cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
PENGEMBANGAN SISTEM KONTROL SOLAR CELL BERBASIS LDR (LIGHT DEPENDENT RESISTOR) DENGAN ACUAN PERGERAKAN MATAHARI IMAM HARUN ARRASYID, TAKBIRUL; ANSORI, ARIS
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Metode eksperimental dimana solar cell akan di tambahkan sistem kontrol dengan basis sensor LDR (Ligth Dependent Resistor) sebagai pembaca intensitas sinar matahari sehingga solar cell bisa mengikuti pergerakan sinar matahari yang lebih terang, dengan variasi sudut sensor.Cara pengambilan data menggunakan solar power meter dan DC volt ampere meter yang selanjutnya dicatat ke tabel hasil pengambilan data. Dan metode analisis data yang digunakan yakni dengan metode kuantitatif deskriptif, dari hasil data yang sudah di analisa, dapat diketahui variabel range antar sensor 15° lebih efektif yaitu sebesar 12,66 % sedangkan range antar sensor 20° yaitu 12,20 %. dari alat sistem kontrol solar cell berbasis LDR sebelumnya Efisiensi yaitu 6,73 %. Penggunaan sensor LDR cukup efektf, karena terbukti sensor LDR dapat berfungsi sebagai koreksi saat terjadi mendung, terjadi pergerakan modul surya kembali ke sudut 82,5 dari sebelumnya yaitu 97,5 dan pada pukul 12.57 solar cell bergerak menghadap sudut 67,5. Kata kunci : Solar Cell, LDR, Variasi Sudut, Efisiensi Abstract Method where solar cell will be added control system with LDR (Ligth Dependent Resistor) sensor base as reader of sunlight intensity so solar cell can follow sunshine movement which is brighter, with angle variation sensors.How to take data using solar power meter and DC volt ampere meter which is then recorded to the data retrieval table. And the method of data analysis used that is with descriptive quantitative method, from result of data that have been analyzed, can know variable range between sensor 15° more effective that is equal to 12,66% while range between sensor 20° that is 12,20%. of the previous LDR-based solar cell control system Efficiency is 6.73%. The use of LDR sensors is quite effective, because LDR sensor is proven to act as correction during clouding, the movement of the solar module back to the 82.5 from the previous corner of 97.5 and at 12:57 solar cell move facing the corner 67.5. Keywords: Solar Cell, LDR, Variation Angle, Efficiency.
PENGARUH JARAK ANODA KATODA DAN WAKTU PENCELUPAN PADA PROSES PELAPISAN NIKEL–KROM TERHADAP KETEBALAN DAN KEKERASAN LAPISAN PERMUKAAN KNALPOT SEPEDA MOTOR INDRA NASUTION, DONNI; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elektroplating merupakan pelapisan logam dengan bantuan arus listrik melalui elektrolit dengan tujuan memindahkan partikel logam pelapis ke logam yang dilapisi. Tujuan pada penelitian ini 1) untuk mengetahui pengaruh jarak anoda katoda dan waktu pelapisan nikel-krom terhadap ketebalan lapisan permukaan knalpot sepeda motor. 2) untuk mengetahui pengaruh jarak anoda katoda dan waktu pelapisan nikel-krom terhadap kekerasan lapisan permukaan knalpot sepeda motor. Proses elektroplating mengunakan variasi jarak anoda katoda 20 cm, 25 cm, dan 30 cm, dengan waktu pencelupan 20 menit, 30 menit, dan 40 menit. Pengujian yang dilakukan adalah dengan pengujian ketebalan lapisan dan kekerasan Rockwell. Hasil penelitian ketebalan lapisan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat kuat pada variasi jarak anoda katoda dan waktu pelapisan nikel-krom terhadap ketebalan lapisan permukaan knalpot sepeda motor. Hal ini disebabkan karena semakin dekat jarak anoda katoda maka semakin cepat proses oksidasi reduksinya. Waktu pencelupan juga mempengaruhi ketebalan lapisan, semakin lama waktu yang dipakai maka deposit logam yang menempel pada spesimen semakin banyak. Nilai ketebalan lapisan terendah sebesar 16,2 µm pada jarak anoda katoda 30 cm dengan waktu pencelupan 20 menit. Nilai ketebalan lapisan tertinggi sebesar 20,5 µm pada jarak anoda katoda 20 cm dengan waktu pencelupan 40 menit. Hasil penelitian kekerasan lapisan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang sedang dan rendah untuk penggunaan variasi jarak anoda katoda dan waktu pelapisan nikel-krom terhadap kekerasan lapisan permukaan knalpot sepeda motor. Nilai kekerasan permukaan terendah sebesar 82,9 HRB pada jarak anoda katoda 30 cm dengan waktu pencelupan 20 menit. Nilai kekerasan permukaan tertinggi sebesar 87,1 HRB pada jarak anoda katoda 20 cm dengan waktu pencelupan 40 menit. Kata kunci: Elektroplating, Jarak Anoda Katoda, Waktu Pencelupan, Ketebalan Lapisan, Kekerasan Permukaan.
ANALISIS GAYA DAN MEKANISME ANGKUT FORKLIFT TOYOTA 8FBMT50 BERDAYA ANGKAT 5 TON DENGAN SISTEM HIDROLIK KURNIAWAN, RIZKY; PRIJO BUDIJONO, AGUNG
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Forklift adalah contoh dari pesawat angkat yang berfungsi untuk memindahkan, menurunkan dan mengangkat, benda kerja dengan ketinggian yang berbeda. Dalam pengoperasian forklift jika diberikan beban berat secara terus menerus akan mengalami fatique (lelah) sehingga benda tersebut akan rusak. Jika forklift tidak dirancang dengan dengan baik maka forklift tersebut tidak akan bertahan lama atau akan menyebabkan kecelakaan kerja yang dapat membahayakan jiwa para pekerja sehingga perlu dilakukan analisis kinerja forklift. Salah satu metode untuk menganalisis kinerja forklift adalah menggunakan program Festo Fluidsim. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan mekanisme angkut dan gaya angkat forklift dengan kapasistas pengangkatan (rated capacity) serta mengetahui komponen penggerak utama dan desain mekanisme gerakan forklift dengan berbantu software Fluidsim. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian analisa. Variabel bebas (Independent Variabel) dalam penelitian ini adalah gaya dan mekanisme angkut forklift. Variabel terikat (Dependent Variabel) dalam penelitian ini adalah daya dan efisiensi yang dihasilkan pada variasi perubahan posisi forklift adalah 6o dan 12o kebelakang. Sedangkan Variabel Kontrol (Control Variable) dalam penelitian ini adalah fluida dan pompa hidrolik. Instrumen dan alat komponen sistem hydraulic pada sistem kerja forklift elektrik yang terdiri dari hydraulic tank, hydraulic pump, control valve, cylinder. Teknik analisa data yang digunakan adalah metode analisa statistik deskriptif Kata kunci: Festo FluidSIM, Sistem Hidrolik, forklift, kapasitas 5 Ton Abstract Forklifts are examples of lifeboats that serve to move, lower and lift, workpieces of different heights. In the operation of forklifts if a heavy load is given continuously will experience fatique (fatigue) so that the object will be damaged. If the forklift is not well designed then the forklift will not last long or will cause work accidents that can endanger the lives of workers so it needs to be analyzed forklift performance. One method to analyze forklift performance is to use the Festo Fluidsim program. This study aims to describe the transport mechanism and lift force forklift with rated capacity and know the main driving components and design of forklift movement mechanism with the help of Fluidsim software. The type of research in this study is research analysis. Independent variable (Independent Variable) in this research is forklift force and mechanism of transport. Dependent variable (Dependent Variable) in this research is the power and efficiency resulted in variation of forklift position change is 6o and 12o backward. While Variable Control (Control Variable) in this research is fluid and hydraulic pump. Instruments and tools of hydraulic system components in electric forklift work system consisting of hydraulic tank, hydraulic pump, control valve, cylinder. Data analysis technique used is descriptive statistical analysis method Keywords: Festo FluidSIM, Hydraulic System, forklift, capacity 5 Ton
SIMULASI PERFORMANSI HEAT EXCHANGER TIPE SHELL AND TUBE DENGAN HELICAL BAFFLE DAN DISK AND DOUGHNUT BAFFLE AFANDI, NURLAN; MADE ARSANA, I
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan baffle pada heat exchanger tipe shell and tube bertujuan untuk meningkatkan laju perpindahan panas yang terjadi antara fluida kerja dengan cara menimbulkan olakan aliran pada sisi shell. Helical baffle memiliki heat transfer rate dan pressure drop yang moderate. Disc doughnut baffle memiliki transfer panas keseluruhan yang lebih baik dibandingkan dengan segmental baffle. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dan pressure drop heat exchanger tipe shell and tube dengan menggunakan jenis baffle disc doughnut baffle dan helical baffle. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan numerik dengan program ANSYS 16.0 untuk penggambaran geometri dan untuk mensimulasikan aliran yang terjadi di dalam shell and tube heat exchanger. Pada fluent digunakan permodelan 3D double precision steady flow dengan memilih model turbulensi realizable, k-epsilon, scalable wall functions serta mengaktifkan persamaan energi. Variasi yang digunakan adalah tipe shell and tube dengan helical baffle dan disk and doughnut baffle. Hasil analisis simulasi menunjukkan bahwa penggunaan helical baffle dapat meningkatkan efektifitas penukar kalor dikarenakan ketika fluida mengalir dalam lintasan yang berbentuk spiral, gaya sentrifugal menyebabkan terjadinya aliran sekunder yang dapat meningkatkan perpindahan kalor, hal ini yang menyebabkan nilai efektivitas dari helical baffle menjadi tinggi yaitu sebesar 34,89%, sedangkan disk and doughnut baffle sebesar 20,16%. Untuk penggunaan disk and doughnut baffle terdapat aliran sekunder yang terjadi di dekat dinding baffle pada disk and doughnut baffle. Aliran sekunder tersebut akan membentuk pusaran turbulensi yang mengakibatkan terjadinya pressure drop pada alat penukar kalor tipe shell and tube tersebut, hal ini yang menyebabkan pressure drop pada disk and doughnut baffle menjadi tinggi yaitu sebesar 12960,20 Pa sedangkan helical baffle sebesar 7356,70 Pa.
ANALISIS KARAKTERISTIK FRAKSI VOLUME SERAT KOMPOSIT HYBRID PELEPAH PISANG DAN EGLAS WOVEN TERHADAP KEKUATAN BENDING DENGAN RESIN POLYESTER SIWI CATUR PAMUNGKAS, RAKA; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit adalah suatu bahan baru hasil rekayasa yang terdiri dari dua tiga bahan yang di kombinasikan dimana masing-masing bahan berbeda baik sifat kimia maupun fisik dan tetap terpisah dalam hasil akhir bahan tersebut (bahan komposit). Bahan komposit mulai banyak digunakan setelah terbukti memiliki banyak keunggulan, diantaranya kekuatan lebih tinggi, berat lebih ringan, mudah dibentuk dan lebih murah dibanding material bahan lain misal material bahan logam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian secara grafis dalam table, histogram, dan grafik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik komposit hibryd polyester bepenguat serat pelepah pisang dan eglas woven dengan fraksi volume pembanding : 20%, 30%, 40%, 50%, dan 60%, dengan menggunakan uji bending untuk mengetahui kekuatan material akibat pembebanan dan kekuatan mekanik dari komposit tersebut
PENGARUH ANNEALING TERHADAP SIFAT MEKANIS DAERAH HAZ PENGELASAN GMAW BAJA SM490 NORMALIZING DAN TANPA NORMALIZING PADA BOGIE KERETA API DI PT.INKA MADIUN PRABAWANTO, BENI; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bogie merupakan salah satu komponen penting dalam kereta api, material yang dipakai dalam proses manufaktur pada bogie di PT.INKA Madiun adalah baja SM490. Masalah yang sering terjadi dalam proses manufaktur bogie adalah adanya tengangan sisa pada daerah HAZ yang menyebabkan sifat mekanis tidak sesuai dengan aplikasi bogie, Proses perlakuan panas Normalizing dan Annealing diharapkan mampu memperbaiki sifat mekanis pada daerah HAZ, Metode penelitian yang digunakan adalah perlakuan panas Normalizing annealing dan Non normalizing annealing dengan memvariasikan temperature pemanasan 6000C, 7000C dan 8000C pada daerah HAZ. Hasil dari penelitian ini adalah diperoleh prosentase ferrite dan pearlite yang berbeda pada masing-masing temperature, serta bantuk struktur ferrite dan pearlite yang berbeda pada masing-masing temperature. Hasil dari pengujian kekerasan rockwell pada daerah HAZ nilai kekerasan tertinggi didapat pada Non normalizing annealing pada temperature 6000C dengan nilai kekerasan 30,5 HRC dan nilai kekerasan terendah didapat pada Normalizing annealing pada temperature 8000C dengan nilai 27,9 HRC. Hasil pengujian impact pada daerah HAZ nilai impact tertinggi didapat pada temperature 7000C Normalizing annealing dengan nilai impact 33,96 J/mm2 sedangkan nilai impact terendah pada temperature 6000C Non normalizing annealing dengan nilai impact 22,73 J/mm2.
ANALISA VARIASI JARAK ANODA-KATODA DAN WAKTU PELAPISAN LOGAM NIKEL-KHROM TERHADAP PROSES PENGUJIAN TEKAN MATERIAL RUJI (SPOKE) YOGA ARGE PUTRA, TRI; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruji sepeda motor dalam penggunaannya mendapatkan pembebanan terus menerus dengan besaran yang tidak sama yang mengakibatkan kegagalan-kegagalan mekanis ataupun mengalami kerusakan, ditambah material ruji menggunakan baja karbon rendah yang memiliki keuletan tinggi namun kekerasan rendah dan tidak tahan aus. Maka dari itu perlu dilakukan suatu penanganan maupun pencegahan agar material ruji bertahan lama dalam pemakaiannya. Penelitian yang sudah ada bahwa pelapisan dapat memperbaiki sifat mekanik yaitu kuat tarik dan tekan suatu material. Penelitian yang akan dilakukan merupakan penelitian eksperimen kuantitatif deskriptif. Dalam penelitian ini menggunakan variabel bebas dengan variasi waktu pelapisan 15 menit, 20 menit, 25 menit, dan variasi jarak anoda-katoda 15 cm, 25 cm, sedangkan variabel terikatnya adalah pengujian tekan. Penelitian yang akan dilakukan menggunakan standar pengujian tekan ASTM E-9. Hasil penelitian ini diperoleh nilai uji tekan tertinggi adalah dengan variasi jarak anoda-katoda 15 cm, dengan waktu lama pencelupan pelapisan 25 menit sebesar 748,53 Mpa, pada hasil foto mikro di variasi ini logam pelapis nikel-khrom paling tebal melapisi material dengan tebal lapisan sebesar 20.05 mikrometer, dan ion-ion pelapis lebih masuk kedalam pori-pori dan mengisi celah-celah pada permukaan material. Adapun spesimen yang mengalami kenaikan paling sedikit adalah pada variasi jarak anoda-katoda 25 cm dengan waktu lama pencelupan pelapisan 15 menit sebesar 702,91 Mpa dengan hasil ketebalan lapisan yang tipis pada hasil foto mikronya yaitu 1.98 mikrometer. Pada hasil foto mikro di variasi ini ion-ion pelapis kurang masuk kedalam pori-pori permukaan material dan kurang mengisi celah-celah yang ada pada permukaan material. Pada hasil uji tekan dan foto mikro menunjukan bahwa semakin lama proses pencelupan maka semakin banyak ion-ion logam pelapis yang melapisi material yang dapat meningkatkan ketebalan lapisan logam pelapis, dan semakin dekat jarak anoda-katoda maka pergerakan ion-ion semakin cepat dan logam pelapis lebih masuk untuk mengisi celah-celah pada permukaan material, yang mengakibatkan kenaikan kuat tekan pada suatu material Kata kunci :ruji sepedah motor (spoke), baja karbon rendah,waktu pelapisan, jarak anoda-katoda, pengujian tekan, pelapisan logam
PENGARUH VARIASI KUAT ARUS DAN TEGANGAN PADA PROSES ELEKTROPLATING NIKEL TERHADAP KETEBALAN PERMUKAAN DAN MAMPU BENDING KNALPOT SEPEDA MOTOR DERI SUBAYU, RHOMDAN; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elektroplating atau proses pelapisan listrik atau penyepuhan merupakan salah satu proses pelapisan bahan padat dengan lapisan logam menggunakan bantuan arus listrik melalui suatu elektrolit. Proses pelapisan secara electroplating ini dilakukan dengan cara mencelupkan komponen yang akan dilapisi kedalam larutan yang mengandung ion-ion logam. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh kuat arus dan tegangan terhadap ketebalan permukaan dan mampu bending knalpot sepeda motor.Pada penelitian eksperimen ini, akan menggunakan metode analisis data kuantitatif deskriptif, yaitu mendeskripsikan data hasil pengujian secara sistematis dalam bentuk tabel dan grafik. Dalam penelitian ini menggunakan variabel bebas dengan variasi kuat arus 3 Ampere, 4 Ampere, 5 Ampere dan variasi tegangan 2 Volt dan 3 Volt. Material spesimen uji yang digunakan ialah pelat baja karbon rendah AISI 1010, dimensi spesimen uji pada penelitian ini dibuat sesuai dengan standar ASTM B489 (Standard Practice for Bend Test for Ductility of Electrodeposited and Autocatalytically Deposited Metal Coatings on Metals). Dari hasil penelitian diperoleh nilai ketebalan permukaan tertinggi terjadi pada kuat arus 5 Ampere dengan tegangan 3 Volt sebesar 23,0 µm dan spesimen yang mengalami kenaikan ketebalan permukaan paling sedikit terjadi pada kuat arus 3 Ampere dengan tegangan 2 Volt sebesar 17,5 µm. Serta, pada hasil pengujian mampu bending nilai tertinggi terdapat pada kuat arus 5 Ampere dengan tegangan 3 Volt sebesar 0,22 kN dan spesimen yang mengalami kenaikan mampu bending paling rendah terjadi pada kuat arus 3 Ampere dengan tegangan 2 Volt sebesar 0,11 kN. Kata kunci: Proses Elektroplating, knalpot sepeda motor, pelat baja AISI 1010, ketebalan permukaan, mampu bending
UJI EKSPERIMENTAL KINERJA TURBIN REAKSI ALIRAN VORTEX TIPE SUDU BERPENAMPANG LURUS DENGAN VARIASI TINGGI SUDU FARID RAHMAN HAKIM, MUHAMMAD; HERU ADIWIBOWO, PRIYO
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat karena hampir seluruh aktivitas manusia selalu membutuhkan energi. Sebagian besar energi yang digunakan di Indonesia khususnya masih berasal dari energi fosil yang berbentuk minyak bumi dan gas bumi. Di Indonesia sendiri pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) ini masih sangat sedikit. Dengan potensi tenaga air di Indonesia yang melimpah, penggunaan turbin vortex sangat berguna untuk memaksimalkan potensi tersebut. Namun, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap turbin vortex, masih belum ditemukannya ukuran tinggi sudu yang paling optimal dari turbin vortex. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen, yaitu dengan membuat turbin vortex dengan tipe sudu berpenampang lurus yang memiliki tinggi sudu 15 cm, 18 cm, 21 cm dan 24 cm dengan kapasitas air 7,998 L/s, 9,309 L/s, 11,042 L/s dan 13,443 L/s. Variasi pembebanan yang digunakan kenaikan 5000 gram dan 1000 gram hingga putaran turbin berhenti. Pengujian akan dilakukan berdasarkan variabel di atas terhadap daya dan efisiensi turbin vortex. Hasil penelitian didapatkan bahwa penambahan tinggi sudu pada turbin tipe sudu berpenampang lurus sangat mempengaruhi daya dan efisiensi yang dihasilkan. Turbin dengan tinggi sudu 21 cm memiliki daya dan efisiensi paling optimal daripada turbin dengan tinggi sudu 15 cm, 18 cm dan 24 cm. Daya tertinggi dimiliki oleh turbin dengan tinggi sudu 21 cm yang terjadi pada kapasitas 13,443 L/s dengan pembebanan 30000 gram, memiliki daya sebesar 42,97 watt. Efisiensi tertinggi dimiliki oleh turbin dengan tinggi sudu 21 cm terjadi pada kapasitas 11,042 L/s dengan pembebanan 30000 gram, memiliki efisiensi sebesar 51,37 %. Hal ini dikarenakan dengan menambah tinggi sudu pada turbin, luasan sudu yang terkena hantaman fluida menjadi lebih banyak, walaupun saat diberi pembebanan kondisi turbin tidak terendam sempurna. Semakin banyak luasan sudu yang terendam oleh fluida lebih memiliki pengaruh yang signifikan terhadap daya dan efisiensi yang dihasilkan daripada turbin yang tahan terhadap pembebanan walaupun kondisi turbin tersebut terendam sempurna.Kata Kunci: Turbin Vortex, Sudu Berpenampang Lurus, Tinggi Sudu Turbin
UJI EKSPERIMENTAL KINERJA TURBIN REAKSI ALIRAN VORTEX TIPE SUDU MELENGKUNG DENGAN VARIASI SUDUT KEMIRINGAN KHOLBIKA FITROH, HANNAS; HERU ADIWIBOWO, PRIYO
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi menjadi sebuah kebutuhan yang sangat penting untuk kelangsungan hidup masyarakat di Indonesia. Energi fosil merupakan sumber energi yang sebagian besar digunakan di Indonesia. Mikrohidro di Indonesia dapat berkembang dan bermanfaat dengan baik dikarenakan untuk saat ini 10% dari seluruh 75.000 MW potensi kelistrikan tenaga air atau 7.500 MW bisa digunakan untuk pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Hal ini menjadi sebuah dasar untuk melakukan penelitian pemanfaatan air sebagai sumber energi terbarukan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui desain turbin yang dapat menghasilkan kinerja optimal. Kemudian dapat digunakan sebagai referensi jenis turbin untuk mikrohidro, khususnya untuk aliran vortex. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan sudu melengkung dengan variasi sudut kemiringan: 0°, 7,5°, 15°, dan 22,5°. Kapasitas yang digunakan: 7,99867 L/s, 9,30921 L/s, 11,04293 L/s, dan 13,44350 L/s. Kemudian beban yang dipakai: 5kg, 10kg, 15kg, 20kg, 25kg, 30kg, 35kg, 40kg, 45kg, 50kg, 55kg, dan 1kg hingga turbin berhenti. Turbin dipasang, kemudian diuji pada rangkaian turbin vortex untuk mendapatkan daya dan efisiensi. Hasil dari penelitian ini adalah variasi sudut kemiringan sudu sangat berpengaruh terhadap daya dan efisiensi yang dihasilkan oleh turbin vortex. Sudu sudut 22,5° memiliki daya dan efisiensi paling optimal daripada sudut 0°, 7,5° dan 15°. Pada turbin sudut 22,5° memiliki daya tertinggi yang terjadi pada kapasitas 13,44350 L/s dengan pembebanan 40.000 g (44,11 W), dan efisiensi tertinggi terjadi pada kapasitas 7,99867 L/s dengan pembebanan 25.000 g (58,78 %). Hal ini dikarenakan pada turbin sudu lengkung dengan sudut kemiringan 22,50 ini, arah air yang masuk ke sudu turbin terfokus ke tengah sudu turbin dan mendekati tegak lurus, maka dorongan yang akan didapat pun bertambah dan putaran lebih kuat sehingga berpengaruh pada daya dan efisiensi turbin. Kata Kunci: Turbin reaksi. Aliran vortex, Sudut Kemiringan Sudu Lengkung, Kinerja