cover
Contact Name
HASAN HUSAINI
Contact Email
info@sahakreasindo.co.id
Phone
+6285348848226
Journal Mail Official
hasanhusaini69@gmail.com
Editorial Address
Pawalutan RT 004 Kecamatan Banjang Kabupaten Hulu Sungai Utara - Kalimantan Selatan
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan
ISSN : -     EISSN : 31636659     DOI : https://doi.org/10.64788/al-amin
Core Subject :
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian, kajian konseptual, dan pemikiran kritis dalam bidang pendidikan dan keagamaan. Jurnal ini menjadi wadah akademik bagi peneliti, dosen, guru, mahasiswa, serta praktisi untuk berbagi gagasan dan temuan ilmiah yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas pendidikan serta kehidupan keagamaan di masyarakat. Ruang lingkup jurnal meliputi pendidikan umum, pendidikan Islam, strategi pembelajaran, pengembangan kurikulum, manajemen pendidikan, teknologi pendidikan, studi keagamaan, moderasi beragama, pendidikan karakter, hingga isu sosial dan budaya yang berkaitan dengan pendidikan dan nilai-nilai keagamaan. Setiap artikel yang diterbitkan melalui proses peer review untuk menjaga kualitas, objektivitas, dan integritas ilmiah. Jurnal ini berkomitmen menjadi media publikasi ilmiah yang mendukung pengembangan penelitian, pertukaran wawasan akademik, serta penyebarluasan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : -
Articles 35 Documents
MODEL PENELITIAN PEMIKIRAN ISLAM Alfajri; Asep Rahmatullah
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 3 (2026): (Juli - September)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i3.22

Abstract

Pemikiran Islam terus berkembang seiring dengan perubahan sosial, budaya, politik, dan kemajuan ilmu pengetahuan. Dinamika tersebut melahirkan beragam pendekatan penelitian yang digunakan untuk memahami, menganalisis, dan mengembangkan khazanah keilmuan Islam secara sistematis. Artikel ini bertujuan menjelaskan berbagai model penelitian pemikiran Islam yang meliputi pendekatan historis, filosofis dan teologis, sosiologis dan antropologis, penelitian tokoh, penelitian komparatif, serta penelitian tematik. Penelitian ini menggunakan metode  library research  dengan pendekatan kualitatif melalui telaah terhadap buku-buku metodologi studi Islam, kitab turats, artikel ilmiah, dan sumber akademik yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan membandingkan berbagai pandangan para ahli mengenai karakteristik, kelebihan, dan penerapan masing-masing model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap model memiliki karakteristik, ruang lingkup, serta fungsi yang berbeda sesuai dengan objek kajiannya. Oleh karena itu, pemilihan model penelitian harus mempertimbangkan tujuan penelitian, jenis data, dan karakteristik masalah yang dikaji agar menghasilkan kajian yang ilmiah, objektif, dan mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan studi Islam kontemporer.
ARGUMENTASI DEMONSTRATIF DALAM EPISTEMOLOGI ILMU KALAM: ANALISIS TAWASSUL DAN KONSEP TAUHID DALAM PERSPEKTIF ASY‘ARIYAH Abdurrahman; Muhammad Rusydi Hafidz; Halis Fadillah; Asep Rahmatullah
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 3 (2026): (Juli - September)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i3.23

Abstract

Jurnal ini membahas landasan epistemologis metode teologi dalam ilmu kalam pada tradisi intelektual Islam, khususnya bagaimana pengetahuan akidah dibangun melalui pendekatan rasional dan tekstual. Tujuan kajian ini adalah menjelaskan konsep epistemologi ilmu kalam serta menguraikan metode-metode argumentasi yang digunakan para ulama dalam menetapkan doktrin keimanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan serta menggunakan metode deskriptif-analitis dengan menelaah konsep-konsep dasar dan literatur klasik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ilmu kalam bertumpu pada tiga pendekatan utama, yaitu metode argumentasi demonstratif (burhani), metode hermeneutik dalam memahami teks, dan metode delegatif dalam menerima dalil. Ketiga pendekatan tersebut digunakan untuk memperkuat dan mempertahankan akidah Islam. Kajian ini juga menegaskan bahwa isu seperti tawassul dan pembagian tauhid dipahami dalam kerangka dialektika antara akal dan wahyu. Kesimpulannya, ilmu kalam merupakan sistem epistemologis yang terstruktur dalam menjawab tantangan pemikiran dan mempertahankan keyakinan Islam secaraargumentatif dan ilmiah.
METODOLOGI PENDIDIKAN PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADIST Muhammad Aulia Rahman; Asep Rahmatullah
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 3 (2026): (Juli - September)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i3.24

Abstract

Pendidikan Islam merupakan suatu proses yang tidak hanya menekankan pada aspek akademik saja, namun juga membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Dalam konteks ini, Al-Qur’an dan Hadist merupakan sumber utama yang memberi inspirasi dan pedoman dalam metode pembelajaran. Al-Qur'an sebagai kitab suci umat Islam tidak hanya memuat ajaran spiritual saja, namun juga memuat berbagai hikmah dan metode yang relevan untuk diterapkan dalam pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam metode pembelajaran yang terinspirasi dari AlQur'an dan Hadist serta implementasinya. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif bagaimana pendekatan yang digunakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter umat Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa al-Qur’an dan Hadis memiliki peran yang sangat penting khususnya dalam penerapan pendidikan Islam terhadap peserta didik secara sempurna. penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan dalam Islam tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu, tetapi juga membangun akhlak, moralitas, dan spiritualitas. Metode pendidikan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW memiliki relevansi yang tinggi dalam konteks pendidikan modern, sehingga dapat menjadi pedoman bagi para pendidik Muslim dalam merancang sistem pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Penggunaan metode dengan tepat akan sangat menentukan hasil dari proses pendidikan dan pengajaran. Pendidik harus lihai memilih dan menggunakan metode supaya cocok dengan materi serta bahan ajar. Tidak lupa, sebagai pendidik perlu mencermati beberapa prinsip dalam penggunaan metode, sehingga metode pengajaran akan membawa pada keberhasilan pengajaran.
INTEGRASI EPISTEMOLOGI BURHANI DALAM PERUMUSAN PENGETAHUAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Abdurrahaman; Muhammad Rusydi Hafidz; Ahmad Djuaini
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 3 (2026): (Juli - September)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i3.25

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi epistemologi burhān dalam perumusan pengetahuan Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui sintesis pemikiran Ibn Sina, al-Ghazali, dan Muhammad Abid al-Jabiri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari literatur primer dan sekunder mengenai epistemologi burhān, filsafat Islam, maqāṣid al-syarī‘ah, serta literatur Pendidikan Agama Islam, kemudian dianalisis menggunakan content analysis dengan pendekatan deskriptif-analitis dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi burhān tidak hanya berfungsi sebagai metode demonstrasi logis untuk memperoleh pengetahuan yang bersifat yakin, tetapi juga berkembang menjadi paradigma epistemologis yang mengintegrasikan wahyu, rasionalitas, tujuan syariat, dan realitas empiris dalam proses pembentukan pengetahuan PAI. Integrasi tersebut diwujudkan melalui lima tahapan, yaitu dimensi normatif-teologis (al-Marja’ al-Aṣlī), rasional-argumentatif (burhān ‘aqlī), tujuan syariat (maqāṣid al-syarī‘ah), kontekstual-empiris (al-Wāqi’), dan konstruksi pengetahuan PAI berbasis burhān. Penerapan model ini pada kajian riba menunjukkan bahwa pembelajaran PAI tidak berhenti pada pemahaman tekstual mengenai keharaman riba, tetapi mampu menjelaskan argumentasi rasional, tujuan syariat, serta relevansinya terhadap realitas ekonomi kontemporer. Dengan demikian, epistemologi burhān menghasilkan konstruksi pengetahuan PAI yang bersifat normatif, argumentatif, kontekstual, dan transformatif sehingga berkontribusi dalam membentuk peserta didik yang beriman, kritis, dan mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan.
HAKIKAT MANUSIA (PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM) Muhammad Aulia Rahman; Salman Marham
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 3 (2026): (Juli - September)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i3.26

Abstract

Pandangan filsafat dan pendidikan Islam memiliki kontribusi signifikan dalam memahami hakikat manusia. Dalam pandangan Islam, manusia dipandang sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, memiliki unsur jasmani dan rohani yang saling keterkaitan. Manusia memiliki potensi untuk berkembang dan berinteraksi dengan masyarakat lain. Pendidikan Islam berfungsi sebagai upaya untuk mendayagunakan segala potensi manusia agar mampu menjadi manusia yang seutuhnya. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan hakikat manusia dari sudut pandang filsafat pendidikan Islam guna memperoleh pemahaman tentang hakikat manusia secara menyeluruh. Sumber utama penelitian kualitatif jenis ini, yang disebut penelitian perpustakaan, adalah buku, jurnal, dan artikel ilmiah lainnya. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis isi untuk memudahkan penulis menyaring gagasan pokok dari berbagai sumber yang ada dan menarasikan sebagai fokus penelitian. . Melalui pendekatan filsafat pendidikan Islam, yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis, penelitian ini menelusuri tujuan pendidikan yang sejalan dengan ajaran Islam, yaitu membentuk individu yang dapat melaksanakan tatakeimanan, tata-peribadatan, dan tata-muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan karakter yang utuh, dengan landasan kuat dalam pemahaman tentang hakikat manusia. . Kesimpulan yang ditarik dari penelitian ini menegaskan pentingnya pendidikan yang integratif untuk mencapai kebahagiaan dan kesuksesan dalam kehidupan dunia dan akhirat.
TARBIYAH NABAWIYAH MENURUT PROF. SAYID MUHAMMAD BIN ALWI AL-MALIKI Pahrurraji
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 2 (2026): (April - Juni)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i2.27

Abstract

Tarbiyah Nabawiyah, sebagaimana dijelaskan oleh Prof. Sayid Muhammad bin Alwi Al-Maliki, adalah metode pendidikan Islam yang berlandaskan ajaran Rasulullah ﷺ. Konsep ini mencakup aspek akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah, dengan tujuan membentuk karakter umat Islam berdasarkan nilai-nilai kenabian. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dan studi pustaka, penelitian ini menganalisis karya-karya Prof. Al-Maliki yang menekankan keteladanan (uswah hasanah), pembinaan spiritual, serta keseimbangan antara ilmu dan amal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berbasis hadis dan warisan keilmuan ulama menjadi pilar utama dalam membangun generasi berakhlak mulia dan memiliki kecintaan mendalam terhadap Rasulullah ﷺ. Kajian ini berkontribusi dalam memperkaya literatur pendidikan Islam dan menegaskan pentingnya implementasi konsep Tarbiyah Nabawiyah dalam sistem pendidikan Islam modern untuk menghadapi tantangan moral dan spiritual di era kontemporer.
FILSAFAT KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: LANDASAN FILOSOFIS DAN RELEVANSINYA DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM KONTEMPORER Umar Alatas; Mafrahul Fuady
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 3 (2026): (Juli - September)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i3.29

Abstract

Kurikulum Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pendidikan Islam yang berfungsi sebagai pedoman dalam mencapai tujuan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Pengembangan kurikulum PAI tidak hanya membutuhkan pertimbangan pedagogis dan teknis, tetapi juga memerlukan landasan filosofis yang kuat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hakikat filsafat kurikulum PAI, landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis, serta relevansinya terhadap pengembangan kurikulum PAI di era kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh melalui penelaahan buku, artikel jurnal, dan berbagai sumber ilmiah yang relevan dengan filsafat pendidikan Islam dan pengembangan kurikulum PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa filsafat kurikulum PAI berorientasi pada pembentukan manusia yang memiliki keseimbangan antara aspek spiritual, intelektual, moral, sosial, dan keterampilan. Secara ontologis, kurikulum PAI berpijak pada pandangan Islam tentang manusia sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi. Secara epistemologis, sumber pengetahuan dalam pendidikan Islam mencakup wahyu, akal, pengalaman, dan penelitian ilmiah. Secara aksiologis, ilmu pengetahuan harus diarahkan pada pembentukan akhlak dan kemaslahatan kehidupan. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum PAI perlu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar tetap relevan terhadap kebutuhan peserta didik dan tantangan zaman.
MODEL PENELITIAN FILOLOGI DAN ARKEOLOGI DALAM KAJIAN AGAMA: PENDEKATAN, METODE, DAN IMPLEMENTASINYA Sayid Rahmat Ramadhan; Asep Rahmatullah
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 3 (2026): (Juli - September)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i3.30

Abstract

Penelitian agama tidak hanya dilakukan melalui kajian terhadap doktrin dan praktik keagamaan yang berkembang pada masa kini, tetapi juga dapat dilakukan melalui penelusuran terhadap sumber-sumber historis dan material. Filologi dan arkeologi merupakan dua pendekatan yang memiliki peranan penting dalam merekonstruksi kehidupan keagamaan masyarakat masa lalu. Filologi berfokus pada kajian terhadap naskah lama melalui proses inventarisasi, deskripsi naskah, kritik teks, transliterasi, penyuntingan, penerjemahan, dan interpretasi isi. Sementara itu, arkeologi memanfaatkan tinggalan material seperti bangunan, situs, makam, artefak, relief, dan struktur ritual sebagai sumber untuk memahami kehidupan masyarakat masa lampau. Artikel ini bertujuan menjelaskan model penelitian filologi dan arkeologi serta kemungkinan integrasinya dalam studi agama. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah yang membahas penelitian filologi terhadap naskah keagamaan dan penelitian arkeologi terhadap praktik keagamaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa filologi dapat digunakan untuk merekonstruksi teks dan pemikiran keagamaan yang terdapat dalam manuskrip, sedangkan arkeologi dapat memberikan informasi mengenai praktik dan ekspresi keagamaan melalui bukti material. Integrasi kedua pendekatan tersebut dapat menghasilkan rekonstruksi sejarah agama yang lebih komprehensif karena sumber tekstual dapat dibandingkan dengan bukti material.
SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN BARAT DAN ISLAM: DARI YUNANI KUNO HINGGA ERA MODERN DAN POSTMODERN Fakhry Muhammad Adli; Achmad DJuaini
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 3 (2026): (Juli - September)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i3.31

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan merupakan perjalanan panjang yang melibatkan berbagai peradaban dan tradisi intelektual. Sejarah ilmu pengetahuan Barat tidak dapat dipisahkan dari warisan pemikiran Yunani Kuno, perkembangan ilmu pada Abad Pertengahan, revolusi ilmiah, hingga lahirnya pemikiran modern dan postmodern. Pada saat yang sama, dunia Islam memiliki peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya pada masa Keemasan Islam ketika para ilmuwan Muslim mengembangkan berbagai disiplin ilmu seperti matematika, astronomi, kedokteran, filsafat, kimia, dan optika. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji periodisasi perkembangan ilmu pengetahuan dari Yunani Kuno, Abad Pertengahan, Zaman Keemasan Islam, era modern, hingga era postmodern serta menganalisis hubungan antara tradisi keilmuan Barat dan Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan historis dan filosofis. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan bukanlah proses yang berlangsung secara tunggal dalam satu peradaban, melainkan merupakan hasil interaksi, transmisi, kritik, dan pengembangan pengetahuan dari berbagai tradisi. Islam berperan sebagai salah satu jembatan penting dalam pelestarian dan pengembangan warisan ilmu Yunani sebelum memberikan kontribusi orisinal yang kemudian turut memengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa.
METODE PENELITIAN SEJARAH DAN POLITIK Muhammad Arifani; Asep rahmatullah
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 3 (2026): (Juli - September)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i3.32

Abstract

Kajian Sejarah merupakan bidang keilmuan yang bersifat kompleks dan multi dimensional karena melibatkan berbagai aspek sosial, budaya, politik, dalam lintasan waktu yang panjang. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis beragam model penelitian sejarah dan polirik, mulai dari model tradisional (klasik), filologis, sosiologis-kritis (modern), pendekatan  arkeologi dan epigrafi, hingga model integratif-interkonektif (kontemporer). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi kepustakaan, serta di analisis melalui teknikanalisi sisi dan komparatifanalitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap model penelitian memiliki karakteristik, keunggulan, dan kontribusi masing-masing dalam merekonstruksi sejarah serta politik. Model tradisional menekankan validitas transmisi riwayat, model filologis berfokus pada kritik teks dan manuskrip, sementara model sosiologis-kritis serta arkeologi dan epigrafi memperluas sumber dan perspektif historiografi politik. Keseluruhan pendekatan tersebut kemudian dipadukan dalam modelintegratif interkonektif yang berlandaskan integrasi ilmu,sehingga memungkinkan pemahaman sejarah dan politik yang lebih holistik, kritis, dan relevan dengan tantangan akademik kontemporer.

Page 3 of 4 | Total Record : 35