpa menggunakan energi listrik maupun bahan bakar minyak. Pompa hidram bekerja dengan memanfaatkan energi aliran yang jatuh dari sumber menuju ke dalam pompa. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang (1) pengaruh debit air masuk terhadap kinerja pompa hidram dan (2) pengaruh panjang lintasan air terhadap kinerja pompa hidram. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah eksperimen dengan membuat pompa hidram yang selanjutnya akan diuji kinerjanya. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis data deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian secara grafis dalam tabel dan grafik. Adapun variabel diameter pipa dan panjang pipa yang digunakan antara lain: (1) 1 inchi : 4 m, (2) 1 inchi : 5 m, (3) 1¼ inchi : 4 m, (4) 1¼ inchi : 5 m, (5) 1½ inchi : 4 m, (6) 1½ inchi : 5 m. Dari penelitian ini didapatkan rancangan pompa hidram yang paling optimal adalah dengan diameter pipa inlet sebesar 1 inchi dan panjang pipa inlet 4 meter. Pompa dengan rancangan tersebut mampu menghasilkan kapasitas discharge sebesar 6,72 l/min dengan efisiensi volumetris sebesar 49,64% dan efisiensi pompa sebesar 54,88%. Kata kunci: pompa hidram, diameter pipa inlet, panjang pipa inlet, efisiensi pompa, kapasitas discharge.