cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT KULIT KERSEN TERHADAP KEKUATAN TEKUK DAN TARIK KOMPOSIT DENGAN MATRIK EPOKSI TRI WAHYUDI, DEFI; HARTUTUK NINGSIH, TRI
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit merupakan suatu material yang terbentuk dari kombinasi dua atau lebih material pembentuknya melalui campuran yang tidak homogen. Komposit memiliki sifat diantaranya tahan terhadap korosi, ringan, perakitan lebih cepat, dan mampu bersaing dengan logam dengan tidak kehilangan karakteristik dan kekuatan mekanismenya. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan material komposit dengan sifat yang lebih spesifik, salah satunya adalah penggunaan serat alam sebagai bahan baku penguat pada komposit. Penelitian ini menggunakan serat kulit kersen dengan matrik epoksi dan diaplikasikan pada busur panah sebagai bahan baru komposit alam yang ramah lingkungan dan mendukung gagasan pemanfaatan serat kersen menjadi produk yang memiliki ekonomi dan teknologi tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasi fraksi volume serat yaitu 40%, 50%, 60%,dan 70%. Dalam penelitian ini spesimen uji tarik menggunakan standar ASTM D 638, sedangkan untuk uji bending menggunakan standar ASTM D 790. Untuk mengetahui sifat fisik dilakukan eksperimen perhitungan densitas dan pengukuran diameter serat.Dari penelitian ini nilai kekuatan tarik tetinggi pada fraksi volume 70% sebesar 70,30 MPa, dan nilai kekuatan bending tertinggi pada fraksi volume 70% sebesar 63,3 MPa. Hasil pengujian melihatkan bahwa material komposit serat kersen mengalami kenaikan kekuatan seiring bertambahnya fraksi volume serat.
ANALISA PENGARUH HEAT TREATMENT TERAHADAP KEKERASAN MATERIAL BAJA S45C UNTUK APLIKASI POROS RODA SEPEDA MOTOR CATUR PRASETYO, HATTA; HARTUTUK NINGSIH, TRI
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Baja S45C merupkan jenis baja ?Medium Carbon Steel? (0.3-0.5% C). Dengan kandungan karbon medium ini memungkinkan baja ini untuk ditingkatkan lagi sifat mekaniknya. Usaha menjaga agar logam lebih tahan gesekan atau tekanan adalah dengan cara memberi perlakuan panas pada baja, hal ini memegang peran penting dalam upaya meningkatkan kekerasan serta kekuatan baja sesuai kebutuhan. Dilihat dari fungsinya, baja karbon medium ini diklasifikasikan sebagai machinery steel baja yang biasa dipakai dalam komponen/sparepart seperti: roda gigi, coupling, pulley, axles, piston, rails (rel kereta api). Dalam penelitian ini dilakukan Perlakuan panas pada baja S45C dibutuhkan guna meningkatkan sifat mekanis untuk aplikasi poros roda sepeda motor. Baja S45C di panaskan pada suhu masing-masing 700ºC, 800ºC, 900ºC kemudian di quenching dengan air garam dan oli, Untuk membuktikanya, dilakukan pengujian kekerasan rockwell setelah dilakukan perlakuan panas. Hasil dari baja S45C yang telah diberi perlakuan panas kemudian dibandingkan kualitasnya dengan produk honda genuine part. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa nilai kekerasan material baja S45C hasil proses heat treatment yang memiliki nilai kekerasan yang terbaik untuk aplikasi poros roda sepeda motor yakni dengan pemanasan pada temperatur 700ºC dengan pendinginan cepat atau quenching oli dengan kekerasan sebesar 30,46 HRc Kata Kunci: Baja S45C, Poros, Proses Perlakuan panas, Temperatur hardening, Media pendingin, Uji Kekerasan Abstract Steel S45C is a type of steel "Medium Carbon Steel" (0.3-0.5% C). With this medium carbon content, this steel allows the mechanical properties to be improved. The effort to keep the metal more resistant to friction or pressure is by giving heat treatment to steel, this plays an important role in efforts to increase the hardness and strength of steel as needed. Judging from its function, medium carbon steel is classified as steel steel machinery commonly used in components / spare parts such as: gears, couplings, pulleys, axles, pistons, rails. In this study carried out heat treatment on S45C steel is needed to improve the mechanical properties for motorcycle wheel axle applications. S45C steel is heated at temperatures of 700ºC, 800ºC, 900ºC and then quenched with salt and oil water. To prove it, rockwell hardness was tested after heat treatment. The results of S45C steel that have been given heat treatment are then compared to the quality of Honda Genuine Part products. The results showed that the value of the hardness of the steel material S45C results from the heat treatment process which has the best strength value for the application of motorcycle wheel axle by heating at a temperature of 700ºC with rapid cooling or quenching oil with a hardness of 30.46 HRc, Keywords: S45C Steel, Shaft, Heat Treatment Process, Hardening Temperature, Cooling Media, Hardness Test and
PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT KOMPOSIT HYBRID BERPENGUAT SERAT BAMBU ANYAM DAN SERAT E-GLASS ACAK BERMATRIK EPOXY TERHADAP KEKUATAN BENDING SUBEKTI, FAJAR; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kerusakan pada pipa air yang terbuat dari logam pada banyak kasus terjadi karena terjadinya korosi dan beban yang terjadi pada pipa karena massa pipa itu sendiri maupun faktor dari luar. Material sebagai bahan pembuat pipa air yang tahan terhadap korosi dan memiliki sifat mekanis yang baik diperlukan sebagai bahan alternatif pembuatan pipa air. Komposit merupakan alternatif material yang dapat digunakan sebagai bahan pembuat pipa air karena memiliki sifat tahan korosi dan sifat mekanik yang baik. Jenis komposit hybrid dapat digunakan sebagai bahan alternatif pembuat pipa karena memiliki ketahanan terhadap korosi dan sifat mekanik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksi volume serat komposit hybrid berpenguat serat bambu anyam dan serat E-glass acak bermatrik epoxy terhadap kekuatan bending. Dengan perbandingan serat bambu dan serat E-glass sama. Variasi fraksi volume serat komposit hybrid 20%, 30%, 40% ,50%, dan 60%. Kemudian dibuat sampel komposit hybrid. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian bending untuk mengetahui kekuatan bending komposit hybrid. Pengujian bending dilakukan pada alat uji Universal Testing Machine (UTM) dengan standar pengujian bending ASTM D 7264. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposit hybrid berpenguat serat bambu anyam dan serat E-glass acak bermatrik epoxy menunjukkan kecenderungan peningkatan kekuatan seiring dengan peningkaran fraksi volume serat dan kekuatan yang optimal pada fraksi volume serat 60% dengan nilai kekuatan bending 62,051 MPa. Pengamatan secara makroskopis menunjukkan fibre pullout yang sedikit dan merata pada bidang patahan serat E-Glass dan serat bambu. Kata kunci: Komposit Hybrid, Serat E-glass, Serat Bambu, Fraksi Volume , Kekuatan Bending. Abstract Damage to water pipes made of metal in many cases occurs due to corrosion and the load that occurs on the pipe due to the mass of the pipe itself and external factors. Material as a material for making water pipes that are resistant to corrosion and has good mechanical properties is needed as an alternative material for making water pipes. Composite is an alternative material that can be used as a water pipe maker because it has corrosion resistance properties and good mechanical properties. Hybrid composite types can be used as alternative pipe makers because they have corrosion resistance and good mechanical properties. This study aims to determine the effect of hybrid composite fiber volume fraction with woven bamboo fiber and random E-glass fiber with epoxy matrix on bending strength. With the comparison of bamboo fiber and E-glass fiber the same. Variation of hybrid composite fiber volume fraction 20%, 30%, 40%, 50%, and 60%. Then a hybrid composite sample is made. The test is bending testing to determine the bending strength. Bending testing is carried out on Universal Testing Machine (UTM) test equipment with standard ASTM D 7264 bending testing. The results showed that hybrid composites with woven bamboo fiber and random E-glass fiber with epoxy matrix showed a tendency to increase strength along with the increase in fiber volume fraction and optimal strength in 60% fiber volume fraction with 62,051 MPa bending strength. Macroscopic observation shows that the pullout fibers are little and evenly distributed in the fracture fields of E-Glass fibers and bamboo fibers. Keywords: Hybrid Composite, E-Glass Fibre, Bamboo Fibre, Volume Fraction, Bending Strength.
PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT KOMPOSIT HIBRID BERPENGUAT SERAT E-GLASS DAN SERAT IJUK (ACAK-ANYAM-ACAK) TERHADAP KEKUATAN TARIK DENGAN MATRIK POLYESTER SAKTI LAVIYANDA, OKTA; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit hibrid yang merupakan gabungan dari beberapa lapisan penguat serat berbeda yang disusun dengan jumlah dan urutan tertentu dan diikat dengan matrik polimer, dimana sifat mekanis dari masing?masing serat berbeda. Dalam penelitian ini digunakan matriks polyester BQTN 157, serat pohon aren (ijuk), serat E-Glass dan katalis methil ethyl keton peroxide. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fraksi volume serat komposit hibrid berpenguat serat E-Glass acak dan serat ijuk anyam susunan lamina acak-anyam-acak terhadap kekuatan tarik bermatrik poliester. Bahan komposit hibrid dibuat dengan metode cetak tekan (press mold). Pengujian tarik komposit menggunakan standart ASTM D638. Pengamatan visual dengan foto makro dilakukan untuk mengetahui bentuk penampang patahan akibat beban pengujan tarik dan pengujian geser. Hasil penelitian komposit hibrid berpenguat serat ijuk dan serat E-Glass acak-anyam-acak dengan resin polyester menggunakan fraksi volume serat 10:35, 15:30, 22.5:22.5, 30:15, dan 35:10 (% volume). Pada fraksi volume serat 10:35 memperoleh kekuatan tarik tertinggi yaitu 129.02 MPa, sedangkan pada fraksi volume 35:10 menghasilkan kekuatan tarik terendah yaitu 77.48 MPa. Kata kunci : Komposit Hibrid, Fraksi Volume, E-Glass, Ijuk, Kekuatan Tarik, Poliester.
RASIO UKURAN PARTIKEL DAN TEMPERATUR PEMANASAN BATU KAPUR UNTUK MENINGKATKAN KADAR BIOETHANOL DARI TETES TEBU PRASNADY, ANJAR; WAYAN SUSILA, I
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Upaya peningkatan kadar ethanol menggunakan distilasi single state pada umumnya menggunakan garam dan silika gel mendapatkan hasil kadar ethanol maksimum 96%. Hasil tersebut tidak memenuhi standar bioethanol dari Dirjen EBTKE No. 722 K/10/DJE/2013. Untuk itu diperlukan upaya peningkatan lain menggunakan batu kapur. Penelitian pengembangan ini menggunakan batu kapur dengan variasi ukuran partikel mesh 20, 40, 60, 80 dan 100 serta temperatur pemanasan 110°C dan 120°C. Proses pemanasan dilakukan selama 30 menit. Pada proses distilasi massa batu kapur 7 gram. Uji karakteristik dilakukan pada bioethanol yang dihasilkan dengan kadar tertinggi sesuai standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar ethanol terbaik didapat sebesar 99,71% pada ukuran mesh 80 dan temperatur pemanasan 120°C. Karakteristik bioethanol tetes tebu sudah memenuhi standar. Kata Kunci: bioethanol, batu kapur, standar bioethanol
ANALISIS KEKERASAN PERMUKAAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA SS400 MENGGUNAKAN METODE PACK CARBURIZING MEDIA ARANG TEMPURUNG KELAPA DENGAN VARIASI KONSENTRASI SERBUK CANGKANG KEONG MAS SEBAGAI KATALISATOR HADI, NACHLAH; SUKMA DRASTIAWATI, NOVI
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Cangkul merupakan alat pertanian yang digunakan dalam proses pengolahan tanah. Bereedarnya cangkul China di pasaran membuat pande besi cangkul Indonesia kalah bersaing dengan produk China dari segi kualitas kekerasan mata cangkul. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan tujuan meningkatkan kualiatas kekerasan permukaan bahan pembuatan cangkul yaitu, SS400 dengan menggunakan metode pack carburizing. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni eksperimen kualitatif dan eksperimen kuanitatif dengan proses pack carburizing material baja SS400 dimasukkan ke dalam kontainer yang sudah terisi campuran serbuk arang tempurung kelapa dan serbuk arang cangkang keong mas dengan konsentrasi serbuk arang cangkang keong mas 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% dari 300 gram, kemudian bejana ditutup dipanasakan menggunakan muffle furnace dengan temperatur 9500C, holding time 60 menit dan quenching dengan media air. Pengujian yang digunakan uji kekerasan berskala vickers dan uji struktur mikro. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses pack carburizing dengan variasi konsentrasi serbuk arang cangkang keong mas 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% berpengaruh terhadap kekerasan permukaan dan struktur mikro baja SS400. Nilai kekerasan yang tertinggi dari hasil penelitian ini adalah variasi 40% serbuk arang cangkang keong mas dan 60% serbuk arang tempurung kelapa sebesar 906,7 HV. Hasil pengujian struktur mikro terbentuk fasa martensit dan fasa perlit pada permukaan material baja SS400. Kata kunci : baja SS400, pack carburizing , serbuk arang cangkang keong mas, variasi konsentrasi, kekerasan, struktur mikro. Abstract Hoe is an agricultural tool used in the process of tillage. The circulating of Chinese hoe the market has made Indonesian hoe iron pellers unable to compete with Chinese products in terms of the quality of hoe defense. Therefore a study was conducted with the aim of iproving the surface defenses of the hoe making material, SS400 by using the carburizing method. The method used in this study is a qualitative and quanitative reserch using SS400 steel carburizing material package put into a container that has been filled with a mixture of coconut shell charcoal powder and shell snail charcoal powder with mas of 10%, 20%, 30%, 40%, and 50% of 300 grams, then the container is closed and heated using muffle furnace with a temperatur of 9500 C, holding time 60 minutes and quenching with water. The testing used test hardess testing vickers and microstructure. The results of this study indicate that the pack carburizing process with a variation mas shell snail charcoal powder 10%, 20%, 30%, 40$, and 50% effect on hardness and microstructure of steel SS400 the value of the highest violence from the results of this research is a variation mas 40% shell snail charcoal powder and 60% of coconut shell charcoalpowder 906.7 HV. The results of the testing phase martensit formed microstructure and material surface steel perlit SS400. Keywords : Steel SS400, pack carburizing, charcoal powder of snail shell, , hardness, microstructure.
PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT KOMPOSIT HYBRID BERPENGUAT SERAT BAMBU ACAK DAN E-GLASS ANYAM DENGAN RESIN POLYESTER TERHADAP KEKUATAN BENDING RIYANTO, ADETYA; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fraksi volume serat komposit hybrid bambu acak dan serat e-glass anyam dengan resin polyester terhadap kekuatan bending. Dalam pembuatan komposit ini bahan yang digunakan adalah serat e-glass anyam, bambu acak, resin unsaturated polyester 157 BTQN, dan katalis MEKPO. Susunan serat selang-seling dimana bagian luar serat bambu. Variasi fraksi volume 20%, 30%, 40%, 50%, dan 60%. Pembuatan komposit menggunakan metode hand lay-up dan press mold. Pengujian bending menggunakan standar ASTM D790-02. Komposit diamati secara visual untuk mengetahui bentuk penampang patahan akibat pengujian bending. Pada pengujian bending diperoleh kekuatan bending rata-rata tertinggi pada fraksi volume serat 40% yaitu sebesar 102 MPa, sedangkan untuk kekuatan bending rata-rata terendah diperoleh pada fraksi volume serat 20% yaitu sebesar 39 MPa. Mekanisme kegagalan yang terjadi dari hasil pengujian bending secara makro menunjukakan hasil terbaik pada fraksi volume serat 40%.Pada fraksi volume 40% ikatan interface cukup baik hanya sedikit serat yang mengalami fiber pull out dan matrik crack juga berkurang menandakan ikatan interfacial sangat baik.Kata kunci: Komposit Hybrid, Serat E-glass, Serat Bambu, Fraksi Volume , Kekuatan Bending.
STUDI EKSPERIMEN KECEPATAN PUTAR SPINDLE DAN KEDALAMAN POTONG TERHADAP GETARAN PAHAT DAN TINGKAT KEKASARAN PADA PROSES PEMBUATAN POROS MENGGUNAKAN MESIN BUBUT ALFIANTO, RENDI; WULANDARI, DIAH
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini yang diteliti adalah pengaruh kecepatan putar spindle dan kedalaman potong terhadap getaran pahat dan tingkat kekasaran pada proses pembuatan poros menggunakan mesin bubut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, peneliti mengkontrol variabel bebas, dalam arti bahwa peneliti mendesain dan mengatur perlakuan kelompok eksperimental dan kelompok kontrol. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu vriasi kecepatan putar spindle (130 Rpm, 370 Rpm, dan 630 Rpm) dan kedalaman potong (1 mm, 1,5 mm, dan 2 mm). Dari hasil pengujian ini, didapatkan bahwa getaran pahat dan tingkat kekasaran permukaan yang baik didapat pada kecepatan putar spindle 130 Rpm dengan kedalaman potong 1 mm yaitu sebesar 3,494 mm/s (Rms), dan tingkat kekasaran permukaan yang baik didapat pada kecepatan putar spindle 630 Rpm dengan kedalaman potong 1 mm yaitu sebesar 1,999 ?m. Sedangkan getaran tertinggi didapat pada kecepatan putar spindle 630 Rpm dengan kedalaman potong 2 mm yaitu sebesar 14,711 mm/s (Rms) dan tingkat kekasaran permukaan yang tertinggi didapat pada kecepatan putar spindle 130 Rpm dengan kedalaman potong 2 mm yaitu sebesar 8,443 ?m.Kata kunci : Kecepatan Putar Spindle, Kedalaman Potong, Getaran Pahat, Tingkat Kekasaran Permukaan.AbstractThis study investigated the effect of spindle rotational speed and cutting depth on tool vibration and roughness level in the shaft making process using a machining machine. The method used in this study is the experimental method, the researcher controls the independent variables, in the sense that the researcher designs and regulates the treatment of the experimental and control groups. The independent variables used in this study were vriation of spindle rotational speed (130 Rpm, 370 Rpm, and 630 Rpm) and cutting depth (1 mm, 1.5 mm and 2 mm). From the results of this test, it was found that the tool vibration and the level of surface roughness were good at the spindle rotational speed of 130 Rpm with a depth of 1 mm which was 3.494 mm / s (Rms), and a good level of surface roughness obtained at 630 Rpm spindle rotational speed with 1 mm cut depth which is equal to 1,999 ?m. While the highest vibration was obtained at the spindle rotational speed of 630 Rpm with a cutting depth of 2 mm which was equal to 14.711 mm / s (Rms) and the highest level of surface roughness was obtained at spindle rotational speed of 130 Rpm with a depth of 2 mm ie 8.443 ?m.Keywords : Spindle Rotation Speed, Depth Of Cut, Chisel Vibration, Surface Roughness Level.
ANALISIS LAJU KOROSI BAJA ST 60 SEBAGAI SPESIMEN POROS PROPELLER KAPAL MENGGUNAKAN MEDIA AIR LAUT DARI BERBAGAI TEMPAT TERHADAP VARIASI WAKTU, KECEPATAN DAN SALINITAS AIR LAUT SETYANING HUTAMI, ADINDA; HERU SUTJAHJO, DWI
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi pada kapal salah satunya disebabkan oleh air laut. Air laut mengandung NaCl dan memiliki salinitas yang tinggi sehingga menimbulkan percepatan laju korosi. Bagian kapal yang sering mendapat korosi terdapat pada propeller. Korosi kapal diakibatkan oleh pengaruh salinitas air laut yang tinggi sehingga menimbulkan percepatan laju korosi. Salah satu bagian kapal yang sering mendapat korosi adalah poros propeller. Dampak dari korosi poros propeller kapal mengakibatkan rusaknya material poros sehingga dapat menyebabkan rusaknya seal akibat masuknya air laut ke dalam mesin. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengetahui laju korosi poros propeller kapal yang terbuat dari material Baja ST 60. Penelitian ini dipengaruhi oleh waktu perendaman material dalam air laut yaitu 7 jam, 14 jam dan 28 jam, salinitas air laut dari Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan dan kecepatan putar motor sebagai bentuk penerapan pergerakan poros propeller yaitu 1.000 rpm, 1.500 rpm dan 2.000 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi Baja ST 60 tercepat dan nilai kehilangan berat terbesar berasal dari air laut Kabupaten Lamongan. Nilai laju korosi terbesar adalah 8,2591 mmpy yang memiliki nilai salinitas 28 ?, kecepatan putar 2.000 rpm dengan lama waktu perendaman 7 jam, sedangkan untuk nilai kehilangan beratnya adalah sebesar 0,1403 gram. Kata Kunci: Baja ST 60, Kecepatan Putar, Laju Korosi, Salinitas.
ANALISA ENERGI DAN EKSERGI TURBIN UAP PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP UNIT 2 TANJUNG AWAR-AWAR FAUZI ZAKARIA, MUHAMMAD; EFFENDY, MOHAMMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSumber energi sistem pembangkit tenaga listrik berkapasitas besar saat ini masih di dominasi oleh bahanbakar fosil yang semakin menipis ketersediaanya. Setiap peralatan pembangkit yang beroperasi tidakefektif dan efisien merupakan sumber kerugian energi. Penelitian ini menganalisa kerugian energi padaperalatan turbin uap di PLTU Tanjung Awar-Awar. Analisa kerugian energi ini menggunakan konsepHukum I dan Hukum II Termodinamika. Hukum pertama termodinamika menunjukan kerugian energibersifat kuantitatif. Hukum kedua termodinamika menunjukan keefektifan penggunaan eksergi sebagaibatasan potensi energi dalam sistem yang bersifat kualitatif. Batasan keefektifan suatu sistem dipengaruhioleh parameter temperatur lingkungan. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui laju kerugian ataukehilangan energi dalam sistem serta mengetahui potensi kerugian energi yang dapat dilakukan perbaikan.Hasil dari penelitian menunjukan besar efisiensi energi turbin uap rata-rata sebesar 91,48 % dengan lajukerugian energi rata-rata sebesar 31,11 MW dari total energi yang masuk system. Efisiensi eksergi rata-ratapada turbin uap sebesar 94,08 % dengan laju kerusakan eksergi rata-rata pada turbin uap sebesar 25,98MW dari total eksergi total masuk sistem. Dari total potensi energi yang masuk sistem rata-rata energiyang termanfaatkan sebesar 93,30 %, kemudian besar peluang energi yang masih bisa ditingkatkan ratarata1,33 % dari total potensi energi yang tersedia.Kata Kunci: Efisiensi, Efektifitas, Turbin Uap, Analisis Energi Dan Analisis Eksergi.AbstractEnergy source system of large-capacity power plants currently in the domination by fossil fuels aredepleting for availability. Each operating plant equipment is not effective and efficient source of energylosses. This research analyzes the energy losses on the equipment steam turbine in Tanjung Awar-Awarpower plant. Analysis of loss of energy it uses the concept of Law I and II Law of thermodynamics. Firstlaw thermodinamika showed losses of energy are quantitative. Second law thermodinamika showedeffectiveness the use of exergy as a limitation of the potential energy in the system are purely qualitative.Effectiveness limits a system affected by parameters temperature environment. The purpose of thisresearch to find out the rate of losses or loss of energy in the system as well as knowing the potential lossof energy can do the repairs. The results of the research indicate large steam turbine energy efficiency onaverage by 91.48% energy loss rate with an average of 31.11 MW of the total energy that enters thesystem. The efficiency of the average exergy on steam turbine of 94.08% with the rate of damage to exergyon average of 25.98 MW steam turbine of total exergy total entry system. Of the total potential energy ofthe incoming system average energy termanfaatkan of 93.30%, then great opportunities of energy that canstill be improved an average of 1.33% of total potential energy available.Keywords: Efficiency, Effectiveness, Steam Turbines, Energy Analysis And Exergy Analysis.