cover
Contact Name
HASAN HUSAINI
Contact Email
info@sahakreasindo.co.id
Phone
+6285348848226
Journal Mail Official
hasanhusaini69@gmail.com
Editorial Address
Pawalutan RT 004 Kecamatan Banjang Kabupaten Hulu Sungai Utara - Kalimantan Selatan
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan
ISSN : -     EISSN : 31636659     DOI : https://doi.org/10.64788/al-amin
Core Subject :
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian, kajian konseptual, dan pemikiran kritis dalam bidang pendidikan dan keagamaan. Jurnal ini menjadi wadah akademik bagi peneliti, dosen, guru, mahasiswa, serta praktisi untuk berbagi gagasan dan temuan ilmiah yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas pendidikan serta kehidupan keagamaan di masyarakat. Ruang lingkup jurnal meliputi pendidikan umum, pendidikan Islam, strategi pembelajaran, pengembangan kurikulum, manajemen pendidikan, teknologi pendidikan, studi keagamaan, moderasi beragama, pendidikan karakter, hingga isu sosial dan budaya yang berkaitan dengan pendidikan dan nilai-nilai keagamaan. Setiap artikel yang diterbitkan melalui proses peer review untuk menjaga kualitas, objektivitas, dan integritas ilmiah. Jurnal ini berkomitmen menjadi media publikasi ilmiah yang mendukung pengembangan penelitian, pertukaran wawasan akademik, serta penyebarluasan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Hubungan Kedisiplinan dengan Prestasi Akademik Murid MTs Al-Hidayah Inan Kecamatan Paringin Selatan Ubaidillah
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 2 (2026): (April - Juni)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i2.12

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kedisiplinan belajar dalam meningkatkan prestasi akademik murid Madrasah Tsanawiyah (MTs). Kedisiplinan belajar merupakan sikap patuh dan taat siswa terhadap aturan serta kegiatan belajar, seperti hadir tepat waktu, memperhatikan pembelajaran, dan menyelesaikan tugas sekolah. Namun, pada kenyataannya masih terdapat siswa yang kurang disiplin sehingga memengaruhi hasil belajar yang diperoleh. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kedisiplinan dengan prestasi akademik murid MTs. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada guru dan siswa untuk memperoleh informasi mengenai perilaku disiplin belajar siswa. Observasi dilakukan untuk melihat secara langsung aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung, sedangkan dokumentasi digunakan untuk memperoleh data nilai akademik dan kehadiran siswa. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk mengetahui hubungan antara kedisiplinan belajar dengan prestasi akademik siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kedisiplinan belajar dengan prestasi akademik murid MTs. Siswa yang memiliki disiplin belajar tinggi cenderung memperoleh prestasi akademik yang lebih baik dibandingkan siswa yang kurang disiplin. Selain itu, peran guru dan lingkungan sekolah juga berpengaruh dalam membentuk kedisiplinan belajar siswa. Dengan demikian, kedisiplinan belajar menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan prestasi akademik murid MTs.
Membentuk Geneasi Berakhlak Mulia melalui Pembiasaan Sholat Berjamaah pada Anak SDIT Al-Khair Siti Zulaiha
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 2 (2026): (April - Juni)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i2.13

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan generasi berakhlak mulia sejak usia dini melalui pembiasaan kegiatan religius di lingkungan sekolah. Salah satu upaya yang dilakukan SDIT Al-Khair adalah menerapkan pembiasaan sholat Zuhur berjamaah sebagai sarana pembentukan karakter Islami pada siswa. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, sopan santun, dan kebiasaan beribadah dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembiasaan sholat berjamaah serta pengaruhnya terhadap pembentukan akhlak siswa di SDIT Al-Khair. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa SDIT Al-Khair. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan sholat berjamaah di SDIT Al-Khair dilaksanakan secara rutin dan terarah dengan pendampingan guru. Kegiatan tersebut memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan akhlak siswa, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, dan sikap religius dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, peran guru sebagai teladan dan pembimbing menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembentukan karakter siswa. Pembiasaan sholat berjamaah dapat menjadi metode yang efektif dalam membentuk generasi berakhlak mulia pada anak di SDIT Al-Khair.
Implementasi Pendidikan Akhlak Anak pada Keluarga di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Shalha
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 2 (2026): (April - Juni)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i2.14

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan akhlak anak dalam lingkungan keluarga sebagai dasar pembentukan karakter dan perilaku anak dalam kehidupan sehari-hari. Keluarga memiliki peran utama dalam menanamkan nilai-nilai moral, agama, sopan santun, disiplin, dan tanggung jawab kepada anak sejak usia dini. Namun, perkembangan teknologi, media sosial, dan perubahan lingkungan sosial menjadi tantangan dalam implementasi pendidikan akhlak pada keluarga di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan akhlak anak dalam keluarga, metode yang digunakan orang tua, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari orang tua, anak, dan tokoh masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahap editing, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan akhlak anak dalam keluarga dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, nasihat, dan pengawasan orang tua. Pendidikan akhlak diterapkan melalui pembiasaan berkata sopan, menghormati orang tua, disiplin, jujur, membantu pekerjaan rumah, serta melaksanakan ibadah bersama keluarga. Faktor pendukung meliputi lingkungan keluarga religius dan kerja sama keluarga, sedangkan faktor penghambat meliputi pengaruh teknologi, media sosial, kesibukan orang tua, dan pergaulan anak.
Media Sosial dan Konstruksi Identitas Siswa Hasan Husaini
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 2 (2026): (April - Juni)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i2.15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi fenomena penggunaan media sosial dan perannya dalam konstruksi identitas di kalangan mahasiswa, secara khusus memeriksa dampaknya terhadap disiplin belajar mereka. Di tengah maraknya platform digital, mahasiswa secara aktif membentuk persona publik mereka, yang sering kali mengganggu tanggung jawab akademis. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi awal, wawancara, dan dokumentasi interaksi mahasiswa baik secara daring maupun di lingkungan akademik. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa media sosial berfungsi bagaikan pisau bermata dua; di satu sisi berperan sebagai lingkungan pembelajaran informal yang luas, namun di sisi lain, kebutuhan mendesak akan validasi digital dan kecemasan tertinggal tren (FOMO) secara signifikan mengikis disiplin belajar mahasiswa. Mahasiswa sering mengalami distraksi digital selama perkuliahan, menciptakan dikotomi yang nyata antara identitas daring yang mereka idealiskan dan performa akademik mereka yang sebenarnya. Kesimpulannya, obsesi terhadap konstruksi identitas digital mengganggu fokus akademik, sehingga memerlukan regulasi diri yang lebih kuat dan literasi digital di kalangan mahasiswa untuk menjaga keseimbangan antara eksistensi virtual dan kewajiban akademik.
PANDANGAN ALAM MASYARAKAT MELAYU-NUSANTARA SEBELUM ERA ISLAM Rusdian; Kholili Hasib
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 3 (2026): (Juli - September)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i2.16

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami pandangan alam masyarakat Melayu-Nusantara sebelum era Islam sebagai dasar dalam menelusuri perkembangan pemikiran, kepercayaan, dan budaya yang berkembang di masyarakat. Pandangan alam pada masa tersebut tidak hanya dipahami sebagai realitas fisik, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang kuat, di mana alam diyakini sebagai entitas yang hidup dan memiliki kekuatan gaib. Kepercayaan animisme, dinamisme, serta pengaruh Hindu-Buddha turut membentuk sistem kosmologi yang terintegrasi dengan kehidupan sosial, budaya, dan politik masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Data diperoleh dari berbagai literatur yang relevan, baik sumber primer maupun sekunder, seperti buku, jurnal ilmiah, dan karya akademik lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) untuk mengungkap makna, nilai, dan konsep yang terkandung dalam pandangan alam masyarakat Melayu-Nusantara sebelum era Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan alam masyarakat Melayu-Nusantara sebelum Islam merupakan sistem pemikiran kosmologis yang kompleks dan bersifat simbolik serta mitologis. Alam dipandang sebagai entitas yang memiliki kekuatan gaib, sehingga melahirkan berbagai praktik ritual untuk menjaga keseimbangan. Masuknya Islam membawa perubahan mendasar melalui konsep tauhid yang menempatkan alam sebagai ciptaan Allah. Perubahan tersebut berlangsung secara bertahap melalui proses akulturasi, sehingga sebagian unsur budaya pra-Islam tetap bertahan dalam bentuk yang telah disesuaikan dengan nilai-nilai Islam.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA MATERI MARI MENGAJI DAN MENGKAJI DI SDN 1 PANGGUNG Mohammad Arief
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 2 (2026): (April - Juni)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i2.17

Abstract

Penelitian ini mengenai penerapan model pembelajaran make a match dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada materi mari mengaji dan mengkaji di SDN 1 Panggung. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitiatif. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana penerapan model pembelajaran make a match dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada materi mari mengaji dan mengkaji di SDN 1 Panggung Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Sumber data penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, guru PAI-BP, staf, dan siswa kelas IV SDN 1 Panggung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun pengolahan data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan mengambil Kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan melakukan Kridebilitas, Transferabilitis, Dependabilitas, dan Konfirmabilitas. Sedangkan analisis data yaitu dengan menghubungkan berbagai data yang telah dikumpulkan melalui teknik reduksi data yang kemudian dituangkan dalam uraian laporan yang lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran make a match dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada materi mari mengaji dan mengkaji di SDN 1 Panggung hanya digunakan pada materi tertentu yang bisa digunakan dengan model make a match salah satu materi yang dilakukan di tempat penelitian adalah materi mari mengaji dan mengkaji Q.S. Al-Hujurat Ayat 13. Dengan penerapan model make a match pada pembelajaran PAI-BP di kelas IV SDN 1 Panggung tidak lepas dari keterlibatan siswa dalam penerapan model pembelajaran make a match dan fasilitas yang menunjang dalam penerapan model pembelajaran make a match ini.
EPISTEMOLOGI TAUHID SEBAGAI LANDASAN OBJEK ILMU DALAM PENDIDIKAN ISLAM (TELAAH PEMIKIRAN IMAM AL- GHAZALI DALAM KITAB IHYA’ ‘ULUM AL-DIN) M. Junaidi; Kholili Hasib
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 3 (2026): (Juli - September)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i3.18

Abstract

Penelitian ini membahas epistemologi tauhid sebagai dasar penetapan dan klasifikasi ilmu dalam perspektif Imam al-Ghazali sebagaimana tertuang dalam Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn. Tujuan utama kajian ini adalah mengungkap bagaimana konsep tauhid menjadi prinsip epistemologis yang menyatukan akal, wahyu, dan hati sebagai sumber pengetahuan, sekaligus menentukan arah pendidikan Islam yang berorientasi pada kebahagiaan dunia dan akhirat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi (content analysis) terhadap teks Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn serta beberapa karya pendukung, seperti al-Attas dan Nasr, yang menekankan integrasi ilmu dan nilai spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Ghazali menempatkan ilmu bukan hanya sebagai sarana memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai jalan penyucian jiwa dan kedekatan kepada Allah. Ia membedakan ilmu lahir dan batin, farḍ ‘ayn dan farḍ kifāyah, serta menegaskan bahwa kemuliaan ilmu diukur dari tujuan dan manfaatnya yang mengarah pada ma‘rifatullah. Epistemologi tauhid yang dikembangkan al-Ghazali memberi fondasi filosofis bagi pendidikan Islam yang menyeluruh memadukan aspek intelektual, moral, dan spiritual sekaligus menawarkan alternatif terhadap krisis sekularisasi ilmu dalam pendidikan modern.
HIKMAH NUZULUL QUR'AN SECARA BERTAHAP DALAM KONTEKS PEMBINAAN UMAT ISLAM AWAL Yudi Hardiyani
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 2 (2026): (April - Juni)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i2.19

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hikmah nuzulul Qur'an secara bertahap dalam konteks pembinaan umat Islam awal serta relevansinya terhadap pendidikan Islam kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa Al-Qur'an, kitab-kitab 'Ulum al-Qur'an, dan kitab tafsir, sedangkan sumber data sekunder berupa buku-buku ilmiah dan artikel jurnal yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menginterpretasikan berbagai informasi yang berkaitan dengan fokus penelitian. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep nuzulul Qur'an merupakan proses turunnya wahyu Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw. secara bertahap selama kurang lebih dua puluh tiga tahun sesuai dengan kondisi dan perkembangan dakwah. Hikmah nuzulul Qur'an secara bertahap mencerminkan kebijaksanaan Allah Swt. dalam memudahkan umat Islam menerima, memahami, menghafal, dan mengamalkan ajaran Islam serta memperkuat keteguhan Rasulullah saw. dalam menyampaikan risalah. Pembinaan umat Islam pada masa awal dilaksanakan melalui tahapan penanaman akidah, pembentukan akhlak, dan penyempurnaan syariat sehingga berhasil membentuk generasi sahabat yang memiliki keimanan, akhlak, dan komitmen yang kuat terhadap ajaran Islam. Hikmah nuzulul Qur'an secara bertahap juga memiliki relevansi yang kuat terhadap pendidikan Islam kontemporer melalui penerapan prinsip at-tadarruj dalam pengembangan kurikulum, strategi pembelajaran, pembentukan karakter, dan evaluasi pembelajaran secara sistematis dan berkesinambungan

Page 2 of 2 | Total Record : 18