cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
EKSPERIMENTAL PENGARUH KEMIRINGAN SUDUT SUDU BERPENAMPANG PLAT DATAR TERHADAP KINERJA TURBIN ALIRAN VORTEX ARIPRASETYA, SENA; HERU ADIWIBOWO, PRIYO
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi merupakan salah satu tantangan yang kita hadapi pada abad 21 ini. Kebutuhan terhadap energi fosil seperti minyak bumi dan gas tercatat sebesar 55% dan batu bara sebesar 25% dari total persediaan energi yang ada. Sementara pemanfaatan energi terbarukan seperti geothermal, angin, energi matahari, dan biomass hanya 3% (Yam, 2010). Dengan keadaan seperti ini maka terjadi pergeseran dari penggunaan sumber energi tak terbaharui menuju sumber energi yang terbarui. Salah satu pemanfaatan sumber energi yang yang diperbaharui adalah pemanfaatan aliran air sebagai pembangkit listrik mikrohidro. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kemiringan sudut sudu terhadap daya dan efisiensi yang dihasilkan Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Dengan cara membuat turbin vortex berpenampang plat datar yang memvariasikan kemiringan sudut sudu, yakni 0°; 7,5°; 15° dan 22,5°. Pengujian akan dilaksanakan bedasarkan kapasitas aliran 7,9987 L/s; 9,3092 L/s; 11,0429 L/s; 13,4434 L/s terhadap efisiensi dan daya turbin. Hasil dari penelitian ini kemiringan sudut sudu turbin yang optimal adalah kemiringan sudut sudu 22,5° dengan kapasitas 13,4434 L/s dengan daya yang didapatkan 51,03 Watt pada pembebanan 50000 g. Sedangkan efisiensi tertinggi dengan kemiringan sudut sudu 22,5° yang terdapat pada kapasitas 7,9987 L/s dengan efisiensi yang didapatkan 64,58% pada pembebanan 25000 gram. Variasi kemiringan sudut sudu memiliki pengaruh terhadap kenaikan daya pada turbin reaksi vortex, hal ini disebabkan karena arah jatuh aliran yang mengenai sudut sudu mendekati sudut tegak lurus. sehingga membuat putaran turbin lebih cepat dan tahan terhadap pembebanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa menggunakan variasi sudut sudu turbin. Kata Kunci : Turbin Vortex, berpenampang plat datar, kemiringan sudut sudu
EKSPERIMENTAL KINERJA TURBIN REAKSI ALIRAN VORTEX TIPE SUDU BERPENAMPANG L DENGAN VARIASI PANJANG SISI LURUS PADA UJUNG SUDU ILHAM PRABOWO, BOY; HERU ADIWIBOWO, PRIYO
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi di dunia, khususnya di Indonesia terus meningkat karena pertambahan penduduk, pertumbuhan ekonomi dan pola pemakaian energi itu sendiri yang senantiasa meningkat. Hal ini berbanding terbalik dengan pemakaian energi dan energi terus yang berkurang. Untuk mengatasi dan mengantisipasi masalah krisis energi bisa dengan memanfaatkan sumber daya alam yang tidak bisa habis dan bisa diperbaruhi atau biasa disebut Energi Baru Terbarukan (EBT). Sedangkan Tenaga air merupakan jenis energi terbarukan yang memiliki potensi terbesar dibandingkan dengan sumber-sumber energi terbarukan lainnya. Potensi tenaga air di Indonesia mencapai 75.861 MW yang juga termasuk didalamnya adalah pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Tetapi potensi tenaga air ini di Indonesia belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen, tentang pengaruh variasi panjang ujung sudu turbin berpenampang L pada kinerja turbin reaksi aliran vortex dengan variasi sebesar 2 cm, 3 cm, 5 cm, dan 7 cm, yang akan diuji pada kapasitas aliran dan pembebanan yang divariasikan juga. Kinerja turbin reaksi aliran vortex terdiri dari daya dan efisiensi yang dihasilkan. Hasil penelitian didapatkan bahwa pertambahan panjang ujung sudu pada turbin reaksi aliran vortex tipe sudu berpenampang L sangat mempengaruhi daya dan efisiensi yang dihasilkan. Daya tertinggi yang dihasilkan turbin reaksi terdapat pada turbin dengan panjang ujung sudu 5 cm pada kapasitas 13,4434 L/s yaitu 35,65 Watt pada pembebanan 35000 g. Sedangkan efisiensi tertinggi yang dihasilkan terdapat pada turbin yang sama, yaitu dengan panjang ujung sudu 5 cm pada kapasitas 9,3092 L/s yaitu 48,47% pada pembebanan 25000 g. Samakin panjang ujung sudu maka daya dan efisiensi yang dihasilkan juga meningkat, sampai dimana panjang ujung sudu paling optimal adalah 5 cm dan setelah itu daya dan efisiensi mengalami penurunan. Kata Kunci: Turbin Vortex, Sudu Berpenampang L, Panjang Ujung Sudu
UJI EKSPERIMENTAL KINERJA TURBIN REAKSI ALIRAN VORTEX TIPE SUDU BERPENAMPANG SETENGAH SILINDER DENGAN VARIASI SUDUT SEKAT HAKIM DAERONI, LUQMANUL; HERU ADIWIBOWO, PRIYO
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini energi merupakan masalah utama bagi negara-negara di dunia. Masalah ini tidak dapat dianggap remeh karena semua sektor membutuhkan energi untuk terus berjalan. Ketersediaan bahan bakar fosil sangat terbatas dikarenakan perlu waktu yang lama untuk memperbarui energi ini. Penggunaan energi fosil di Indonesia makin lama semakin meningkat tajam bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk. Perlu pemanfaatan energi alternatif agar tidak tergantung pada bahan bakar fosil. Upaya untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dapat menggunakan sumber daya alam yang tidak terbatas dan dapat diperbarui. Penelitian ini bertujuan untuk mencari desain sudu turbin vortex yang memiliki daya dan efisiensi optimal. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan membuat variasi sudut sekat sudu turbin vortex berpenampang setengah silinder. Variasi sudut sekat sudu sebesar 45°, 60°, 75° dan 90° dengan kapasitas air 7,9986 L/s, 9,3092 L/s, 11,0429 L/s dan 13,4434 L/s pada pembebanan yang bervariasi terhadap daya dan efisiensi. Hasil penelitian didapatkan bahwa besar sudut sekat sudu berpengaruh terhadap daya dan efisiensi yang dihasilkan. Daya tertinggi turbin reaksi aliran vortex yaitu pada kapasitas 13,4434 L/s yang dihasilkan turbin sudut sekat 75° sebesar 43,2171 Watt pada pembebanan 45.000 gram. Sedangkan efisiensi tertinggi dihasilkan turbin sudut sekat 60° pada kapasitas 7,9986 L/s sebesar 49,0706% pada pembebanan 20.000 gram. Kata Kunci: Turbin vortex, sudut sekat sudu, daya, efisiensi
ANALISIS PEMBEBANAN STATIK DAN DINAMIK PADA PENGEMBANGAN AXLE MAIN LANDING GEAR PESAWAT BOEING 737-800 MENGGUNKAN PENDEKATAN FINITE ELEMENT AINUN ALFATH, SYUKRI; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Axle maian landing gear merupakan komponen penting pada pesawat udara, karena axle landing gear berfungsi untuk menopang beban pesawat pada saat, parking, taxing, dan landing. Dibutuhkan pengembangan desain axle landing gear yang lebih baik karena diketahui bahwasanya masih ada kegagalan pada saat pengoprasian, hal tersebut dikarenakan oleh pembebanan yang terlalu sering pada titik kritis tegangan. Dalam penelitian ini dilakukan pengembangan dengan cara menambahkan gusset pada titik kritis tegangan yaitu pada titik lengan axle landing gear. Bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi besar sudut gusset terhadap tegangan maximum, ditribusi tegangan, dan titik kritis tegangan dengan variasi pengujian axle normal dan axle gusset bersudut 700. Dilakukan pengujian dengan cara memberikan dua jenis gaya yaitu statis sebesar 31.986, 08 N dan 320.601,035 N untuk dinamis. Simulasi numerik menggunakan metode finite element menggunakan software Autodesk Nastran, dan Solidwork untuk pembanding sehingga didapatkan data perbandingan sebelum dan sesudah dilakukan pengembangan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa nilai tegangan von mises turun . Untuk pengujian axle normal didapatkan tegangan sesar 552,5 Mpa untuk statis dan 751,5 Mpa untuk dinamis, serta displacement total untuk satis sebesar 4,43 mm dan 4,71 mm untuk dinamis gushet baik penguhian statis dan dinamis niali tegangan axle sudut gusset 700 yaitu sebesar 484,4 Mpa untuk pengujian dinamis yaitu sebesar 556,9 Mpa. Selain nilai tegangan hasil simulasi menunjukan besar displacement atau pergeseran, nilai displacement total terendah berda pada sudut 700 yaitu sebesar 4,09 mm untuk statis dan 4,25 mm untuk dinamis Kata kunci : FEA, Axle Landing Gear, Tegangan von mises, Displacement
OPTIMALISASI TEMPERATUR TUANG TERHADAP STRUKTUR MIKRO PADUAN AL-SI DENGAN MENGGUNAKAN CETAKAN PASIR NEVIA FEBRIANI, DWI; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium adalah salah satu contoh logam yang paling banyak digunakan dalam dunia industri. Aluminium memiliki sifat tahan terhadap korosi, ringan, penghantar panas yang baik, dapat ditempa, dan memiliki titik cair yang rendah, sehingga aluminium baik untuk proses pengecoran. Ada banyak variabel yang dapat mempengaruhi sifat mekanis hasil coran, diantaranya yaitu temperatur tuang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur tuang terhadap struktur mikro pada hasil coran paduan Al-Si dengan menggunakan cetakan pasir. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan temperatur tuang pada saat proses pengecoran. Temperatur tersebut yaitu sebesar 680°C, 705°C, 730°C, 755°C, dan 780°C. Bahan baku pada proses pengecoran ini adalah paduan Al-Si dengan komposisi silikon sebsesar 5% serta menggunakan cetakan pasir yang dibuat dengan mencampurkan 9 kg pasir gunung, 0,5 kg semen, 0,5 kg kalsium, 0,5 kg bentonit, dan 0,15 tetes tebu yang selanjutnya dibuat mal didalamnya dan di jemur hingga kering selama 2 hari dan logam cair dituangkan kedalam cetakan. Hasil coran selanjutnya dilakukan uji struktur mikro. Hasil pengujian struktur mikro menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur tuang pada proses pengecoran maka lebar dendrit akan semakin besar, dan unsur Si membentuk pulau-pulau yang semakin besar, serta cacat porositas pada material semakin banyak. Yang berarti semakin tinggi temperatur tuang, maka ketangguhan material semakin menurun. Kata kunci: aluminium, paduan Al-Si, pengecoran logam, temperatur tuang, cetakan pasir, struktur mikro.
UJI EKSPERIMENTAL KINERJA TURBIN REAKSI ALIRAN VORTEX TIPE SUDU BERPENAMPANG LURUS DENGAN VARIASI LEBAR SUDU HAPSARI WIBAWANTO, HERNING; HERU ADIWIBOWO, PRIYO
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Listrik telah menjadi kebutuhan untuk berbagai aktifitas manusia, tidak dipungkiri bahwa listrik merupakan energi yang dibutuhkan manusia dalam segala hal yang mendukung aktifitas manusia. Adanya ketergantungan masyarakat pada pemerintah dalam penyediaan listrik, disebabkan minimnya pengetahuaan masyarakat mengenai pemanfaatan sumber daya alam. Sumber daya alam tersebut salah satunya adalah pemanfaatan sumber energi air untuk mengahasilkan listri, yaitu dengan cara membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebar sudu turbin berpenampang lurus yang paling optimum terhadap daya dan efisiensi. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Variabel bebas yang digunakan adalah dengan memvariasikan lebar diameter turbin reaksi vortex yaitu 21 cm, 27 cm, 33 cm dan 39 cm dengan menggunakan kapasitas sebesar 7,998670381 L/s, 9,3092098 L/s, 11,04292594 L/s, dan 13,44349629 L/s. Pengujian dilakukan dengan beberapa variabel yang sudah ditentukan terhadap daya dan efisiensi turbin vortex. Dari hasil penelitian ini, adanya variasi lebar sudu turbin memiliki pengaruh terhadap daya dan afisiensi yang dihasilkan. Lebar diameter turbin 27 cm memiliki daya dan efisiensi paling optimal, yaitu pada kapasitas air sebesar 11,04292594 L/s dengan pembebanan 40000 gram yaitu sebesar 40 warr dan efisiensi sebesar 51,33 %. Daya turbin cenderung meningkat dengan adanya penambahan lebar sudu, hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian antara turbin diameter 21 cm dengan 27 cm, namun terjadi penurunan daya dan efisiensi pada turbin 33 cm dan 39 cm. Kata Kunci: Turbin reaksi vortex, lebar sudu, kinerja turbin
UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH TEMPERATUR DAN FRAKSI VOLUME TERHADAP PERPINDAHAN KALOR KONVEKSI NANOFLUIDA AIR – AL2O3 PADA SHELL AND TUBE HEAT EXCHANGER RIZKY AGISTA, DIAZ; MADE ARSANA, I
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan shell and tube heat exchanger semakin meningkat terutama di bidang industri dan teknologi. Fluida kerja yang digunakan saat ini masih merupakan fluida konvensional yang masih memiliki sifat konduktivitas termal yang rendah. Nanofluida adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan konduktivitas termal tersebut. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur dan fraksi volume terhadap laju perpindahan panas dan efektivitas pada shell and tube heat exchanger. Bahan yang digunakan adalah Al2O3 dengan perbedaan fraksi volume 1%, 3%, dan 5% pada fluida dingin serta perbedaan temperatur 70?C, 80?C, dan 90?C pada fluida panas. Hasil penelitian pengaruh temperature dan fraksi volume terhadap perpindahan kalor konveksi pada shell and tube heat exchanger diperoleh efektivitas tertinggi pada keadaan temperatur 90°C serta campuran fraksi volume nanofluida sebesar 5%, yaitu sebesar 46% dengan laju perpindahan panas yang terjadi sebesar 9658,489126 watt. Sedangkan untuk efektivitas terendah didapatkan pada keadaan temperatur 70°C tanpa campuran fraksi volume nanofluida, yaitu sebesar 11,75% dengan laju perpindahan panas sebesar 5511,669826 watt. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi temperatur dan fraksi volume nanofluida, maka akan meningkatkan laju perpindahan panas konveksi serta efektivitas dari shell and tube heat exchanger.Kata kunci: shell and tube heat exchanger, nanofluida, fraksi volume, alumunium oksida
UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH TEMPERATUR DAN FRAKSI VOLUME TERHADAP PERPINDAHAN KALOR KONVEKSI NANOFLUIDA AIR – AL2O3 PADA SHELL AND TUBE HEAT EXCHANGER RIZKY AGISTA, DIAZ; MADE ARSANA, I
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan shell and tube heat exchanger semakin meningkat terutama di bidang industri dan teknologi. Fluida kerja yang digunakan saat ini masih merupakan fluida konvensional yang masih memiliki sifat konduktivitas termal yang rendah. Nanofluida adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan konduktivitas termal tersebut. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur dan fraksi volume terhadap laju perpindahan panas dan efektivitas pada shell and tube heat exchanger. Bahan yang digunakan adalah Al2O3 dengan perbedaan fraksi volume 1%, 3%, dan 5% pada fluida dingin serta perbedaan temperatur 70?C, 80?C, dan 90?C pada fluida panas. Hasil penelitian pengaruh temperature dan fraksi volume terhadap perpindahan kalor konveksi pada shell and tube heat exchanger diperoleh efektivitas tertinggi pada keadaan temperatur 90°C serta campuran fraksi volume nanofluida sebesar 5%, yaitu sebesar 46% dengan laju perpindahan panas yang terjadi sebesar 9658,489126 watt. Sedangkan untuk efektivitas terendah didapatkan pada keadaan temperatur 70°C tanpa campuran fraksi volume nanofluida, yaitu sebesar 11,75% dengan laju perpindahan panas sebesar 5511,669826 watt. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi temperatur dan fraksi volume nanofluida, maka akan meningkatkan laju perpindahan panas konveksi serta efektivitas dari shell and tube heat exchanger.Kata kunci: shell and tube heat exchanger, nanofluida, fraksi volume, alumunium oksida
APLIKASI QUENCHING-TEMPERING HEAT TREATMENT UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN TARIK MARINE PLAT BKI GRADE A PADA MATERIAL LAMBUNG KAPAL NIAGA DENGAN VARIASI MEDIA PENDINGIN PRADIPTA BUANA, HABIB; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marine plat BKI Grade A merupakan material konstruksi lambung kapal niaga, karena lambung berfungsi untuk menopang beban dari muatan kapal dan juga menerima beban berupa gelombang dari laut, dibutuhkan kekuatan Tarik yang tinggi supaya tidak terjadi defleksi dan kebocoran pada lambung kapal. Dalam penelitian ini perlakuan panas Quenching-Tempering diberikan pada marine plat BKI grade A yang didapat dari PT. Dok dan Perkapalan Surabaya. Untuk mendapatkan kekuatan Tarik yang tinggi, material di austenisasi pada temperatur 9000C selama 15 menit lalu diikuti dengan Quenching menggunakan media air. Tempering dilakukan pada temperatur 2000C selama 20 menit degan media pendingin air, oli, dan air garam. Dilakukan pengujian Tarik untuk mengetahui kekuatan Tarik pada material marine plat BKI grade A sebelum dan sesudah diberi perlakuan panas Quenching-Tempering. Dari hasil penelitian didapatkan kekuatan tarik Marine Plat BKI grade A yang diberikan proses quenchin-tempering dengan variasi media pendingin menghasilkan kekuatan tarik berbeda jika dibandingkan dengan raw material. Kekuatan tarik rata-rata tertinggi dihasilkan oleh spesimen dengan media pendingin air yaitu sebesar 568 N/mm². Hasil batas luluh rata-rata tertinggi juga dimiliki oleh spesimen dengan media pendingin air yaitu sebesar 367 N/mm². Sedangkan nilai Elogansi tertinggi dihasilkan oleh spesimen dengan media pendingin oli yaitu sebesar 31%. Hasil kekuatan tarik raw material sendiri adalah 438 N/mm², batas luluh 291 N/mm² dan elogansi sebesar 28%. Kata Kunci: Quenching,Tempering,Uji Tarik, Lambung Kapal
PENERAPAN PERLAKUAN PANAS QUENCHING-TEMPERING DENGAN VARIASI SUHU PADA MATERIAL MARINE PLAT BKI GRADE A DI LAMBUNG KAPAL NIAGA ADI PRANATA, ANGGA; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marine plat merupakan material konstruksi lambung kapal niaga, karena lambung berfungsi untuk menopang beban dari muatan kapal dan juga menerima beban berupa gelombang dari laut, dibutuhkan ketangguhan yang tinggi supaya tidak terjadi defleksi dan kebocoran pada lambung kapal. Dalam penelitian ini perlakuan panas Quenching-Tempering diberikan pada marine plat BKI grade A yang didapat dari PT. Dok dan Perkapalan Surabaya. Untuk mendapatkan ketangguhan yang tinggi, material di austenisasi pada temperatur 900C selama 15 menit lalu diikuti dengan Quenching menggunakan media air. Tempering di lakukan pada temperatur 150C, 200C dan 250C selama 20 menit degan media pendingin udara. Dilakukan pengujian impact dengan metode Charpy untuk mengetahui ketangguhan pada material marine plat BKI grade A sebelum dan sesudah diberi perlakuan panas Quenching-Tempering. Dari hasil pengujian yang dilakukan didapatkan energi impact pada kondisi normal sebesar 189.76 J dengan kondisi patah campuran, sementara untuk hasil uji impact tertinggi pada variasi suhu 250c dengan nilai sebesar 255.71 J dengan kondisi patahan fibrous fractur (ulet).