Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

UJI EKSPERIMEN TINGKAT KEKERASAN DAN KETANGGUHAN BAJA PEGAS JIS SUP 9 DENGAN METODE LAKU PANAS HARDENING DAN TEMPERING Dzulfikri Halimi, Ahmad
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 03 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 03 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Baja saat ini merupakan bahan yang sering di pakai dalam berbagai macam kegiatan industri baik dalam proses industri maupun sebagai komponen mesin, baja pegas merupakan salah satu  matrial komponen otomotif yang bahan dasarnya adalah baja karbon. Proses heat treatment yang dilakukan bertujuan untuk memperbaiki sifat mekanik dari logam maupun paduan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Mengetahui pengaruh proses laku panas hardening dan tempering terhadap kekerasan ketangguhan baja pegas JIS SUP 9, Serta mengetahui strukturmikro hasil perlakuan tersebut. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja pegas karbon sedang standart jis grade SUP9. alat uji yang digunakan dalam penelitian ini berturut-turut adalah Charpy Testing, Rockwell Hardness tester, Olympus Metallurgycal Microscope. Adapun cara pengujian ini adalah, pada pengujian impak menggunakan   standar   ASTM   E23   pengujian   ini dilakukan dengan cara memukulkan bandul ke spesimen uji hingga patah, dan hasilnya bisa terlihat pada indikator pencatatan hasil, pengujian kekerasan menggunakan pengujian rockwell dengan standar ASTM E18. pengujian struktur mikro dilakukan dengan standar ASTM E3 cara melihat spesimen dibawah mikroskop Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat kuat penggunaan variasi temperatur hardening SUP9. Nilai kekerasan tertinggi terjadi pada spesimen dengan temperatur hardening 860°C tempering 400°C. Nilai kekerasan rata-rata 49,1 HRC atau meningkat 40% dari spesimen raw material. Pada nilai ketangguhan peningkatan tertinggi pada temperatur 920°C temper 500°C dengan rata-rata 42,81 joule atau 227%, pada struktur mikro yang terbentuk pada raw material berupa ferrite dan  pearlit, sedangkan hasil pengaruh laku panas mengakibatkan munculnya struktur martensite temper, carbida dan austenit sisa .   Kata kunci baja pegas, proses laku panas  hardening dan tempering, uji kekerasan, uji impact dan struktur mikro
Implementasi Mesin Pengaduk Selai Nanas Pasir Kelud sebagai Peningkatan Produktivitas di Kelompok Wanita Tani Desa Babadan, Ngancar–Kediri Putra, Muchamad Hanafi; Hartono, Reonaldo; Halimi, Ahmad Dzulfikri; Cahyono, Hiding; Ariyanto, Aldy Firmansyah; Sektiono, M Wisnu Arif
Sewagati Vol 8 No 4 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i4.1086

Abstract

Desa Babadan, Kec. Ngancar, Kab. Kediri merupakan daerah potensi budidaya dan sentra produksi buah nanas jenis varietas Nanas Pasir Kelud. Buah nanas varietas Nanas Pasir Kelud merupakan bahan utama dalam produksi selai nanas, yang diproduksi oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Babadan. Proses produksi selai nanas yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani Desa Babadan selama produksi menggunakan tenaga manusia atau secara konvensional, dengan cara pemasakan di wajan. Dari hasil proses produksi tersebut, Kelompok Wanita Tani Desa Babadan menghasilkan 5 kg/ produksi selai nanas. Melihat kondisi mitra, inovasi mesin pengaduk selai nanas semi otomatis dibuat untuk memenuhi kebutuhan dalam meningkatkan kapasitas produksi dan menggantikan proses produksi konvensional. Kelompok Wanita Tani Desa Babadan secara antusias dan mudah melakukan pengoperasian mesin pengaduk selai nanas melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan. Inovasi mesin pengaduk selai nanas semi otomatis mampu menghasilkan 15 kg/ proses produksi. Sehingga inovasi mesin pengaduk selai nanas Pasir Kelud semi otomatis memberikan peningkatkan kapasitas produksi, yang berdampak pada peningkatan potensi usaha bagi Kelompok Wanita Tani Desa Babadan, Ngancar, Kediri.
Implementasi Teknologi Mesin Pembagi Adonan pada UMKM Roti Bakar D-King Kediri Wahyu, Mujahid; Cahyono, Hiding; Rojikin, Setyo; Setiawan, Deni; Halimi, Ahmad Dzulfikri; Yanuarmawan, Dion
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terintegrasi Vol. 8 No. 2 (2024): June
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jindeks.v8i2.4484

Abstract

Roti merupakan salah satu produk makanan yang sangat digemari oleh semua lapisan masyarakat, sehingga memiliki peluang usaha yang tinggi. UMKM Roti Bakar D-King yang berlokasi di Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri berdasarkan hasil observasi memiliki permasalahan utama pada bidang produksi yaitu pada proses pembagian adonan roti yang masih dilakukan secara manual. Proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan hasil pembagian adonan yang tidak sama volumenya. Tujuan dari program ini untuk mengimplementasikan mesin pembagi adonan roti sehingga mengefisienkan waktu dan hasil pembagian adonan roti yang sama kuantitasnya. Metode pengabdian meliputi pembuatan desain mesin, proses perancangan, pembuatan dan bimbingan teknis pengoperasian mesin. Mesin telah dirancang dengan penggerak motor listrik berdaya 0,5 hp, transmisi berjenis pulley berdiamater 50 mm dan 116,6 mm dan v-belt tipe A dengan nomor nominal 35 inch serta menggunakan reducer dengan rasio 1:20. Mesin menggunakan screw conveyor sebagai pemindah adonan menuju ke pisau pemotong dengan kapasitas produksi mencapai 40,23 kg/jam.  Sementara pisau pemotong digerakkan oleh dinamo dengan kecepatan putar pisau sebesar 25 rpm.
IMPLEMENTASI APLIKASI VIRTUAL REALITY DISPLAY DAN MEJA CAP BATIK PADA GRIYA BATIK WAKLUANG Nurfarida, Ellya; Efendi, Fery Sofian; Nugroho, Benni Agung; Halimi, Ahmad Dzulfikri; Aullia, Fikha Rizky
Jurnal Terapan Abdimas Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v9i1.17768

Abstract

Abstract. Griya Batik Wakhluang is a Micro Small Business (UMK) that was founded in 2020. The intense competition from the business world, both small and large scale, has not sparked the owner's interest in continuing to develop the batik business. Currently, Griya Batik Wakhluang only produces written batik which takes quite a long time to produce. Apart from that, the marketing management of batik products still cannot reach all levels of society so product introduction and product sales are still very lacking. Griya Batik Wakhluang must provide documentation in the form of photos or videos for the production process when participating in UMK production exhibition activities. This creates obstacles because the Owner's photography skills are very lacking. The aim of community service to overcome partner problems is with the following activities: 1) Implementing a web-based Virtual Reality Display Application to showcase galleries and products produced by UMK Griya Batik Wakluang and to show the batik-making process virtually. 2) design and manufacture stamped batik tables which function to increase batik cloth production capacity. The steps used to carry out community service activities are interviews, developing web-based virtual reality applications, designing and making batik-stamped tables and batik-stamped stove coasters, and training and mentoring. The Community Partnership Program has been able to provide outcomes, namely: 1) Producing batik stamped table products and 2) Implementing a Web-Based Virtual Reality Display application with the website name wakluang.com/virtual. The increase in production of Griya Batik Waklung batik cloth occurred because the process of making stamped batik was faster and saved more energy and electricity. Meanwhile, Griya Batik Wakluang used a virtual reality website when presenting its products. Abstrak. Griya Batik Wakluang merupakan Usaha Mikro Kecil (UMK) yang berdiri tahun 2020. Ketatnya persaingan dari dunia usaha baik berskala kecil maupun besar tidak menyulutkan minat dari pemilik untuk terus mengembangkan usaha batik. Saat ini Griya Batik Wakluang hanya memproduksi jenis batik tulis saja dimana waktu produksinya cukup lama. Selain itu pengelolaan pemasaran produk batik juga masih belum bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat sehingga pengenalan produk dan penjualan produk masih sangat kurang. Griya Batik Wakluang harus menyediakan dokumentasi berupa foto atau video untuk proses produksi saat mengikuti kegiatan pameran produksi hasil UMK. Hal ini menimbulkan kendala tersendiri karena kemampuan Owner dalam hal fotografi sangat kurang. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat untuk mengatasi masalah mitra adalah dengan kegiatan berikut: 1) Mengimplementasikan Aplikasi Virtual Reality Display Berbasis web untuk memamerkan galeri dan produk hasil UMK Griya Batik Wakluang dan menayangkan proses pembuatan batik secara virtual. 2) mendesain dan membuatkan meja batik cap yang berfungsi untuk meningkatkan kapasitas produksi kain batik. langkah-langkah yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat adalah wawancara, pengembangan aplikasi virtual reality berbasis web, merancang dan membuat meja cap batik dan meja tatakan kompor cap batik, pelatihan, dan pendampingan. Program Kemitraan Masyarakat telah dapat memberikan capaian luaran yaitu: 1) Menghasilkan produk meja cap batik 2) Mengimplemetasikan aplikasi Virtual Reality Diplay Berbasis Web dengan nama website wakluang.com/virtual. Peningkatan produksi kain batik Griya Batik Waklung terjadi karena proses pembuatan batik cap lebih cepat dan lebih menghemat tenaga serta listrik. Sementara itu penggunaan website virtual reality dilakukan oleh Griya Batik Wakluang saatmempresentasikan produknya.  
Perancangan Mesin Perajang Bawang dengan Model Pemotongan Horisontal Puli Engkol Riswan Eko Wahyu Susanto; Hiding Cahyono; Ahmad Dzulfikri Halimi; Aditya Sandy Pratama; Moch. Fiky Frediansyah
Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer Vol. 2 No. 2 (2024): April: Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer
Publisher : Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/mars.v2i3.357

Abstract

Community Small and Medium Enterprises (MSMEs) have an important role in advancing the Indonesian economy. One of them is MSME UD. NATURAL FOOD which operates in the field of processing various types of onions. After observations, there are deficiencies in the onion chopping machines currently in use which cannot produce premium grade processed onions. The solution to this problem is to create a Transmission Design and Premium Horizontal Shallot Chopper Blade with an Output Capacity of 15 Kg Per Hour. It is hoped that this tool can help produce quality fried shallots. The method used in design is a design method that begins with observation and literature study, then continues with the planning stage including (planning the transmission system and chopper system). The results obtained in designing this machine show the size of the machine with dimensions of 70 cm wide, 145 cm long, 89 cm high, using 3 mm thick angle iron as part of the frame. And the results of the calculation of the load on the hopper is 231.4 N, the load on the transmission is 138.84 N, the load on the electric motor is 112.14 N. The heaviest load on the frame is on the hooper, amounting to 231.4 N. From the results of the data above it will then be Loading simulations were carried out, the results obtained were stress analysis (yield strength) of 25,000N, maximum displacement analysis on the frame of 5.287mm, and factor of safety analysis on the frame of 5.5. 4 then the frame is declared safe . And it has been designed and made safe to use, because no damage occurs to the frame when the machine is operated. Based on the design results of the transmission and premium horizontal premium onion chopper blade with an output capacity of 15 kg per hour, the engine torque (T) is 545,04 Nm. The engine power requirement is 1,566 kW. The pulley ratio on the machine is (1:10). Pulley diameter 3.8. The shaft diameter is 19 mm and the resulting chopping capacity is 17,4 m^2/hour.
Distribusi Ferrite dan Sifat Ketangguhan pada AISI 1020 Akibat Pengaruh Media Quenching Halimi, Ahmad Dzulfikri; M. W. Arif Sektiono; D. Setiawan; M. Ahsin Fahmi
Jurnal Permadi : Perancangan, Manufaktur, Material dan Energi Vol 6 No 01 (2024): JURNAL PERMADI: PERANCANGAN, MANUFAKTUR, MATERIAL DAN ENERGI
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/permadi.v6i01.125

Abstract

This research aims to determine the toughness properties and microstructure of AISI 1020 steel material which was previously treated by using a variety of cooling media including air cooling, oil cooling and grease cooling. After being cooled by using several cooling media, it was continued with impact and microstructure testing. The results showed that AISI 1020 steel specimens using air cooling media, had the average impact strength value of 19.1 joules/mm, while those using oil cooling media had an average impact strength of 35.2 joules/mm, and those using grease cooling media had an impact strength of 45 joules/mm. From this data, the one with the highest impact strength value was the grease cooling media at 45 joules/mm and the one with the lowest impact strength was the air cooling media, namely 19.1 joules/mm. The results of metallographic observations were obtained when the grease media was used, the distribution of ferrite was reduced and did not have time to form, whereas in steel that was cooled with oil, the distribution of ferrite was almost the same as the untreated material and for air media, the shape of the ferrite structure spread and formed evenly.
Pengaruh Suhu Extruder Nozzle terhadap Hasil Cetakan pada Printer 3D Kartesian Khalida, Zulfa; Halimi, Ahmad Dzulfikri; Rahmad, Hadi; Yusfiansyah, Fahmi Nurdin
Majamecha Vol. 7 No. 1 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i1.3786

Abstract

Printer 3D merupakan mesin yang digunakan untuk mencetak benda kerja dengan melalui proses pemanasan. Printer 3D terdiri dari beberapa perangkat seperti nozzle, extruder, Arduino, motor stepper, driver stepper, thermistor, modul relay, catridge heater , kipas dan limit switch. Penelitian ini menghasilkan cetakan yang baik pada suhu 185 oC. Sedangkan kekasaran permukaan benda kerja dapat diakibatkan oleh desain yang tidak cocok dengan material yang digunakan dimana pada penelitian ini menggunakan filamen PLA+, pengaturan software dan parameter cetak serta kualias dari material yang digunakan.
Analysis of SMAW welding parameter on the mechanical properties and microstructure of the ladder on dredger vessel at Perum Jasa Tirta 1 David Muhklison Hudiyanto; Mujahid Wahyu; Ahmad Dzulfikri Halimi
Journal of Welding Technology Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jowt.v7i2.7385

Abstract

Komponen tangga pada kapal keruk di Perum Jasa Tirta I berperan krusial dalam menopang tekanan vertikal atau gaya hidrostatik tinggi selama operasi pengerukan, terutama pada kondisi perairan berarus kuat. Selain itu, komponen ini juga menopang komponen pemotong dan pompa hisap, sehingga pemilihan material dan desain struktur menjadi penting untuk mencegah kegagalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komponen tangga yang telah dimodifikasi berdasarkan metode pengelasan yang digunakan. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan memvariasikan parameter pengelasan, meliputi arus pengelasan dan kecepatan tempuh, untuk mengetahui pengaruhnya terhadap sifat mekanik dan struktur mikro. Pengelasan dilakukan menggunakan elektroda E7018 dengan arus 90 A, 100 A, dan 110 A, serta kecepatan tempuh 5 cm/menit, 7,5 cm/menit, dan 10 cm/menit. Sifat mekanik dievaluasi melalui uji tarik (mengikuti standar ASTM E8) menggunakan mesin uji dengan kapasitas beban maksimum 10 ton, dan analisis struktur mikro dilakukan dengan pengamatan metalografi di bawah mikroskop optik pada perbesaran 100x. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan arus dan kecepatan hingga titik optimal dapat menghasilkan kekuatan tarik yang lebih tinggi, dengan hasil tertinggi sebesar 399,67 MPa dicapai dengan parameter pengelasan 110 A dan kecepatan 10 cm/menit. Lebih lanjut, peningkatan arus dan kecepatan menyebabkan perubahan mikrostruktur, menunjukkan distribusi butiran yang lebih halus dan seragam, terutama pada area HAZ dan logam las, yang berkontribusi pada peningkatan sifat mekanik. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa arus pengelasan, kecepatan, dan interaksi keduanya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kekuatan tarik.
EFISIENSI PENGERINGAN DAUN TEMBAKAU DENGAN OVEN PENGERING PADA KELOMPOK TANI KENDALBULUR TULUNGAGUNG Mujahid Wahyu; Deni Setiawan; Ahsin Fahmi Mubarok; Muhammad Yunus; Ahmad Dzulfikri Halimi; Moch Wisnu Arif Sektiono
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i1.629

Abstract

Tembakau merupakan komoditas agriculture global yang dibudidayakan di kawasan tropis, serta memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat. Kelompok Tani “Tani Makmur” Kendalbulur, Tulungagung, Jawa Timur yang memproduksi sekitar 2 ton daun tembakau setiap kali panen mengalami penyusutan harga jual mencapai  30% yang disebabkan oleh sistem pengeringan tembakau yang masih konvensional dengan sistem sun curing. Cuaca yang tidak menentu mengakibatkan waktu pengeringan menjadi lebih dari 3 hari dan hasilnya banyak yang busuk. Tujuan dari  program pengabdian masyarakat ini untuk menerapkan teknologi oven pengering dalam proses pengeringan daun tembakau. Metode pelaksanaan meliputi pembuatan teknologi oven pengering, pendampingan penggunaan oven pengering dan evaluasi hasil proses pengeringan dengan teknologi yang dirancang. Teknologi oven pengering daun tembakau menggunakan pemanas coil heater listrik berkapasitas 300 watt dengan 4 rak susun yang berdimensi 1100 x 600 mm. Sirkulasi udara di dalam oven dibantu dengan sirkulasi paksa dari blower axial 12V/220. Penggunaan oven pengering mengingkatkan efisiensi karena mampu mengeringkan daun tembakau dalam waktu 4 jam di kisaran suhu 40°C dengan hasil yang tidak jauh berbeda dengan metode pengeringan sun curing.
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA SUMBER SIRAH DENGAN PEMBUATAN SPOT FOTO PADA BUMDES KERKEP MANDIRI Ahmad Dony Mutiara Bahtiar; Fitria Nur Hamidah; Saiful Arif; Ahmad Dzulfikri Halimi; Moch. Wisnu Arif Sektiono; Zulfa Khalida
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/736czp80

Abstract

Sektor pariwisata memegang peranan krusial dalam menggerakkan perekonomian perdesaan. BUMDES Kerkep Mandiri selaku pengelola Wisata Air Sumber Sirah di Kabupaten Kediri menghadapi kendala penurunan jumlah pengunjung sebesar 25% pada tahun 2024 akibat ketatnya persaingan pariwisata alam dan minimnya diferensiasi produk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan strategi diversifikasi produk dan pemasaran pariwisata melalui optimalisasi lahan pasif menjadi wahana spot foto sebagai instrumen promosi visual. Metode pelaksanaan kegiatan menerapkan pendekatan pemberdayaan partisipatif (Participatory Community Development) yang terdiri dari tiga tahapan sistematis: persiapan melalui Focus Group Discussion (FGD), pelaksanaan pembangunan infrastruktur komplementer berbasis transfer teknologi, serta evaluasi dampak (before-after analysis). Hasil intervensi menunjukkan keberhasilan pengadaan wahana spot foto terintegrasi yang berfungsi ganda sebagai fasilitas rekreasi dan pemicu promosi digital. Secara kuantitatif, evaluasi komparatif mencatat dampak positif berupa lonjakan volume kunjungan wisatawan rata-rata sebesar 81,43%, yaitu dari rata-rata 350 pengunjung menjadi 635 pengunjung per bulan. Selain itu, tingkat kepuasan pengelola BUMDES (skor 4,75 dari 5,00) dan kepuasan pengunjung (skor 4,47 dari 5,00) membuktikan efektivitas program secara menyeluruh. Implikasi kegiatan ini menegaskan bahwa strategi inovasi fasilitas visual ramah lingkungan mampu memicu promosi organik secara masif dan meningkatkan keberdayaan ekonomi kelembagaan desa.   Abstract  The tourism sector plays a crucial role in driving rural economies. BUMDES Kerkep Mandiri, as the manager of Sumber Sirah Water Tourism in Kediri Regency, faced a 25% decline in visitor numbers in 2024 due to intense competition in nature-based tourism and a lack of product differentiation. This community service activity aims to implement product diversification and tourism marketing strategies by optimizing passive land into a photo spot destination that serves as a visual promotion instrument. The method applied a participatory community development approach consisting of three systematic stages: preparation through Focus Group Discussions (FGD), implementation of complementary infrastructure construction based on technology transfer, and impact evaluation (before-after analysis). The intervention results demonstrated the successful provision of an integrated photo spot that serves a dual purpose as a recreational facility and a digital promotion trigger. Quantitatively, the comparative evaluation recorded a positive impact with an 81.43% surge in tourist volume, increasing from an average of 350 to 635 visitors per month. Furthermore, high satisfaction index scores from both the BUMDES management (4.75 out of 5.00) and visitors (4.47 out of 5.00) confirm the comprehensive effectiveness of the program. The implication of this activity underscores that eco-friendly visual facility innovation strategies can effectively trigger massive organic promotion and enhance the economic empowerment of village institutions.